" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: April 2010

Menetaskan Fulus dari Ternak Si Itik Langsing

Beternak itik Mojosari bisa menjadi peluang usaha menarik. Meski perawakan itik ini kecil dan konsumsi makanannya sedikit, ukuran telurnya tetap sama. Seorang peternak asal Mojokerto meraup omzet Rp 100 juta-Rp 300 juta sebulan. ADA berbagai jenis itik lokal berdasarkan asal dan sifat morfologisnya. Antara lain itik Alabio, itik Tegal, dan itik Mojosari. Nama itik yang terakhir ini memiliki perawakan yang lebih kecil daripada itik lokal lain tapi telur yang dihasilkan tetap sama besarnya.

Itik Mojosari adalah jenis itik lokal yang berasal dari Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Perawakannya yang mungil menyebabkan itik ini lebih sedikit mengonsumsi makanan daripada itik lokal lain yang lebih bongsor. Salah seorang peternak, Dody Faizal menerangkan, itik jenis ini mulai dikembangkan pada dekade 1970-an. "Lama-lama, populasi itik ini menyebar sampai ke hampir seluruh wilayah Jawa Timur," kata Dody.

Peternakan Dody mener-nakkan itik Mojosari sejak 1970. Saat itu, kakek Dody yang jadi pengelola Bisnis peternakan itik keluarga ini bertahan lama karena pasarnya memang ada dan sangat menguntungkan. Daerah yang cukup bagus menyerap itik ini adalah Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. Harga itik Mojosari di tiga kota ini lebih mahal dari daerah lain. Peternakan Dody menjual itik petelur, bayi itik yang berusia satu sampai dua hari atau day old duck (DOD), telur, dan itik pedaging. Itik petelur adalah indukan itik yang sudah berada pada masasiap bertelur satu atau dua minggu kemudian. Harga itik betina siap bertelur ini antara Rp 40.000-43.000 per ekornya.

Harga DOD betina Rp 4.000 sedangkan DOD jantan Rp 3.200 per ekor. Harga telur ada dua macam yakni telur tetas dan telur yang steril atau hanya untuk konsumsi. Harga telur tetas Rp 1.300 per butir sedangkan telur konsumsi lebih murah Rp 300 dari telur tetas. Ukuran telur sama seperti telur bebek lokal lainnya yakni 65 gram (gr). Harga itik pedaging hidupsekitar Rp 20.000 untuk berat rata-rata antara 1,1-1,3 kilogram (kg). Adapun harga itik pedaging dari itik petelur yang sudah tak produktif (afkir) sebesar Rp 29.000. "Harga itik Mojosari itu fluktuatif di pasaran," ujar Dody.

Bisnis keluarga Dody cukup mapan. Dia mengaku mampu membukukan omzet antara Rp 100 juta-Rp 300 juta per bulan. Rasa daging itik Mojosari ini sebenarnya tak kalah bila kita bandingkan dengan itik Peking. Hanya saja, itik Mojosari memiliki kekurangan, yakni ukuran badan yang tergolong langsing, tak semonlok itik Peking.

Dody tak pertu repot menawarkan hasil ternaknya karena pembeli dari dalam kota dan luar kota sudah siap menampung. "Pembeli luar kota membeli seminggu sekali, tapi sekali beli lumayan banyak. Berbeda dengan pembeli dalam kota yang beli sedikit-sedikit dengan intensitas yang lebih banyak," beber Dody. Pelaku bisnis lain yakni Calik Sudaryanto, Direktur CV Agro Dimensi di Sidoarjo, Jawa Timur. Yanto, sapaan akrabnya, mengatakan, itik Mojosari unggul dalam hal kuantitas bertelur yang bisa sampai 280 butir setahun. Bahkan "Peredaran telur itik Mojosari di pasaran itu mencapai 80%," katanya.

Ia mengakui, daging itik ini tak cukup populer. Sebab, daging itik ini tak rata sehingga terkadang bagian dada justru tak berisi. Soal daging, itik Alabio asal Kalimantan lebih disukai. Tapi, kalau rasa tetap sama saja gurihnya", tandas Yanto.

Berbisnis Lewat Twitter

Jakarta - Nama Twitter rasanya sudah tidak asing di telinga kita. Media jejaring sosial ini sudah populer di kalangan pengguna internet. Hal ini dikarenakan media ini tidak hanya dapat mengirimkan pesan ke sesama teman, namun bisa juga digunakan sebagai sarana pendukung bisnis. Berikut beberapa tip berbisnis lewat Twitter.

1. Riset Pasar

Dengan menggunakan Twitter, kita dapat melakukan riset pasar. Khususnya untuk mengetahui bagaimana respon pelanggan tentang bisnis. Dengan menggunakan nama perusahaan, bidang industri, merek, atau produk sebagai kata kunci di Twitter, kita dapat melihat respons pelanggan tentang bisnis kita.

2.Feedback

Twitter juga dapat digunakansebagai cara menerima tanggapan balik dari pelanggan. Misalnya, meminta pendapat follower tentang suatu program bisnis. Contohnya, bagaimana pendapat follower tentang diskon tarif sebuah maskapai penerbangan. 3. Membangun Jaringan Lewat Twitter, kita bisa membangun jaringan dengan mencari dan mengikuti orang-orang yang memiliki minat serupa. Misalnya, bisa menghimpun jaringan melalui profesi yang sama, sekolah yang sama hingga wilayah yangsama.

4.Nge-link Konten dari Blog atau Website

Twitter memiliki opsi memberikan konten blog atau website ke sesama teman. Dengan memanfaatkan ini, kita bisa memasarkan blog dan website bisnis kita.

5.Berkomunikasi dengan Tim

Twitter juga bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi antarkaryawan disuatu perusahaan. Group Update semacam ini biasanya diset private untuk masalah keamanan. 6. Notifikasi

Gunakan Twitter untuk notifikasi produk baru atau produk bestseller kepada konsumen dan mengabarkan eventyang akan diselenggarakan perusahaan

Lokbin PKL Kramat Jati Beralih Fungsi

PENYALAHGUNAAN lahan di ibu kota kerap terjadi. Bila terdapat lahan terbengkalai, cenderung dimanfaatkan oleh oknum. Seperti yang terjadi di lokasi binaan (lokbin) PKL di Kramat Jati, Jakarta Timur. Lokasi itu di-salahfungsikan. Tepatnya digunakan untuk penginapan dan pabrik ikan cue. Akibatnya, warga sekitar resah. Sebab, kondisi lingkungan tidak tertata dan menjadi kumuh. " Bahkan aroma tak sedap mewarnai lokasi tersebut.

Penyalahgunaan fungsi lokbin itu terjadi sudah lama. Sayangnya belum ada upaya penertiban dari Dinas Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) DKI. Selama ini lokasi itu terkesan tidak ditangani secara serius. Lokbin di Jalan Nusa I itu dijadikan rumah tinggal dengan sistem kontrak Rp 300.000 sebulan. Sekitar 90 kios PKL di sana, praktistidak berfungsi untuk jualan. Demikian pula lokbin di RT 012/04 Kelurahan Kramat Jati, Jalan Raya Bogor yang menurut warga telah dijadikan usaha ikan asap alias cue. Asap yang dihasilkan dari kegiatan tersebut mengganggu lingkungan warga setempat.

Anggota Komisi B (bidang perekonomian) DPRD DKI Jakarta Andyka mengatakan, perubahan fungsi kedua lokbin ini membuktikan tidak adanya pengawasan dari Dinas Koperasi dan UKM. "Pembiaran ini tentu harus ada sanksi buat kepala dinasnya. Jangan . karena mau pensiun, terus semangat kerjanya melemah," ujar dia.

Karena itu. Komisi B berjanji akan memanggil Dinas Koperasi dan UMK DKI agar mengklarifikasi itu. "Lokbin ini dibangun pemda untuk menampung kegiatan usaha PKL agar usahanya tidak menyita jalanan yang bisa membahayakan diri maupun orang lain," tuturnya.

Sementara Kepala Sudin Koperasi dan UKM Jakarta Timur Sri Indriastuti yang dikonfirmasi via telepon tidak merespons. Info yang diperoleh dari jajaran sejawatnya mengaku, lokasi dimaksud telah ditertibkan. Kenyataannya, warga di sana masih menge-luhk annya.Karena itu, Andyka mendesak walikota setempat menggunakan kewenangannya untuk menertibkan penyalahgunaan fungsi lokbin, sena mengusut pihak-pihak yang memanfaatkan lokasi untuk kepentingan pribadi. Sebab, secara jelas telah terjadi penyalahgunaan lahan. "Ini kok dibiarkan. PKL mau jualan di mana kalau lokbinnya dipakai untuk yang lain," tambahnya

Kelebihan KUR, Angkat UKM yang Jumlahnya Besar

Menteri Koperasi D(Menkop) dan UKM Syarif Hasan mengakui, sebagian masyarakat terus menekan suku bunga kredit agar bisa diturunkan lagi. Menyangkut pasar, secara umum, suku bunga tergolong sulit menemukan solusi. Apalagi kalau dikaitkan dengan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) dan kredit sejenisnya.

"Kalau kami di Kcmenkop (Kementerian Koperasi) dan UKM mengatasi kesulitan suku bunga kredit ini dengan produksi. Artinya, kalau produksi naik, otomatis cost bisa ditekan dan akhirnya duniausaha akan mendapat survive," ungkap Syarif Hasan ketika bersilaturahmi ke kantor INDOPOS. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kamis (29/4).

Diakui Syarif, suku bunga KUR masih tergolong tinggi dibanding bunga kredit yang diberikan Kum-pedes. kredit murah, dan sejenisnya. "Tapi kelebihan KUR, kalau lembaga lain seperti Kumpedes dan sejenisnya belum tentu mampu mengangkat perusahaan UKM yang jumlahnya sangat besar atau mendominasi ekonomi kita," jelas Syarif didampingi Deputi Kelembagaan Koperasi dan UKM Ke-menkop dan UKM juga Deputi SDM Neddy Refinaldi.

Jangan, pinta Syarif, sebuah lembaga penyedia kredit dengan suku bunga murah itu hanya bisa me-maintenance, tapi bertanggungjawab. "Jumlah dana yang mereka miliki pun kecil, tapi kalau dana KUR jumlahm a besar. Tepatnya Rp 20 triliun per tahun. Ini pun jangan lupa. Selama ini pengamat banyak salah menganggap, dana KUR ini milik pemerintah atau Kemenkop. Jumlahnya betul segitu.w ah. kita bisa berbuat banyak tentunya. Semua dana KUR itu. pastinya dana masyarakat yang ditampung bank dan kemudian disalurkan lagi.

Kemcnkop hanya fasilitator," urainya. Jadi, katanya, dengan adanya pihak ketiga dalam proses KUR itu,hampir tidak mungkin suku bunga di bawah 10 persen. Belum lagi terkait suku bungan Bank Indonesia. "Artinya, kalau suku bunga diturunkan lagi di bawah 10 persen, dikhawatirkan tidak ada masyarakat yang mau menabung. Jadi untuk mengatasi masalah KUR hanya dengan menekan cost atau overhead yang sangat tinggi," papar istri Inggrid Kansil itu.

Kalau dipaksa menurunkan suku bunga kredit di bawah 22 persen, perbankan pun ikut rugi. Karena ada profit oriented yang dikembangkan perbankan. "Jadi memang dilematis soal suku bunga KUR ini. Tapi KUR ini sangat diharapkan. Karena ini sangat membantu masyarakat ataupengusaha UKM dan sekaligus untuk menghalangi maraknya rentenir yang suku bunganya lebih mencekik," ujanya

Dell Latitude E6410 Dan E6510 Dibuat Untuk Pebisnis UKM

PASAR notebook kembali diramaikan produk baru. Salah satunya Dell. Perusahaan terkemuka produsen PC asal Amerika ini. baru saja meluncurkan dua notebook baru yaitu Latitude E64I0 dan E6510 untuk pengguna dari kalangan bisnis. Notebook Latitude baru ini diperkuat oleh prosesor Core i5 atau Core i7, dengan memori RAM sampai 8GB dan kartu grafis integrasi Intel HO atau NVIDIA NVS 3100M GPU dedicated. Sedangkan E64I0 memiliki layar 14.1 inch LED dan E6510 memilik layar lebih besar yaitu 15 inch yang bisa menampilkan resolusi full HD. Untuk beberapa fitur, kedua notebook ini memiliki kesamaan. Keduanya sama-sama memiliki harddisk 7200 RPM sampai 500 GB atau 256 GB SSD. Dan Keduanya juga memberikan pilihan DVD Burner atau Blu-ray drive.

Selain itu. kedua notebook ini juga akan mendapat fitur WiFi, 6-in-1 card reader, 6-in-1 card reader, optional fingerprint scanner, optional smartcard reader, dan eSATA/USB combo port. Harga Dell Latitude E6410 di prediksi kurang lebih 1129 dolar AS atau Rp ln iui.i lebih s c -dikit sedangkan harga Latitude E6510 kurang lebih 1164 dolarAS atau Rp 11 juta. Dengan peluncuran ini. da-. pat dikatakan produsen komputer asal Amerika Serikat ini serius menguasai pangsa pasar komputer di seluruh dunia. Karena sebelumnya Dell juga telah meluncurkan dua buah perangkat PC Vostro 230 Mini Tower (MT) dan PC desktop Slim Tower (ST) yang diperuntukkan bagi kalangan bisnis di pasar komputer dunia. dwi

Dibahas Rute Bus Pariwisata Jakarta-Cipanas Garut

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Pemkab Garut kini tengah mempersiapkan secara Intensif dibukanya Jalur khusus wisata dari Jakarta menuju Garut. Jalur khusus Itu akan dibuka dengan disediakan armada bus eksekutif dart Stasiun Gambir atau terminal bus Kemayoran. Rencana Itu dibahas dalam rakor di Hotel Tlrta-gangga Cipanas Garut. Jumal (30/4). mulai kesiapan, aspek legalitas dan teknis operasional.

