" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Agustus 2011

Pulang Membawa Cerita Sukses

26/08/2011
Pulang Membawa Cerita Sukses

PADA 22 tahun lalu, Mansur remaja datang ke Kota Bandung untuk mencari rezeki. Mansur diamanatkan meneruskan jualan orang tuanya, yaitu warung mi instan dan bubur kacang-ketan hitam yang dirintis sejak tahun 1972. Warung mi instan dan bubur kacang milik ayahnya itu berada di daerah Dago Pojok. Ketika sudah mulai bisa mengelola, ayahnya kembali ke kampung halaman di Kab. Kuningan, Jawa Barat. Di tangan Mansur, warung itu berkembang pesat

Kini, Mansur (38), telah memiliki sebelas warung mi instan yang tersebar di Kota Bandung, di antaranya di daerah Dago, Titiran, dan Sekeloa. Warung-warungnya itu tergabung dalam satu nama, yaitu Kabita Group. "Bisa dilihatjuga kok di Facebook," katanya kepada wartawan. Jln. Diponegoro, Kota Bandung.

Mansur kini sudah tidak lagi berjualan. Dia di Bandung hanya setengah bulan untuk mengontrol warung-warungnya serta tiga rumah kosan miliknya di daerah Dago, Titiran, dan Sekeloa. Setengah bulan sisanya dihabiskan di Kuningan untuk mengontroltujuh kolam ikan guramenya dan lahan sawahnya.

Mansur adalah 1 dari 300 pedagang mi instan di kawasan Bandung dan sekitarnya yang turut dalam acara mudik bareng para pedagang mi instan. Mudik bareng itu didukung PT Indofood CBP (Consumer Branded Product) Sukses Makmur Cabang Bandung. "Saya sekaligus koordinator keberangkatan untuk 150 pedagang mi instan untuk wilayah Cicaheum sampai Ledeng," katanya.

Mansur menambahkan, di Bandung dan sekitarnya, ada 700 warung mi instan. Sebagian besar pedagangnya asal Kuningan. Ada juga yang dari Sumedang. "Di Kurungan, hampir di semua kecamatanada yang dagang mi instan. Tidak hanya di Bandung, tapi juga kota-kota lainnya di Indonesia," ujarnya.

Cerita sukses itulah yang membuat banyak warga Kuningan terus berdatangan ke kota-kota di Indonesia untuk berjualan mi instan. Tahun lalu yang ikut mudik bareng sekitar 240 orang. Tahun ini menambah jadi 300 orang lebih yang diangkut dengan enam bus," kata Mansur.

Sementara itu, General Manager PT Indofood CBP (Consumer Branded Product) Sukses Makmur cabang Bandung, Harry Tampi, menuturkan, tahun ini adalah tahun ke-9 PT Indofood mengadakan mudik bareng. 

Sumber: Pikiran Rakyat



Panen Rezeki dari Kolang-Kaling yang Sudah Mendunia

26/08/2011
Panen Rezeki dari Kolang-Kaling yang Sudah Mendunia
Usaha Kolang-Kaling

Kolang-kaling (Arenga pinnata) yang bisa diolah menjadi beragam kudap-an adalah takjil yang populer di kala Ramadan. Di bulan puasa ini, pedagang kolang-kaling bisa menuai omzet ratusan juta. Tak hanya dari pasar lokal, permintaan kolang-kaling juga datang dari luar negeri.

KETIKA bulan Ramadan tiba, kolang-kaling selalu menjadi primadona. Olahan buah pohon enau ini sering menjadi pelengkap menu lajil, seperti kolak atau pun es campur.Boleh dibilang, kolang-kaling menjadi salah satu buah khas selama puasa Tak heran bila pada bulan suci ini menjadi masa panen bagi pekebun dan pedagang kolang-kaling.

Maklum, permintaan buah nan kenyal ini melonjak tinggi. Pedagang kolang-kaling pun bisa meraup omzet hingga ratusan juta bila masa panen tiba.Tengok saja rejeki Benjamin Muliono. Pemilik Sentosa Enterprise di Cirebon ini mengaku menjual hingga 12 ton kolang-kaling per minggu di saat bulan puasa.

Tak hanya melayani permintaan lokal, Benjamin yang sudah jualan kolang-kaling sejak 1962 ini juga memasok ke luar negeri. Secara rutin, Sentosa Enterprise mengirim produknya ke Singapura, Malaysia, Hong Kong hingga Arab Saudi. "Sebanyak 30% penjualan saya mengisi pasar ekspor. Tiap bulan, ekspor mencapai 25 ton," ujarnya

Selama bulan puasa ini, Benjamin telah menjual 50ton kolang-kaling. Alhasil, ia pun meraup omzet sekitar Rp 700 jutaan. Kolang-kaling produk Sentosa ada dua macam rasa, yakni rasa original dan kolang-kaling manisan.

Tentu saja, Benjamin tak sendirian menikmati berkah Ramadan. Pedagang kolang-kaling yang lain, Indrayana, pun juga ketiban berkah serupa "Biasanya penjualan hanya 1 ton, kini naik 2,5 ton per minggu," ujar Indrayana Pasokan kolang-kaling itu berasal dari empat pengepul di Jawab Barat.

Menurut Indrayana, meningkatnya penjualan itu juga karena banyaknya pedagang kolang-kaling dadakan. Di luar bulan puasa, Indrayana memang hanya memasok sebuah pabrik pengolahan kolang-kaling di Cirebon. Untuk pabrik itu, ia memasok satu ton kolang-kaling tiap bulan.

Tak hanya penjualan yang meningkat. Indra bilang, harga kolang-kaling dari petani pun naik selama Ramadan ini. Jika biasanya ia membeli kolang-kaling dengan harga Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram (kg), kini harga dari petani naik menjadi Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kg

Namun, kenaikan harga ini tak mengurangi keuntungan. Pasalnya saat pengolahankolang-kaling mentah menjadi siap konsumsi, kolang-kaling justru bertambah beratnya Misalnya, kata Indra, dari satu ton kolang-kaling mentah akan dihasilkan 1,6 ton kolang-kaling matang, la pun memperoleh kuntungan dari penambahan berat kolang-kaling itu sendiri.

"Dari omzet Rp 10 juta per minggu, setengahnya merupakan keuntungan -axa milir Indra Ia menjual kolang-kaling dengan harga Rp 6.000 kepada pedagang eceran. Sementara, untuk pelanggan tetapnya. Indra mematok hargajual Rp 4.500.

Sedangkan Benjamin memilih tak menjual kolang-kaling secara curah. Ia mengemas kolang-kaling itu dalam empat ukuran, yakni ukuran kantong 360 gram (gr), 1 kg, 3 kg, dan 20 kg. Demikian juga harga jualnya, tergantung isi kemasan itu. "Semakin ringan isinya semakin murah harganya," ujar Benjamin.

Dia memberi contoh, um nk kemasan 360 gram harganya Rp L2.000. Namun harga ini hama berlaku untuk pasar lokal. Sebaliknya, harga kolang-kaling ekspor bisa berubah-ubah. Tergantung dari nilai tukar rupiah dengan dollar Amerika," ujarnya 


Sumber : Harian Kontan
Dea Chadiza Syaflna


Potensi Terhambat Kondisi Jalan Sempit,Sentra Kani Cigondewah

26/08/2011
Potensi Terhambat Kondisi Jalan Sempit


Sentra Kani Cigondewah (3)
Walau sudah ditetapkan sebagai salah satu kawasan perdagangan di Bandung, namun kondisi jalan di Cigondewah dari hari ke hari kian parah. Tak hanya sempit, beberapa ruas jalan di situ juga rusak sehingga menyebabkan kemacetan parah.

SENTRA kain Cigondewah, Bandung, terus berkembang dari hari ke hari. Jika dulu pedagang hanya membuat toko seadanya di rumah mereka sendiri, sekarang di situ sudah dibangun toko-toko khusus penjualan kain.

Kawasan pertokoan yang dibangun pada 2006 itu tentu menarik perhatian pedagang lain di luar pedagang asli Cigondewah. Jika pada awal 90-an hanya ada lima pedagang, saat ini melonjak menjadi 60 toko pedagang.

Perkembangan Cigondewah semakin cepat setelah Pemerintah Kota Bandung menetapkannya sebagai kawasan industri dan perdagangan pada tahun lalu bersama sentra-sentra industri lain, seperti Sentra Sepatu Cibaduyut, Sentra Rajut Binong Jati, Sentra Jeans Cihampelas, dan Sentra Sablon Surapati-Cicaheum.

Walaupun sudah ditetap-kan sebagai kawasan industri dan perdagangan, namun mayoritas pedagang di Cigondewah masih mengeluhkan minimnya pembangunan infrastruktur pendukung kawasan oleh pemerintah. "Jalan yang sempit dan akses yang susah menjadi kendala terbesar," kata Yosi Gaos, pedagang kain di Cigondewah yang juga menjadi pengurus Kawasan Tekstil Cigondewah (KTC).

Kondisi jalan di sentra Cigondewah memang sempit karena hanya cukup dilalui satu mobil di tiap jalurnya Beragam jenis kendaraan, mulai dari truk pengangkut, mobil pribadi, sepeda motor, dan juga sepeda yang lalu lalang di kawasan itu semakin membuat suasana semrawut. Sehingga, jika ada satu mobil saja parkir di pinggir jalan pasti jalanan bakal macet.

Dengan kondisi jalan yang sempit, bahkan di beberapa ruas juga rusak, tentupengendara maupun pejalan perlu berhati-hati kalau . melintas di kawasan itu. Apalagi, dalam dua tahun belakangan ini, kemacetan di Cigondewah makin menjadi-jadi. "Dampaknya tentu ke pedagang juga karena banyak pedagang yang mengeluhkan penurunan omzet liingga 30%," ujarnya.

Jalan menuju sentra ini juga tak nyaman. Untuk menuju Cigondewah, akan lebih mudah jika menggunakan sepeda motor dibanding mobil. Menurut Yosi, banyak pengunjung asal luar kota yang mengaku tersesat untuk ke Cigondewah. "Rambu penunjuk jalan dari Pasir Koja sangat kurang, sehingga banyak yang tersesat," ungkapnya

Sebenarnya, keluhan pedagang kain Cigondewah sudah disampaikan kepada Pemerintah Kota Bandung. Namun sampai saat ini, janji pembenahan jalan dan kawasan belum terealisasi.

Pemerintah daerah berdalih anggaran pembangunan yang terbatas, terutama untuk pembebasan lahan guna pelebaran jalan. Rencana revitalisasi kawasan juga berhenti karena keterbatasan dana tersebut.

Padahal kalau pemerintah mau membenahi, sentra kain Cigondewah memiliki potensi ekonomi yang besar. Nah, untuk mengembangkan potensi itu, pedagang ingin pembenahan infrastruktur segera dilakukan sehingga kawasan ini bisa diakses dengan lebih mudah, terutama oleh pembeli dari luar kota Bandung.

