" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Bisnis Sari Roti Semakin Legit

Bisnis Sari Roti Semakin Legit

24/03/2012
Bisnis Sari Roti Semakin Legit

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, pengelola Sari Roti, menargetkan margin laba bersih tahun ini meningkat menjadi 14%

JAKARTA. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) terus memperluas jejaring bisnisnya. ROTI u i milisi menguasai pasar di Indonesia dengan market sha re sekitar 15%-20%. Itu adalah target perseroan untuk tiga hingga lima tahun mendatang.

Setelah target tersebut tercapai, perseroan berharap bisa ekspansi ke luar negeri. "Ini baru cita-cita saja," kata Hadi Yusuf, Direktur Operasional ROTI, Selasa (20/3) lalu. Perseroan ingin masuk ke Asia Tengara terlebih dulu, dengan membangun pabrik di kawasan itu. Namun Hadi menolak menjelaskan lebih detail soal rencana itu.

Di 2011, perusahaan yang berbasis di Kawasan Industri Jababeka ini sudah menguasai 8%-9% market share roti di Indonesia. Perseroan menar-getkan bisa menguasai sekitar 10%-12%cli tahun ini Hadi bilang, saat ini market share ROTI terbesar di antara perusahaan sejenis. "Sisanya dikuasai perusahan-perusahaan kecil," kata dia.

Untuk mengejar ambisinya, perseroan mendirikan pabrik-pabrik baru. Tahun ini, misal Kapasitasproduksi ROTItahun ini naikmenjadi 2,5 jutabungkus per hari.nya, perseroan masih menyelesaikan pembangunan pabrik di Palembang dan Makassar. Setiap pabrik diharapkan mulai beroperasi pada Agustus dan Oktober 2012. Masing-masing pabrik tadi berkapasitas 200.000 bungkus roti pelhari. Dengan tambahan nu. maka total kapasitas pabrik . ROTI pada tahun tni menjadi 2,5 juta bungkus per hari.

Kapasitas produksidi tahun lalu baru 1,8 juta bungkus per, hari. Tambahan produksi lain berasal dari pabrik ROTI di 1 11 i(ung yang beroperasi sejak Januari lalu. Nilai investasi pabrik itu mencapai Kp I 10 miliar. ROTI memakai pinjaman BCA untuk mendanai kebutuhan ekspansinya.

Belum selesai membangun pabrik tahun ini, perusahaan yang mengusung merek Sari Roti ini berniat membangun pabrik berikutnya di Pontianak dan Pekan Baru pada tahun depan. Pabrik ini masing-masing berkapasitas 150.000 bungkus roti per hari. Setiap pabrik akan menelan investasi senilai Rp 100 miliar. "Dananya bisa dari internal atau pinjaman," kata Hadi.

Bisnis selai

Hingga kini kontribusi penjualan terbesar masih dari Jabodetabek sekitar 52%, Cirebon 25%, Semarang 15%, Medan di ba wali 10% dan sisanya dari daerah-daerah lain.Hingga lima tahun ke depan, ROTI akan mengembangkan beberapa produk baru. Hadi bilang, belum ada rencana diversifikasi ke usaha lain selama tiga hingga lima tahun nanti. Kecuali selai yang akan diluncurkan pada April 2012.

Bisnis selai diproyeksikan tidak terlalu banyak berkontribusi ke kinerja perseroan, hanya sekitar 0,05% dari total pendapatan. Kontribusi tahun ini diperkirakan masih setengah d;iri proyeksi itu.

Maklumlah, selama satu hingga dua bulan sejak peluncuran, selai akan ditebar cuma-cuma atau satu paket dengan roti yang dijual. Sebagai catatan, selai ini pun tidak diproduksi langsung oleh ROTI, tapi melalui suplier yang selama ini memasok isi Sari Roti.

Pengelola ROTI menolak iniiiyrlnitk.iii siapa pemasok dan berapa margin yang didapat oleh perseroan dari bisnis itu. "Bisnis selai tidak besar, hanya pelengkap," kata Hadi.ROTI tahun ini menargetkan pendapatan Kp 1 triliun. Jumlah ini setara 7,14% dari potensi pasar sekitar Rp 14 iniiun. Selama 2011, ROTI membukukan pendapatan Rp

813 miliar. Margin laba bersih pada tahun ini diharapkan berkisar 13%-14%, atau naik dari tahun sebelumnya sebesar 12%-13%. Target margin itu akan tercapai jika perseroan lebih efesienROTI akan memakai peramalan permintaan yang lebih baik dari sebelumnya, dengan harapan retur roti bisa menurun. Dari limbah tahun lalu sebesar 12% ditargetkan menjadi 9% di tahun ini. Penurunan limbah roti berpotensi mengerek margin l%-2%.

Harga bahan baku menyumbang sekitar 40% beban produksi ROTI, tenaga kerja 10%-12% sisanya biaya-biaya seperti listrik, bahan bakar minyak dan lain-lain. 

Sumber: Harian Kontan
Raka Mahesa Wardhana



Entri Populer