" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Sentra Tanaman Hias Taman Kota 11 BSD, Tangerang

Sentra Tanaman Hias Taman Kota 11 BSD, Tangerang

16/03/2012
Sentra Tanaman Hias Taman Kota 11 BSD, Tangerang 
Tabulampot Banyak Diburu Pembeli


Sentra tanaman hias di Taman Kota II, komplek Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang Selatan menyediakan hampir semua jenis tanaman. Selain tanaman hias, tempat ini juga menjual banyak koleksi tanaman buah dalam pot (tabulampot). Bahkan, tabulampot lebih banyak diburu ketimbang tanaman hias.

KOLEKSI tanaman yang dijajakan para pedagang di sentra tanaman hias di Tanian Kota II, komplek Bumi Serpong Damai (BSD) (lity, Tangerang Selatan cukup lengkap. Selain tanaman hias, tempat ini juga menyediakan banyak sekali pilihan tanaman buah dalam pot (tabulampot).

Pengunjung bisa mencari berbagai jenis tabulampot, seperti jambu air, mangga, jeruk, sawo afrika, srikaya Australia, hingga cermai, dan kelengkeng. "Bisa dibilang di sini lumayan lengkap, 85% jenis tabulampot ada di sini. Sisanya jenis baru yang masih perlu kami cari ke daerah-daerah lain untuk bibitnya," kata Abon Seirra, pengelola Milenium Nursery.

Menurut Abon, dalam satu atau dua tahun terakhir, tabulampot lebih banyak diburupelanggan ketimbang tanaman hias. Dalam satu nunggu paling hanya ada dua alan nga tanaman hias yang laku,. Itupun kebanyakan jenis aglohema dan adenium. Sementara untuk tabulampot, dalam satu hari bisa teijual tiga hingga empat jenis.

Harga tabulampot di tempat ini dijual antara Rp 50.000-Rp 2 juta rupiah, tergantung ukurannya. Yang jelas, bila sudah berbuah harganya semakin tinggi. Pasokan tabulampot di tempat ini kebanyakan didatangkan dari kebun milik sendiri. Millenium Nursery, misalnya, memiliki kebun pembibitan seluas 1 hektare di daerah Rumpin, Bogor. Di kebun itu budidaya dan pembibitan dilakukan, termasuk okulasi bibit-bibit tabulampot baru. Khusus untuk tabulampot jenis baruyang belum dibudidayakan di kebun, terpaksa dicari hingga ke daerah-daerah.

Karena memiliki kebun sendiri, Abon menjamin tabulampot yang dgual di tempatnya punya kualitas terbaik dan bisa menghasilkan buah secara rutin. "Karena sudah teruji di kebun sendiri," ujarnya. Berbeda bila penjual tabulampot tidak melakukan budidaya, melainkan hanya membeli untuk dijual lagi. "Tabulampot yang dijualnya belum teruji saat ditanam di tempat lain," ujarnya.

Pengelola Kios Tunas Unggul, Toni Ardi membenarkan, penjualan tabulampot sekarang lebih bagus ketimbang tanaman hias. Koleksi tabulampot di kiosnya kebanyakan dibeli para pengembang perumahan atau perorangan. "Di sampingbikin sejuk, tabulampot juga ada buahnya yang bisa dimakan. Kalau tanaman hias kan enggak," tukasnya.

Selain itu, perawatan tanaman hias juga cenderung lebih sulit karena memerlukan perhatian khusus, mulai dari pupuk hingga penyiraman. Sementara tabulampot bisa diletakkan di mana saja asal terkena matahari. Omzet Tunas Unggul dalam sebulan dari hasil penjualan tabulampot mencapai Rp 6 juta

Ketua Perhimpunan Pedagang Tanaman Taman Tekno II BSD City, Suhardi Ginting bilang, tabulampot banyak diburu karena tidak memerlukan lahan luas. Selain itu, banyak orang sudah jenuh dengan tanaman hias. "Perawatan tabulampot juga gampang," ujarnya

Sumber: Harian Kontan
Eka Saputra


Entri Populer