" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Dari Tepung Talas Bisa Raih Omzet Miliaran Rupiah

Dari Tepung Talas Bisa Raih Omzet Miliaran Rupiah

28/12/2011
Peluang Usaha Tepung Talas
Dari Tepung Talas Bisa Raih Omzet Miliaran Rupiah


Selain tepung terigu dan tepung mocaf, masih ada tepung talas. Sesuai namanya, tepung ini dibuat dan umbi talas. Selain pasar lokal, permintaan tepung ini juga datang dari luar negeri. Tingginya permintaan membuat usaha tepung talas sangat menjanjikan. Saban bulan, ada pengusaha tepung talas yang beromset miliaran rupiah.

BANYAK umbi-umbian yang kaya dengan karbohidrat. Selain, singkong, umbi talas juga mengandung karbohidrat yang tinggi. Seperti layaknya gandum yang bisa diubah menjadi tepung terigu, umbi talas juga bisa dimanfaatkan menjadi tepung talas.

Prospek usaha terigu talas ini juga menjanjikan. Lihat saja keuntungan dari memproduksi tepung talas yang diraih Paulus Andi Christan-to, pemilik dari CV Agro Lawu International di Magetan, Jawa Timur.

Paulus memproduksi tepung talas satoimo atauyang juga dikenal sebagai talas bithek. Berbeda dengan tanaman penghasil karbohidrat lainnya seperti jagung dan padi, tanaman talas lebih Mli,ni terhadap perubahan cuaca yang ekstrem sekalipun.

Menurut Paulus, tanaman talas ini banyak manfaatnya. Selain sebagai pengganti nasi, talas juga banyak dibutuhkan di farmasi ataupun kosmetik. "Banyak perusahaan farmasi dan kosmetik dari dalam dan luar negeri yang butuh talas," kata Paulus.

Selain pasar lokal, Paulus juga menjajakan tepung talas buatannya ke Jepang. Untuk pasar lokal, Paulus memban-drol harga talas tanpa merek sebesar Rp 30.000 per kg. Ia menjual tepung talas ini dalam kemasan 5 kg dan 10 kg. Sedangkan untuk harga ekspor, Paulus mematok harga tepung sebesar ¥ 300 per kg.

Setiap bulannya, Paulus mampu menjual tepung talas sebanyak 100 ton. Sedangkan untuk talas satoimo dalam keadaan beku, ia bisa menjual sebanyak 400 ton. Dari penjualan talas satoimo beku, Paulus berhasil meraup omzet hingga Rp 6 miliar. Sedangkan penjualan dari tepung talas, Paulus berhasil mendulang omzet sebesar Rp 4 miliar. Alhasil saban bulan, Paulus bisa menikmati omzet hingga Rp 10 miliar.

Soal bahan baku, Paulustidak merasa kesulitan. Soalnya, ia memiliki sekitar 70 hektare (ha) kebun talas yang tersebar di berbagai tempat di Sumatera dan Jawa Paulus membudidayakan tanaman talas itu dengan cara bekerjasama dengan para petani lokal.

Setiap kali panen, Paulus bakal mendapatkan 1.500 hingga 2.000 ton tanaman talas segar untuk balian baku tepung talas. Talas bisa diolah menjadi anekamakanan karenamemiliki kadarpati tinggi.Berjualan tepung talas juga mudah, Paulus bilang, permintaan tepung talas datang dari industri kue di Jawa dan Sumatera. "Bebera-pa perusahaan Jepang dan Korea juga menjadi pemesan rutin tepung talasnya Di perusahaan lokal kebanyakan di pesan oleh perusahaan ice ii in in," kata Paulus.

Penjual tepung talas lainnya adalah Ade Hidayat di Pandeglang, Banten, Jawa Barat. Ia memulai usaha pengolahan tepung talas sejak pertengahan tahun ini. Karena itu, produksi tepung talas Ade belum terlalu besar. Dalam satu bulan, Ade hanya sanggup menghasilkan 800 kilogram (kg) tepung talas.

Sebanyak 800 kg tepung talas itu, dihasilkan dari 1.600 kg atau 1,6 ton umbi talas. Ukurannya, setiap 5 kg talas mentah bisa untuk menghasilkan 1 kg tepung. Untuk setiap 1 kg tepung talas dia jual seharga Rp 30.000. Dengan begitu, omzet yangdidulang Ade sebesar Rp 24 juta setiap bulannya

Tepung talas bisa untuk digunakan sebagai bahan dasar membuat aneka jenis makanan olahan seperti berbagai jenis kue basah, roti, kulit pizza maupun es krim. Menurut Ade, pelanggan tepung talasnya adalah produsen aneka jenis makanan olahan yang ada di Pandeglang, Banten, maupun Bogor. Talas memiliki rasa yang enak untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan karena memiliki kadar pati yang sangat tinggi," jelas Ade.

Selain itu, menurut Ade, terdapat berbagai kelebihan dari penggunaan tepung talas ini. Di antaranya, tepung talas ini bisa dijadikan alat terapi bagi para penderita kanker.

Sumber: Harian Kontan
Fitri Nur Arifenie, Dea Chadiza



Entri Populer