" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Maret 2011

Seminar Entrepreneurship Modal Masih Jadi Kendala UKM


>>>Seminar Entrepreneurship Modal Masih Jadi Kendala UKM

JAKARTA- Usaha kecil dan menengah (UKM) hingga saat ini masih terkendala masalah modal kerja {cash flow). CFP Financial and Business Advisor Mike RiniSutiknomengatakan,masalah cash flow harus diatasi melalui berbagai akselerasi, yakni meningkatkan arus kas usaha, menggarap lebih banyak referensi penjualanberkualitas tinggi, menghasilkan lebih banyak penjualan, memperkerjakan karyawan yanglebihberkualitas berorientasi hasil, serta mensis-temasikan proses usaha.

Menurut Mike, akselerasi yang strategis bisa dilakukan dengan menggunakan dana murah. Namun, kata dia, akan tetap memberikan dampak yang maksimal. "Bisa dilakukan dengan cara joint venture dan promosi di dunia maya. Pa-dahal bisnis itu menghasilkan banyak aset. Akselerasi bisnis dengan cara meningkatkan cash flow. Kualitas customer untuk meningkatkan penjualan. Memberdayakan sumber daya manusia berkualitas. Bisnisnya harus dibuat agar berjalan baik," kata Mike dalam seminar entrepreneurship yang diselenggarakan SINDO bekerja sama dengan PT Astra Daihatsu Motor di Jakarta kemarin.

Sedangkan Sales Supervisor Area Daihatsu Jefry menjelaskan, selling point utama dari penjualan Daihatsu adalah jenis mesin yang baru, kapasitasnya terbesar, tangguh, mudah digunakan dan sudah sesuai dengan kualitas global dan Euron.


Sumber : Harian Seputar Indonesia
Sandra karina

Kiat Mengelola Gaji Bulanan


>>>>>>>Kiat Mengelola Gaji Bulanan

SERINGKALI kira mengeluh, bahwa penghasilan (gaji) bulanan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ada yang menyatakan, bahwa gaji bulanannya tidak tersisa, apalagi untuk ditabung. Banyak diantara kita mengaku gaji atau penghasilan yang pas-pasan, meskipun masih perlu diperdebatkan lagi berapa batasan gaji atau penghasilan pas-pasan itu? Apakah penghasilan 1 juta sebulan, atau 5 juta sebulan atau 10 juta sebulan? yang dianggap pas-pasan.

Dari penelitian AC Nielsen di beberapa di negara Asia Tenggara menyatakan bahwa umumnya pekerja Indonesia bergaji lebih rendah dibanding negara-negara tetangga, namun anehnya tingkat konsumsinya justru lebih tinggi.

Bagi kalangan karyawan saat menerima gaji adalah sesuatu penghargaan setimpal dari apa yang telah kita tunaikan dengan bekerja selama satu bulan. Dan ini sudah lumrah disaat slip gaji kita terima bersama-an dengan munculnya beberapa rencana anggaran di benak dan pikiran. Disinilah yang perlu kira perhatikan bagaimana melakukan review dan preview terhadap sekian waktu ke depan agar gaji yang kita peroleh dapal berimbang. Secara manusiawi, kita sepakat dan obyektif bahwa konsumerisme adalah kecenderungan yang dimiliki hampir tiap individu. Pada intinya kita bisa menjadi kaya tanpa memandang apapun profesinya. 

Namun hal ini akan dapat terealisasi setidaknya akan sangat tergantung pada bagaimana metode atau pola kita untuk mengkondisikan gaji yang kita terima dan bukan pada tuntutan kita untuk mendapatkan gaji yang lebih besar. Gaji yang lebih besar bukanlah satu syarat mutlak untuk bisa membuat anda jadi kaya raya. Setidaknya beberapa metode sederhana berikut ini sedikit dapat membantu anda untuk menempatkan gaji agar lebih proporsional sebagai karyawan atau pekerja dengan tanpa memandang posisi ataupun bera-papun gaji yang anda terima.

Berapa pun jumlah gaji yang Anda peroleh sudah barang tentu tidak akan mutlak menjamin .Anda bisa menumpuk kekayaan. Obyektifitas ini justru akan terealisir dan kita menjadi kaya disaat kita mampu mengelola gaji dengan cara dan metode yang tepat. Untuk metodenya anda lebih memahaminya karena kembali ke selera ego masing-masing individu.

Jangan pernah menjadikan asumsi bahwa kondisi Anda di rumah suatu misal banyak tanggungan, banyak utang, atau konsumerisme lainnya sebagai alasan untuk selalu minta kenaikan gaji. Secara sistemik, perusahaan hanya akan memberi Anda salary sesuai dengan job description Anda, bukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di rumah Anda. 
Artinya, bila Anda merasa gaji Anda kurang atau tidak mencukupi untuk membiayai keluarga Anda yang anaknya, banyak, itu bukan salah perusahaan Anda. Toh ketika Anda menambah anak, Anda tidak perlu mintaizin dulu dari perusahaan. Namun demikian sudah seharusnya manajemen perusahaan diharapkan peka akan tuntutan hidup dan tentunya kondisi sekarang ini pada umumnya.

Menjadi kaya bergantung 100% pada apa yang .Anda lakukan terhadap keuangan Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda. Kalau Anda mau kaya, itu semua bergantung pada apa yang Anda lakukan terhadap penghasilan dan fasilitas yang .Anda dapatkan.

Trik terbaik untuk menyikapi gaji pas-pasan adalah untuk membiasakan pola terbalik dalam menyisihkan uang untuk tabungan. Maksudnya jika sela-maini kita terbiasa menunggu ada uang sisa belanja di tiap akhir bulan baru ditabung. Maka kini saatnya untuk mendahulukan uang tabungan saat menerima gaji bulanan, sebelum dibelanjakan untuk kebutuhan-kebutuhan pokok. Jadi menabung adalah pengeluaran prioritas setelah menerima gaji bulanan.

Menabung dlawal dan bu-kan menunggu sisa, dengan cara ini anda akan selalu punya uang untuk ditabung. Hal ini lebih mudah daripada anda harus menahan godaan untuk berbelanja kebutuhan baru sisanya ditabung.

Dokumentaslkan pengeluar- an-pengcluaran anda dalam buku khusus, cara ini efektif untuk mengetahui apakah pengeluaran anda setiap bulan efektif atau ndak. Catatan ini memadai ba-han evaluasi bulan berikutnya. Misalnya, bila tcrjdai defisit anggaran, anda bisa dengan mudah menemukan biang keladinya.

Langkah selanjutnya adalah membatasi kebutuhan, batasi keinginan anda dan cerdas memanfaatkan rupiah yang anda miliki.

Ya ini semua terlihat seperti sebuah metode yang sudah normal dan banyak kalangan yang membahasnya. Namun demikian disaat kondnisi sulit seperti sekarang pemikiran kreatif dan inovatif sangatlah menunjang pola kehidupan kita agar lebih berimbang dan efektif.


Sumber: Jurnal Nasional

Gempa Juga Hancurkan Usaha Rempeyek


>>>>>>>>Gempa Juga Hancurkan Usaha Rempeyek

Bermodal nekad, Kustinah memulai usaha pembuatan rempeyek. Kondisi ekonomi membuatnya tidak mempunyai pilihan lain. Dengan kerja keras bisnis rempeyek Kustinah berkembang pesat. Namun gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta pada 2006 sempat menggoyang usahanya hingga ambang kehancuran.


TUJUH tahun lalu, Kustinah hanyalah seorang pekerja yang bertugas menggoreng rempeyek. Ia bekerja di sebuah usaha rempeyek di Desa Pelemadu, Bantul, Yogyakarta. Sedangkan suaminya Santoso cuma seorang penggali sumur.

