SAMARINDA Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Timur bertambah 3.411 unit hingga akhir tahun lalu seiring geliat kegiatan ekonomi di daerah itu.Pada akhir 2008, jumlah UMKM tercatat sebesar 376.880 unit, terdiri atas usaha mikro 13.853 unit, usaha kecil 362.221 unit, dan usaha menengah 806 unit.
Berdasarkan klasifikasi usaha meliputi industri 306.110 unit, perdagangan 41.903 unit, dan jasa 28.866 unit. Pada 2007, total UMKM baru 373.469 unit.Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kaltim Yadi Sabianoor mengatakan peningkatan jumlah usaha tersebut berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
"Peningkaian itu berdampak pada penyerapan tenaga kerja sekitar 737.202 orang atau meningkat 7.230 orang dibanding tahun sebelumnya 729.972 orang," kata Yadi, pekan lalu.Menurut dia, bergairahnya kegiatan UMKM tidak lepas dari berbagai upaya memperkuat permodalan dan akses pelatihan, serta pemasaran hasil produksi pelaku UMKM.
Dia menyebutkan selama 2000 hingga 2007, tercatat bantuan permodalan dari Departemen Koperasi dan UMKM mencapai Rp57,45 miliar untuk beragam program dan skema pembiayaan.Adapun dalam APBD Kaltim 2010 disiapkan bantuan dana pembiayaan Rp20 miliar.
Selain itu, sejumlah pemda juga menyiapkan, a.I. Pemkab Kulai Barat Rp23,3 miliar, Berau Rpl6 miliar, Bulungan Rp4 miliar, dan Samarinda Rp3,7 miliar.
"Ketersediaan alternatif pembiayaan bagi koperasi dan UKM dilakukan pemerintah kabupaten dan kota melalui kerja sama dengan bank perkreditan rakyat," ujarnya.Beberapa BPR yang terlibat adalah BPR Ibadurrahman di Kabupaten Panajam Paser Utara dengan penempatan modal pemerintah RpS,3 miliar, BPR Samarinda RplO miliar, dan BPR Bontang Sejahtera Rp2 miliar.
Guna memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan, pemerintah membangun pusat pelayanan dan promosi UMKM dengan dana APBD Rp36 miliar.Sarana tersebut dilengkapi gedung serbaguna, ruang pamer, ruang seminar, ruang pelatihan dan asrama, workshop kayu, rotan, keramik, rumah kemasan, dan studio desain.
Yadi menuturkan telah dibentuk pula Lembaga Penjamin Kredit Daerah di Kutai Kartanegara dengan penempatan modal pemerintah Rp5 miliar, serta di Balikpapan bekerja sama BPD Kaltim dan Askrindo