" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: April 2010

Raja Roti yang Lahir dari Industri Rumahan

Dodik Pranoto adalah pebisnis roti yang sangat sukses. Roti produksinya membanjiri pasar Jawa Timur. Ia mempunyai sekitar 2.000 agen penjualan yang tersebar di provinsi itu. Saban hari, dia harus menyediakan 30-60 sak tepung terigu sebagai bahan baku roti. Alhasil, pria sederhana ini bisa meraup omzet Rp 50 juta-Rp 75 juta per hari.


SALAH satu indikator keberhasilan seorang pengusaha bisa diukur dari i" i .ipa luas pasar yang telah dirambahnya. Sebab, semakin luas menjangkau pasar, bisa ditebak, usahanya akan makin maju.Hal inilah yang tengah dilakoni Dodik Pranoto. Di usianya yang belum genap setengah abad, usaha rotinya berhasil menguasai pasar roti di Jawa Timur.

Mengusung merek Aloha Bakery, dia mengawali usahanya sejak tahun 1989. Semula, usahanya ini merupakan industri roti rumahan di Jember. "Dulu saya yang bikin, sekaligus memasarkannya sendiri," kata Dodik.Kerja keras selama lebih dari dua dasawarsa itu pun berbuah manis. Untuk memasarkan aneka rotinya, kini, Dodik sudah memiliki 2.000 agen penjualan. Ribuan agen tersebut memasok roti ke berbagai pusat perbelanjaan. Dia mencatat, ada sekitar 6.000 minimarket dan toko yang menjual produk rotinya Dua jaringan di antaranya adalah, Indomaret dan Supermarket KDS.

Lantaran membidik kelas menengah ke bawah, Dodik juga merambah pasar tradisional Di pasar tradisional, ada sekitar 1.000 pedagang yang menjual rotinya Untuk membedakan produknya di pasar modern dan pasar tradisional, Dodik pun menyiapkan dua produk berbeda Maklum, karakterkonsumen di kedua pasar itu tak sama Tentu saja, karena produk berbeda, harga jualnya juga berbeda Hargajual roti di pasar modem berkisar Rp 6.000-Rp 8.500 per bungkus. Sementara, harga ron di pasar tradisional hanya sekitar Rp 1.000 per bungkus.

Penjualannya tidak hanya melalui tangan pedagang atau toko. Aloha Bakery juga berjualan dengan sepeda dan mobil keliling. Beberapa kota di Jawa Timur yang menjadi pasar roti ini misalnya Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, Purbolonggo, Bondowoso dan Surabaya.Untuk mencukupi bahan baku roti, Dodik harus menyediakan tepung terigu sebanyak 30 hingga 60 sak tiap hari. Satu sak berisi 25 kilogram (kg) tepung.Bila mendekati Hari Lebaran, dia harus menggenjot kapasitas produksi. Maklum, bila tiba hari raya besar itu, Dodik ikut merambah bisnis pembuatan kue kering, seperti kastangel, nastar, dan kue cokelat.Peningkatan produksi menjelang Idul Fitri tersebut bisa mencapai 150%. "Kalau mau melayani semuanya, tentu tidak dapat tertangani dengan baik," ujarnya

Proses pengolahan tepung terigu menjadi aneka roti kering dan roti basah menyerap sekitar 75 tenaga kerja Sampai saat ini, Dodik juga masih ikut mengolah lantaran memiliki resepnya sendiri. "Roti saya itu alirannya roti-roti Belanda," kata pria yang berusia 48sepsendiri, Dodik pun berani menjamin, produksinya memiliki kualitas istimewa Meski tak mengenyam pendidikan memasak secara khusus, bapak dua anak ini hafal betul takaran resep yang mesti ditaburkan ke dalam adonan agar menghasilkan roti yang enak, empuk dan memiliki cita rasa yang sama sepanjang tahun.

Kesuksesan Dodik dalam industri roti rumahan tak hanya ditandai oleh jaringan pemasaran yang kian menggurita Pundi-pundinya pun kian gemuk. Dalam satu hari saja, suami Nur Mustai-dah ini mampu membukukan omzet Rp 50 juta hingga Rp 75 juta Dodik sempat tak menyangka, pilihannya berbisnis roti bisa mengantarnya menjadi pengusaha sukses seperti sekarang ini. Namun, dia tak mau besar kepala "Saya selalu berserah pada Tuhan dan bersyukur antul* setiap karunia-Nya," ujarnya

Sebagai pengusaha, Dodik bersedia membagi tips agar tak cepat menyerah bila ada suatu kendala. Sebaliknya, lanjut dia jika mami ni mengatasi kendala, tantangan itu akan bisa menghantarkan pengusaha tersebut ke jalan yang lebih sukses.Dodik juga menceritakan lika-likunya dalam berbisnis roti. Semuanya tidak diraih pria ini dalam sekejap mata seperti permainan sulap. Dia juga pernah merasakan pahit geiimya menawarkan barang dagangannya ke berbagai toko. "Setelah roti matang, dahulu saya berkeliling naik sepeda untuk menawarkanroti buatan saya," kenang Dodik.

petambak ikan Tumbuh Lebih Cepat Dibandingkan Nila Biasa

Banyak cara yang dilakukan petambak ikan untuk mendapatkan varietas ikan unggulan. Salah satu di antaranya adalah perkawinan silang. Kini muncul ikan Nila Gift hasil kawin silang. Jenis nila tersebut makin banyak dibudidayakan.

NILA merupakan salah satu lems ikan air tawar yang banyak dikonsumsi masya rakat di Tanah Air. Maklum rasa daging ini terkenal sangat gurih Jangan her iik;i permintaan ikan yang sesungguhnya berasal dari Afrika im terus meningkat. Tak ayal, kondisi im dilihat sebagai peluang bisnis menjanjikan leh para pembudidaya nila Bahkan, demi meningkatkan pendapatan, banyak petambak nila yang incur., ba melakukan perkawinanrms ikan mla yang diabudidayakan. Salah sain perkawinan silang itu menjodohkan antar nila spesies Tilapia sr Hasil Uangan im lahirkan jenis nila baru,yakni Nila Gifi

Sejatinya, nama i/iii sendiri berasal dan singkatan Genetic Improvement for Formed Tilapia alias perbaikan genetik budidaya Nila Tilapia, Teknik penyilangan bni dikembangkan International t entre foi Living Aquatic Resoui ces Management (ICI.ARM) di Filipina pada tahun 1987.Dari hasil lingkatproduksi Nila Gifi lebih tinggi 3096 50% dari nila lukai lk;m uji coba KIARM mi lalu disebarluaskan ke 10 neg,ira pada [993, yakni Bangladesh, (luna. Pantai Gading, Yunani, dhana, India, Malawi, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Nila Gifi liam masuk Indonesia pada 1994,melalui Balai Penelitian Ikan Air Tawar (Balitkan-war). Nila ini lalu dibudii yakan di tiga waduk besar di Jawa Barat, yaitu Waduk ( nala. Saguling, dan Jatiluhur Saal itu produksinya sekitar 20 lon per hari.Menurut Helmi Suli man, pemilik usaha budidaya ik;ui nila Bumi Tani (emerlang di Cianjur, Jawa Barat, secara genetik Nila Gifl terbukti memilikiiggulan pertumbuhan daii produktivitas lebihtinggi ilan ikan nila lain.

Mcnurut Deddy Siswandi Rosyid, pemilik CV Niaga \hadi di Sukabumi, Jawa Barat, budidaya mla dengan waktu pertumbuhan yang lebih cepal akan menguntungkan petambak. Karena mu Deddy juga tertarik menggeluti usaha pendederan Nila Gift, yaitu proses perawatan dari larva menjadi benih ikan berusia sekitar 21 hari.Menurut dia, permintaan benih Nila Gifl tak pernahsepi Ia bisa menjual satujuta ekor benih perbulan. Permintaan berasal dari berbagai daerah, seperti Medan, Balikpapan, Aceh, daji Makassar.

Deddj mm inbanderol harga bibit Nila Gift Rp per ekor. Dari penjualan bibit itu, dia bisa meraih omzet Rp 30 juta -Rp 40 juta per bulan. "Margin sekitar 20% - 30%," kata diaBerbeda dengan Deddy, i telmi justru lebih tertarik menjalankan usaha pembesaran Nila Gift. Ia membudidayakan jenis nila ini di Waduk Cirata, Cianjur. Setiap empat bulan sekali, dia memanen 8 ton nila.Helmi menjual Nila Gift seharga Rp L1.500 Rp 12.000 per kilogram (kg). Dari bisnis ini, dia meraup omzet hingga Rp 80 juta sekali panen.

Sementara Anastasia Sulistio memilih menjalani usaha distribusi Nila Gift. Ia memasarkan ke sejumlah tempat pemancingan ikan di .Jabodetabek. Pasokannya dari daerah Bogor.Anastasia membanderol Nila Gift seharga Rp 15.000 per kilogram. Saban bulan, ia bisa memasok ikan tersebut ." im hingga6 ton. Omzet yang diraupnya tiap bulan mencapai Rp 75 juta dengan margin keuntungan sekitar 5% - 10%.

UKM sudah kalah bersaing

Kemenkop dan UKM keluhkan bank yang lambat salurkan KUR

JAKARTA Menteri koperasi UKM Syarifuddin Hasan menemukan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah kalah bersaing di sektor kerajinan, produk alat perkakas, produk makanan minuman, obat herbal, alas kaki, dan kosmetik.

Hal tersebut diungkapkan Menkop dan UKM Syarifuddin Hasan dalam rapat kerja dengan komisi VI DPR RI di mana berdasarkan studi kasus yang dilakukan di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sumatra Utara dan Sulawesi Selatan pelaku UMKM dalam posisi kritis.Bahkan, lanjutnya ada sebagian produk UMKM yang pangsa pasar potensialnya diambl aliholeh negara lain, terutama China.

Kendati demikian, ada produk yang tak bisa dikalahkan oleh produk dari negara lain, yakni UMKM yang menghasilkan produk pertanian, ba-han baku olahan seperti kopi, rumput laut, kakao, hortikultura, tanaman obat-obatan dan sejenisnya diperkirakan mampu bertahan."Untuk meningkatkan daya saing UKM, kami telah berupaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi di sektor koperasi dan UMKM," tuturnya pada rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Senayan, kemarin.

Upaya yang telah dilakukan itu antara lain penguatan sentra UKM, pengembangan produk unggulan daerah melalui pendekatan OVOP, peningkatan kompetisi sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan, pendampingan dan konsultasi, dan pengembangan wirausaha baruinovatif melalui inkubator.Sementara itu, Sjarifuddin mengeluh terhadap kinerja perbankan penyalur kredit usaha rakyat (KUR) yang dinilainya belum optimal sehingga sosialisasi yang dilakukan instansinya belum berbuah maksimal. .

"Ini sebenarnya bukan keluhan, melainkan karena dorongan keinginan kami agar perbankan terus berupaya meningkatkan penyaluran agar dananya bisa sampai ke masyarakat," ujarnya.Keluhan disampaikannya kepada Ketua Komisi VI Airlangga Hartanto, karena KementerianKoperasi dan UKM yang dipimpinnya tidak mempunyai wewenang memberi instruksi kepada perbankan.

Padahal, dana yang telah dipersiapkan pemerintah melalui pola penjaminan cukup besar, yakni Rp20 triliun per tahun. Akan tetapi, sampai periode April 2010, serap-annya sejak diluncurkan pada akhir Desember 2007, belum mencapai Rp20 triliun."Kalaupun instansi kami terus meningkatkan sosialisasi program KUR sebagai sumber permodalan, terutama untuk bisa diakses pelaku usaha mikro dan kecil, dipastikan sulit sampai di tangan para calon debitur tersebut."

Komitmen perbankan

Sebab, katanya, perbankan yang telah komitmen menyalurkan KUR, tidak melakukan percepatan sebagai tugas utama, karena Kementerian Koperasi dan UKM tidak mempunyai wewe-nang memberi instruksi, maka yang dioptimalkan hanya sosialisasi.Di satu sisi, Sjarifuddin memahami Ada peraturan khusus pada perbankan yang tidak bisa dilewatkan ketika menyalurkan dana.Namun, katanya, pemerintah telah melakukan relaksasi terhadap peraturan itu, sehingga prosesnya tidak terlalu rumit.

Yang perlu dipertegas dalam konteks penyaluran KUR, dengan target penyaluran Rp100 triliun hingga Periode 2014, perbankan penyalur juga ikut proaktif melakukan sosialisasi melalui penyebaran informasi.Meski lembaga yang dipimpinnya tidak bisa berfungsi sebagai eksekutor, karena telah ditunjuk menjadi koordinasi, Kementerian Koperasi dan UKM wajib memonitor perkembangannya."Kalau dana yang disalurkan perbankan masih kecil, kami harus mengatakan jumlahnya memang masih kecil.

Pelatihan wirausaha digelar

BOGOR Training of Trainer Education Entrepreneur (TOT EE) digelar dan pesertanya diharapkan segera menularkan virus entrepreneurship pada masyarakat.Cuncun Setiawan, salah satu peserta yang menjadi pebisnis budi daya lobster air tawar dan landak mini, mengatakan sejak 2004 dia sudah memberikan pelatihan budi daya lobster."Sudah 7.000 orang saya latih di 24 provinsi dalam pembudidayaan lobster air tawar tetapi yang berhasil menjadi pengusaha lobster kurang dari 5%," ungkapnya kemarin di Sentul, Bogor.

Oleh karena itu, ketika mengetahui ada pelatihan entrepreneurship bagi masyarakat dia langsung mendaftar agar kelak dapat melengkapi peserta pelatihan yang diselenggarakannya dengan entrepreneurship.