Keluarga Kustinah jauh . dari kemewahan. Sebab, seringkali penghasilan yang mereka dapat dari usaha penggalian sumur dan pengoreng rempeyek tak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, di saat musim hujan ketika permintaan penggalian sumur menurun drastis, suami Kustinah lebih banyak menganggur.

Saat-saat itulah Santoso dan dua anaknya benar-benar hanya mengandalkan gaji Kustinah sebagai tenaga pengoreng rempeyek. "Akhirnya, suami saya bilang, kenapa kamu tidak membuat rempeyek sendiri saja?" ujar Kustinah.

Pemintaan sang suami disambut keraguan oleh Kustinah. Namun, karena tidak ada pilihan lain, ia akhirnya memutuskan untuk memulai usaha pembuatan rempeyek. Bukan modal uang yang dimiliki oleh Kustinah, "Hanya modal nekad," katanya

Kustinah memulai usaha dengan membeli 7 kilo kacang tanah untuk bahan baku. Modal awal itu dia peroleh dari orang tuanya. Sementara, untuk membeli tepung beras berasal dari pinjaman mertua.

Selama dua hari Kustinah membuat rempeyek yang kemudian dijual suaminya ke Pasar Tjejeran, Bantul dan warung-warung di sekitar rumahnya. Sepeda ontel tua menjadi alat transportasi utama Santoso.

Hasil penjualan rempeyek itu temyata cukup membuat Kustinah tersenyum. Dia lalu menggunakan uang itu untuk membuat lebih banyak rempeyek. "Selama enam bulan pertama, kami mengerjakan sendiri semuanya," tutur Kustinah.

Sebagai bentuk kasih sayang kepada suami, Kustinah memberi merek rempeyeknya dengan nama Santoso. Nama itu memberi berkah bagi Kustinah karena tak lama ia mendapat order dari agen yang dulu memesan rempeyek dari tempatnya bekerja sebagai tenaga penggoreng.

Sejak saat itu pesanan terus mengalir. Kustinah pun memberanikan diri memperkerjakan satu pegawai. Jumlah pekerjanya terus bertambah hingga pertengahan 2005 menjadi tiga orang. Sepeda ontel andalan Santoso untuk berjualan disulap menjadi sepeda motor. Tapi, bukan Santoso lagi yang berkeliling, melainkan pegawainya.

Memasuki tahun 2006, Kustinah sudah bisa memproduksi 1.000 bungkus rempeyek per hari. Ia membutuhkan 100 kilo kacang tanah untuk balian baku. Pasarnya juga semakin luas meliputi seluruh Yogyakarta

Nasib nahas menimpa. Gempa Yogya pada 2006 meluluhlantakan seluruh kerja keras Kustinah. Tapi, ia tak putus asa. Sebulan selang dari gempa, dia memulai kembali produksi rempeyek. "Semua masih tinggal di tenda darurat," katanya.

Konsumen rempeyeknya para relawan yang membantu rekonstruksi di Desa Pelema-du. Tak beberapa lama, agen-agen rempeyek Kustinah mulai memesan kembali. Ia pun mengajak kembali pekerjanya berproduksi lagi.

Sumber : Harian Kontan
Dharmesta

Tawaran kemitraan kebab Corner Kebab


 >>>>>>Mengiris Laba dari Irisan Daging Kebab

Tawaran kemitraan kebab Corner Kebab
Ragil Nugroho, Mona Tobing

BISNIS makanan memang enggak ada matinya. Bukan hanya menjajakan makanan asli dari negeri ini, kini makin banyak pengusaha yang mengusung panganan dari negeri orang. S.alah satunya adalah kebab.

Kebab merupakan sebutan untuk bermacam hidangan daging panggang atau bakar. Sajian ini umum ditemui dalam masakan Laut Tengah, Kaukasus, Asia Tengah, Asia Selatan hingga masakan bebe- rapa negara Afrika.

Daging yang umum diolah menjadi kebab adalah daging domba dan daging sapi. Terkadang mereka juga memakai daging kambing, daging ayam, ikan, atawa kerang.

Meski bukan jenis makanan baru, kebab tetap menjadi pilihan kudapan orang kita. Inilah yang mendorong Ardiansyah Murdiawan membuka Corner Kebab pada 2007 di daerah Jakarta Selatan. Dari pelbagai riset, ia menyimpulkan, prospek bisnis kebab cukup cerah di Indonesia.

Untuk bisa bersaing dan memanjakan pelanggan, Ardiansyah terus melakukan inovasi produk. Ia menyediakan menu chicken sozzis, beef sozzis, chicken syawarma hingga fish finger kebab. Harganya, mulai Rp 8.000 sampai Rp 12.000 per porsi.

Setelah setahun membuka usaha, Ardiansyah berani menawarkan kerjasama kemitraan. Hingga saat ini mitra Cor-, ner Kebab telah mencapai 110 outlet, tersebar di Pulau Jawa dan Kalimantan.

Corner Kebab menawarkan dua jenis waralaba tipe outdoor gerobak dengan investasi awal sebesar Rp 36 juta dan tipe outdoor booth dengan investasi awal senilai Rp 46juta "Kami tak mengutip royalty fee atau pun franchise fee," ujar Ardiansyah.

Dengan memasang target omzet Rp 500.000 per hariatau Rp 13 juta per bulan, Ardiansyah memperkirakan mitra bisa mengembalikan modalnya hanya dalam waktu sekitar 15 bulan.

Jika Anda tertarik menjadi mitra, siapkan dana Rp 5 juta sebagai uang muka atau commitment fee. Sisa biaya investasi bisa dibayarkan setelah mitra mendapat pelatihan manajemen dan penentuan loka-si usaha. Corner Kebab juga akan membantu mitra dengan memberikan tiga alternatif pilihan lokasi berjualan. Namun, keputusan tetap ada di tangan para mitra.

Ardiansyah juga menyiapkan karyawan bagi mitra yang tak memiliki1 waktu untuk mencari pekerja "Kalau mereka ingin cari sendiri, itu lebih baik. Yang jelas kami sediakan pelatihan," katanya.

Ia pun optimis tawaran ke-mitraan Corner Kebab akan terus menjanjikan keuntungan beberapa tahun ke depan. Soalnya ia terus berinovasi pada rasa dan bentuk kebab. "Kami akan meluncurkan produk kebab ayam dan burger ikan," tambahnya

Djajuli, mitra di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pun berpendapat bisnis kebab masih punya prospek bagus. Meski awal tahun pertama ia masih sulit mengembangkan usaha kebabnya, sekarang ia bisa meraup omzet Rp 400.000 sehari. Djajuli mengambil paket outdoor gerobak.

Alhasil, dengan perolehan omzet itu, modal Djajuli pun bisa kembali dalam tempo satu tahun. Ia juga mengaku puas dengan pelayanan manajamen Corner Kebab. "Saya mudah mendapatkan bahan baku, jadi tak pernah sampai kosong." ujar Djajuli yang dalam seminggu memesan ba-han baku hingga dua kali sebanyak 10 tiang daging.

Corner Kebab Komplek Ruko Ogie Plaza
Blok A-2, Jl Siliwangi No. 8, Pamulang, Tangsel
Telp. (021)7493969

Sumber : Harian Kontan

Untung dari Toko Alat Setrum


>>>>>Untung dari Toko Alat Setrum

Mencermati tawaran kemitraan Toserba Elektrik asal Jakarta
LISTRIK tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia saat ini. Hampir setiap perkakas rumah tangga membutuhkan aliran daya listrik untuk bisa berfungsi. Oleh sebab itu, perkakas yang berhubungan dengan listrik atau produk elek-tikal selalu dibutuhkan masyarakat

Perkembangan pembangunan terutama properti, seperti perumahan dan perkantoran juga meningkatkan kebutuhan akan produk-produk kelistrikan ini. Peluang inilah yang disasar PT Cakrasemesta Abadi Sejahtera dengan menawarkan waralaba toko elektrik, Toserba Elektrik.

