" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Oktober 2011

Hidayat, Sales yang Sukses Menjadi Pengusaha Madu

11/01/2011
Hidayat, Sales yang Sukses Menjadi Pengusaha Madu


Sempat menjadi juru jual madu, Sri Hidayat akhirnya berhasil menjadi pengusaha madu kemasan dan curah nan sukses. Meski pernah dikecewakan mitranya, kini ia bisa mendirikan perusahaan sendiri. Omzet usahanya mencapai Rp 300 juta per bulan.'

Percaya pada kemampuan diri sendiri dan selalu pantang menyerah akan berujung pada kesuksesan. Sri Hidayat membuktikan kebenaran petuah itu. Keberhasilannya membangun CV Madu Apiari Mutiara, perusahaan penghasil madu kemasan, tak lepas dari kemauan dia untuk belajar dan bekerja keras agar selalu maju.

Lewat tangan dingin pengusaha yang biasa dipanggil Hidayat ini, CV Madu Apiari mampu bersaing di pasar madu kemasan nasional. Perusahaan yang terkenal dengan merek Madu Mutiara Ibu ini juga berhasil membuat beragam produk turunan madu seperti sampo, sabun cair, tetes mata, propolis, royal jelly, dan sebagainya. Kini penjualan Madu Apiari Mutiara mencapai 3 ton madu sebulan.

Selain dalam kemasan, Hidayat juga memasok madu curah ke beberapa produsen makanan seperti PT Holdin dan PT Suprasari. Saban bulan, omzet usaha penjualan madu ini mencapai Rp 300 juta. Total nilai aset Madu Apriari saat ini sudah mencapai Rp 3 miliar.

Perjuangan Hidayat membesarkan Madu Apiari bukan tanpa hambatan. Ia harus melewati rintangan, bahkan dari rekan bisnisnya sendiri. Lulusan Diploma III Institut Pertanian Bogor (IPB) itu sebenarnya berangan-angan menjadi guru. Namun, ketika melanjutkan kuliah S-1 di Universitas Siliwangi (Unsil), ia memutuskan berkarier di bidang pertanian.

Setelah lulus, Hidayat bekerja di perusahaan pupuk. Tapi ketika sudah berkeluarga, ia terpaksa mengundurkan diri karena harus sering bertugas ke luar kota. Hidayat mencari pekerjaan apa saja asal dekat dengan keluarga. “Waktu itu pilihan yang ada menjadi salesman madu,” katanya.

Hidayat lantas bekerja di perusahaan madu besar di Depok, Jawa Barat, itu. Dia mendapat tugas memasarkan madu-madu produksi perusahaan itu. Meski tanpa bekal ilmu pemasaran, ia tetap percaya diri. “Yang penting tetap semangat,” ujarnya.

Hidayat selalu bisa memenuhi target perusahaan. Target mendapatkan 150 agen madu hanya dalam tempo tiga bulan berhasil ia penuhi dalam sebulan. "Waktu itu, saya masuk ke pasar-pasar dan mal untuk menawari setiap orang," kenang Hidayat.

Karena target sudah terpenuhi, Hidayat penasaran pada seluk-beluk bisnis madu. Ia lantas mengikuti kursus budidaya lebah di almamaternya. Dari sinilah Hidayat mendapatkan pengetahuan tentang lika-liku produksi madu. Kebetulan, untuk praktik, dia mendapatkan 40 koloni lebah. Alhasil, sambil bekerja sebagai tenaga pemasar, Hidayat juga berusaha memproduksi madu sendiri.

Untuk menambah penghasilan keluarga, madu-madu hasil lebah piaraannya dijual ke perusahaan tempatnya bekerja. Nah, dari sini dia makin tahu seluk-beluk bisnis madu. Pasalnya, madunya dihargai cukup murah oleh perusahaan, tetapi menjadi mahal ketika sudah dia kemas dan dijual.

Setelah paham betapa menguntungkannya bisnis ini, lima tahun kemudian Hidayat memutuskan keluar dari pekerjaannya. Istrinya sempat menentang lantaran gaji sebagai karyawan dan hasil penjualan madu sudah cukup membiayai hidup. Tapi, jiwa wiraswasta Hidayat kadung menyala.

Dipecat mitra sendiri 

Hidayat lantas mengajak teman yang lebih dulu berbisnis madu untuk bekerja sama membuat madu kemasan. Pada tahun 2005, perusahaan tersebut berdiri. Hidayat menyuntikkan modal Rp 30 juta, sementara sang rekan Rp 70 juta.

Tak disangka, secara mendadak Hidayat yang memimpin operasional perusahaan itu diberhentikan sepihak oleh rekan bisnisnya. “Saya tidak menyangka padahal selama lima tahun bekerja sama, hubungan kami baik-baik saja,” katanya. Dia mengaku kecewa, tapi juga ikhlas. Perusahaan yang dibangun dengan modal Rp 100 juta tersebut saat itu memiliki aset senilai Rp 1,3 miliar.

Namun, Hidayat tak lantas terpuruk. Berkat hubungannya yang baik dengan rekan-rekannya saat menjadi pemasar madu, ia mendapatkan kepercayaan dari seorang teman. Ia dipinjami modal usaha sebesar Rp 200 juta. “Saya dipercaya karena mampu menghasilkan madu berkualitas dengan harga murah,” katanya.

Dengan modal koloni lebah sebanyak 120 kotak di Subang, Hidayat merintis lagi usaha madu dari awal dengan nama CV Madu Apriari Mutiara di tahun 2005. Rumahnya di Cimanggis dia jadikan sebagai tempat pengolahan madu.

Hidayat memproduksi dan memasarkan madu ke agen-agen penjual yang pernah menjadi mitranya dulu. Ia pun menggunakan website untuk memperluas pasar.

Tiga bulan pertama, usaha ini mulai terlihat hasilnya. Jika pada awal usaha omzetnya hanya Rp 150 juta per bulan, sekarang sudah Rp 300 juta per bulan. “Kebutuhan madu masih besar, saya sering kekurangan stok bahan baku," katanya.

Ke depan Hidayat ingin membuat madu kualitas tinggi untuk dijual ke kalangan menengah atas. “Untuk memperluas pasar madu,” katanya.

Sumber : Harian Kontan

Capek Jadi Pegawai, Pindah Jadi Eksportir

11/01/2011
Capek Jadi Pegawai, Pindah Jadi Eksportir
 
Pengalaman menjadi marketing perusahaan eksportir kopi membuat Sadarsah paham betul bagaimana cara jualan kopi dan jenis kopi apa yang laku di pasar. Nah, ketika seluruh dunia lagi paceklik kopi pada 2006, Sadarsah pun pindah kerja dengan menjadi eksportir kopi. Usaha ini berjalan mulus dengan omzet miliaran saban bulan.

Kopi asal Indonesia sudah terkenal di seluruh penjuru dunia. Sebut saja kopi arabica maupun kopi robusta yang banyak diburu pecinta kopi. Kemudian ada kopi luwak yang disebut-sebut sebagai kopi terenak dan termahal di dunia.

Lantas ada juga kopi gayo di Aceh. Kopi ini di luar negeri juga terkenalnya seperti halnya kopi luwak. Kopi gayo ini adalah jenis kopi arabika yang dikembangkan secara organik oleh pekebun kopi di dataran tinggi Gayo di Sumatera Utara Karena itu, kopi ini menjadi salah satu kopi favorit di dunia.

Sebagai kopi favorit tentu permintaan kopi ini juga tinggi, baik di pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Nah, peluang ini menjadi eksportir kopi gayu inilah yang dimainkan dengan baik oleh Sadarsah.

Pria kelahiran Medan 19 November 1974 ini melalui CV Arvis Sanada perusahaan yang ia dirikan pada 2006, mengekspor kopi gayo ke Amerika Serikat, Inggris, Kuwait, Taiwan, Korea, Australia, Jepang, dan Laos. Saban bulan ia mengirim 15 kontainer kopi gayo ke berbagai negara itu dengan omzet minimal Rp 8 miliar.

Sadarsah mulai mengenal bisnis kopi ketika lulus kuliah pada 2001. Ketika itu dia masih menjadi tenaga pemasar di lima perusahaan eksportir kopi di Medan, Sumatera Utara Setelah hampir lima tahun bekerjaalumnus Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini mulai memilih jalan untuk berwiraswasta. "Dengan memiliki usaha sendiri saya bisa lebih bebas berinovasi dan mengembangkanide-ide," pungkasnya

Pada 2006, dengan modal pinjaman dari seorang teman, Sadarsah mendirikan Arvis Sanada di Medan. Dia perlu membuat badan usaha karena melihat peluang besar dalam bisnis ekspor kopi. Apalagi ketika itu dunia lagi paceklik kopi.

Saat itu, nyaris seluruh perusahaan kopi di dunia kolaps lantaran pasokan kopi berkurang 50%. Situasi sulit inilah yang dibaca Sadarsah sebaliknya Bagi dia kekurangan pasokan itu harus dia isi. Apalagi dia tahu ada produksi kopi yang melimpah ruah di Tanah Gayo. Selain itu, dia sudah paham betul seluk beluk ekspor kopi.

Ekspor perdana yang cuma satu kontainer itu ternyata menjadi pembuka pintu gerbang bagi Sadarsah untuk memasuki perdagangan kopi dunia. "Di masa itu, langsung banyak permintaan kopi. Rata-rata, penikmat kopi dari luar negeri menginginkan kopi organik," kata anak dari pasangan Mude dan Ratih ini.

Sadar dengan peluang besar itu, Sadarsah pun berupaya untuk mendapatkan sertifikat kopi organik dari lembaga sertifikasi Control Union di Belanda. Sertifikat ini diperolehnya pada akhir tahun 2006.

Dengan modal tambahan berupa seriifikaI ilu, ekspor kopi Sadarsah pun makinlancar. Hingga kini, Sadarsah mengekspor dua jenis kopi, yakni kopi gayo dan kopi konvensional. Untuk kopi Gayo, ia jual dengan merek Sumatera Arabica Gayo dan merek Sumatera Arabica Potensi kopi gayo dan kopi lainnya masih sangat besar.

Mandating untuk kopi konvensional. Dengan mengusung slogan "Quality, Trust, and Excellence," pertumbuhan bisnis Sadarsah melesat bak meteor. Kalau pada 2006, omzet dia hanya Rp 600 juta per bulan dengan kemampuan ekspor kopi hanya satu kontainer. Tahun berikutnya omzet sudah melonjak drastis hingga Rp 1,5 miliar per bulan.

