Asean dan Amerika Serikat (AS) sepakat melibatkan peran UKM kedua belah pihak dalam meningkatkan perdagangan dan investasi di antara negara-negara tersebut. Kesepakatan itu tercapai dalam diskusi informal dengan pejabat tinggi United States Tinde Representative (USTR) dengan para menteri ekonomi Asean dalam roadshow para1 Menteri Ekonomi Asean ke Amerika Serikat.
Diskusi itu menyorot soal kena sama ekonomi dan perdagangan antara Amerika Serikat dan negara-negara di Asia Tenggara, khususnya Asean. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan pada prinsipnya kedua belah pihak bertukar pikiran mengenai upaya memajukan kerja sama dialog bisnis pemerintah, fasilitasi perdagangan, keterkaitan antara perdagangan dan isu lingkungan, serta pembiayaan perdagangan.
"Secara khusus ada kesepakatan agar ada perhatian lebih kepada UKM agar peningkatan perdagangan dan investasi antara Amerika Serikat dan khususnya negara Asean dapat Iebihmelibatkan UKM kedua pihak," kata Mendag sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Bisnis,kemarin.
Sebagai konsekuensi kesepakatan itu, kedua pihak juga sepakat agar pejabat senior Asean dan Amerika Serikat melanjutkan pembahasan tersebut dalam konteks Asean-US Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) dan melaporkan perkembangannya kepada para menteri pada Agustus mendatang.
Menurut Mari, sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara Amerika Serikat dan Asean yang didukung oleh peningkatan konektivitas masyarakat kedua pihak. Hal tersebut bertujuan agar hubungan kedua pihak tidak terbatas pada pencapaian angka statistik yang meningkat dan lebih seimbang, tetapi juga lebih mendekatkan masyarakat Asean dan Amerika Serikat dalam pengertian yang lebih luas.
"Amerika tetap merupakan mitra ekonomi dan perdagangan yang sangat penting bagi Asean, kendati Asean tengah memasuki kesepakatan FTA dengan mitra lainnya," ungkapnya. Dia melanjutkan apabila China mulai menggantikan negara lain sebagai tujuan utama ekspor dan sumber impor bagi Asean, Amerika Serikat tetap menyimpan potensi yang besar di sektor-sektor nonkonvensio-nal.
Asean-AS kembangkan usaha kecil
Promosi Usaha Efisien Tanpa Keluar Biaya
Mempromosikan usaha merupakan hal yang unik, dengan hasil yang didapat pun berbeda-beda, tergantung dari cara orang tersebut berpromosi. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kreativitas dalam membuat kalimat untuk promosi yang dapat menarik pengunjung.
Dalam melakukan promosi usaha secara online, hal yang perlu kita hindari adalah melakukan kegiatan spam, yaitu suatu kegiatan promosi kepada orang yang tidak kita kenal atau tidak meminta/ menginginkannya. Misalnya, men girim email promosi secara terus menerus kepada orang yang tidak menghendaki; promosi lewat milis dengan menggebu gebu, maksudnya dalam sehari kita mensubmit iklan disalah satu milis secara terus-menerus (jauh lebih baik jika dilakukan sehari atau dua hari sekali memasang iklan kembar secara berulang-ulang.
Berikut ini beberapa sarana promosi usaha gratis dan efisien yang dapat kita lakukan untuk mempromosikan program bisnis kita Kirim Email ke Teman, Kolega, atau Saudara yang Mungkin Tertarik. Cara yang paling efektif adalah dengan mengontak rekan, kolega atau saudara yang tidak merasa terganggu bila kita menawarkan usaha kita. Ini untuk mencegah agar kita tidak dianggap sebagai spammer nantinya.Buat Email Signature. Email signature adalah tulisan yang selalu tertera di bawah email yang gratis untuk mendapatkan pengunjung bagi website usaha kita.
Forum Diskusi. Bergabunglah di forum-forum diskusi yang terdapat isi tentang bisnis. Iklankan usaha bisnis atau jadikan sebagai signature, sehingga setiap memberikan komentar pada forum,maka website dapat selalu ditampilkan. Masuk ke forum-forum diskusi tersebut dan cobalah memberikan komentar ataupun tanggapan sambil menyisipkan penawaran dan usaha kita. Kita juga dapat melakuka membolehkan mengiklankan usaha bisnis.Beriklan di Media Iklan Online. Dengan memanfaatkan media iklan on/me/iklan baris, iklan kita akan memperoleh peluang dibaca oleh ribuan pengunjung situs setiap harinya,
Dalam melakukan promosi usaha secara online, hal yang perlu kita hindari adalah melakukan kegiatan spam, yaitu suatu kegiatan promosi kepada orang yang tidak kita kenal atau tidak meminta/ menginginkannya. Misalnya, men girim email promosi secara terus menerus kepada orang yang tidak menghendaki; promosi lewat milis dengan menggebu gebu, maksudnya dalam sehari kita mensubmit iklan disalah satu milis secara terus-menerus (jauh lebih baik jika dilakukan sehari atau dua hari sekali memasang iklan kembar secara berulang-ulang.