Perusahaan ini tidak hanya berbisnis alat-alat elektrika] seperti lampu, namun juga menjual berbagai peralatan elektronik, alat-alat bengkel hingga pompa mesin. "Mulai alat listrik umum, lighting, tool, pompa, stabilizer UPS, genset hingga CCTV System semua tersedia di Toserba Elektrik," papar Tan Eliezar, Managing Director Toserba Elektrik.

One stop shopping

Tan mengatakan, perusahaannya sebenarnya sudah mulai berbisnis dalam bidang pengadaan produk elektrik sejak tahun 1995. Namun baru di awal 2011 ini mereka menawarkan kemitraan.

Kemitraan yang mereka tawarkan berupa usaha penjual-an dengan one slop shopping alat-alat listrik. Keunggulan tokonya adalah kelengkapan peralatan elektrik yang dijual. Selain lengkap, Tan mengklaim, toko serba ada ini juga hanya menjual produk berkualitas dan mengikuti tren yang berkembang. Harganya juga sangat terjangkau karena menyesuaikan harga pasaran.

Tak hanya menyasar pembeli perorangan, Toserba Elektrik juga membidik kontraktor mekanik dan instalasi listrik, kontraktor bangunan sipil, pabrik-pabrik hingga pasar tradisional atau mini market. "Pasarnya luas dan produk listrik tidak mengenalmasa kadaluarsa," kata Tan berpromosi.

Tak hanya lengkap dari produk yang dijual, produk impor yang disediakan juga komplit. Toserba Elektrik menyediakan perangkat listrik asal Cina, Amerika, Italia, Jerman hingga produk lokal. Bahkan kata Tan, calon pembeli juga bisa memesan produk dari negara mana saja.

Membuka tawaran kemitraan untuk pertama kali, Tan mengaku optimis Toserba Elektrik akan banyak dilirik orang. Ia menawarkan kemitraan dalam 3 paket pilihan investasi. Pertama, Paket Silver dengan investasi Rp 150 juta. Kedua, Paket Gold dengan investasi Rp 200 juta, dan ketiga Paket Diamond dengan investasi Rp 250 juta.

Perbedaan ketiga paket tersebut adalah bonus produk barang yang akan didapat. Untuk seluruh paket yang akan mendapatkan fasilitas berupa tempat usaha berlantai kayu dan CCTV System. Namun untuk Paket Gold dan Diamond akan mendapat tambahan produk seperti, produk-produk contractor suplier.

Dengan tambahan ini, maka mitra akan mendapat izin untuk bermain dalam proyek ataupun tender kelistrikan partai besar. "Perhitungan kami balik modal dalam 6 bu-lan, sebab tidak ada biaya royalti," katanya. Balik modal akan tercapai seperti asumsi jika omzet mencapai Rp 40 juta sebulan.

Namun, Konsultan wirausaha Khoerussalim Ikhsan pesimistis usaha penjualan produk elektrik menjadi bisnis yang bagus. Sebab, "Terbatas pada segmen tertentu," katanya. Menurutnya, bisnis ini mampu bertahan di kota besar tapi tidak di wilayah pedesa-an. Oleh -karena itu, ia berharap Toserba Elektrik mampu menghadirkan sesuatu yang unik. Sebab, "Produk mereka akan mudah didapat di pasar, sehingga usaha tersebut akan mudah ditiru," tandasnya

Toserba Elektrik, Jl. Walang Baru rv Blok A
No 6, Tugu Koja, Plumpang, Semper,
Jakarta Utara Tel085965810000

Sumber : Harian Kontan
Mona Tobing

Omzet Rp 300 Juta dari Rempeyek


>>>>>Omzet Rp 300 Juta dari Rempeyek

Jangan remehkan bisnis kecil. Bagi Kustinah (37), sumber pendapatan utamanya kini adalah dari bisnis yang dulunya merupakan usaha sampingan, yakni pembuatan rempeyek. Dari usaha rempeyek, ia meraup omzet Rp 300 juta per bulan. Pasarnya tak hanya di Yogyakarta, namun sudah merambah Jakarta dan Bekasi.

BISNIS rempeyek pada nyuh tahun lalu hanya menjadi usaha sampingan bagi Kustinah. Ia tidak menyangka, bisnis pembuatan camilan yang renyah itu bisa berkembang seperti sekarang. Dari bisnis ini, dia bisa mendapatkan omzet Rp 300 juta per bulan. Lumayan fantastis.

Di kampungnya, Desa Pelemadu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Kustinah memproduksi rempeyek bersama tetangga-tetangga-nya. Tak hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, dari bisnis ini, diajuga bisa membeli kendaraan motor dan mobil.

Kustinah dulunya hanya ibu rumah tangga biasa. Sedangkan suaminya bekerja sebagai penggali sumur. Lantaran, usaha suaminya pasang surut, dia mencari cara menambah penghasilan. Kustinah lalu bekerja sebagai penggoreng rempeyek di salah satu produsen rempeyek di kampungnya, Palema-du.

Setelah beberapa lama bekerja sebagai penggoreng rempeyek, Kustinah memulai bisnis rempeyek sendiri. Dari usaha coba-coba ini, kini Kustinah mampu menjual 5.000 bungkus rempeyek tiap hari dengan harga Rp 2.700 per bungkus. Setiap bungkus berisi sekitar delapan rempeyek.

Untuk memproduksi rempeyek-rempeyek itu, ia membutuhkan pasokan 550 kg kacang tanah dan 175 kg tepung beras. "Bahan baku saya dapat dari pasar Beringharjo," katanya. Selain rempeyek kacang tanah, diajuga membuat rempeyek kedelai hitam dan kedelai putih. Untuk rempeyek kedelai, harga sebungkus Rp 2.400. "Paling laris rempeyek kacang tanah," ujarnya.

Tak hanya menjual ke pasar sekitar Yogyakarta, Kustinah yang memberi merek rempeyeknya sesuai

nama suami, Santoso, juga mengirim rempeyeknya ke pasar tradisional di Temanggung, Jawa Tengah, dan Jakarta, dan Bekasi Pasar rempeyek di Temanggung paling besar. Tiap hari, dia bisa mengirim setidaknya 2.500 bungkus rempeyek ke agen yang datang dan membayar langsung. Sedangkan untuk pasar Jakarta, dia mengirim 1.000 bungkus rempeyek per hari atau 7.000 bungkus per minggu.

Jika dia menerima pembayaran langsung-dari agen di Temanggung, untuk pasar Jakarta dia menerima pembayaran saat barang sampai di tujuan. Karena harus menanggung biaya pengiriman, maka hargajual di Jakarta naik menjadi Rp 3.400 per bungkus.

Kustinah merupakan salah satu pengusaha rempeyek paling sukses di Desa Palemadu, Bantul. Dia memiliki 10 tungku pengo-rengan dengan 35 pekerja Tak hanya perempuan yang ;. bekerja di dapur, ia juga memperkerjakan kaum laki-laki untuk memasak rempe- yek. "Laki atau perempuan sama saja," katanya.

Untuk memastikan kualitas, Kustinah sampai saat ini masih terus terlibat dalam proses produksi. Selain membeli bahan baku, dia juga mengawasi penggorengan. Permintaan yang membludak, membuat jumlah jam kerja selama delapan jam sehari belum bisa memenuhi seluruh pesanan.

Karena itu, sejak tahun lalu -Kustinah mengalihkan sebagian produksi ke tetangga Agar produk yang dihasilkan sama, campuran daun bawang dan kacang tetap diracik sendiri oleh Kustinah.ri

Sumber : Harian Kontan
Dharmesta

INDAHNYA BERBISNIS SAMBIL BERDAKWAH


>>>>>>>INDAHNYA BERBISNIS SAMBIL BERDAKWAH

MENGERJAKAN bisnis sesuai hobby, sesuai pendidikan yang ditempuh dan sesuai panggilan hati merupakan impian semua insan di era globalisasi dan era informasi ini. Demikianlah yang dilakukan dan dicapai oleh Ustaz Dr. H. Masyhari, SE. MM -CEO Harfatour ini.