Dipimpin Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan UMKM dan Industri Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Dr Ir Hamdan MM dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Garut H Budiman SE MSI. delegasi Kementerian Dalam Negeri. Ditjen Perhubungan Darat. PU Bina Marga Pusat. Dinas Perhubungan Provinsi Jabar. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut Hj Yati Rochayaue SH. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan UMKM. Sekretaris PU Bina Marga Kabupaten Garut Drs Wahyu dljaya. MSL Kelua MPI Cabang Garut U Kurnia. Bagian Informatika dan sleakholder lainnya.

Menurut Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan UMKM dan Industri Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Dr Ir Hamdan. MM program Ini merupakan salah satu terobosan dalam rangka meningkatkan arus wisatawan ke Garut, khususnyadari Jakarta Apalagi dah 553 kabupalen/kota di Indonesia. Garut dijadikan pltol project 2010 untuk bidang transportasi pariwisata.

"Bila rencana Ini terwujud, setidaknya multiplier effect yang akan dirasakan oleh Kabupaten Garut, di antaranya tempat penginapan ln ttl dan liomestay di Garut akan meningkat, begitu pun konsumen restoran/ rumah makan atau wisata kuliner Juga terbawa dampak positif. Bagi pengrajin, bisnis souvenirberbagai produk, penyewaan sarana transportasi, layanan Jasa relaksasi, hingga pemanfaatan tenaga kerja lokal akan semakin terbuka peluangnya." luturnya.

Ditambahkan Hamdan merancang Jadwal bus akan beroperasi setiap lian dengan dua kali pemberangkatan dari Stasiun Gambir atau Terminal Bis Kemayoran mulai 07.00 pagi dan 13.00. Sehingga pada jam Itu. akan semakin terbuka konsumen potensial menggunakan Jasa transportasi khusus, mulai dari para PNS Jakarta dalam rangka wisata MICE berupa rapat-rapat koordinasi, lokakarya, pameran bisa dilakukan di Cipanas Garut

Pihak Pemkab Garut yang difasilitasi Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Budiman SE MSI menyambut baik gagasan ini. terlebih Cipanas merupakan segitiga emas Pariwisata Garut, yang telah menjadi Ikon pariwisata Garut. Rencananya Bus khusus Itu akan transit di halaman Garut Souvenls Center (GSC). selanjutnya wisatawan akan dibawa dengan kendaraan tradisional dclman menuju lokasi pemandian alr panas di Cipanas.

Dijadikannya Garut sebagai pilot project 2010 untuk transportasi wisata, tidak terlepas dari program pemerintah pusat agar tingkat perekonomian masyarakat meningkat. Selain Garut. Pilot Project 2010 di Indonesia untuk pemberdayaan ekonomi rakyat melalui Industri pariwisata, adalah Kepulauan Riau untuk bidang VOA. Nangroe Aceh Darussalam untuk bidang Promosi Pariwisata di Mancanegara. Jambi untuk bidang Situs Arkeologi dan Geologi. KaDxir dan Kaltim untuk bidang Ekonomi Rakyat Perbatasan. NTB untuk Wisata Bahari, dan Bali untuk bidang Nesparda.

Namun untuk menuju arah sana. Kabupaten Garut terkendala dengan masalah infrastruktur jalan yang hingga kini masih menyisakan permasalahan, padahal aksesibilitas menuju objek wisata perlu didukung Infrastruktur memadai, (ck-209/2)

Punya Kebebasan Finansial

Menjadi pengusaha bisa memiliki kebebasan finansial meski konsekuensinya juga tidak ringan. Namun, apa pun pilihan hidupnya, kerja keras dan menjaga kepercayaan merupakan unsur untuk mencapai kesuksesan. Pergulatan batin antara menjadi karyawan atau pengusaha itu pernah dirasakan oleh Sandiaga Salahuddin Uno. Dia berpikir jika terus menjadi karyawan akan sulit memiliki kemandirian secara finansial.

Pengalaman saat krisis ekonomi tahun 1997 yang membuat banyak perusahaan gulung tikar dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) membuat Sandiaga memutuskan untuk menekuni dunia bisnis dan jadi pengusaha."Sebagai karyawan perusahaan, banyak hal dapat terjadi di luar kontrol kita. Apabila keadaan ekonomi memburuk, ada kemungkinan kita di-PHK meskipun kita memiliki prestasi di perusahaan itu," ujar dia seusai diskusi kewirausahaan di Kampus Universitas Indonesia, Depok, baru-baru ini.

Saat krisis ekonomi 1997, Sandiaga memang pernah mengalami pahitnya kena PHK dan tidak memiliki uang. Pria lulusan Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cumlaude ini mengawali karier sebagai karyawan Bank Summa pada 1990. Tahuh 1991, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington University, Amerika Serikat. Seusai menyelesaikan pendidikannya, dia bergabung dengan sebuah perusahaan di Amerika Serikat, MP Holding Limited Group, sebagai manajer investasi di tahun 1994. Kariernya terus melesat sehingga pada 1995, dia hijrah ke NTI Resources Ltd, Kanada, dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd.

Malang, kariernya tak berlangsung lama dan sempat ter-henti. Krisis moneter menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Semua uang hasil jerih payahnya yang diinvestasikan ke pasar modal juga turut amblas akibat ambruknya bursa saham global Setelah beberapa lama bertahan dan berusaha di negeri orang, pria yang terpilih menjadi salah satu wakil dari Indonesia dalam Presidential Summit on Entrepreneurship di Washington DC, AS, baru-baru ini, kembali ke Indonesia dan menumpang di rumah orang tuanya, Henk Uno dan Mien R Uno, karena tidak mampu membayar sewa rumah.

Situasi sulit itu sempat membuat Sandiaga hampir putus asa. Akhirnya, dia memutuskan untuk menjadi pengusaha. Sandiaga bertekad tidak jadi karyawan. Bersama teman sekolahnya, Rosan Perkasa Roeslan, ia mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors.

Sandiaga bersama Edwin Soeryadjaya juga mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usaha yang digarap meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan. Berbekal jaringan dan relasi dengan perusahaan serta lembaga keuangan baik dalam maupun luar negeri, bapak dua orang anak ini menjalankan bisnisnya tersebut. Dia menghimpun dana dari para investor untuk melakukan akuisisi perusahaan yang sedang kesulitan keuangan. Lamas, perusahaan yang sedang bermasalah itu dibenahi dan dikembangkan sampai membaik sehingga dapat dijual dengan harga yang tinggi.

Usahanya membangun bisnis tidak langsung berjalan mulus. Sandiaga juga kerap berbenturan dengan masalah. "Dunia usaha itu seperti naik sepeda, yakni kerap jatuh-bangun. Hanya keberanian,optimisme dalam memandang masa depan yang membuka jalan untuk mendulang kesuksesan," tambahnya.

Berdasarkan pengalamannya itu, Sandiaga menyimpulkan bahwa unsur kesuksesan itu bersumber dari kerja keras dan menjaga kepercayaan. Sementara relasi hanya menyumbang 30 persen dari kesuksesan. "Pencapaian terbesar saya adalah ketika dapat bertahan dan bangkit kembali dari keterpurukan krisis keuangan di tahun 1997 yang menyebabkan saya menjadi bangkrut dan tidak memiliki pekerjaan," kenangnya.

Peduli Usaha Kecil

Sosok Sandiaga identik dengan usaha mikro kecil menengah (LTMKM). Meski kerap dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dan pernah menjabat Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dia masih peduli terhadap UMKM.

"Pengusaha kecil itu kuat diterpa badai, dan saya memunyai obsesi untuk meningkatkan jumlah pengusaha Indonesia dari 0,18 persen menjadi 5 persen dari total penduduk pada 2025," papar dia.

Sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM dan Koperasi, dia melihat ada tiga masalah yang dihadapi pelaku UMKM, yakni kualitas sumber daya manusia, akses pasar, dan pendanaan. Menurut dia, UMKM selama ini dibiarkan tumbuh sendiri oleh pemerintah tanpa kebijakan yang berpihak. Namun, sektor itu justru mampu bertahan pada saat krisis ekonomi dan menopang perekonomian negara ini.

Belakangan, UMKM justru menjadi pilar penciptaan lapangan kerja dengan kemampuan menyerap karyawan rata-rata 5-10 orang per unit usaha. "Kebijakan yang diperlukan adalah memberi ruang bagi UMKM. Upaya menolong mereka bukan dengan menggusur, melainkan membuat pasar baru untuk berusaha dan membuka akses pasar," tegasnya.

Saat ini, UMKM yang didukung oleh lembaga pembiayaan hanya sekitar dua juta UMKM, yang didominasi oleh usaha makanan, jasa, dan perdagangan. Akses pembiayaan itu pun diperoleh melalui kredit usaha rakyat (KUR) dan tergolong unit usaha kecil-menengah.

Pemberian kredit bagi usaha mikro dinilainya sebagai bentuk intervensi bersama antara pengusaha, pemerintah, dan akademisi untuk memberantas kemiskinan, ladi, dibutuhkan kredit yang tidak menuntut jaminan aset dan yang tidak mencekik bunganya.

Perjuangan membesarkan UMKM masih panjang, namun dia tidak menyerah. Sandiaga mengaku sebagai sosok yang setia dengan perjuangan. Loyalitas itu juga diterapkannya dalam membina rumah tangga.

Bahkan, kata dia, loyalitas merupakan hal yang terpenting dalam membina hubungan berumah tangga. "Seperti juga pada investasi, kita juga harus setia terhadap perjuangan kita, apa yang kita cita-citakan. Lain dengan trader, untung sedikit kabur. Saya tidak," ujar suami dari Noor .v.i.ih itu sambil tertawa.

wen/E-7

Penyaluran KUR Belum Memuaskan

Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengungkapkan, penyerapan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) melambat sejak 2009 hingga kuartal 1/2010. Bahkan, kata Syarifuddin di Jakarta. Jumat (30/4), dalam acara Orientasi Program Kementerian Koperasi dan UKM bagi Wartawan dan stakeholder, penyaluran KUR sampai Maret 2010 belum menggembirakan.

Ia menjelaskan, dari target penyaluran Rp5 triliun dalam kuartal 1/2010 baru tersalur sekitar Rpl.4 triliun. Penyaluran yang melambat tersebut menjadi bahan evaluasi tersendiri bagi seluruh pemangku kepentingan. Tentu ini menjadi bahan evaluasi, tetapi seperti diketahui selama Januari 2010-ini. dunia usaha masih relatif stagnan antara lain karenapembahasan kebijakan menyangkut KIR belum juga final dan baru rampung 1 Februari 2010

Meski telah ditetapkan pada 1 Februari 2010. tetapi kebijakan baru efektif untuk diimplementasikan pada pertengahan bulan tersebut.la menambahkan, dalam 1.5 bulan penyaluran Rpl.4 triliun, ini juga belum maksimal, karena dalam 1,5 bulan seharusnya sudah mencapai Rp2.5 triliun. Kondisi itu disebabkan pada kuartal 1/2010 ini dunia usaha memang masih bergerak relatif lamban. Diharapkan pada kuartal 11/2010 nanti, penyaluran dapat ditingkatkan secara terakumulasi sehingga target penyaluran tahun ini sebanyak Rp20 triliun dapal terealisasi.

Perkembangan KUR mulai melambat sejak 2009 sebagai akibat dari dampak krisiskeuangan global. Selain itu. akibat kesulitan bank dalam mendapatkan debitur baru, menyusul ketatnya ketentuan debitur baru. Perlambatan juga terjadi karena kehati-hatian bank dalam menyalurkan KUR karena kenaikan NPL (kredit bermsalah). serta masih terdapat beda persepsi KUR bagi Koperasi/UKM dan aparat terutama tentang ketentuan agunan tambahan.

"Perlambatan penyaluran KURjuga akibat tidak semua kantor pelayanan bank di daerah dapat melayani KUR." tambah Menteri, Sementara itu. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Menteri Koperasi dan UKM. Choirul Djamhari, mengatakan, lambannya penyaluran KUR disebabkan karena adanya kontraksi kegiata usaha yang tiap-tiap daerah berbeda, (iz)

Pemda Diminta Kendalikan Pertumbuhan Ritel Modern

JAKARTA - Pemerintah daerah (pemda) diminta mengendalikan pertumbuhan ritel modem di wilayahnya. Pasalnya, pertumbuhan ritel modern telah menggerus pertumbuhan pasar tradisional."Kami mengimbau pemda untuk memperhatikan zo-nasi dan jarak ritel modern dengan pasar tradisional," kata Asisten Deputi Sarana dan Prasarana Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi, di Jakarta, lum.it (30/4).

Menurut dia, pemda harus mengendalikan laju pertumbuhan ritel modern lebih lambat disesuaikan dengan kondisi pasar tradisional yang ada di wilayahnya. Tidak hanya itu, pemda juga perlu turut serta memprogramkan revitalisasi pasar tradisional sebagai upaya menyeimbangkan laju pertumbuhan ritel modern.

"Pasar tradisional harus direvitalisasi supaya jangan tergerus pasar modem," kata Ahmad. Riset AC Nielsen pada 2007 menunjukkan pertumbuhan pasar tradisional secara nasional minus 8,1 persen. Kondisi itu berbanding terbalik dengan laju pertumbuhan pasar modern secara nasional yang mencapai 37 persen.

"Kalau dulu ada forum tripartit yang mewadahi pemerintah pusat dengan pemda dan pelaku usaha sehingga kami bisa turut sena mengontrol pertumbuhan pasar modem. Kalau sekarang sudah murni otonomi daerah sehingga domain kami hanya sekadar mengimbau, ungkap dia. Meski begitu, menurut Ahmad, pemda dengan pemerintah pusat perlu berkoordinasi sebagai upaya penyelamatan terhadap pasar tradisional.

Kementerian Koperasi dan UKM sendiri telah merevitalisasi 176 pasar tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia sejak 2003 hingga 2009. "Paling tidak upaya ini kami harapkan dapat menahan laju pertumbuhan pasar modem," tandas dia. Ant/E-2

ADB Dukung Pertumbuhan UKM

JAKARTA - Bank Pembangunan Asia (ADB) akan menginvestasikan lebih dari 25 juta doUar AS untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) di negara-negara ASEAN dan Republik Rakyat China. Dana untuk investasi tersebut akan dihimpun melalui Dana Investasi ASEAN-China II. Menurut ADB, pihaknya berusaha menghimpun 250 juta dollar AS ke dalamjqtal modal ya/ig;dipergunakan un tuk mendukung UKM Asia dan China tersebut. "ADB merencanakan untuk berinvestasi pada perusahaan yang akan memperoleh keuntungan dari meningkatnya perdagangan Antara ASEAN dan China," demikian siaran pers ADB yang dipublikasikan Jumat (30/4).