Dina Sulaiman, pemilik Toko Rizki Ilahi, menimpali, perbaikan jalan itu harus menjadi prioritas. Apalagi pedagang kain di kawasan ini terus bertambah dari tahun ke tahun. "Kalau tidak segera diperbaiki akan semakin semrawut," keluh Dina

Sumber: Harian Kontan
Ragil Nugroho


Kesuksesan Berkat Perjuangan Sejak Kecil

26/08/2011
Kesuksesan Berkat Perjuangan Sejak Kecil


Inspirasi Husein Fauzi (1)

Perjuangan sejak kecil membuahkan keberhasilan bagi Husein Fauzi. Memulai usaha pembuatan roti maryam rumahan, Husein dan keluarga terus mengembangkan usaha keluarga ini. Kihi, ia mampu meraih omzet hingga Rp 200 juta per bulan dan mempekerjakan 60 orang karyawan


SEBUAH ide usaha bisa datang dari mana saja Kegemaran keluarga besar Husein Fauzie menikmati roti mariam, menginspirasi keluarga itu membuat usaha pembuatan roti maryam. Kebetulan, roti maryam bikinan sang ibu, Muniroh, membuat ketagihan kerabat atau teman yang sering berkunjung ke rumah Husein.

Dari situlah, sejak 2001 lalu keluarga Husein mulai membuat roti maryam untuk dijual. Awalnya, usaha ini sempat tertatih-tatih lantaran sulit menemukan pelanggan, sehingga Husein hanya mampu menjual 10 roti 11.ni.un tiap hari.

Saat itu, Husein baru berumur 12 tahun. Karena masih kecil, Husein hanya mendapat tugas menjajakan roti nlaryam itu ke pelanggan yang ada di sekitar rumahnya. "Semuanya, kami kerjakan sendiri karena belum memiliki karyawan," ucapnya

Pelan-pelan, roti maryani yang masih tanpa merek ini mulai dikenal oleh masyarakat sekitar. Penjualan pun bertambah sehingga produksi harus ditingkatkan. Alhasil, setahun kemudian, mereka mulai merekrut dua orang karyawan untuk membantu pembuatan roti maryam itu.

Husein tetap membantu usaha keluarga mi TS hanya melayani pembeli yang datang ke rumah, supaya tak mengganggu aktivitas kiilahsaya waktu Itu, kenang Hraetol Silan£k;n sajig aidil bertugas *6againarketing untuk mengembangkan jaringan pemasaran dengan menawarkan roti maryam ke berbagai restoran dan toko makanan.

Baru pada 2009, ketika Husein sudah duduk di bangku kuliah, dia terjun langsung pada usaha keluarga ini. Husein mengambil alih operasional pembuatan usaha roti maryam ini. "Saat itu, saya memang sudah ingin berwirausaha Saya pun lebih memilih fokus untuk meng-ambangkan usaha keluarga yang telah saya selami sejak kecil," ujar Husein.

Berbekal ketekunan dan pengalaman, Husein terus mengembangkan pasar roti maryam untuk meningkatkan penjualan. Pelanggan roti maryam ini berasal dari warung makan, restoran, kafe, dan para agen yang

Husein bilang,sukses yang diaraih itu butuhkerja keras.menyalurkan roti maryam ke pengecer. Selain Jakarta, pemasaran roti maryam ini telah mencapai Aceh, Kalimantan, dan Sumatra Bahkan, menurut penuturan Husein, roti maryam juga sudah merambah konsumen di Singapura

Kini, usaha roti maryam itu telah mendulang sukses. Husein bilang, sukses yang dia raih itu butuh kerja keras. ang ii rsulii .i,ialah mengubah kebiasaan Uan atakannasi menjadi makan roti maryam," ujarnya
Maklum, menurut mahasiswa S2 di salah satu universitas swasta di Jakarta ini, roti maryam memiliki peran seperti nasi karena mengandung karbohidrat. Selain itu, maryam juga bisa dicampur dengan sayur kare. Namun ada juga roti maryam yang terasa pedas dan manis.

Husein menerangkan, di Arab dan India, roti maryam sudah menjadi makanan pokok. Namun, di kawasan Asia Tenggara masih banyak yang belum akrab dengan sajian un li-h karena itu, kami sering mengenalkan roti maryam melalui pumcnui. ujarnya Banyaknya restoran dan kafe yang menyajikan roti maryam atau roti cane ikut mendongkrak popularitas roti maryam.

Usaha keluarga ini pun terus berkembang. "Sekarang, pasarnya tak hanya kafe atau pemilik restoran, banyak rumah tangga yang....riyadi pelanggan ti-tapkanu," ujar Hu Karena pasarnya semakin lebar. Husein pun mulai berpikir untuk menyemaikan merek pada roti maryamnya untuk membedakan roli mariam yang diproduksi orang lain. Pada 2009, ia menyemaikan merek Rofa pada bungkus roti maryamnya

Rofa ini merupakan singkatan nama kedua orang tuanya, yakni Muniroh dan Fauzi. "Dengan mencantumkan merek, konsumen lebih mengenal roti kami," kata Husein.Scinnn iM-nuiiibuhan permintaan, Husein pun terus menambah karyawan. Kini, ia mempekerjakan CO orang. Kini, remaja berusia 22 tahun ini pun mampu menjual 2.000 mi i man ani M-tiap hari. Anak pertama dari dua bersaudara inipun mampu membukukan omzet dari usaha roti maryam ini hampir Rp limi juta per bulan. Dari omzet sebesar itu, ia mendapat laba bersih hingga 35%.

Sumber : Harian Kontan
Bambang Rakhmanto


Konsultan fasilitasi pembiayaan UKM

26/08/2011
Konsultan fasilitasi pembiayaan UKM

Asosiasi Konsultan Keuangan Mitra Bank bersinergi dengan Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia untuk mengoptimalkan potensi pelaku usaha anggota himpunan itu di seluruh Indonesia melalui fasilitasi pembiayaan.

Akhmad Syarbini, Ketua Asosiasi Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) mengatakan kerja sama yang digalang dengan Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo) untukmemenuhi kebutuhan pembiayaan anggota organisasi usaha kecil dan mikro itu yang sering terkendala.

Temyata tidak semua masyarakat pelaku usaha di Indonesia bernasib baik mendapat akses pembiayaan bank. Karena itu, kami hadir menjadi mitra Hipmikindo dengan anggotanya di seluruh Indonesia," ujarnya seusai penandatanganan kerja sama (MoU), kemarin.

KKMB bersedia menjadi mitra sekaligus pendamping bagi anggota Hipmikindo lantaran kurangnya kemampuan pelaku usa-ha membuat proposal kredit untuk diajukan ke berbagai lembaga pembiayaan termasuk kepada kalangan perbankan.

Selama ini pengajuan kredit sering ditolak perbankan. "Itu sebabnya KKMB membuka diri untuk memfasillitasi seluruh anggota Hipmikindo."

Lima poin

Akhmad optimistis pihaknya bisa mengimplementasikanMoll tersebut dengan tepat sehingga sinergi antara KKMB dan Hiprni-kindo bisa berhasil memberdayakan pejuang-pejuang ekono-mi kerakyatan,

Tugas-tugas yang akan dilaksanakan asosiasi kepada pelaku usaha terdiri dari lima poin yakni melakukan identifikasi, intermediasi, membuat proposal kredit, pendampingan, pencairan kredit sampai monitoring pemanfaatan dana kredit.

"Kami bekerja profesional untuk membantu UKM mana saja meski tidak digaji oleh siapa pun. Apabila UKM berhasil menerima dana kredit, saat itulah kami mendapat pengganti uang transport," ujar Akhmad Syarbini

Maz Panjaitan, Ketua Umum

Hipmikindo. menambahkan kerja sama ini merupakan kebutuhan sebab, selama ini anggota mereka di seluruh provinsi selalu mengeluh tentang akses pembiayaan."Kerja sama ini kami harap benar-benar bisa menjadi solusi terbaik dari sisi permodalan kerja anggota Hipmikindo." katanya. Perjuangan ke depan, lanjut Panjaitan, makin mendapat tantangan. "Namun, jika masalah pembiayaan bisa teratasi melalui fasilitasi KKMB, anggota kami bisa lebih konsentrasi menjalankan usahanya." katanya.

Sumber: Bisnis Indonesia


RI Perlu Banyak Pemuda Wirausaha

26/08/2011
RI Perlu Banyak Pemuda Wirausaha

 Menko Perekonomian Hatta Radjasa mengungkapkan, Indonesia memerlukan banyak pemuda wirausaha sehingga mampu membawa bangsa menjadi lebih besar, mandiri dan maju."Bangsa ini membutuhkan manusia pemberani dan wirausahawan," kata Hatta dalam kunjungan monitoring dan evaluasi kebijakan ekonomi kerakyatan di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kemarin.

Pemuda Indonesia berwirausaha merupakan manusia yang unggul, maka dalam mewujudkannya diharapkan dapat memiliki jati diri, integritas, karakter bangsa yang kuat dan akhlak yang mulia.Bangsa Indonesia yang besar ini dapat terus maju dan mandiri tidak tergantung pada bangsa lain. Wirausaha yang mampu membawa bangsa ini sebagai bangsa mandiri.

Berwirausaha tersebut, menurut dia, untuk menghadapi era kompetisi dan bersaing. Sehingga pemuda Indonesia ke depan mampu menciptakan lapangan kerja dan mampu memberikan dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat, (ant)

Sumber: Harian Pelita


Mengais Rezeki di Jalur Mudik

26/08/2011
Mengais Rezeki di Jalur Mudik

TERIK matahari semakin menyengat saat para pemudik mulai memasuki wilayah pantura Sepanjang jalan pantura penuh dengan kendaraan roda dua dan empat. Bus-bus antarkota ikut menambah padat ruas jalur pantura. Truk-truk yang jumlahnya sangat banyak juga memadati jalur itu.

Tidak kalah menarik adalah mengularnya ribuan pedagang dadakan yang mengais rezeki dari situ.isi mudik tersebut.Para pedagang dadakan itu memanfaatkan kondisi ramainya pantura dengan menjajakan aneka makanan dan minuman bagi pemudik. Mereka juga menjual cindera mata mulai dari kerajinan perhiasan, hingga penjualan pakaian yang terlihat betebaran sepanjang jalur tersebut.

Di Plelen, Batang, sejumlah SPBU menjadi tempat berjualan makanan dan aksesori. Rata-rata dengan modal sekitar Rpl,5 juta-Rp3 juta, mereka mengantongi keuntungan tak kurang dari Rp200 ribu. Pada masa 14 hari pelaksanaan mudik dan balik, keuntungan para pedagang bisa mencapai Rp2,8 juta.

Bayangkan saja sebotol air ukuran setengah liter yang biasa dijual Rp2.000 kini dijual dengan harga Rp3.000. Demikian juga keuntungan cendera mata dan pakaian batik harganya hampir meningkat 100r
Pedagang kelapa muda di sepanjang pantura Plelen juga meraih berkah. Selama musim mudik, setiap penjualsedikitnya mampu menjual hingga 200 butir kelapa muda. Padahal pada hari biasa hanya f0 butir kelapa muda dengan harga semula Rp5.000 per butir menjadi Rp*.(KK) per butir.

