" Status YM ""
ukm indonesia sukses

Seminar Entrepreneurship Modal Masih Jadi Kendala UKM


>>>Seminar Entrepreneurship Modal Masih Jadi Kendala UKM

JAKARTA- Usaha kecil dan menengah (UKM) hingga saat ini masih terkendala masalah modal kerja {cash flow). CFP Financial and Business Advisor Mike RiniSutiknomengatakan,masalah cash flow harus diatasi melalui berbagai akselerasi, yakni meningkatkan arus kas usaha, menggarap lebih banyak referensi penjualanberkualitas tinggi, menghasilkan lebih banyak penjualan, memperkerjakan karyawan yanglebihberkualitas berorientasi hasil, serta mensis-temasikan proses usaha.

Menurut Mike, akselerasi yang strategis bisa dilakukan dengan menggunakan dana murah. Namun, kata dia, akan tetap memberikan dampak yang maksimal. "Bisa dilakukan dengan cara joint venture dan promosi di dunia maya. Pa-dahal bisnis itu menghasilkan banyak aset. Akselerasi bisnis dengan cara meningkatkan cash flow. Kualitas customer untuk meningkatkan penjualan. Memberdayakan sumber daya manusia berkualitas. Bisnisnya harus dibuat agar berjalan baik," kata Mike dalam seminar entrepreneurship yang diselenggarakan SINDO bekerja sama dengan PT Astra Daihatsu Motor di Jakarta kemarin.

Sedangkan Sales Supervisor Area Daihatsu Jefry menjelaskan, selling point utama dari penjualan Daihatsu adalah jenis mesin yang baru, kapasitasnya terbesar, tangguh, mudah digunakan dan sudah sesuai dengan kualitas global dan Euron.


Sumber : Harian Seputar Indonesia
Sandra karina

Kiat Mengelola Gaji Bulanan


>>>>>>>Kiat Mengelola Gaji Bulanan

SERINGKALI kira mengeluh, bahwa penghasilan (gaji) bulanan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ada yang menyatakan, bahwa gaji bulanannya tidak tersisa, apalagi untuk ditabung. Banyak diantara kita mengaku gaji atau penghasilan yang pas-pasan, meskipun masih perlu diperdebatkan lagi berapa batasan gaji atau penghasilan pas-pasan itu? Apakah penghasilan 1 juta sebulan, atau 5 juta sebulan atau 10 juta sebulan? yang dianggap pas-pasan.

Dari penelitian AC Nielsen di beberapa di negara Asia Tenggara menyatakan bahwa umumnya pekerja Indonesia bergaji lebih rendah dibanding negara-negara tetangga, namun anehnya tingkat konsumsinya justru lebih tinggi.

Bagi kalangan karyawan saat menerima gaji adalah sesuatu penghargaan setimpal dari apa yang telah kita tunaikan dengan bekerja selama satu bulan. Dan ini sudah lumrah disaat slip gaji kita terima bersama-an dengan munculnya beberapa rencana anggaran di benak dan pikiran. Disinilah yang perlu kira perhatikan bagaimana melakukan review dan preview terhadap sekian waktu ke depan agar gaji yang kita peroleh dapal berimbang. Secara manusiawi, kita sepakat dan obyektif bahwa konsumerisme adalah kecenderungan yang dimiliki hampir tiap individu. Pada intinya kita bisa menjadi kaya tanpa memandang apapun profesinya. 

Namun hal ini akan dapat terealisasi setidaknya akan sangat tergantung pada bagaimana metode atau pola kita untuk mengkondisikan gaji yang kita terima dan bukan pada tuntutan kita untuk mendapatkan gaji yang lebih besar. Gaji yang lebih besar bukanlah satu syarat mutlak untuk bisa membuat anda jadi kaya raya. Setidaknya beberapa metode sederhana berikut ini sedikit dapat membantu anda untuk menempatkan gaji agar lebih proporsional sebagai karyawan atau pekerja dengan tanpa memandang posisi ataupun bera-papun gaji yang anda terima.

Berapa pun jumlah gaji yang Anda peroleh sudah barang tentu tidak akan mutlak menjamin .Anda bisa menumpuk kekayaan. Obyektifitas ini justru akan terealisir dan kita menjadi kaya disaat kita mampu mengelola gaji dengan cara dan metode yang tepat. Untuk metodenya anda lebih memahaminya karena kembali ke selera ego masing-masing individu.

Jangan pernah menjadikan asumsi bahwa kondisi Anda di rumah suatu misal banyak tanggungan, banyak utang, atau konsumerisme lainnya sebagai alasan untuk selalu minta kenaikan gaji. Secara sistemik, perusahaan hanya akan memberi Anda salary sesuai dengan job description Anda, bukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di rumah Anda. 
Artinya, bila Anda merasa gaji Anda kurang atau tidak mencukupi untuk membiayai keluarga Anda yang anaknya, banyak, itu bukan salah perusahaan Anda. Toh ketika Anda menambah anak, Anda tidak perlu mintaizin dulu dari perusahaan. Namun demikian sudah seharusnya manajemen perusahaan diharapkan peka akan tuntutan hidup dan tentunya kondisi sekarang ini pada umumnya.

Menjadi kaya bergantung 100% pada apa yang .Anda lakukan terhadap keuangan Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda. Kalau Anda mau kaya, itu semua bergantung pada apa yang Anda lakukan terhadap penghasilan dan fasilitas yang .Anda dapatkan.