Seperti diberitakan, sejak Januari 2010, ASEAN-China telah mengimplementasikan persetujuan perdagangan bebas.UKM merupakan sumber ekonomi Asia yang menyediakan sebagian besar tenaga kerja, terutama di beberapa negara seperti Indonesia. UKM juga merupakan mata pencaharian bagi masyarakat miskin, perempuan, dan kelompok rentan lainnya.

Investasi ADB tersebut juga akan membantu meningkatkan minat dari investor lainnya untuk mengumpulkan uang di pasar modal pascakrisis ekonomi global. Menurut ADB, hal itu merupakan salah satu tindak lanjut dari pendanaan ADB sebesar 15 juta dollar AS pada 2004 untuk ASEAN-China.

Bakat vs Usaha

"Potensi yang tidak diledakkan akan tetap menjadi potensi saja, tidak akan terwujud sebagai kemampuan untuk melakukan tindakan" Saya sering mendapatkan keluhan dari mahasiswa maupun peserta training bahwa mereka merasa tidak berbakat memimpin. Kata "tidak berbakat" nampaknya menjadi kambing hitam yang paling mudah. "Jangan salahkan aku kalau aku tidak mampu melakukan hal tertentu karena aku tidak berbakat"demikian kurang lebih pesan yang terkandung dalam pernyataan mereka. Namun saat saya tanyakan kepada yang merasa "tidak berbakat" mengenai sudah seberapa jauh mereka belajar, berlatih dan mencoba, mereka mulai mencari-cari alasan. Mereka katakan bahwa walaupun belum mencobanya tetapi mereka tahu dan bisa merasakan kalau mereka tidak berbakat. "Seperti ejakulasi dini saja, belum apa-apa sudah loyo"demikian saya sering meledek.

Berkaitan dengan masalah bakat, dalam suatu kesempatan pelatihan kepemimpinan saya memulai dengan pertanyaan "Apakah Anda percaya bahwa para pemimpin besar memang dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin? Atau Anda lebih percaya bahwa para pemimpin besar ditempa dalam perjalanan hidupnya sehingga menjadilah ia seorang pemimpin?"

Namun bukan sekedar jawaban tentunya yang kita cari. Kita ingin mendapatkan jawaban yang memiliki landasan pemikiran yang kuat, yang based on evidence, yang berdasarkan bukti! Bisakah kita membuktikan bahwa seseorang memang dilahirkan untuk menjadi pemimpin? Apa buktinya pemimpin itu ditempa dan dibentuk?

Banyak keturunan pemimpin juga menjadi pemimpin. Saya tidak akan memperdebatkan masalah ini dari aspek genetika karena memang hal tersebut bukan dalam bidang keahlian saya. Namun demikian saya yakin bahwa manusia dilahirkan dengan potensi sendiri-sendiri. Setiap manusia itu unik. Tidak ada yang sama persis. Meskipun seorang manusia dilahirkan seperti halnya kertas putih bersih yang belum tercoret, mereka di-anugrahi potensi yang berbeda antara satu dengan lain. Saya termasuk yang tidak yakin bahwa manusia dilahirkan dengan potensi yang sama. Oleh karenanya saya katakan berulang kali bahwa manusia memiliki potensi yang unik antara satu orang dengan lainnya.

Seorang anak yang lahir dari pasangan yang cerdas memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk memiliki potensi kecerdasan seperti halnya orang tuanya. Ini logika yang wajar saja. Buah akan akan jatuh tidak jauh dari pohonnya. Kalau bakat dan sifat orang tuanya menurun kepada anaknya itu tentunya sudah sewajarnya. Namun ingat, yang diturunkan kepada anaknya masih bersifat potensi. Poterfti itu akan tetap diam tidak akan menjadi realitas kalau tidak diwujudkan dalam tindakan.

Kalau kita bicara tentang bakat, harus diakui bahwa orang yang memilki bakat tertentu akan belajar lebih cepat dari pada yang kurang berbakat. Namun perlu dicatat di sini bahwa orang yang berbakat seni tetapi tidak mau belajar seni tidak akan memiliki kemampuan seni. Mengapa? Karena bakat itu hanya berupa potensi. Kalau potensi tersebut tidak diledakkan ya akan tetap menjadi potensi saja. ") Agung Praptapa adalah penulis buku, dosen, konsultan bisnis, dan trainer di bidang personal and organizational development.

Pemanfaatan KUR Belum Optimal

Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, pemanfaatan program pemerintah Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para usahawan mikro dan kecil belum optimal. "Masih banyak usahawan mikro dan kecil yang belum memanfaatkan KUR." kata Menkokesra Agung Laksono dalam acara "Musyawarah Nasional ke-2 Asosiasi Perusahaan Teknik Mekanikal dan Elektrikal (APTEK) Indonesiadi Jakarta, Kamis.

Menteri menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2008 terdapat 51,25 juta unit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) atau 99,99 persen dari seluruh pelaku usaha nasional. Namun pada saat ini, baru sekitar tiga juta usahawan mikro dan k,ecil yang memanfaatkan kredit usaha rakyat Menteri menambahkan, upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengoptimalkan program KUR adalah dengan melakukan sosialisasi dan mempermudah semua prosesnya. "Harus dilakukan sosialisasi kepada para pengusaha mikro dan kecil bahwa mereka bisa menikmati KUR."katanya.

Agung Laksono juga mengatakan, melalui program KUR, pemerintah telah menempatkan dana penjaminan bagi penyaluran kredit mikro sebesar RpS juta hingga Rp500juta oleh enam bank pelaksana. Menteri juga menambahkan, pada tahun 2010 pemerintah menyiapkan total Rp20 triliun untuk program Kredit Usaha Rakyat itu .

Meski tidak menyebutkan berapa jumlah yang sudah terserap hingga saat ini, Agung mengatakan pemerintah punya rencana untuk meningkatkan jumlah anggaran untuk KUR pada 2011 apabila pemanfaatan KUR oleh para pelaku usaha semakin optimal. "Karena itu, perlu ditingkatkan upaya sosialisasi agar semakin banyak dana terserap dan jumlah anggaran yang dipersiapkan untuk KUR bisa terus meningkat," katanya.

Berdasarkan catatan yang ada, realisasi KUR per Maret 2010 sebesar Rp 18.632,9 miliar untuk 2.577.751 debitur atau rata-rata kredit per debitur Rp 7,23 juta. Sedangkan realisasi KUR per 28 Februari 2010 sebesar Rp 17.881,8 miliar untuk 2.505.261 debitur atau rata-rata kredit per debitur Rp 7,14 juta. Realisasi kredit meningkat sebesar Rp 751,1 miliar (4,20%), debitur meningkat sebanyak 72.490 (2,89%) dan rata-rata kredit naik sebe sar Rp 0,09 juta atau (1,27%).

Ikrar Tingkatkan Franchise Pendanaan

JAKARTA-PT Bank Danamon Tbk memiliki direktur utama baru, yaitu Ho Hon Cheong yang akrab disapa Henry Ho. Dia menggantikan Direktur Utama Danamon sebelumnya. Sebastian Paredes. "Dewan Komisaris bersama Komite Nominasi dan Remunerasi sudah melakukan penelusuran secara global untuk mencari pemimpin Danamon yang baru setelah menerima permohonan pengunduran diri Sebastian Paredes pada Januari 2010," kata JB Kristiadi. Wakil Komisaris Utama Danamon selepas RUPST Bank Danamon di Jakarta, Kamis (29/4).

"Saya merasa terhormat untuk kembali bekerja di Indonesia. Saya merasa yakin prospek Danamon sangat baik di masa mendatang," kata Henry Ho, Direktur Utama Danamon yang baru. Sebagai salah satu bank terbesar.lanjutnya, Danamon akan terus menjalankan peranannya dalam mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Ia mengungkapkan di bawah kepemimpinannya, Danamon memiliki strategi untuk terus melanjutkan ekspansi di segmen mass market, meningkatkanfranchise pendanaan, dan menumbuhkan pangsa pasar di bidang-bidang UKM, komersial , dan korporasi."Ada begitu banyak peluang yang menanti kami. Tugas saya adalah membawa Danamon ke tingkat yang lebih tinggi," tandasnya Henry Ho. UPST juga menyetujui penunjukan anggota baru Direksi Perseroan, yaitu Michellina Laksmi Triwardhany, Pradip Chhadva.dan Satinder Pal Singh Ahluwalia. RUPST juga menyetujui perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah Danamon.

Ernest Wong Yuen Weng diangkat menjadi Komisaris Perseroan, menggantikan Victor Liew Cheng San. Sementara Ir H Adiwarman A. Karim, SE, MBA. salah satu anggota Dewan Pengawas Syariah Danamon, digantikan oleh Drs H Karnaen A Perwataatmadja MPA FIIS

51 UKM Siap Tampung Minat dan Hobi Mahasiswa

MENURUT Ketua BEM REMA UPI Irfan Ahmad Fauzi, UPI merupakan kampus ilmiah, edukatif, dan religius. Idiom tersebut menjadi kebanggaan mahasiswa UPI. "Dan kami benar-benardisiapkan untuk menjadi pendidik. Kami merupakancalorvcalon tauladan generasi baru Indonesia," ujar Irfan. Selain menjalani perkuliahan , para mahasiswa UPI juga dapat memilih aktvitas di 51 unit kegiatan mahasiswa (UKM)yang terdiri atas unit kegiatan bidang penalaran, bidang keagamaan, bidang teknologi, bidangolahraga, bidang seni dan budaya, bidang pengabdian, bidang penyiaran dan pemberitaan, serta bidang kewirausahaan.

Irfan mengungkapkan, beberapa UKM telah menunjukkan prestasi yang membanggakan. Misalnya, Komunitas Pecinta Robot (Kompor) yang dapat menciptakan mesin penyiram berbasis mikrokontroler dan Teater Lakon UPI yang sudah mencetak banyak prestasi, (krisiandi sacawisastra)

Pembiayaan Ekspor Dukung Pertumbuhan

Potensi pasar dari segmen pembiayaan ekspor {trade finance) terutama untuk sektor komoditas masih sangat besar menyusul besarnya produksi komoditas nasional apalagi menghadapi pulihnya perekonomian Asia dan dunia pada umumnya.Oleh karena itu, PT Bank DBS Indonesia menggenjot segmen kredit usaha kecil dan menengah (UKM) serta trade finance tersebut guna mendukung target pertumbuhannya tahun ini dan berikutnya.

"Kami menginginkan pertumbuhan yang besar hingga beberapa tahun ke depan dari segmen UKM dan juga trade finance sekitar 40 persen per tahun," kata Head of Global Transaction Services Bank DBS Indonesia, Stephen Lee, Kamis (29/4). Dua segmen tersebut, khususnya trade finance, selama ini menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar bagi bank itu. Target pertumbuhan sebesar minimal 40 persen itu diakui Stephen cukup tinggi dibandingkan proyeksi per-tumbuhan rata-rata segmen kredit lainnya.

Fokus pada trade finance didorong potensi ekspor komoditas Indonesia yang sangat besar seperti dari karet, kopi, kelapa, gula, pupuk. Segmen ini juga yang membuat posisi DBS cu-kup kuat di kawasan Asia khususnya India, Cina, Hong Kong, Singapura, dan beberapa negara lainnya.

Target pertumbuhan tadi juga jauh lebih tinggi dari realisasi pada 2009 yang hanya 18persen di tengah penurunan kinerja ekonomi. Stephen mengakui pertumbuhan trade finance tahun lalu melemah karena dampak resesi global, namun angkanya relatif masih sehat. Pertumbuhan kredit perseroan tahun lalu juga lebih lambat dari penghimpunan dananya sehingga terjadi kelebihan likuiditas. Kondisi Itu, menurut Stephen, masih terjadi hingga triwulan pertama tahun ini karena siklus musiman setiap tahun.

Direktur Utama Bank DBS Indonesia, Hendra Gunawan, menambahkan pihaknya memiliki strategi fokus di segmen UKM, trade financing, dan cash management guna mendongkrak penumbuhan guna mencapai visi masuk 10 bank dengan aset terbesar di Indonesia. Analis PT Bhakti Securities, Alida hartanto, menilai bank-bank terafiliasi asing umumnya memiliki kelebihan dalam ketersediaan dana, valas dan struktur biaya dana [cost of fund) pada kredit valas yang jauh lebih murah. dld/E-8

Kewirausahaan Kita

Awal pekan ini, di Washington berlangsung Konferensi Tingkat Tinggi Kewirausahaan yang diprakarsai oleh Presiden AS Barack Obama. Forum yang oleh Obama dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan dunia Islam itu juga menjadi ajang langka temu para wirausaha (entrepreneur) dari lebih dari 60 negara di dunia.

Hal yang menyejukkan di tengah krisis ekonomi global yang masih berlangsung sekarang ini, kewirausahaan ter-nyata tidak mati. Sesuai karakter keberanian mengambil risiko, barisan wirausaha baru justru tumbuh di tengah krisis. Salah satu indikasinya, separuh lebih perusahaan dalam daftar Fortune 500 didirikan pada masa resesi atau masa keterpurukan pasar modal.

Kewirausahaan juga menjadi kunci penting kemajuan ekonomi Korsel, Taiwan, China, dan India. Di kita, kewirausahaan, baik ekonomi maupun sosial, adalah titik di mana kita masih sangat lemah. Kita mengakui peran penting kewirausahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan masyarakat Namun, dari pengalaman kita, budaya dan tradisi kewirausahaan tak mengalami pertumbuhan sebagaimana diharapkan sebagai akibat berbagai distorsi kebijakan yang kita ciptakan sendiri.