Rezeki mudik pantura pun juga dinikmati para penyedia jasa pijat. Derek. 39, pemijal asal Semarang sudah membuka bisnis pijat untuk pemudik di n-*t area h.nn upulih. Batang.

Dalam sehari Derek mampu melayani pijat untuk 10 pemudik yang kelelahan karena menempuh perjalanan cukup jauh.untuk jasa pijat ini Rp25 ribu per orang. Bahkan s,n .i melayani jasa pijat sampai malam karena selama ada arus mudik, saya memilih tidak pulang," ungkapnya.

Keramaian para pedagang musiman di sepanjang pantura membuat para pemudik harus memban banyak uang. Seperti diungkapkan Cahyo Kasnindyo, 45, pemudik dari Cikarang, Bekasi."Saya membawa uang tunai Rp500 ribu untuk membeli makanan, minuman, dan oleh-oleh yang dijajakan di sepanjang pantura," kata i jln ii vang mudik bersama istri dan anaknya memakai sepeda motor. (achmad sapuan/N-3)

Sumber : Media Indonesia


Mencari Karyawan dari Penjahit Pemula

25/08/2011
Mencari Karyawan dari Penjahit Pemula

Sukses menjadi pemasok perlengkapan bayi ke departement store membuat Aswan Nasser makin berambisi meluaskan usaha. Setelah membuka tiga gerai di Bandung, La Vindhy telah mempunyai empat terwaralaba. Kini Aswan juga sedang mempersiapkan pembukaan cabang baru di Solo dan Semarang.

TERAMPIL melakukan pejualan membuat usaha pakaian dan peralatan bayi milik Aswan Nasser berkembang pesat Hingga kini ia telah menjadi pemasok di 30 departement store yang tersebar di Pulau Jawa

Tidak hanya itu, Aswan juga mulai meninggalkan ketergantungan dari pemasok dan mulai serius membuat produk sendiri. Nah, begitu mempunyai produk sendiri, Aswan pun membuka gerai yang dia beri nama La Vindhy Children Baby Wear di Bandung. "Hingga sekarang saya sudah memiliki tiga gerai, seluruhnya ada di Bandung," kata Aswan.

Agar usahanya bisa berkembang. Aswan dalam waktu dekat berencana untuk mendirikan cabang di kota Solo dan kota kelahirannya. Semarang, Jawa Tengah.

Selain itu, tahun lalu. Aswan juga menawarkan usaha waralaba perlengkapan baji ini kepada khalayak, tak tanggung-tanggung, usaha waralaba yang ditawarkan tawan adalah waralaba konveksi dan waralaba toko.

Untuk waralaba konveksi Aswan sudah memiliki dua terwaralaba, semuanya dari Jawa Barat. Intuk waralaba konveksi itu. Aswan menawarkan paket investasi sebesar Rp 43 juta.Investor yang IxTinvestasi pada waralaba konveksi itu akan mendapatkan dua mesin jahit, mesin potong kain, bahan baku, serta pelatihan usaha.

Sedangkan hasil produksidari konveksi bisa dijual lewat gerai-gerai La Vindhy. Hitungan Aswan, setidaknya 60% produksi terwaralaba konveksi itu dijual lewat toko La Vindhy. Sedangkan, "40% sisanya dijual ke pasar umum," terang Aswan.

Namun, penambahan pasokan perlengkapan bayi dari terwaralaba konveksi itu tidak semerta-merta mampu melayani seluruh permintaan. "Kami baru bisa melayani 25% dari total permintaan," terang Aswan.

Untuk melayani semua permintaan, Aswan berencana menambah penjahit untuk konveksi miliknya sendiri. Namun, untuk menghemat biaya, Aswan tidak mencari penjahit profesional. Ia malah mencari pejahit pemula I ntuk mencari penjahit pemula, Aswan membuat program kursus menjahit gratis di sebuah perkampungan di pinggiran kota Bandung. "Program kursus menjahit gratis ini sedang berjalan," ungkap Aswan.

Peserta kursus menjahit yang dicari Aswan itu berasal i liun pengangguran yang ada ili perkampungan itu. Setelah diberi kursus dan mahir dalam menjahit, maka peserta itu bisa mendirikan usaha menjahit sendiri atau ikut bergabung dengan konveksi miliknya

Jika program itu berhasil, maka Aswan tidak hanya mampu menambah produksi dengan menambah tenaga kerja dari penjahit pemula itu Ia bisa berbangga hati karena ikut membantu tugas pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan

mengurangi pengangguran. "Seharusnya program ini mendapat dukungan dari

Kami hanya bisa melayani 25%dari total permintaan," kata Aswan.pemerintah," harap Aswan.

Dalam membuat perlengkapan bayi, Aswan mengaku membuat produk yang berkualitas. Sebab, pria asli Semarang itu membidik segmen pasar kelas menengah atas.Namun soal harga ia berani menjamin harga yang bersaing, la memberi contoh harga gendongan bayi dijual Rp Jl (HW hingga Rp 50.000 per potong. Untuk tas bayi dyual Rp 24.000 - Rp 75.000per potong, sedangkan baju bayi dyual Rp 60.000 per lusin. "Kami memberikan jaminan kualitas," klaim Aswan.

Sedangkan untuk paket waralaba toko perlengkapan bayi, Aswan mematok nilai investasi sebesar Rp 15 juta. Sejak ditawarkan tahun lalu, kini Aswan sudah mempunyai dua terwaralaba loko perlengkapan bayi. Kedua terwaralaba itu membuka gerai di Bandung

Walaupun Iwlum banyak yang menjadi terwaralaba, tapi Aswan mengaku tetap menjaga kondisi bisnis terwa-ralabanya Ia mengklaim, setelah satu tahun bisnis waralaba berjalan, ia tidak menemukan adanya kendala "Ini bukti usaha kami mengutungkan, karena tidak ada terwaralaba saya yang merugi," terang Aswan. 

Sumber: Harian Kontan
Dea Chadiza Syaflna


Laba Bisnis Pembuatan Mousepad Masih Tetap Ciamik

25/08/2011
Laba Bisnis Pembuatan Mousepad Masih Tetap Ciamik

Kian populernya komputer tablet yang tak perlu mouse tidak menganggu pasar mousepad atau alas mouse komputer. Mousepad masih banyak dipesan korporasi yang mengandalkan personal computer untuk bekerja. Selain itu, mousepad juga banyak dipesan untuk suvenir.

MENINGKATNYAjumlah pengguna komputer tablet yang tak perlu mouse temyata tidak menyurutkan penjualan aksesoris komputer, seperti mousepad alias alas tempat mouse.Walaupun mousepad bukan kebutuhan primer komputer pribadi atau perconal computer (PC) dan laptop tetapi fungsi mouse-pad cukup penting untuk membantu kinerja ynouse I menggerakan kursor kompu-I ter.

Salah satu segmen pasar yang membutuhkan mouse-pad tersebut adalah perkantoran. Mereka butuh mouse-pad lantaran masih banyak perangkat kerja berupa PC dan juga laptop. Karena itu, "Pasar kami masih tetap ada," luar Veronica Wong, Direktur V Solutions, salah satu perusahaan produsenmousepad di Tanggerang.

Nah, untuk tetap mempertahankan pasar, Veronica pun tak keberatan melayani pesanan mousepad dengan desain sesuai pesanan. 1 Veronica sendiri selain melayani perusahaan lokal juga melayani pelanggan dari perusahaan asing.

V Solutions sudah memproduksi mousepad sejak 2003 silam. Perusahaan ini membuat mousepad dari hatian kertas dan juga bahankaret.Selain digunakan untuk kebutuhan perkantoran, banyak perusahaan memesan mousepad untuk dijadikan suvenir atau cinderamata. "Dan kami melayani pesanan mousepad untuk suvenir itu minimal 5.000 buah," kata Veronica Oh, ya, Veronica sendiri ogah melayani pembelian iifiisepad secara ritel.

Mengenai penjualan dan kapasitas produksi, Veronica enggan merincinya Ia hanya bilang, dalam setahun ia bisa menjual 300.000 mousepad dengan beragam bentuk, desain, dan ukuran.Menurut Veronica, di awal tahun bi-sanya terjadi kenaikan pesanan mousepad. Sebab, saat itu banyak perkantoran yang melakukan pengadaan termasuk mouse-pad untuk karyawan.

Soal hargajual mousepad juga bervariasi, mulai dari Rp 4.000 hingga ada yang seharga Rp 60.000 per buah,tergantung bahan yang diinginkan klien.Selain Veronica, produsen inniisi pad lainnya adalah Dinimon Suvenir milik Andun Ri si 11 wahyuni di Jakarta. Andini sudah memproduksi mousepad sr jak 2008 lalu. "Meski pesanan tidak ban tapi klien biasanya sering belanja lagi." kata wanita berusia 28 tahun itu.

Seperti halnya Veronica Andini juga mengakui kenaikan penjualan komputer tahlil terbukti tidak menurunkan penjualan mousepad. Tahun ini penjualan mousepad milik Andini di dunia maya maupun di gerai miliknya di Jakarta Timur malah naik. "Jumlah pesanan saya tahun ini malah naik hingga mencapai 50% ketimbang tahun lalu, kata Andini

Dengan hargajual Rp 20.000-Rp 60.000 per buah. Andini mampu menjual 200 buah mousepad dalam sebulan atau sebanyak 2.400 mousepad setahun. 

Sumber: Harian Kontan
Fahriyadi


Melihat prospek tawaran waralaba jasa pindahan Raja Pindah

25/08/2011
Mengangkut Laba dari Jasa Pindahan

Melihat prospek tawaran waralaba jasa pindahan Raja Pindah

Dea Chadiza Syaflna, Ragil Nugroho PINDAH rumah ataupun pindah kantor tentu merepotkan. Namun, bagi yang jeli melihat peluang, situasi ini justru bisa menjadi lahan bisnis yang menggiurkan. Nah, bisnis pindahan inilah serius digarap Raja Pindah sejak 2004 lalu.

Raja Pindah menyediakan jasa layanan pindahan mulai dari pengepakan, pengangkatan barang hingga pengiriman, penurunan, pembongkaran, barang serta memberikan jaminan keselamatan barang sampai di tujuan.

Raja Pindah berkantor pusat di Jakarta dengan dua cabang di Surabaya dan Balikpapan, plus satu agen di Makasar. "Peluang usaha jasa pindahan ini masih terbuka," kata Panca Firdaus, Business Develop-Un miner Raja Pindah.

Terbukanya peluang inilah yang kemudian membuat Raja Pindah menawarkan warala-ban sejak sebulan lalu. Panca mengklaim, tawaran waralaba ini yang pertama di Indonesia. Walau baru sebulan ditawarkan sudah ada dua terwaralaba di Semarang dan Kelapa Gading yang bergabung.

Raja Pindah menawarkan tiga paket waralaba. Yakni paket franchise reguler dengan nilai investasi Rp 30 juta, tanpa biaya sewa atau pembelian truk angkut.

Dengan investasi sebesar itu, terwaralaba hanya mendapatkan satu unit meja kursi beserta satu set komputer lengkap dengan soflwa re yang terintegrasi dengan sistem tracking dan tracing kantor pusat. Terwaralaba juga mendapatkan seragam karyawan, papan nama Raja Pindah, perlengkapan promosi, material packing awal, termasuk pelatihan operasional.