Berikut ini beberapa sarana promosi usaha gratis dan efisien yang dapat kita lakukan untuk mempromosikan program bisnis kita Kirim Email ke Teman, Kolega, atau Saudara yang Mungkin Tertarik. Cara yang paling efektif adalah dengan mengontak rekan, kolega atau saudara yang tidak merasa terganggu bila kita menawarkan usaha kita. Ini untuk mencegah agar kita tidak dianggap sebagai spammer nantinya.Buat Email Signature. Email signature adalah tulisan yang selalu tertera di bawah email yang gratis untuk mendapatkan pengunjung bagi website usaha kita.
Forum Diskusi. Bergabunglah di forum-forum diskusi yang terdapat isi tentang bisnis. Iklankan usaha bisnis atau jadikan sebagai signature, sehingga setiap memberikan komentar pada forum,maka website dapat selalu ditampilkan. Masuk ke forum-forum diskusi tersebut dan cobalah memberikan komentar ataupun tanggapan sambil menyisipkan penawaran dan usaha kita. Kita juga dapat melakuka membolehkan mengiklankan usaha bisnis.Beriklan di Media Iklan Online. Dengan memanfaatkan media iklan on/me/iklan baris, iklan kita akan memperoleh peluang dibaca oleh ribuan pengunjung situs setiap harinya,
Minim, Pengembangan Wirausaha
Pengembangan entrepre-neurship di kalangan mahasiswa saat ini dinilai masih minim. Kondisi itu diperparah dengan minimnya sosialisasi terkait dengan permodalan di perguruan tinggi sehingga menyulitkan mereka untuk mengawali usaha. Hal itu dikatakan Ketua Komisi Tetap Kewirausahaan Kadin Jabar, Merdi Hajiji, seusai Dies Natalis Ikopin Ke-28 di Kampus Ikopin, Jln. Raya Jati-nangor-Sumedang, Bandung, Jumat (7/5).
"Mahasiswa itu masih kurang fokus. Umumnya mereka ingin instan. Kalau soal permodalan, walaupun selama ini masalah itu yang paling sering dikeluhkan, sebenarnya sumbernya banyak. Hanya, mungkin kurang disosialisasikan," tuturnya. Ia mencontohkan bantuan modal yang diberikan Dikti, masing-masing Rp 5 juta untuk mahasiswa yang berwirausaha. Selain itu, ada juga seratus bantuan yang dikucurkan Pemprov Jabar bagi pengusaha muda, khususnya mahasiswa.
"Potensi permodalan ini harus dimanfaatkan. Di samping itu, perguruan tinggi juga harus berperan aktif mendorong mahasiswanya untuk terjun ke dunia wirausaha. Bahkan, seharusnya pemerintah membangun balai latihan kewirausahaan," katanya. Diakui Wakil Rektor (Warek) I Ikopin Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dindin Burhanudin, kewirausahaan menjadi solusi di tengah makin besarnya jmlah lulusan D-3 dan S-i yang menganggur. Di Jabar sendiri sedikitnya terdapat 300.000-400.000 lulusan D-3 dan S-i yang belum terserap lapangan kerja.
"Berdasarkan data BPS, sedikitnya ada 1,9 juta lulusan S-i dan D-3 di Indonesia yang masih menganggur. Angka ini terhitung tinggi. Di sinilah penting-nya mengubah mindset lulusan perguruan tinggi untuk terjun ke dunia wirausaha. Kuncinya, mereka harus diajarkan untuk mulai bersahabat dengan ketidakpastian," ujarnya. Menilik dari SDM dan SDA yang ada, Didin menilai, potensi pengembangan enterpreneur-ship mahasiswa di Indonesia cukup tinggi. Sayangnya, selain terkendala waktu, masalah permodalan masih menjadi halangan. Kalaupun ada, minimnya in-formasi membuat mereka sulit untuk mengaksesnya.
"Selama ini memang ada sumber permodalan melalui sejumlah bantuan. Akan tetapi, sering kali informasi ini tidak diketahui mahasiswa. Mungkin ini menjadi salah satu kendala pengembangan enterpreneurship. Ini menjadi PR bagi semua pihak terkait, termasuk pemerintah," katanya.