Pada 2008, omzetnya naiklagi menjadi Rp 3 miliar per bulan, dan pada tahun lalu, Sadarsah sudah berhasil ekspor 14 kontainer per bulan mencapai omzet sebesar Rp 7,6 miliar. Jika pada 2006 lalu Sadarsah hanya mampu mempekerjakan 15 karyawan, saat ini jumlah karyawan Anis Sanada sudah sebanyak 100 orang. "Sejak 2006 hingga 2011 ini harga kopi antara Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilo," terang Sadarsah.

Sadarsah yakin usahanya akan terus berkembang karena potensi kopi gayo dan kopi lainnya masih sangat besar. Menurut Sadarsah hasil perkebunan kopi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues, masih cukup untuk menjawab kebutuhan kopi dunia. Ketiga daerah yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl) tersebut memiliki perkebunan kopi seluas 94.800 hektare.

Sumber: Harian Kontan
Ragil Nugroho


Laris Manis karena Harga Lebih Miring

11/01/2011
Laris Manis karena Harga Lebih Miring



Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor memiliki pemandangan yang berbeda dari desa lainnya di Bogor. Desa Curug lebih hijau karena ada 200 kepala keluarga (KK) dari 376 KK yang berprofesi sebagai petani tanaman hias sejak tahun 1980-an.

KALAU ingin mencari bibit tanaman hias, tak usah bingung. Datang saja ke sentra pembibitan tanaman hias di Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Mencari sentra ini juga gampang. Jika Anda datang dari Depok, sentra ini bisa ditempuh kurang dari satu jam dengan kendaraan pribadi.

Lokasi Desa Curug persis di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Selain dari Depok, sentra ini juga gampang ditembus dari Ciputat ataupun dari Kota Bogor. Sesampai di Desa Curug, mata akan menyaksikan pemandangan yang tujau. Banyak pepohonan rindang tumbuh di sepanjang jalan kampung.

Kehadiran pohon itulah yang membuat hawa Desa Curug terasa sejuk dan segar. Selain I mau. mata juga bisamenikmati keindahan tanaman hias milik warga. Tapi jangan sembarangan memetik bunga yang ada di situ. Karena aneka tanaman . hias itu adalah sumber ekonomi warga Muhidin, ketua RT 06 Kampung Poncol, Desa Curug bilang, dari 37 kepala keluarga (KK) Kampung Poncol, sebanyak 21 KK berprofesi sebagai petani tanaman hias.

Untuk satu desa jumlah petani tanaman hias itu mencapai 200 KK dari 376 KK warga Desa Curug. "Sekarang tanaman hias sudah menjadi tumpuan ekonomi warga," kata Muhidin yang juga petani tanaman hias.

Muhidin menambahkan, warga Desa Curug sudah membudidayakan tanaman hias sejak 1980-an. Namun, usaha ini baru berkembang pesat pada 1990-an. "Saya memulai usaha ini sejak tahun 1990, menerusakan usaha milik keluarga," terang Muhidin.

Hingga kini, pria berusia 40 tahun itu sudah memiliki pembibitan aneka tanaman hias. Di antaranya adalah Sampang Dara, Anting Putri. Oliana Pucuk Merah, Jatropa, dan aneka tanaman hias lainnya.
Dalam sebulan, Muhidin bisa menjual 30.000 sampai 50.000 bibit tanaman hias. "Pelanggan utama saya adalah pengembang perumahan," terang Muhidin.

Pelanggan Muhidin tidak hanya dari Jakarta saja, tapi juga datang dari Denpasar, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, dan tentu saja Bogor dan sekitarnya Petani tanaman hias lainnya adalah Taufik. Pria ini sudah mengembangkan usaha pembibitan tanaman hias sejak 10 tahun lalu. Berbeda dengan Muhidin, Taufik memiliki pelanggan yang kebanyakan berprofesi sebagai pedagang tanaman hias. "Kebanyakan mereka itu pedagang bunga yangmangkal di sekitar Jabodota-bek," terang Taufik.

Selain Taufik, Amed Asmad juga berbisnis tanaman hias. Namun dia baru memulai bisnis ini 2005 lalu. Meski terbilang baru, Amed memiliki pelanggan tetap dari pengembang jalan tol. "Pengembang jalan itu biasanya membeli dalam jumlah banyak," kata Amed.

Soal harga, ketiga petani tanaman hias itu berani memberikan harga miring. Amed mencontohkan, untuk bibit tanaman hias jenis Saberna Mini, dia berani menjual Rp 1.000 per pohon. Padahal, "Kalau di tempat pembibitan lain bisa lebih mahal," kata Amed. Sedangkan bibit tanaman hias jenis Oli va Golden dibanderol hanya Rp 5.000 per pohon. "Setiap hari saya menjual 1,000 batang untuk pedagang tanaman hias saja," terang Amed.

Sumber: Harian Kontan
Dea Chadlza Syaf ina


Menjahit Laba dari Pesanan Jilbab Milik Pedagang

11/01/2011
Menjahit Laba dari Pesanan Jilbab Milik Pedagang



Semaraknya dagangan jilbab tak hanya mendatangkan berkah bagi pedagang jilbab. Pebisnis maklon atau pihak ketiga yang menerima pesanan jilbab juga kecipratan laba. Dari jasa menjahit jilbab itu saja, penyedia jasa maklon itu bisa beromzet ratusan juta rupiah.

TINGGINYA permintaan jilbab membuat pedagang kesulitan untuk menambah pasokan. Agar jilbab tetap tersedia, tak jarang pedagang , berusaha memesan jilbab kepada pihak ketiga Cara memesan kepada pihak ketiga itu inilah yang dikenal dengan bisnis maklon.

Kehadiran jasa maklon jilbab berkembang karena menawarkan kemudahan. Pedagang yang ingin membuat jilbab tak perlu repot mengurus produksi sendiri. "Pedagang cukup bawa contoh desain, setelah itu kami yang menjahit," kata Rahmat, salah satu pemilik maklon jilbab di Ciamis, Jawa Barat.

Dengan nama usaha Ciamis Busana, Rahmat sudah menawarkan jasa maklon jilbab sejak 1998. la mena- warkan jasa maklon jilbab karena tertarik dengan potensi pasar jilbab di Tanah Air. Dalam mergalankan bisnisnya, selain menerima jasa menjahit jilbab, Rahmat j juga tak menampik bila ada yang ingin memasang aksesoris jilbab seperti payet, renda, dan aksesoris lain. "Pelanggan saya kebanyakan pedagang jilbab di Mangga Dua dan Tanah Abang," jelas Rahmat.

Tidak hanya pedagang yang menggunakan jasamaklon jilbab Rahmat. Ia mengakii juga memiliki pelanggan yang merupakan produsen pakaian muslimah ternama. Sayangnya, Rahmat enggan menyebut nama merek itu. "Mereka membawa desain sendiri, saya tinggal bikin," jelas Rahmat

Tarif jasa maklon itu beragam. Intuk jasa menjahit jilbab tarifnya antara Rp 6.000 hingga Rp Rp 12.000 . per potong, tergantung desain. Sedangkan untuk pemasangan payet dan aksesoris, tarifnya Rp 20.000 hingga Rp 80.000 per potong. "Semakin banyak payet, semakin mahal tarifnya," terang Rahmat yang memiliki 50 karyawan itu.

Berkat bisnis maklon itu saban bulan Rahmat mampu mengantongi omzet Rp 170 juta. Omzet berasal dari pembuatan jilbab atau pemasangan payet sebanyak 40 kodi (20 potong) sampai 50 kodi per pekan.
Berbeda dengan Rahmatyang membandrol tarif jasa makJon per potong. Dewi Yuliana, pengusaha maklon jilbab dari Gresik, Jawa Timur, menawarkan jasa maklon dengan tarif per kodi. Tarif jasa mulai Rp 450.000 sampai Rp 700.000 per kodi. "Tergantung ukuran dan model," terang Dewi.

Ia memberi contoh, untuk tarif membuat jilbab ukuran panjang tarif jasanya Rp 600.000 per kodi. Untuk membuat jilbab aksen yang lebih rumit tarifnya Rp 650.000 per kodi. "Kalau pemasangan payet atau aksesoris tarifnya Rp 450.000 per kodi," kata Dewi.

Dari usaha yang telah dimulai sejak 1980-an, dalam sebulan Dewi bisa meraup omzet hingga Rp 120 juta. Namun Dewi hanya mau menerima pesanan jilbab minimal 10 kodi. Kebanyakan pelanggan Dewi datang dari Jawa saja. Terbanyak pedagang di pasar Turi, Surabaya," kata Dewi. 

Sumber: Harian Kontan
Fitri Nur Arifenle

Usaha Pembuatan Rambu Rambu Makin Maju

11/01/2011
Usaha Pembuatan Rambu Rambu Makin Maju


Rambu-rambu tak hanya digunakan di jalanan saja. Berbagai proyek konstruksi dan pertambangan juga membutuhkan rambu. Itulah sebabnya, kebutuhan rambu-rambu juga semakin banyak. Tak salah jika produsennya mampu memperoleh omzet puluhan juta.

PENGGUNAAN rambu-rambu yang tepat baik di jalan raya, maupun berbagai proyek pembangunan konstruksi dan pertambangan diharapkan bisa menekan angka kecelakaan. Kebutuhan penanda atau rambu-rambu pun semakin banyak seiring maraknya bangunan di Indonesia

Peluang bisnis penyediaan rambu-rambu ini tak dilewatkan oleh Prahasto, pemilik PT GRL di Jakarta Prahasto, yang semula hanya sebagai distributor rambu-rambu, telah menekuni bisnis penyediaan rambu sejak 2008. "Tren permintaannya meningkat tiap tahun, jadi saya tertarik jadi produsen," katanya.

Selain membuat rambu-rambu lalu lintas, diajuga menyediakan rambu di sektor konstruksi dan pertambangan. Ia mengaku, setahun belakangan ini pesanan rambu-rambu untuk gudang penyimpanan, perusahaan konstruksi, dan pertambangan terus meningkat. "Salah satu pembeli terbesar saya adalah Pertamina," ujar Prahasto.

I muk bisa masuk menjadi pemasok rambu-rambu terutama di perusahaan swasta, Prahasto harus rajin melakukan penawaran langsung. "Dengan menawarkan langsung, besar kemungkinan mereka akan menjadi pelanggan kita," katanya.

Terbuat dari baharialuminium, rambu-rambu hasil produksi GRL dijual dengan harga Rp 75 per cm2. Ukuran rambu yang biasanya dipesan berukur;m rata-rata 40 cm xl5 cm

Persainganprodusen rambusemakin ketat,sehingga kualitas perlu ditingkatkan.sampai 60 cm x 60 cm dengan ketebalan 2 milum ter. Hargajual per produk imtuk ukuran itu berkisar antara Rp 45.000 sampai Rp 270.000.