Paket kedua adalah regular plus dengan nilai investasi Rp ma, tanpa biaya sewa truk. Dibandingkan paket pertama, paket kedua akan mendapatkan jasa layanan MAX Logistic untuk pengiriman ekspor maupun impor.

Sedangkan paket terakhir adalah paket master senilai Rp 110 juta tanpa biaya sewa truk. Paket ini memiliki ke-Waralaba jasapindahan Raja Pindah adalahyang pertama di Indonesia.lengkapan usaha lebih banyak, berupa dua set komputer untuk administrasi dan marketing, 15 seragam karyawan, terpal truk branding Raja Pindah, serta satu txlly roda tiga.

Pemegang paket master juga memiliki hak membantu terwaralaba lain dalam pelayanan, termasuk penyewaan truk. "Karena itu untuk paket master disarankan memiliki truk sendiri," kata Panca.Setelah surat perjanjian diteken, masing-masing terwaralaba akan terikat kontrak kerjasama selama lima tahun. Selama itulah, mereka harus membayar biaya royalti 5% dari total omzet per bulan. Selama setahun pertama, kantor pusat akan mengirimkan satu orang sales representative untuk membantu operasional dan membuka pasar.

Omzet didapatkan dari jasa layanan pindahan sebesar Rp 125.000 per meter kubik untuk lokal area. Konsumen akanmendapat jasa layanan pindahan mulai pengepakan barang, pengiriman, hingga bongkar muat di tempat tiuu-an. Sedangkan untuk jasa pindahan luar kota tak dipatok harga pasti. "Biaya tergantung jarak," katanya. Walau begitu panca menghitung, balik modal untuk paket reguler selama 10 bulan, paket reguler plus setahun, dan paket mas-ter 18 bulan. Erwin Halim, pengamat wa-ralaba dari Proverb Consulting, melihat tawaran Raja Pindah cukup prospektif. Namun yang perlu diperhatikan adalah strategi pemasaran untuk menarik pelanggan. "Perlu promosi gencar," saran Erwin.

Raja Pindah Jln. Tanjung Barat Raya nomor 168 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12530 Telp 085885123687

Sumber : Harian Kontan
Handoyo



Jualan Bawang Merah Goreng Makin Gurih Saat Ramadan

25/08/2011
Jualan Bawang Merah Goreng Makin Gurih Saat Ramadan

Taburan bawang merah goreng akan membuat masakan terasa lebih sedap. Namun sedap-nya usaha bawang goreng semakin terasa saat bulan Ramadhan seperti saat ini. Saat Ramadhan, permintaan bawang goreng melonjak hingga dua kali lipat.

AROMA yang sedap dari taburan bawang goreng di atas masakan selalu bisa menggugah nafsu makan. Itulah sebabnya berbagai menu makanan, seperti opor ayam, bakso, dan sup jika disajikan dengan taburan bawang merah goreng akan terasa lebih nikmat

Saat ini, nikmatnya bisnis bawang merah goreng benar-benar dirasakan oleh Yossa Setiadi, pemilik CV Setiadi Brother, produsen bawang merah goreng merek Bawang Soy di Jakarta "Setiap bulan Ramadan permintaan bawang goreng memang selalu naik," kata Yossa

Memulai usaha pembuatan bawang merah goreng sejak delapan tahun lalu, Yossa mengaku telah terjadi peningkatan penjualan yang tajam dalam bulan puasa kali ini. Peningkatan penjualan itu hingga dua kali lipat dibanding bulan biasa

Untuk memenuhi permintaan itu, Yossa pun menambah produksi bawang goreng. Jika di bulan biasa dia hanya mampu mengolah 1.6 ton bawang mentah per bulan. Di bulanpuasa. i;i mengolah hingga 2,7 ton i;iw;uin mentah mer\jadi bawang gbreng per bulan, i muk memenuhi lonjakan produksi, Yossa menambah jumlah karyawan dari delapan orang menjadi 11 urang.

Menurut Yossa, karena Lindungan air bawang merah mentah Bangai tinggi setelah digoreng bawang akan mengalami penyusul Bawang goreng Yossa jugamenyasar pelanggan darihotel, restoran,dan cafe.
Dok BowongSoyan lebih dari setengahnya Contohnya, untuk 80 kilogram (kg) bawang merah mrm.ih, setelah digoreng hanya akan menghasilkan 30 kg bawang goreng.

untuk kebutuhan bahan baku, Yossa mengakii hanya menggunakan bawang merah asal Sumenrp. Madura. Menurutnya bawang merah dari Sumenep memiliki rasa yang lebih gurih dibandingkan bawang dari daerah lain Intuk mendapatkan pasokan bahan baku tersebut, fossa mengandalkan pasokan dari pedagang di Pasar Induk Kramal Jati, Jakarta Timur. "Saya sudah berlangganan," katanya

Yossa mer\jual bawang merah goreng kemasan 100 gram (gr) seharga Rp 17.500. Sedangkan bawang goreng dengan berai 1.5 kg, harganya Rp 175.000 sampai Rp 225.000. Dari harga itu, Yossa mengambil untung sekitar 20%.

Selain dijual di pasar tradisional, Yossa juga menjual bawang goreng itu ke hotel, restoran, dan juga cafe. Selain itu, menurut Yossa, bawang goreng produksinya itu banyak dibawa oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) maupun mahasiswa huli ii icsia yang berada di luar negeri, seperti Malaysia, Belanda, Jepang, Amerika, serta di negara TimurTengah Selain Yassa, Lilik Irawani, produsen bawang merah goreng kemasan asal Nganjuk, Jawa Timur, juga menangguk untung. Pemilik CV Adhi Karsa Sembada ini mengaku mengalami kenaikan permintaan bawang goreng selama bulan puasa ini. "Kenaikannya sekitar dua kali lipat." ungkapnya

Baru memulai usaha sejak satu tahun lalu. Lilik dibantu lima karyawan mampu mengolah 120 kg bawang merah mentah menjadi 24 kg bawang goreng jadi per hari. Lilik menjual bawang goreng dalam bentuk kemasan seberat 100 gr seharga Rp 35.000 per kemasan. "Hargajual menyesuaikan dengan harga bawang merah mentah di pasaran. Kalau bahan baku mahal, harga ya naik," katanya

Sumber : Harian Kontan
Handoyo

Bisnis Sewa Mobil Kebanjiran Rezeki

25/08/2011
Bisnis Sewa Mobil Kebanjiran Rezeki

JAKARTA. Musim mudik selalu membawa berkah bagi perusahaan rental mobil. Sebab, banyak pemudik memilih memakai mobil sewaan. Selain lebih nyaman, mobil sewaan juga bisa lebih menghemat biaya bila bepergian bersama keluarga. Alhasil, bisnis penyewaan mobil pun kebanjiran pesanan di Lebaran ini.

Tengok PT Cipaganti Citra Graha. Stanley William, Humas Cipaganti mengatakan, awalnya, Cipaganti hanya menyiapkan 200 unit mobil untuk disewakan Lebaran ini. Namun, 75% dari armada tersebut sudah disewa untuk keberangkatan 25-27 Agustus. Karena itu, Cipaganti menambah 60 armada untuk mengantisipasi permintaan.

"Penyewaan mobil tahun ini meningkat 30% dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Stanley kepada KONTAN, Senin (22/8). Jenis mobil multipurpose vehicle (MPV) masih menjadi andalan Cipaganti, seperti Avanza, Xenia, dan Innova. Selain itu, Cipaganti juga menyiapkan sport utility reli ide (SUV) premium seperti Fortuner dan Pajero Sport.

Selain permintaan yang meningkat, Cipaganti juga mendulang berkah dari kenaikkan tarif sewa. Stanley menjelaskan, untuk Lebaran ini, perusahaan menaikkan tarif sewa sebesar 20%-25% dari harganormal. Sekadar contoh, untuk Lebaran ini, Cipaganti mengenakan tarif sewa Innova Rp 3,75 juta dan Avanza Rp 3,5 juta untuk satu minggu.

Bisnis rental Hadi Rent a Car juga mengaku ikut kecipratan untung di Lebaran ini. Handra Hussen, pemilik Hadi Rent a Car mengatakan, penyewaan mobil tahun ini melesat 45%. Maka, Hadi pun menambah 11 armada tahun ini dari armada yang telah dimiliki sebanyak 30 unit mobi. "Dari total unit yang tersedia, 98% sudah terpesan," tutur Handra yang menerapkan tarif sewa sebesar Rp 500.000-Rp 800.000 per hari.

Rata-rata setiap perusahaan rental mobil menikmati kenaikan permintaan. Contoh yang lain adalah rental mobil Griya Mobil Kita. Anna, pemilik" Griya Mobil bilang, di hari-hari biasa, tingkat penyewaan di perusahaannya paling tinggi 80%. "Tapi di saat Lebaran, bisa 100%," kata Anna.

Griya Mobil meningkatkan tarif sewa 30%. Misalnya, mobil Avanza yang biasanya disewakan dengan tarif Rp 300.000 per 12 jam, untuk Lebara ini, naik menjadi Rp 390.000. Sementara tarif sewa Kijang Innova naik dari Rp 400.000 per 12 jam menjadi Rp 520.000 per 12 jam.

Sumber : Harian Kontan
Monlka Novena



Penyerapan KUR Perikanan Belum Capai Target

25/08/2011
Penyerapan KUR Perikanan Belum Capai Target


Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) di sektor hulu termasuk usaha perikanan masih belum mencapai target yang diharapkan yaitu 25 persen dari total penyerapan KUR. "Target kita 25 persen, tetapi sekarang masih 20 persen," kata Fadel Muhammad ketika ditemui seusai acara Pelepasan Penyuluh Pendamping KUR di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa.

Fadel memaparkan, hingga kini, penyerapan terbesar dari KUR terdapat di sektor perdagangan yaitu mencapai hingga sekitar 60 persen. Menteri Kelautan dan Perikanan juga menuturkan, pihak KKP juga telah bekerja sama dengan BNI 46 yaitu penyaluran KUR pada 2011 sebesar Rp1,3 triliun.

Dari jumlah tersebut, masih menurut dia, jumlah kredit yang telah terserap hingga ke pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan adalah sekitar RpSOO miliar."Jumlah yang terbesar terletak di perikanan budidaya yaitu sebesar Rp400 miliar," kata Fadel.

Ia juga mengemukakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga telah menghendaki agar seyogyanya terdapat percepatan penyaluran KUR.Senada dengan Fadel, Deputi II Bidang Pertanian dan Kelautan Kementerian Koordinasi Perekonomian, Diah Maulida, mengatakan, penyaluran KUR yang terbesar peruntukannya masih untuk sektor perdagangan. "Penyaluran KUR masih dominan pada sektor perdagangan yaitu sekitar 60.1 persen, sedangkan penyaluran untuk sektor hulu yaitu pertanian, perikanan dan kelautan, kehutanan dan industri kecil | masih sekitar 20.06 persen," kata Diah Maulida.

