Halaman

Proyek ukm Mahasiswa

Permudah Akses Kredit Mahasiswa

JAKARTA- Kementerian Koperasi dan UKM terus menggalakkan akses bagi kalangan mahasiswa/mahasiswi untuk mendapatkan kredit Tujuannya supaya ikut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa. "Oleh karena itu. bagi mahasiswa/mahasis-wi yang ingin mendapatkan kredit bisa menggunakan Kartu Hasil Study (KHS)," ujar Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM Syarief Hasan kepada wartawan di kantor Kemenkop dan UKM, kawasan Kuningan. Jakarta, kemarin. Mahasiswa, lanjut Syarief, bisa mengakses kredit dengan menggunakan KHS sebelum diwisuda dan memiliki ijazah.

Sebelumnya, Kemenkop dan UKM telah menyiapkan skema kredit untuk para sarjana  ngan cara mengagunkan ijazah yang dimiliki agar dapat mengakses kredit dalam rangka membuka usaha. "Tadinya memang Kemenkop dan UKM menyiapkan skema kredit untuk para sarjana dengan menggunakan ijazah sebagai agun-an. Tapi mengingat mahasiswa saat ini sudah mulai banyak yang tertarik untuk terjun ke dunia wirausaha, bukan dengan terpaksa kalau kemudian Kemenkop dan UKM menyiapkan skema kredit baru untuk mahasiswa. Yaitu cukup menggunakan KHS," ungkapnya.

Diakuinya, status atau keberadaan KHS yang terkesan tidak berkualitas harga. Karenanya secara teknis rektor perguruan tinggi itu yang menjadi penjaminnya. "Upaya ini sekaligus sebagai bagian dari target menciptakan wirausaha-wirausaha baru di 2010 ini. Selain yang sudah terjalin dengan perusahaan-perusahaan multinasional dalam bentuk pendidikan dan latihan, akses kredit ini bisa jadi sebagai muara dari semua itu atau tindak lanjut. Walaupun ndak menutup kemungkinan bagi para mahasiswa yang tidak atau belum mengikuti pendidikan dan latihan itu," bebernya.Kemenkop dari UKM akan menjadikan suatu perguruan tinggi yang menjadi proyek percontohan inkubator wirausaha.


Hadir Untuk Jembatani Mahasiswa Dengan Dunia Korporasi

Mahasiswa jebolan UMB tidak perlu khawatir. Kampus memfasilitasi alumninyad engan dunia kerja. Untukkepentingan itu, kampus UMBmembentuk Career Center. Seperti Apa?

TANTANGAN dunia kerja sangat pelik. Persaingan begitu ketat, sehingga menuntut pencari kerja berkemampuan lebih. Selain itu, ketersediaan Lapangan kerja dengan pencari kerja jelas tidak sebanding. Parahnya, tidak semua tenaga kerja dipesenjantai dengan kemampuan yang diharapkan dunia korporasi. Fakta itu memang bukan barang baru. Mungkin tuntutan dunia kerja dengan ketersediaan tenaga kerja itu warisan yang sudah telanjur mengakar. Problem itu hingga detik ini masih terus menghantui calon lulusan sarjana baru.

Berkaca dari realitas di atas, manajemen UMB ternyata sangat jeli. Mereka tidak sekadar mengejar kuota mahasiswa setiap tahunnya selalu meningkat. Tetapi, pihak manajemen kampus tidak melupakan bagitu saja mahasiswanya yang akan menapaki dunia nyata. Ya, pihak UMB tampil sebagai fasilitator alumninya dalam menghadapi ketatnya dunia kerja.