Gedung UKM Kok Pakai Nama Smesco

SEBELUM menjabat Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM). SyarifuddiniHasan setiap han dan rumahnya ke gedung MPR/DPR Jakarta sering melewati gedung megah Smesco. Nama gedung di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, itu kepen-dekan dan Small and Medium Enterprises and Cooperatives.

Saya selalu penasaran, ini gedung UKM kok namanya Smesco. Apa itu Smesco? Saya kira orang Kementerian Koperasi dan UKM saja yang mengerti." kata Syarif dalam rapat kerja gabungan sejumlah menteri bidapg ekonomi dengan anggota Komisi VI DPR di gedung MPR/DPRJakarta. Senin (24/5).

Insting marketing Syarif Hasan pun muncul. Hal pertama yang dilakukan berusaha merombak nama Smesco agar lebih merakyat. Nah makanya kami ganti namanya Smesco jadi UKM. Jadi gampang ingatnya, kata Syarif. Setelah merombak nama gedung megah berbentuk bola besar berlantai 17 itu, Syarif pun berencana menggusur beberapa penghuni gedung yang bukan berasal dari kalangan UKM. "Gedung mi baru tensi sampai lantai tiga. Jadi, nanti yang masuk ke gedung itu khusus produk UKM dari seluruh Indonesia," tegasnya.

Syarif menyebut, rencananya ini sebagai mimpi. Nanti orang mau lihat produk UKM seluruh Indonesia datang ke gedung ini. Ini namanya berpihak ke UKM," katanya. Sebuah penilitian mengungkapkan produk UKM temyata masih memiliki daya tahan atau mampu bersaing meskipun perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN dan China (ACFTA) sudah berlaku mulai awal 2010.

Menteri Koperasi dan UKM mengungkapkan, laporan itu merupakan hasil studi kasus terhadap produk UKM di enam provinsi. Ada beberapa pangsa pasar produk potensial UKM Indonesia diambilalih oleh China. Namun, pada sektor tertentu, ada yang masih mampu terus bertahan, ungkap Sjarifuddin Hasan.

Produk yang diambilalih pangsanya oleh China antara lam produk kerajinan, alat-alat, dan perkakas, produk makanan dan minuman, obat-obatan herbal . kosmetika, dan produk alas kaki Adapun produk yang masih dipertahankan umumnya bahan baku produk pertanian. Misalnya, kopi, kakao, rumput laut, hortikultura, tanaman obat-obatan, karet crude palm oil (CPO).

Studi kasus sendiri yang dilakukan masing-masing di Provinsi DK) Jakarta. Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan Menurut Sjarifuddin, dengan komposisi yang berimbang tersebut, seharusnya UKM Indonesia bsa memanfaatkan pasar ASEAN dan China sebagai negara potensial

Agribisnis Ubi Cilembu

Perlu Diperam Dulu Agar Dapat Hasil Memuaskan
Banyak hal yang harus diperhatikan petani dalam membudidayakan ubi cilembu. Selain memperhitungkan kontur tanah yang akan digunakan untuk lahan penanaman, petani juga harus rajin mengairi lahan tersebut. Ubi cilembu juga tidak bisa dikonsumsi langsung setelah dipanen, tapi harus diperam dulu.

ADA sejumlah rambu-rambu yang harus diperhatikan petani jika ingin sukses membudidayakan ubi cilembu. Yang utama adalah masa panen. Lazimnya, tanaman ubi sudah bisa dipanen dalam waktu tiga bulan. Namun, ubi cilembu baru bisa dipanen setelah lima hingga enam bulan dari masa tanam.

Ubi cilembu juga memiliki keunggulan. Menurut Roni Triandi, seorang petani ubi di Desa Cilembu, Sumedang, ubi cilembu memiliki tiga varietas unggulan. Yakni, Nirkum, Menes, dan Amet "Ubi jenis ini bisa dua kali panen tiap tahun," katanya Roni bilang, biasanya rata-rata lahan untuk membudidayakan ubi cilembu seluas 280 meter persegi. Total lahan seluas itu bisa menghasilkan sekitar 800 kilogram (kg) hingga 1.000 kg atau 1 ton ubi dalam masa sekali tanam. Dengan harga ubi cilembu mentah Rp 10.000 per kg, maka hasil panen sebanyak tadi bisa menghasilkan omzet Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.

Roni memiliki lahan budidaya ubi cilembu seluas 1 hektare. Dari lahan seluas itu, dia bisa memanen hingga 2,5 ton ubi dalam satu kali masa panen. Dus, dari hasil panen tersebut dia bisa meraup pendapatan Rp 15 juta "Omzet itu sudah dipotong biaya penanaman dari awal tanam hingga panen yang mencapai Rp 10 juta. Tapi, semakin luas lahan, keuntungannya akan semakin besar," paparnya

Biaya pengeluaran sebanyak itu untuk lahan seluas 1 hektare. Tentunya, biaya untuk lahan seluas 280 meter persegi lebih kecil lagi. Roni merinci, biaya penanaman terdiri dari pembibitan, penyangkulan, buruh tani, dan pupuk sekitar Rp 2 juta Selesai penanaman, biasanya ada biaya lagi untuk masa pemeliharaan. Totalnya sekitar Rp 4 juta Ini di luar biaya pengairan yang mencapai Rp 500.000 hingga masa panen. Dalam hitungan Roni, dengan biaya pengeluaran sebesar itu, petani ubi cilembu dengan lahan seluas 280 meter persegi bisa meraih margin keuntungan sekitar 40%.

Kendati dalam setahun bisa dua kali panen, petani ubi cilembu biasanya tidak menanam ubi dalam dua masa tanam berturut-turut. Biasanya, penanaman ini diselingi dengan tanaman padi. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan unsur hara di tanah. Selain itu, kondisi tanah bisa membedakan hasil panen di satu tempat dan tempat lain. "Kalau tanahnya lebih subur, hasil panennya bisa besar," kata Ketua Koperasi Mitra Sumedang Yaya Sutarya itu.

Petani juga harus memperhatikan kondisi cuaca saat menanam ubi cilembu . "Masa paling baik adalah pertengahan musim hujan. Jadi, bisa dipanen waktu musim kemarau," kata Roni. Pasalnya, lanjut dia, kalau panen di musim hujan kondisi ubi menjadi kurang baik. Rasanya agak pahit.

Perawatan ubi cilembu dalam tiga bulan pertama juga harus intensif. Dalam bulan pertama, para petani biasanya membalik arah jalur tanaman. Misalnya, jika daun tanaman merambat ke kiri, maka diubah ke kanan.

Selain itu, petani juga harus rajin menyiangi tanaman-tanaman ubi. Pengairan juga harus intensif dalam tiga bulan pertama. Setelah tiga bulan, tidak perlu lagi diairi. Yang tidak kalah pentingnya adalah masa penyimpanan setelah panen. Setelah ubi dipanen, jangan langsung dimasak atau dikonsumsi.

Ubi cilembu harus diperam selama dua hingga tiga pekan. Masa pemeraman ini untuk menunggu getah ubi kering. "Bila getah sudah tidak menetes, sudah bisa di-oveit," kata Roni.
Sebenarnya, ubi cilembu ini bisa saja langsung dimasak. Umumnya, setelah diperam hanya perlu waktu sekitar satu jam untuk memasaknya Tapi, jika ubi cilembu tidak diperam, maka untuk memasaknya dibutuhkan waktu sekitar tiga jam.

Musrenbang digelar rutin

Kementerian Koperasi dan UKM akan menjadikan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbanq) sebagai agenda tahunan sesuai dengan tuntutan stakeholders atau seluruh pemangku kepentingan.
Guritno Kusumo, Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM, mengatakan Musrenbang koperasi dan usaha mikro, kecil menengah (KUMKM) wajib dilaksanakan karena tuntutan menuju perencanaan partisipatif dan perencanaan bergulir.

"Musrenbang KUMKM sangat penting karena untuk melaksanakan sinkronisasi/sinergi rencana kerja (Renja) Kementerian Koperasi dan UKM Periode 2011 terakit usulan Kegiatan dan pendanaan dari Bappeda dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi seluruh Indonesia," kata Guritno pekan lalu

Budi daya perikanan pantai digenjot

JAKARTA Kementerian Kelautan dan Perikanan memfokuskan pengembangan perikanan budi dayaperikanan di wilayah pantai untuk meningkatkan produksi ikan kerapu. Dirjen Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Made L Nur-djana mengatakan pengembangan usaha budi daya di wilayah pantai jauh lebih murah dibandingkan di lepas pantai.

"Untuk kerapu juga tidak kalah kualitasnya dibandingkan dengan karamba jaring apung di lepas pantai," ujarnya pekan lalu. Usaha perikanan di pantai ini, lanjutnya, masih memenuhi kriteria untuk budi daya di laut, seperti untuk jenis kerapu dan kakap.

Selain itu, pengembangan karamba apung di darat memakan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan di laut, yakni hanya Rp8 juta-Rp9 juta per unit. Sementara itu, karamba di laut bisa mencapai Rp60 juta hingga Rp80 juta per unit. Karena itu, dia menyatakan pemerintah memang belum akan mengembangkan perikanan budi daya lepas pantai (offshore) akan tetapi akan lebih fokus pada upaya pengembangan perikanan budi daya di wilayah pantai.

"Untuk mengembangkan perikanan budi daya di tengah laut memerlukan investasi yang sangat besar sehingga hanya bisa dilakukan oleh pemilik modal kuat. Budi daya perikanan offshore masih lebih banyak dilakukan di Eropa karena kondisi pantai di sana umumnya sudah rusak."

Karamba tancap Sementara itu, tambahnya, pemerintah akan mengembangkan karamba-tancap yakni dengan membuat jaring-jaring yang ditancapkan pada pantai dengan kedalaman 4 meter serta memiliki pasang surut 2 meter. "Teknik karamba ini ternyata tidak memerlukan biaya yang mahal sehingga bisa dikembangkan masyarakat kecil," katanya.

Untuk itu, pemerintah akan memberikan bantuan pengembangan karamba tancap sebanyak 26 ribu paket atau seni-lai Rp8 juta per orang guna membuat karamba jenis ini dengan ukuran 5x8 meter persegi. Budi daya dengan teknik karamba tancap tersebut, tambahnya, telah dilakukan di Sulawesi Tenggara serta Kepulauan Riau dengan komoditas ikan kerapu. Pada kesempatan itu, khusus untuk budi daya rumput laut, Made menyatakan telah mengupayakan beberapa hal agar target produksi 10 juta ton pada 2014 dapat direalisasikan.

Kementerian, tuturnya, akan menempuh dua langkah, yakni ekstensifikasi atau memperluas atau menambah unit usaha budi daya dan intensifikasi atau peningkatan jumlah produksi melalui penambahan jumlah setiap unit usaha.

Menkeu diminta dukung industri mikro

Lebih dari 4,2 juta usaha kecil menengah (UKM) di Jawa Timur berharap menkeu yang baru mendukung stabilitas UKM dengan pemberian kredit lunak dan kebijakan yang mendukung sektor mikro. Ketua forum daerah (Forda) UKM Jatim Nur Cahyudi mengatakan seluruh kebijakan menkeu baru yang berkaitan dengan moneter diharapkan lebih mendukung sektor usaha mikro.

"Kebijakan itu sangat berpengaruh pada UKM, khusunya di Jatim yang lebih banyak berupa industri olahan," katanya. Nur mengatakan Agus Martowar-doyo harus menjadi figur yang mendukung penguatan pembiayaan dan kelembagaan keuangan bagi berkembangnya usaha kecil dan menengah yang juga merupakan program prioritas dari pemerintah.

Menurut dia, Agus Martowardoyo harus lebih bisa mengendalikan nilai tukar rupiah. Pasalnya, jika tidak terjadi stabilitas moneter yang kuat di Indonesia, ketidakpastian iklim usaha dipastikan berdampak buruk bagi pelaku ekonomi seperti UKM. "Dampak paling jelas ada pada ba-han baku UKM yang selama ini ma sih dominasi barang impor," katanya.

Hingga saat ini, kebijakan tentang suku bunga pinjaman untuk UKM masih di atas 10%, yaitu 14% untuk pinjaman di atas Rp5 juta dan 22% untuk pinjaman di bawah Rp 5juta. "Ini sangat menghambat produktivitas UKM," kata Nur. Untuk itu, UKM di Jatim berharap melalui menkeu baru, pemerintah lebih bisa menurunkan suku bunga kredit untuk UKM kurang dari 10%.

Dengan seluruh kebijakan pemerintah yang prorakyat paling tidak bisa menolong nasib UKM untuk proyeksi jangka panjang serta konsekuensi tentang pelunakan prosedur pinjaman yang juga harus disesuaikan. "Karena tak banyak dari pelaku UKM yang masih awam berurusan dengan bank ataupun lembaga formal," kata Nur.

Gulung tikar

Nur mengungkapkan saat ini lebih dari 4,2 juta pelaku UKM di Jatim terancam gulung tikar akibat diberlakukannya perdagangan bebas Asean-China (ACFTA).

Potensi besar UKM di Jatim menyumbang sekurangnya 53,04% dari pendapatan domestik regional bruto (PDRB) Jatim atau sebesar Rp397 dari Rp694 triliun pada 2009.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) wilayah Jawa Timur mendesak Menteri Keuangan Agus Martowardoyo agar lebih menyosialisasikan aturan pajak penjualan yang berlaku 1 April 2010, selain menurunkan suku bunga pinjaman.

