" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Lulusan ISI Yang Sukses Menjadi Desainer Interior

Lulusan ISI Yang Sukses Menjadi Desainer Interior

20/2/2012
Lulusan ISI Yang Sukses Menjadi Desainer Interior


Sejak tahun 2000, Wirajaya sukses meraup omzet tebal dari ceruk usaha desain interior. Dari setiap proyek, ia bisa meraup omzet Rp 25 juta hingga Rp 100 juta. Jam terbang yang tinggi di bidang ini membuatnya bertahan sampai saat ini.

BISNIS interior adalah salah satu bisnis yang terus berkembang saat ini. Jasa dan layanan ini tidak hanya dibutuhkan untuk menata ruang kantor, aperteinen, rumah, restoran dan hotel saja. Belakangan, perusahaan-perusahaan yang akan mengadakan pameran juga banyak meminta jasa interior untuk menata stand pamerannya agar bisa tampil seapik mungkin.

Legitnya bisnis ini tentu dinikmati oleh penyedia jasa desain interior. Salah satunya adalah Wirajaya, 36 tahun, pemilik Pilar Emas Yogyakarta. Pria asli Kota Gudeg ini telah berkecimpung dalam bisnis interior sejak lulus kuliah dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 1998. Saat itu, ia masih ikut bergabung, dengan perusahaan orang lain. Namun, melihat besarnya potensi bisnis ini, ia pun memberanikan diri terjun sendiri. Keputusan itu diambilnya dua tahun setelah bergabung di perusahaan itu. Ia terjun ke bisnis ini dengan membuka semacam bengkel furnitur yang berlokasi di Jomegat-an, Kasihan, Bantul. Yogyakarta

Bengkel tersebut memproduksi barang-barang perlengkapan interior, seperti pembuatan meja, kursi, lemari, gorden, dan sebagainya. Saat ini, ia memiliki 10 karyawan yang bekerja di bengkel furniture tersebut. "Kami membuat perkakas tersebut sesuai dengan pesanan para pelanggankami," imbuhnya.

Selain 10 karyawan itu, ia juga mempekerjakan tiga orang desainer profesional yang membantunya mendesain ruangan sesuai pesanan konsumen. Saat pertama terjun ke bisnis ini, ia menduga, bisnis ini sangat menjanjikan karena saingannya

Untukmenopangusahanya, iamembukabengkel furniturdi Yogyakarta.sedikit. Tapi, sekarang situasinya sudah berbeda Banyak pemain baru bermunculan sehingga persaingan semakin ketat. Di tengah ketatnya persaingan itu, ia harus pandai-pandai memuaskan konsumen. "Kami selalu memberikan pelayanan memuaskan sehingga para pelanggan akan kembali dan merekomendasikan kanu dalam menjalankan proyek-proyek interior mereka," jelasnya

Dari setiap proyek, ia bisa meraup omzet Rp 25 juta-Rp 100 juta. Balikan, ia mengaku sempat meraup omzet Rp 1 miliar dari jasa interior dan perlengkapan-nya di salah satu hotel di Yogyakarta "Tapi menerima proyek interior hotel hanya sekali-kali saja," ungkapnya

Jika dirata-ratakan, dalam sebulan, Wirajaya mendapat sekitar dua proyek. Adapun omzet rata-rata bulanan yang masuk ke kantongnya sekitar Rp 100 juta-Rp 150 juta, dengan laba bersih sekitar 40%. Tantangan dalam menjalankan bisnis ini, menurutnya, terletak pada kemampuan menerjemahkan keinginan klien. "Seseorang buruh jam terbang yang tinggi agar bisa memahami keinginan klien dan mewujudkannya," ujarnya.

Karena itu, dibutuhkan kreativitas yang tinggi dan konsultasi yang matang dengan klien sebelum memulai tahap pengerjaan proyek. Proses pengerjaannya sendiri memang bertahap. Mula-mula ia melakukan konsultasi dengan klien dan mendata apa saja yang menjadi keinginan klien.

Setelah itu, Wirajaya kemudian mendesain ruangan dalam bentuk gambar dan membuat proposal biaya yang dibuluhkan. Ia kemudian kembali mendiskusikannya dengan klien. "Jika mereka setuju, disertai dengan beberapa perubahan yang sudah disepakati, kami kerjakan," jelasnya. 

Sumber : Harian Kontan
Noverius Laoli


Entri Populer