Kita memiliki sejumlah wirausaha yang dipuji-puji Obama karena berhasil memberikan sumbangan penting bagi perbaikan kehidupan masyarakat. Kita juga menyambut baik lahirnya para wirausaha muda di berbagai bidang ekonomi dan sosial, termasuk industri kreatif yang mulai menjamur di Tanah Air, akhir-akhir ini . Namun, dibandingkan dengan banyak negara lain, kita masih sangat tertinggal. Melempemnya budaya dan tradisi kewirausahaan menjadi penyebab ketertinggalan kita dalam segala bidang dan dalam membuat lompatan-lompatan inovasi Mengutip Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMJKM dan Koperasi Sandiaga S Uno, dari sekitar 240 juta penduduk kita, hanya sekitar 0,18 persen yang menjadi wirausaha

Struktur dunia usaha kita didominasi UMKM yang jumlahnya mencapai 99,8 persen atau sekitar 51 juta unit Artinya, satu dari setiap lima penduduk adalah pengusaha. Sayangnya, karena berbagai kendala, sebagian besar dari mereka tetap kerdil dan sulit naik kelas atau berkembang. Dengan demikian, terjadi middle hollow dan kekeroposan .dalam perekonomian nasional karena kekosongan di tengah akibat absennya pelaku usaha skala menengah.

Dengan tingginya tuntutan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi tinggi dan lapangan kerja, peran swasta dan wirausaha akan semakin penting ke depan. Penciptaan kelas entrepreneur tidak hanya menuntut perbaikan iklim usaha dan rezim kebijakan, tetapi juga dukungan semua pihak, termasuk perbankan, dunia pendidikan, masyarakat madani, dan dunia usaha sendiri.

Ramai-ramai Kembangkan Software UKM

u

Selama ini UKM kesulitan . mengakses software yang dikembangkan perusahaan pengembang, baik lokal maupun asing. Hal ini bukan karena mereka tidak membutuhkan software, tapi karena harganya yang terlalu tinggi.
Anjar Fahmlarto
Jumlah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia sangat banyak. Malahan menurut berbagai data, jumlah UKM sekitar 99 persen dari total jumlah usaha yang ada di Indonesia. Dan menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, pada 2007 jumlah UKM (termasuk usaha mikro) mencapai 49,82 juta unit. Angka ini naik signifikan pada 2008 menjadi 51,26 juta.unit.

Meskipun jumlahnya mayoritas, UKM masih menemui banyak kendala. Antara lain pada sistem pembukuan dan akuntansi. Penerapan teknologi informasi (TI) pada UKM juga masih relatif rendah, salah satu faktanya, penggunaan piranti lunak (software) yang belum melembaga. Untuk mengatasi kendala tersebut, sejumlah pengembang software, baik lokal maupun asing, banyak yang mengembangkan produk untuk UKM. Masuk akal, karena dari sisi bisnis, potensi UKM sangat besar.

Menurut dosen, peneliti dan CEO PT Brainmatics Cipta Informatika yang bergerak di bidang software development and consulting, Romi Satria Wahono, jumlah perusahaan pengembang piranti lunak di Indonesia mencapai 400 perusahaan. Dari jumlah itu sekitar 70 perusahaan aktif mengembangkan software untuk bisnis, termasuk UKM.

"Kebanyakan software yang dikembangkan tentang bisnisnya, misalnya payroll, akuntansi, dan perpajakan. Sebab hal-hal inilah yang banyak dibutuhkan oleh para UKM," ujar Romi kepada Republika, Senin (26/4). Romi menyatakan, selama ini UKM kesulitan mengakses software yang dikembangkan perusahaan pengembang, baik lokal maupun asing. Hal ini bukan karena mereka tidak membutuhkan software, tapi karena harganya yang terlalu tinggi.

"Kalau UKM harus mengeluarkan uang Rp 30 juta untuk membeli software, tentu mereka akan pikir-pikir. Sebab harus disesuaikan dengan biaya lain dan keuntungan yang diperolehnya. Oleh karena itu kini banyak pengembang software yang mulai menurunkan harga agar lebih terjangkau para UKM," tambahnya.

PT Zahir Internasional yang mengembangkan software akuntansi untuk UKM,malah telah menyediakan priranti dengan baragam penawaran harga dan spesifikasi. Menariknya, software Zahir ditawarkan kepada UKM di Indonesia dengan harga terjangkau. Direktur PT Zahir Internasional, Muhammad Ismail Thalib, software akuntansi yang dikembangkan Zahir memang dikembangkan untuk membidik kalangan usaha kecil menengah. "Software ini kami buat sesuai dengan kebutuhan UKM di Indonesia sehingga harganya terjangkau," ujarnya.

Menurut Ismail, piranti lunak buatan dalam negeri kualitasnya lebih bagus dibandingkan buatan luar negeri. Sebab produk lokal lebih sesuai dengan karakter dan kebutuhan lokal. Sedangkan produk asing belum tentu sesuai dengan kebutuhan para penggunanya di dalam negeri.

"Di luar juga banyak software untuk UKM yang dibuat Amerika, Australia, Malaysia, dan Singapura. Tapi tidak semua- nya bisa diaplikasikan di sini karena kondisinya memang berbeda," katanya. Sedangkan Presdir PT Zahir Internasional, Fadil Fuad Basymeleh, mengatakan kalangan UKM perlu melakukan investasi software akuntansi untuk mengetahui perkembangan bisnis, serta membantu pengambilan keputusan maupun langkah-langkah untuk perbaikan bisnismereKa.

Sayangnya masih banyak UKM yang beranggapan investasi di bidang teknologi informasi (TI), termasuk software aku-tansi itu mahal. Padahal tidak semua software mahal. "Harga yang kami tawarkan sangat bersahabat, apalagi bila dibandingkan dengan software sejenis buatan asing atau impor. Harga Zahir Accounting hanya Rp 1 juta sampai Rp 15 juta," ujar Fadil.

Sejak Desember 2008, Zahir meluncurkan paket khusus sistem prabayar {pre paid) yang disebut Zahir Merdeka. Dengan paket prabayar yang memakai sistem sewa itu, kata pelaku UKM dapat menghemat pengeluarannya untuk investasi TI.

Ada empat pilihan paket untuk menggunakan Zahir Merdeka yang bisa disesuaikan untuk kebutuhan usaha. Edisi Small Business Accounting dijual Rp 34 ribu, edisi Flexy Money Rp 130 ribu, Flexy Trade Rp 137 ribu, dan terakhir Personal juga Rp 137 ribu. Semua harga itu untuk mengaktifkan software selama 30 hari.

"Produk yang kami kembangkan memiliki kemampuan menyajikan berbagai data perusahaan dalam bentuk laporan, analisis, maupun grafik secara otomatis. Hal itu sangat memudahkan manajemen atau pemilik dalam mengambil keputusan strategis," kata Fadil.

PT SAP Indonesia juga mengembangkan software untuk UKM bernama SAP Business One untuk perusahaan kecil dan SAP Business All in One untuk perusahaan menengah. SAP Business One ditawarkan dengan harga terjangkau, mudah, dan cepat diimplementasikan (hanya makan waktu rata rata 1-3 bulan). Software ini cocok digunakan untuk perusahaan distribusi.

Sedangkan SAP Business All in One mengambil komponen dari solusi paling canggih (SAP Business Suite) dan dipaketkan untuk perusahaan menengah. Di dalamnya mengandung SAP Best Practices, berdasarkan praktek bisnis terbaik sejumlah industri di dunia. Software ini cocok digunakan untuk 26 macam industri antara lain retail, produk konsumen, otomotif, dan pertambangan. Solusi SAP Business All-in-one dapat diimplementasikan dalam 6 -12 bulan.

"Investasi solusi software sifatnya jangka panjang. Hal inilah yang perlu dipertimbangkan oleh para UKM. Dan kami menyediakan solusi yang cocok bagi mereka," ujar Marketing Manager PT SAP Indonesia, Jessica Schwarze .

Menurut Jessica, banyak UKM yang masih menggunakan in house developed system atau sistem yang dikembangkan sendiri. Solusi yang dikembangkan sendiri ini banyak kelemahannya. Umumnya solusi in-house tidak mampu mengintegrasikan unit-unit bisnis yang berbeda-beda. Karena data entry dilakukan berulang kali, akurasi data kerap menjadi masalah.

Selain itu, solusi in-house tidak adaptif terhadap perkembangan perusahaan. Dengan mengimplementasikan software yang sudah terpercaya, UKM bisa memperoleh solusi yang siap pakai dan terbukti efektif. "Dalam hal ini perusahaan dapat fokus pada inovasi dan pertumbuhan karena back office serta reporting dapat di-otomasikan secara sempurna. Karena data yang diperoleh dari sistem akurat, manajemen juga dapat membuat keputusan secara lebih cepat dan tepat," papar Jessica. ed bibi

Koperasi Harus Gaul

JAKARTA- Kementerian Koperasi dan UKM mendorong Lembaga Keuangan Mikro (LKM) melaksanakan pemeringkatan koperasi. Pemeringkatan bertujuan membuat mudah akses pihak ketiga atau perbankan dalam penyaluran kredit. LKM sendiri yang mengeluarkan sertifikat pemeringkatannya.

"Sistem pembangunan kelembagaan koperasi harus terus diperkuat. Dengan kata lain, koperasi juga harus gaul dalam sistem pasar bisnis nasional, seperti manajemen yang baik dengan mengikuti kaidah-kaidah dan aturan yang berlaku dalam bisnis," ungkap Untung Tri Basuki, deputi Kelembangan Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM, di ruang kerjanya, gedung Kemenkop dan UKM, kawasan Kuningan, Jakarta, kemarin.

Menurut Untung, koperasi jadi domain Kementerian Koperasi dan UKM. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM berusaha mengarahkan pembinaan kepada kelompok-kelompok arisan, usaha bersama, PKK, dan semua yang belum bisa berkoperasi untuk jadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). "Nah, pemeringkatan ini bertujuan juga mengukur kapasitas akuntabel koperasi itu. Atau mengukur sebuah koperasi baik atau tidak. Sehingga pihak ketiga yang membutuhkan untuk menyalurkan dana perbankan koperasi bisa mudah mengakses," urainya. Koperasi yang masuk pemeringkatan ini mendapat sertifikat. Sertifikat ini membuktikan bahwa ,

Program Keahlian Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi

Merancang Studi Mulai Dari Teon Produhsi Hingga Pendistribusian Produk Makanan
Program Keahlian Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi merancang studi mulai dari teori, produksi, hingga pendistribusian produk makanan Disimlahtempatnyajika ingin mempunyai kompetensi dan mempunyai kemampuan merencanakan menu di industri jasa makanan, baik restoran, katering, maupun jasa boga lainnya. Di program keahlian ini, mahasiswa juga merencakan dan mengawasi pengadaan bahan manakan di industri jasa makanan, mengolah dan menyajikan makanan dengan memperhatikan aspek gizi, diet, serta kulinari.

Program keahlian yang mempunyai akreditasi A dan Badan Akreditasi Nasional ini, mengajarkan mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Manusia, Gizi dan Penyakit Dekorasi Hidangan, Makanan Oriental. Makanan Kontinental, Cipta Boga dan Diet, Keamanan Pangan, Dietetik, Manajemen, serta Produksi dan Boga Pengolahan Pangan-yang menjadi ciri khasnya. Semua mata kuliah tersebut didukung oleh fasilitas berupa laboratorium gizi dan kulinari yang memadai dan modem.

Peluang kerjanya pun terbuka luas. Mulai dari Supervisor di industri jasa makanan (katering, restoran, instalasi gizi rumah sakit), bagian pengadaan danpenyimpanan bahan makanan, bagian produksi makanan, bagian pelayanan dan distribusi makanan; ahli kuliner dan food stylist, serta asisten konsultan gizi. Untuk tugas akhir mahasiswa diwajibkan melakukan pengembangan produk makanan, mulai dari membuat kreativitas jenis makanan baru dan mengembangkan makanan daerah.

Program Keahlian ini merancang studi mulai dari teori, produksi, hingga pendistribusian produk makanan atau menjual makanan hasil olahan praktikum (di sekitar kampus) dengan nilai tambah, yaitu memperhitungkan nilai gizi dan kalori nya, yang disesuaikan dengan kebutuhan, apakah untuk kebutuhan sarapan, atau makan siang.

Untuk pembuatan laporan tugas akhir, mahasiswa melakukan magang sebanyak dua kali. Pertama di rumah sakit, yang kedua magang dengan tema Pengembangan Usaha Jasa Boga (PUJB) di restoran, hotel, katering, dan kantin.

Khusus untuk kantin, Program Keahlian Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi mempunyai kantin sendiri di lokasi kampus, yang dinamakan kantin Sehati (sehat dan bergizi) Di kantin ini mahasiswa harus melakukan magang selama dua bulan secara bergilir.

Pengertian magang di sini berbeda dengan magang di rumah sakit atau di perusahaan. Di sini mereka dididik berwirausaha, merencanakan sendiri program kerja yang akan dilakukan, merancang produk apa yang akan dijual, mengorganisasikan tim, serta mengelola keuangannya. Dengan demikian, secara tidak langsung mereka belajar mengelola restoran sendiri.

Agribisnis, Peluang Pemain Utama Dunia Pertanian

Saat membuka Agrinex International Expo di Jakarta Coyention Center beberapa waktu lalu, Wakil Presiden Boediono mengatakan bahwa Indonesia berpeluang menjadi pemain ulama pertanian dunia, jika pertanian bersinergi dengan sektor lainnya Untuk meraih peluang tersebut, para akademisi, petani, pemerintah pusat dan daerah, perlu bekerjasama dalam mengembangkan sektor agribisnis.