Menurut Diah, pihaknya I telah mencanangkan target J agar penyaluran KUR bagi sektor hulu itu dapat mencapai 25 persen pada 2011 Namun, lanjutnya, peningkatan penyaluran KUR sektor hulu tidak mudah karena memerlukan kerja sama semua pihak balk dari jajaran kementerian maupun pemerintah daerah serta pihak perbankan dan perusahaan penjamin.

Sumber: Harian Ekonomi Neraca



Pameran Promosi Produk Jasa unggulan melalui BANTEN EXPO 2011


Banten Expo 2011” Dalam Rangka HUT Provinsi Banten

24/08/2011
Mengulangi kesuksesan Event kami tahun 2009 “Banten Expo 2009” dan 2010 “Banten Expo2010” Dalam rangka HUT Provinsi Banten, Perusahaan kami PT.Produta Promosindo bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten, kembali akan menyelenggarakan Pameran Promosi Produk/Jasa unggulan melalui BANTEN EXPO 2011 sekaligus mensukseskan HUT ke XI Provinsi Banten yang dilaksanakan pada tanggal  30 September – 4 Oktober 2011 di alun-alun barat dan timur Kota Serang ini akan diikuti oleh Pemerintah Daerah dari berbagai Provinsi, Kabupaten dan Kota di Indonesia Pelaku Usaha Nasional, BUMN/D, Lembaga Keuangan serta Kalangan Usaha, Kecil dan Menengah.

Banten Expo diharapkan dapat dijadikan etalase produk- produk dan jasa unggulan Indonesia di berbagai bidang sekaligus sarana promosi yang strategis dan efektif agar peluang bisnis dapat di kembangkan secara luas kepada pelaku bisnis, dunia usaha serta masyarakat.

Melalui ajang promosi ini diharapkan terjadinya interaksi bisnis langsung antar peserta dan pelaku bisnis dengan menjalin kerjasama dibidang industri, perdagangan dan investasi di tanah air yang pada gilirannya dapat membuka lapangan kerja.

Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami mengajak kepada pelaku usaha dan industri untuk dapat bergabung dengan kami dalam pelaksanaan BANTEN EXPO 2011. Semoga kedepan kegiatan ini akan menjadi ajang promosi yang prospektif.

Info Lebih Lanjut
Ferry Sefrian
021 935 05 304
0815 1361 5442

Bisnis Manis Camilan Tomat Rasa Kurma

23/08/2011
Bisnis Manis Camilan Tomat Rasa Kurma

Permintaan torakur saat bulan Ramadan naik sebesar 10%

Rasa manis legit dari kurma membuat kudapan asal Timur Tengah ini cocok menjadi santapan pembuka di buka puasa. Nah, sekarang, selain ada kurma asli, ada juga torakur, yakni tomat dengan cita rasa mirip kurma. Ternyata, saat puasa ini, permintaan torakur meningkat 10%.

BERBlKALAH dengan yang manis. Seruan itu mendatangkan manfaat bagi produsen dan penjual makanan manis setiap kali Ramadan, termasuk sekarang. Salah satunya adalah kurma, buah asal Timur Tengah ini seakan menjadi hidangan wajib Im ii.iikapuasa.

Berkah Ramadan tak hanya menyelimuti kurma, tapi juga toraicur. Torakur adalah jeiii*-makanan unik berbahan baku I"lali tomat. Nama makanan nu i( rinspirasi oleh rasanya yarig mirip kurma Torakur, tomat rasa kurma.

Torakur terbuat dari olahan tomat dan gula Tomat diolah sedemikian rupa sehingga memiliki cita rasa yang mirip dengan kum ta asli. Kemiripan rasa inilah yang membuat permintaan torakur ikut naik di saat bulan puasa seperti sekarang.

Sri Ngestiwati, pemilik usaha Torakur di Band un gan. Ambarawa, Jawa Tengah, mengaku setiap Ramadan permintaan lorakur meningkat 10%. Jika pada hari biasa dia hanya memproduksi antara 60 kg sampai 65 kg torakur per hari, di saat bulan puasa produksi naik menjadi 70 kg - 75 kg per hari.
Rasanya yang unik menyebabkan pasar torakur terus bertambah luas. Tak hanya di Jawa Tengah, Ngesti juga memasok lorakur hingga Bandung. Jakarta, Surabaya, Bali, dan Palembang.

Ngesti membanderol harga torakur seberat 250 gram seharga Rp .9.000. Sedangkan torakur ukuran 500 gram berbanderol Rp 17.000. Dari pejualan torakur ini, Ngesti mengaku bisa mengantongi un i/i i Kp 20 juta per bulan.Ngesti yang sudah mempe-roduksi torakur sejak 21 n 12 ini bahkan mengaku telah mendapat tawaran mengirimkan torakur ke Korea sebanyak 10 ton per hari.

Warna kurmahitam pekat,sedangkantorakur kemerah-merahan. "Namun permintaan saya tolak karena di luar kemampuan produksi saya," ujarnyaSelain Ngesti, usaha pembuatan torakur juga dilakukan oleh Sukma Nur Widia di Palembang, Sumatera Selatan. "Peningkatan penjualan cukup besar," kata dia Memulai usaha setahun yang lalu, jika pada bulan-bulan biasa Sukma hanya memproduksi torakursebanyak 30 kg per minggu, memasuki bulan Ramadan produksinya meningkat hingga 50 icg sampai 100 kg per minggu. Semakin banyak suplai tomat yang dia peroleh, kian banyak pula torakur yang dia produksi.

Mengusung merek dagang Nek Bian, torakur buatan Sukma saat ini sudah merambah Aceh, Bandung, Jakarta, dan Malaysia Sukma menjual Nek Bian seharga Rp 50.000 per kg. Namun un[uk reseller, ia memberi diskon khusus sebesar 20 %.

I ntuk bisa memiliki rasa mirip kurma asli, tomat seberat 1 kg harus diolah bersama 5 kg gula pasir atau perbandingannya 15. Kebutuhan gula pasir yang besar membuat harga torakur cukup mahal.Proses pertama untuk membuat torakur membuang biji tomat dan tomat dicuci bersih. Tomat kemudian direndam dalam air kapur sirih, Perendaman ini dilakukan untuk membuat tekstur tomat lebih kenyal dan tidak mudah hancur.

Agar rasa kecut tomat berkurang, tomat dimasak menggunakan gula pasir dengan perbandingan 1 5. Saat proses memasak ini, campuran tomat dan gula musti diaduk secara terusmn k-rus agar benar-benar matang merata. Setelah dimasak selama 10 menit, tomat akan berubah warna menjadi merah kecokelatan seperti kurma.

Setelah proses pemasakan selesai, tomat kemudian dyemur di bawah sinar matahari hingga kering, "Penjemuran buluh \\;ikiu sekitar satu minggu," kata Sukma. Setelah torakur benar-benar kering, barulah dikemas dalam kardus dan dibungkus plastik. Karena dikemas dalam keadaan kering, torakur mampu bertahan hingga lima bulan.

Dengan pengolahan yang tepat, Ngesti mengatakan, kemiripan torakur dibanding kurma asli bisa mencapai sebesar 60%-70%. Memiliki bentuk sama-sama ova] dengan warna pekat. Bedanya, kalau warna kurma kehitam-hitaman, warna torakur kemerah-merahan. Penganan ini empuk tanpa byi, manis, serta menyisakan aroma dan rasa khas tama)

Dalam proses pengolahan, berat tomat akan menyusut hingga lima kali lipat. "Dari proses memasak 5 kg buah tomat, hanya bakal jadi 1 kg Torakur," jelas Ngesti. Penyusutan ini pula yang membuat harga torakur menjadi relatif mahal. 


Sumber : Harian kontan
Handoyo


Biarkan UKM Berkembang Dulu Sebelum Dikenakan Pajak

22/08/2011
Biarkan UKM Berkembang Dulu Sebelum Dikenakan Pajak

Pemerintah haras memberi kesempatan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk berekembang lebih dulu sebelum dikenakan pajak seperti yang akan diterapkan."Kalau memang nantinya akan dikenakan pajak, sebaiknya diberi diskon pajak sebesar 80 persen untuk UKM," kata Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan seusai berbuka puasa dengan wartawan di Jakarta, Sabtu (20/8).

Saat ini penetapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi UKM masih terus dibahas dan pihaknya akan mengusulkan pemberian diskon ditambah 30 persen dari sebelumnya dan menjadi 80 persen.Sebelumnya Menteri Keuangan dalam PMK Nomor 68/ PMK. 03/2010 tentang Batasan Pengusaha Kecil menetapkan batasan omzet pengusaha kecil yang bebas PPN adalah pengusaha denganomzet di bawah Rp600 juta dalam satu tahun. Dengan demikian, pelaku usaha yang memiliki omzet Rp600 juta sampai dengan Rp4,8 miliar dikenai pajak sesuai UU nomor 36 tahun 2008.

"Pemberlakuan pajak bagi mereka ini ditetapkan mendapatkan diskon 50 persen. Misalnya mereka untung RplOO juta, UKM harus bayar 25 persen jadi Rp25 juta didiskon 50 persen menjadi Rp 12,5 juta. Tapi kami akan usulkan agar diskon menjadi 80 persen," tambah Sjarifuddin.

Ia menjelaskan, hal itu merupakan upaya untuk memberikan insentif kepada UKM yang akan didis-kusikan kembali dengan Kementerian Keuangan. "Hal ini belum final, kami masih akan membahasnya lagi dengan Kementerian Keuangan," ujarnya.

Menurutnya, seluruh pihak harus terlebih dahulu memahami perilaku pengusaha UKM yang kadang tidak memperhitungkan profit and loss secara baik.

Sjarifuddin menambahkan, umumnya pelaku UKM tidak paham menghitung variabel cost dan biaya manpower yang muncul dalam usaha mereka. "Biaya manpower, bahkan gaji untuk mereka sendiri tidak dihitung," katanya.

Itu sebabnya, Kementerian Koperasi dan UKM akan mendorong agar pemberian insentif bagi pelaku UKM sehingga terus berkembang dan semakin kuat agar mampu menopang sektor riil di Tanah Air.

Disebutkan, tim internal di Kementerian Koperasi dan UKM di bawah koordinasi Deputi Bidang

Pembiayaan, sudah dibentuk untuk mengkaji pembagian UKM persek-tor agar pengenaan pajak terhadap mereka seimbang dan proporsional.

Sementara itu, pemerintah masih menggodok kebijakan pajak untuk UKM. Meski belum final, Direktorat Jenderal Pajak menyatakan akan tetap mengenakan pajak bagi UKM.

Dirjen Pajak Fuad Rachmany mengatakan, pembahasan tarif pajak untuk UKM memang belum final. Tarif pajak yang dikenakan ndak akan Iebih dari tiga persen.la menjelaskan, UKM justru dapat insentif (pajak), tarifnya menjadi lebih rendah. Dengan demikian, UKM justru mendapat kemudahan dalam tarif pajaknya maupun dalam pembayarannya.