Dengan penjualan rata-rata dalam sebulan mencapai 800 unit rambu, Prahasto mampu memperoleh omzet Rp 60 juta dengan marjin keuntungan hingga 25%. "Bisnis ini cukup menjanjikan meski pesaingnya banyak." katanya. Dalam produksinya, Prahasto dibantu oleh lima karyawan.

Selain Prahasto ada juga Satya Iswara, pemilik Swara Niaga di Sidoarjo, Jawa Timur. Satya mengaku memulai bisnis pembuatan rambu-rambu sejak 2008. Banyaknya pembangunan jalan raya terutama di luar Pulau Jawa menjadi incarannya. "Dalam beberapa tahun ke depan proyek jalan di luar Jawa cukup intensif sehingga membutuhkan rambu-rambu jalan," tuturnya

Dengan harga berkisar antara Rp 200.000 sampai  i 000 per rambu. Satya bisa menjual hingga 200 rambu per bulan. "Itu hanya dari satu proyek," katanya ((leh karena itulah, tiap bulan setidaknya dia bisa mengumpulkan omzet -kiiur Kp 50 juta

Imuk bisa menjual produknya. Satya mengaku harus banyak melakukan pendekatan dengan kontraktor- kontiaktor pemenang tender. Ia juga kerap melakukan penawar-;in langsung ke perusahaan-perusahaan konstruksi agar omzetnya terus bertambah.

Ia mengakui persaingan produsen rambu-rambu semakin ketat. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas produksi menjadi keharusan. Kualitas produk kami sudah teruji dan memiliki lisensi Departemen Perhubungan," kata Satya Ia mengklaim produk buatannya bisa bertahan hingga 15 tahun jika tidak tertabrak atau sengaja dihancurkan. "Naik turunnya bisnis ini sedikit banyak bergantung pada kebyakan pemerintah," ujarnya. 


Sumber: Harian Kontan
Fahnyadi


Prospek jasa pijat refleksi cukup menarik namun pertumbuhannya lambat

11/01/2011
Refleksi Laba dari Bisnis Pijat Refleksi
Prospek jasa pijat refleksi cukup menarik namun pertumbuhannya lambat



NAMA Suhu Yo mencuat setelah membintangi sejumlah iklan konten premium. Terkenal dalam hal ramai meramal. Suhu Yo juga memiliki bisnis pengobatan alternatif dan refleksi. Klinik Suhu Yo berdiri sejak 2006 dan kini telah memiliki 18 cabang di Jabodetabek, Bandung, dan Cirebon.

Untuk bisa mengembangkan usaha, Klinik Suhu Yo juga mulai menawarkan sistem waralaba. Namun tidak semua sektor bisnis Klinik Su Yo ditawarkan. Saat ini dia hanya menawarkan usaha pijat refleksi bernama nama si ia. .im Reflexy.

Mulai ditawarkan tahun ini, Suhu Yo mengaku sudah memiliki dua outlet milik mitra di Mangga Dua Square, Jakarta Utara dan Taman Galaxy, Bekasi.

Jika Anda tertarik membuka usaha pijat refleksi Suhu Yo ini, maka Anda perlu menyiapkan investasi awal sebesar Rp 100 juta. Menurut Suhu Yo dana ini akan digunakan untuk kerjasama selama 2 tahun. Selain itu, calon terwaralaba juga akan mendapatkan pelatihan terapis, training manajer, dan sistem promosi.

Walau menawarkan sistem waralaba, "Shaolin Reflexy tak memerlukan royalti fee atau franchise fee," ujar Suhu Yo. Selain menyiapkan dana Rp 100 juta, Suhu Yo juga mensyaratkan calon investor menyediakan tempat usaha minimal seluas 100 m? dan 20 kursi puat refleksi.

Untuk menarik investor, saat ini Suhu Yo menawarkan program potongan biaya sebesar 50%, sehingga biaya investasi yang diperlukan hanya Rp 50 juta. "Potongan harga hanya untuk 10 orang pendaftar pertama. Sudah dua berarti tinggal 8 lagi. Setelah itu harga normal," lanjutnya.

11/01/2011
Dengan target 20 pasien tiap hari, omzet yang bisa diraih

Waralaba pijatrefleksi yangcukup terkenalpertumbuhanagak lama.oleh terwaralaba berkisar antara Rp 2 juta sampai Rp 3 juta Sebab, harga layanan terapi refleksi mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per orang per layanan.

Shaolin Reflexy melayani refleksi kaki dan tangan, pijat seluruh tubuh, bekam, dan totok aura. Selain itu ada lu-Ihi terapi lilin, dan masker penyejuk "Kalau satu bulan tinggal kalikan saja. Bisnis seperti ini tak pernah mati, orang akan datang terus," Suhu Yo, optimistis.

Agar bisnis-I nya ramai. Suhu Yo mengaku tidak main-1 main dalam pelayanan -. dan kemampuan terapis. Para terapis d iajarkan teknik pijat perpaduan China dan I Singapura.Dengan teknik ini, diamengklaim, konsumen yang datang tidak akan mengeluh nakit. Untuk menjaga image, terapis pria hanya boleh me-mijat pasien pria Begitu juga dengan terapis wanita hanya boleh memyat wanita- "Kalau hanya kaki dan tangan, terapis pria bisa memijat wanita dan sebaliknya Tapi kalau seluruh tubuh, terapis pria harus memuat pasien pria," katanya.

Walaupun investasinya cukup mahal, pengamat waralaba. Erwin Halim mengatakan prospek jasa waralaba Shaolin Reflexy cukup bagus. Hanya saja, UNih.i pyat refleksi sudah menjamur. Bahkan, ia melihat beberapa waralaba pijat refleksi yang sudah cukup terkenal memiliki pertumbuhan yang lambat. "Dalam beberapa tahun mereka cuma buka lima hingga enam iKiilri" katanya

Agar bisa lebih cepat terkenal, Erwin menyarankan agar Shaolin Reflexy tetap membawa embel-embel nama Suhu Yo yang sudah terkenal. Selain itu, Erwin juga menyarankan agar calon investor lebih berhati-hati memilih waralaba dengan jeli melihat laporan keuangan. Klinik Suhu Yo Mall Mangga Dua Square Lt.l Blok A No. 52-57 Telp 02192281312


Sumber: Harian Kontan
Fitri Nur Arifenie
 

Menangkap Peluang dari Bisnis Tiang Pembatas Antrean

31/10/2011
Usaha Pembuatan Tiang Antrean
Menangkap Peluang dari Bisnis Tiang Pembatas Antrean




Sepertinya memang sepele, ternyata tiang antrean yang biasanya kita temui di pelbagai tempat umum, bisa mendatangkan fulus yang lumayan. Seorang pengusaha tiang antrean ini bisa meraih omzet hingga ratusan juta per bulan. Tetapi, mahalnya stainles steel jadi kendala bisnis ini.

Gerakan Disiplin Nasional (GDN) yang digalakkan pemerintah membawa (n-rkah hagi pengusaha tiang antrean. Banyak institusi dan unit bisnis butuh liang antrean untuk menjaga kenyamanan saat antre
Si bagian Anda yang sering lierkunjung ke bank mungkin akrab dengan tiang antrean itu. Bagi bank tiang antrean berguna menjaga kenyamanan dan menghindari atau rebutan saat melayani nasabah.

Selain perbankan, tiang antrean itu juga banyak hui makan oleh kantor pos, hotel, penyelenggara acara lian event yanizer(EO), juga berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang. Banyaknya instilusi layanan publik yang mengharuskan publik mengantre untuk mendapatkan layanan tertentu, temyatajuga bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan, lihai saja yang dilakukan Dody Susanto, pemilik PT Pilar Kanmi;i Jaya di Bekasi, Jawa Barat Sejak 2005, Dody sudah menekuni bisnis tiang antrean untuk melayani pesanan perkantoran, nia perbankan.

Sebelumnya menjadi pengusaha pembatas antrean un l iii hanya iierstatus distributor tiang antrean yangdiimpor dari Singapura dan Amerika Serikat. "Setahun terakhir ini kami sudah memproduksi tiang antrean sendiri," kata Dody.

Tidak hanya menyasar perkantoran, Dody juga menjual tiang antrean itu kepada EO yang kerap menggelar acara seperti pameran atau pertunjukkan musik. Tiang antrean sangat penting untuk menjaga suasana antre tetap nyaman dan aman," terang Dody.

Pembeli tiang antrean Dody tidak hanya dari Jakarta saja. Ia juga melayani permintaan tiang antrean dari perbankan dan EO hampir seluruh provinsi di Indonesia Dody juga menyadari, belakangan ini pemain di bisnis tiang antrean ini semakin mengular. Nah, agar tak kalah bersaing, Dody pun rajin melakukan inovasi dan menjaga kualitas produk.

Salah satu inovasi Dody adalah tiaiiK ;uilrean dengan empat sisi pengait. "Umumnya tiang antrean di pasaran hanya punya dua lubang pengait," jelas Dody. Dengan bahan stainless steel. Dody menjual tiang antrean itu seharga Rp 750.000 per tiang. Dengan minimum pesanan 50 tiang, Dody dalam sebulan bisa meruual 200 tiang.

Dari bisnisnya itu Dodymengantongi omzet Rp 150 juta per bulan. Ia berharap ekonomi tetap tumbuh agar permintaan liang antrean dari perkantoran dan perbankan juga ikut tumbuh.Selain Dody, di Tangerang terdapat PT Langgeng Gumelar Sejati yang juga memproduksi tiang antrean. Ismail, Manajer Pemasaran Langgeng, bilang, sejak produksi perdana, permintaan terus berdatangan, terutama dari industri perbankan, periklanan, hotel, dan juga emil organi

Dalam sebulan, rata-rata Langgeng mendapatkan pesanan sekitar 100 unit tiang antrean. Berbeda dengan Pilar Karunia, Langgeng menjual produk per unit meliputi 2 tiang dan 1 tali sambungan dengan harga Rp 1,6 .iuta per unitnya. "Omzet nya sekitar Rp 150 juta pel bulan," ujar Ismail.

Ismail menambahkan, meski permintaan meningkat sekitar 10% tiap tahun tapi bukan berarti tak ada kendala dalam bisnis ini. Tahun ini sija, harga stainles sieei melonjak tinggi, yakni hampir 30%. Hal ini berdampak bahwa margin keuntungan bersih perusahaannya dari usaha ini hanya sekitar 10%. Kendati begitu, lelaki33 tahun ini optimistis dengan masa depan bisnis ini.