Pengusaha asal Demak ini sudah sukses menjalankan bisnis produk kesehatan dan property ketika mulai melirik usaha biro perjalanan. "Semuanya berdasarkan pengalaman pribadi yang tidak menyenangkan," katanya di kantornya di Jl. Asem Baris Raya No.4 -Jakarta Selatan.

Dikisahkannya, saat membawa berlibur sembilan anggota keluarganya ke Singapore, Malaysia dan Hong Kong. "Idenya spontan, pengin jalan bareng sama keluarga. Saya ini type familyman, saya bekerja demi keluarga. Saya senang membahagiakan keluarga," kata bapak lima anak ini.

Ternyata perjalanan spontan itu berakhir tak menyenangkan, tidak hanya bagi rombongannya, namun juga bagi dirinya sendiri. "Bekal uang untuk jalan-jalan mencukupi, bahkan untuk belanja-belanja sudah ada . Tapitak semua - bahkan sebagian besar yang kami inginkan tak terpenuhi. Jadinya selama wisata banyak keselnya dan senewennya," kenangnya.

"Pokok soalnya adalah unorganized. Tak terorganisasi, terkelola dan terencana dengan baik," aku pengusaha 49 tahun ini.

Pengalaman itu menya-darkannya akan peran biro perjalanan (travel biro) dalam membantu kegiatan wisata keluarganya. "Dengan jasa biro perjalanan, hal pokok-pokok, yang penting-penting sudah ada yang menangani. Saya dan keluarga tinggal menikmati acaranya saja. Atraksi-atraksi dan obyekwisata yang tersedia, sesuai lokasinya. Bujed juga jadi lebih ringan, efisien," jelasnya.

Seringnya ikut travel biro dalam berlibur, mengunjungi kota-kota indah di Nusantara dan kota-kota menarik di luar negeri, mencetuskan ide membangun usaha travel biro. Dan itulah yang dikelolanya sekarang.

"Saya mengembangkan bisnis tour dan travel ini untuk menyenangkan banyak orang - yang menurut saya bernilai ibadah. Ya, kan? Terutama untuk para familyman seperti saya. Orang-orang yang ingin membahagiakan keluarga," katanya.

Dengan filosofi dan spirit itu bisnis biro perjalannya berjalan lancar. Ia bisa promosi besar-besaran di media nasional, media kota, dan daerah dan mendapat untung, selain membuka lapangan kerja bagi sejumlah orang, yang sebagiannya menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

UMROH

Pengalamannya menjalankan usaha biroperjalanan wisata dikembangkan usaha Umroh dan Haji. "Dari pengalaman pribadi ikut umroh dan haji itu menyenangkan, selain selain karena ibadah. Nggak ada ceritanya orang kapok karena menjalani Umroh dan Haji. Yang ada malah ketagihan, pengin balik lagi, balik lagi," katanya.

Bisnis Umroh dan Haji pun berjalan lancar. "Menjalankan umrah dan haji jelas tak semata-mata berbisnis. Karena mengantarkan para Tamu Allah ke Rumah-Nya. Jelas itu ibadah. Sementar itu, tanpa bermaksud munafik dan menutup-menutupi ada profit juga di dalamnya," katanya.

MOSLEMTOUR

Kini pengusaha yang menempuh pendidikan S-3 di Universitas Borobudur ini gencar mempromosikan paket Moslem Tour - Mengajak wisatawan ke negeri-negeri yang memiliki artefak muslim, bersentuhan dengan sejarah keislaman, yang seharusnya diketahui kaum muslim.

"Itu menjadi panggilan jiwa saya dulu dan saya aplikasikan sekarang. Menjalankan ibadah sesuai panggilan jiwa," kata pebisnis yang juga dikenal sebagai ustadz dan biasa menjadi khatib Jumat di masjid-masjid dan perkantoran di kawsan Tebet, Jaksel ini.

Dari tangannya lahir paket China Moslem, Singapore Muslem, Malaysia Moslem, Korea Moselem, bahkan Australia Moslem, Amerika moslem dan Japan Moslem.

"Menjalankan bisnis sesuai pangilan hati itu menyenangkan. Kita tak merasa bekerja keras dan berkorban untuknya, karena kitamenjalankannya dengan senang," paparnya. "Menjalankan bisnis sesuai panggilan dakwah itu Indah!" tegasnya.

CHINA tak hanya sebuah negeri eksotis yang kaya akan tempat bersejarah, dan budaya adiluhung, tapi juga superpower baru, negeri industri kaliber dunia, yang memproduksi semua barang ekspor dengan harga murah. Selain itu, China memiliki pemandangan alam yang memukau, lokasi belanja kelas dunia, dan juga sajian makanan yang tak diragukan kelezatannya.

Bagi umat muslim, China memiliki lokasi yang bersejarah yang layak Anda kunjungi dan ziarahi. Harfatour punya paket Tour ke Negeri China dengan nama China Muslim Tour, yaitu liburan ke negeri China selama 5 hari 4 malam. Berikut, sekilastentang negeri China dan juga tempat-tempat yang di kunjungi dalam paket China Muslim tour bersama Harfatour.

Bersama Paket China Muslim Anda bisa mengunjungi shalat di mesjid-mesjid di China yang unik bangunannya, seperti Mesjid Madian, Mesjid Chanping, Mesjid Niujie.

Tentu saja, jangan lewatkan ibukota Beijing untuk menyaksikan kemajuan mutakhir di negeri Tirai Bambu ini. Di sinilah terletak Kota Terlarang atau Forbidden City yang terkenal sebagai ikon negeri China. Istana indah peninggalan dinasti Ming dan Qing di dalam kota nampak misterius sebagaimana digambarkan oleh sutradara kaliber dunia Bernardo Bertoluci dalam film Last Emperor pada tahun 1987 lalu. Tidak jauh dari situ, terdapat Tian An Men Square, lapangan terbesar di dunia yang juga menjadi lambang kota Beijing. Di sini terdapat tugu peringatan pahlawan rakyat dan MaoTzeTung.

Ada pula Musoleum yang dalamnya terdapat kuburan Ketua Mao yang legendaris itu. Masih menjadi satu rangkaian, terdapat Istana Musim Panas (Summer Palace) yang mengabadikan karya arsitektur berusia ribuan tahun. Atau Kuil Surga (Temple of Heaven) yang dulunya menjadi tempat kaisarmelaksanakan upacara keagamaan.

Di Beijing jangan lewatkan, asyiknya menyusuri Ming Tombs, kompleks kuburan kaisar Dinasti Ming. Jangan lupakan berpose di Tembok Besar {The Great Wall of China) yang telah dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia.

Tentu saja, Anda harus menikmati lezatnya Bebek Panggang Peking (Peking Roast DusK) makanan khas yang sudah kesohor di seantero dunia ini mencicipi kulit serta daging bebek yang lembut yang dibalut saus manis dan dibungkus sejenis kulitlumpia, rasakan kelezatannya.

Kunjungi Olympic Nest Stadium bangunan baru yang memukau yang dipakai pada Olimpiade lalu, serta ke pabrik pembuatan sutera. Saksikan juga Acrobatic Show. Mengujungi pusat obat-obat j China Baoshutang. belanja; di Xiushui Market. Serta tidak lupa mengunjungi Wangfujing untuk belanja J oleh-oleh bagi kerabat dan teman di Tanah Air.

Merupakan pengalaman yang tidak terlupakan melakukan perjalanan tour ke Negeri China. Silakan hubungi Harfatour segera.