Menurut Fuad, Kementerian Koperasi dan UMKM juga telah memberikan respons baik. Bahkan, kalangan pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) juga mendukung, (is)

Sumber : Harian Pelita


Memajaki UMKM Bentuk Kebingungan Pemerintah

22/08/2011
Memajaki UMKM Bentuk Kebingungan Pemerintah

Nl HM Alakana - Langkah pemerintah untuk menggenjot penerimaan pajak hingga RplOOO triliun pada 2012 memang bukan sebuah mimpi. Namun lindakan itu dinilai kurang bijak dengan memajaki pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bahkan sikap pemerintah seperti itu dianggap suatu kebingungan mencapai pemasukan negara, terutama APBN.

Berdasarkan catatan, realisasi penerimaan pajak per 5 Agustus 2011 telah mencapai Rp466 triliun. Sedangkan target penerimaan pajak pada APBNP 2011 sebesar Rp878 triliun. "Rencana pemberlakuan pajak UMKM ini sebenarnya merupakan bentuk kebingungan pemerintah dalam meningkatkan pendapatan pajak. Kalau (idak salah. Ditjen Pajak menghitung ada 1,6 jma wajib pajak yang menyerahkan SPT Tahunan cuma 500 ribu,ujar ekonom FEUI Lana Soelistianingsih kepada

Neraca, Minggu (21/8).

Namun Lana mengingatkan langkah pemerintah tersebut. Yang jelas, katanya, jika tidak hati-hati, akan sangat mempengaruhi pertumbuhan UMKM l;ingan hanya nguber paj.ik UMKM, tapi apa bentuk kompensasi yang diberikan kepada UMKM. Ini pertanyaan dasamya,"terangnya.

Lebih jauh dia mengritik (s tur APBN" yang masih didominasi belanja pegawai. "Apa pemerintah mampu memberi kredit murah kepada UMKM, jika melihat sirukiur APBN \.\i\v, hanya didominasi belanja pegawai i baik pemerintah berkonsentrasi untuk memungut pajak kepada wajib pajak kelas kakap yang selama ini bermasalah." tegasnyatidak Setuju

Hal yang senada iiiua dikatakan pim bcsiti 11 Usaku Prol Di v,i\.in s i larahap yang meminta tal semua iMKM dipajaki lak setuju pemberlakuan pajak

UMKM ini dipukul rata," tegasnya kemarin.

Sofyan membolehkan pemerintah memungut pajak UMKM Namun dengan beberapa syarat, jangan sampai ada pungutan lainnya "Saya setuju pemberla-lcukan pi).ik UMKM sebesar 5% itu asalkan tidak ada pungutan lain. Karena saal ini. pungutan pungutan lain bagi UMKM bisa mencapai IO%,"tambahnya

Dia mencontohkan pungutan lainnya, dari retribusi, preman, premi macam-macam, kunjungan pejabat, setoran ke aparat itulah yang insiru memberaikui HM KM [ika pajak ini diberlakukan, tapi pungutan dihilangkan, maka uang pajak akan masuk ke kas negara.iolas, ekonom LIPI Agus I kn \upniiii justeru melihal ren cana pemajakan UMKM Bi i langkah kerakusan pemerinah dan tat mementingkan dampak lainnya kabu UKM dikenakan pajak lm memang kurang bijalsana. Posisi kita sekarang berbeda sekali dengan negara-negara maju," tegasnya, Minggu.

Padahal, lanjut Agus, UMKM selama ini telah menjadi bumper irakal miskin. "Sangat ironis sekali. UKM yang harusnya menjadi bumper masyarakat kelas bawah, harus kena pajak,"cetuv

Vuig paling memungkinkan, mcnurut Agus, pemerintah harus mengubah sistem pemungutan pajak. Bukan lagi berbasis pada sebaran atau jumlah, melainkan berdasarkan rate of tat Misalnya pada jenis-jenis usaha dengan profitahiln.is yang tinggi.

Kai,ni menetapkan pajak pada UKM itu berarti pemerintah masih berbasis padu sebaran dalam menentukan wajib pajak Se-harusnya pada rate / rapan paj.it seharusnya pada iek tn \aiij; profitabilitasnya tinggi, jelastv

Lebih lanjut dia menuturkan. pemerintah perlu mengoptimal isasi pendapatan pajak pada |iro-fesi-profesi yang potensial. Seperti profesi dokter atau profesi pengac.ua "Vang perlu dilakukan itu, optimalisasi jenis usaha dan lenis profesi yang masih mungkin untuk diambil pajak tinggi. Misalnya dokter dan peng-i daripada mengurusi pajak UKM yang belum tentu besar," katanya.

Sementara peneliti Indef Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika.menilai target pajak sebesar RplOOO triliun cepal atau lambat pasti akan membebani rakyat. Apalagi rencana menarik pajak UMKM apalagi UMKM merupakan fundamental ekonomi Indonesia.

Menurut l-rani. sebenarnya target pajak yang dicanangkan oleh pemerintah,bisa lebih dari 1000 trilyun atau tepatnya lebih dan 11 ini terkait banyaknya para pengemplang pajak dan banyaknya wajib pajak yang tidak membayai karena lemahnya pengawasan dan pihak Direktorat lenderal Pajalcmw* ukm mn atg*

Sumber : Harian Ekonomi Neraca
 

Pelaku UMKM masih terkendala pemasaran

22/08/2011
Pelaku UMKM masih terkendala pemasaran

DEPOK - Tampaknya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Depok sulit berkembang. Pasalnya, salah satu unsur vital dalam pengembangannya belum terpenuhi yaitu masih adanya masalah pemasaran produk.

Hal tersebut diakui Ketua Asosiasi UMKM Kota Depok, Santoso. Menurutnya, hingga kini pemasaran dau permodalan tetap menjadi permasalahan yang harus dihadapi. Padahal, Depok memiliki keunggulan dan potensi dalam kualitas produk.

Sebagai langkah solusi, pihaknya tengah mengembangkan para pelaku UMKM di Depok adalah dengan proses berbagi pengalaman (sharing). Tentu, lanjutnya, dengan cara berkumpul dan berbagi ilmu oleh para pelaku UMKM yang sukses.

Pasalnya, upaya tersebut a-kan menjadi inspirasi dan membangun inovasi baru dalam mengembangkan usaha. Terlebih lagi, dari sebagian mereka terjun ke dunia UMKM dilatarbe-lakangi karena PHK.

"Jadi memang belum ahli di bidangnya. Mengenai sistem pemasaran, produksi dan permodalan masih sedikit pengalamannya. Jadi, dengan bertukar pikiran bisa menjadi nilai plus" katanya kepada wartawan. Minggu (21/8).

Dia menambahkan, rata-rata pelaku UMKM di Depok awalnya karena memiliki hobi dan sedikit modal. Sehingga dalam hal jaringan dan pemasaran produk belum cukup kuat.

Untuk itu, lanjutnya, dirinya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Depok agar memfasilitasi para pelaku UMKM. Terutama, lanjutnya, dalam upaya meningkatkan inovasi kreatif dan memberikan pelatihan serta pembiayaan maupun kredit modal. Pihaknyajuga akan melakukan pendalaman agar UMKM agar bisa bergabung ke dalam koperasi.

Hal senada diutarakan Tim Ahli Entrepreneurship Pengabdian Masyarakat Universitas

Indonesia (Ul), Meswantri. Menurutnya, pelaku UKM industri kreatif memiliki peluang yang bagus di kota Depok. Terlebih lagi, imbuhnya, secara geografis tidak jauh dari Jakarta dan cukup potensial secara ekonomi. Hanya saja, peran Pemkot dalam melakukan pembinaan masih kurang.

"Mereka menginginkan pembinaan dan bukan sekadar pinjaman modal. Mulai dari marketing sampai dengan peningkatan mutu produk," terangnya.Sementara itu Kepala Dinas Pasar, Koperasi. UMKM Herman Hidayat mengaku, pihaknya selalu mengalokasikan anggaran untuk pengembangan UMKM. Untuk itu, pihaknya akan mendukung dan mcmber-dayakannya dengan baik.

"Kami dukung dan berdayakan UMKM di Depok untuk terus mewujudkan harapan mereka diantaranya masalah kompetensi UMKM, permodalan, dan pemasam, akan kami fasilitasi." tandas Herman." aan

Sumber : Koran Duta Masyarakat


Potongan pajak UKM diusulkan 80%

22/08/2011
Potongan pajak UKM diusulkan 80%

Usaha mikro dibebaskan dari pungutan pajak

JAKARTA Kementerian Koperasi dan UKM akan mengusulkan pengurangan pajak untuk usaha mikro, kecil dan menengah sebesar 80% lebih tinggi dari rencana awal sebesar 50%.Pengurangan bebak pajak ini akan diajukan Kemenkop dan UKM kepada Kementerian Keuangan setelah pelaku usaha mikro temyata dibebaskan dari keputusan membayar pajak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang pajak penghasilan (UU PPh).

"Yang menjadi permasalahan dan tengah dalam pembahasan antara kami dengan Kementerian Keuangan saat ini adalah bagaimana kebijakan yang diberikan kepada pelaku UMKM yang memiliki penghasilan di atas Rp600 juta ke atas." ujar Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 68/PMK.03/2010 tentang Batasan Pengusaha Kecil ditetapkan omzet pengusaha kecil yang bebas pajak adalah di bawah Rp600 juta dalam 1 tahun.Adapun pelaku usaha yang memiliki omzet Rp600 juta sampai dengan Rp4.8 miliar dikenai pajak sesuai dengan UU No. 36/2008 tentang PPh.

"Pemberlakuan pajak bagi mereka ipi ditetapkan mendapatkan diskon 50%. Misalnya mereka untung RplOO juta, UKM harus bayar 25% jadi Rp25 juta didiskon 50% menjadi Rpl2.5 juta. Namun, kami akan usulkan agar diskon menjadi 80%," katanya.

Dari bunyi undang-undang tersebut mengisyaratkan diberi diskon sebesar 50%. Semangat yang"Saat lebih mapan, pajakmungkin dikembalikan padatataran normal."diusung Kemenkop dan UKM adalah untuk lebih memberdayakan pelaku sektor riil, maka diskonnya akan diusulkan jadi 80%.

Jika usul potongan pajak 80% itu dikabulkan, ujar Menkop dan UKM, pengusaha kelas kecil dan menengah hanya dikenakan beban pajak sebesar Rp4 juta dari seharusnya Rpl2,5 juta. "Saat lebih mapan, pajak mungkin dikembalikan pada tataran normal," kata Sjarifuddin.

Dia mengatakan pada pertemuan berikutnya dengan tim Kemenkeu disepakati agar pajak bagi UKM bisa diterima sesuai dengan usulan instansinya. Menteri Koperasi dan UKM itu optimistis Kemenkeu bisa memahami permintaan yang diajukan. Menurut dia, pelaku usaha kelas UKM tidak pernah menghitung biaya variabel, sehingga transportasi, jam kerja dan gajinya sendiri tidak dimasukkandalam biaya. Dengan alasan itu. Kemenkop dan UKM masih berjuang agar PPh hingga 80%.

Usaha mikro

Terkait dengan pembebasan pajak penghasilan bagi pelaku usaha mikro, karena ternyata sudah diatur dalam UU No. 36/2008. dinilai tidak perlu dibahas lagi karena memang sudah dibebaskan dari kewajiban tersebut.

