" Status YM ""
ukm indonesia sukses: Rela Menyewa Stan Bertarif Tinggi demi Menembus Pasar

Rela Menyewa Stan Bertarif Tinggi demi Menembus Pasar


>>>>>Rela Menyewa Stan Bertarif Tinggi demi Menembus Pasar

Pelaku usaha kerajaan merogoh kocek minimal Rp 13 juta biaya sewa stan seluas 9 meter persegi di Inacraft 2011. Meski mengeluhkan tingginya tarif sewa, mereka tetap rela demi mengikuti pameran ini, sembari berharap, penjualan selama pameran bisa menutup semua biaya pameran.

ING AR bingar Inacraft 2011 diselipi keluhan tarif sewa gerai yang terlampau mahal. Sonny, perajin kain lurik asal Malang mengeluhkan mahalnya tarif sewa stan di ajang Inacraft.

Ia merogoh kocek Rp 12 juta untuk pameran lima hari. "Saya pernah mengikuti pameran di Malang hanya membayar Rp 5 juta untuk tiga hari," tutur Sonny yang mendapat gerai di Hall A, bersatu dengan aneka suvenir dan fesyen.

Toh, Sonny memaklumi tarif start yang lebih mahal di Inacraft Sebab, ajang pameran kerajinan ini berskala nasional. Di hari kedua penyelenggaraan Inacraft, Sonny mengaku pengunjung yang mampir ke gerainya lebih ramai dibandingkan hari pertama

Sonny yang membuat lukisan tokoh pewayangan dengan media kain jarik ini mampu menjual tiga lukisan kemarin (21/4). "Sampai sore ini, saya mengantongi pendapatan Rp 6,5 juta," tuturnya

Keluhan serupa datang dari Elina Farida, pemilik Studio 181. Studio 181 memproduksi aksesori dari keramik seperti guci, vas bunga, gantungan kunci, dan tempelan kulkas.

Untuk bisa mengikuti Inacraft 2011 Elina mesti membayar Rp 11,2 juta Tarif ini sudah dipotong diskon 20 % dari ASEPHI, penyelenggara Inacraft 2011.Pada Inacraft 2010 lalu, Elina harus merogoh kocek Rp 10,8 juta "Sebetulnya tarif ini cukup berat, tapi karena pameran ini efektif untuk promosi, maka saya ikut," katanya

Adinindyah, pemilik Lawe, tidak terlalu mempersoalkan kenaikan tarif sewa ruang pameran. Baginya, Inacraft bisa menjadi peluang membuka pintu pemasaran yang efektif bagi usahanya "Dibandingkan tahun lalu, hari kedua ini saya sampai kewalahan menghadapi pengunjung pameran," katanya

Adinindyah mendapatkan gerai, sambungan listrik, meja, dan dua kiirsi dengan, t ongkos Rp 13 juta Di stan Inacraft 2011, ia memajang tas-tas dari kain tenun lurik bikinannya

Menanggapi keluhan peserta soal mahalnya biaya sewa gerai, Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, minta agar keluhan itu jangan ditanyakan kepada pemerintah. "Itu hukum pasar, supply demand. Soal eksibisi bukan dari pemerintah, tapi swasta yang menentukan," katanya

Syarief melihat Inacraft 2011 bisa menjadi hal yang menguntungkan bagi peserta, walau banyak peserta yang mengeluhkan tarif sewa maupun persoalan lain.

Selain kenaikan tarif sewa stan, Elina juga mengeluhkan ulah peserta pameran. Pelaku usaha yang sudah ikut Inacraft sejak 2003 ini mengungkapkan, banyak peserta pameran yang mengusung produk bukan buatan tangan. "Harusnya kan handmade. Kalau ini tidak. Ada yang jual bedcover buatan pabrik. Itu kan ngaco," katanya

Peserta pameran yang menjual aksesori non-buatan tangan rupanya berjejalan di lobi utama Elina yang gerainya ada di lobi utama melihat beberapa peserta menjual aksesori dari China, didan Thailand

PadahaI,TnacraTt bertujuan menampilkan kerajinan tangan karya anak bangsa Tambah kacau dibanding tahun lalu," imbuh ElinaTak hanya produk yang dipasarkan di pameran, Elina pun sebal akan banyaknya peserta yang non-produsen. "Saya ini produsen jadi tahu mana produsen dan reseller. Harusnya yang ikut pameran itu produsen, bukan orang dari pasar," katanya

Sumber: Harian Kontan
Gloria Natalia, Mona Tobing, Bernadette C.

Entri Populer