Permintaan Bibit Melonjak Harga pun Menjulang



>>>>Permintaan Bibit Melonjak Harga pun Menjulang

Karena keunggulannya, bibit dan )uah jambu mutiara banyak dicari. Permintaan yang mencapai dua kali lipat membuat harga bibit dan buah jambu ini melonjak mencapai Rp 25.000 per kg. Tingginya permintaan juga membuat para pembudidaya agak kesusahan menyediakan bibitnya.

JAMBU mutiara banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki beragam keunggulan. Padahal, sebelumnya jambu hasil persilangan antara bibit asal Taiwan dan jambu lokal ini hanya dikonsumsi oleh petani sendiri.

"Para petard buah tidak langsung menjualnya ke pasar, masih banyak dikonsumsi untuk kalangan sendiri saja," papar Abdullah Machfud, pemilik dari Celebrity Nursery di Surabaya.

Walau berasa] dari bibit asal Taiwan, hasil persilangan petani di Karawang,. Jawa Barat mampu menghasilkan buah yang lebih manis dan renyah dibanding dari negara aslinya.

Promosi dari mulut ke mulut dan media massa telah mengubah tren jambu . byi mutiara yang tadinya hanya untuk kalangan sendiri ke pasar umum.Selain rasanya, jumlah biji yang sedikit dan tebal dagingnya membuat jambu ini disukai pasar. Ketertarikan masyarakat semakin besar, sebab pohon jambu mutiara gampang dibudida-yakan. Permintaan akan bibit jambu mutiara pun meningkat Bahkan kenaikannya mencapai dua kali lipat

Abdullah mengatakan, jambu mutiara memang tengah booming. Tapi iatidak yakin jambu mutiara mampu merebut pasar buah, khususnya jambu. Sebab, harga jambu mutiara lebih mahal dibandingkan dengan harga jenis jambu lain. Satu kilogram, jambu mutiara dijual dengan harga Rp 25.000.

"Pasarnya tetap ada tapi untuk menjadi besar agak susah," ujar Nugroho, pemilik usaha pembibitan tanaman buah Lembah Pinus di Bintaro. Setiap minggu, Nugroho mampu melayani pesanan pohon bibit jambu mutiara hingga 50 pohon bibit. Pesanannya datang dari Surabaya, Sumatra dan Bandung.

Menurut Abdullah dan Nugroho, menjual bibitpohon jambu mutiara lebih menguntungkan jika dibanding menjual buahnya. Walau begitu, Abdullah tetap menjual bibit jambu sekaligus menjual buah jambu mutiara Saat ini Abdullah memiliki sekitar 50 pohon jambu mutiara. Dari setiap pohon itu, ia bisa memanen sekitar 3 kg jambu.

Dengan semakin banyaknya permintaan, harga bibit dan buah jambu mutiara pun menjadi tinggi. Nugroho menjual bibit jambu mutiara dengan seharga Rp 60.000 sampai Rp 80.000 per bibit.

Harga yang mahal, menurut Nugroho dan Abdullah, dikarenakan bibit pohon jambu mutiara masih tergolong langka.

Nugroho dan Abdullah mengatakan, saat inimereka kesusahanuntuk memenuhi permintaan akan bibit buah jambu mutiara. Karena tidak bisa dipenuhi sendiri, Abdullah harus memesan bjji jambu mutiara ke petard di Karawang. "Selain melayani permintaan bibit jambu mutiara- Saya juga menerima untuk cangkokan," papar Abdullah.

Selain bibit jadi, pohon cangkokan jambu mutiara mulai dilirik. "Sudah banyak yang pesan untuk ukuran 75 cm sampai 1 meter," kata Abdullah. Abdullah menjual bibit dan cangkokan jambu mutiara dengan harga Rp 60.000 hingga Rp 90.000. per bibit

Harga tergantung pada kualitas dan tinggi pohon. Untuk ukuran paling pendek tingginya 40-50 cm sedangkan untuk ukuran sedang 50-70 cm dan ukuran tertinggi lebih dari 75 cm. Harga yang mahal juga karena Abdullah menggunakan benih berkualitas.

Untuk mendapatkan bibit berkualitas itu, dia harus memastikan pohon indukan sudah cukup tua. Dengan bibit yang berkualitas tinggi, Abdullah menjamin hasil buahnya akan bagus, menyerupai buah pir. "Dagingnya tidak terlalu keras dengan ukuran lebih besar. Rasanya juga manis dan renyah," kata Abdullah.

Sumber : Harian Kontan
Mona Tobing

Tak Hanya Jual Kayu Valet batangan


>>>>>Tak Hanya Jual Kayu Valet batangan


Pedagang kayu bekas peti kemas di Lenteng Agung datang dari berbagai latar belakang. Mereka menempati lokasi usaha tidak secara gratis. Rata-rata pedagang harus membayar sebesar Rp 12,5 juta untuk sewa lapaknya. Tak hanya menjual kayu batangan, mereka juga menjual furnitur, seperti meja dan kursi.

PEDAGANG kayu palet atau jati belanda di Lenteng Agung, Jakarta memiliki latar belakang berbeda-beda. Bahkan, beberapa dari mereka dulunya berprofesi sebagai supir atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri Banyak juga darimereka yang melakoni usaha turun temurun, menggantikan saudara atau mengembangkan usaha orang tua.

Arham, salah seorang penjual kayu palet memulai usaha sejak 10 tahun lalu. Tak hanya sebagai tempat usaha, diajuga merombak tempat jualannya sebagai rumah hunian. "Saya sudah memboyong keluarga ke sini," katanya.

Walaupun luas lapak sangat sempit sekitar 6 m x 6 m, rata-rata pedagang di sana juga memanfaatkan lapaknya sebagai tempat hunian keluarga. Ruangan menjadi tambah sempit sebab sebagian tempat digunakan sebagai tempat penyimpanan kayu. Rata-rata tiap pedagang memiliki stok kayu palet sebanyak 3.000 batang dengan aneka ragam ukuran.

"Saya memulai usaha di sini dengan modal menjual tanah," kata Mudafir.
Mudafir yang saat ini berusia 30 tahun, dulunya adalah pedagang kaki lima. Ia memulai usaha penjualan kayu palet di Lenteng Agung pada tahun 2010 lalu. Selain pernah menjadi pedagangkaki lima, Mudafir juga pernah bekerja sebagai pedagang besi bekas.

Untuk bisa membuka usaha di sentra ini, rata-rata pedagang harus membayar Rp 12,5 juta Harga yang cukup tinggi untuk lokasi yang sempit dan berada persis di samping rel kereta api listrik (KRL).

Pedagang kayu jati belanda di Sentra Kayu Palet Lenteng Agung biasanya membuka lapak setiap hari dari pukul 7 pagi sampai 7 malam. Walaupun yang menutup kemungkinan ada pedagang yang membuka lapaknya lebih lama. "Kalau lagi ada banyak pesanan saya biasa lembur," kata Mudafir,

Kayu palet jati belanda adalah komoditas utama yang dijual di sentra ini. Kayu ini memiliki istilah lain yakni kiefer, oak atau pine. Di Indonesia jenis kayu jati belanda ini juga akrab disebut dengan kayu bekas peti kemas.

Jenis kayu ini banyak diminati sebagai balian baku pembuatan furnitur karena harganya relatif lebih murah jika dibandingkan denganjenis kayu yang lain. Kayu ini murah karena berasal dari bekas peti kemasan barang impor. Meski begitu, kayu jati-belanda bekas peti kemas memiliki kualitas yang cukup baik. Selain tingkat kekering-annya tinggi, kayu bekas peti kemas memiliki bobot yang ringan dan lebih tahan terhadap serbuan rayap.

Mudafir mengatakan, selain menjual kayu batangan, ia juga menjual aneka furnitur seperti meja, kursi, bufet, serta meja komputer yang terbuat dari kayu bekas peti kemas ini.

