" Status YM ""
ukm indonesia sukses

Restoran Dorong Ala kampus


>>>>>>>>Restoran Dorong Ala kampus

Semula Ari Wibowo dan beberapa temannya menjalankan bisnis di bidang jasa bimbingan belajar. Usaha yang dirintisnya sejak 2008 dan bernama Bintang Solusi Mandiri (Bimbel Solusi) itu, kini sudah merebak dan saat ini telah memiliki sedikitnya 38 cabang di wilayah Jabodetabek.

Dalam mengelola usaha bimbel ini, katanya, ada sesuatu yang yang mengganjal pikirannya. Masalahnya sebagian besar SDM yang saya digunakan adalah mereka yang telah mengenyam pendidikan minimal SMA, dan bahkan ada yang sudah sarjana.

"Dalam benak saya berpikir bagaimana dengan orang-orang yang hanya tamatan SD dan SMP? Kami sebagai wirausahawan, bukan sekadar profit yang kami cari, tetapi bagaimana caranya agar kami dapat memberikan manfaat kepada orang banyak. Setelah cari-cari peluang usaha ternyata kami jatuh hati pada bisnis makanan, yang mana pekerjanya tidak perlu dari tenaga kerja terdidik, tetapi cukup dengan terampil," ujar Ari.

Ketika itu, katanya, dia dan timnya banyak berhubungan dengan pelajar dan mahasiswa. Terpikirkan olehnya untuk juga membuka usaha makanan."Karena target market kami adalah mahasiswa, kami memang sengaja mencari nama yang mudali diingat, eye catching, dan terkesan lucu," katanya.

Ari memutuskan untuk menggunakan nama Restdoor. Konsepnya adalah menjajakan makanan di dalam etalase berbentuk gerobak yang memang sengaja didesain unik. Gerobak itu diletakkan di depan rumah makannya.
Restdoor merupakan kepanjangan dari restoran (gerobak) dorong. Untuk menambah menarik dan eye catching, ruangan restoranya didesain agak mewah, tujuannya agar bisa membuat betah konsumen yang datang.

"Makanya kami sinergikan menjadi Restdoor. Secara bahasa artinya pintu istirahat. Secara singkatan kependekan dari restoran dorong," ungkap Ari yang menjadi juara kompetisi Shell Livewire 2010, yang diadakan oleh PT Shell

Indonesia.

Dia menuturkan keunggulan dari usahanya ini sesuai dengan tagline-nya, yaitu harganya kemarahan, rasanya keenakan, tempatnya kemewahaan."Restdoor memiliki beberapa keunggulan, a.l. menu makanan yang unik. Selain makanan warteg, kami menyediakan menu makanan restoran yang yang tidak pernah didapatkan di warteg lainnya, disajikan menggunakan nama yang unik," ungkapnya.

Contohnya, menu chilet {chicken fiilet), lelet (lele fiilet), miegoju (mie goreng campur keju), lepung (lele tepung), martosis (martabak sosis), napi (nasi merapi), sisdong (sosis bedong), solar (sosis lahar), sigopur (nasi goreng campur), dan menu unik lainnya.

Ari menuturkan untuk menu makanannya, dia dan timnya berkreasi mengolah resep-resep masakan yang tidak pernah digunakan sebelumnya oleh warteg lain.Misalnya menggunakan air kelapa untuk merebus daging ayam, mengganti sanlan kelapa dengan .nn.in kedelai, mengganti daging dengan oncom untuk spaghetti, dan lainnya.

"Begitu juga dengan minuman, kami melakukan inovasi. Ada soda variant berupa racikan dari berbagai soft drink yang menghasilkan rasa dan warna yang tidak karuan, atau es kelapa dengan berbagai rasa," ujar Ari.

Harga menunya bisa disebut tergolong murah dan dibagi menurul tingkatan. Ada menu dorong bronze lauk dengan harga Rp500-Rp 1.000 per potong. Ada gold lauk berharga Rp3.000-Rp4.000, atau platinum lauk dengan harga Rp5.OOO-RplO.OOO per potong. Ada juga menu hemat berupa kombinasi dari tingkatan tersebut.

Dia menuturkan untuk merangsang tamu datang ke tempatnya, Restdoor atau Warteg model restoran ini, dilengkapi dengan AC, LCD TV, TV kabel dan pengharum ruangan.

"Meski rasa restoran dan tempat seperti restoran mewah, namun harganya tetap setara dengan harga dorongan yangmurah," tambahnya.