Sumber: Harian Neraca
Fahriyadi


Surga Berburu Boneka Lucu di Cikampek

31/10/2011
Sentra Pembuatan Boneka, Cikampek, Karawang
Surga Berburu Boneka Lucu di Cikampek


Mainan menyerupai orang, hewan atau tokoh kartun yang disebut boneka ini banyak disukai anak-anak hingga orang dewasa. Nah, aneka boneka ini sejatinya banyak yang berasal dari Cikampek, Karawang. Di sana ada ratusan perajin dan puluhan toko boneka.

BONEKA berasal dari bahasa Portugis, yaitu boneca yang artinya, mainan yang menyerupai manusia, hewan atau tokoh kartun. Mainan ini termasuk mainan tertua karena sudah ada sejak zaman Yunani, Romawi ataupun Mesir kuno.

Walaupun termasuk mainan lawas, boneka masih banyak digandrungi termasuk di Indonesia Tidak hanya anak-anak, boneka juga digemari remaja hingga orang dewasa.Bagi Anda yang gemar boneka, tak ada salahnya berburu boneka di 11 Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dii ada ratusan perajin yang memproduksi aneka boneka.

Lokasi desa ini bisa ditempuh dalam waktu dua jam dari Jakarta via lol Jakarta-Cikampek. Setelah keluar dari gerbang tol t ik.ipo, lokasi bisa ditempuh dengan waktu 10 menit hingga LB menit
Dari gerbang tol Cikopo itu. Anda bisa menggunakan kendaraan umum atau ojek.meski dengan tarif yang tentu lebih mahal.

Bagi warga setempat, nama sentra boneka Cikampek Utara ini lebih dikenal dengan nama sentra boneka Kampung Baru, karena sentra ini persisnya di Dusun Kampung Baru. Selainni perajin boneka, di -i i .11. .11 gang di Kampung Baru berjejer sekitar i11 laku boneka

Berbagai toko itu memajang aneka boneka berbentuk satwa, seperti singa, anjing, kucing, panda, lumba-lumba, dan kura-kura. Selain itu, toko-toko ini juga menjual ada boneka berbentuk tokoh kartun seperti Doracnin. Sinchan, dan yang lain-lain.

Wasno, seorang pedagang boneka bilang, sentra boneka Cikampek tara itu berdiri sejak 1980-an. Namun baru berkembang pesat sejak L997. wal i limakepala keluarga I KK i yang membual boneka, tapi lama-kelamaan perajinnya tambah banyak," kata pemilik toko boneka Aldi Jaya itu.

Pertama kali produksi boneka, warga Cikampek Utara itu hanya mi-ngandal-kan balian baku dari sisa pabrik garmen. Wasno menjelaskan, ketika itu, harga boneka Cikampek itu lebih miring karena perajin menggunakan bahari baku sisa garmen. Karena itu wajar jika penggemar atau pemilik toko boneka doyan berburu boneka di Cikampek.

Karena harga nan relatif murah, desa ini tak penan sepi pembeli. Para perajin perlu merekrut banyak tenaga kerja. Hingga awal 1990-an, satu persatu pekerja mulai pandai membual sendiri boneka dan memisahkan diri dari majikan untuk merintis usaha sendiri.

Lama-kelamaan jumlah perajin itu makin banyak, dari semula lima orang, kini sudah mencapai ratusan perajin. Balikan, bisa dibilang, seluruh warga Kampung Baru kini berprofesi sebagai perajin boneka Lihat saja, banyak rumah yang kini disulap menjadi bengkel pembuatan boneka

Data terakhir menunjukkan, setidaknya ada 50 rumahmerangkap sebagai pabrik Imeki Di setiappabrik itu. ada lima hingga tujuh pembuat boneka yang bekerja dengan dibantu mesin jaliit. Faishal Ridla, salah satu perajin boneka bilang, boneka hasil produksi perajin itu banyak dibeli pelanggan dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya Selain itu mereka juga melayani permintaan boneka dari Sumatera, fSaJi hingga Indonesia Timur. "Saya juga punya pelanggan dari Papua," ujar Faishal yang juga punya toko boneka Fanny Collection.

Walaupun sudah memproduksi boneka sendiri, tapi Faishal mengaku tak lusa melayani pesanan boneka dalamjumlah banyak. Nah,kalan ada pesanan dalam jumlah besar, dia harus membagi pekerjaan itu kr perajin lain

Soal harga boneka made in Kampung Baru ini juga tak membuat kantong bolong Harga boneka dipatok mulai harga ribuan hingga puluhan ribu saja Lihat saja, boneka Spungebob secede biuital harganya cuma Rp 20.000.

Sumber: Harian Neraca
Fitri Nur Arifenie


Industri Kreatif Menata Omzet dari Bisnis Tata Suara

31/10/2011
Industri Kreatif Menata Omzet dari Bisnis Tata Suara


Marak konser musik di tanah air, bisnis penyewaan dan penataan sound system makin menjanjikan Bisnis hiburan dan pertunjukan semakin meriah. Banyak artis baik lokal maupun luar negeri menggelar konser mereka di Indonesia. Tentu saja, kemeriahan konser ini menjadi berkah bagi para pengusaha persewaan sound system dan penata suara.

BEBERAPA tahun belakangan ini, konser musik dan aneka pagelaran tari makin sering digelar di Tanah Air. Tak hanya artis lokal, penyanyi dari mancanegara pun terlihat sering berpentas untuk menyapa langsung penggemarnya di sini.

Maraknya pentas-pentas musik atau tari ini tentu menggairahkan bisnis sound system atau tata suara. Maklum, perpaduan antara tontonan dan gelegar suara yang selaras akan menambah daya tarik sebuah pertunjukan.

Tentu menata suara lewat perangkat soivtd system bukan pekerjaan mudah. Butuh kreativitas, ketelitian,dan keija keras untuk menyeimbangkan dan menyelaraskan suara dari berbagai sumber itu agar tercipta alunan yang harmonis dan enak didengar.

Dudi Heriyadi, pemilik Sound Effect Group di Jakarta, mengakui, saat ini jasa penyewaan sound system sangat prospektif. Sebab, tak hanya konser musik yang membutuhkan tata suara yang apik. Pesta pernikahan, seminar hingga kampanye politik pun memerlukan sound system yang sempurna.

Di Jakarta, Dudi bisa melayani sepuluh hingga 20 acara setiap minggu. "Sebagian besar atau hampir 70% permintaan jasa sound system datang dari acara pernikahan," ujar Dodi yang sudah menggeluti bisnis sound system ini sejak 10 tahun lalu.

Biaya sewa sound system ini berkisar Rp 1 juta hingga Rp 10 juta. Alhasil, ia pun bisa merengkuh omzet minimal Rp 80 juta per bulan.Secara teknis, Dudi menjelaskan, pemilihan dan pengaturan jarak rn icropho-ne yang tepat, pengaturan equalizer, dan pengaturan fadei in ixer menjadi langkah kunci untuk memperoleh suara yang seimbang dan harmonis. "Namun, selain pengetahuan teknis soal teknologi, penata suara juga harus punya sense of arts," tandas Dudi.

Pasalnya, suara yang enak didengar bukan hanya dihasilkan dari jenis alat, tapi juga ditentukan oleh kepiawaian penata suara. Karena itu, seorang penata suara harus pandai menyesuaikan peralatan yang ada

Sementara itu, menurut Felix Dodi Yulianto, pemilik Blass Group di Yogyakarta, modal menekuni bisnis tata suara ini ialah kreatif, tekun, dan selalu belajar. "Pengetahuan akan tata suara akan diperoleh seiring jam terbang yang kian tinggi," ujarnya Jika memiliki bakat, idealnya calon penata suara butuh waktu minimal setahun untuk menjadi ahli.

Selain terkait dengan pengalaman, penata suara yang sejatinya adalah koki dalam sajian pertunjukan juga dituntut untuk peka terhadap suara "Kepekaan ini akan membuatnyamemiliki citarasa terhadap sebuah suara dalam aksi pertunjukkan," ujar Felix.

Selain itu, penata suara juga harus memikirkan beberapa aspek, seperti keseimbangan peralatan dan kompetensi sumber daya manusia dan suasana dari acara tersebut. "Penataan suara untuk konser pastinya berbeda dengan penataan suara saat acara formal protokoler istana," jelas Felix.

Felix sendiri menyewakan peralatan dan perlengkapan sound system berikut jasa penataan suara mulai seharga Rp 1,5 juta hingga Rp 15 juta Harga tergantung dari jenis acara "Tiap bulan, ada puluhan permintaan yang datang," ujarnya

Sebagian besar konsumen yang membutuhkan jasa Felix adalah penyelenggara konser-konser musik mini. Meski tidak mau bicara terbuka, diperkirakan Felix bisa meraup omzet ratusan juta rupiah per bulan darijasa ini.

Perkembangan teknologi dan dimensi tata suara juga telah membuat industri ini berkembang pesat. "Hal ini justru menjadi sinyal yang baik bahwa gemerlap dunia hiburan dan perkembangan teknologi telah menjadi sumber pendapatan bagi banyak orang yang menyenangi dunia tata suara un. ujar Felix, bersemangat.

Salah satu karya yang berkesan bagi Felix adalah ketika ia menggarap tata suara pada pidato Paus Yohanes Paulus II, yang berkunjung ke Jakarta beberapa tahun silam. Ia pun berharap, munculnya penata suara baru akan melahirkan banyak penata suara handal di masa akan datang.

Selain itu, ia juga menginginkan adanya standar harga yang jelas pada bisnis ini. "Selama ini tarif yang ditentukan tiap pelaku usaha beragam, maka perlu dibentuk sebuah asosiasi di industri ini," harapnya

Manisnya bisnis ini juga dikecap oleh Harry Aprianto Kissowo atau yang akrab disapa Harry Kiss, produsen V8sound.com. Lihat saja, saban bulan ia sanggup memenuhi order penyewaan sound system untuk lebih

150 klien. Padahal Harry mengaku tidak mematok harga pasti dalam bisnis penyewaan tata suara. Ia memberi contoh, untuk pi Tt unj ukan komersial, harga sewa peralatan sound system mi herkisar antara Rp 40 juta sampai dengan Rp 250 juta "Untuk event kemanusiaan kui keagamaan malah kadang saya sewakan secara gratis kalau memang acara-nya kecil dan tidak membutuhkan banyak speul. katanya

Namun ongkos sewa ini bisa lebih besar kalau kinu Harry meminta peralatan plus penata suara Selain itu, Harry juga menetapkan tanda sewa berdasarkan kapasitas iiiiiui system Semakin besar daya listrik yang digunakan, ongkosnya juga semakin besar.