Ketua Aprindo Jatim Abraham Ibnu mengatakan per 1 April 2010 Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak menerapkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang antara lain mengharuskan peritel, di mana mayoritas adalah pemilik toko tradisional, memiliki faktur pajak terkait nomor pokok wajib pajak (NPWP) pengusaha kena pajak.

Abraham mengatakan masih banyak peritel yang belum mengerti tentang apa dan bagaimana pemberlakuan hingga kelanjutan regulasi pajak penjualan yang baru."Apalagi, bukti penjualan dengan menyertakan NPWP bisa dijadikan faktur pajak

Produk UKM didorong masuk ke Carrefour

JAKARTA Kementerian Koperasi dan UKM mendukung produk usaha kecil menengah (UKM) masuk ke jaringan ritel modern Carrefour. Asisten Deputi Urusan Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Koperasi dan UKM Halomoan Tamba mengataJan perusahaan itu mempunyai visi sama dengan pemerintah dalam pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurut dia, jika pada bazar rakyat yang dilakukan perusahaan ritel asing dari Prancis pada 27-30 Mei tersebut ada fakta yang membuktikan bahwa produk yang dihasilkan UMKM diterima konsumen, maka komoditas itu hendaknya bisa diterima secara otomatis oleh Carrefour.

Selama ini berbagai produk UMKM yang ditawarkan masuk jaringan ritel itu harus melalui proses seleksi.
"Sebenarnya tidak hams wajib diterima, akan tetapi paling tidak prosesnya bisa dipermudah, dan UMKM akan tetapi mematuhi aturan mereka. Misalnya, calon mitra tersebut harus mempunyai NPWP maupun memperhatikan sisi kemasan dan label halal," ungkapnya pekan lalu.

Tamba menegaskan keinginan tersebut harus diungkapkan karena makna dari pemberdayaan terhadap pelaku UMKM adalah memberi fasilitas yang tidak hanya sebatas mengikuti pameran atau bazar, lebih dari itu memberi kesempatan untukberkembang melalui pemasaran produk ke dalam jaringan Carrefour yangsaat ini mencapai 80 gerai.

Perusahaan ritel mana saja tidak perlu pesismistis terhadap kualitas produk UMKM. Kelompok ini, kata Tamba, bisa memenuhi kualifikasi yang diminta pasar. "UMKM akan memenuhi kualitas produk sesuai dengan permintaan Carrefour," tegas Halomoan Tamba.

Sebelumnya, Komisaris PT Carrefour Indonesia Chairul Tanjung berencana memfasilitasi UMKM tidak hanya berlangsung sekali.

Pengusiran paksa Sementara itu, terkait dengan pengusiran paksa gerai Carrefour oleh PT Duta Wisata Loka (WDL) di Pluit Vilage dan di Palembang beberapa waktu lalu, Presiden Direktur Carrefour Indonesia Sha-fie Shamsuddin mengatakan kalau para petinggi Carrefour di Prancis cukup gerah dengan masalah yang di hadapi gerainya di Indonesia seperti pengusiran paksa tersebut.

Dia mengatakan selama ini sudah jelas pengelola mal pluit village itu DWL bukan pemrov DKI Jakarta, karena saat bertemu dengan Gubernur DKI Fauzi Bowo beberapa waktu lalu, tak ada respons atau menyindir sama sekali masalah pengelolaan Mal Pluit Village.

Hal itu juga dibenarkan kuasa hukum PT Carrefour Indonesia Marisa Iskandar yang mengatakan langkah pelaporan ke Komisi Yudisial (KY) oleh kuasa hukum DWL dinilai sebagai bentuk penekanan ke majelis hakim.Namun, kuasa hukum DWL Aksioma Lave, membantah kalau pelaporan ke KY adalah bentuk intimidasi ke majelis hakim

Pengusaha tahu di Sumedang capai 319 unit

Jumlah pelaku usaha mikro dankecil (UMK) sektor pembuatan tahu di Sumedang hingga akhir tahun lalu mencapai 319 unit. Menurut Kasilndustri Agribisnis dan Kehutanan Disperindag Kabupaen Sumedang Jawa Barat Sahadi, pelaku usaha tahu jauh meninggalkan pelaku usaha sektor tempe. "Saat ini pelaku usaha tempe mencapai 89 unit," katanya.

Sumedang Sahadi mengatakan kendala yang dihadapi di kabupaten pembuat tahu itu adalah bagaimana melakukan ekspor tahu, mengingat keinginan pelaku usaha di tempat ersebut cukup tinggi melakukan ekspor.

20% Lulusan SMK dan PT akan jadi wirausaha

JAKARTA Wakil Menteri Pendidikan Fasli Jalal optimistis sedikitnya 20% lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi (PT) akan merintis sebagai pengusaha sehingga dalam 5 hingga 10 tahun ke depan Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju dalam pengembangan entrepreneurship. "Kalau SMK tiap tahunnya lulusannya 1 juta orang saja tiap tahun bisa tumbuh 200.000 pengusaha kecil. Begitu juga perguruan tinggi kalau 20% dari 700.000 lulusannya merintis jadi pengusaha kecil, maka tekad Ciputra agar kita menjadi negara entrepreneur bukan sekadar impian," ungkapnya ketika membuka Training of trainers Entrepreneurship Education, akhir pekan lalu.

Pembukaan training itu selain dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dan Direktur Kelembagaan Dikti Hendarman, juga menampilkan Sarah Lacey, seorang wartawan senior dari Lembah Silicon AS yang tengah menyiapkan buku pengembangan entrepreneurship di 6 negara berpenduduk besar seperti Indonesia..

Fasli mengatakan pemerintah bersama Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) optimistis dalam melatih para pelatih wirausaha dari perguruan tinggi maupun masyarakat dari berbagaiprofesi. Pelatihan dosen

Apalagi, setelah Kemendiknas mengirim enam dosen perguruan tinggi, di su-sul 15 orang lagi ke Kauffman Foundation ke AS, yang membuktikan dunia pendidikan di Tanah Air bisa menghasilkan para pelatih entrepreneur meskipun sebelumnya mereka bukanlah dari kalangan pengusaha.

"Ada nada sumbang bagaimana mau melatih orang jadi pengusaha kalau tidak berpengalaman menjadi pengusaha. Sama seperti orang belajar berenang kalau tidak terjun ke air bagaimana bisa. Nyatanya kami bisa melahirkan pelatih yang bahkan di antaranya menjadi pengusaha sukses pula," kata Fasli. Ciputra, pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC), menyatakan pihaknya berharap abad ini bisa menjadi puncak kemakmuran bangsa Indonesia karena lewat entrepreneurship bisa mengatasi kemiskinan dan tingkat pengangguran yang tinggi.

"Saya sudah berulangkali mengatakan bahwa seorang PNS pun seharusnya menjadi government entrepreneur, para akademisi menjadi academician entrepreneur, business entrepreneur dan social entrepreneur (GABS), Jadi apa pun profesi kita harus punya jiwa entrepreneurs yang inovatif dan kreatif," tandas Ciputra.

Jadi Wirausaha Tak Terbatas Usia

MINAT masyarakat untuk menjadi wirausaha semakin besar, seiring dengan Wan derasnya arus Informasi dan peluang usaha yang tersedia. Hal Itu setidaknya tampak dalam seminar "Who Wants To Be Entrepreneur" yang diselenggarakan Majalah Wirausaha dan Keuangan di Jakarta, pekan lalu.

Seminar yang berlangsung dua hari. Sabtu (15/5) dan Minggu (16/5). selain menghadirkan pengusaha-pengusaha UKM yang sukses. Juga dibarengi dengan expo produk-produk UKM dan wisata bisnis, antara lain, ke rumah batik Salsa di Jalan Kemanggisan Barat. Jakarta Barat, Peternakan dan Resto Tik Tokdi Jalan KH Usman. Kukusan. Beji. Depok, dan gerai usaha King Furniture di Ruko Mutlaragadlng. Bekasi.

"Kegiatan semacam Ini sangat bagus, baik untuk peserta yang mau memperluas wawasan entrepreneur-nya maupun bagi pengusahanya sendiri. Karena kita bisa sharing baik untuk membuka usaha maupun mengembangkan usaha yang ada," ujar Rusdi Ahmad Ba amir, pemilik usaha batik Salsa.

Dilihat dari usia peserta seminar yang sangat beragam, menunjukkan bahwa masyarakat sudah memiliki wawasan, usia, background pendidikan, status sosial ekonomi bukan kendala seseorang menjadi entrepreneur. "Di sini ada anak muda yang berusia 21 tahun sampai orang tua yang berusia 60 tahun. Kakek-kakek pun masih bisa mengembangkan bisnis Jahe merah," ujar Fauzi Rachmanlo. pengusaha IT yang menjadi pembicara pertama dalam seminar tersebut.

Menurut Fauzi, untuk memilih bidang usaha yang akan dikembangkan, seseorang bisa melakukannya dengan mengamati keadaan sekeliling kita. Barang atau Jasa apa yang banyak dibutuhkan masyarakat "Lalu kita bisa kaitkan dengan kegemaran, keahlian dan peluang pasar." tambahnya. Tapi, semua pembicara setuju bahwa untuk memulai usaha tidak perlu yang njlimet misalnya, bikin studi kelabakan ataiwencana bisnis. Masak mau jualan telor. . ii iu njau JuaJ batik saja, harus bikin business plan," katanya lagi.

Selain itu. untuk memulai usaha tidak perlu modal yang besar. Bahkan kita bisa punya bisnis tanpa modal. Rusdi menyatakan tidak perlu sampai membeli apartemen untuk menjual banknya. Sebab, pasar di apartemen terbatas, tidak sesuai modal yang dikeluarkan." ujar Rusdi memberi saran kepada seorang peserta seminar.

Rusdi mengaku siap membantu dan membimbing peserta seminar yang berminat membuka usaha batik. Untuk permulaan, peminat bisa bell satu atau dua batik untuk kemudian dipasarkan kepada kerabat maupun sahabat kita.
"Saya pernah membimbing orang yang tadinya membeli dua baju, tapi sekarang bisa jual batik puluhan baju per bulan. Jadi, memutar usaha tidak perlu langsung besar. Mulailah dari yang ada." tambahnya.

Rusdi menyatakan, diajuga sedang membimbing sejumlah orang yang berminat bisnis, di antaranya, pensiunan bank pemerintah, polisi dan artis Tia Ariestya. Mereka dibantu untuk mengenal bisnis batik secara paripurna mulai dari produksi sampai pemasaran.

"Bahkan, Tia saya beri kebebasan untuk mengembangkan merek dan disain sendiri. Hasilnya, cukup bagus karena Tia bisa menggali terus kreativitasnya dan mulai mendapatkan pasar sendiri. Saya yakin dengan model kemitraan seperti ini akan menguntungkan semua pihak." ujar Rusdi.

Rp 11 Triliun untuk Pembiayaan UKM

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,1 triliun sebagai pembiayaan bagi UKM. Dana ini nantinya digulirkan kepada UKM melalui ko-perasi-koperasi yang telah memenuhi persyaratan. Setiap koperasi diberikan dana bergulir sebesar Rp 1 miliar," kata Deputi Pembiayaan

Kementerian KUKM Agus Muharram di sela-sela pembukaan Expo Pembiayaan bagi KUKM di Bandung, Kamis (20/5). Oleh koperasi dana itu digulirkan sebagai pinjaman kepada UKM. Adapun besaran pinjaman yang dapat diperoleh UKM maksimal adalah Rp 200 juta. Dana yang digulirkan melalui lembaga pengelola dana bergulir (LPDB) Kementerian KUKM ini bertujuan untuk membantu UKM dalam mengakses pembiayaan nonperbankan.

Agus menyebutkan UKM yang memperoleh dana bergulir ini diseleksi oleh pengurus koperasi, sedangkan koperasi yang ditunjuk untuk mengelola dana itu merupakan koperasi yang telah memenuhi persyaratan Kementerian KUKM, di antaranya adalah persyaratan telah melakukan rapat anggota pada tahun 2010 ini.

"Sebagai dana bergulir, UKM maupun koperasi wajib mengembalikan dana itu kepada Kementerian KUKM," tegas Agus. Pembiayaan melalui koperasi ini dianggap lebih mudah dan ringan bagi UKM. Dari suku bunga, misalnya, Agus menyebutkan lebih rendah dibandingkan suku bunga kredit perbankan, yaitu di bawah 6 persen.

Tahun ini dana yang digulirkan melalui LPDB nilainya meningkat. Tahun lalu dana LPDB yang digulirkan oleh Kementerian KUKM besarannya sekitar Rp 230 miliar. Selain melalui LBDR Kementerian KUKM memberikan dana pemberdayaan kepada 1500 UKM yang pengelolanya perempuan serta HOO UKM yang dikelola pemuda. Setiap UKM yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh dana hingga Rp 50 juta.

Dana yang nilainya sekitar Rp 620 miliar ini merupakan hibah. Kenapa difokuskan kepada UKM perempuan? "Karena 60 persen UKM yang ada ternyata dikelola oleh perempuan," jawab Agus. Rp 826 Miliar Dalam kesempatan yang sama, pemimpin Bank Indonesia Bandung,Yang Ahmad Rizal, mengatakan, akses perbankan diberikan kepada UKM melalui pendampingan. Sebanyak 85 orang pendamping bersertifikat telah melakukan pendampingan kepada lebih dari 22.000 UKM.