Menjawab tantangan tersebut, terdapat beberapa kunci yang harus diupayakan yakni infrastruktur, kualitas SDM untuk meningkatkan produktivitas dan penggerak agribisnis, serta penguatan dalam bidang perdagangan komoditas. Program Keahlian Manajemen Agribisnis Diploma IPB turut berperan aktif untuk mengupayakan SDM berkualitas di bidang Agribisnis, dengan menghasilkan wirausahawan dan manajer lini pertama yang mampu mengelola agribisnis skala kecil dan menengah

Dalam pendidikannya, mahasiswa Program Keahlian Manajemen Agribisnis akan memiliki kemampuan menciptakan dan mengelola agribisnis secara mandiri dan mampu menjadi manajer umum maupun fungsional di lini pertama dalam bidang produksi, keuangan, pemasaran, dan personalia pada suatu perusahaan

Dengan demikian selain mereka dapat menjadi wirausahawan di bidang agribisnis, para lulusan program keahlian ini dapat bekerja sebagai staf di berbagai lembaga atau instansi yang terkait dengan agrbisnis seperti lembaga keuangan (bank dan nonbank), institusi pemerintah, lembaga penelitian, perusahaan perdagangan, dan industri pengolahan. Selain itu mereka dapat menduduki jabatan di manajer umum dan fungsional lini pertama dalam bidang produksi, keuangan, pemasaran, dan personalia di berbagai perusahaan agribisnis.

Basahnya Lahan Perikanan Menularkan Sikap Berwirausaha

Potensi sumber daya alam Indonesia maupun dunia masih banyak belum digali. Terlebih untuk wilayah perairan yang masih luas dan belum banyak campur tangan manusia. Dengan potensi tersebut maka menjadi kewajiban kita untuk mengembangkannya yakni dengan berwirausaha di bidang tersebut.

Tidaklah mudah dalam mengembangkan jiwa wirausaha tanpa diimbangi sikap dan mental serta keterampilan dalam menjalankan wirausaha yang akan digeluti. Untuk itu, diperlukan pendidikan yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut, seperti yang tercantum dari tujuan pendidikan Program Keahlian Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya Diploma IPB. Program keahlian ini menghasilkan tenaga ahli madya dan wirausaha yang kompeten dalam memproduksi perikanan budidaya (baik pembenihan maupun pembesaran) termasuk menangani pengadaan sarana produksi dan hasil panen.

Program Keahlian Teknologi produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya atau yang lebih dikenal dengan PK IKN, mampu memberikan keterampilan dalam mengembangkan wirausaha yang dibutuhkan di dunia kerja.
Pengajaran beberapa mata kuliahnya terlibat aktif dalam pengembangan produk yang dihasilkan di lapangan. Seorang mahasiswa IKN ketika masih kuliah sudah dibiasakan berwirausaha. Mereka menjalankan

Oleh Andri Hendriana, S.Pi. Dosen PK IKN Diploma IPBbeberapa mata kuliah yang menangani secara langsung proses wirausaha pada produk perikanan, tanpa menggangu perkuliahan lainnya. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu dalam kegiatan wirausaha skala usaha kecil Dengan adanya kegiatan wirausaha ini, karakter dan mental mahasiswa ditumbuhkan, selain itu mereka dapat membuka jaringan dalam usaha perikanan.

Kegiatan yang sering dilakukan mahasiswa ketika masih kuliah adalah memulai usaha pembenihan dan pembesaran ikan, termasuk ikan hias dan ikan konsumsi Selain menghasilkan produk perikanan, tak jarang mahasiswa aktif pada kegiatan yang diselenggarakan baik dinas perikanan atau swasta dengan membuka stan perikanan yang didalamnya memamerkan produk yang mereka hasilkan. Dengan adanya sikap berwirausaha, para lulusan diharapkan dapat membuka usaha sendiri, sehingga dapat mengurangi pengangguran di masyarakat. Yang penting, memulai usaha di bidang perikanan tidaklah terlalu sulit, yang penting ada kemauan untuk berusaha.

Ada istilah yang tertanam dalam benak seorang aquakultur (budidaya) yang berwirausaha di bidang perikanan " As long as water still consist in eart aquaculture never die". Dengan kata lain tidak ada yang tidak bisa dijalankan dalam berwirausaha di bidang perikanan

UKM Minuman Tradisional Semakin Terpuruk

Saat ini sangat gampang menemukan berbagai jenis minuman dalam bentuk kemasan atau sachet. Paling banyak adalah jenis minuman kopi. Bahkan dengan semakin ketatnya persaingan, banyak produsen kopi yang melakukan inovasi memasukan bahan baku lokal seperti jahe, contohnya kopi jahe instan, kopi ginseng dll.

Munculnya minuman kopi dengan berbagai varian tersebut -ternyata berdampak pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak dalam bidang minuman tradisional. Di Kab. Bandung salah satu-nya. Ada beberapa kecamatan yang memiliki UMKM bidang minuman instan jahe, bandrek atau bajigur seperti di Kecamatan Pengalengan dan Ciwidey. Mereka mulai terimbas dengan makin banyaknya produk minuman instan kopi jahe atau kopi ginseng tersebut

"Sekarang semakin sulit menjual minuman instan bandrek dan bajigur, kalah bersaing dari segi jumlah produksi, promosi dan harga dengan produsen besar pembuat kopi,"ujar Enung Nur-yanti, Direktor PT Pusaka Kujang Mas, produsen minuman bandrek dan bajigur instan. My Me.

Enung awalnya menjual bandrek dan bajigur cair dalam kemasan botol yang dijual di lokasi wisata Ciwidey dan Pengalengan. Pada tahun 2005, baru membuat bandrek dan bajigur dalam kemasan sachet mirip kemasan kopi instan. Awal usahanya berjalan lancar, namun sejak krisis ekonomi global melanda, usahanya goyah. Harga bahan baku khususnya gula pasir dan gula merah naik hingga 100%. Kerjasama dengan pabrik dan distributor besar pun terpaksa dibatalkan karena secara hitungan ekonomis tidak lagi me-nguntungkan bisnisnya. Separuh dari karyawannya pun terpaksa berhenti bekerja.

"Sampai saat ini harga gula pasir masih di atas Rp8.S00, ini masih mahal tetapi sudah lebih baik meski produksi bandrek dan jahe masih belum kembali normal. Tahun lalu harganya tembus Rp9.000 per kg, usaha kecil kami terpaksa mengurangi produksi," kata dia. Sebelumnya MyMe diproduksi Enung hingga 6 juta sachet, namun kini kurang dari separuhnya saja.Padahal pasar MyMe sudah luas bahkan hingga di pasarkan keluar Jawa dan luarnegeri.

Kebanyakan usaha kecil di Kab. Bandung belum bisa melakukan produksi massal dan berpromosi seperti halnya pabrik kopi besar. Dia berharap pemerintah setempat bisa membantu dalam promosi tersebut, misalkan sering mengadakan pameran. Diajuga berharap Pemkab. Bandung mau mengimbau pihak hotel untuk menyajikan wellcome dring kepada tamunya dalam bentuk minuman tradisional. Selama ini selalu saja disajikan minuman eropa, mengapa tidak mencoba dengan minuman lokal saja, ujarnya.*mh

Kadin Fasilitasi Kredit Usaha Rakyat

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor, memfasilitasi kredit bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayali Kabupaten Bogor melalui Bank Jabar Banten Cabang Cibinong pada Rabu (28/4).

"Kami bersyukur dengan fa- silitas yang disediakan Kadin, kami mendapat informasi dan bisa mengajukan kredit di Bank Jabar. Sebab, selama ini permodalan masih menjadi masalah untuk mengembangkan usaha kami." ungkap salah satu pengrajin sepatu asal Kecamatan Ciomas Zakarsih yang hadir dalam sosialiasi Kredit, Usaha Rakyat (KUR) dan Mikro Utama Bank Jabar Banten, kemarin.

Ia juga mengatakan tanpa modal yang cukup, para pengrajin tidak akan mampu me- ngembangkan usahanya. Apalagi, kata dia. pengrajin sepatu hanya bisa bekerja jika ada order atau pesanan. "Selain pemasaran yang baik, kami me-, mang membutuhkan kredit sebagai modal meningkatkankualitas dan kuantitas produksi." ujar pria yangjuga Ketua Asosiasi Pengrajin Sepatu Ciomas Bogor.

Pimpinan Bank Jabar Banten Cabang Cibinong Cahya mengatakan pihaknya telah menyiapkan dana sekitar Rp28 miliar untuk menyalurkan kredit kepada pelaku usaha produktif di Kabupaten Bogor. Mereka lanjut dia. bisa mencairkan kredit dari Rp5 juta hingga Rp50 juta hanya dengan jaminan sebesar 40 persen berupa sertifikat. "Untuk menghindari pemanfaatan oknum, kami akan selektif menyalurkan kredit ini. Jangan sampai kredit ini macet." kata Cahya.

Sementara Itu, Kadin Kabupaten Bogor telah menyiapkan pembinaan sebagai bentukantisipasi macetnya kredit. Menurut Kelua Kadin Kabupaten Bogor Tb Nasrul Ibnu HR. selain memiliki identitas yang jelas dan memiliki Kartu Tanda Anggota Kadin, pelakuusaha juga nantinya akan dibina dengan berbagai pelatihan yang bersifat Informal."Kami akan memfasilitasi suatu forum yang bisa mempertemukan para pelaku

UMKM agar nantinya mereka saling berbagi pengalaman. Tak hanya itu. kamijuga akan membina sistem manajerial UMKM yang bersifat Imple-mentatif," kata Nasrul. (ugl)

HSBC Jembatani Pelaku Bisnis

Sosialisasi dan edukasi pada pelaku bisnis termasuk UKM merupakan kunci penting untuk mengatasi dampak-dampak negative yang sering dikhawatirkan sejak berlakunya ACFTA (ASEAN-China Free Trade Agreement). Hal itu dikatakan oleh Sandiago Uno, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang UMKM dan Koperasi dalam seminar yang diadakan HSBC yang bertema ASEAN-Free Trade Agreement-.Challenges and Opportunities di Jakarta pada 22 April 2010 lalu.

Hadir sebagai pembicara diantaranya Mark Emmerson, Head of Corporate Banking HSBC, Jeffrey C Tjoeng, Head of SME HSBC Muhammad Lutfi, pakar investasi dan perdagangan luar negeri , Suherman Wihardja, pengusaha, Sandiaga Uno, Wakil ketua Umum Kadin Indonesia bidang UMKM dan Koperasi.

Sandiago berpendapat jika tetap berpedoman pada offend is the defend dan melalui sosialisasi dan edukasi yang tepat maka para pelaku bisnis di Indonesia dapat lebih mempersiapkan diri secara matang dan memaksimalkan potensi mereka dalam menghadapi ACFTA.

Sedangkan Jeffrey C Tjoeng, Head of SME HSBC menilai bahwa ACFTA adalah tantangan untuk semuanya, sehingga untuk memanfaatkan moment tersebut, diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak. Ia juga berharap dalam seminar tersebut UKM Indonesia dapat terbantu dalam memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin dengan melihat potensi bisnis di luar negeri.

Sementara itu menurut survey yang dilakukuan HCBC terlihat dalam 2 tahun ke depan, 20% UKM berencana melakukan ekspansi keluar negeri. Namun ada sejumlah kendala yang dihadapi oleh para UKM dalam merambah bisnis luar negeri. Diantaranya Kondisi perekonomian yang tidak stabil (kredit, nilai tukar, tingkat suku bunga) mencapai 35%, kurangnya pengetahuan atau kontak dengan pasar luar negeri 25%, biaya untuk servis yang essensial seperti biaya pengiriman, logistik, dan penyimpanan, margin keuntungan yang tidak mencukupi 12%, kurangnya permintaan atas produk anda 12%, Peraturan Pemerintah 11% dan pembeli/ pemasok tidak menepati perjanjian perdagangan yang telah disetujui 5%.

Dalam hal ini HSBC memberikan solusi yang efektif untuk para pelaku bisnis. "Kendala-kendala tersebut dapat diselesaikan dengan memilih partner perbankan yang tepat. Misalnya, untuk kendala pertama (kondisi perekonomian tidak stabil), perbankan menawarkan solusi penukaran mata uang asing yang kompetitif. HSBC juga menawarkan bantuan untuk menghubungkan pengusaha lokal dan pengusaha di luar Indonesia dengan bantuan jaringannya di lebih dari 86 negara dan wilayah. HSBC juga menawarkan Business Vantage, account khusus bagi UKM yang dilengkapi dengan produk dan layanan berbiaya, " ungkap Devi Kususmaningtyas, Humas HSBC

RI usul produk UKM dilengkapi label halal

Potensi pasar virgin coconut oil besar


JAKARTA Indonesia mengagendakan produkmakanan UKM dilengkapi label halal internasional dalam forum pertemuan BIMP-EAGA yang dimulai hari ini dan berakhir 30 April di Kinabalu, Malaysia. I Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian dan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan selain mengagendakan peraihan sertifikat halal internasional, masih ada 2 bidang lain yang ingin dicapai Indonesia pada pertemuan tersebut.

"Dalam pertemuan The Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Phi-lippines East Asean Growth Area [BIMP-EAGA], kita menginginkan agar antarpelaku UKM seluruh anggota semakin memperat hubungan kerja sama," ujar I Wayan Dipta kepada Bisnis, kemarin. Selama ini sudah berlangsung kerja sama, namun bagi Indonesia kurang optimal karena masih banyak produk unggulan belum ter-eksplorasi pasarnya. Karena itu, Wayan akan mematangkan rencana kerja sama agar lebih maksimal.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi komoditas paling besar dan paling banyak dibandingkan dengan anggota BIMP-EAGA lainnya, sepertivirgin coconut oil (VCO), minyak sawit mentah (CPO), rumput laut, dan kakao.Di antara beberapa produk konsumsi, misalnya, minuman instan jahe, pasarnya masih di sekitar negara anggota serta Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Indonesia menginginkan pasarnya lebih terbuka hingga ke kawasan Timur Tengah.

Belum bersertifikat Problemnya bagi Indonesia, karena produk itu belum mendapat sertifikat halal internasional yang dikeluarkan oleh negara-negara tujuan di Timur Tengah. Satu-satunya anggota BIMP-EAGA yang sudah mendapat label itu adalah Brunei. "Karena itu, kita ingin meman-faatan hubungan baik dengan Brunei Dasrussalam sebagai fasilitator untuk mendapatkan label halal internasional ke Timur Tengah," ungkap Wayan.

