" Status YM ""
ukm indonesia sukses: Sentra Lentera Gentar Cianjur Terancam Migrasi ke Daerah Lain

Sentra Lentera Gentar Cianjur Terancam Migrasi ke Daerah Lain


>>>>>Sentra Lentera Gentar Cianjur Terancam Migrasi ke Daerah Lain


Sejak zaman dulu, kampung Gentur identik dengan lentera hias. Warga Gentur menjadikan aktivitas pembuatan lentera sebagai dapur mereka. Minimnya promosi berpotensi menyebabkan migrasi lantaran warga berpindah tempat usaha ke daerah lain.

MENUJU sentra kerajinan lentera di desa Gentur, Cianjur, Anda harus sedikit tabah. Pertama, Anda harus mengambil arah menuju kota Cianjur, Jawa Barat Sesampainya di sana, Anda bisa mengambil arah ke Kecamatan Warungkondang.

Bila kendaraan sudah melaju sampai pasar Warungkondang, Anda bisa memacu kendaraan menipu Gentur yang berjarak sekitar lima kilometer dari pasar. Cuma, jangan berharap kendaraan bisa melaju kencang lantaran jalanan rusak dalam kondisi cukup parah.

Saat KONTAN bertandang ke sentra ini, para perajin sibuk memotong kaca atau lempengan kuningan. Ada juga yang mengecat kaca atau besi kuningan agar tersambung dan membentuk sebuah pola lampu gantung. Semuanya di kerjakan di teras rumah yang berfungsi sebagai etalase dagangan hingga pabrik lampu.

Sejak matahari terbit hingga waktu Isya tiba, kesibukan itu berlangsung setiap hari, tanpa mengenal hari libur. "Persis seperti dapur yang tiap hari ada pekerjaan membikin lampu, "ujar Dede Syarifuddin, seorang pengerajin lentera Gentur.

Banyak perempuan yang terlibat dalam usaha pembuatan lampu gentur ini. Umumnya, mereka terlibat pada proses akhir, yakni memoles lampu gantung. Adapun anak-anak biasanya ikut sibuk mengumpulkan bahan baku kuningan dan stainless steel. "Jadi, semua anggota keluarga terlibat dalam proses pembuatan lampu gentur," ujarnya,

Di tengah menjamurnya produk modem yang bernuansa minimalis, pesanan lampu gentur yang datang beragam, dari lampu pijar dan tempat untuk lilin,hingga lampu taman serta pernak pernik untuk interior hotel, restoran, vila dan pusat perbelanjaan.

Beberapa motif yang kerap dipesan adalah motif cupat manggu (manggis) dan motif geomelris berpola lingkaran, bentuk prisma, piramid, limas, bola dan silindris. Bahkan, selain lampu, mereka juga kerap menerima order untuk membuat delman atau bentuk lainnya

Meski menggunakan teknik dan alat yang sederhana, lampu gentur menjadi kebanggaan warga kampung ini. Pasalnya, dari tangan-tangan terampil ini, lahirlah lampu gantung yang mampu mengharumkan nama Gentur hingga mancanegara.

Dari teknik manual ini pula, Tahir sekitar 800 motif yang merupakan warisan para leluhur. "Keahlian ini merupakan sesuatu yang harus kami lestarikan," ujar Lukita yang sudah sekitar 13 tahun menjadi perajin.Maklum, dalam proses pembuatan lampu, keahlian dalam mengukir sangat menentukan. Hendra Goenawan, pembeli yang datang langsung ke Gentur mengatakan, sudah I;ii11.1 ia menjadi pelanggan sentra ini. Hendra yang berprofesi sebagai pengusaha ini berharap, promosi atas keberadaan sentra ini harus digalakkan. "Orang luar negeri saja banyak tahu, masa orang lokal tak tahu," ujar Hendra

Tiap datang ke sentra ini, Hendra biasanya membeli 100 lentera hingga 300 lentera untuk kemudian dijual ke Bali, Singapura dan Australia Minimnya promosi bisa berdampak migrasi warga muda Gentur berpindah ke tempat lain. Padahal, di daerah lain, mereka juga pasti membuka usaha yang sama yakni membuat lentera "Sayang sekali kan," ujarnya

Sumber : Harian Kontan
Ragil Nugroho (Cianjur)

Entri Populer