"Ide dasarnya sederhana saja. Career center UMB didirikan atas landasan kesadaran manajemen kepada mahasiswa setelah lulus dari kampus," tutur Augustina Kurniasih, Kepala Pusat Career UMB ketika dijumpai INDOPOS di kantornya, Selasa (25/5). Wanita energik ini melanjutkan, manajemen menyadari sepenuhnya kalau mahasiswa yang akan terjun ke masyarakat itu membawa nama UMB. Nah, apa pun yang akan dilakukan alumni akan memberi dampak pada UMB. Ya, kalau, misalnya, memberi dampak positif tidak menjadi masalah malah sangat diharapkan, dan itu akanmencitrakan positif secara sustainable pada eksistensi UMB. Namun, jikalau yang terjadi sebaliknya, tentu nama UMB akan ikut terseret.

Untuk yang terakhir itu, sangat tidak diharapkan. Sebab, secara market UMB akan terkena langsung. Padahal, marketing UMB berusaha keras untuk menaikkan citra di tengah masyarakat sebagai kampus dengan kualifikasi terpercaya dan berskala global. Jadi, perhatian terhadap alumni tidak disepelekan oleh pihak UMB. "Pastinya career center diharap menjadi senjata dalam menambah nilai tambah kampus UMB di tengah ketatnya persaingan antar perguruan tinggi," ucap anak bungsu dari empat bersaudara tersebut.

Karena itii, melalui Career Center itu, alumni akan mendapat suntuhan dan keahlian tambahan dari pakarnya. Mereka setidaknya akan digembleng dengan teknik-teknik yang menjadi kebutuhan kalangan pencari kerja. Teknik-teknik itu macam training, campus hearing dan job ekspo. Untuk pelatihanitu. alumni akan diajari cara membikin CV yang bagus, teknik wawancara, bernegosiasi dan mampu menghadapi psikotes. "Tidak sedikit yang gagal ketika harus melewati psikotes. Padahal, secara materi dan kemampuan anak-anak mampu sebenarnya. Makanya, kita bantu mereka bagaimana caranya untuk bisa lolos," tandas perempuan berambut pendek itu.

Selain itu, di career center alumni akan mendapat kesempatan ikut campus earing. Nah, di sini mereka berkesempatan untuk mendapatkan pencerahan dari sejumlah perusahaan yang melakukan presentasi. Corporasi yang datang biasanya tidak sekadar melakukan presentasi tetapi juga langsung melakukan rekrutmen sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. "Kalau mereka cocok bisa langsung melanjutkan ke proses selanjutnya," tukas ibu empat anak tersebut dengan mimic serius. Kemudian selanjutnya, pada career center peserta akan mendapat juga job ekspo. Job ekspo ini diadakan setidaknya dalam satu tahun sekali. Pada event, manajemen UMB sengaja mendatangkan perusahaan berskala besar. Diantaranya PT Astra Auto Parts Tbk (AUTO) anak usaha PT Astra Inter--national Tbk (ASH). Ada juga PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT ANZ Bank, PT MNC Sky Vision (Indovision),TPI dan Global TV (MNC Group),dan masih banyak perusahaan-perusahaanbesar lainnya yang mengincar lulusan terbaik UMB. "Tidak sedikit yang sudah diterima diperusahaan besar. Ada yang di Bank Mandiri, Bank Bukopin Syariah dan lainnya," tutur Augustina.

Dengan sejumlah langkah itu, diharapkan alumni bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakan secara Cuma-Cuma itu. Karenanya, pihak manajemen terus melakukan upaya termasuk melakukan update data terhadap mahasiswa yang akan lulus. Data-data yang ada itu, kemudian ditabulasikan dengan rapid an bisa diakses setiap saat. Untuk saat ini, memang yang tercatat dalam daftar pembaruan lewat media komputerisasi baru sebanyak I70 alumni "Itu yang sudah masuk daftar computer." imbuhnya.

Tetapi data mahasiswa dalam bentuk hardcopy juga tidak kalah banyaknya Kalau ih rata-rata pertahunnya,anggota mahasiswa yang lulus itu bisa mencapai 1200 sejak career center didirikan pada 2007 lalu. "Kami terus melakukan update data supaya lebih rapi lagi," ujar Augustina.