Dalam satu hari, Harry mengaku dapat menyewakan alat tata suaranya untuk 18 pertunjukan. Tak heran, omzet yang diperolehnya dari bisnis ini bisa mencapai lebih dari Rp 1 miliar setiap bulannya "Yang pasti prospek bisnis ini ke depan akan semakin cerah, karena pertunjukan yang baik pasti akan memprioritaskan kualitas suara," ujarnya 


Sumber: Harian Neraca
Ragil Nugroho, Fahriyadi, Dea Chadiza Syafina


Ratusan UKM di Sukabumi Belum Tersentuh Pemerintah

31/10/2011
Ratusan UKM di Sukabumi Belum Tersentuh Pemerintah


Ratusan pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) di Kabupaten Sukabumi, temyata belum tersentuh tangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Padahal para pelaku UKM ini rata-rata memiliki lima orang hingga 10 orang tenaga kerja.

NERACA

Hasil pantauan Harian Ekonomi NERACA di Kabupaten Sukabumi, salah sam pelaku IKM yang belum tersentuh Pemerintah itu adalah pemilik ron Muji di Desa Karangtcngah, Kecamatan Cibadak. Ironisnya, usaha kue yang memanfaatkan tenaga para manula ini, persis di belakang rumah salah seorang pegawai Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperin-dag) Kabupaten Sukabumi

Pemilik Kue Muji, Slamet

Muji, menyalakan, usahanya baru memiliki satu alat ado-nan elektrik, dan enam tenaga kerja." Modal usaha ini se-i |iK|ii(a. Usaha ini baru kita laporkan pada tingkat RT, RW dan Desa. Rcncana-nya saya .iUin memaienkan hasil produksi saya dengan melengkapi perizinan" ungkapnya Sabtu (29/10)

Dia menyatakan, selama ini kue hasil buatannya sudah sangat dikenal masyarakat Kabupaten Sukabumi pada khususnya. Namun dia mengakui belum pernah ada upaya promosi yang dilakukannya, mengingat usaha ini masih berskala home industry.

"Usaha saya masih kecil Hanya mampu menyediakan kue sekitar delapan bal atau sekitar 4.000 potong kue jenis donat dan lainnya" tegasnya.Permodalan, lanjutnya, murni dari kantong sendiri tanpa bantuan dari pihak pemerintah ataupun swasta Sebenarnya saya sangat membutuhkan tambahan modal, mengingat banyak-in ,i permintaan yang masuk. Permodalan ini untuk membeli alat adonan dan pemanas atau oven. Karena selama ini saya masih menggunakan alat secara tradisional" lanjutanya

Kepala Bidang Industi pada Diskoperindag Kabupaten Sukabumi, fl (ajat,mengaku baru mengetahui adanya UKM yang belum terdata di wilayah kerjanya, " apalagi di belakang salahsatu pegawai Diskoperindag. Saya akan lakukan pengecekan. Dan apabila pelaku UKM itu layak dibantu, akan saya usulkan keapd aaiasan" kata lajai

Dia mengatakan, seha-rusnya pih,ik Desa dan Kecamatan agresif melakukan pendataan tentang potensi UKM di wilayahnya.Hal ini bertujuan guna mempermudah akses para pelaku UKM yang benar-benar melakukan usaha.

"Data dari tingkat Kecamatan masih minim. Sedangkan pelaku UKM terkadang jarang melakukan interaksi dengan kita [Bidang Industri]," tandasnya, (nn

Sumber: Harian Neraca

Meraup Untung di Tanahabang

31/10/2011
Meraup Untung di Tanahabang


Rasanya kita tak perlu keberatan jika Malaysia berencana meniru konsep Pasar Tanah Abang-dalam logat Betawi disebut Tenabang Pusat grosir terbesar di Asia Tenggara ini diyakini punya daya magis yang dahsyat, memang. Entah kekuatan macam apa yang mampu menyihir para pedagang-terutama garmen - untuk tinggal dan memutar uangnya di kawasan padat ini sejak zaman kolonial di abad ke-18.

Masuk akal kalau para pengusaha di negeri jiran itu hendak menjiplak. Tanah Abang kini dikenal sebagai kiblat perdagangan busana muslim dunia. Duit yang diputar para pedagang garmen yang tumplek di kawasan padat ini sedikitnya Rp 200 miliar sehari. Jika ada yang perlu kita sarankan agar tak mereka kopi tampaknya sistem pengelolaannya.

Belakangan terungkap bahwa kontrak kerja sama yang diteken PD Pasar Jaya, perusahaan milik Provinsi DKI Jakarta yang empunya Tenabang, dengan pihak swasta temyata berat sebelah. Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis menyadari kontrak yang diteken para pendahulunya temyata merugikan korporasi sedikitnya Rp 300 miliar sejak 2008 sampai 2010. Aparat hukum seharusnya menyelidiki siapa saja yang bertanggung jawab atas kerugian ini. Kalau temyata ada unsur kongkalikong, suap, atau korupsi, mereka harus dihukum.

Sudah tepat ketika Djangga akhirnya menghentikan kerja sama dengan perusahaan swasta tadi PT Priama-naya Djan International. Korporasi ini membangun kembali Blok A Tenabang sehabis terbakar pada 2003, dengan sistem build, operate, and transfer, setelah mengalahkan dua peminat lain. Pasar grosir ini sejak 2007 dikelola PT Priamanaya Kelola, di bawah bendera Pria-manaya Group, perusahaan milik Djan Faridz, anggota Dewan Perwakilan Daerah yang baru saja diangkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Perumahan Rakyat. Pengoperasian Blok A versi baru ini dilakukan saat Gubernur Jakarta dijabat Sutiyoso.

Temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan menyebutkan kongsi itu punya banyak kelemahan sehingga merugikan Pasar Jaya. Salah satu klausul perjanjian menyebutkan Blok A akan diserahkan ke Pasar Jaya jika penjualan kios telah mencapai 95 persen. Faktanya, Priamanaya mematok harga jual per kios terlampau mahal, sehingga para pedagang cenderung menyewa. Walhasil, target itu mustahil tercapai. Sampai kiamat pun rasanya susah Blok A berpindah tangan ke Pasar Jaya.

Kalau Djangga Lubis berkukuh-dan sikap inilah yang seharusnya dia lakukan-itu berarti Priamanaya harus segera menyerahkan kunci pengelolaan Pasar Tenabang kepada Pasar Jaya. Tak usah takut meski Djan Faridz kini menjadi orang berkuasa.Toh, Priamanaya sudah untung besar. Dari total kios yang terjual, perusahaan itu sudah menerimasetidaknya Rp 1,45 triliun. Angka ini sudah melampaui biaya pembangunan gedung sebagaimana diplot perusahaan itu, yang memperkirakan nilai proyeknya Rp 917,5 miliar. Artinya, Priamanaya sudah balik modal.

Djan memang punya dua opsi. Ia boleh terus bekerja sama, tapi mengikuti skema perbaikan kontrak yang saling menguntungkan, atau menyerahkan sama sekali kunci pengelolaan Blok A. Biarlah kontrak diteruskan perusahaan lain, asalkan memenuhi persyaratan winwin Pasar Jaya Pilihan kedua jauh lebih penting secara etik. Meski Djan sudah melepaskan posisi resminya di perusahaan itu sejak menjadi politikus, sesungguhnya dialah pengendali bisnis gurih ini. Sebagai menteri, guna mencegah terjadinya konflik kepentingan, sebaiknyalah dia dan perusahaannya mundur dari Tenabang.

Sumber: Harian Neraca

Bank Mandiri Dorong Semangat Kewirausahaan

30/10/2011
Bank Mandiri Dorong Semangat Kewirausahaan


NERACA. Keterbatasan pendidikan dan informasi tentang kewirausahaan menjadi fokus Bank Mandiri, pendidikan wirausaha ini harus diikuti tidak hanya oleh para mahasiswa, namun juga para dosen. Dirut Mandiri Zulkifli Zaini seusai pemberian penghargaan WM 2010 mengatakan bahwa perlunya pendidikan secara menyeluruh untuk mencapai mental-mental wirausaha sejati.

Berdasarkan kenyataan itu. Bank Mandiri memfasilitasi dosen-dosen kewirausahaan dengan Training of Trainer untuk membekali mereka dalam menggunakan modul kewirausahaan mandiri. Menurut Zulkifli bahwa dosen dan para pengajar perlu mendapat pelatihan khusus, karena selama ini untuk menjadi wirausaha hanya mengandalkan learning by doing. Selain itu, Bank Mandiri juga menciptakan dosen untuk menjadi seorang business coach yang baik bagi mahasiswanya yang sedang maupun yang akan berwirausaha.

Untuk itu diperlukan tolok ukur yang merata dan menjadi standar semua lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, khususnya pada pendidikan tinggi. "Modul kewirausahaan telah dibuat dan terus disempurnakan yang difasilitasi Bank Mandiri, bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, dan Institut Teknologi 10 November Surabaya," jelas Zulkifli

Sepanjang tahun 2011, program Wirausaha Mandiri akan terus dikembangkan dengan penambahan satu kategori yaitu; technopreneur atau wirausaha pada bidang teknologi disamping tiga kategori yang telah ada. Bank Mandiri pun menjalin kerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional, dan menggandeng para pengusaha nasional untuk berbagi ilmu dan pengalaman berwirausaha dengan para mahasiswa dan dosen.

Diharapkan program Wirausaha Mandiri mampu membantu meningkatkan angka wirausaha di Tanah Air, sekaligus menjadi pemicu bagi BUMN lainnya untuk mengikuti jejak Bank Mandiri. Dengan banyaknya penambahan jumlah wirausaha muda, diharapkan pencapaian 2% saja, maka jumlah penduduk Indonesia sebagai pengusaha bisa segera tercapai. Saat ini tercatat baru 0,18% penduduk Indonesia yang menjadi pengusaha.

Dalam, "Expo Wirausaha Mandiri," yang digelar Bank Mandiri diawal tahun 2011 lalu, merupakan bentuk komitmen nyata dalam mengembangkan kewirausahaan di Indonesia. Chief Financial Officer PT Bank Mandiri Tbk. Pahala N Mansury mengatakan bahwa program Wirausaha Mandiri bertujuan mengubah pola pikir mahasiswa untuk mulai berwirausaha, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan pekerjaan.

Kami yakin bahwa dengan meningkatnya angka kewirausahaan, maka tingkat kesejahteraan bagi lingkungan sekitar pun akan meningkat yang sekaligus mendorong roda perekonomian Indonesia," urai Pahala, karena dengan wirausaha dapat membuka lapangan kerja baru dan akan membantu menurunkan angka pengangguran.