"Banyak pelanggan datang dari rumah yatim piatu," kaya Mat Tlpar, pedagang kayu palet sambil mengamplas meja belajar. Dalam sehari, Mat Tipar mampu merampungkan 15 meja keciL

Ia menawarkan meja ukuran 45 cm x 70 cm x 30 cm dengan harga Rp 100.000 per unit Harga ini untuk meja yang sudah di pernis. Sedangkan harga meja yang belum di pemis lebih murah, yakni sekitar Rp 80.000 perunit

Sumber: Harian Kontan
Handoyo

Peluang UKM Besar


>>>>>>Peluang UKM Besar

Pemulihan bencana gempa yang diikuti tsunami di Jepang membutuhkan waktu panjang. Pelaku usaha kecil dan menengah perKi melihat kondisi pemulihan tersebut merupakan peluang besar, meskipun selama ini Jepang sangat ketat dalam standardisasi masuknya produk impor.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hassan di Jakarta, Minggu (27/§), mengatakan, "Kita tidak boleh hanya melihat kehilangan peluang atas terhambatnya pasokan pfo1-duk Jepang, seperti produk kom1-ponen, tetapi pelaku UKM haras melihat fenomena antrean warga Jepang untuk memperoleh bahkn makanan merupakan pelurirlg masuknya produk UKM."

Menurut Syarifuddin, K?-kungan perbankan sangat diharapkan mendorong peningkatan usaha bagi UKM yang saat nii mencapai 52,76 juta unit Pasar ekspor dapat didorong kalau UKM memang mempunyai aks kapasitas kemampuan ekspW. Apabila belum mampu, pasar do|-mestik tetap memberikan andil besar yang menjadi peluang bagi UKM.

"Kredit usaha rakyat (KUR) dari perbankan tetap menjadi program pemerintah yang diandalkan untuk bisa mendukung UMKM," kata Syarifuddin Hasan. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah per 21 Maret 2011, realisasi KUR mencapai Rp 5,223 triliun dengan jumlah debitor 406.240 nasabah. Secara rinci, BNI Rp 463,1 miliar, BRI Rp 3,47 triliun, Bank Mandiri Rp 300,9 miliar, BTN Rp 52,3 miliar, Bank Bukopin Rp 74,4 miliar, Bank Syariah Mandiri Rp 101,9 miliar, dan 13 bank pembangunan daerah (BPD) sebesar Rp 760,1 miliar. Secara kumulatif, kucuran KUR sejak tahun 2007 hingga Maret 2011 telah mencapai Rp 39,64 triliun dengan jumlah debitor 4,21 juta nasabah.

Menteri Perindustrian Moh S Hidayat, secara terpisah, mengatakan, secara umum industri kddi dan menengah (IKM) sampai saat ini masih mengalami kekurangan modal. (OSA)

Sumber : Kompas

Mengembangkan Industri Kreatif Berbasis Budaya Bangsa


>>>>>Mengembangkan Industri Kreatif Berbasis Budaya Bangsa

Industri kreatif - sebagai industri yang berbasis pemanfaatan kreativitas, keterampilan, daya kreasi, serta bakat individu dipastikan menjadi sektor usaha po-tensial yang akan terus berkelanjutan. Pasalnya, sektor industri ini mengandalkan energi dan kekayaan intelektual manusia yang tidak akan pernah habis dan senantiasaterbarukan.

Pengembangan industri kreatif, khususnya yang berbasis karya budaya bangsa, semes tinyamenjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, swasta, masyarakat, maupun pelaku industri kreatif itu sendiri.

Sebagai instansi keuangan yang mendukung prinsip bisnis berkelanjutan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memberi perhatian khusus terhadap perkembangan sektor industri kreatif. BNI meyakini industri kreatif akan memacu tumbuhnya nilai-nilai ekonomi baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kampoeng BNI merupakan bagian dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
(PKBL) BNI yang dirintis se j ak 2007. Sejak tahun lalu, kata Gatot, pelaksanaan Program Kemitraan BNI. difokuskan kepada pembentukan Kampoeng BNI di bidang industri kreatif.

Talenta, ketekunan, daya kreasi dan inovasi sangat penting dalam pengembangan industri kreatif tenun songket ini. Tanpa meninggalkan ciri khas tenun tradisional, para pera j in harus mengikuti selera pasar yang terus berkembang. Sebab itu, BNI menggandeng Cita Tenun Indonesia (CTI) sebagai pemberi pelatihan dan pemerintah daerah sebagai fasilitator pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan survei CTI sejak 2009, pada dasarnya pe-nenun kain songket di Desa Muara Penimbung sudahterampil dalam pembuatan kain. Namun, terdapat beberapa kekurangan seperti kurang rapi, warna kain yang luntur, dan metode pewarnaan yang kurang tepat. Karenanya, sejak 2009 CTI telah memberikan sekurangnya empa kali pelatihan bagi perajin tenun dengan tujuan meningkatkan mutu agar tercipta produk yang lebih baik, lebih rapi, dengan desain variatif dan warna tidak luntur.

Sejauh ini para perajin tenun Desa Muara Penimbung telah mengkreasikan tenun songket menjadi pakaian, sajadah, dan hiasan interior seperti sarung bantal, hiasan dinding, dan tempat majalah. Corak dan motifnya pun sudah bervariasi.inda ini"

Sumber : Harian Seputar Indoneisa

Capacity Building Tingkatkan Produktivitas UMKM


>>>>>Capacity Building Tingkatkan Produktivitas UMKM

Kesuksesan suatu usaha tak hanya ditentukan oleh tekad dan permodalan yang kuat Program pengembangan kapasitas (capacity building) penting dijalankan guna meningkatkan kecakapan usaha dan mengoptimalkan produktivitas.

Capacity building didefinisikan sebagai pembangunan kemampuan atau kecakapan manusia melalui proses pembelajaran, yakni pendidikan, pengajaran, dan pelatihan. Dalam sepuluh tahun terakhir, konsep capacity building diadopsi oleh institusi pemerintah dan swasta untuk mengatasi berbagai masalah sosial, ekonomi dan lingkungan. Dari segi ekonomi, muaranya adalah pemahaman, keterampilan serta kecakapan individu atau kelompok yang memungkinkan untuk bekerja lebih efektif dan produktif.

Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan, program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BNI tak hanya menyalurkan dana berupa kredit kemitraan bagi pengusaha kecil, melainkan juga membekali mereka dengan program capacity building. Program tersebut berupa kegiatan pembinaan, pelatihan, pendidikan atau pemagangan yang menyangkut peningkatan produktivitas mitra binaan.

"Capacity building penting dilakukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, sehingga produktivitas mitra binaan meningkat. Selain itu sebagai daya ungkit. penggerak dan motivasi mitra binaan untuk meningkatkan produktivitas dan kemampuan bersaing," tegasnya.

Sejak 2009, BNI telah menggelar program capacity building bagi sekitar 3.000 mitra binaan di seluruh Indonesia. Menurut Gatot, dana untuk program pengembangan kapasitas ini dialokasikan dari anggaran program kemitraan sebagai beban pembinaan yang bersifat hibah dan besarnya maksimal 20% dari dana program kp pada tahun berjalan.

"Program kemitraan kami gulirkan dengan tujuan meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba perusahaan," paparnya.

Secara umum, ungkap Gatot, para mitra binaan yang diikutkan dalam program capacity bui Wing BNI akan dibekali berbagai kegiatan yang meliputi materi khusus dan umum. Materi khusus dimaksud adalah materi-materi yang dibutuhkan dan terkait dengan produk yang dihasilkan oleh mitra binaan. Sebagai contoh, materi pembuatan motif kain songket yang diberikan bagi mitra binaan yang memproduksi songke t.Sedangkan materi umum adalah materi-materi pendukung produktivitas mitra binaan seperti pembukuan, pemasaran, dan motivasi.

