" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Bisnis yang Bermula dari Hobi

Bisnis yang Bermula dari Hobi

Lani Cahyaningsari Bisnis yang Bermula dari Hobi


KEHILANGAN pekerjaan karena kena pemutusan hubungan kerja (PHK) bukan berarti kiamat. Pada saat kondisi kepepet itu lahir kreativitas yang sebelumnya tak terpikirkan ketika masih bekerja.HAL ttu dialami pemilik usaha Kaleng Lani, Lanl Cahyaningsari (36). Tahun 1998, ketika krisis moneter melanda Indonesia, tempat bekerjanya sebuah konsultan yang berpusat di Malaysia pun harus menutup kantor perwakilannya di Jakarta. Akibatnya, Lanl menjadi salah satu karyawan yang harus menerima PHK. Wanita yang mempunya hobi melukis Ini pun mencoba memulai usaha dari hobi yang sudah ditekuninya selama Ini.

Lukisan yang sudah dibuatnya di tampilkan di sudut restoran milik mertuanya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Bukan hanya Lani saja yang menitipkan lukisan di restoran tersebut, tetapi ada 4 saudara lainnya Juga ikut menitipkan. Dalam perjalanan waktu, mereka berlima mulai mencari media yang berbeda agar para pembeli bisa memilih produk mereka. Ada menggunakan kayu sebagai media lukisan, keramik, dan Lani memilih media kaleng untuk melukis. Pemilihan kaleng diperoleh secara tidak sengaja.

Saat itu, Lani memperoleh kaleng kerupuk polos. Kaleng itu dilukis dengan motif binatang dengan warna cerah untuk anak-anak, dan setiap dipajang di restoran selalu habis. Akhirnya diputuskan untuk konsentrasi lukisan melalui media kaleng.Tahun 2000 saya mantap beralih ke kaleng. Saya melihat ada animo dari ma-syarakat. Saudarl-saudari saya yang lain ada yang ke kain dan tas. Ada Juga yang tetap melukis di kanvas," kata Lanl yang ditemui di rumahnya di kawasan Depok.

Awalnya hanya kaleng kerupuk, lalu terciptalah aneka perangkat interior yang terbuat dari kaleng. Ada sekitar 40 item yang dibuat Lani dengan ribuan motif. "Motif yang dibuat tidak sama. Motifnya beda-beda," kata ibu dari Alief Roseno (11), Jasmine Roseno (7), dan Qlntnara Roseno (4). Harga Jualnya juga terjangkau, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 500.000. Sampai sekarang barang-barang itu dijual di Restoran Inns yang berada di Cilandak. Selain Itu, produk Kaleng Lanl Juga dijual via online.

Pembeli produk itu terus meningkat. Setiap bulan minimal 250 kaleng dibuat, dan dibantu oleh 3 karyawan tetapnya. "Karyawan hanya mengecat saja. Saya menggambar semua motif," kata alumnus arsitektur Universitas Trisakti itu. Selain dijual secara ritel, Lani Juga melayani penjualan kaleng itu untuk suvenir ulang tahun. Baik ulang tahun perorangan atau perusahaan.

Untuk membuat motif, Lani mengaku tidak pernah kekurangan ide. "Namanya juga hobi ya, Jadi nggak ada habisnya ide dan tidak ada bosen karena enjoy," kata Lani. Ide itu bisa saja muncul dari pengamatan sehari-hari atau melihat-lihat di lnternet atau buku. Biasanya, saat ada pesanan khusus baru mencari-cari ide. Tapi, ide.biasanya diperoleh dari kejadian sehari-hari. "Ada pesanan khusus ingin bernuansa antariksa, kriminal (penjahat), bajak laut. Ya saya harus lihat-lihat bagaimana bagian dari antariksa dan langsung dituangkan dalam bentuk gambar," kata istri dari Sanjudi Roseno (39).

Tema yang sudah dibuat anta-ra lain, tema peternakan, tema hutan, binatang, profesi, dan lainnya. Yang menjadi target rata-rata anak-anak karena gambar yang dibuat berbentuk kartun dengan warna cerah. Selain memiliki gambar yang menarikdan motif yang eksklusif, cat yang digunakan tidak mengandung bahan beracun sehingga aman bagi anak-anak dan makanan. Jika Anda termasuk orang yangcerewet soal global warming, produk Lani Juga ramah lingkungan karena kaleng yang digunakan itu adalah kaleng bekas. Pekerjaan yang dikerjakan dengan hati yang senang tentu akan mendapatkan hasil yang maksimal. Selain produknya laris, Lanl Juga mulai didapuk menjadi pembicara seminar, bahkan menjadi guru, baik privat atau kegiatan tertentu.

Misalnya, perayaan ulang tahun, selain mendapat pesanan suvenir, tak Jarang Lani ikut mengisi acara itu untuk mengajarkan cara membuat celengan atau produk sesuai pesanan. Lani Juga kerap dipanggil sebagai guru tamu di sekolah-sekolah sehingga kesibukannya bertambah dan beragam.

Ketika ditanya Jika ada yang menawarkan pekerjaan kantoran lagi, Lanl pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Sebuah sikap yang belum tentu dilakukan sebelum dia di PHK dan memiliki usaha sendiri.

info pasar lukisan dan industri kreatif.http://artkreatif.net/

Entri Populer