" Status YM ""
ukm indonesia sukses

Peluang UKM Besar


>>>>>>Peluang UKM Besar

Pemulihan bencana gempa yang diikuti tsunami di Jepang membutuhkan waktu panjang. Pelaku usaha kecil dan menengah perKi melihat kondisi pemulihan tersebut merupakan peluang besar, meskipun selama ini Jepang sangat ketat dalam standardisasi masuknya produk impor.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hassan di Jakarta, Minggu (27/§), mengatakan, "Kita tidak boleh hanya melihat kehilangan peluang atas terhambatnya pasokan pfo1-duk Jepang, seperti produk kom1-ponen, tetapi pelaku UKM haras melihat fenomena antrean warga Jepang untuk memperoleh bahkn makanan merupakan pelurirlg masuknya produk UKM."

Menurut Syarifuddin, K?-kungan perbankan sangat diharapkan mendorong peningkatan usaha bagi UKM yang saat nii mencapai 52,76 juta unit Pasar ekspor dapat didorong kalau UKM memang mempunyai aks kapasitas kemampuan ekspW. Apabila belum mampu, pasar do|-mestik tetap memberikan andil besar yang menjadi peluang bagi UKM.

"Kredit usaha rakyat (KUR) dari perbankan tetap menjadi program pemerintah yang diandalkan untuk bisa mendukung UMKM," kata Syarifuddin Hasan. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah per 21 Maret 2011, realisasi KUR mencapai Rp 5,223 triliun dengan jumlah debitor 406.240 nasabah. Secara rinci, BNI Rp 463,1 miliar, BRI Rp 3,47 triliun, Bank Mandiri Rp 300,9 miliar, BTN Rp 52,3 miliar, Bank Bukopin Rp 74,4 miliar, Bank Syariah Mandiri Rp 101,9 miliar, dan 13 bank pembangunan daerah (BPD) sebesar Rp 760,1 miliar. Secara kumulatif, kucuran KUR sejak tahun 2007 hingga Maret 2011 telah mencapai Rp 39,64 triliun dengan jumlah debitor 4,21 juta nasabah.

Menteri Perindustrian Moh S Hidayat, secara terpisah, mengatakan, secara umum industri kddi dan menengah (IKM) sampai saat ini masih mengalami kekurangan modal. (OSA)

Sumber : Kompas

Mengembangkan Industri Kreatif Berbasis Budaya Bangsa


>>>>>Mengembangkan Industri Kreatif Berbasis Budaya Bangsa

Industri kreatif - sebagai industri yang berbasis pemanfaatan kreativitas, keterampilan, daya kreasi, serta bakat individu dipastikan menjadi sektor usaha po-tensial yang akan terus berkelanjutan. Pasalnya, sektor industri ini mengandalkan energi dan kekayaan intelektual manusia yang tidak akan pernah habis dan senantiasaterbarukan.

Pengembangan industri kreatif, khususnya yang berbasis karya budaya bangsa, semes tinyamenjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, swasta, masyarakat, maupun pelaku industri kreatif itu sendiri.

Sebagai instansi keuangan yang mendukung prinsip bisnis berkelanjutan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memberi perhatian khusus terhadap perkembangan sektor industri kreatif. BNI meyakini industri kreatif akan memacu tumbuhnya nilai-nilai ekonomi baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kampoeng BNI merupakan bagian dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
(PKBL) BNI yang dirintis se j ak 2007. Sejak tahun lalu, kata Gatot, pelaksanaan Program Kemitraan BNI. difokuskan kepada pembentukan Kampoeng BNI di bidang industri kreatif.

Talenta, ketekunan, daya kreasi dan inovasi sangat penting dalam pengembangan industri kreatif tenun songket ini. Tanpa meninggalkan ciri khas tenun tradisional, para pera j in harus mengikuti selera pasar yang terus berkembang. Sebab itu, BNI menggandeng Cita Tenun Indonesia (CTI) sebagai pemberi pelatihan dan pemerintah daerah sebagai fasilitator pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan survei CTI sejak 2009, pada dasarnya pe-nenun kain songket di Desa Muara Penimbung sudahterampil dalam pembuatan kain. Namun, terdapat beberapa kekurangan seperti kurang rapi, warna kain yang luntur, dan metode pewarnaan yang kurang tepat. Karenanya, sejak 2009 CTI telah memberikan sekurangnya empa kali pelatihan bagi perajin tenun dengan tujuan meningkatkan mutu agar tercipta produk yang lebih baik, lebih rapi, dengan desain variatif dan warna tidak luntur.

