Awal pekan ini, di Washington berlangsung Konferensi Tingkat Tinggi Kewirausahaan yang diprakarsai oleh Presiden AS Barack Obama. Forum yang oleh Obama dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan dunia Islam itu juga menjadi ajang langka temu para wirausaha (entrepreneur) dari lebih dari 60 negara di dunia.
Hal yang menyejukkan di tengah krisis ekonomi global yang masih berlangsung sekarang ini, kewirausahaan ter-nyata tidak mati. Sesuai karakter keberanian mengambil risiko, barisan wirausaha baru justru tumbuh di tengah krisis. Salah satu indikasinya, separuh lebih perusahaan dalam daftar Fortune 500 didirikan pada masa resesi atau masa keterpurukan pasar modal.
Kewirausahaan juga menjadi kunci penting kemajuan ekonomi Korsel, Taiwan, China, dan India. Di kita, kewirausahaan, baik ekonomi maupun sosial, adalah titik di mana kita masih sangat lemah. Kita mengakui peran penting kewirausahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan masyarakat Namun, dari pengalaman kita, budaya dan tradisi kewirausahaan tak mengalami pertumbuhan sebagaimana diharapkan sebagai akibat berbagai distorsi kebijakan yang kita ciptakan sendiri.
Kita memiliki sejumlah wirausaha yang dipuji-puji Obama karena berhasil memberikan sumbangan penting bagi perbaikan kehidupan masyarakat. Kita juga menyambut baik lahirnya para wirausaha muda di berbagai bidang ekonomi dan sosial, termasuk industri kreatif yang mulai menjamur di Tanah Air, akhir-akhir ini . Namun, dibandingkan dengan banyak negara lain, kita masih sangat tertinggal. Melempemnya budaya dan tradisi kewirausahaan menjadi penyebab ketertinggalan kita dalam segala bidang dan dalam membuat lompatan-lompatan inovasi Mengutip Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMJKM dan Koperasi Sandiaga S Uno, dari sekitar 240 juta penduduk kita, hanya sekitar 0,18 persen yang menjadi wirausaha
Struktur dunia usaha kita didominasi UMKM yang jumlahnya mencapai 99,8 persen atau sekitar 51 juta unit Artinya, satu dari setiap lima penduduk adalah pengusaha. Sayangnya, karena berbagai kendala, sebagian besar dari mereka tetap kerdil dan sulit naik kelas atau berkembang. Dengan demikian, terjadi middle hollow dan kekeroposan .dalam perekonomian nasional karena kekosongan di tengah akibat absennya pelaku usaha skala menengah.
Dengan tingginya tuntutan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi tinggi dan lapangan kerja, peran swasta dan wirausaha akan semakin penting ke depan. Penciptaan kelas entrepreneur tidak hanya menuntut perbaikan iklim usaha dan rezim kebijakan, tetapi juga dukungan semua pihak, termasuk perbankan, dunia pendidikan, masyarakat madani, dan dunia usaha sendiri.
Kewirausahaan Kita
Entri Populer
-
Cara budidaya ikan gurame / gurami terlengkap di kolam dan terpal . Anda memiliki hobi beternak ikan, maka sudah saatnya anda melakukan s...
-
>>> Membuat kandang ayam Kini informasi peternakan ayam akan membantu anda, bagai mana memelihara ayam dan membuat kandang aya...
-
Ikan Lele merupakan keluarga Catfish yang memiliki jenis yang sangat banyak, diantaranya Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Phyton, Lele Sangku...
-
13/02/2012 Ayam Lepas Tambah 50 Gerai Tahun Ini BISNIS resto dengan menu utama ayam masih memiliki prospek baik kendati pemainnya suda...
-
28/12/2011 Peluang Usaha Tepung Talas Dari Tepung Talas Bisa Raih Omzet Miliaran Rupiah Selain tepung terigu dan tepung mocaf, masih ada t...
-
07/03/2012 Hanya Butuh Pakan Alami, Panen Belut Super Melimpah Selain mudah, budidaya belut super juga minim risiko. Hal utama yang haru...
-
Pase permulaan Dalam pase permulaan berawal dari umur 0 hari sampai 6 minggu, dimana bentuk ukuran dan keseragaman sebagai tujuan b...
-
Ikan nilatermasuk jenis ikan air tawar yang mudah dibudida-yakan. Dengan tingkat produktivitas yang tinggi, tak perlu waktu lama untuk meman...