Program Wirausaha Mandiri merupakan bentuk kepedulian Bank Mandiri sekaligus dukungan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Rangkaian program ini . terbagi dalam beberapa kegiatan, seperti sosialisasi modul kewirausahaan, workshop dan expo Wirausaha Mandiri, beasiswa Wirausaha Mandiri, penghargaan Wirausaha Mandiri, beasiswa business plan dan program Awi-Awi Mandiri, (ade)

Sumber: Harian Neraca


Strategi Pemasaran pada Bisnis Antar Jemput

30/10/2011
Strategi Pemasaran pada Bisnis Antar Jemput

NERACA. Berbeda dengan bisnis yang menjual barang, bisnis jasa menyediakan produk yang tidak berwujud, dan tidak menyebabkan kepemilikan apapun bagi konsumen yang menggunakannya.

Dalam menjalankan bisnis jasa antar jemput sekolah misalnya, strategi pemasaran sangat penting. Namun sebelum menentukan strategi pemasaran, perlu diperhatikan bahwa strategi pemasaran jasa berbeda dengan strategi pemasaran bisnis yang menyediakan produk atau barang.

Bisnis jasa lebih cenderung memberikan pelayanan kepada konsumen dengan berhubungan langsung. Artinya keberhasilan strategi pemasaran pada bisnis jasa diukur dari tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen, dalam hal ini anak dan orang tua.

Untuk menghasilkan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan optimal. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Pertama; berikan pelayanan secara efisien. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai dengan harapan konsumen, secara tidak langsung mampu mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang kita tawarkan. Karena biasanya konsumen tidak suka jika menunggu terlalulama pelayanan yang mereka harapkan.

Dalam menjalankan pemasaran jasa, adanya peran karyawan alias supir, yang langsung menangani konsumen menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Dengan kata lain, kinerja supir menentukan citra perusahaan jasa. Baik dari penampilan, kebersihan, maupun sikapnya kepada anak-anak.

Disamping itu, tinggi rendahnya harga yang ditawarkan pelaku bisnis jasa anatar jemput anak sekolah sebaiknya disesuaikan dengan besar kecilnya manfaat yang diperoleh konsumen dari produk jasa yang kita tawarkan. Semakin besar manfaat atau nilai yang dirasakan konsumen, semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan konsumen.

Lalu gunakan perkembangan teknologi serta inovasi untuk menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi terbaik bagi para konsumen. Misalnya, berikan wangi-wangian dan musik anak-anak, sediakan bacaan untuk anak-anak disetiap mobil, sediakan minum dan makanan ringan untuk anak.

Dalam menawarkan jasa kita, bisa menggunakan cara brosur yang disebarkan pada orang tua murid. Untuk menemui mereka, gunakan waktu tertentu,

seperti penerimaan rapor dan penerimaan siswa baru. Harga yang kita tawarkan bervariasi tergantung jarak rumah masing-masing anak dengan sekolah, yaitu antara Rp I SO ribu sampai Rp 350 ribu per bulannya.yang mungkin terjadi adalah memuaskan keinginan anak-anak pemakai jasa kita. Kalau kita atau supir yang kita gunakan kurang disukai anak-anak tersebut, bisa jadi mereka menginginkan jasa lain atau diantar sendiri oleh orang tua mereka.

Untuk mempermudah target pasar, kita bisamempertimbangkan untuk bekerjasama dengan pihak sekolah. Syarat yang diberikan pihak sekolah biasanya tidak sulit. Cukup mempunyai mobil sendiri, mengisi formulir dan membayar fee per anak sekitar 2,5% sampai 5%. Untuk hal ini, pengelolaan dapat dilakukan oleh pihak sekolah untuk dibagi sesuai jumlah armada.

Dan jika Anda memakai supir, maka bekali supir dengan telepon genggam sebagai sarana komunikasi dengan Anda dan dengan orang tua murid. Dan yang terpenting, kenaikan juga supir Anda pada orang tuamurid yang anaknya ikut jasa antar jemput dari Anda. Karena semakin canggih teknologi yang digunakan, dan pelayanan maksimal yang Anda berikan, maka semakin tinggi pula data tawar Anda untuk segudang kenyamanan yang Anda berikan.beberapa cara pemasaran jasa yang telah dibahas, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen menjadi pemasaran paling tepat bagi bisnis jasa. Kenyamanan, solusi tepat, pelayanan prima, dan keramahan karyawan menjadi kunci sukses bisnis jasa, (ade)

Sumber: Harian Neraca


Langkah Menuju Bisnis Antar Jemput

30/10/2011
Langkah Menuju Bisnis Antar Jemput


NERACA. Setiap tahun ajaran baru, orang tua sibuk memilih sekolah dengan kelebihan dan fasilitas yang dijanjikan, seperti layanan antar jemput sekolah. Kondisi ini membuka peluang bisnis bagi kita. Selain menguntungkan, bisnis ini mudah pengelolaannya, hanya dibutuhkan merawat mobil dan waktu yang cukup dua kali sehari yaitu berangkat dan pulang sekolah.

Namun patut diperhatikan langkah persiapan bila Anda berniat mengelola bisnis antar jemput sekolah. Pertama; jika belum bisa mengemudikan mobil, belajar dan dapatkan surat ijin mengemudi yang sah. Kedua, tentukan daerah atau rute mana saja yang bisa kita layani. Ketiga, lakukan pengamatan ke sekolah-sekolah untuk mengetahui keadaan calon konsumen di lapangan.

Keempat, bangun hubungan yang baik dan erat dengan orang-orang tua siswa yang ada di sekitar Anda sehingga mereka memiliki kepercayaan terhadap Anda. Nama baik dan reputasi yang bisa dipercaya akan menjadi izin usaha yang amat penting bagi Anda. Sehingga jika Anda memberitahukan pada mereka Anda akan membuka usaha antar jemput, mereka tidak akan ragu menitipkan buah hatinya di jasa layanan Anda.

Dan kelima, mobil menjadi alat vital dalam operasionalisasi usaha ini. Maka keselamatan adalah yang terpenting. Mobil Anda tidak harus keluaran terbaru dan mahal tetapi harus memenuhi standar keamanan dan dalam kondisi yag laik jalan.

Anda pun harus mampu membuktikan pada konsumen bahwa Anda akan memegang teguh komitmen terhadap para konsumen (orang tua dan siswa) atas keselamatan putra-putri mereka. Lalu miliki nomor kontak ponsel anak, orang tua murid dan jika perlu, pihak sekolah, sehingga bisa dilakukan koordinasi tentang jam masuk dan pulang siswa sekolah yang bersangkutan.

Selayaknya pula Anda menjunjung tinggi kebiasaan tepat waktu karena dalam usaha ini. Artinya ketepatan waktu sangat ditekankan. Karena bagi orang tua murid, tentu mereka tidak akan memercayakan anaknya yang akan berangkat dengan orang yang suka terlambat dan kurang disiplin.

Selain itu, Anda harus secara berkala melakukan monitoring terhadap kondisi fisik mobil dan surat-surat resmi lainnya, sehingga Anda tidak akan kerepotan hanya karena terlewat masa perpanjangannya dan sebagainya.

Patut pula Anda sadari, bila tidak semua orang tua membutuhkan jasa antar jemput karena telah memiliki sopir dan mobil sendiri untuk mengantar anak-anak mereka. Lalu sadarilah rasa jenuh saat Anda ingin menawarkan jasa antar jemput, karena itu antisipasi yang dapat Anda lakukan adalah dengan mencari sekolah baru sebagai target konsumen atau berinovasi dengan menambah nilai tambah bagi konsumen, (ade)

Sumber: Harian Neraca



Kiat Memulai Bisnis Antar Jemput

30/10/2011
Kiat Memulai Bisnis Antar Jemput


NERACA. Bisnis jasa merupakan bisnis yang menjual layanan kepada para konsumen yang membutuhkan Berbeda dengan bisnis yang menjual barang, bisnis jasa menyediakan produk yang tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan apapun bagi konsumen yang menggunakannya.

Jika bisnis produk atau barang dapat dimiliki konsumen setelah terjadi transaksi, bisnis jasa hanyabisa memberikan kualitas pelayanan yang diharapkan pelanggan setelah mereka melakukan transaksi walaupun tidak dapat memiliki pelayanan tersebut seterusnya. Hitungan bila menggunakan angkutan umum, jelas faktor kenyamaan menjadi hal utama, terlebih saat jalanan macet, banyak anak-anak sekolah yang kelelahan dan mengalami stress di jalan, kondisi ini juga merupakan faktor yang dipertimbangkan oleh orang tua untuk menggunakan jasa antar jemput.

Berikut ini adalah tips agar bisnis kita langgeng dan sukses; Jangan cepat puas dengan apa yang sudah kita raih, kita harus terus belajar untuk selalu meningkatkan pelayanan. Kenali pelanggan kita sebaik-baiknya, karena memiliki uang saja -tidak cukup, kita harus tetap punya gairah untuk sukses dalam bisnis, komitmen untuk bekerja keras dan profesional, Jika kita sudahmempunyai mobil dengan jenis yang bisa muat banyak orang, kita bisa segera memulai bisnis ini. Dan apabila belum mempunyainya, kita bisa membeli baik bekas maupun baru.kedua, pisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha, ketiga, mulailah membuat catatan untuk setiap penerimaan dan pengeluaran, keempat, buat evaluasi untuk membandingkan target penjualan dengan rencana, selain itu evaluasi juga berfungsi untuk mengetahui kelemahan yang ada sehingga bisasegera memperbaiki.

Sikap terburu-buru dalam melakukan ekspansi, juga disggap gegabah. Kecuali bila Anda y. n denyan kondisi perusaha i A a. Lalu bagaimana agar para konsumen lebih memilih jasa antar jemput yang Anda tawarkan, tentu saja pelayanan antar jemput Anda harus mempunyai nilai tambah dibanding jasa antar jemput lainnya, selain secara berkala Anda harus merawat mobil secara rutin, (ade)

Sumber: Harian Neraca


Berbisnis Jasa Antar Jemput

30/10/2011
Berbisnis Jasa Antar Jemput

NERACA. Harapan keselamatan dan kenyamanan selama sibuah hati menjalani aktifitasnya bersekolah, tentu dambaan setiap orang tua, termasuk ketika menempuh rutinitas pergi dan pulang sekolah. Tak sedikit orang tua dibanyak kota besar memanfaatkan layanan antar jemput sekolah sebagai solusi praktis.