"Dari pendampingan yang dilakukan, 85 orang telah direalisasikan kredit untuk UKM sebesar Rp 826 miliar," jelas Yang Ahmad Rizal. Sementara itu, di tahun 2010 ini ditargetkan ada penambahan sebanyak 27 pendamping bagi 1177 UKM dengan realisasi kredit yang diharapkan sebesar Rp 40 miliar. Menurut Yang, realisasi kredit perbankan untuk UKM di Jabar hingga triwulan 1-2010 mengalami pertumbuhan sebesar 26 persen. Dari total kredit UKM perbankan tersebut, non performance loan (NPL) hanya sebesar 3,46 persen.

UMKM dan Pertanian Butuh Perhatian


 >>>>UMKM dan Pertanian Butuh Perhatian<<<<

Program pembangunan bidang pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali perlu mendapat perhatian lebih besar dalam pengalokasian dana APBD kabupaten/kota maupun APBD provinsi di daerah ini. "Sektor pertanian masih terpinggirkan dan UMKM belum banyak memberikan sumbangan terhadap perekonomian Bali," kata Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali I Wayan Windia di Denpasar, Rabu (19/5).

Ia mengatakan, sumbangan sektor pertanian (primer) kini tinggal masih 20 persen terhadap pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB) Bali. Padahal.penduduk Bali yang bekerja di sektor pertanian sekitar 50 persen sehingga sangat kontras dengan kondisi di sektor tersier (pariwisata).

Windia yang juga Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana berharap program pember-dayaan sektor pertanian dan UMKM lebih mendapat perhatian pada APBD Bali di masa-masa mendatang. Hal itu sangat penting mengingat sektor pertanian mempunyai andil yang sangat besar terhadap pelestarian kebudayaan Bali, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Oleh sebab itu, Pemkab, Pemkot, dan Pemprov Bali dapat melakukan terobosan untuk menggairahkan petani agar senang menggeluti sektor pertanian."Kami sangat mendukung terobosan sistem pertanian terintegrasi (simantri) yang berbasis subak," ujar Prof Windia.

Pemprov Bali mengalokasikan dana sebesar Rp 8 miliar untuk bantuan sosial bidang pertanian, diarahkan untuk pengembangan 40 gabungan kelompok tani dalam simantri tahun 2010. Kegiatan serupa tahun 2009 menjangkau pengembangan sepuluh unit Gapoktan dengan dukungan dana Rp 2,3 miliar.


Dengan sabut kelapa Mendunia

bagian kelapa dapat dimanfaatkan. Bagian dalamnya bisa dimakan. Bagian lain dapat dibuat menjadi barang kerajinan. Bahkan produk kerajinan asal sabut itu dapat diekspor, tentu setelah melalui proses pengolahan.

Salah satu daerah yang dikenal sebagai penghasil produk kerajinan sabut adalah Kebumen. Dengan label Akas yang merupakan singkatan dari aneka kerajinan asal sabut, Darda, 40, bisa mengembangkan usahanya yang tidak hanya dikenal di dalam negeri saja. Merek tersebut, katanya, sudah mendapatkan hak paten melalui proses yang difasilitasi oleh pemerintah.

Di dalam negeri, proses produksi kerajinannya pun diperhatikan oleh pemerintah. Pada awal tahun ini, pihaknya mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perindustrian sebagai usaha Ecogreen Industry Award untuk kelompok industri skala kecil. Pemberian penghargaan tersebut baru yang pertama kali dilakukan oleh Kementerian Perindustrian.

Penghargaan lainnya pun datang dari luar negeri. Kualitas mutunya sudah diakui di Eropa. Produknya juga mendapatkan penghargaan Cemari, salah satu sandar mutu dari Eropa. "Kami mengolah sabut kelapa tanpa menggunakan balian kimia. Semua ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan dan tidak ada yang terbuang percuma," katanya.

Dengan terjun sebagai perajin sabut kelapa dia menginginkan Kebumen menjadi pusat kerajinan produk dari kelapa. "Saya ingin Kebumen terkenal sebagai pusat kerajinan kelapa yang mengolah mulai dari akar sampai daun kelapa ," kata Darda, salah seorang perajin sabut asal daerah tersebut. Kalau orang membutuhkan produk yang terbuat dari kelapa, katanya, maka pusatnya terdapat di Kebumen, Jawa Tengah. Berbagai jenis produk dibuatnya. Sedikitnya terdapat 50 item produk antara lain keset, tali, pot, rubberi-zed mir, net, pupuk organik, dan lain-lain.

Pemasaran produknya sampai ke daerah-daerah di Sumatra, Kalimantan, Pulau Jawa, Bali, sampai Irian. Dia menjualnya dalam jumlah partai besar dan tidak mempunyai toko untuk eceran, karena di daerah tersebut juga banyak perajin sabut kelapa lainnya. Pihaknya juga menerima pesanan baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.

Selain memasarkan di dalam negeri, dia juga melayani permintaan dari luar negeri. Sekitar 20% dari produksinya untuk diekspor ke Malaysia, Hong Kong, dan beberapa negara lain. Produk dari sabut kelapa itu, katanya, di luar negeri digunakan untuk pembuatan jalan yang berfungsi agar bagian aspal jalan tidak bergerak waktu dilalui oleh kendaraan yang berat. Kegunaan lainnya dari produk sabut bagus untuk menahan erosi, dan untuk media budi daya rumput laut, serta tali tambang.i--u.ii! 38, istri Darda, mengatakan ekspornya belum dilakukan secara langsung. Mereka melalui perantara terutama untuk menembus ke Malaysia, Korea Selatan, AS, dan China.

Adapun, kisaran harga keset mencapai Rp3.500-Rpl50.000 per meter persegi. Dalam 1 bulan, kata Siswati, menggunakan bahan baku sebanyak sekitar 34 ton. Dia mengakui tidak kekurangan bahan baku, Uarena di daerahnya banyak pohon kelapa. Kalau musim kemarau, dia membeli ke daerah tetangga di Banjarnegara dan Ciamis.

Sejak 1977 Usaha tersebut tidaklah langsung seperti itu. Namun, dia sudah menjalaninya sejak 1997. Awalnya, kenang Darda, orangtuanya sudah bekerja sebagai perajin sabut kelapa, tetapi masih dilakukan secara manual yang direndam. Anak keempat dari 10 bersaudara itu pun tertarik untuk melanjutkan usaha orangtuanya, tetapi dilakukan lebih maju dari orangtuanya.

Namun setelah tamat STM, dia tidak lanjut terjun melanjutkan usaha ayahnya dan juga tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tapi bekerja untuk mencari pengalaman. Dia hijrah ke Malaysia untuk bekerja selama enam tahun. "Saya bekerja untuk mengumpulkan modal, sambil belajar," kenang Darda. etelah terkumpul uang untuk modal usaha dan mempunyai pengalaman, dia pulang ke daerah asalnya untuk melanjutkan usaha orangtuanya.

Dari pengalaman yang telah didapatkannya di negeri jiran itu, dia mulai mengembangkan usaha sabut kelapa itu. Pengolahan sabutnya sudah dilakukannya dengan menggunakan mesin, meskipun menggunakan mesin yang masih sederhana, yang penting hasilnya. Dia mulai usaha pada 1997. Dari situ, tenaga kerjanya pun mulai bertambah. Sekarang sudah mencapai sekitar 169 orang. Kebanyakan mereka mengerjakan penganyaman serat kelapa itu di rumah dengan sistem borongan. Darda telah membuka lapangan pekerjaan bagi lingkungannya.

Adapun, pengerjaan dari sabut kelapa itu dilakukan di rumah masing-masing, sehingga Darda dapal membuka lowongan pekerjaan bagi warga di sekitarnya. Dia melakukan sistem borongan. Bahan sabut yang sudah diproses dan digiling itu dikerjakan oleh penduduk sekitarnya untuk berbagai produk kerajinan. Dia mengklaim pengolahan produk dari sabut ini ramah lingkungan. Tidak ada yang menjadi limbah, semuanya terpakai untuk berbagai keperluan. "Saya ingin menjadikan Kebumen sebagai pusat kerajinan dari kelapa," ujar Darda yang sekarang diperkirakan omzetnya mencapai Rp!50 juta per bulan.

Bisnis Salon Yang Menggurita

Siapa yang tak kenal Johnny Andrean. Laki-laki multilenta dan supersibuk ini, ternyata bertangan dingin. Beragam bisnis dipegangnya dan selama ini terlihat selalu berhasil dan berkembang pesat.Coba saja lihat bisnis salonnya yang kini sudah menggurita ke seluruh pelosok daerah di Indonesia. Belum lagi bisnis makanan siap sajinya seperti roti bicara, atau Bread Talk dan donat J-Co, yang sejak muncul ke ranah mal-mal beberapa tahun belakangan ini, selalu ramai dikunjungi dan pembelinya mau antre panjang-menunggu pembayaran di kasir.

Suami dari perancang gaun pengantin dan busana pesta Tina Andrean ini, memulai bisnisnya dengan usaha salon. Hair stylish terkemuka di Indonesia ini, mulai membuka bisnis salon pada 1978 di garasi rumahnya di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

Salon pertamanya itu sangat sederhana, dengan peralatan seadanya, karena saat itu teknologi tentang salon masih minim, dan usaha ini masih jarang ditemui. Ayah empat anak yang senang tampil dengan rambut gondrong ini, melakukan sendiri bisnisnya dari awal. Bahkan, ketika mula-mula membuka salon, dia yang bekerja sendiri baik sebaik kapster, kasir, dan sekaligus pemiliknya. Saat itu dia belum mempekerjakan orang lain.

Untuk memperdalam bisnis salonnya, Johnny pun belajar ke Alan International Jingles School, London, untuk menimba ilmu kecantikan. Hasilnya, Johnny membawa pulang gaya rambut yang selalu diikuti oleh pelanggannya. Gaya potonganan dan tata rambutnya selalu menjadi tren. Dia juga belajar di Vidal Sasson Academy, London, di Alexander de Paris, Prancis, Tony Guy Academi London, serta Trevor Sorbie Academi London.

Kesenangannya pada salon ini sudah ada sejak dia kecil, ketika melihat ibunya yang bekerja di sebuah salon sebagai penata rambut. Sang ibu pula yang menjadi mentornya dalam bidang ini, bahkan adik-adiknya sering menjadi kelinci percobaannya saat dia ingin melakukan uji coba gaya potong rambut.

Berkat kerja kerasnya dan kepandaiannya. yang otodidak dalam masalah rambut, bisnisnya pun terus berkembang. Sampai sekarang takkurang dari 170 salon Johnny Andrean, serta sekitar 40 unit Johnny Andrean School and Training Center (TC) yang terpencar sampai ke pelosok negeri ini.

Di beberapa tempat kursus kecantikan rambut di luar negeri, Johnny belajar semuanya tentang tatanan rambut dan bagaimana menjalankan bisnisnya. Apa yang dia dapatkan selama belajar itu, dipadukannya dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka pada harga murah, tetapi ingin mendapatkan yang bagus.

Johnny pun menampilkan salon dengan harga murah dan bisa terjangkau oleh semua kalangan. Ada lagi misi lain yang diembannya yaitu menularkan ilmu yang dimilikinya itu untuk disebarkan kepada orang, maka dia membuka training center. Tak heran kalau saat ini ribuan orang alumni dari siswa Johnny Andrean School TC juga tersebar ke pelosok negeri, dan bisa membuka usaha salon sendiri, atau bekerja di salon orang lain.

Melirik bisnis lain Sukses dengan salonnya, Johnny pun mulai melirik bisnis lain. Laki-laki yang suka travelling ke berbagai penjuru dunia, dan senang mencoba makanan yang unik dan baru dilihatnya itu, tersandung pada sepotong roti yang menurut dia enak dan berbeda. Dia pun mendapatkan master franchise Bread Talk yang berkantor pusat di Singapura pada 2003.

Toko rotinya itu ditata begitu rupa, transparan dan terbuka sehingga pembeli bisa melihat langsung proses pembuatan makanan tersebut. Ini sesuatu yang berbeda dari biasanya, dan menuntut tempat yang bersih, sehat, dan higienis. Johnny mempertaruhkan namanya dalam bisnis makanan ini. Sebab, kalau dapur rotinya itu kotor sedikit saja, bisa-bisa konsumen kabur. - Alasannya membuka dapur roli yang terbuka tersebut sederhana saja yaitu membiarkan orang menciumi aroma roti di mal-mal di mana Bread Talk berada. Kiat tersebut lernyata jitu.

Orang pun berduyun-duyun membelinya, tergugah seleranya pada wanginya roti. Mereka mau antre panjang untuk mendapatkan sepotong roti. Dari pertama buka sampai sekarang pun konsumen tetap antre, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Sukses dengan Bread Talk, Johnny pun melihat peluang lain, yaitu bisnis makan dan minum. Dia pun memadukan donat danminuman kopi, dengan label J-Co Donats Coffee. Huruf J merupakan inisial namanya sendiri, yaitu Johnny.

Semula dia ingin membeli waralaba donat dari Amerika Serikat. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai hal, Johnny lebih memilih membuka sendiri, dengan penampilan dan penataan yang juga terbuka dan berbeda dari gerai donat lainnya.

Sukses bisnis salon dan Bread Talk, juga diikuti oleh J-Co. Dalam waktu singkat gerai donat ini sudah mencapai sedikitnya 40 unit yang tersebar di mal-mal di Indonesia. Harga yang ditawarkannya sebenarnya tidak murah juga, untuk Bread Talk berkisar Rp7.000, dan J-Co Rp5.000. Untuk bisnis makanan ini dia bercita-cita ingin melebarkan saya sampai ke mancanegara, dan saat ini sudah menembus pasar Asia, yaitu Singapura dan Malaysia.