Kalangan kampus

Sasaran pembelinya, katanya, adalah kalangan kampus baik mahasiswa dan dosen, dan karyawan, maupun masyarakat sekitar. Modal awalnya untuk membuka Restdoor ini sebesar RpSO juta. "Kami membuka usaha ini pada 2009. Untuk modalnya kami pinjam dana kepada orang lain," ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, pegawai Restdoor adalah mereka yang hanya lulusan SD dan SMP. Tiap outlet pegawainya empat orang. Sekarang semuanya berjumlah 24 orang. Untuk memasak semua menu yang ditawarkan adalah para karyawannya sendiri.

"Selain meracik dari ide sendiri, pilihan menu juga berasal dari amati, tini dan modifikasi. Jadi kami mengolah dan menjaga quality control, sehingga kami selalu mencoba makanan dengan menu baru," tambahnya.emyata bisnis makanan ini profitnya luar biasa, katanya, meskipun tantangannya juga besar. Misalnya jika makanan tidak habis, atau terjadi kenaikan ba-han baku, dan lainnya. Tapi untuk mengatasi semua itu, sudah ada langkah-langkah strategisnya. Ari menjelaskan berkat penghargaan dari kegiatan Shell Livewire itu, usahanya juga makin berkembang. Saat ini sudah ada enam muin di Jakarta, terutama di kampus-kampus seperti di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat.

Untuk membuka satu outlet baru, modalnya berkisar Rp45 juta-Rp50 juta. Ditargetkan bisa BEP dalam waktu 2 tahun. Dia menargetkan dalam 5 tahun ke depan, akan muncul 1.000 outlet Restdoor yang tersebar di seluruh kampus se-Indonesia.

Carauntuk mencapai target tersebut, pihaknya membuka sistem kerja sama bagi hasil. Pihaknya mengajak para investor yang berminat dan tertarik pada konsep Restdoor, terutama di Jabodetabek dan Pulau Jawa dulu.


 INFO PASAR SENI LUKIS INDONESIA:http://artkreatif.net/


Mendoakan Bisnis

>>>>>>>MOTIVASI BISNIS


Menceritakan ada seorang yang datang kepada konselomya dalam kondisi stres berat. Dia pemilik sebuah toko yang tepat di depannya ada sebuah supermarket. Dia .berpikir kondisi ini pasti akan mematikan usahanya.

Keluarganya sudah menjalankan bisnis toko itu selama kurang lebih tiga generasi. Kini, toko mereka sedang terancam. Dia sangat bingung dan juga stres, karena itulah ia pergi menemui konselomya.Lintas, si konselor itu lalu berkata kepada si pemilik toko, "Saya tahu kamu stres dengan supermarket itu. Tapi, semakin kamu benci dan marah pada supermarket itu, energi kebencian dan kemarahan itu akan kembali padamu. Saya sarankan, setiap pagi doakan dan berkatilah bisnismu. Setelah itu, doakan dan berkati bisnis Supermarket itu juga!".

Si pemilik itu berseru nyaring, "Apa? Nggak salah tuh malah disuruh mendoakan bisnis mereka?" "Cobalah apa yang saya katakan, Pak!", lanjut konselomya.

Maka, sejak itu setiap paginya, ia mendoakan bisnisnya dan bisnis supermarket itu. Awalnya, ia benci dan marah. Lama-kelamaan ada kedamaian. Hatinya juga lebih lenang. Malahan, beberapa bulan berjalan, ia berhasil membangun hubungan dengan pemilik supermarket itu, dan menjadi salah satu pemasok.

Peristiwa ini terus berlanjut hingga akhirnya, justru dikatakan si pemilik toko ini kemudian berhasil pula membangun supermarket di wilayah yang lain. Semuanya berkat adanya supermarket di depannya, yang ia doakan setiap hari!

Pembaca, memang semakin berat untuk berkompetisi secara sehat dalam situasi bisnis sekarang ini. Kebanyakan motivasi bisnis saat ini adalah menang ataupun kalah. Makanya, tidaklah mengherankan jika ide menjalankan bisnis dengan sehat, tidak masuk dalam hitungan.

Malahan, banyak orang akan mengatakan tindakan mendoakan, yang berarti membiarkan pesaing kita bertumbuh adalah suatu tindakan yang bodoh.Richard Scroth mengatakan era sekarang bukanlah era kompetisi ala bunuh-bunuhan, tetapi era berkolaborasi. Makin lama, suatu perkembangan bisnis, dengan cara membinasakan lawan, tidak lagi akan bertahan lama. Pola pengembangan bisnis ala mafia, tidak lagi bisa bertahan untuk jangka panjang.

