Halaman

Mendunia Lewat Hobi Menari


>>>>>Mendunia Lewat Hobi Menari


mengandalkan kelenturan tubuhnya, tetapi juga mengetahui filosofi di balik tarian yang dibawakannya. Pengetahuan ini akan membuat setiap liukan tubuhnya semakin bermakna.Itulah yang diyakini Eko Supriyanto, seorang pria yang sangat tergila-gila dengan tarian. Dia bisa menafikan tari tradisional Indonesia, tari modem, dan larian-tarian Eropa seperti Irish Caeli Dance. Ketekunan Eko memperdalam hobinya itu membuat pria kelahiran Kalimantan Selatan 26 November 1970 itu membuatnya keliling dunia.

Saal ini. Eko sibuk mengajar tari di sebuah sekolah di Singapura, selain mendidik di Institut Seni Indonesia Surakarta. Dia juga disibukkan dengan berbagai workshop tari di Eropa dan Amerika Serikal. Kecerdasan dan kerja keras Eko menjadi kunci utama keberhasilannya.

"Dulu, banyak yang mengolok-olok saya. Mereka bilang kalau pria menjadi penari itu tidak bagus karena ke-wanita-waniiaan. Tetapi, saya membuktikan dugaan itu tidak benar dan saya menjawab hal itu dengan prestasi," ujar Eko.

Eko boleh bangga karena selain sukses menjelajah be-lahan dunia lain, dia juga pernah menjadi penari bagi penyanyi papan atas Madonna pada 2001 lalu.

Waktu itu, Eko yang tengah mengambil gelar master untuk bidang koreografi dan pertunjukan di Universitas California Los Angeles (UCLA) lewat beasiswa Fulbrighl itu lolos audisi dari 6.000 penari yang kebanyakan diikuti warga Amerika.

Eko terpilih menjadi salah satu dari 12 penari yang akan ikut dalam tur Amerika dan Eropa Madonna Drown World Tour. Ia pun berkeliling ke tempat-tempat baru bersama sang diva dalam 268 show selama sembilan bulan.

"Petualangan" bersama

Madonna dan bersekolah di Amerika membuat Eko menyadari banyak hal yang belum dia ketahui tentang negaranya sendiri. Ia pun kembali ke Indonesia dengan tekad mempromosikan tarian nusantara yang kaya dan beraneka itu.

Mendirikan Akademi

Saat ini, suami dari Astri Kusuma Wardan itu akan mendirikan Akademi Nari-Nari dan Sanggar Tari di Kemang, Jakarta untuk mengajak masyarakat Indonesia semakin cinta dengan seni tari.Ayah dari Candra Suryavi-mala Prabashi (6) dan Lintang Hinepukohu Ataqhua (1) itu juga ingin terus menambah il-munya dengan mempelajari tarian nusantara lainnya.

"Saya kaget, temyata banyak orang asing yang lebih tahu kebudayaan dan tarian Indonesia. Saya miris dan ingin mempelajari tarian-tarian lain karena Indonesia punya jutaan jenis tari yang luar biasa indah," ujarnya.

Eko juga tengah berusaha membuat koreografer untuk pentas Opera Jawa yang akan manggung di Amerika dalam waktu dekat ini. Opera Jawa merupakan film independen besutan Garin Nugroho. Garin dinobatkan sebagai sutradara terbaik lewat film ini di Festival International Film Independent Bruxelles Ke-35 di Brussel. Belgia. 2008 lalu. [SP/Widi Yulianti]


Sumber: Suara Pembaharuan