Johnny menata toko roli dan donatnya dengan gaya hidup modern. Konsumen bisa main dengan laptopnya sambil mengunyah donat atau minum kopi. Di mana pun berada, gerai tersebut sering dipenuhi oleh remaja, mahasiswa, pegawai, dan eskekutif, serta keluarga yang ingin kumpul santai sambil mengudap makanan.pa yang membuat bisnis Johnny berjalan mulus dan berkembang pesat? Tak lain dan tak bukan, adalah kepercayaan dan kerja keras, serta tim. Untuk menjalankan semua usaha yang dirinlisnya itu, dia memiliki tim yang dibelinya kepercayaan, dan selalu diajak berdiskusi secara terbuka untuk menjalankan usahanya, serta bekerja tim.

Untuk salon, dia punya Johnny Andrean Aslislic Team, yang anggotanya adalah para pekerja di salonnya, dan para siswa sekolah di Johnny Andrean TC. Semua grupnya ini, baik untuk bisnis roli, donat, maupun, salon, didukung orang-orang muda yang kreatif dan selalu berinovasi.

Melalui berbagai bisnisnya ini, omzet Johnny bisa mencapai puluhan miliar hingga ratusan miliar rupiah dalam sebulan. Ambil contoh bisnis donat. Dalam sehari untuk satu gerai J-Co. ada sekitar 5.000. donat yang terjual, dengan harga Rp5.000 per buah.

Bisa dihitung berapa omzetnya dalam sehari. Semua itu didapatkannya tidak dalam waktu singkat, tapi perlu proses, kerja keras, dan kesungguhan.

UMKM Perempuan Terkendala

2010, Akan Mendapat Prioritas Bantuan dan Pembinaan
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dikelola perempuan akan mendapat prioritas pembinaan Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kemen KUKM). Sedikitnya 1.500 UMKM perempuan dari 2.600 KUKM akan menerima bantuan langsung Kemen KUKM tahun ini.

"Berdasarkan riset, 60 persen dari UMKM di Indonesia dikelola perempuan. Ini potensi besar," ujar Deputi Bidang Pem-biayaan Kementerian KUKM Agus Muharram pada Pameran Produk KUMKM Perempuan Sartika V dan Expo Pembiayaan di Gedung Sentral Bisnis KUMKM (Senbik) Dinas KUMKM Provinsi .Jabar, Jln. Soekarno-Hatta Bandung, Kamis (20/5).

Sayangnya, kata Agus, tidak sedikit produk UMKM perempuan yang kurang memiliki daya saing, termasuk dari segi harga. Layanan purnajual yang kurang meyakinkan dan masalah merek juga dinilai sebagai ken-dala terbesar UMKM perempuan selama ini, selain permasalahan klasik permodalan.

"Inilah mengapa tahun ini Kemen KUKM memprioritaskan UMKM perempuan. Bedanya dengan pelaku usaha laki-laki, perempuan akan membawa seluruh hasil usahanya ke rumah. Dengan kata lain, sepenuhnya digunakan untuk meningkatkan perekonomian keluarga," katanya. Hal senada diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Jawa

Barat Netty Heryawan. Menurut dia, seperti halnya angka nasional, porsi UMKM perempuan di Jabar mencapai angka 60 persen. Kendati jumlahnya besar, Netty menilai, pengembangan UMKM perempuan masih menyediakan pekerjaan rumah dalam hal daya saing. "Perempuan memiliki nilai strategis, khususnya dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Apalagi 80-100 persen penghasilan perempuan dikembalikan ke keluarga," tuturnya.

Jika ditarik lebih jauh, kata Netty, pemberdayaan UMKM perempuan bisa menjadi salah satu solusi pengentasan kemiskinan. "Kunci utama penghapus kemiskinan memberdayakan perempuan untuk mengembangkan usaha mikro," katanya. Jumlah UMKM di Jabar mencapai 8,21 juta unit dengan sumbangan pendapatan domestik regional bruto 60,34 persen. Menyerap tenaga kerja 13,79 juta orang (88,5 persen) dari tenaga kerja di Jabar.

Mendorong Industri Kecil dan Menengah dengan Shindan System

Peran Industri Kecil dan Menengah (IKM) tak bisa diabaikan. Selain menjadi salah satu pilar sektor industri, IKM juga penyedia lapangan kerja. Bahkan di beberapa kawasan, IKM telah membuktikan sebagai tumpuan masyarakat setempat sebagai pendorong utama ekonomi. Seperti yang terlihat dalam beberapa kawasan sentra kerajinan maupun industri kecil.

Tak hanya di Indonesia, peran IKM bagi perekonomian juga dirasakan oleh Negara*lain. Jepang, Thailand dan Taiwan merupakan contoh betapa IKM memiliki peran strategis dan penting. Sebesar 38 persen GDP Thailand di topang oleh sektor IKM. Sedang di Taiwan, IKM lah yang menjadi tulang punggung perekonomian Negara pulau ini.

Jepang sudah sejak lama menyadari akan pentingnya IKM. Bahkan keberhasilan pengembangan industri besar dan maju di Jepang tak bisa dilepaskan dari peran IKM yang tangguh. Menyadari pentingnya peran IKM, sejak 40 tahun yang lalu pemerintah Jepang mengintrodusir Shin dan System, yaitu pengembangan IKM melalui pola konsultasi diagnosis IKM atau melakukan pendampingan langsung untuk melakukan diagnosis dan analisis permasalahan-permasalahan IKM.

Thailand telah menerapkan Shindan System saat mengembalikan kejajayaan ekonomi setelah diguncang krisis tahun 1997. Melalui kebijakan Industrial Restructuring Plan berjangka waktu 5 tahun, pemerintah Thailand mengadopsi Shindan System untuk langkah yang memfokuskan penanganan terhadap IKM berbasis manufaktur. Langkah serupa kini sedang dipersiapkan oleh Philipina.

Indonesia juga menyadari akan pentingnya pengembangan IKM. Seperti disampaikan oleh Sekjen Departemen Perindustrian, Agus Tjahajana, bahwa IKM memiliki peran penting dalam perekonomian. "Karena itu keunggulan kharakteristiknya harus dikembangkan secara optimal," ujarnya. Salah satu caranya adalah dengan metode pendekatan masalah yang tepat sebagaimana diterapkan dalam Shindan System.

Untuk itulah, atas bantuan JICA, pemerintah memilih menerapkan Shindan System untuk pengembangan IKM. Langkah ini dimulai dengan mengadakan Pelatihan Konsultan Diagnosis IKM selama enam bulan. Kegiatan ini diikuti oleh 100 dari 258 pelamar yang berasal dari lingkungan Departemen Perindutrian, Departemen Pedagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Balai Industri, Balai Riset dan Standarisasi, Balai Diklat Industri.

Kegiatan yang berlangsung sejak bulan April 2006 ini berkahir Oktober 2006 atau setara dengan 880 jam perkuliahan dan praktek lapangan (JPL). Sebagai penga-jarnya adalah pakar Shindan System dari Jepang yang dipimpin oleh Naoki Ito. Mereka terdiri dari Small and Medium Regional Innovation Japan (SMRJ), pejabat

Kedutaan Jepang di Indonesia, Kementrian Ekonomi Dagang dan Industri (METI) dan dari JICA. Sedang dari Indonesia selain dari pejabat pemerintah, juga pakar serta konsultan senior Indonesia. Materi pelajaran yang diberikan disesuaikan atau mengacu kepada Standar Kurikulum Shindan System. Selain pengetahuan politik ekonomi dan kebijakan IKM, juga diberikan materi tentang Shindan System dan Teknik dan Prinsip Bimbingan Shindan sebagai materi pelajaran dasar. Materi ini diberikan dalam 30 JPL dengan pengajar dibawah koordinasi Naoki Ito.

Sedang materi yang menyangkut Teknik antara lain meliputi Manajemen Pengendalian, Manajemen Keuangan, Manajemen Produksi, Manajemen Pembelian Bahan Baku, Manajemen Pema- . saran, Manajemen Personalia dan Manajemen Administrasi dengan total 462 JPL. Sedang latihan di ruang kelas sebanyak 30 JPL. Adapun latihan di lapangan sebanyak 3J2JPL

Shindan System pada dasarnya terdiri dari empat kegiatan pokok. Pertama adalah Small Medium Enterprise Management Consultan Training. Ini merupakan pelatihan yang ditujukan bagi calon konsultan. Pesertanya, sebagaimana dalam paparan diatas bisa dari berbagai instansi. Penekananya adalah dilakukannya seleksi secara ketat bagi pesertanya.

Kedua adalah Shindan Consultation Services atau konsultasidengan melakukan diagnosis masalah. Untuk itu diperlukan pengumpulan data perusahaan yang sedang ditangani. Antara Jain meliputi neraca perusahaan, laporan rugi-laba, laporan harga pokok produksi, laporan pemasaran, kondisi SDM serta penggunaan teknologi. Data dan informasi dianalisa dan disusun dalam laporan standard an terukur.

Ketiga adalah System Diagnosis. Pada tahap ini Shindan-shi (konsultan Shindan System) dituntut mampu melakukan diagnosis sesuai dengan persoalan yang dihadapi" perusahaan. Selanjutnya dihasilkan rekomendasi yang realistis. Tujuannya agar rekomendasi bisa dilaksanakan oleh pemilik perusahaan yang diikuti dengan monitoring dan evaluasi yang terukur, terstruktur dan terjadwal.

Ketiga adalah System Diagnosis. Pada tahap ini Shindan-shi (konsultan Shindan System) dituntut mampu melakukan diagnosis sesuai dengan persoalan yang dihadapi perusahaan. Selanjutnya dihasilkan rekomendasi yang realistis. Tujuannya agar rekomendasi bisa dilaksanakan oleh pemilik perusahaan yang diikuti dengan monitoring dan evaluasi yang terukur, terstruktur dan terjadwal.

Ke empat adalah Development Management Index. Seluruh data dan informasi berdasarkan Shindan System dirangkum dalam catatan yang teratur. Baik itu data mengenai SDM, fixed asset, biaya pokok produksi dsbnya. "Informasi inilah yang bisa dijadikan o/eh perusahaan yang bersangkutan guna perbaikan dan penyempurnaan ke depan," ujar Naoki Ito.

Di Thailand Shindan System sudah diterapkan pada lebih dari 500 IKM. Bidang usahanya bermacam-macam antara lain pengolahan makanan, garment, komponen mobil, elektronik, keramik, industri plastic, industri karet dsbnya. Boonsong Prescision Supply Co Ltd dan TKP Metal Works Co Ltd yang memproduksi Stamping Automobile Parts adalah dua perusahaan yang berlokasi di pinggiran kota Bangkok merasakan manfaat Shindan System.

Menurut Agus Tjahajana mengakui bahwa dengan Shindan System maka kekuatan dan kelemahan IKM bisa diketahui guna melakukan diagnosis permasalahan. Selain itu analisis dan diagnosis Shindan System bisa dijadikan akses untuk kredit perbankan. Serta amat berman-faatkan bagi upaya menyiapkan kebijakan pengembangan IKM.

Berdasarkan studi banding ke Jepang dan Thailand peran Shindan dalam memajukan IKM di kedua Negara itu memang sudah berlangsung dengan baik. Berbagai kalangan optimis penerapan Shindan System di Indonesia. Bahkan bukan tidak mungkin Indonesia akan lebih maju dibanding Thailand karena kita memiliki supporting centre dalam hal ini Dinas Perindag di daerah jika menerapkan sistem ini.

Distro, Fenomena Bisnis yang Menciptakan Pasar

Bahwa kaum muda identik sebagai pendobrak jaman dan kemapanan juga terbukti di dunia bisnis. Kali ini adalah dengan munculnya fenomena Distribution Outlet (Distro). Inilah bisnisnya anak muda yang dilandasi oleh youth culture. Berbeda dengan lazimnya bisnis yang melayani atau mengikuti selera pasar, Distro muncul justru menciptakan pasar.

"Distro adalah sebuah konsep yang bukan lagi melayani pasar, namun telah berhasil membentuk pasar," ujar Yusran Munaf, mantan pejabat Departemen Perindustrian, saat menjadi pembicara dalam Seminar tentang Fenomena Distro di hotel Naripan, Bandung beberapa waktu yang lalu.

Distro mulanya adalah keinginan sekelompok anak muda yang ingin tampil beda. Budaya inilah yang memicu dibuatnya produk dengan desain kreatif secara terbatas, umumnya untuk konsumsi kelompok atau komunitasanak-anak muda. Baik itu berupa produk pakaian, asesoris maupun aneka keperluan anak-anaka muda. Tak sekadar tampil beda tentunya, produk Distro juga dilandasi keinginan untuk membuat produk berkualitas namun tidakmeniru atau mengekor pada produk dengan label yang sudah mapan. Produk Distro umumnya lebih orisinil serta eksklusif meski awalnya dilakukankan secara sederhana serta untuk kalangan terbatas.

Eksklusifitas inilah yang men- ciptakan pasar tersebut. Semula untuk kelompok komunitas kelo-mok anak muda. Uniknya, pasar produk Distro ini begitu cepat menyebar. Lagi-lagi membentuk pasar baru yaitu kelompok anak muda lainnya di berbagai kota. Meski menyebar lebih luas, produk Distro ternyata masih juga diproduksi secara terbatas. Upaya untuk menjaga tampil beda bagi konsumennya.

Kendati demikian produk Distro bukan berarti jago kandang. Pasalnya, saat dibantu mediasi oleh Departemen Perindustrian untuk mengikuti pameran di Singapura, produk anak gaul ini mendapat antusias pengunjung. "Ini membuktkan bahwa desain lokal bisa bersaing dengan desain dari Negara yang telah mapan," papar Yusran.

