Halaman

Kemenakertrans latih wirausaha untuk mantan TKI

22/2/2012
Kemenakertrans latih wirausaha untuk mantan TKI


JAKARTA Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi berupaya mengerem laju penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri dengan memberikan pelatihan kewirausahaan di kantong-kantong daerah pengiriman TKI.

Direktur Produktivitas dan Kewirausahaan, Ditjen Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenakertrans, mengatakan program tersebut tidak hanya diarahkan pada mantan TKI tetapi juga ca-lon pekerja migran.

Pemerintah, ujarnya, di antaranya menggandeng Martha Tilaar untuk melatih mantan tenaga kerja Indonesia agar ahli spa dan refleksiologi. "Tujuan [program] itu menggiring kaum wanita di kantong-kantong daerah pengirim TKI untuk tidak kembali lagi bekerja ke luar negeri tetapi akan difasilitasi sebagai wirausaha di negara sendiri." katanya di Jakarta, Senin.

Program pelatihan itu direncanakan mulai berlangsung pada April dengan kawasan percontoh-an di Cirebon dan Cianjur, Jawa Barat serta Malang, Jawa Timur. Pada tahap awal itu, pelatihan direncanakan dapat diikuti 400 peserta.

Nora mengakui upaya untuk menarik mantan pekerja migran agar bersedia mengembangkan wirausaha di bidang kecantikan bukanlah langkah yang mudah. Namun, dia optimistis dapat mengatasi kesulitan itu melalui kerja sama dengan Muslimat NU. "Kami akan dibantu Muslimat NU untuk proses penyeleksian- nya," kataya.

Bisnis spa dan refleksiologi ter-masuk dalam gaya hidup [lifestyle). Usaha tersebut banyak ditemui mulai dari pusat perbelanjaan hingga bandara internasional di sejumlah provinsi. Menurutnya, permintaan perusahaan di luar negeri terhadap tenaga terapis spa dan refleksiologi masih tinggi.

"Kalaupun ada pengiriman TKI sebagai profesional bukan lagi jadi pembantu rumah tangga," ujar Nora.Selain wirausaha kecantikan, menurut Nora, pemerintah juga mengembangkan program pelatihan bisnis di bidang batikdengan sasaran 400 peserta di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Madura.

Dia mengatakan provinsi-provinsi tersebut merupakan kantong TKI dan sentra tenun, sehingga pelatihan akan diarahkan pada peningkatan kreativitas dan inovasi melalui batik di bidang kerajinan tersebut. Direktur Produktivitas dan Kewirausahaan itu melanjutkan batik perlu dilestarikan dalam motif tenun ikat dan sutra sehingga warisan leluhur itu tidak hanya identik dengan Jawa.

Sumber : Bisnis Indonesia
HILDA SABRI SULISTYO