Sejauh ini para perajin tenun Desa Muara Penimbung telah mengkreasikan tenun songket menjadi pakaian, sajadah, dan hiasan interior seperti sarung bantal, hiasan dinding, dan tempat majalah. Corak dan motifnya pun sudah bervariasi.inda ini"

Sumber : Harian Seputar Indoneisa

Capacity Building Tingkatkan Produktivitas UMKM


>>>>>Capacity Building Tingkatkan Produktivitas UMKM

Kesuksesan suatu usaha tak hanya ditentukan oleh tekad dan permodalan yang kuat Program pengembangan kapasitas (capacity building) penting dijalankan guna meningkatkan kecakapan usaha dan mengoptimalkan produktivitas.

Capacity building didefinisikan sebagai pembangunan kemampuan atau kecakapan manusia melalui proses pembelajaran, yakni pendidikan, pengajaran, dan pelatihan. Dalam sepuluh tahun terakhir, konsep capacity building diadopsi oleh institusi pemerintah dan swasta untuk mengatasi berbagai masalah sosial, ekonomi dan lingkungan. Dari segi ekonomi, muaranya adalah pemahaman, keterampilan serta kecakapan individu atau kelompok yang memungkinkan untuk bekerja lebih efektif dan produktif.

Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan, program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BNI tak hanya menyalurkan dana berupa kredit kemitraan bagi pengusaha kecil, melainkan juga membekali mereka dengan program capacity building. Program tersebut berupa kegiatan pembinaan, pelatihan, pendidikan atau pemagangan yang menyangkut peningkatan produktivitas mitra binaan.

"Capacity building penting dilakukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, sehingga produktivitas mitra binaan meningkat. Selain itu sebagai daya ungkit. penggerak dan motivasi mitra binaan untuk meningkatkan produktivitas dan kemampuan bersaing," tegasnya.

Sejak 2009, BNI telah menggelar program capacity building bagi sekitar 3.000 mitra binaan di seluruh Indonesia. Menurut Gatot, dana untuk program pengembangan kapasitas ini dialokasikan dari anggaran program kemitraan sebagai beban pembinaan yang bersifat hibah dan besarnya maksimal 20% dari dana program kp pada tahun berjalan.

"Program kemitraan kami gulirkan dengan tujuan meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba perusahaan," paparnya.

Secara umum, ungkap Gatot, para mitra binaan yang diikutkan dalam program capacity bui Wing BNI akan dibekali berbagai kegiatan yang meliputi materi khusus dan umum. Materi khusus dimaksud adalah materi-materi yang dibutuhkan dan terkait dengan produk yang dihasilkan oleh mitra binaan. Sebagai contoh, materi pembuatan motif kain songket yang diberikan bagi mitra binaan yang memproduksi songke t.Sedangkan materi umum adalah materi-materi pendukung produktivitas mitra binaan seperti pembukuan, pemasaran, dan motivasi.

Gatot memaparkan beberapa Kampoeng BNI yang telah mendapatkan capacity building Ani BNI Di antaranya pada 4-6 Mei 2010,100 mitra binaan Kampoeng BNI Jagung di Desa Mekar Jaya, Ciamis, mendapatkan pelatihan seperti menanam jagung, pemasaran, pembukuan, dan motivasi. Demikian halnya dengan 100 mitra binaan di Kawasan Bunga Rawa Belong yang mendapat pelatihan serupa pada 1-2 November 2010.

Belum lama ini, Kampoeng BNI Pemberdayaan Wanita di Cisarua Bogor juga mendapat pelatihan tentang pemasaran, pembukuan, dan motivasi, yang diikuti 100 peserta.Tak kalah beruntung adalah para ibu dan remaja wanita penenun kain songket di Kampoeng BM Tenun Sumsel yang sejak 2009 telah empat kali mendapat pelatihan. CTI bersama BNI selaku penyandang dana menggagas pelatihan bagi para pengrajin tenun dengan maksud meningkatkan kualitas kain tradisional karya mereka. Pelatihan terakhir yang digelar 23-24 Februari 2011 bahkan dihadiri oleh Ketua CTL Okke Hatta Rajasa, yang juga istri Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

Bertempat di Galeri Kampoeng BNITenun Sumsel desa Muara Penimbung, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Eir, sebanyak 100 penenun berkesempatan mengikuti pelatihan yang meliputi pembuatan motif, pewarnaan, pengembangan modifikasi songket (misalnya menjadi sajadah dan sarung bantal), pemasaran, dan evaluasi.

Rata-rata perajin tenun di Indralaya melakukan kegiatan menenun di rumah-rumah dengan menggunakan gedogan untuk menghasilkan tenun songket. Berdasarkan pemantauan, rata-rata penenun sudah terampil dalam pembuatan kain. Hanya saja memang perlu arahan lebih lanjut untuk pengembangan desain, mencakup komposisi motif, warna, penyelesaian akhir dan pengembangan untuk tujuan lainnya.(inda/info)

Sumber : Harian Seputar Indonesia

Entri Populer