" Status YM ""
ukm indonesia sukses

Meraih Laba dari bisnis Curug Gentong



 >>>>>>>>Bisnis Kreatif

Kreativitas dan keuletan dalam berwirausaha membikin tebal kantong Reri Endriko (49), warga Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Riko, panggilan akrabnya, mampu mengubah gerabah dan keramik menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi.

Dia menjadikan gerabah berbentuk gentong menjadi hiasan yang di dalamnya ada air terjun buatan. Sesuai bentuknya, karya Riko itu dikenal dengan nama curug gentong."Harga curug gentong ini mulai Rp 200.000 sampai Rp 1,5 juta. Pembelinya merata dari Aceh sampai Papua. Sebagian pembeli berasal dari luar negeri," kata Riko saat ditemui di rumahnya, Jalan Sersan Aning, Kompleks Samudra Indonesia, Blok H 5 No 1, Depok, Jawa Barat, Kamis (3/3/2011).

Kreativitas Riko berawal dari gerabah atau keramik berbentuk gentong. Dia kemudian melubangi sebagian sisi gentong. Dari lubang ini dia membuat beragam lanskap alam dilengkapi air terjun (curug).
Proses kreatif ini dilakukan menggunakan bahan semen, cat, rumput imitasi, selang plastik, dan lampu. Riko mengerjakan curug gentong di bengkel kerja yang juga terletak di rumahnya.

Usaha yang ditekuni sejak 2003 lalu itu terus berkembang. Riko bahkan kini melatih warga yang ingin mengembangkan curug gentong. Adapun pembelian curug gentong dapat dilakukan langsung atau lewat e-mail istrinya.

Konsumen pembeli curug gentong berasal dari kalangan rumah tangga, hotel, apartemen, dan perkantoran. Dia juga menerima pesanan lanskap di dalam curug gentong sesuai permintaan pembeli."Pembeli dari Amerika pernah datang meminta pemandangan air terjun di sana. Saya buatkan, dan dia memesan lagi," kata Riko.



Kain Sasirangan Banjar Berkibar


 >>>>Bisnis kain Sasirangan

Perajin kain khas Banjar di Sasirangan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, harus memutar otak agar kain sasirangan tetap berkibar, mengalahkan buatan pabrik yang setahun belakangan marak di pasaran.Upaya itu diwujudkan dengan memerbanyak motif, mengkolaborasikan dengan batik, hingga membuat dalam bentuk kerajinan lain.

Salah satu perajin yang sudah menerapkan inovasi adalah Sasirangan Kayuh Baimbai di Jalan Pahlawan, Kampung Melayu. Adis, perajin dari Kayuh Baimbai, Rabu (2/3/2011), mengemukakan, pihaknya mengkolaborasikan warna-warna baru di luar warna yang ada. Selama ini sasirangan didominasi satu warna homogin dengan warna lain pada motif.

Begitu pula bentuk motifnya, saat ini dipadu dengan batik Jawa dan daerah lain. Bentuknya juga diperbanyak, tidak hanya sebatas kain, kaos, dan kemeja.

"Sekarang ada sandal, bungkus stoples, dan hiasan lampu yang mengadopsi unsur kain sasirangan. Semua dilakukan agar konsumen memiliki pilihan lain dan tidak perlu repot membuat sendiri," ujarnya.
Selama ini, Kampung Melayu dikenal sebagai sentra Sasirangan di Banjarmasin. Saat ini ada puluhan perajin yang masih bertahan. Dalam membuat kerajinan, mereka merangkul warga sekitar, terutama ibu-ibu untuk proses jerujut (penjahitan).

Pembuatan sasirangan hampir sama dengan batik, semua menggunakan tangan.
Prosesnya diawali penyediaan bahan (biasanya kain katun), membuat pola, penjahitan, pencelupan, dan penjemuran. Motif yang dibuat satu perajin berbeda dengan perajin lainnya.
Berbeda dengan produk printing, motif produk sasirangan buatan tangan tidak ada yang sama meski dibuat oleh satu perajin. Ada sekitar 30-an motif sasirangan, antara lain bayam raja, naga balimbur, kulat ka rikit, daun taruju, gigi haruan, dan bintang bahambur.

Karena itulah, perajin setempat bisa mengenali mana sasirangan asli dan yang tiruan. Yaya, perajin sasirangan Azza, yang ditemui terpisah menuturkan produk printing yang akhir-akhir ini masuk ke Banjarmasin diduga berasal dari pabrik tekstil di Jawa, bukan dari China seperti yang berkembang selama ini.

Sejauh ini, menurut Yaya, serbuan produk printing itu belum banyak berpengaruh terhadap perajin sasirangan asli karena pembeli yang paham akan langsung membeli ke lokasi pembuatan."Sejauh ini belum ada pengaruh. Tidak tahu nanti karena warga yang mengenakan produk printing saat ini mulai banyak di jalanan," katanya.

Sumber: Kompas

Pensiunan jadi wirausaha



>>>>>>>Pensiunan jadi wirausaha

Sebanyak 4.297 orang pensiunan telah menerima manfaat pelatihan wirausaha dari PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk sejak diluncurkan pada 2010.

Rizal Alagamar, Corporate Social Responsibility ttead BTPN, mengungkapkan agar produktif para pensiun ketika memulai usaha di rumah dan di luar rumah perlu dibekali ilmu dan wawasan usaha. Berdasarkan pengukuran customer satisfaction index (CSI), pelatihan wirausaha ini secara nasional pada triwulan pertama hingga keempat 2010 menunjukkan peningkatan. Misalnya, pada triwulan satu 89,61%, kedua (92,16%), ketiga (95,47%), dan keempat (96,62%).

"Kami sedang mengembangkan pelatihan wirausaha di 42 kantor cabang. Para pensiun itu berusaha bukan untuk mencari kaya tetapi hanya kegiatan yang menghasilkan. Mereka perlu dibekali pelatihan dan program tetap sehat," ujarnya pekan lalu.

Pelatihan wirausaha bagi pensiunan dan prapensiun merupakan salah satu pilar dari program pensiun sehat dan sejahtera (PSS) yang kini dinikmati sebanyak 460.000 orang nasabah pensiunan. Di Bengkulu, misalnya nasabah dalam 2 tahun mencapai 300 orang dari total 12.000 pensiunan.

Sumber: Bisnis indonesia 

Entri Populer