Hingga kini, komoditas jahe Indonesia ke Malaysia mencapai 1.000 ton per tahun. Dan potensi ini juga akan dikembangkan ke negara tujuan lain di luar BIMP-EAGA maupun Asia. Selain itu Brunei Darussa lam dan Malaysia juga berminat mengimpor daging sapi dari Indonesia. Untuk mengembangkan pasar tersebut, Wayan membawa rombongan kecil terdiri dari 10 pelaku usaha UKM dari Papua, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat. Keikutsertaan UKM tersebut dimaksudkan untukmemberi peluang kepada mereka melakukan kontak bisnis.

"Komoditas unggulan yang diusung UKM dari papua adalah kakao dan perikanan. UKM dari Kalimantan Barat mengunggulkan rumput laut, jahe, daging ayam, dan CPO. Komoditas unggulan dari Sulawesi Utara adalah coconut oil yang terdiri dari beberapa produk." Peluang komoditas VCO sebenarnya sangat potensial memasuki pasar ekspor ke Amerika Serikat maupun Eropa. Kendala menembus pasar yang besar tersebut, karena seti-fikasi standar atas produk VCO tidak mudah dikeluarkan negara tujuan.

Wayan menjelaskan Eropa dan Amerika Serikat sangat menyukai VCO maupun coconut oil, karena efek sampingnya bagi kesehatan sangat kecil dibandingkan dengan produk sejenis yang dibuat dari bahan baku kelapa sawit (CPO). Oleh karena itu, koperasi dan pelaku UKM sebagai produsen, harus diperkuat kinerja dan standar produknya untuk memenuhi persyaratan menembus pasar lebih besar ke kawasan Eropa maupun Amerika Serikat.

Perkuatan kualitas produksi maupun manajemen koperasi wajib dilakukan, dengan tujuan agar ekspor komoditas itu tidak lagi bergantung pada keberadaan perusahaan ekspor raksasa. "Sudah saatnya pelaku UKM mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai pelaku usaha tangguh." $nting.mwuhe@bisnis.co.id)

Jatim optimalkan gedung pameran

SURABAYA Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Jawa Timur menggandeng 15 institusi guna mengoptimalkan fungsi Gedung Pameran UKM dan Gedung Souvenir yang dibangun instansi tersebut, dengan sasaran mengembangkan akses pasar atas produk unggulan daerah itu. Ke-15 institusi itu adalah BUMN, BUMD, instansi pemerintah, asosiasi profesi dan lembaga kesenian.

Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah Dinkop UMKM Jatim Moch. Hadiyanto mengatakan pertumbuhan sektor UMKM di provinsi itu cukup pesat dan hingga kini mencapai 4,2 juta unit, terutama bergerak di bidang industri kecil, sehingga perlu didukung dengan peningkatan akses pasar.

Menurut dia, salah satu upaya yang cukup strategis adalah menyiapkan gedung pameran dan gedung khusus produk suvenir dengan kegiatan secara terus-menerus (pameran tanpa henti), di mana fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM secara gratis. Dua unit gedung masing-masing berkapasitas 50 unit stan itu berlokasi di Surabaya Selatan telah dirampungkan pembangunannya pada Januari lalu, dan mulai dioperasikan pada 20 Mei mendatang yang akan diresmikan Menkop UKM Syarifudin Hasan.

"Kami menjalin kerja sama dengan 15 institusi guna mengoptimalkan fungsi Gedung Pameran UKM, di mana kerja sama tersebut berlangsung saling membutuhkan dengan orientasi mengembangkan sektor UKM," ujarnya kepada Bisnis, kemarin. Hadiyanto menambahkan kalangan BUMN akan mendukung pengoperasian Gedung Pameran UKM sesuai bisnis inti yang dijalankan, semisal Telkom membantu fasilitas teknologi informasi (perangkat keras dan lunak) guna meningkatkan sosialisasi tentang Internet kepada pelaku UKM.

Kalangan bank membantu pelatihan guna mengakses kredit sekaligus mengoperasikan fasilitas layanannya.Sementara itu, instansi pemerintah dan asosiasi profesi akan turut mempromosikan pengoperasian gedung kepada para turis, di antaranya fasilitas itu akan dijadikan salah satu tujuan wisata. Soalnya, gedung tersebut juga akan diisi tampilan aneka kesenian yang disiapkan oleh Dewan Kesenian Ja,wa Timur.

"Kami dulu sulit mencari mitra untuk mengembangkan UMKM, tetapi sesudah dibangun dua unit gedung dengan program kegiatan rutin, kini banyak yang mengajak kerja sama. Kami gandeng semuanya untuk meningkatkan kinerja UMKM." (K22)

IKSP tingkatkan layanan

JAKARTA Induk Koperasi Simpan Pinjam (IKSP) ingin membuktikan diri sebagai lembaga pembiayaan nonperbankan yang sudah bankable melayani anggota maupun calon anggota yang merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Eksekutif IKSP, Dwinda Ruslan, mengatakan untuk itu lembaga keuangan mikro (LKM) berbadan koperasi yang dipimpinnya, akan terus meningkatkan kinerja melayani keperluan permodalan/pembiayaan UMKM. (S/SWS/MGM)

UKM AS Sulit Akses Bank

PENGUSAHA kecil dan menengah (UKM) di Amerika Serikat (AS) mengaku kesulitan mengakses dana ke perbankan. Mereka mengkritik pemerintah yang lebih memperhatikan perusahaan raksasa dengan mengalirkan dana talangan hingga miliaran dollar AS. Michael Chapman, seorang pengusaha konstruksi kecil meng aku kesulitan mendapat kredit dari bank, la menyampaikan keluhan itu kepada Thomas Hoenig, Gubernur Bank Sentral cabang Kansas, Senin (26/4).

Dalam sesi pengajuan pertanyaan setelah Hoenig berpidato, Chapman mengeluh, dalam kondisi pengetatan kredit properti seperti sekarang, sangat sulit mendapat pinjaman bank. Di sisi lain, dia mengkritik perusahaan raksasa di Wall Street yang mudah memperoleh dana talangan. "Kalau ada istilah too big to fail, apakah pemerintah menilai UKM terlalu kecil untuk sukses (too small to succeed)," cetusnya. Padahal, pengusaha kecil dapat memperluas usaha dan menambah karyawan jika mendapat dana

Kredit UMKM Sulut Meningkat Rp7,34Triliun

redit usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) meningkat 25,75% menjadi Rp7,34 triliun pada Februari tahun mi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Peningkatan kredit UMKM tersebut terjadi karena perbankan di Sulut tetap menjalankan kebijakan ekspansi kendati kondisi ekonomi global belum pulih benar," kata pernimpin Bank Indonesia (BI) Manado Ramlan Ginting di Manado kemarin. Peningkatan kredit UMKM ini memberi harapan sektor UMKM dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Sulut.(ant)

Menembus Pasar Dunia dengan Modal Seni

Kerajinan tangan Indonesia memiliki banyak keunggulan yang bisadipromosikan, untuk menembus pasar dunia, para perajin mesti jeli mengikuti tren yang tengah diminati konsumen mancanegara. Sudah kesekian kalinya pameran kerajinan tangan Indonesia digelar. Pameran yang bertajuk Inacraft itu memang telah menjadi ajang rutin bagi para perajin handicraft lokal memamerkan hasil kreasi mereka. Ajang itu juga sekaligus menjadi kesempatan bagi perajin lokal untuk memperluas pangsa pasar.

Tahun ini, pameran Inacraft 2010 yang berlangsung 21-25 April 2010 dipusatkan di lakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pameran itu mendapat respons positif dari masyarakat.
Terbukti pengunjung membeludak dan antrean kendaraan yang akan menuju tempat pameran mengular panjang. Bahkan, pada akhir pekan lalu, Ialan Asia Afrika yang merupakan jalan menuju lokasi Inacraft 2010 sempat ditutup. Arus lalu lintas pun dialihkan ke belakang Gedung DPR-MPR.

Di dalam JCC, kepadatan pengunjung sudah terlihat mulai dari lobi gedung. Ketika memasuki stan pakaian, batik, tas, dan aksesori, pengunjung terlihat semakin banyak. Ada yang sekadar melihat-lihat, ada pula yang sibuk memilih-milih barang jualan, dan ada pula pengunjung yang tengah menawar harga barang kepada penjual.

Kartini, sebut saja demikian, salah seorang pengunjung Inacraft 2010 berhasil menawar gelang mutiara yang dijajakan di stan Ban-*dara Kaisiepo, Hall Cendrawasih. Sebelumnya, penjaga stan menawarkan harga 80 ribu rupiah, namun akhirnya setelah tawar-menawar Kartini berhasil membawa pulang gelang yang disukainya itu dengan harga 50 ribu rupiah. "Inilah keuntungannya membeli barang di pameran, harganya bisa ditawar. Coba kalau membeli di mal pasti harganya tidak bisa ditawar," ujarnya.

Pengunjung lainnya, Firta, 34 tahun, turut memanfaatkan pameran itu. Dia membeli alas makan berbentuk anyaman sebanyak 10 buah. Satu buah alas makan harganya lima ribu rupiah. Selain alas makan, Firta juga membeli kain serbet seharga 33 ribu rupiah. Menurut dia, harga produk kerajinan tangan yang dijajakan pada pameran itu masih terbilang wajar. Apalagi jika harga itu dibandingkan dengan kualitas dan desain produk yang menurutnya cukup baik. "Se-makin hari saya perhatikan desain handicraft yang dibuat para perajin semakin bagus," kata Firta.

Kreatif dan Artistik apa yang diungkapkan Firta sebagai konsumen diamini pula oleh Nining Soesilo, pengamat usaha kecil dan menengah (UKM) dari Universitas Indonesia. Dia mengatakan perajin Indonesia memiliki kemampuan seni yang tinggi. Kemampuan seni itu merupakan warisan dari nenek moyang yang memang kesehariannya kental dengan seni budaya. "Sifat kre-atif dan darah artistik kental sekali di dalam diri para perajin. Hal itu merupakan potensi untuk mengembangkan industri kerajinan nasional," terangnya.

Pengakuan yang sama diutarakan pula oleh Rudy Ch Lengkong, Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI). Menurutnya, produk-produk kerajinan tangan Indonesia memiliki keunggulan dari segi inovasi dan bermutu tinggi. Dengan keunggulan-keunggulan itu, sebenarnya produk kerajinan tangan Indonesia tidak perlu khawatir kalah bersaing dengan produk-produk luar negeri, seperti Thailand, Malaysia, dan China.

Keunggulan lainnya, kata Rudy, kerajinan tangan Indonesia sangat beraneka ragam dan bahari baku produk tidak perlu impor dari luar negeri. "Hal itu menjadi keuntungan tersendiri karena harga jual produktidak akan terpengaruh oleh nilai dollar yang fluktuatif," imbuhnya.

Ketika disinggung mengenai adanya perdagangan bebas ACFTA (ASEAN-China Free Trade Agreement), Rudy menyatakan sebenarnya para perajin kerajinan tangan Indonesia tidak perlu khawatir. Pasalnya, negara-negara tujuan ekspor kerajinan tangan tidak hanya melihat sisi harga, tetapi juga kualitas produk.

Lagipula banyak bahan baku untuk membuat kerajinan tangan tidak didapatkan di China. Kerang, misalnya, bahan yang banyak ditemukan di Tanah Air itu bisa dijadikan gelang atau lampu. Kalaupun Negeri Tirai Bambu itu membuat imitas-inya, produk yang dihasilkan akan sangat berbeda dengan produk asli made in Indonesia.

Meski kerajinan tangan Indonesia memiliki keunggulan dari berbagai segi, Rudy tetap menyarankanagar anggota ASEPHI meningkatkan keterampilan untuk bisa memenuhi selera konsumen yang juga berkembang. Dalam rangka meningkatkan keterampilan para perajin serta menciptakan pengusaha yang tahan banting, ASEPHI kerap memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anggota-anggotanya.

Saat ini, produsen kerajinan tangan yang tergabung dalam ASEPHI mencapai 2.500 anggota. Mereka tersebar di seluruh Nusantara. Selan memberikan pendidikan dan pelatihan, kegiatan ASEPHI juga mencakup pengadaan program promosi, salah satunya melalui pameran.

Rudy bersyukur sejak kali pertama Inacraft diadakan pada 1999, baik jumlah peserta maupun pembeli serta nilai transaksinya terus meningkat. "Secara kuantitas dan kualitas pameran ini selalu meningkat, mulai dari jumlah peserta, nilaitransaksi secara ritel, sampai nilai transaksi kontak bisnis yang terjadi antara pembeli dan produsen secara langsung," paparnya.

Pada penyelenggaraan Inacraft tahun ini, ASEPHI menargetkan nilai transaksi yang bisa dicapai sebesar 200 miliar rupiah. Dari jumlah itu ditargetkan sebanyak 90 miliar rupiah merupakan hasil transaksi dengan pembeli dari luar negeri. Sedangkan transaksi sebesar 110 miliar rupiah diharapkan bisa diperoleh dari hasil transaksi dengan pembeli domestik. Rudy menambahkan penjualan kerajinan tangan di pasar dalam negeri juga terus meningkat seiring kian membaiknya apresiasi konsumen Tanah Air terhadap produk negeri sendiri.

Apresiasi terhadap produk-produk kerajinan tangan Tanah Air ternyata tidak hanya datang dari konsumen dalam negeri, masyarakat mancanegara pun menggemari handicraft asal Indonesia. Hal itu bisa dibuktikan melalui peningkatan nilai ekspor kerajinan tangan Indonesia pada 2009.

Berdasarkan data dari Pusat Pelayanan Informasi Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk handicraft Indonesia tahun lalu menembus angka 568 juta doUar AS. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 570 juta dollar AS.

Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor produk kerajinan tangan Indonesia, antara lain Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Prancis. Negeri Paman Sam merupakan tujuan ekspor utama kerajinan tangan Indonesia dan telah menyumbangkan nilai transaksi sebesar 221 juta dollar AS. Urutan berikutnya ialah Jepang dengan nilai transaksi 69 juta dollar AS, dan Prancis yang telah menyumbangkan transaksi senilai 51 juta dollar AS.