Bahkan, dalam kisah-kisah seperti Cod Fa-tlwr kita memperhatikan para mafia yang menggurita pada suatu waktu, tetapi semuanya ke mudian hancur karena bunuh-membunuh dan saling membinasakan. Ujung-ujungnya, tidak ada yang bertahan untuk jangka waktu lama.

Ada cerita menarik. Baru-baru ini, saya bertemu dengan seorang rekan yang menjadi pengurus asosiasi bisnis elektronik. Dalam asosiasi ini, mereka bisa saling bertemu dan saling tukar-menukar data bahkan saling bekerja sama. Padahal, mereka laliu, mereka memperebutkan pangsa pasar yang kurang lebih sama.

Menariknya, bagaimana mereka bisa bekerja sama? Saat ngobml-ngobml dan bicara dengan mereka, akhirnya terungkaplah pemikiran yang menarik. Kejadiannya justru bermula saat Indonesia menghadapi krisis.

Rupa-rupanya, mereka semua menghadapi para distributor ataupun toko yang bermasalah. Banyak yang kreditnya bermasalah. Akhirnya, mereka pun mulai saling berbagi informasi mengenai para penjual, distributor maupun kreditur bermasalah.

- n,pURO.W" Den8a"

BisNisff" demikian.mereka salingmembantu dan saling menyelamatkan. Bayangkan saja, kalau ada yang berpikir, "Biarin aja. Biaran dia bisnis dengan distributor yang bermasalah itu dan akhirnya dia mati", apa yang akan terjadi sebaliknya? Maka, sebaliknya, pemilik elektronik yang lain juga kan berpikir hal yang sama. Maka, ujung-ujungnya, mereka akan saling membunuh.

Kompetisi sehat

Ada beberapa alasan yang membuat mengapa berkompetisi secara sehat, yang kita simbolkan dengan mendoakan pesaing merupakan sikap yang mesti kita bangun.

Hal yang pertama dan terutama adalah, supaya kita mengarahkan energi kita untuk sesuatu yang membangun, bukannya merusak. Dalam kisah di alas, kita bisa membayangkan skenario bahwa si pemilik toko bersama beberapa temannya, membakar dan menghancurkan supermarket itu.

Lantas apa yang terjadi? Ujung-ujungnya, ia ketahuan dan masuk penjara. Atau, ia memang tidak ketahuan tetapi ya, akhirnya tokonya cuma itu-itu saja. Sementara, setelah supermarket itu dibakar, justru dibangun kembali yang lebih megah.

Ujung-ujungnya tetap saja, si pemilik toko itu kalah. Jadi, supaya energi kita tidak terarah pada hal-hal yang negatif seperti itu, justru si konselor bisnisnya sangat bijak untuk menyarankannya mendoakan supermarket itu.

Artinya, daripada membenci atau marah, lebih baik memberikan energi kita untuk hal-hal yang lebih positif seperti memikirkan bagaimana cara mengembangkan diri? Bagaimana membuat pelanggan tetap loyal? apa yang bisa dilakukan yang tidak bisa dilakukan oleh supermarket itu?

Hal kedua adalah daripada menghancurkan pesaing kita, lebih baik memikirkan bekerjasama menciptakan kue yang lebih besar. Saya teringat dengan kisah di suatu perkebunan anggur plus pabrik anggur yang hancur dilalap oleh api.

Namun yang menarik, justru pemilik bisnis pesainglah yang datang membantu mereka. Sampai-sampai, si pemilik pabrik anggur yang terbakar ini, berlutut di tanah mengucapkan terima kasih atas bantuan si pesaingnya ini. Kepada pesaingnya, orang-orang pun bertanya, mengapa ia mau membantu.

Ter-nyata, alasannya sederhana, "Karena, selama ini bersama-sama dengan pesaing saya ini, kita sama-sama meiuiptakan pasar anggur kelas tinggi. Selama ini, bisnis kita mulai terseok-seok oleh pam pabrik anggur murahan yang datang dari negara lain. Selama ini kita bersama-sama mendidik pelanggan." Ini betul-betul sikap mental pebisnis sejati!

Alasan ketiga dan terutama adalah membuathidup kiat sebagai pebisnis, menjadi lebihdamai dan sejahtera. Mungkin saja, membunuh musuh kita akan membuat kita lega dan senang sesaat.

Namun, siap-siaplah, musuh berikutnya akan muncul lagi. Jadi, daripada fokus pada energi menghancurkan musuh yang membuat kita jadi sulit tidur setiap malam karena benci dan marah.