UU PPh itu membebaskan pelaku usaha mikro bebas pajak karena nilai untung mereka umumnya masih di bawah Rp600 juta. Pembebasan ini sesuai dengan semangat Kemenkop dan UKM untuk lebih memberdayakan pelaku sektor riil dan menaikkan kelas usaha ke level lebih baik.

Beberapa waktu lalu, kalangan pelaku usaha mikro dan kecil minta besaran pungutan pajak final 5% dari omzet ditinjau ulang karena dirasa membenani kelangsungan usaha.

Pusat Pengembangan Pendamping Usaha Kecil dan Mene-ngah (P3UKM) bahkan minta pemerintah membatalkan pengenaan pajak final 5%, khususnya terhadap pelaku usaha mikro dan kecil.

Billi H. Ardiwijaya, pengurus P3UKM, mengatakan usaha mikro dan kecil (UMK) sangat kritis dan sensitif terhadap kebutuhan keuangan mereka. "Ada kredit bank saja, mereka masih berupaya menawar suku bunganya. Jika pemerintah menetapkan rencana pajak itu, mungkin ada perlawanan. Karena itu, perlu dipertimbangkan kembali," ujarnya.

Menurut dia, pelaku UMKM tidak bisa digeneralisasi kekuatannya, khususnya pelaku usaha mikro sebab terlalu jauh kapasitasnya dibandingkan dengan usaha kecil, apalagi dengan usaha menengah."Terhadap usaha kecil dan menengah mungkin bisa mulus tetapi bagi usaha mikro jelas menjadi beban berat. Jadi masih diperlukan pertimbangan khusus agar tidak terjadi resistensi." 

Sumber : Bisnis Indonesia


UMKM idealnya serap 50% kredit

22/08/2011
UMKM idealnya serap 50% kredit

Pencairan pinjaman usaha mikro, kecil, dan menengah di Jabar Rp56 triliun

BANDUNG Bank lndonesia memperkirakan Idealnya penyerapan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah di Jawa Barat sebesar 50% dari total pinjaman guna menggerakkan perekonomian.Penyaluran kredit perbankan di Jabar untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp56 triliun atau masih sekitar 32% dari total pinjaman sebesar Rpl78 triliun di wilayah itu.

"Komposisi kredit UMKM idealnya mencapai 50% terhadap portofolio pinjaman yang tersa-lurkan," ujar Pemimpin Bank Indonesia Bandung Lucky RA. Hadibrata, di sela-sela pembukaan Pameran Produk UMKM Binaan Bank Jawa Barat (BJB), akhir pekan lalu.

Untuk itu, dia mengatakan perlu percepatan agar persentase kredit untuk UMKM bisa mencapai 50% terhadap total pinjaman.Di sisi lain, kendati belum mencapai porsi ideal, dia menilai penyaluran kredit perbankan di Jabar sudah baik dan hanya perlu peningkatan.

Berdasarkan catatan bank sentral, rata-rata pertumbuhan kredit UMKM di Jabar masih berkisar 23% selama semester 1/2011. Untuk mengejar pertumbuhanbisnis pada tini tersebut, lanjut Lucky, pertumbuhannya harus bisa di atas 30%."Sedikit demi sedikit perbankan di Jabar memperbesar kredit usaha mikro, kecil, dan menengah. Bahkan, realisasi kredit usaha rakyat [KUR] di Jawa Barat terhitung tinggi, yaitu mencapai Rp3,4 triliun," ujarnya.

Ekspansi kredit

Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank BJB Tbk Bien Subiantoro mengatakan pihaknya menargetkan ekspansi kredit UMKM sekitar Rp300 miliar hingga Rp400 miliar dalam 4 bulan ke depan, atau sisa tahun ini.

Bank BJB, hingga saat ini menyalurkan kredit UMKM senilai Rp2 triliun, di mana sebesar Rp900 miliar merupakan portofolio kredit usaha rakyat. Pertumbuhan kredit UMKM di bank itu diperkirakan sekitar 20% pada 2011 dari tahun sebelumnya.

Bien menambahkan BJB berupaya mempercepat penyaluran kredit UMKM guna mendongkrak porsi pinjaman produktif terhadap total kredit. Dalam waktu dekat realisasi kredit produktif, ujarnya, diharapkan bisa mencapai 50% terhadap portofolio pinjaman Bank BJB.

"Kami berupaya memaksimalkan penyaluran kredit bagi pelaku usaha melalui sentra-sentra usaha mikro, kecil, dan menengah. Sejauh ini, progresnya sudah baik, tinggal ditingkatkan saja kinerjanya," ujarnya.Lebih jauh, dia menjelaskan untuk mendukung program peningkatan penyaluran kredit bagi UMKM, pada saat ini, Bank BJB memiliki enam sentra UMKM, yaitu di Bandung Raya, Banten, Priangan Timur, Cirebon, Pakuan, dan Purwasuka. (K3S)(redaksi@ bisnis.co.ld)

Sumber: Bisnis Indonesia


Martabak Mini Tetap Diminati Masyarakat

21/08/2011
Martabak Mini Tetap Diminati Masyarakat

MESKI penjual martabak mini sudah menjamur, tapi usa ha itu terus tumbuh dan berkembang. Pengusaha kuliner itu bertambah dan semangat pengusaha baru yang menjual martabak mini tak pernah surut, ikut mengembangkan pasar. Bahkan, pengusaha martabak mini pun menawarkan kemitraan. Seperti kemitraan martabak mini yang ditawarkan oleh Martabak Mini Africa Waka-Waka dan Martabak Mini DcJava.

Martabak Mini Un,.. Waka-Waka

Martabak Mini Africa Waka-Waka berdiri sejak medio 2008. Perusahaan yang bermarkas di Cilandak, Jakarta, itu menawarkan kimitrjjn sejak Juni 2011. Dalam tempo dua bulan, martabak Mini Africa Waka-Waka mengklaim sudah menjaring 14 mitra.

Poma Indrajaya, pemilik Kemitraan Martabak Mini Africa Waka-Waka, menawarkan paket investasi kemitraan senilai Rp 9,7 Juta. Mitra akan mendapat booth dan peralatan kerja. Peminatnya banyak, ada yang dari Medan dan Batam, kata Poma yang usahanya telah bertambah 6 mitra.

Ia berasumsi, mitra yang bisa menjual 150 martabak atau 45 kotak per hari, akan bisa balik modal dalam tempo dua bulan. Setiap kotak martabak dijual Rp 10.000 dengan isi 3 martabak mini berdiameter 8 an. U membebaskan mitranya berkreasi.

Martabak Mini DcJava

Martabak Mini DcJava baru berdiri pada November 2010 di Cikarang, Jawa Barat. Pemilik martabak, Hacrul Umam, membuka paket kemitraan pada Januari lalu, karena ada pihak yang ingin bergabung menjadi mitra. "Sejak itulah, saya buka kesempatan menjadi mitra," kata lelaki berusia 32 tahun itu.

Haerul menawarkan dua jenis paket kemitraan ke publik dengan harga Rp 7,5 juta untuk booth kayu dan Rp 8,5 juta untuk booth aluminium. Harapannya, dalam tempo tiga bulan, mitra usahanya bisa balik modal.

Lelaki itu mensyaratkan mitra memperoleh omzet Rp 300.000 per hari dengan hargajual martabak Rp 2.000-Rp 4.000 per potong. "Sehari setidaknya menjual 120-150 martabak," kata Haerul yang memiliki 20 ragam varian rasa itu. 

Sumber : Warta Kota
'


Cendera Mata Lilin Raup Omzet Rp 10-30 Juta per Bulan

21/08/2011
Cendera Mata Lilin Raup Omzet Rp 10-30 Juta per Bulan


CENDERA mata babahan W*i ssmakn oanyak peminatnya Pasalnya DeotuK-bentuk cendera meia itu sangat menar* sehingga kerap di-maiiaatkan sebagai swenir d acara pernikahan, Kado ulang tahun, atau Kegiatan promosi Bentuk cendera mata !ito yang ditawarkan juga beragam, seperti hewan, tanaman, logo, dan p--gura foto .

Adalah Sutetyo Purbaningrum ai.as Nrngrum aneka Denti* /ri Biasanya l*o ini bukan untuk penerangan, melainkan banyak untuk koleksi atau suvsrw pernikahan. kata Ningrum rusaha pemb u Cantik Psar Emas, di Ningrum sudah memproduksi Bin sejak tahun 2008 Ia terjun ke usaha n Karena potensinya besar untuk dikembangkan. Apalagi, ia beum menemukan pesaing. Di Jawa Timur tidak banyak yang meminati usaha n, ucapnya

Seiauri in Ningrum telah melayani pesanan oerbagai perusahaan, seperti pesanan PT Adira Finance berupa htn berbentuk lebah "Setahun belakangan mi peminatnya kian banyak," ucapnya

Ningrum menjual lilin aneKa rupa itu mulai Rp 3.000-Rp 30 000 per batang. Sefcap bu;an, Ningrum mampu menjual 1 500 batang lilin dengan omzet rata-rata Rp 30 juta.

Pengusaha cendera mata Min, Zakki Mubarok, yang pemilik Zoregana Shop, memproduksi Bn hias Um produksi Zakki im berbentuk gelas yang di dalamnya terdapat lampu kecil yang bisa menyala dengan tenag;* Setelah nyala, dinding gelas Mm itu bsa me-mantuiKan cahaya yang membenriA hewan, tanaman atau logo tertentu.Zakki mengklaimlilin elektrik itu bisa menyala hingga 100 (am dengan tenaga baterai

Kebanyakan konsumen membeli Um elektrik untuk suvenir pernikahan," katanya Un elektrik itu juga dean pemburu kado ulang tahun. Sebab, Wm im bisa menyisipkan kata-kata mutiara, puisi dan ucapan selamat yang bsa timbul saal I hi menyala Zakki biasanya menjual 500 buah Idm per bulan Tap. di han khusus seperi Lebaran dan Valentine, ia bsa menjual i COO unit per bulan Setiap bulan ia bisa menariK omzet Rp 10-20 iuta 

Sumber : Warta kota



Makin kinclongdengan wealth management

21/08/2011
Sumber :Makin kinclongdengan wealth management

Setiap entitas bank memilih strateginya sendiri untuk bersaing meraih nasabah maupun menambah pundi-pundi pendapatan. Sebutlah PT Bank Central Asia Tbk dengan jaringan ATM yang tersebar luas-menjadi salah satu bank yang bisa meraih dana pihak ketiga (DPK) dengan biaya murah. Strategi tersebut juga ditempuh oleh entitas bank lainnya seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, dan lainnya.

Selain itu, terdapat PT Bank Bukopin Tbk yang memilih menggarap transactional banking untuk mekanisme pembayaran kebutuhan nasabah sehari-hari seperti PLN, air, dan sejumlah keperluan lainnya.