Dari sekian banyak produk kerajinan tangan lokal yang diminati pasar mancanegara, bingkai foto dan cermin dari kayu merupakan produk yang paling dicari. Hasil penjualan kedua produk itu mencapai 85 juta dollar AS. Produk lainnya yang juga sangat disukai konsumen luar negeri ialah aneka ragam lemari berukir yang hasil penjualannya mencapai hampir 70 juta dollar AS.

Untuk menembus pasar ekspor memang bukan perkara mudah. Menurut Rudy, para perajin harus aktif mengikuti tren yang diminati konsumen luar negeri. "Caranya, bisa dengan mendengar kemauan pemesan atau ikut pameran di luar negeri," katanya. Keikutsertaan para perajin dalam pameran di luar negeri didukung pula oleh pemerintah.

Sekretaris Badan Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Chrisnawan Triwah-yuardhianto, mengatakan pihaknya membantu para perajin yang ingin berpameran di luar negeri dengan cara mendanai biaya penyewaan stan dan transportasi peserta. Adapun biaya akomodasi ditanggung sendiri oleh peserta. Dukungan bagi para perajin yang akan berpameran di luar negeri juga datang dari BUMN-BUMN yang melakukan bina mitra dengan UKM serta Dinas Perdagangan setempat. wan/L-2

Separuh UMKM Digerakkan Perempuan

JAKARTA - Sebanyak 60 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (IJMKM) digerakkan oleh perempuan. Berdasar fakta tersebut, pemerintah pun membidik pemberdayaan perempuan untuk menurunkan angka kemiskinan.
"Jumlah (60 persen perempuan adalah penggerak UMKM -Red) tersebut sangat berpotensi untuk membantu pencapaian angka kemiskinan menjadi 8 persen pada 2015 mendatang," kata Deputi Bidang Pengarusuta-maan Gender Kementrian Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Perlindungan Anak (PA), Sri Danti, kepada Republika, Senin (26/4).

Pemerintah membidik pemberdayaan perempuan itu melalui kerja sama Kementerian Koperasi/UMKMdan Kementerian PP dan PA. Kedua kementerian telah meneken nota kesepahaman (MoU) tentang kesetaraan gender melalui pengembangan koperas} dan UMKM, kemarin. Sri mengatakan pemberdayaan akan dilakukan secara bertahap. Kementerian PP dan PA akan meningkatkan pemahaman gender dan meningkatkan kapasitas perempuan dalam melakukan usaha dan mengelola usaha, termasuk memberikan kebutuhan pendampingan dan advokasi kepada perempuan.

Belum dipercaya Salah satu persoalan yang dihadapi perempuan saat ini adalah belum dipercaya mendapatkan bantuan modal kredit untuk mengembangkan usahanya. Untuk mendapatkan modal, kata Sri, perempuan acapkali harus menyertakan tandatangan dari suami. Pihak bank atau peminjam modal pun cendrung belum percaya memberikan modal jika yang mengajukan bergender perempuan.

"Hal ini karena perempuan atau seorang ibu tidak dianggap mampu menjadi manajer," kata Sri.Bahkan, kata Sri, perempuan pun masih belum dipercaya mengelola sebuah usaha. Perempuan hanya diberi peran sebagai pelaksana seperti menjadi pengrajin pada usaha bisnis rumahan. Salah contohnya di wilayah Cirebon, di mana tak satu pun perempuan yang masuk pengurus koperasi. Mereka hanya menjadi pengrajin.

Sri mengingatkan, daritingkat latar belakang pendidikan, perbandingan antara perempuan dan laki-laki hampir sama. Untuk tingkat SD, lulusan perempuan dan laki-laki sebanding, sama-sama sekitar 98 persen. Untuk tingkat SMP juga hampir sebanding, yaitu 9496 persen. Sementara untuk tingkat lulusan perguruan tinggi, justru lulusan perempuan lebih banyak. "Tapi kenyataan ini tidak berkorelasi dengan pengakuan di tingkat publik terhadap perempuan," tutur Sri.

Perempuan juga belum diberi kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Karena perempuan masih terimbas oleh pelabelan individu yang mudah emosi, tidak mampu, dan juga karena persoalan budaya patriarki. prima, ed harun

Kadin Targetkan Jumlah Pengusaha UMKM 48 Juta Orang

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menargetkan jumlah pengusaha mikro, kecil, dan menengah meningkat menjadi sekitar 48 juta orang dalam tiga tahun ke depan. Saat ini, jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dalam negeri baru mencapai 43 juta orang.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM dan Koperasi Sandiaga S Uno menjelaskan, peningkatan jumlah pelaku UMKM perlu terus digiatkan untuk menopang pertumbuhan perekonomian nasional. "Menurut saya, Indonesia harus mengejar angka 2% pelaku UMKM dari total penduduk. Kalau sudah masuk lima besar ekonomi besar dunia tahun 2050, jumlah itu bisa meningkat lagi menjadi 5V Jelas Sandiaga di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut dia, dari total jumlah penduduk Indonesia saat ini sebanyak 240 juta orang, pelaku UMKM hanya,18%. Selama ini wirausaha Indonesia lebih banyak lahir karena proses terdesak karena imbas krisis, atau tidak banyak yang dilahirkan melalui meja akademis.

Kadin, lanjut dia, akan mengambil posisi sentral dalam pengembangan usaha mikro terberdayakan sehingga UMKM dapat menjadi bagian utama dalam strategi Indonesia Incorporated. "Kami akan memperjuangkan peningkatan kapasitas UKM dan akses kepada pembiayaan kredit mikro," katanya.

Atas dasar itu, dia menerangkan. Kadin akan menjadikan peningkatan kapasitas UMKM sebagai isu global dalam Entrepreneurship Summit yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat Barack Ubaina. "Forum ini penting untuk memperkuat jaringan global memberdayakan UMKM. Tentunya, kita berharap, buah dari pemberdayaan itu adalah naik kelasnya UMKM. Jika sudah demikian,akan lahir pengusaha besar," katanya.

Menurutnya, dengan menjadikan program pemberdayaan UMKM sebagai gerakan global, kekuatannya akan semakin besar. Selain itu, kerjasama antarnegara dan korporasi global juga menjadi semakin erat "Banyak negara yang terbukti berhasil memberdayakan UMKM. Kita bisa belajar kepada negara yang terbukti sukses dan bekerja sama. Tentu saja, ini harus sepenuhnya bermanfaat bagi UMKM kita," tandasnya.

Entrepreneurship Summit akan dilaksanakan dua hari pada 26-27 April 2010 bertempat di Washington DC, Amerika Serikat Acara tersebut dihadiri 250 peserta dari 60 negara. Tujuannya untuk meningkatkan kerja sama bisnis serta menumbuhkembangkan entrepreneur bidang sosial dan pendidikan di negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim. (cl34)

Agribisnis andalan UKM di pasar global

Produk massal sulit bersaing dengan China
BISNIS INDONESIA

JAKARTA Kadin Indonesia mengungkapkan banyak kalangan dari pemerhati usahakecil dan menengah (UKM) dan perbankan menaruh harapan pada sektor agribisnis. Sebab, menurut Wakil Ketua Kadin Bidang UKM dan Koperasi, Sandiaga S. Uno, di China 40% produk nabati berasal dari. Indonesia. "Ini sebuah peluang sangat besar untuk merebut pasar di China," katanya kemarin.

Dia mengatakan untuk itu pelaku UKM dalam negeri supaya tidak berfokus pada produk massa], sebab tak akan mampu bersaing karena biaya produksi yang tinggi. Biaya produksi tinggi tersebut, lanjutnya disebabkan oleh infrastruktur yang tidak mendukung dan akses permodalan. "Pelaku UKM sekarang butuh mesin produksi yang harus didatangkan dari luar."

Selain bidang agribisnis, yang cukup potensial merebut pasar di China adalah produk kerajinan dari bambu dan rotan, "Kami sudah survei produk rotan dan bambu dari Indonesia di China mencapai 30%." Untuk itu, Sandiaga melihat sebagai peluang yang cukup potensial menjadi pemain utama dalam perdagangan bebas Asean-China (ACFTA). "Kalau untuk industri mainan dan sejenisnya lebih baik ditinggalkan karena tak akan mampu menyaingi China," katanya.

Saat disinggung dampak ACFTA setelah diberlakukan, dia menemukan produk tekstil dalam negeri kalah bersaing di wilayah timur Indonesia terutama di Sulawesi produk tekstil China sudah menang 30% di pasar domestik.
Untuk itu, bagi pelaku UKM yang menggunakan mesin dan karyawan banyak dibutuhkan revitalisasi mesin agar bisa produktif.

Berniat ekspansi Dalam survei yang dilakukan HSBC, Sandiaga menemukan sekitar 20% pelaku UKM berniat ekspansi ke luar negeri dalam waktu 2 tahun ke depan. Dia mengingatkan supaya pelaku UKM tidak lagi berkonsentarsi menciptakan barang murah, tetapi menciptakan ba-rang yang memiliki kualitas tinggi sebab masyarakat Indonesia mengalami kenaikan pendapatan per kapita.

"Ini bisa menjadi arahan UKM menciptakan barang kualitas dan bersegmen kelas menengah ke atas," katanya.Sementara itu, untuk mengatasi akses permodalan supaya lebih membantu pegiat UKM diperlukan kebijakan dari Bank Indonesia (BI) untuk mengatur tingkat suku bunga yang berkisar 16% diturunkan dan membuat aturan supaya debitur tidak hanya dituntut memiliki agunan untuk memperoleh kredit. Menurut Senior Vice President Head of TVade and Supplay Chain HSBC Indonesia Vincent C. Sugianto, bank tersebut belum bisa menerapkan jaminan nonagunan sebab anjuran dari BI belum memungkinkan. "Kami ingin ada aturan yang mengatur pemberian kredit ke debitur UKM," katanya kemarin.

Dia optimistis pelaku UKM dapat bersaing di pasar China mengingat berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor Indonesia ke China awal tahun ini naik 138%, sedangkan impor naik. 55%.Ekspor ke China juga semakin terbuka lebar sebagai pasar potensial sebab sekarang negara berpenduduk terpadat di dunia itu menjadi tujuan ekspor kedua di dunia setelah Jepang.

Selain itu, sekarang terjadi pergeseran pasar global yang mana pasar paling berkembang berada di intra Asean. "Apa lagi sekarang Vietnam dijuluki The Next China, ini bisa kita manfaatkan." Sementara itu, SVP Business Banking HSBC Indonesia Jefrey C. Tjoeng mengatakan pertumbuhan debitur UKM bank itu tahun ini akan meningkat sekitar 30%, sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya rata-rata peningkatan debitur 30%-50%.

Dia menambahkan hal tersebut cukup didukung oleh permintaan BI yang menargetkan pertumbuhan debitur UKM mencapai 20% setiap tahunnya. Untuk memberikan dorongan ke debitur, HSBC memberikan solusi Internet banking melakukan transaksi bisnis dengan biaya US$5, sedangkan perbankan lainnya mengenakan biaya Internet banking transaksi transfer baik domestik maupun antarnegara berkisar US$30. Selain itu, pelaku UKM juga akan difasilitasi informasi mengenai perkembangan pasar internasional, sehingga mereka dapat melek pasar internasional serta peluang yang ada. oi) {redaksiSibisnis.m.idi

Kadin Nilai Pemerintah Tidak Serius

Pengusaha nilai pemerintah tidak serius dalam upaya peningkatan daya saing industri dalam negeri. Sehingga, saat ini industri cenderung kesulitan menghadapi liberalisasi perdagangan.

NERACA
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komite Tetap Kerjasama Antar Kawasan dan Perdagangan Regional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Franky Sibarani, akhir pekan di Jakarta. Dia mengatakan, ketidakseriusan pemerintah terlihat dari kinerja tim pelaksana koodinasi Penanganan Hambatan Industri Dalam Negeri yang mengidentifikasi sejumlah kendala daya saing industri nasional. Tim yang melakukan identifikasi hambatan industry sejak 21 Desember 2009 dan dijadwalkan harus selesai dalam enam bulan, hingga saat ini baru menyelesaikan sekitar4% dari seluruh permasalahan yang ditugaskan.

"Dari sekitar 150 masalah yang teridentifikasi itu, sekitar 96% di antaranyabelum diselesaikan. Pembahasan hanya seputar pada kendala, belum sampai pada solusi atau bahkan alternatif solusi. Padahal, CAFTA sudah berjalan empat bulan tahun ini. Saya berencana, persoalan ini dibahas segera di tingkat Menteri untuk solusi yang benar bisa diimplementasikan," katanya.

Selain itu, lanjut Franky, dari semua Kementerian yang terkait dan menjadi anggota Tim Penanganan Hambatan Industri Dalam Negeri, hanya Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang aktif bekereja sama dengan Tim tersebut. Kementerian lain, hanya mengirimkan perwakilan yakni pegawai yang dianggap tidak berkompeten dalam pembahasan tersebut

"Kalau seperti ini terus,tidak ada keseriusan, kapan daya saing bisa diciptakan dan ditingkatkan? Padahal, semua orang termasuk pemerintah menyadari, daya saing itu dibutuhkan. Itu satu pelajaran dari CAFTA. Sudah ada kesadaran bersama soal kendala daya saing, itu satu perkembangan," tukas Franky.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Koperasi Sandiaga S Uno. Sandi meminta pemerintah untuk tidak lagi terpaku dalam kegiatan wacana dan dialog wacana atau dialog peningkatan daya saing tanpa ada aksi yang berarti. Sandi juga menilai selama ini Pertumbuhan perekonomian Indonesia yang mencapai 4,5-5% adalah tanpa kerja keras pemerintah. Pasalnya, hingga kini tidak ada penambahan infrastruktur yang memadai.

"Seharusnya, persoalan-persoalan terkait regulasi dan koordinasi antar pemerintah baik di pusat dan dengan daerah, kebijakan yang tumpang tindih, keterbatasan mengakses pembiayaan perbankan,dan ketenaga kerjaan sudah diselesaikan enam bulan yang lalu. Saya berharap, pemerintah segera menyelesaikan masalah-masalah yang ada dan rae-ngiplementasikan upaya-upaya yang diperlukan," kata Sandiaga.