Rupanya dunia bisnis tidak mengenal eksklusifitas yang diusung oleh Distro. Buktinya dalam perkembangannya Distro malah mewabah layaknya fenomena Factory Outet (FO). Distro yang semula bermunculan di Bandung dan Jakarta, kini bermunculan di kota-kota besar lafnnya. Perkembangan ini telah membawa persaingan yang ketat.

Persaingan antar para pengelola Distro membuat masing-masing melakukan strategi bisnis tersendiri. Harga relatif mahal tak lagi penting sebagai cirri yang dipertahankan. Akibatnya, Distromautidakmau harus semakin menyadariterbawa arus menjadi layaknya Outlet kebanyakan. Eksklusifitasyang menjadi kharakteristiknyamulai tergerus.

Penjiplakan berlangsung pula di bisnis Distro yang sebenarnya justru menjual eksklusifitas. Tampaknya, dunia desain yang menjadi tulang punggung produk Distro memang mudah di tiru. "Ini menjadi isu sentral yakni pelanggaran hak cipta," ujarnya. Kondisi ini memang perlu mendapat per-hatian yang serius agar bisnis yang sebenarnya mampu menciptakan pasar ini tidak mundur.

Saat ini memang mulai bertebaran Distro, baik di Bandung sebagai cikal bakal di Indonesia maupun di berbagai kota besar lainnya. Hanya saja selain ada yang benar-benar berideologi Distro ada pula yang hanya berorientasi bisnis. Kelompok terakhir inilah yang tampaknya mencederai kemurnian bisnis yang mampu menciptakan pasar Ini.

Guna menghadapi berbagai tantangan dan menjalin kebersamaan itulah, bisnis yang menyisir pasar anak muda ini membentuk komunitas yang dinamakan Kreatif Independen Clohting Komuniti (KICK). Seakan kebetulan KICK ini terdiri dari para pemilik Distro yang umumnya adalah anak-anak muda berusia 21-30 tahun yang tersebar di Bandung.

Apa Kabar Industri Kreatif www.artkraetif.net

Meneropong Lukisan Artefak

"INI adalah aliran lukisan artefak. Semua lukisan bertekstur batu. Saya adalah pematung yang menancapkan batu-batu dalam goresan kanvas."elukis realis Mas Padhik se-jurus membuka pembicaraan. Dia begitu semangat untuk menunjukkan beberapa lukisan yang dipamerkan di Galeri Cipta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, awal pekan ini.

Bagi pria kelahiran Bandar Lampung, 25 Desember 1960 ini, lukisan memiliki jiwa tersendiri. Untuk itu, setiap cat yang terkandung di dalam sehelai kanvas harus dikerjakan dengan keseriusan.
Pada pameran yang akan berlangsung hingga hari ini (14/11), Mas Padhik menghadirkan beberapa lukisan yang penuh imajinatif. Karya-karyanya sarat dengan nuansa candi dan stupa. Dia seakan-akan menghadirkan gaya lukisan postmodern isme.

Lukisan berjudul Perahu Retak berukuran 200 cm x 330 cm memiliki corak warna kecokelatan yang unik. Lukisan berbahan akrilik itu menggambarkan sebuah kapal yang hampir karam di tengah laut.
Seorang nakhoda dan beberapa awak terlihat pontang-panting akibat dihantam ombak terjal. Mas Padhik seolah-olah menghadirkan sebuah gambaran klise. Keadaan Indonesia tengah terkoyak-koyak. "Indonesia sudah retak sejak lama, tetapi sekarang makin terlihat jelas. Bencana alam semakin menerjang," jelasnya.

Begitu pula dengan lukisan jenderal Kancil (125 cm x 150 cm). Seorang anak tengah di-pnnggul menggunakan tandu oleh beberapa orang. Uniknya, orang-orang itu dilukis menyerupai patung.
Begitu pula, lukisan Kado untuk Sang Raja (150 cm x 200 cm). Alumnus seni patung STSRI ASRI (ISI sekarang) Yogyakarta 1988 ini semakin menunjukkan eksistensinya pada aliran lukisan artefak. Dalam lukisan itu, terlihat seorang ibu muda tengah menyodorkan sebuah hadiah untuk sang suami.
Bentuk-bentuk gambar yang menyerupai candi sangat kental. Akibatnya, dari jauh nampak seperti relief-relief yang melekat di tembok-tembok candi, seperti pada Candi Borobu-dur dan Candi Prambanan di Jawa Tengah.

Tak dapat dimungkiri, ketekunan Mas Padhik di aliran ini telah membawa karya-karyanya melanglang buana . ke luar negeri. Seperti Jepang pada 1995 dan Australia pada 1996/1998. Sayangnya, saat karya-karyanya dipamerkan, dia tidak ikut diterbangkan ke negara bersangkutan. "Saya hanya mengirimkan karya melalui pihak sponsor. Saya enggak pernah ikutan untuk berpameran," cetusnya.

Karya Mas Padhik semakin memberikan corak tersendiri dalam seni post-modernisme di Tanah Air. Pergelutan di aliran lukisan artefak telah dia tekuni sejak 1992. "Saya dulunya pematung. Sekarang saya tidak lagi mematung dengan tanah,tapi kanvas," terangnya.

Pada pameran bersama bertema Huriiharnlwro ini, terdapat pula 11 pelukis lainnya. Mereka adalah Dwiko Rahardjo, Vincen-sius, Adi Laksono, YWdiyatno, Bambang Winaryo, Iskandar, Said Budiarto, Sumarjo, Herman Widianto, Hari Mulyanto serta Agus Prayitno.

"Kondisi-kondisi sekarang saya tuangkan dalam lukisan, baik itu bencana maupun ketidakadilan," tandasnya.ementara itu, kurator pameran Adi Wicaksono mengatakan para seniman telah menunjukkan respons. Yaitu, pada berbagai persoalan mendasar saat ini. "Ada penekanan dalam setiap seniman untuk mengadirkan sesuatu yang unik," jelasnya.

Ia mencontohkan, karya-karya Mas Padhik memiliki ciri khas tersendiri karena menghadirkan bentuk artefak dalam kanvas. Begitu pula, dengan Ady Laksono yang memfokuskan pada unsur warna pada suatu bangunan.

Pemimpin Media Group Surya Paloh menilai para pelukis berhasil menunjukkan ekspresi diri mereka. "Mungkin karya seni memang sedang lesu darah di tengah apresiasi publik yang juga sedang loyo," tulis Surya dalam kata pengantar pameran tersebut. (Iwa/M-5)

Di Indonesia banyak sekali lukisan yang bagus yang ditampuilkan via media online maupun via media off line contohnya www.artkreatif.net web ini dirancang untuk berintegrasi dengan para pencari dan pembuat disitus www.artkreatif.net anda dapat mendapatkan lukisan sesuai dengan ukuran dan harga menurut kemampuan dan selera masing.masing



Tip Menyulap Hobi Jadi Usaha

Memang sudah banyak usaha yang diawali oleh hobi. Tapi tak semua hobi bisa jadi usaha. Berikut ini ciri-ciri hobi yang dapat dijadikan usaha. Jika ciri-ciri ini ada pada diri Anda, maka bersiaplah untuk menjadi pengusaha sukses berikutnya.

Terus-menerus. Apakah Anda memiliki hobi yang tetap menyenangkan walaupun dilak-sanakan secara berulang-ulang dan terus menerus? Jika ya, Anda telah memiliki satu poin untuk menjadikan hobi sebagai usaha. Untuk menjadikan hobi sebagai usaha, Anda dituntut untuk mengerjakannya berulang-ulang dan terus menerus. Boleh jadi Anda memiliki pelanggan yang berbeda-beda setiap harinya, namun permintaan mereka biasanyahampir sama. Maka kunci pertama menjadikan hobi sebagai usaha adalah sanggup terus menerus.

Nilai Hobi. Untuk menilainya, Anda harus melakukan penelitian pasar terlebih dahulu. Apakah ada yang berminat dengan hobi Anda, atau justru malah sebaliknya, hobi Anda tak memiliki peminat sama sekali. Jika ini yang terjadi, sebaiknya tidak dipaksakan, daripadahasilnya nihil nantinya. Walau begitu, jika Anda memiliki kecintaan yang besar terhadap hobi dan kemampuan marketing bagus, hobi tersebut masih memiliki peluang.

Mampu Memotivasi.Apakah hobi Anda masih mampu memotivasi untuk terus menekuninya hingga 10-15 tahun mendatang? Hobi yang menarik biasanya memang bisa memotivasi pelakunya bukan hanya 10-15 tahun, tapi seumur hidupnya. Jika Anda memiliki hobi seperti ini, satu poin lagi yang didapatkan.

Tetap Menarik.yang akan Anda laksanakan haruslah tetap menarik, walau telah berlangsung puluhan tahun. Jika Anda mulai kehilangan ketertarikan pada hobi sendiri, maka itu adalah awal dari kegagalan bisnis. Maka coba lihat kembali, apakah hobi Anda begitu menariknya hingga Anda takkan kehilangan kecintaan padanya, meski telah ditekuni puluhan tahun. Anda juga dapat melakukan beragam kreasi, untuk membuatnya tidak terkesan monoton.

Besar Pohonnya. Besar Untungnya

Penjual pohon berukuran besar alias pohon instan masih jarang ditemui. Kendati kendalanya cukup banyak, namun laba yang dihasilkan sangat menggiurkan.Sejatinya, keberadaan pohon sangat dibutuhkan bagi umat manusia, tidak hanya sebagai penyerap air dan penguat tanah, pohon juga berguna untuk memperindah lingkungan dan menyejukkan mata.

Banyak penjual tanaman hias sehari-hari kita lihat. Tetapi ada juga yang menjual pohon berukuran besar yang lebih dikenal dengan nama pohon instan. Salah satu penjual pohon instan adalah Suwardi Hagani.

Suwardi mulai berjualan pohon instan sejak awal tahun 1990an. Ketika itu sedang terjadi booming properti, dimana pengembang dituntut memiliki nilai lebih dari desain properti yang mereka jual. Salah satu nilai plus dari desain properti adalah menghadirkan taman yang dapat menciptakan suasana asri. "Dengan menghadirkan taman, produk properti para pengembang sangat diminati konsumen, contohnya Lippo Karawaci, BSD City, Sentul City, dan Pantai Indah Kapuk," jelas pria yang akrab disapa Wardi ini.

Suwardi mengaku tertarik menjual pohon instan lantaran dia menyadari betul Segmentasi pasar dari usaha yang digelutinya. "Kalau cuma dagang tanaman pot saja, ibu-ibu rumah tangga juga dapat menjalaninya," tukas lelaki berdarah Betawi ini. "Karena penanganan pohon instan sangat kompleks, menyangkut pengalaman, kerja tim dan alat, sehingga tidak semua orang dapat mengerjakannya."

Menurut pria kelahiran 2 Mei 1969 ini, sebuah pohon intsan beratnya 50 kg hingga 7 ton dengan tinggi 3 hingga 20 meter. "Kami harus memiliki pengalaman dan pengenalan pohon. Di samping itu, teknik pekerjaannya sangat sulit dan berbahaya. Belum lagi faktor yang tidak terduga, mulai teknik penggalian, mengang-katan, rute yang harus dilewati, kabel listrik, gerbang tol yang sempit, hingga peristiwa mistik saat menanam pohon," urai Wardi sambil tertawa.

Perjuangan saat merintis bisnis juga dialami Suwardi,terutama di dekade 1990an. "Saat itu proyek properti penuh kebohongan bisnis yang membuat ekonomi negeri ini ambruk ditahun 1998. Tapi itu menjadi kawah candradimuka saya dalam berusaha. Kesimpulannya, cuma yang jujur, tawakal, kerja keras, konsisten, dan tahan banting yang bertahan," papar suami dari Aisyah Maulina ini.

Berbisnis pohon instan, menurut Suwardi, memiliki kendala tersendiri, karena pekerjaan ini unik. Kendala yang dihadapi menyangkut sumber daya manusia dan peralatan. "Itulah tantangannya. Kami membina tenaga kuli kasar yang sangat tidak terampil dan hanya lulusan SD dan SMP menjadi tenaga yang siap kerja di proyek internasional sekalipun. Beberapa dari mereka yang hanya ber ijazah SD kami kirim ke luar negeri. Di luar negeri saya lepas sebagai tenaga ahli yang mengatur pekerja asing dari berbagai negara dengan lsquo;bahasa tarzanrsquo;. Ini kenyataan," jelas ayah tiga anak ini seraya tertawa.

Omzet Hingga Rp200 Juta Modal awal saat memulai bisnis ini, menurut Suwardi sekitar Rp50 jutaan. Tetapi dia diuntungkan, karena ada tanah keluarga yang cukup luas dan tidak termanfaatkan dengan baik. "Buat saya, biaya lahan nol, tapi sebenarnya itulah modal utamanya," kata pria yang tinggal di bilangan Pondok Aren ini.

Sejak memulai usaha pohon instan belasan tahun lalu, Suwardi telah memilik? ratusan pelanggan. Pelanggan paling banyak memang berada di kawasan Jabotabek, tapi Suwardi mengaku memiliki pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Timika. Tak h anya itu, dia juga memiliki pelanggan tetap dari Singapura, Brunei, dan Malaysia. "Saya juga pernah mengirim pohon ke Belgia, Cina, Tajikistan, dan Jepang," imbuhnya.