Pembentukan wirausahawan muda baru, menurut dia, bisa membantu mengurangi jumlah pengangguran yang menurut data BPS 2009 mencapai lebih dari 9 juta jiwa. "Lulusan perguruan tinggi sekarang sudah tidak zamannya lagi memikirkan akan bekerja di mana, tetapi akan membuat usaha apa
"Mahasiswa itu masih kurang fokus. Umumnya mereka ingin instan. Kalau soal permodalan, walaupun selama ini masalah itu yang paling sering dikeluhkan, sebenarnya sumbernya banyak. Hanya, mungkin kurang disosialisasikan," tuturnya. Ia mencontohkan bantuan modal yang diberikan Dikti, masing-masing Rp 5 juta untuk mahasiswa yang berwirausaha. Selain itu, ada juga seratus bantuan yang dikucurkan Pemprov Jabar bagi pengusaha muda, khususnya mahasiswa.
"Potensi permodalan ini harus dimanfaatkan. Di samping itu, perguruan tinggi juga harus berperan aktif mendorong mahasiswanya untuk terjun ke dunia wirausaha. Bahkan, seharusnya pemerintah membangun balai latihan kewirausahaan," katanya. Diakui Wakil Rektor (Warek) I Ikopin Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dindin Burhanudin, kewirausahaan menjadi solusi di tengah makin besarnya jmlah lulusan D-3 dan S-i yang menganggur. Di Jabar sendiri sedikitnya terdapat 300.000-400.000 lulusan D-3 dan S-i yang belum terserap lapangan kerja.
"Berdasarkan data BPS, sedikitnya ada 1,9 juta lulusan S-i dan D-3 di Indonesia yang masih menganggur. Angka ini terhitung tinggi. Di sinilah penting-nya mengubah mindset lulusan perguruan tinggi untuk terjun ke dunia wirausaha. Kuncinya, mereka harus diajarkan untuk mulai bersahabat dengan ketidakpastian," ujarnya. Menilik dari SDM dan SDA yang ada, Didin menilai, potensi pengembangan enterpreneur-ship mahasiswa di Indonesia cukup tinggi. Sayangnya, selain terkendala waktu, masalah permodalan masih menjadi halangan. Kalaupun ada, minimnya in-formasi membuat mereka sulit untuk mengaksesnya.
"Selama ini memang ada sumber permodalan melalui sejumlah bantuan. Akan tetapi, sering kali informasi ini tidak diketahui mahasiswa. Mungkin ini menjadi salah satu kendala pengembangan enterpreneurship. Ini menjadi PR bagi semua pihak terkait, termasuk pemerintah," katanya.
Pembentukan wirausahawan muda baru, menurut dia, bisa membantu mengurangi jumlah pengangguran yang menurut data BPS 2009 mencapai lebih dari 9 juta jiwa. "Lulusan perguruan tinggi sekarang sudah tidak zamannya lagi memikirkan akan bekerja di mana, tetapi akan membuat usaha apa
Langganan:
Komentar (Atom)
Entri Populer
-
Cara budidaya ikan gurame / gurami terlengkap di kolam dan terpal . Anda memiliki hobi beternak ikan, maka sudah saatnya anda melakukan s...
-
>>> Membuat kandang ayam Kini informasi peternakan ayam akan membantu anda, bagai mana memelihara ayam dan membuat kandang aya...
-
Ikan Lele merupakan keluarga Catfish yang memiliki jenis yang sangat banyak, diantaranya Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Phyton, Lele Sangku...
-
13/02/2012 Ayam Lepas Tambah 50 Gerai Tahun Ini BISNIS resto dengan menu utama ayam masih memiliki prospek baik kendati pemainnya suda...
-
28/12/2011 Peluang Usaha Tepung Talas Dari Tepung Talas Bisa Raih Omzet Miliaran Rupiah Selain tepung terigu dan tepung mocaf, masih ada t...
-
07/03/2012 Hanya Butuh Pakan Alami, Panen Belut Super Melimpah Selain mudah, budidaya belut super juga minim risiko. Hal utama yang haru...
-
Pase permulaan Dalam pase permulaan berawal dari umur 0 hari sampai 6 minggu, dimana bentuk ukuran dan keseragaman sebagai tujuan b...
-
Ikan nilatermasuk jenis ikan air tawar yang mudah dibudida-yakan. Dengan tingkat produktivitas yang tinggi, tak perlu waktu lama untuk meman...