Tak banyak bank yang memilih segmen wealth management terutama menggarap penjualan reksa dana untuk menggenjot pendapatannya. Bank Commonwealth memilih mengambil jalur sebagai supermarket reksa dana pada saat sejumlah entitas bank lainnya rajin menggarap segmen kartu kredit, kredit konsumer, dan kredit mikro yang dinilai memberikan tingkat imbal hasil yang tinggi. Meski, Bank Commonwealth lelap bersandar juga kepada penyaluran kredit dengan fokus ke segmen usaha kecil dan menengah serta komersial.

Bank Commonwealth telah meraih dana kelolaan dari produk reksa dana untuk wealth management sebesar Rp7,2 triliun [outstanding) sampai Juni 2011. Dana kelolaan dari produk reksa dana memberikan kontribusi terbesar bagi total dana kelolaan wealth management yang mencapai Rpl0.2 triliun. Dari perolehan dana ini, kontribusi produk bancassurance menempati urutan kedua setelah wealth management.

Direktur Ritel dan Bisnis Perbankan Commonwealth Bank, lan Whitehead, mengatakan dengan mengacu pencapaian tersebut, pertumbuhan produk investasi yang didistribusikan perseroan pada tahun ini diprediksi sebesar 15% dari pencapaian penjualan produk investasi tahun lalu sekitar Rp7 triliun.

Suspensi yang dilakukan Bank Indonesia pada Mei hingga Juni sedikit banyak memengaruhi pertumbuhan jumlah nasabah. Namun, untuk mengejar pencapaian rekening nasabah baru tersebut, perseroan akan fokus terhadap layanan investasi bagi nasabah yang telah dimiliki. Perseroan telah menambah empat varian produk inveslasi pada tahun ini yakni, Batavia Agro, Mandiri Ekuitas Dinamis, BNP Paribas, dan Danareksa Mawar Konsumer 10.

Rekening baru Terkait dengan pencapaian jumlah rekening nasabah baru, perseroan menargetkan
Mpertumbuhan jumlah rekening baru sekitar 40%. Bank Commonwealth berencana menggelar ekspansi dengan menambah lima cabang di Indonesia pada semester II 2011. Saat ini, Bank Commonwealth telah memiliki 85 cabang di 27 kota di Indonesia meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali dan Sulawesi.

Presiden Direktur Bank Commonwealth Tony Costa juga memastikan perseroan tidak bersaing dengan bank asal Australia lainnya yaitu Bank ANZ (Australia New Zealand Banking) yang banyak menggarap sektor korporasi.

Dia memastikan perseroan yang dipimpinnya tetap fokus menggarap wealth management dengan salah satu bisnis unggulan menjual reksa dana. Sejumlah langkah telah dipersiapkan oleh Bank Commonwealth untuk menggenjot fee based income dari penjualan reksa dana termasuk dengan menggarap mobile banking. Melalui fasilitas mobile banking, nasabah bisa melakukan transaksi sehari-hari termasuk juga merealisasikan pembelian reksa dana.

Aplikasi mobile banking Bank Commonwealth juga memiliki fitur-fitur unggulan lain seperti fitur jual beli mata uang asing dengan rate khusus. Selain itu, aplikasi mobile banking ini memiliki limit transaksi harian hingga Rp200 juta.

Saat ini, 97,4% saham Bank Commonwealth dimiliki oleh Commonwealth Bank of Australia (CBA). Dukungan yang kuat dari CBA tercermindari suntikan modal yang berkelanjutan sebesar Rp 1,2 trilun sejak 2006 sampai semester 1/2011. Tambahan modal yang terakhir (elah mengangkat rasio kecukupan modal bank menjadi 14.8% pada 21 Juni 2011 dari 13,4% pada Maret 2011.Selain itu, Bank Commonwealth akan mendapatkan suntikan modal kembali pada September 2011 untuk mendukung ekspansi bisnis.

Upaya mendongkrak penetrasi produk Bank Commonwealth berdampak terhadap penurunan kinerja Bank Coomonwealth pada tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh kebijakan manajemen untuk menggenjot investasinya ke sistem dan teknologi informasi, ATM baru maupun pembukaan cabang baru, (munir. tujtkni blmls.ai.td)

Sumber : Bisnis Indonesia


Meraup Keuntungan, dari Momentum Lebaran

21/08/2011
Meraup Keuntungan, dari Momentum Lebaran


Momentum lebaran merupakan saat-saat yang dinantikan setiap muslim di seluruh dunia, begitu pun di tanah air. Perayaan lebaran dan hadirnya bulan suci ramadhan sebagai awalannya, memberikan berbagai peluang usaha yang menjajikan.

Neraca. Menyambut hari lebaran, terasa semakin meriah dengan munculnya berbagai peluang bisnis menjelang hari lebaran. Baik peluang bisnis yang memang sudah ada tiap harinya maupun peluang bisnis musiman yang sengaja menggunakan moment lebaran untuk memperoleh untung. Bisnis musiman ini biasanya mulai bermunculan satu bulan menjelang lebaran. Dari mulai bisnis makanan, bisnis pakaian, bisnis perlengkapan ibadah, bisnis parcel, hingga beberapa bisnis jasa dapat dijadikan sebagai peluang besar untuk meraih untung dihari lebaran.

Laras Grahita pemilik Laras Cake, mengaku selama menjelang lebaran usaha kue yang telah digelutinya sejak dua .tahun silam ini kerap kebanjiran pesanan, alhasil moment lebaran menuai rejeki berlimpah untuk usaha dara berusia 26 tahun ini Laras menuturkan pada momentum lebaran umunya permintaan kue kering yang kerap selalu menjadi unggulan, sementara untuk produk kue yang lainnya kurang begitu diminati konsumen.

Laras mengaku memulai usaha dari mencuri momentum ramadhan dan lebaran, dua tahun lalu laras dan sang bunda menerima pesanan dari rekan sekerjanya, tidak tangung-tangung, pesanannya mencapai 200 toples kue kering pada saat itu. Bermodalkan uang satu juta rupiah, laras meraup keuntungan dua kali lipat dari modal yang dikeluarkan. Sejak saat itulah, Laras melihat celah bisnis ini sebagai suatu yang menjanjikan. Laras mengatakan setiap menjelang lebaran, usaha kuenya bisa membukukan keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Berbagai ragam jenis usaha dapat menjadi acuan bagi Anda yang ingin memulai sebuah usaha, bulan ramadhan dan saat-saat menjelang lebaran bisa

menjadi momentum bagi yang ingin memulai bisnis sebagai pebisnis musiman, namun jangan dulu memandang bisnis musiman ini sebelah mata, banyak pelaku bisnis musiman khususnya menjelang ramadhan mampu meraup keuntungan yang berlimpah.

Bagi Anda yang ingin mencoba semarak bisnis lebaran, berikut kami berikan informasi mengenai beberapa ide bisnis yang dapat dijalankan menjelang lebaran.

V Bisnis kue kering lebaran

Salah satu bisnis yang dapat menghasilkan untung berlipat dimomen lebaran adalah bisnis kue kering lebaran. Karena hampir semua orang membutuhkan kue kering untuk dijadikan suguhan pada hari lebaran, kebutuhan konsumen akan kue kering dapat meningkat tajam dibandingkan hari - hari biasa. Hal itu dapat dijadikan sebagai peluang untuk ikut meramaikan bisnis lebaran.

Bagi ibu rumah tangga yang hobi membuat kue, bisnis ini tidak sulit untuk dijalankan.

2. Bisnis parcel lebaran

Bisnis lain yang ikut meramaikan bisnis lebaran yaitu bisnis parcel lebaran. Adanya budaya mengirimkan parcel kepada para kerabat, dapat dijadikan peluang bisnis yang cukup menguntungkan. Dari mulai parcel berisi makanan, hingga parcel yang berisi perabotan rumah tangga dapat dijadikan sebagai tawaran paket parcel yang diminati para konsumen. Dengan bermodalkan ketrampilan menghias bingkisan parsel, Anda dapat memperoleh omset hingga jutaan rupiah dari bisnis parcel lebaran.

3. Bisnis busana lebaran

Selain budaya saling mengirimkan parsel kepada para kerabat dihari lebaran, budaya yang tidak pernah ditinggalkan masyarakat menjelang lebaran adalah membeli busana lebaran. Setiap menjelang lebaran hampirsemua bisnis pakaian selalu penuh dengan pembeli serta kebanjiran permintaan pesanan dari para agen. Permintaan yang meningkat tajam biasanya order untuk bisnis baju muslim. Dari mulai baju muslim yang belum memiliki brand hingga baju muslim yang telah memiliki merek terkenal banyak dicari oleh para konsumen. Cara untuk menjalankan bisnis tersebut dengan modal kecil, dapat dicoba dengan menjadi reseller atau agen produk baju muslim yang telah memiliki brand.

4. Bisnis jasa penjualan tiket

Bisnis jasa penjualan tiket juga memperoleh dampak positif dari perayaan lebaran. Mudik ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga dihari lebaran, sudah menjadi kebiasaan utamabagi masyarakat di Indonesia. Maka tak heran jika penjualan tiket baik tiket pesawat, tiket bus, tiket kereta api, hingga tiket kapal menjadi buruan warga menjelanghari lebaran. Karena tidak mau kehabisan tiket banyak konsumen yang lebih memilih memesan tiket yang dibutuhkan melalui agen penjualan tiket.

5. Bisnis Jasa rental mobil dihari lebaran

Selain kendaraan umun, ternyata mobil pribadi yang disediakan jasa rental mobil banyak diminati para masyarakat yang telah berkeluarga dan hanya menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh. Dengan transportasi mobil rental lebih efektif dan efisien bagi keluarga, jika dibandingkan dengan menggunakan tranportasi umum. Bagi Anda yang memiliki investasi mobil, dapat mencoba peluang bisnis tersebut untuk meraih untung di bulan lebaran. Namun jangan asal ingin meraih untung saja, perhatikan pula prosedur adminstrasi yang digunakan bisnis rental mobil agar keamanan kendaraan yang dibawa konsumen tetap terjamin.

6. Bisnis jasa penitipan hewan peliharaan

Ide bisnis yang berikutnya adalah jasa penitipan hewan peliharaan. Banyaknya masyarakat yang memelihara hewan, dan tidak dapat membawanya saat mudik. Membutuhkan adanya tempat penitipan hewan yang dapat menjaga hewan peliharaan selama ditinggal mudik pemiliknya Jika Anda memiliki kecintaan terhadap hewan serta ketrampilan dalam merawat hewan, bisnis jasa penitipan hewan peliharaan dapat dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis di hari lebaran.

7. Bisnis jasa penitipan sepeda motor

Selain penitipan hewan peliharaan, bisnis penitipan sepeda motor juga banyak dicari masyarakat mejelang mudik lebaran. Para pendatang dari luar daerah biasa meninggalkan kendaraan bermotornya, dan lebih memilih mudik dengan menggunakan transportasi umum karena jarak tempuh perjalanan yang cukup jauh. Jika Anda memiliki tempat yang cukup luas, bisnis penitipan motor dapat dijadikan sebagai bisnis sampingan di hari lebaran.

Semoga dengan adanya be berapa ide bisnis jelang lebaran, dapat menginspirasi Anda untuk mencoba menjalankan usaha. Salam sukses. Rangga.

Sumber :Harian Ekonomi Neraca




Entri Populer