Untuk harga, Suwardi menjual pohon instan dari Rp200 ribu hingga Rp35 juta per pohon. Sementara, omzet yang didapat setiap bulan, rata-rata mencapai RpSOjuta - Rp200jutaan, tergantung keadaan. "Dahulu, saya pernah mengejar omzet, tapi ternyata hal itu tidak efektif, karena pekerjaan ini tidak banyak yang bisa mengerjakan. Jadi yang penting penghasilan saya cukup buat makan, kebutuhan keluarga, tabungan, kondangan, dan jalan-jalan, bisa enak tidur dan hidup normal dunia akhirat," katanya, polos.

Lantas, jenis pohon apa saja yang bisa dijual sebagai pohon instan? Suwardi mengatakan, dirinya menjual pohon instan, yang jika ditanam hari ini, besok sudah harus menciptakan suasana rimbun. Jadi kuncinya, pohon besar yang dipindahkan atau

diproduksi harus bisa memenuhi .kriteria dan kebutuhan itu. Dia nienyebutkan, jenis pohon yang biosa ditanam antara lain semua jenis palem, Mahoni (Swietenia mahsigony), Beringin (Ficus ben-\am\no), Dadap merah (Erithryna crista-Qalli), Kecrutan {Spathodea campanulata), KuntobimaWge/w pinatta), Panorama (Penorema sp), Tabebuia (Tabebuia arganthea), Trembesi (S\imanea Saman), Ketapang {Terrninalia kattapa), dan Ketapang Kencana {Bucida buciras).

Untuk mendapatkan pohon-pohon tersebut, Suwardi biasanya membeli dari petani binaannya yang tersebar dari Lampung hingga Bali. Bahkan jika ada yang menawarkan pohon kepadanya, Suwardi memilih untuk tetap membeli dari petani binaannya. Dengan begitu, jalur kesetiaan bisnis tetap terjaga selama puluhan tahun. "Namun untuk mengisi lahan milik sendiri, ada beberapa jenis pohon yang saya tanam di sana, khususnya jenis yang langka atau saya prediksi bisa menjadi pohon yang akan laku di masa yang akan datang," jelas alumni jurusan Arkeologi Universitas Indonesia ini.

Berbagai inoveasi juga dilakukan Suwardi untuk memajukan bisnisnya. "Inovasi yang paling banyak saya lakukan adalah membuat peralatan kerja untuk memudahkan pengerjaan penanaman dengan segala kondisi medan yang relatif berat. Selanjutnya menciptakan lsquo;definisi kualitasrsquo; di bidang yang saya geluti ini kepada seluruh karyawan, yang tidak dapat kita temukan dalam buku. Saya yakin, jika produk kami sudah jauh berkualitas daripada produk orang lain, maka pembeli akan antri memberi pekerjaan," tuturnya.

Suwardi pun membagi kiat dan rahasia berbisnis pohon instan. Boginya, bisnis ini sama seperti pekerjaan manapun Selalu-berupaya menghasilkan produk yang berkualitas dengan harga wajar, walau tidak harus murah.

Banyak yang Belum Tahu KUR

Rendahnya angka penyerapan KUR lebih disebabkan pergantian sistem penyaluran kredit. Seluruh aparat pemerintah pun diminta menyosialisasikan dengan gencar. Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan fasilitas pembiayaan yang dapal diakses oleh usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan koperasi, terutama yang memiliki usaha yang layak namun belum bankable. Intinya, usaha tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan.

Sayangnya, meski sudah berjalan tiga tahun, temyata masih banyak masyarakat yang ndak tahu KUR. Terbukti, dari alokasi yang seharusnya terealisasi 5 triliun rupiah pada kuartal pertama tahun ini, temyata hingga awal Mei ini baru sekitar 2 triliun rupiah yang tersalurkan. Sehingga ada kekhawatiran target penyaluran 20 triliun rupiah yang tersedia tahun ini bisa tidak tercapai.

Belum maksimalnya KUR sempat ditanyakan anggota Dewan kepada Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, belum lama ini. Namun, sang menteri menjawab karena sosialisasi KUR tidak berjalan dengan baik. "Ini salah kita semua. Ya menterinya, eselon satunya, kepala dinasnya dan juga gubernur yang kurang melakukan sosialisasi," katanya.

Karena itu. Menteri meminta semua jajaran Kementerian Koperasi dan UKM berkerja keras untuk menyosialisasikan program KUR. "Saya mengimbau kepada semua Kepala Dinas UKM agar rajin-rajin ke masyarakat untuk berinteraksi, sehingga program ini bisa berjalan baik," katanya.
elama ini, ekspansi KUR mengalami keterlambatan dan menuntut evaluasi dari pemerintah sesegera mungkin. Namun, rendahnya angka penyerapan KUR ini lebih disebabkan masa peralihan menyusul pergantian sistem penyaluran kredit. Kini, dengan penambahan anggaran dari semula 18-an triliun rupiah menjadi 20 triliun rupiah di dalam APBN-P 2010 membuktikan pemerintah sebenarnya ingin memberi dukungan pada sektor riil untuk terus dapat mengembangkan diri.

KUR yang disalurkan kepadasetiap usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKM-K) tersebut dapat digunakan baik untuk kredit modal kerja maupun kredit investasi. Selain itu, Bank Pelaksana dapat menyalurkan KUR, secara langsung kepada UMKM-K dan/atau tidak langsung melalui lembaga linkage dengan pola executing dan/atau pola channeling.

Masih Efektif Pemerintah sudah menurunkan suku bunga KUR untuk 5 juta rupiah ke bawah yang semula 24 persen turun menjadi 22 persen. Sedangkan suku bunga KUR di atas 5 juta rupiah hingga 500 juta rupiah yang semula 16 persen turun menjadi 14 persen. "Masalah dan penyebab menurunnya target penyerapan KUR harus segera dicari jalan keluarnya oleh pemerintah. Program KUR untuk saat ini masih efektif karena merupakan program andalan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat secara mikro," kata Ryan Kiryanto, pengamat perbankan. Menurutnya, sosialisasi dari pemerintah untuk KUR masih sangat kurang. Pemerintah Daerah kurang maksimal dalam mem-bantu pemerintah menjelaskan system KUR kepada masyarakat.

"Program KUR perlu dikampanyekan melalui media cetak dan media elektronik. Prospek bisnisnya mengacu pada usaha yang produktif," kata Ryan. Dia menambahkan tidak ada faktor politik dari pemerintah terhadap program KUR. Negara harus mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan pemerintah harus bertanggung jawab terhadap rakyatnya. "Tidak ada kaitannya antara program KUR dan unsur politik dari pemerintah.

Presiden yang memimpin negeri ini harus berupaya menyejahterah-kan rakyatnya, salah satunya melalui program KUR," ujar Ryan. KUR merupakan program pemerintah yang diawasi langsung oleh Menteri Koperasi Negara dan UKM. Menteri keuangan hanya pegang anggarannya. "Menteri keuangan hanya mendorong program KUR, Menteri Koperasi Negara dan UKM bekerja sama dengan Menteri Kesejahteraan Rakyat untuk mensukseskan program KUR," kata Ryan.

KUR mendapat fasilitas penjaminan PT Askrindo dan Perum Sarana Pengembangan Usaha. KUR disalurkan melalui BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Syariah Mandiri dan Bank Bukopin.

Penyerapan KUR Hanya 10%

2011, Pemprov Siapkan Rp 200 Miliar untuk Membina KUMKM
Penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) belum menggembirakan. Dari target pemerintah sepanjang 2010 sebesar Rp 20 triliun, penyerapan KUR hingga saat ini baru mencapai Rp 2 triliun, atau- 10 persennya. Padahal, asumsinya penyerapan per kuartal mencapai Rp 5 miliar. "Ini terjadi karena masih adanya penyesuaian dengan kebijakan-kebijakan baru, baik penghapusan BI checking, penurunan suku bunga KUR 2 persen, juga penambahan jumlah perbankan penyalur KUR dari 6 bank menjadi 19, setelah ditambah 13 bank pembangunan daerah," ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram, seusai pembukaan Pameran Produk KUMKM Perempuan Sartika V dan Expo Pembiayaan di Gedung Sentral Bisnis KUMKM (Senbik) Dinas KUMKM Provinsi Jawa Barat, Jln. Soekarno-Hatta Bandung, Kamis (20/5).

Untuk meningkatkan serapan, menurut Agus, Kementerian KUMKM akan meningkatkan program sosialisasi, termasuk menambah jumlah pendamping UMKM. "Masih ada waktu. Lagj pula walaupunberat, kalau pada triwulan pertama target tidak tercapai, perbankan pasti akan menggenjotnya pada triwulan kedua," katanya

Sementara itu, Pemimpin Kantor Bank Indonesia Bandung Yang Ahmad Rizal menyatakan, penyaluran kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jabar pada triwulan I/2010 tumbuh 26,03 persen menjadi Rp 83,41 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Per Maret 2010, komposisi kredit UMKM mencapai 7640 persen dari total penyaluran pinjaman sebesar Rp 109,17 triliun.

"Saat ini kredit UMKM mendominasi dibandingkan dengan pinjaman lainnya. Komposisi kredit UMKM cukup tinggi. Peluang perbankan untuk ekspansi kredit UMKM terbuka lebar. Di sisi lain, saat ini perbankan di Jabar memang sedang gencar menyalurkan kredit UMKM," katanya.

Alokasi Rp 200 miliarSementara itu, seusai membuka pameran. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, Pemprov Jabar akan mengalokasikan Rp 200 miliar untuk pembinaan KUMKM pada 2011. Separuhnya, Rp 100 miliar, akan digunakan

untuk program pinjaman berbunga lunak dan sisanya untuk mendorong pertumbuhan pengusaha mikro baru. Dengan program tersebut, gubernur berharap dalamjangka panjang ditargetkan jumlah pengusaha di Jabar mencapai angka ideal, 2,5 persen dari jumlah penduduk. "Jumlahpengusaha di Jabar masih kurang dari 1 persen. Singapura saja jumlahnya sudah 7,5 persen," kata Gubernur.

Gubernur menambahkan, alokasi pembinaan KUMKM Jabar saat ini baru mencapai Rp 30 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 21 miliar di antaranya disalurkan melalui Dinas KUMKM Jabar, termasuk di dalamnya program bantuan sosial Rp 956 miliar.Untuk tujuan serupa, secara nasional Kementerian KUMKM akan menyalurkan bantuan langsung bagi 2.600 koperasi dan kelompok usaha kecil dalam bentuk modal.

Soal Tingkat Suku Bunga KUR

Masih tingginya tingkat suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dipatok 14 persen per tahun menjadi salah satu hambatan pertumbuhan koperasi dan UKM di Tanah Air. Untuk itu, bunga KUR seharusnya bisa diturunkan lagi. "Selisih (spread) yang terlampau jauh dari suku bunga acuan hingga mencapai tujuh persen cenderung menjadi indikasi yang tidak sehat," kata Adi Sasono, mantan Ketua Umum Dekopin.

Menurut Adi, di perbankan a-sing luar negeri, umumnya selisih suku bunga pinjaman dengan suku bunga acuan dipa-tok di kisaran tiga persen. "Kalau spread terlalu lebar itu tidak sehat, jadi usahakan agar bunga KUR segera diturunkan," katanya. Apalagi, dalam program KUR, pemerintah telah menanggung agunan 70 persen melalui perusahaan penjamin dan sisanya 30 persen ditanggung perbankan. Fakta itu seharusnya menjadi salah satu faktor pendorong diturunkannya tingkat suku bunga KUR lebih rendah dari patokan saat ini. "Seharusnya bisa diturunkan karena tingkat suku bunga simpanan dari masyarakat diberikan suku bunga yang jauh lebih rendah. Tidak layak perbankan mengambil mar-gin terlalu besar," katanya.

Adi mengusulkan agar salah satunya, pemerintah dan perbankan, mulai menerapkan sistem online bagi koperasi untuk menekan biaya transaksi yang selama ini membengkak. "Biaya transaksi selama ini dikeluhkan membengkak karena perbankan harus melayani pinjaman yang kecil-kecil nilainya. Kita bisa atasi itu dengan menggunakan sistem online" katanya.

Namun, Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono berpendapat jangan menggeneralisasi persoalan KUR hanya pada satu hal, yakni bunga saja. "Ini adalah persoalan kompleks yang harusdidukung semua pihak," katanya.Sigit menyadari bahwa pelaku UKM menghadapi beragam persoalan dari mulai produksi hingga pemasaran. Oleh sebab itu, pembinaan terhadap pelaku UKM bukan semata tanggung jawab bank tetapi semua pihak termasuk pelaku usaha besar a-tau sektor swasta.

Menurut Sigit, lembaga penjamin program KUR harus mendapat suntikan modal lebih banyak. "Tidak bisa dihindari bahwa lembaga penjamin KUR harus ditingkatkan kapitalisasinya untuk mendukung suksesnya program ini," katanya.

Sigit memaparkan problemutama KUR pada dasarnya bukan melulu terletak pada tingkat suku bunga yang masih tinggi, namun justru terletak pada upaya agar KUR mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil di pelosok-pelosok. "Mau tidak mau memang harus melibatkan lebih banyak bank dan bank akan giat melakukan apabila jaminan dari lembaga asuransi kredit kuat," katanya. Oleh karena itu, ia menilai perlu dilakukan rekapitalisasi modal bagi lembaga penjamin kredit KUR yang saat ini mendapat tugas untuk menjamin 70 persen pinjaman.

Kementrian KUMKM Siapkan Dana Bergulir Rp 1,1 Triliun

Kementrian KUMKM menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1,1 triliun bagi pengembangan koperasi serta usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM) pada tahun ini. Deputy Kementrian KUMKM Bidang Pembiayaan Agus Muharram mengatakan anggaran tersebut disiapkan terutama bagi koperasi dan UMKM perempuan dengan bunga yang relatif rendah.

