" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Tergantung Pengepul, Untung Jadi Tipis ( Usaha Sangkar Burung )

Tergantung Pengepul, Untung Jadi Tipis ( Usaha Sangkar Burung )


>>>>>>Tergantung Pengepul, Untung Jadi Tipis
 
Walau memproduksi dalam jumlah besar, perajin sangkar burung perkutut kualitas biasa di Desa Dawuan Mangli hanya mengantongi sedikit keuntungan ternyata. Ketergantungan dengan pengepul dalam proses pemasaran sangkar perkutut menjadi penyebab utama.

SPESIALISASI produk membuat perajin sangkar perkutut di Desa Dawuan Mangli, Sukowono, Jember, Jawa Timur bisa bertahan. Yuana, salah satu perajin memilih memproduksi sangkar perkutut secara massal karena perputaran uangnya lebih cepat.

Apalagi, untuk membuat sangkar perkutut dengan kualitas biasa-biasa saja, perajin tidak perlu repot-repot mencari bahan baku kelas wahid dan membuat disain yang indah. Pengerjaan yang cukup cepat membuat Yuana mampu memproduksi 100 sangkar perkutut dalam dua nunggu.

Dari tiap sangkar yang ia buat, Yuana bisa mendapat keuntungan sekitar Rp 7.000. Rantai penjualan yang harus melewati pedagang pengumpul alias pengepul bukan langsung ke pengecer memangkas labanya

Yuana terpaksa mengandalkan pengepul untuk menjual sangkar perkutut buatannya karena tidak mempunyai modal untuk mempekerjakan tenaga pemasaran. "Kalau mempekerjakan orang, malah nanti nggak ada untungnya sama sekali," tuturnya

Savjab, perajin sangkar perkutut lainnya, juga mengaku keuntungannya selama ini cukup minim. Dengan kualitas biasa, dia mampu membikin 60 sangkar perkutut tiap bulan. Dari total produksi itu, ia hanya meraup omzet Rp 1,2 juta dengan hargajual satu sangkar Rp 20.000. "Itu harus dipotong pembelian bahan baku, seperti bambu, rotan, kayu dan cat," katanya

Bahan baku utama untuk membuat sangkar kualitas biasa adalah bambu, dengan harga Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per batang. Satu batang bambu bisa mengha-silkan 20-25 sangkar.Berbeda dengan perajin sangkar perkutut kualitas biasa Para perajin sangkar perkutut kualitas super hanya memproduksi sedikit sangkar tiap bulannya Hanya hitungan jari saja produksinya Soalnya, mereka harus benar-benar membuat sangkar yang bagus dengan nilai seni yang tinggi.

Untuk membuat mahkota sangkar saja, para perajin sangkar perkutut kualitas nomor satu perlu menghabiskan waktu seharian. Sedangkan, untuk membuat tabung sangkar membutuhkan tempo dua hari.

Berbagai desain sangkar perkutut kualitas super, antara lain Barong, merakan. Jatayu, kuda, dan Nyi Roro Kidul. "Proses pembuatan satu sangkar dengan kualitas bagus membutuhkan waktu paling tidak empat hari," kata Lamsari, salah satu pembuatsangkar perkutut kualitas super di Dawuan Mangli.

Sementara, Rupik, sangkar perkutut kualitas super, mengaku hanya mampu membuat empat sangkar perkutut tiap bulan.Dengan disain gambar timbul, sangkar perkutut buatan Rupik dijual dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 4 juta per sangkar. Selain keindahan disain, kehalusan sangkar dan kualitas bahan baku menjadi kelebihan produk-produk Rupik.

Dengan keahliannya membuat sangkar perkutut kelas jempolan, Rupik pernah mendapat tawaran bekerja di Singapura sebagai perajin sangkar perkutut dan burung lainnya Tentunya, dengan gaji yang sangat menggiurkan. Tetapi, "Saya nggak mau karena jauh dari rumah," ungkapnya

Sumber : Harian Kontan
Handoyo (Jember)


Entri Populer