Gatot memaparkan beberapa Kampoeng BNI yang telah mendapatkan capacity building Ani BNI Di antaranya pada 4-6 Mei 2010,100 mitra binaan Kampoeng BNI Jagung di Desa Mekar Jaya, Ciamis, mendapatkan pelatihan seperti menanam jagung, pemasaran, pembukuan, dan motivasi. Demikian halnya dengan 100 mitra binaan di Kawasan Bunga Rawa Belong yang mendapat pelatihan serupa pada 1-2 November 2010.

Belum lama ini, Kampoeng BNI Pemberdayaan Wanita di Cisarua Bogor juga mendapat pelatihan tentang pemasaran, pembukuan, dan motivasi, yang diikuti 100 peserta.Tak kalah beruntung adalah para ibu dan remaja wanita penenun kain songket di Kampoeng BM Tenun Sumsel yang sejak 2009 telah empat kali mendapat pelatihan. CTI bersama BNI selaku penyandang dana menggagas pelatihan bagi para pengrajin tenun dengan maksud meningkatkan kualitas kain tradisional karya mereka. Pelatihan terakhir yang digelar 23-24 Februari 2011 bahkan dihadiri oleh Ketua CTL Okke Hatta Rajasa, yang juga istri Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

Bertempat di Galeri Kampoeng BNITenun Sumsel desa Muara Penimbung, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Eir, sebanyak 100 penenun berkesempatan mengikuti pelatihan yang meliputi pembuatan motif, pewarnaan, pengembangan modifikasi songket (misalnya menjadi sajadah dan sarung bantal), pemasaran, dan evaluasi.

Rata-rata perajin tenun di Indralaya melakukan kegiatan menenun di rumah-rumah dengan menggunakan gedogan untuk menghasilkan tenun songket. Berdasarkan pemantauan, rata-rata penenun sudah terampil dalam pembuatan kain. Hanya saja memang perlu arahan lebih lanjut untuk pengembangan desain, mencakup komposisi motif, warna, penyelesaian akhir dan pengembangan untuk tujuan lainnya.(inda/info)

Sumber : Harian Seputar Indonesia

Kewirausahaan Harus Sentuh Pasar Modal


>>>>>Kewirausahaan Harus Sentuh Pasar Modal


Materi kegiatan pasar modal belum dimasukkan pada mata kuliah kewirausahaan di perguruan tinggi. Padahal, aktivitas lantai bursa dapat membantu mahasiswa dalam menambah alternatif pengembangan usaha di masa depan.

"Banyak mahasiswa yang belum menge-nal pengetahuan tentang bursa saham, padahal prospeknya cukup baik," ungkap Rektor Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) Rully Indrawan di Kampus Ikopin, Jatinangor, Kab. Sumedang, Sabtu (26/3).

Rully menambahkan, perlu ada variasi pengembangan usaha di samping metodepembiayaan yang sudah sering diterapkan, seperti kredit usaha rakyat atau pembiayaan UKM lainnya. Dengan adanya variasi investasi di bursa saham, diharapkan mampu menjadi solusi masalah bisnis yang selama ini dialami pelaku UKM.

Selama ini, masalah pembiayaan dan kecukupan informasi usaha kecil dan menengah masih menjadi kendala dalam berbisnis. Termasuk bagi mahasiswa yang akhir-akhir ini diproyeksikan mampu berwirausaha setelah menyelesaikan studinya. "Tetapi, kegiatan pasar modal ini juga harus dipenuhi pendidikan SDM yang baik," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ikopin secara resmi membuka laboratorium bursa saham di lingkungan kampus. Adapun bangunan dan fasilitas tambahan mendapat bantuan dana dari Pemprov Jabar. Sementara itu, materi pembelajaran seperti perangkat lunak dan tenaga pendidik bekerja sama dengan PT Kresna Securities, perusahaan yang bergerak di bidang perantara perdagangan efek dan manajer investasi. "Pendidikan pasar modal ini tidak disediakan bagi mahasiswa, tetapi juga untuk umum," kata Rully.

Sementara itu, Dirut PT Kresna Securities Michael Steven mengatakan, banyak kesamaan sistem dari koperasi dengan pasar modal. Meski begitu, harus ada pendidikan bagi SDM untuk mendalami pengetahuan sistem pengelolaan dana khusus di bidang bursa saham. (A-196) "

Sumber : Pikiran Rakyat

Pola Kemitraan Lele yang Menguntungkan



>>>Pola Kemitraan Lele yang Menguntungkan

Setiap usaha yang dibangun butuh perjuangan. Dan membangun usaha itu harus memiliki nafas panjang, semangat terus menyala, kreatif dan inovatif, menjadi syarat seorang wirausaha meraih kesuksesan.Contohnya Fauzan HangriaWan, yang bisa menjadi gambaran petani masa depan yang sukses. Dia muda, suka kerja keras, ber pendidikan tinggi, dan memiliki jiwa wirausaha.

Lelaki ini, demi meraih cita-citanya menjadi seorang pengusaha, tak segan-segan belajar kepada ahlinya. Ketika ia membangun usaha budidaya lele, ia belajar langsung dari petani lele, Nasrudin. Petani lele asal Gadog, Bogor itu, sudah terkenal berhasil membiakkan lele sangkuriang sejak tahun 2001.

Fauzan beruntung, karena Nasrudin dikenal sebagai guru yang baik hati dan tidak pelit membagi ilmunya ke orang lain. Karakter Nasrudin itu pun menjadi panutan bagi Fauzan, sehingga ia sangat menghormatinya.

Usaha budidaya lele sangkuriang itu memang baru dibangunnya dalam dua tahun ini. Tapi dalam tempo itu, usaha yang dibangun bersama dua temannya itu teiah berkembang biak. Di tahun 2009, ia hanya memiliki delapan kolam lele. Saat ini, kolamnya sudah berlipat-lipat banyaknya. Ia telah memiliki 35 kolam lele pembenihan dan 65 kolam pembesaran lele.

Apalagi kebutuhan pasar lele di Jakarta sangat besar sekitar 80 ton per hari. Saat ini, kebutuhan lele baru terpenuhi 40 ton per hari. Sehingga, peluang untuk mengembangkan usaha lele masih terbuka luas. "Itulah salah satu alasan kenapa saya memilih usaha lele sangkuriang," ujar Fauzan yang mendapatkan tanah dan modal dari temannya.

Prospek pasar lele cukup cerah, karena masih terdapat celah yang besar antara pasokan dan permintaan pasar. Tidak aneh, kata Fauzan, pengusaha lele sangkuriang kian banyak.Fauzan mengatakan, sebagian pengusaha lele merupakan alumni pelatihan yang diadakan oleh Nasrudin. Mereka kemudian membentuk jaringan usaha agar bisa memasok kebutuhan pasar setiap hari.

Selain itu, mereka juga mengembangkan pola kemitraan dengan masyarakat sekitar agar kehadiran usaha lele sangkuriang itu dirasakan manfaatnya oleh orang banyak."Pak Nasrudin memang menekankan pentingnya mengembangkan usaha yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Jaringan usaha itu efektif karena bisa mengatasi kendali produksi yang dihadapi. Pasalnya, panen lele sangkuriang baru dapat dilakukan dalam waktu 50 hari sampai 60 hari. "Saya juga mengatur kerja kelompok agar 20 petani yang bermitra dengan saya bisa memasok lele setiap hari. Pedagang pecel lele kaki lima maunya kami memasok setiap hari," ujar Fauzan, he

Sumber : Bisnis Indonesia

Bisnis Sulam, Deposito Akhirat


>>>>>Bisnis Sulam, Deposito Akhirat

Bunga itu indah. Tidak berlebihan bila Endang Rachminingsih (60) selalu menonjolkan motif bunga dalam karyanya. Kecintaan terhadap bunga dan seni sulam membawanya ke bisnis kreatif.