Fasilitas antar jemput bagi anak sekolah maupun karyawan memang menjadi pilihan alternatif bagi sebagian masyarakat yang tidak memiliki waktu untuk mengantar atau menjemput putra-putrinya sekolah, begitu pun dengan bagi karyawan yang tidak memiliki kendaraan pribadi atau malas berangkat sendiri. Menggunakan fasilitas anggutan umum bisa jadi sebuah solusi, namun untuk mendapatkan kenyamaan dan keamanan belum tentu Anda raih.

Inilah realitas yang dapatdipetik sebagai peluang bisnis jasa kita. Selain menguntungkan, pengelolaan bisnis antar jemput terbilang mudah. Hanya dibutuhkan perawatan mobil dengan jam kerja cukup dua kali sehari, yakni ketika saat berangkat dan pulang kerja atau sekolah.

Berbisnis jasa layanan antar jemput memang terbuka lebar, termasuk bagi Anda yang sudah memiliki perkerjaan tetap. Bila Anda memiliki kendaraan (mobil), dan tinggal didaerah tertentu. Anda dapat memulainya dengan mengantar beberapa teman atau orang yang cukup Anda kenal untuk sekaligus diantar seiring Anda menuju rute pulang. Tanpa Anda rasakan, rutinitas Anda dalam bekerja, nyatanya justru menghasilkan keuntungan. tambahan dengan antar jemput sepanjang rute perjalanan Anda dari rumah ke kantor dan sebaliknya.

Tentu saja bila Andamengelola usaha antar jemput sendiri, fisik dan rutinitas pekerjaan Anda memang sudah terukur, karena Anda mengemudikan sendiri tanpa menyewa supir, maka ketepatan waktu pergi maupun pulang kerja menjadi faktor penting dalam menjalankan usaha sampingan antar jemput ini.

Langkah awal menggeluti bisnis ini, tentu Anda harus memiliki kendaraan. Untuk sebagai pebisnis, kendala kendaraan dapat diminimalisir dengan cara membeli kendaraan second (bekas) yang laik jalan. Hal lain adalah berkomunikasi dengan baik, kebersihan mobil dan perawatannya, serta wewangian dan musik khas anak. Jika pihak sekolah masih memerlukan armada lagi, kita harus menambah mobil kita dan menawarkan kembali kepada sekolah. Mendapat mobil ini bisa dengan cara kredit atau tunai, tergantung kondisi keuangan kita

Sedangkan untuk mempromosikannya. Anda dapat menggunakan brosur yang disebarkan pada kawan sekerja atau para orangtua murid pada waktu tertentu. Misalnya untuk promosi karyawan, kita dapat menawarkan ke kantor-kantor ataupun perusahaan yang memilki banyak pekerja seperti pabrik, termasuk ketika makan siang, sedangkan bila bidikan pelanggan Anda adalah kalangan Anak sekolah, momen penerimaan rapor dan penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah, bisa jadi waktu yang tepat.

Dalam menjalankan bisnis jasa, juga dibutuhkan adanya strategi pemasaran. Namun sebelum menentukan strategi pemasaran yang akan digunakan, perlu diperhatikan bahwa strategi pemasaran jasa berbeda dengan strategi pemasaran bisnis yang menyediakan produk atau barang.

Bisnis jasa lebih cenderung memberikan pelayanan kepada konsumen dengan berhubungan langsung, oleh karena itu bisnis jasa mengukur keberhasilan strategi pemasaran dengan tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen.beberapa cara pemasaran jasa yang telah dibahas, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen menjadi pemasaran paling tepat bagi bisnis jasa. Kenyamanan, solusi tepat, pelayanan prima, dan keramahan karyawan menjadi kunci sukses bisnis jasa.menawarkan bisnis jasa antar jemput ini, harus kita jelaskan keuntungan yang dapat diberikan. Misalnya jika menggunakan jasa ini dengan sedikit tambahan uang transportasi dari biasanya, mereka tidak perlu terburu-buru mengantar jemput anak sekolah, dan bagi karyawan tidak perlu menunggu angkutan umum dan tersedia tempat duduk yang nyaman.

Kita juga dapat menjalin kerjasama dengan pihak sekolah ataupun perusahaan dengan mengajukan proposal. Agar makin banyaknya pelanggan yang menggunakan jasa kita, jangan hiraukan kebersihan, kenyamanan, dan fasilitas berupa musik bahkan menjalin komunikasi yang baik kepada penggunajasa kita. Bila perlu berikan harga discount baqi pelanggan lama

Target konsumen jasa antar jemput anak sekolah bisa dimulai dan lingkungan sekitar tempat tinggal Anda. Misalnya anak-anak tetangga, lalu bisa juga teman-teman sekolah anak Anda. Pastilah para orang tua anak-anak ini antusias dengan penawaran jasa antar jemput Anda. Apalagi mereka sudah mengenal Anda dengan baik, jadi tidak ragu lagi menitipkan anaknya pada Anda.

Dengan memberikan jaminan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu antar jemput bisnis ini memiliki prospek yang baik terutama untuk keluarga yang anak-anaknya bersekolah jauh dari tempat tinggalnya dan bagi para keluarga yang suami istri bekerja dan tidak memiliki kendaraan keluarga untuk antar jemput putra-putrinya sekolah, (ade)

Sumber: Harian Neraca

Menyandingkan hobi bisnis

30/10/2011
Menyandingkan hobi bisnis

 
Mengutip pepatah lama, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, maka hobi akan jauh lebih bernilai jika tidak hanya jadi sarana refreshing, tetapi juga bisa membawa dampak positif untuk bisnis. Nilai lebih itu juga yang disukai oleh Finance Division Manager PT Asuransi Tri Pakarta Moh. Hamdan dari hobi barunya* yaitu bermain golf.

Setiap bulan, insan perasuransi berkumpul untuk mengikuti turnamen golf bersama. Para pemangku kepentingan atau stakeholder bisnis pelayanan jasa proteksi dan perlindungan di Indonesia dapat mengikuti setidaknya 11 turnamen dalam setahun yang diselenggarakan oleh Persatuan Golf Asuransi Indonesia.

"Saya bisa tahu banyak informasi perkembangan bisnis asuransi terkini ketika di lapangan golf. Bahkan juga kerja sama berbagi bisnis," ujarnya.Awalnya Hamdan mengaku aktif main golf untuk keperluan pekerjaan. Namun seiring waktu, dia pun jatuh cinta pada olahraga ini. Namun, kesukaan Hamdan pada kegiatan golf tetap saja tidak dapat menghapus ke-cintaannya pada bermain musik. Setiapakhir pekan, ayah dua anak ini selalu menyempatkan diri memainkan salah satu koleksi gitarnya.

Baginya, hobi ibarat oase yang memberikan kesegaran di tengah rutinitas pekerjaan. Menurut Hamdan, jika meng-ungkung diri dengan pekerjaan tanpa sempat melakukan hobi, akan membuat hidup menjadi membosankan. "Makanya, hobi itu penting."

Sumber: Bisnis Indonesia


Peluang Bisnis Kuliner Kafe Perpustakaan

28/10/11
Peluang Bisnis Kuliner Kafe Perpustakaan


Kafe tak lagi sekadar tempat nongkrong. Kafe bisa juga menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan. Kafe-kafe ini muncul di Cimahi dan Surabaya. Selain menyediakan aneka kudapan nan lezat, di kafe ini juga punya koleksi buku pelajaran dan buku pengetahuan populer.

Jika Anda merasa bosan belajar sendiri di rumah, tak ada salahnya belajar sambil nongkrong di kafe. Lo, kok? Ya, di Cimahi dan di Surabaya, ada kafe yang tak sekadar memanjakan perut, tapi juga mengasah otak.

Kafe itu akrab disebut dengan kafe perpustakaan. Selain menyediakan aneka kudapan lezat seperti laiknya sebuah kafe, di sini juga tersedia aneka buku pelajaran sekolah atau buku-buku sekadar untuk menambah pengetahuan.

Lihat saja aktivitas Kafe Kupu-Kupu di Cimahi, Jawa Barat. Kafe yang mengusung konsep perpustakaan ini didirikan oleh Yayuk Sri Wahyuni pada 2009 silam.

Yayuk punya dua alasan membuka usaha kafe perpustakaan itu. Pertama, dia ingin menyajikan hidangan yang lezat. Kedua, Yayuk juga ingin menjamu tamu kafenya dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. "Dua rasa lapar yang kami layani di kafe, lapar perut dan lapar pengetahuan," klaim Yayuk.

Latar belakang pengunjung Kafe Kupu-kupu itu beragam, mulai dari anak sekolahan sampai keluarga. Nah, bagi keluarga yang datang bersama anak-anak, Yayuk juga sudah menyediakan sarana bermain. "Mereka bisa bermain saat orang tua mereka makan atau membaca," jelas Yayuk.

Sama seperti kafe lainnya, kafe milik Yayuk itu juga menyajikan aneka makanan yang mengundang selera. Di sini ada sajian nasi timbel, nasi goreng, cap cay hingga makanan ala barat seperti steik dan pasta.

Soal harga makanan juga relatif terjangkau, mulai dari harga Rp 3.000 hingga yang termahal hanya Rp 38.000 per porsi, tergantung pesanannya. Untuk minuman tersedia aneka soft drink, dan juga teh, kopi, jus, milk shake, dan sebagainya.

Karena mengusung konsep perpustakaan, Yayuk tentu menyediakan aneka buku bacaan, mulai buku pengetahuan anak, buku sosial, buku politik, dan juga buku tentang filsafat. "Konsumen yang datang, gratis membaca buku yang kami sediakan tapi tidak boleh dibawa pulang," terang yayuk.

Selain menyediakan buku, Kafe Kupu-kupu itu juga menyediakan fasilitas wi-fi alias internet gratis yang bisa dimanfaatkan pengunjung kafe sepuasnya. Berkat usaha ini, Yayuk mampu mendulang omzet minimal sebesar Rp 50 juta saban bulan.

Selain di Cimahi, di Surabaya juga ada kafe perpustakaan bernama Magnet Zone Bookstore and Kafe. Kafe itu sudah melayani pelanggan sejak 2007 silam. Selain memiliki sajian ala kafe, Magnet Zone Bookstore and Kafe menyediakan aneka ragam buku dan menyediakan tempat seminar serta mini theater.

Untuk mendatangkan pengunjung, pihak pengelola juga rajin mengadakan pameran, bedah buku, dan bedah film. Selain itu kafe sering dijadikan lokasi talk show, diskusi interaktif, hingga perlombaan menulis, menggambar, dan juga parade musik.