Trik terbaik untuk menyikapi gaji pas-pasan adalah untuk membiasakan pola terbalik dalam menyisihkan uang untuk tabungan. Maksudnya jika sela-maini kita terbiasa menunggu ada uang sisa belanja di tiap akhir bulan baru ditabung. Maka kini saatnya untuk mendahulukan uang tabungan saat menerima gaji bulanan, sebelum dibelanjakan untuk kebutuhan-kebutuhan pokok. Jadi menabung adalah pengeluaran prioritas setelah menerima gaji bulanan.

Menabung dlawal dan bu-kan menunggu sisa, dengan cara ini anda akan selalu punya uang untuk ditabung. Hal ini lebih mudah daripada anda harus menahan godaan untuk berbelanja kebutuhan baru sisanya ditabung.

Dokumentaslkan pengeluar- an-pengcluaran anda dalam buku khusus, cara ini efektif untuk mengetahui apakah pengeluaran anda setiap bulan efektif atau ndak. Catatan ini memadai ba-han evaluasi bulan berikutnya. Misalnya, bila tcrjdai defisit anggaran, anda bisa dengan mudah menemukan biang keladinya.

Langkah selanjutnya adalah membatasi kebutuhan, batasi keinginan anda dan cerdas memanfaatkan rupiah yang anda miliki.

Ya ini semua terlihat seperti sebuah metode yang sudah normal dan banyak kalangan yang membahasnya. Namun demikian disaat kondnisi sulit seperti sekarang pemikiran kreatif dan inovatif sangatlah menunjang pola kehidupan kita agar lebih berimbang dan efektif.


Sumber: Jurnal Nasional

Gempa Juga Hancurkan Usaha Rempeyek


>>>>>>>>Gempa Juga Hancurkan Usaha Rempeyek

Bermodal nekad, Kustinah memulai usaha pembuatan rempeyek. Kondisi ekonomi membuatnya tidak mempunyai pilihan lain. Dengan kerja keras bisnis rempeyek Kustinah berkembang pesat. Namun gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta pada 2006 sempat menggoyang usahanya hingga ambang kehancuran.


TUJUH tahun lalu, Kustinah hanyalah seorang pekerja yang bertugas menggoreng rempeyek. Ia bekerja di sebuah usaha rempeyek di Desa Pelemadu, Bantul, Yogyakarta. Sedangkan suaminya Santoso cuma seorang penggali sumur.

Keluarga Kustinah jauh . dari kemewahan. Sebab, seringkali penghasilan yang mereka dapat dari usaha penggalian sumur dan pengoreng rempeyek tak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, di saat musim hujan ketika permintaan penggalian sumur menurun drastis, suami Kustinah lebih banyak menganggur.

Saat-saat itulah Santoso dan dua anaknya benar-benar hanya mengandalkan gaji Kustinah sebagai tenaga pengoreng rempeyek. "Akhirnya, suami saya bilang, kenapa kamu tidak membuat rempeyek sendiri saja?" ujar Kustinah.

Pemintaan sang suami disambut keraguan oleh Kustinah. Namun, karena tidak ada pilihan lain, ia akhirnya memutuskan untuk memulai usaha pembuatan rempeyek. Bukan modal uang yang dimiliki oleh Kustinah, "Hanya modal nekad," katanya

Kustinah memulai usaha dengan membeli 7 kilo kacang tanah untuk bahan baku. Modal awal itu dia peroleh dari orang tuanya. Sementara, untuk membeli tepung beras berasal dari pinjaman mertua.

Selama dua hari Kustinah membuat rempeyek yang kemudian dijual suaminya ke Pasar Tjejeran, Bantul dan warung-warung di sekitar rumahnya. Sepeda ontel tua menjadi alat transportasi utama Santoso.

Hasil penjualan rempeyek itu temyata cukup membuat Kustinah tersenyum. Dia lalu menggunakan uang itu untuk membuat lebih banyak rempeyek. "Selama enam bulan pertama, kami mengerjakan sendiri semuanya," tutur Kustinah.

Sebagai bentuk kasih sayang kepada suami, Kustinah memberi merek rempeyeknya dengan nama Santoso. Nama itu memberi berkah bagi Kustinah karena tak lama ia mendapat order dari agen yang dulu memesan rempeyek dari tempatnya bekerja sebagai tenaga penggoreng.

Sejak saat itu pesanan terus mengalir. Kustinah pun memberanikan diri memperkerjakan satu pegawai. Jumlah pekerjanya terus bertambah hingga pertengahan 2005 menjadi tiga orang. Sepeda ontel andalan Santoso untuk berjualan disulap menjadi sepeda motor. Tapi, bukan Santoso lagi yang berkeliling, melainkan pegawainya.

Memasuki tahun 2006, Kustinah sudah bisa memproduksi 1.000 bungkus rempeyek per hari. Ia membutuhkan 100 kilo kacang tanah untuk balian baku. Pasarnya juga semakin luas meliputi seluruh Yogyakarta

Nasib nahas menimpa. Gempa Yogya pada 2006 meluluhlantakan seluruh kerja keras Kustinah. Tapi, ia tak putus asa. Sebulan selang dari gempa, dia memulai kembali produksi rempeyek. "Semua masih tinggal di tenda darurat," katanya.

Konsumen rempeyeknya para relawan yang membantu rekonstruksi di Desa Pelema-du. Tak beberapa lama, agen-agen rempeyek Kustinah mulai memesan kembali. Ia pun mengajak kembali pekerjanya berproduksi lagi.

Sumber : Harian Kontan
Dharmesta

Entri Populer