Mungkin akan lebih baik jika, kita tidak bisa tidur karena terus-menerus berpikir bagaimana kila bisa menciptakan bisnis, produk, ide, dan pelayanan yang jauh lebih baik dari pelanggan kita. Dengan demikian, energi kita dipakai bukannya untuk menghancurkan tetapi lebih pada upaya mengembangkan bisnis kita.

Banyak yang berpikir bahwa falsafah mendoakan ini adalah tanda-tanda kelembekan ataupun sikap menyerah. Justru sebaliknya, saya mengatakan filosofi ini menunjukkan diri kila matang dan inilah sifat petarung yang sejati.

Lagi pula, membiarkan adanya persaingan dalam bisnis juga bisa berarti bahwa semangat pertarungan dalam diri kita terus-menerus akan diasah. Sebenarnya sudah tidak terhitung banyaknya bisnis yang dilindungi oleh pemerintah di negeri ini yang akhirnya tidak bisa bersaing lantaran karena kompetitornya tidak dibiarkan hidup oleh pemerintah.

Akibatnya apa yang terjadi. Pada era globalisasi semacam ini sangat sulit untuk membendung kompetitor. Ujung-ujungnya, banyak bisnis yang selama ini dilindungi, justru jadi tidak berkembang, sekarat, dan mati karena tenggelam dalam comfort zone mereka.

Karena itulah, saatnya kita memacu dan memotivasi diri kita karena adanya persaingan dan musuh-musuh bisnis kita. Sekali lagi, filosofi dalam tulisan ini mungkin saja tidak akan langsung membuat kita sukses dengan gemilang kalau seandainya kita langsung membunuh musuh bisnis kita saat ini.

Percayalah, minimal filosofi ini akan membuat kita tidur dengan nyenyak dan hati yang damai. Namun, jangan juga terlena karena otak kita seharusnya juga memikirkan terus bagaimana caranya menjadi lebih baik dan lebih baik lagi!


 INFO PASAR SENI LUKIS INDONESIA:http://artkreatif.net/

Kompetisi di UKM Turunkan Bunga Kredit


>>>>Kompetisi di UKM Turunkan Bunga Kredit


Minimnya bank yang mau terjun ke segmen kredit mikro menjadi salah satu alasan tingginya bunga yang ditawarkan untuk kredit tersebut.Ekonom dan analis perbankan, Mirza Adityaswara, mengatakan, kompetisi di segmen UKM dan ritel yang dinaikkan akan dapat menurunkan bunga kredit.

"Jadi, adanya publikasi suku bunga dasar kredit (SBDK) baik, tapi harus meningkatkan akses kredit di segmen UMKM dulu," ujarnya di Jakarta, Kamis (3/3).Menurutnya, SBDK pen-ting karena akan membantu transparansi, dan dalam jangka panjang akan membentuk kompetisi perbankan. Namun, yang lebih penting adalah menambah jumlah bank yang masuk ritel dan mikro.

"Dalam jangka panjang yang diharapkan adalah suku bunga di ritel dan UKM bisa satu digit seperti kredit untuk korporasi," katanya. Selain itu, faktor yang berpengaruh terhadap suku bunga lainnya seperti inflasi juga harus turun. Kompetisi kredit pun, tambahnya, juga akan terjadi pada saat ekonomi stabil.

Kepala Biro Pengaturan dan Penelitian Perbankan Bank Indonesia, Irwan Lubis, mengatakan, jika bisa ditekan, inflasi akan bisa menurunkan suku bunga kredit. "Kredit berbunga satu digit tak mustahil, harus optimistis bisa tahun ini," tukasnya.

Kendali inflasi juga harus dilakukan dan pemerintah bersama dengan BI harus bekerja sama menahan inflasi. Ia memaparkan proses publikasi SBDK akan menjadi proses pembelajaran untuk membentuk premi risiko.
Dengan SBDK, jelas Irwan, bank akan dapat meningkatkan daya tahan dan mengarah pada efisiensi perbankan.Selama ini, penyaluran kerdit mikro dan kecil masih mengenakan bunga kredit jauh di atas korporasi besar. Jika korporasi yang dipercaya bisa mendapatkan suku bunga sembilan persen, sektor mikro harus menanggung suku bunga dua kali lipatnya.

Mulai 31 Maret 2011, perbankan dengan aset di atas Rp 10 triliun wajib mengumumkan SBDK. Dengan SBDK, tambahnya, akan mendorong daya kompetisi perbankan dan membentuk keseimbangan harga yang baru.

Sumber: Bisnis Indonesia

Entri Populer