"Kami siapkan dana tersebut untuk digunakan, namun harus dikembalikan. Bunga pinjaman rendah sekitar 6% per tahun," ujar dia usai membuka Pameran Produk KUMKM Perempuan dan Expo Pembiayaan KUMKM 2010 di Bandung, Kamis (20/5). Agus mengatakan koperasi dan UMKM bisa mengajukan dana tersebut tanpa menggunakan agunan asalkan memenuhi persyaratan yakni lokasi usaha dan koperasi yang jelas, memiliki NPWP dll yang akan disalurkan sesuai hasil penilaian oleh lembaga pe-ngelola dana tersebut, yang dibentuk kementrian. Dia menambahkan penyaluran dana itu untuk semakin mendorong pertumbuhan KUMKM nasional.

Selain dana bergulir, Kementrian KUMKM juga menyediakan dana hibah dalam bentuk dana bantuan sosial. Tahun ini Koperasi dan KUMKM perempuan menjadi prioritas penerima dana bantuan itu. Agus menyebutkan, sebanyak 2.600 KUMKM nantinya yang akan menerima dana bantuan dimana 1.500 KUMKM merupakan yang diusahakan perempuan.Masing-masing koperasi akan menerima bantuan Rp50 juta, yang nantinya harus disalurkan kepada anggotanya (UMKM).

Kepala Dinas KUMKM Jabar Wawan Herna-wan mengatakan peran perempuan saat ini semakin dominan khususnya dibidang ekonomi terutama ekonomi kerakyatan. Fakta menunjukan hampir 40% pelaku UMKM di Indonesia termasuk Jabar diperankan oleh kaum perempuan. "Aktifitas ekonomikaum perempuan relatif berhasil lebih baik. Bahkan dari pinjaman kredit ke sektor UMKM perempuan NPL (Non Performing Loan/Kredit bermasalah) mencapai nol persen. Untuk itu kami konsisten terus kembangkan UMKM Perempuan," kata dia.

Dinas KUMKM Jabar akan terus membantu dengan memberikan dukungan sarana dan fasilitas promosi dan pemasaran baik didalam negeri dan memperluas pasar ekspor. Sedangkan untuk kegiatan expo pembiayaan, akan dilaksanakan di lima kota yakni Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Bogor dan Kab. Subang dengan sasaran 250 lembaga keuangan, 750 KUMKM yang telah mendapatkan pendampingan dan 2.000 UMKM yang melakukan intermediasi.

"Upaya ini dilakukan untuk semakin mempersiapkan KUMKM dalam menghadapi bergulirnya ACFTA," tambah Wawan. Sementara itu di Kab. Bandung, Kementrian Perindustrian dan Perdagangan melakukan sosialisasi Asean Charter Advokasi bagi UMKM terutama dalam menghadapi persaingan bebas ACFTA. Deputy Menteri Perindustrian dan Perdagangan bidang Sumberdaya UMKM Iwayan Dipta mengatakan ada sejumlah strategi yang akan dilakukan pemerintah untuk melindungi UMKM pasca pelaksanaan ACFTA


Koperasi Diimpikan Jadi Konglomerat

KETUA Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid berharap badan usaha koperasi bisa menjadi konglomerat. Karena itu, Dekopin sedang mendisain suatu program untuk menciptakan pelaku koperasi bisa me-ningkat derajatnya. Caranya dengan mengidentifikasi peraturan-peraturan yang dinilai menghambat atau merugikan pertumbuhan gerakan koperasi untuk bisa menjadi pelaku ekonomi nasional.

"Kalau dulu koperasi bekerja hanya pelayanan kepada para bisnis anggotanya kini dirancang agar koperasi bisa menjadi konglomerat. Kalau koperasi sudah menjadi konglomerat, maka yang konglomerat itu anggota kope-rasinya bukan pengusaha perorangan dan ini seauai dengan pasal 33 UUD 45." katanya.

Untuk itu, lanjut Nurdin, Dekopin dan bersama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) berupaya untuk mengamandemen UU koperasi Nomor 25 lahunn 1992 yang memberi ruang gerak lebih luas kepada gerakan koperasi memilik lapangan ekonomi yang lebih besar.

Menyinggung tentang diberlakukannya perdagangan bebas Asean dan Perdagangan Bebas Cina dan AFTA (ACFTA), Nurdin Halid menegaskan, gerakan koperasi Indonesia siap mendukung pemberlakuan ACFTA."Jadi di tengah-tengah adanya pernyataan sektor ekonomi lainyang belum siap, maka gerakan koperasi harus siap, menghadapi AFTA," ucapnya.

Sementara, Ketua Dewan Penasehat Dekopin Adi Sasono meminta pemerintah perlu menurunkan tingkat suku bunga untuk koperasi dan UMKM. Tingkat suku bunga KUR untuk koperasi dan UMKM sebesar 14 hingga 22 persen, bisa diturunkan karena dana masyarakat yang diserap bank rata-rata diberikan tingkat suku bunga rata-rata a 6 sampai 7 persen..

Adi Sasono menilai kalau selisih lingkat suku bunga yang diambil industri perbankan sampai 7 persen itu terlalu tinggi, karena rata-rata di perbankan internasional itu selisih maksimum hanya 3 persen. "Jadi kalau bank kita minta sampai 7 persen itu tidak efisien dan tidak adil untuk orang kecil," ucapnya menambahkan.

Dalam pada itu Menteri Syarif Hasan mcnegaskanuka badan usaha koperasi perlu meningkatkannilai tambah produk-produk pertanian seperti kakao di berbagai sentra produksi di Indonesia, agar produk tersebut memiliki daya saing di pasar dunia.

"Kita belum pernah, mendengar ada cokelat made in Indonesia, yang ada hanya cokelat made in Swiss, Holand. atau Malaysia," tegasnya. Dikatakannya, di Indonesia banyak koperasi yang menangani komoditas cokelat seperti misalnya di Sulawesi Selatan sebagai salah satu sentra produksi cokelat Koperasi-koperasi tersebut harus berani memberikan nilai tambah terhadap produk cokelat mereka.

Jika koperasi itu mampu meyakinkan konsumennya bahwa cokelat produksinya tidak kalah dengan produk asing maka koperasi akan mendapatkan rev ernie yang lebih besar.Untuk pihaknya segera memberikan edukasi kepada petani termasuk koperasi dan UKM yang bergerak di sektor komoditas cokelat.


Kebangkitan Wirausaha Indonesia

Menarik apa yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dalam pidatonya pada KTT Wirausaha di Amerika Serikat akhir April yang lalu. Obama mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi contoh untuk gerakan global entrepreneur program dan Obama juga mengaku sangat terkesan dengan wirausaha-wirausaha Indonesia (Sinar Harapan, 4 Mei 2010).

Saat ini, menurut data yang ada, jumlah wirausaha Indonesia 0,18 persen dari total penduduk yang berjumlah 230 juta jiwa. Jumlah yang cukup jauh dibandingkan angka ideal wirausaha suatu negara yang mau maju, dan berkembang, yaitu sekitar 2 persen dari jumlah penduduknya. Untuk negara maju, bahkan jumlah wirausaha umumnya sudah di atas 5 persen dari penduduknya. Tentu ini menjadi suatu tantangan dan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan kewirausahaan, mengingat bahwa wirausaha adalah motor penggerak perekonomian suatu negara dan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tingginya angka pengangguran dan kemiskinan.

Menurut data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sampai dengan tahun 2009 jumlah penganggur terbuka di Indonesia sebanyak 9,26 juta orang atau 8,14 persen dari 113,74 juta orang angkatan kerja. Dari angka tersebut, lebih 2 juta adalah penganggurakademik yang merupakan lulusan perguruan tinggi.

Sebuah Fenomena Kewirusahaan adalah fenomena penting bagi kemajuan dan kesejahteraan dunia, bahkan telah menjadi pangkal dari pertumbuhan ekonjbmi. Hal ini dapat dibuktikan, misalnya, dari perekonomian Amerika Serikat yang pada tahun 1970-an mengalami stagflasi, dapat bangkit kembali dengan munculnya banyak usaha kecil baru yang mampu mengatasi masalah pengangguran dengan cepat.

Untuk itu, tidak berlebihan bila Peter Drucktr, pakar manajemen terkemuka, menyebut perekonomian Amerika sebagai entrepreneurial economy. Perekonomian yang berbasiskan kewirausahaan bangsanya. Kemudian Indonesia pada tahun 1997 mengalami krisis moneter.

Banyak perusahaan besar gulung tikar dan melakukan PHK besar-besaran, jumlah penganggur sangat tinggi dan daya beli masyarakat menurun. Bukti menunjukkan bahwa pada saat itu perusahaan kecil justru yang masih dapat bertahan. Sepuluh tahun kemudian, data Kementerian Negara Koperasi dan UKM pada akhir tahun 2008 menunjukkan jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekitar 50 juta, meningkat sekitar 39 persen dari, tahun 1998. Dari jumlah tersebut, usaha mikro mencapai 95 persen lebih atau sebesar 47.702.310 „ usaha kecil sebanyak lebih dari 2 juta unit, usaha menengah sekitar 120.000 unit, dan usaha besar hanya 4.527 unit atau sekitar 0,01 persen. UMKM mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 90 persen dari total pekerja yang ada dan mampu menyumbang lebih dari 50 persen GDP Nasional.

Jadi, apa yang penggerak di balik fenomena ini? Jawabannya adalah kewirausahaan! Kewirausahaan, menurut Raymond WY Kao, adalah suatu proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi). Tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. Sementara itu, wirausaha mengacu pada orang yang melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan/kekayaan dan nilai tambah, melalui penelu-ran dan penetasan gagasan, memadukan sumber daya, dan merealisasikan gagasan tersebut menjadi kenyataan.

Gerakan Nasional
Bagi Indonesia, dengan kecilnya jumlah wirausaha, maka kewirausahaan menjadi keharusan. Seperti disebutkan di atas, bahwa suatu negara dapat berkembang dan membangun secara ideal jika wirausahanya sudah mencapai 2 persen dari jumlah penduduk (kriteria PBB untuk pengukuran kewirausahaan). Tentu saja, jumlah pengusaha mikro dan pengusaha kecil Indonesia sebanyak lebih dari 49 juta pada tahun 2008 bukan ukuran yang sesilai dengan kriteria tersebut di atas.

Wirausaha yang dimaksud adalah yang sesuai dengan kriteriawirausaha dengan motivasi berprestasi yang tinggi, kreatif, dan memiliki kemampuan berinovasi, serta mampu menciptakan perubahan dan kompetisi pada pasar. Mereka mampu meningkatkan produk-tivitas sejalan dengan munculnya inovasi-inovasi baru dalam teknologi, barang, maupun jasa. Kemudian, perubahan serta kompetisi pada pasar dapat terjadi karena adanya inovasi yang membuat pelaku pasar lainnyabersaing secara sehat.

Wirausaha seperti itulah yang seharusnya ditumbuhkan dan dikembangkan di Indonesia, supaya menjadi negara maju. Untuk itu, perlu partisipasi dan sinergi dari pemerin-tah-pendidikan-bisnis-masya-rakat, seperti yang disampaikan oleh Rhenald Kasali pada ToT Modul Kewirausahaan untuk dosen-dosen Kewirausahaan.

Sinergi ini diharapkan dapat menjadikan kewirausahaan sebagai gerakan nasional, dengan tujuan agar program ini dapat menyebar ke seluruh Indonesia dan menjadi budaya bangsa Indonesia. Ini merupakan suatu Gerakan Kewirausahaan berbasis komunitas untuk menelurkan dan menetaskan UKM-UKM baru yang akan menjadi pilar dan penggerak perekonomian bangsa.

Di samping itu, perlu juga mengubah mindset masyarakat agar peduli akan kewirausahaan dan mempunyai pola pikir kewirausahaan. Perubahan mindset ini tentu tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi perlu proses dan dukungan dari banyak pihak. Lalu yang lebih penting lagi adalah bahwa gerakan kewirausahaan harus dimulai, dilakukan, dan diwujudkan; tidak berhenti pada pemikiran atau wacana saja.

Menurut Rhenald Kasali, dalam diri manusia itu ada dua memori, yaitu brain memory, yang selama ini kita kenal sebagai sebuah sistem dan pengatur informasi yang sangatvital dalam kehidupan manusia, dan muscle memory yang terletak di seluruh jaringan otot manusia. Brain memory terbentuk dari pengetahuan, sedangkan muscle memory atau yang dimaksud dengan myelin terbentuk karena latihan dan ini adalah sumber dari segala talenta yang dibentuk melalui deep practice. Gabungan keduanya akan menghasilkan gagasan-gagasan dan tindakan-tindakan kreatif tiada akhir yang disebut dengan keunggulan daya saing.

Gerakan Kewirausahaan harus mewujud dengan kombinasi dari dua kekuatan memori tersebut, sehingga mempercepat penyebaran virus kewirausahaan, dan membentuk wirausaha-wirausaha unggul dan tangguh yang berkualitas. Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2010 ini, kita jadikan momentum ini untuk membangkitkan wirausaha Indonesia.

Jika 20 Mei 1908 yang ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo menjadi pijakan sejarah lahirnya kebangkitan nasional Indonesia, yaitu masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme, serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, maka 20 Mei 2010 adalah masa bangkitnya semangat kewirausahaan serta kesadaran. Kita gunakan momentum ini untuk memperjuangkan dan membangun kejayaan dan kesejahteraan bangsa demi mencapai Indonesia emas melalui Gerakan Kewirausahaan

Entri Populer