Tenaga ahli gizi seharusnya menjadi bagian dari tim kesehatan. Namun Politeknlk Kesehatan (Poltekes) Mataram menyiapkan ahli gizi bukan saja untuk kepentingan rumah sakit atau pun industri makanan, tetapi lebih luas lagi, bisa menjadi pelaku wirausaha.
Selain dibekali ilmu teknologi pangan dan mutu pengendalian makanan, mahasiswa Poltekes Mataram juga diberi pengetahuan kewirausahaan. Tujuannya, agar para ahli madya gizi madya bisa mendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
"Sekarang ini kan sudah zero untuk pengangkatan PNS. Artinya, peluang menjadi pegawai negeri sipil sudah sangat langka bahkan bisa dikatakan tidak ada lagi atau nol," kata Ketua Jurusan Gizi Poltekes Kementerian Kesehatan Mataram Irianto. SKM, MKes, ke-pada Pelita saat berada di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RS-JPDHK). Jakarta, Selasa (13/7).
Kehadiran Irianto bersama sejumlah dosen untuk mendampingi mahasiswanya melakukan perjalanan belajar lapangan untuk melihat langsung instalasi gizi di rumah sakit rujukan nasiona] untukjanlung telah menerapkan HACCP (hazard analysis critical control point) yang mampu mengendalikan mutu makanan yang bergizi dan aman bagi pasien.
Dalam kunjungan yang dl-teirima Kepala UPF Gizi RSJPDHK Rianti Srlwldajati dan Humas RSJPDHK Novi Ismail, Irianto mengatakan, mahasiswanya dibekali ilmu kewirusahaan. Tujuannya agar lulusan Poltekes bisa mandiri. "Lapangan kerja untuk gizi memang masih luas, lulusan kami Juga banyak diserap rumah sakit dan Industri ma-kanan," ujarnya.
Dosen teknologi pangan dan gizi Poltekes Mataram I Gde Narda Widada, STP. MSI, me-ngatakan, mahasiswa bisa memanfaatkan teknologi untuk memroses suatu produk makanan dan menguasai bagai-mana memilih bahan baku yang aman bagi kesehatan.
"Kamijuga mengembangkan beberapa bahan lokal, m/salnya sukun, kami sudah mengolahnya menjadi tepung dan tepung itu bisa dibuat kue bahkan sekarang sudah ada bakso sukun. Ilmu-ilmu dasar yang dimiliki Ini ditunjang dengan mata kuliah kewirausahaan." kata Gde Narda.
Sementara, Made Darawall. STP. MSc, untuk menyiapkan mahasiswa agar dapat mengikuti standar global atau pun ISO. maka sangat penting untuk menguasai pengendalian mutu makanan yang bergizi dan aman.
"Misalnya, mampu mengindentifikasi bahaya makanan terutama bagi pasien katagori berisiko. Jadi rumah sakit pun saat Ini harus mengikuti HAC!p dan Idealnya satu ahli gizi ditangani 75 bed." ujar-nya.

Lulusan Poltekes Bisa Jadi Pelaku Wirausaha
Entri Populer
-
Cara budidaya ikan gurame / gurami terlengkap di kolam dan terpal . Anda memiliki hobi beternak ikan, maka sudah saatnya anda melakukan s...
-
>>> Membuat kandang ayam Kini informasi peternakan ayam akan membantu anda, bagai mana memelihara ayam dan membuat kandang aya...
-
Ikan Lele merupakan keluarga Catfish yang memiliki jenis yang sangat banyak, diantaranya Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Phyton, Lele Sangku...
-
13/02/2012 Ayam Lepas Tambah 50 Gerai Tahun Ini BISNIS resto dengan menu utama ayam masih memiliki prospek baik kendati pemainnya suda...
-
28/12/2011 Peluang Usaha Tepung Talas Dari Tepung Talas Bisa Raih Omzet Miliaran Rupiah Selain tepung terigu dan tepung mocaf, masih ada t...
-
07/03/2012 Hanya Butuh Pakan Alami, Panen Belut Super Melimpah Selain mudah, budidaya belut super juga minim risiko. Hal utama yang haru...
-
Pase permulaan Dalam pase permulaan berawal dari umur 0 hari sampai 6 minggu, dimana bentuk ukuran dan keseragaman sebagai tujuan b...
-
Ikan nilatermasuk jenis ikan air tawar yang mudah dibudida-yakan. Dengan tingkat produktivitas yang tinggi, tak perlu waktu lama untuk meman...