"Banyak kegiatan membuat pengunjung tidak bosan untuk datang," terang Nurholis, Kepala Keuangan Magnet Zone Bookstore and Kafe. Selain menyediakan buku bacaan gratis, Nurholis juga menjual buku-buku terbitan terbaru dengan harga diskon. "Tempat kami tak hanya menarik bagi pecinta buku saja, tapi bagi mereka yang ingin berkarya dan menambah pengetahuan," imbuh Nurholis.
Sayangnya, dia enggan menyebut besar omzet yang didapat dari Magnet Zone saban bulannya.

Sumber : Harian Kontan
(Dea Chadiza Syafina, Ragil Nugroho/Kontan)


Menata Rezeki dari Salon Khusus Lelaki

28/10/11
Menata Rezeki dari Salon Khusus Lelaki


Dandan bukan cuma monopoli kebutuhan perempuan. Para lelaki juga perlu bersolek, minimal bercukur. Mereka inilah yang menjadi target salon-salon khusus lelaki atawa barbershop. Tak hanya menawarkan jasa potong rambut, beberapa barbershop juga menyediakan layanan mewarnai rambut, manikur, dan pedikur.

Salah satu yang memanfaatkan potensi pasar ini adalah salon Macho! Barber! di Yogyakarta. Salon khusus pria yang berdekorasi maskulin ini didirikan oleh Hamid Mulyareja sejak 2008.

Menurut Hamid, usaha barbershop modern memiliki prospek yang baik. Meski pemainnya sudah banyak, pasarnya masih cukup besar. Dengan alasan inilah Hamid menawarkan kemitraan Macho! Barber! pada 2008.

Macho! Barber! menyediakan dua paket kemitraan. Pertama, kemitraan standar dengan nilai investasi Rp 55 juta. Kedua, kemitraan eksklusif senilai Rp 100 juta.

Dari nilai investasi sebesar itu, mitra berhak menggunakan merek Macho! Barber!. Hamid juga memberikan dukungan teknik dan sistem manajemen yang dikembangkan Macho Management.

Paket investasi ini juga sudah termasuk peralatan dan perlengkapan barber. Mitra standar akan mendapat empat kursi gunting rambut dewasa dan sebuah kursi gunting rambut anak. Mitra eksklusif menerima delapan kursi gunting rambut dewasa dan dua kursi gunting rambut anak.

Hamid juga menyiapkan stylist atau tukang cukur profesional. Jika ada stylist yang absen, technical support akan mengirim penggantinya. Kedua paket itu sama-sama memiliki jangka waktu kemitraan selama lima tahun.

Selain biaya perlengkapan dan kemitraan, biaya investasi ini sudah termasuk biaya survei dan commitment fee sebesar Rp 5 juta untuk mitra di Pulau Jawa, dan Rp 10 juta untuk mitra di Luar Jawa. Bila ada pembatalan, mitra akan dikenai penalti 10 persen dari total investasi.

Dalam penghitungan Hamid, mitra standar bisa balik modal dalam waktu 12 bulan. Adapun mitra eksklusif selama 18 bulan. Masa balik modal itu bisa diperoleh bila mitra mendapat omzet minimal Rp 20 juta per bulan.

Hamid bilang, perolehan sebesar itu merupakan omzet awal mitra. "Bila sudah masuk bulan keempat, omzet bisa mencapai Rp 50 juta per bulan," ujarnya. Macho Management menetapkan royalti fee dan supporting fee sebesar 5 persen dari omzet.

Incar pasar Luar Jawa

Jika berminat mengambil kemitraan ini, mitra harus menyediakan tempat minimal 3 x 5 meter. Bila mitra tak memiliki tempat, pihak Macho! Barber! pun sanggup menyediakan lokasi salon ini.

Saat ini sudah ada empat gerai Macho! Barber! di Yogyakarta. Dua di antaranya gerai kemitraan. Ke depan, Hamid berniat membuka outlet di luar Jawa. "Saat ini sudah banyak permintaan, khususnya di Kalimantan dan Indonesia Timur," kata Hamid.

Joko Setiawan, mitra Macho! Barber! di Yogyakarta mendulang omzet minimal Rp 12 juta per bulan. Sehari pengunjung salonnya bisa mencapai 100 orang. Tarif terendah jasa Macho! Barber! Rp 6.000 untuk gunting rambut.

Kini, modal Joko, yang membeli paket standar pada 2009, telah terkumpul lagi. "Modal saya kembali pada tahun pertama," ujarnya. (Fitri Nur Arifenie/Kontan)


Sumber : Harian kontan



Dari Stik Es Krim Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

28/10/2011
Dari Stik Es Krim Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah


Tak hanya es krim saja yang butuh gagang atau stik. Lihat saja, stik yang biasanya hanya untuk es krim itu kini bisa juga dipakai untuk gagang penganan dari cokelat atau nugget. Bahkan, salon kecantikan juga butuh stik. Dengan harga berkisar Rp 10 sampai Rp 22 per batang, pembuat stik bisa meraup omzet hingga ratusan juta rupiah.

Stik atau tusuk kayu berbentuk pipih yang biasa dipakai untuk gagang es krim ternyata juga dibutuhkan untuk gagang penganan seperti cokelat ataupun nugget. Itulah sebabnya, barang kecil seukuran 9 cm sampai 12 cm ini bisa menghasilkan keuntungan yang gede. Apalagi, kini salon kecantikan pun membutuhkan stik ini.

Salah satu produsen sendok dan stik es krim ini adalah Doni Indra. Walau baru memulai bisnis pada 2011, pemilik CV Elang Manunggal di Tangerang ini sudah menangguk pesanan stik dan sendok es krim dalam jumlah besar. "Produk ini termasuk barang repeat order sehingga pesanan terus datang," katanya.

Stik dan sendok es krim termasuk barang repeat order karena sifatnya sekali pakai. Tak hanya es krim, beberapa produk makanan lain seperti cokelat dan nugget juga banyak yang menggunakan produk ini.

Bahkan, menurut Doni, permintaan juga acap datang dari salon kecantikan untuk mengaduk krim. Meski jumlah permintaan dari salon kecantikan tidak besar, pesanan selalu datang tiap bulan. Saat ini, Doni mengaku telah mengantongi delapan pelanggan tetap.

Dari pelanggan-pelanggannya itu, Doni mengungkapkan, bisa menjual sekitar 6 juta batang stik es krim per bulan. Bahkan, jika permintaan melonjak, dia sering menggandeng perajin stik tradisional. Dengan harga Rp 17-Rp 22 per batang, Doni tak sungkan menyatakan mampu meraup omzet hingga sebesar Rp 100 juta per bulan. Dari total omzet sebesar itu, setidaknya Doni bisa membawa pulang sebesar 15 persen.

Tentu saja stik es krim itu tidak dijual satuan, tetapi dikemas dalam karton berisi 20.000 batang. Untuk memproduksi stik es krim, Doni menggunakan mesin rakitan sendiri. Kapasitas mesin yang dipakainya sekitar satu juta batang per hari.

Doni sendiri lebih suka membuka pasar dengan memasarkan melalui internet. "Saya belum berani menawarkan langsung ke perusahaan sebab kapasitas mesin saya masih kecil," ujarnya. Selain itu, Doni menghindari produksi secara berlebihan untuk meminimalkan risiko.

Bahan baku yang dipakai untuk stik es krim antara lain kayu albasia dan sengon. Menurut Doni, jenis kayu albasia dan sengon lebih ideal dibandingkan dengan kayu yang lain karena lebih empuk dan mudah dibentuk.

Lain lagi dengan Guntur Yudihartono di Banyumas, Jawa Tengah. Walau masih sebatas home industry, Guntur mampu memproduksi sekitar tiga juta stik es krim per bulan. "Saya banyak memanfaatkan limbah pabrik kayu lapis untuk bahan baku," katanya.

Dengan harga Rp 10-Rp 15 per batang, ia mengaku telah memiliki pelanggan tetap dari Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Dari penjualan stik ke berbagai kota itulah, dia mampu mengumpulkan omzet mencapai Rp 30 juta per bulan.

Untuk memperluas cakupan pasar, saat ini Guntur juga mulai menawarkan produknya secara langsung ke berbagai perusahaan es krim. Bahkan, ke depan ia akan mulai mengembangkan produksi di Jakarta untuk menyasar peluang kerja sama dengan minimarket atau supermarket besar. Menurut Guntur, untuk produk yang sama, harga di minimarket dan supermarket mempunyai harga lebih baik.

Sayangnya, untuk memproduksi lebih banyak lagi, Guntur terhalang pasokan bahan baku. Mahalnya harga bahan baku membuatnya harus bersaing ketat dengan sesama produsen stik. Padahal, menaikkan harga jual stik jelas bukan pilihan dengan situasi ketatnya persaingan seperti sekarang ini. (Fahriyadi, Hafid Fuad/Kontan)

Sumber : Lipsus kompas,Harian kontan


Ada 150 Merek Ramaikan Pameran Waralaba

 28/10/2011
 Ada 150 Merek Ramaikan Pameran Waralaba


Pameran Franchise License Indonesia Expo ke-9 resmi dibuka siang hari ini. Sebanyak 150 merek waralaba di berbagai bidang usaha meramaikan ajang tahunan yang akan berlangsung mulai hari ini, Jumat (14/10/2011) hingga Minggu (16/10/2011), di Jakarta Convention Center, Jakarta.

"Demi meningkatkan kenyamanan baik pengunjung maupun para peserta pameran, kami telah melakukan perubahan di areal pameran, yaitu salah satunya adalah memperluas areal gangway," ujar Project Manager Panorama Convex, Sendy Maihenda, di Jakarta, Jumat. Perluasan area tersebut, lanjut dia, sebagai upaya agar pengunjung dapat leluasa bergerak dan tidak berdesakan di depan booth peserta dalam mendapatkan informasi.

Untuk peserta tahun ini, ia menuturkan, masih didominasi oleh sektor industri food and beverage, yang mencapai 45 persen dari keseluruhan peserta pameran. Kemudian, menyusul sektor industri otomotif, kesehatan, kecantikan, dan lainnya.

Tidak hanya mendapatkan informasi dari peserta yang mengisi stan-stan, pengunjung dapat juga mengikuti sejumlah kegiatan diskusi melalui Franchise Forum yang diselenggarakan di areal panggung. Sejumlah peserta pameran akan melakukan persentasi terkait waralaba, termasuk juga penjelasan informasi dari institusi keuangan, seperti dari Bank OCBC NISP, Rabobank, dan BNI Syariah, mengenai pembiayaan usaha.

Penyelenggaraan pameran ini pun didukung penuh oleh Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.


Sumber : Lipsus kompas


Entri Populer