Di sisi lain, Frank) menuturkan, saat ini DPR melalui Komisi VI menjalin kesepahaman terkait ACFTA dan liberalisasi perdagang-an. Dia menjelaskan, hal itu berdasarkan kesepakatan di dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR dengan Kadin sebelumnya.

"Upaya peningkatan daya saing, peningkatan perlindungan pasar, dan dukungan anggaran, disepakati sebagai tugas pemerintah dan DPR. Soal renegosiasi 228 pos tarif, disepakati menjadi tugas pemerintah. Yang penting, tiga tugas yang lainnya harus mendapat perhatian penuh dan diselesaikan segera," ujar dia.

Untuk itu, menurut Frank, DPR berencana membahas kenaikan anggaran bagi BSN, KADI, dan KPPI. Selain itu, DPR akan membahas upaya perlindungan dan pengawasan pasar bersama Pelindo, PT Angkas Pura, dan Sucofin- do. DPR, juga akan membahas upaya daya saing bersama Pertamina, PT PLN, dan PT PGN.

"DPR juga akan membentuk Panitia Kerja yang akan membahas dan mengawasi kebijakan energi Indonesia yang selama ini belum berpihak bagi industri nasional," kata Franky.* nui

Kredit UMKM dari bank BUMN turun Rp58,58 triliun

JAKARTA Kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kalangan bank BUMN melorot hingga Rp58,58 triliun selama 2 bulan pertama 2010 (year-to-date) ke angka Rp226,55 triliun aiau turun sebesar 20,54% dibandingkan dengan akhir tahun lalu Rp28S,13 triliun akibat pelemahan di pasar mikro.

Penurunan itu, terlihat juga apabila dibandingkan denganangka Februari tahun sebelumnya (year-on-year) dengan outstanding kredit Rp229,89 triliun yang masih berkurang sebesar Rp3,34 triliun atau turun sekitar 1,5%. Penurunan paling menonjol terjadi di sektor pembiayaan mikro yang pada posisi Desember 2009 sempat menembus RpH4,35 triliun, lalu pada bulan kedua tahun ini turun mencapai Rp69,8 triliun menjadi hanya Rp44,55 triliun atau melorot hingga 61,04%.

Adapun, kinerja kredit bankpelat merah di pasar usaha kecil masih dapat mencatatkan kinerja yang positif dengan angka kenaikan sebesar Rpll,25 triliun menjadi RplO9,56 triliun, atau tumbuh sekitar 11,45% pada tahun berjalan, sedangkan secara tahunan tumbuh sekitar 49%. Selain itu, kredit di pasar usaha menengah cenderung stagnan di level Rp72,4 triliun secara year-to-date, dan secara tahunan masih tumbuh positif mencapai 25% dengan angka pertumbuhan sebesar Rpl4,67 triliun.

Penurunan pembiayaan mikrobank BUMN itu, membuat kredit UMKM perbankan keseluruhan terdepresiasi sebesar Rp29,06 triliun atau turun sekitar 4% menjadi Rp708,33 triliun dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu mencapai Rp737,38 triliun.

Pembiayaan UKM Sementara itu, PT Jamsostek dan Pertamina bersama tiga lembaga pembiayaan nonperbankan menyalurkan dana pendampingan terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar RplO,94 miliar. "Tiga lembaga pembiayaan nonperbankan yang dimaksud adalah Jateng Ventura, PT Social Entrepreneur Indonesia (SEI), dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir [LPDB-KUMKM]." ujar Choirul Djamhari, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, kepada Bisnis seusai pertemuan para BDS-P (business development services-provider) seluruh Indonesia, kemarin. Sejumlah 61 UMKM menerima pembiayaan dari perusahaan

IKSP segera perluas layanan

JAKARTA Induk Koperasi Simpan Pinjam (IKSP) hingga akhir tahun ini menargetkan perluasan jangkauan layanan ke-33 provinsi sekaligus menambah daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dwinda Ruslan, Direktur Eksekutif IKSP, menjelaskan komitmen perluasan wilayah melalui penambahan keanggotaan di tingkat provinsi, merupakan agenda utama yang diusung induk koperasi tersebut. Saat ini operasional IKSP masih terbatas di 13 provinsi. Idealnya, kami ada di 33 provinsi di seluruh Indonesia, dan hingga akhir tahun target tersebut harus kami selesaikan," kata Dwinda Ruslan kepada Bisnis kemarin. Jumlah KSP yang berada di bawah naungan IKSP saat ini telah mencapai 48 per Desember 2009. ibisn/s/mgm)

Siswa SMK Butuh Pelatihan Wira Usaha

BOGOR - Implementasi pendidikan wirausaha di sekolah menengah kejuruan (SMK) perlu dilakukan dengan menjalin kerja sama perusahaan dan pembinaan. Dengan demikian, lulusan SMK diharapkan dapat secara mandiri bergerak di bidang usaha, sekaligus menurunkan tingkat pengangguran.

Kepala Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dan CSR Perum Pegadaian, Agus Supriyono, mengatakan, suatu negara pertumbuhannya maju kalau wirausahanya mencapai dua persen. Indonesia, sebutnya, baru mencapai 0,18 persen dari jumlah penduduk sehingga pemerintah melalui Kementerian BUMN meminta agar mencetak wirausaha muda dengan cara pembinaan. "Pegadaian punya dana jadi kami ambil siswa untuk dibina," tuturnya.

Dia mengatakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) punya lembaga pendidikan untuk wirausaha muda karena paling siap melatih. SMK juga siap. "Selama ini, kami juga sudah bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pancasila dalam bidang wirausaha, ujar Agus pada konferensi pers launching Go Entrepreuner Perum Pegadaian, di Botani Garden, Bogor, Sabtu (27/3).

Go Entrepreuner Perum Pegadaian dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi pengusaha bukan hanya menjadi pekerja. Harapannya akan memacu masyarakat lain untuk mengubah rtlindset-nya setelah sekolah atau kuliah, tidak hanya mencari kerja.

Agus mengatakan, Perum Pegadaian akan memberikan pembinaan selama seminggu untuk 109 siswa SMK dalam bidang bisnis kreatif dan mahasiswa IPB dalam agropre-neur (pebisnis agro). Dia mengatakan, dana CSR untuk 2010 sebanyak Rp 30 miliar untuk kemitraannya saja yang bisa disalurkan, bina lingkungan Rp 12 miliar, dan CSR sekitar 15 miliar. Untuk pelatihan SMK dan IPB termasuk modal kerja Rp 1,1 miliar yang diperuntukkan bagi 109 siswa dan mahasiswa. "IPB ada 74 peserta dan SMK 35 orang," paparnya.

Nantinya, para peserta per kelompok atau per orang yang dibina. Perum Pegadaian akan memberi modal kerja minimal Rp 10 juta. "Minimal per orang Rp 10 juta. Dana ke IPB hibah, tapi nanti dari IPB jadi bergulir, yang kelola IPB. Selain itu, kita juga berikan beasiswa dari SD, SMP,

SMA, D3.S1." cO6 ed burhan

Siswa SMK Butuh Pelatihan Wira Usaha

BOGOR - Implementasi pendidikan wirausaha di sekolah menengah kejuruan (SMK) perlu dilakukan dengan menjalin kerja sama perusahaan dan pembinaan. Dengan demikian, lulusan SMK diharapkan dapat secara mandiri bergerak di bidang usaha, sekaligus menurunkan tingkat pengangguran.

Kepala Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dan CSR Perum Pegadaian, Agus Supriyono, mengatakan, suatu negara pertumbuhannya maju kalau wirausahanya mencapai dua persen. Indonesia, sebutnya, baru mencapai 0,18 persen dari jumlah penduduk sehingga pemerintah melalui Kementerian BUMN meminta agar mencetak wirausaha muda dengan cara pembinaan. "Pegadaian punya dana jadi kami ambil siswa untuk dibina," tuturnya.

Dia mengatakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) punya lembaga pendidikan untuk wirausaha muda karena paling siap melatih. SMK juga siap. "Selama ini, kami juga sudah bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pancasila dalam bidang wirausaha, ujar Agus pada konferensi pers launching Go Entrepreuner Perum Pegadaian, di Botani Garden, Bogor, Sabtu (27/3).

Go Entrepreuner Perum Pegadaian dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi pengusaha bukan hanya menjadi pekerja. Harapannya akan memacu masyarakat lain untuk mengubah rtlindset-nya setelah sekolah atau kuliah, tidak hanya mencari kerja.

Agus mengatakan, Perum Pegadaian akan memberikan pembinaan selama seminggu untuk 109 siswa SMK dalam bidang bisnis kreatif dan mahasiswa IPB dalam agropre-neur (pebisnis agro). Dia mengatakan, dana CSR untuk 2010 sebanyak Rp 30 miliar untuk kemitraannya saja yang bisa disalurkan, bina lingkungan Rp 12 miliar, dan CSR sekitar 15 miliar. Untuk pelatihan SMK dan IPB termasuk modal kerja Rp 1,1 miliar yang diperuntukkan bagi 109 siswa dan mahasiswa. "IPB ada 74 peserta dan SMK 35 orang," paparnya.

Nantinya, para peserta per kelompok atau per orang yang dibina. Perum Pegadaian akan memberi modal kerja minimal Rp 10 juta. "Minimal per orang Rp 10 juta. Dana ke IPB hibah, tapi nanti dari IPB jadi bergulir, yang kelola IPB. Selain itu, kita juga berikan beasiswa dari SD, SMP,

SMA, D3.S1." cO6 ed burhan

iPasar akan lelang jagung hari ini

JAKARTA iPasar Indonesia dijadwalkan meluncurkan lelang jagung secara online di Lombok Timur pada 22 April. Direktur iPasar Dean Novel menuturkan jagung yang akan ditransaksikan hanya 300 ton. Perseroan bekerja sama dengan perusahaan daerah Gerbang NTB Emas dalam hal penyediaan gudang.

"Nanti peluncuran perdana transaksi lelang online jagung melalui iPasar akan diresmikan oleh Menteri Pertanian [Suswono]," katanya

UMKM Belum Optimal Manfaatkan Media Internet

Para pelaku UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) belum optimal melakukan penetrasi pasar melalui media internet. Padahal, cara tersebut berpeluang besar meningkatkan penjualan, karena saat ini tiga puluh persen dari jumlah masyarakat Indonesia sudah melek internet.

"Apalagi, saat ini semakin banyak perangkat yang bisa digunakan masyarakat untuk akses internet. Bisa menggunakan PC, laptop, sampai kepada handphone" ujar Direktur PT Blantika Zemesta (Blazzworld) Firman Nurimansyah, pada seminar "Optimalisasi Penjualan Produk UMKM dengan Menggunakan TI", di Bandung, Rabu (21/4).

Dikatakan, selama ini beberapa pelaku UMKM sudah ada yang memanfaatkan Internet dalam melakukan promosi. Namun, umumnya pemeliharaannya kurang baik, sehingga akhirnya menjadi tidak efektif.

Oleh karena itu, menurut Firman, pihaknya mencoba untuk menjembatani hal tersebut dengan membangun pelayanan terpadu berbasis internet untuk pemasaran produk-produk UMKM. Khusus di Bandung, pada tahap awal pihaknya melakukan kerja sama dengan dua ratus pelaku UMKM di Kota Bandung yang bergerak di sektor fashion, kerajinan tangan, dan makanan.

Sementara Manager Badan Promosi dan Pengelola Keterkaitan Usaha (BPPKU) Kota Bandung, Bambang Tris Bintoro mengatakan, dari hasil seleksi yang dilakukan, saat ini pihaknya baru mengajukan dua ratus UMKM mitra binaan mereka, untuk bekerja sama dengan Blazzworld. Hal itu berkaitan dengan kualitas produk yang baik, dan produksinya bisa berkelanjutan

Potensi Wirausaha di Indonesia Sangat Besar

Kewirausahaan di Indonesia belum sepenuhnya memberikan sumbangan yang positif bagi kecerdasan dan kesejahteraan bangsa. Padahal, potensi wirausaha Indonesia sangat besar terutama jika melihat data jumlah usaha kecil dan menengah yang ada.

"Sampai dengan tahun 2006, menurut data Biro Pusat Statistik (BPS), di Indonesia terdapat 48,9 juta usaha kecil dan menengah (UKM), menyerap sekitar 80 persen tenaga kerja, serta menyumbang 62 persen dari PDB (di luar migas). Data tersebut sekilas memberikan gambaran betapa besarnya aktivitas kewirausahaan di Indonesia dan dampaknya bagi kemajuan ekonomi bangsa, terutama pascakrisis moneter 1998," kata Praktisi Bisnis Jahja B. Soenarjo dalam orasi ilmiah pada acara wisuda Institut Teknologi Telkom (ITT), Sabtu (27/3), di Kampus ITT Jln. Telekomunikasi, Buahbaru, Bandung.

Jahja mengatakan, berdasarkan data hasil penelitian dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM), pada tahun yang sama, di Indonesia terdapat 19,3 persen penduduk berusia 18-64 tahun yang terlibat dalam pe-ngembangkan bisnis baru (usia bisnis kurang dari 42 bulan). Angka ini merupakan yang tertinggi kedua di Asia setelah Filipina (20,4 persen), dan di atas Cina (16,2 persen) serta Singapura (4,9 persen).

"Namun di sisi lain, data BPS pada tahun yang sama juga menunjukkan terdapat 11 juta penduduk Indonesia yang masih menganggur dari 106 juta angkatan kerja, serta 37 juta penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Angka tersebut diperkirakan bertambah setiap tahunnya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, 111 mewisuda 314 orang lulusan dari program studi pascasarjana, sarjana, dan diploma 3. Di antara para lulusan tersebut, terdapat 55 yang lulus dengan predikat cum laude, 5 dengan IPK tertinggi, serta 6 lulus lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan.

Rektor ITT Husni Amani mengatakan, perkembangan teknologi infokom yang cepat mengarah pada konvergensi teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi. Kompetisi pun meningkat disertai berkembangnya kebutuhan pasar yang menyebabkan industri terus mengembangkan bisnisnya untuk memenuhi kebutuhan pasar infokom

Entri Populer