" Status YM ""
ukm indonesia sukses: Kebijakan Ekonomi Makro Dorong Agresivitas Koperasi

Kebijakan Ekonomi Makro Dorong Agresivitas Koperasi

Kebijakan ekonomi makro mendorong agresivitas para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi dalam mengembangkan usahanya. "Kebijakan ekonomi makro telah mendorong para pelaku UMKM dan koperasi," kata Gubernur Jawa Timur, Soekarno, dalam sambutan Hari Ulang Tahun Ke-63 Koperasi di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Kamis.

Ia menyebutkan, dari dana kredit yang disalurkan perbankan di Jatim tahun ini sebesar RplSO triliun, sebesar Rp86 triliun atau sekitar 44 % di antaranya diserap UMKM dan koperasi. Padahal tahun lalu hanya Rp65 triliun. Soekarwo mengatakan perkembangan koperasi tak lepas dari bantuan dan perhatian pe-merintah. "Oleh karena itu, yang hadir dalam acara ini sangat mencintai pemimpinnya dan dewasa dalam berdemokrasi," katanya.

Dia juga melaporkan tahun ini Pemprov Jatim mengucurkan dana sebesar Rp200 miliar untuk membantu permodalan lembaga koperasi wanita yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. "Tahun lalu bantuan untuk koperasi wanita hanya Rp93 miliar, kini bantuan itu ditingkatkan menjadi Rp200 miliar. Kami sangat cinta dan menghargai koperasi," katanya.

Menurut dia, koperasi juga turut membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar Rp5,8 % pada triwulan 1/2010 menjadi 6,5 % pada triwulan 11/2010. Pertumbuhan ekonomiitu, lanjut Soekarwo, mampu menurunkan angka kemiskinan sebesar -1,62 % dan pengangguran sekitar -0,96 %.

Dua Gerakan Sementara itu, dua gerakan nasional yakni Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemas-kop) dan Gerakan Minum Susu dicanangkan pada hari koperasi ke-63 di Surabaya, Jawa Timur. "Kami menggagas program Ge-maskop dan Gerakan Minum Susu sebagai gerakan nasional," kata Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan, di kesempatan yang sama.

Pada kesempatan itu, pihaknya meminta secara khusus kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yang hadir bersama jajaran Menteri Kabinet In-donesia Bersatu II untuk mencanangkan dua gerakan nasional itu. Presiden pun secara resmi mencanangkan dua gerakan itu sebagai gerakan nasional.

Sjarifuddin mengatakan, pihaknya menggagas Gemaskop seiring dengan banyaknya kebijakan pemerintah yang telah dilaksanakan menyangkut koperasi dan UKM. "Ada banyak kebijakan terkait itu di antaranya bantuan sosial, penguatan modal, KUR, dana bergulir, pelatihan, kewirausahaan, pameran, dan sebagainya yang telah banyak memberikan peluang dan kemudahan kepada rakyat untuk mendirikan dan lebih meningkatkan usaha koperasi," katanya.

Pihaknya mengharapkan dengan dicanangkannya Gemaskop maka akan tercipta koperasi-koperasi yang kreatif, inovatif, dan berskala besar dengan daya saing yang tinggi.

Di samping itu, sebagai wujud dan peran koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam hal perbaikan gizi rakyat, pihaknya menggagas kampanye minum susu. "Produk minuman susu tersebut antara lain diproduksi oleh koperasi Indonesia," katanya.

Dia menteri berharap mulai tahun ini koperasi Indonesia mampu meningkatkan kinerjanya sehingga menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang mandiri, kreatif, dan inovatif untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Ia berpendapat, hari koperasi harus menjadi wadah evaluasi diri dan instrospeksi bersama.

Entri Populer