DI beranda belakang rumah Itu tampak empat orang ibu-ibu setengah baya asyik menyulam. Mereka begitu tekun melakukan pekerjaannya, apalagi suasana rumah begitu tenang dan sejuk. Disekelilingnya tumbuh aneka tanaman, bunga hingga pohon besar seperti pohon mangga. Rumah kebun itu sangat asri. "Menyulam itu banyak manfaatnya. Selain untuk usaha, kegiatan menyulam bisa untuk terapi melatih kesabaran. Bila kita terus berlatih, hasil sulamannya bisa makin rapih dan halus. Nilai jualnya juga bisa makin tinggi," ujar Endang Rachminingsih, pemilik rumah sulam Rachmy kepada Warta Kota di kediamannya Kompleks DPR III C/36. Meruya Selatan, Jakarta Barat, belum lama ini.

Rumah sulam Rachmy yang dikembangkan sejak tahun 2005 Itu berangkat dari hobi dan kecintaan Mlmln Amir, panggilan akrab Endang Rachminingsih. terhadap seni sulam. Pekan lalu, rumah sulam Rachmy menampilkan aneka tas wanita yang cantik dalam pameran Gelar Karya PKBL BUMN 2011 di Jakarta Convention Center (JCC). Dia tampil di stan Bank Mandiri.

Selain membuat tas-tas, Mlmln Juga membuat pemak-pemlk rumah tangga seperti tempat telepon seluler, tutup galon, hiasan dinding hingga sarung bantal. Produk-produk itu dijual dalam kisaran harga Rp 35.000 hingga Rp 1.5 juta/buah. Semua produk itu dibuat secara hand made alias buatan tangan.

Dikatakan, semua teknik menyulam dan pola dari produk-produk rumahsulam Rachmy sudah dituangkan dalam buku-buku karyanya. Masyarakat, kata Mlmln. bisa mempelajari sekaligus mempraktikkan seni sulam yang indah Itu lewat lima buku karyanya. "Kalau mau, pembaca tinggal menlru saja," ujar perempuan kelahiran Jonggol. Bogor Itu.

Mimln mengatakan, dia ingin mengembangkan seni sulam yang sudah ditinggalkan masyarakat "Zaman nenek dan ibu saya, seni sulam begitu populer. Kini Jarang ibu-ibu yang mengajarkan anaknya menyulam. Padahal, di negara lain, seperti. Thailand dan Jepang, seni sulam berkembang pesat," kata Mlmin.

Eksklusif

Mimln mengaku dirinya tidak punya latar belakang sebagai wirausaha. Sebab, orangtuanya bukan pengusaha. Ide usaha membuat rumah sulam Rachmy muncul setelah suaminya meninggal tahun 2004. Awalnya, dia belajar sulam secara otodidak untuk mengisi waktu luang.

"Sebelumnya saya hanya Ibu rumahtangga, mengurus suami, dan anak- anak. Ikut suami dinas ke berbagai tempat terakhir sebelum pensiun tahun 2003, suami saya ditugaskan di Singapura." ujar Mimin Amir. Nama Amir adalah nama suaminya.

Mlmin termasuk orang yang cepat belajar. Bahkan saat masih belajar pun dia sudah membagikan ilmunya kepada anak-anak SLB. Mungkin itu disebabkan karena sejak kecil dia sangat suka dengan kerajinan tangan. Selain itu, dia memiliki banyak buku-buku referensi tentang seni sulam dari luar negeri.

Menurut dia. seni sulam mudah dikuasai, asalkan kita punya kemauan dan waktu untuk mengerjakannya. "Makanya saya suka mengajarkan seni sulam ini kepada siapa saja yang berminat. Mulai dari anak-anak di SLB Meruya sampai ibu-ibu di gereja dan masjid. Saya ingin mencari deposito untuk akhirat," ujar nenek enam orang cucu ini.

Dengan ketekunan dan kreativitasnya, usaha rumah sulam Rachmy berkembang dengan cepat. Aneka produksulaman tangannya mendapat tanggapan positif dari pasar. Tapi, semuanya berawal dari teman- temannya. Promosi dari mulut ke mulut cukup efektif mengangkat namanya. Apalagi setelah dia mengikuti pameran-pameran. Produknya juga sempat masuk ke gerai Martha Tilaar, Danar Hadi, dan toko cinderamata di Istana Negara.

Namun setelah tiga tahun menggeluti bisnis sulam Ini, Mimin berpikir ulang tentang usahanya. Dia mengubah strateginya. Sebab, di masa tuanya dia ingin lebih banyak menikmati waktunya bersama keluarga dan cucunya. Dia Juga ingin lebih banyak mengajar. "Kini, saya fokus jualan di rumah dan toko cinderamata Istana Negara dan pameran-pameran tertentu," ujar Mlmin.

Dan, ternyata keputusan itu makin membuat hidup Mimln berkualitas. Sebab, dia tak menyangka bisa menulis lima buku tentang seni sulam. Itu artinya, dia bisa lebih banyak menyebarkan ilmu kepada masyarakat, (bes)

Sumber : Warta Kota

Manis Legitnya BINGKA


>>>>>>>Manis Legitnya BINGKA


Penganan berbahan utamatelur ini awalnya disajikanuntuk keluarga kerajaan.erkunjung ke Pulau Batam, oleh-oleh apa yang bisa pelancong bawa pulang? Kebanyakan orang tak mampu menjawab dengan segera pertanyaan tersebut. "Biasanya, saya beli penganan ringan kemasan buatan negeri jiran," tutur Indriana Sari yang dua tahun terakhir sering dinas ke Batam. Indriana sebetulnya tak pula sreg dengan pilihan buah tangan untuk teman kantor di Jakarta itu. Tetapi, ia belum menemukan penganan khas Batam. "Ada juga yang menyarankan membeli cake pisang namun sepertinya masih terlalu umum," komentarnya.

Bagaimana dengan bingka? Indriana mengernyitkan dahi. "Saya pernah mendengarnya tetapi belum pernah membeli ataupun mencicipi rasanya," ujar perempuan yang bekerja di perusahaan Korea ini.Sebaliknya, Artika Sari Devi cukup familiar dengan rasa bingka. Artis kelahiran Bangka ini menyukai bingka. "Manis dan legit," komentarnya.

Melayu

Bingka sebetulnya memang bukan makanan khas Batam. Masyarakat Sumatra dan Malaysia pada umumnya akrab dengan manis legitnya bingka. "Mereka menyebutnya, bingke," kata Niwen, pemilik usaha bingka Naya-dam.

Niwen yang terlahir di Batam dan besar di kawasan Belakang Padang sejak kecil sering menyaksikan neneknya membuat bingka. "Sepeninggal beliau, tak ada lagi bingka di loyang-loyang bingka lama tak termanfaatkan," kenang dia.

Menengok jauh ke belakang, bingka aslinya termasuk penganan bangsawan. Kue basah bertekstur lembut ini biasanya disajikan untuk keluarga kerajaan. "Saat momen istimewa seperti resepsi, bingka pasti terhadang," tutur Niwen.

Bagaimana posisi bingka sekarang? Wulung Damardoto melihat prakarsa Niwen membuat bingka menjadi bagian dari Batam sebagai langkah maju bagi pengembangan budaya setempat. "Kini, bingka bisa dibilang sebagai salah satu budaya kuliner Batam yang diterima secara luas," urai pengamat kuliner yang menjelajahi Pulau Batam dalam acara Indonesia Exploride, Ahad (13/3) silam.

Mirip bolu kemojo

Wulung menilai kekhasan suatu daerah bisa bertambah ataupun berkurang seiring waktu. Seperti bingka yang menawarkan ide segar bagi kekayaan khasanah budaya Batam. "Meskipun demikian, saya perhatikan baik cita rasa maupun bentuk loyang cetakannya masih sama persis dengan bolu kemojo Malaysia."

Bolu kemojo dan bingka aslinya sama-sama berwarna hijau pandan dan berbentuk mahkota bunga bersegi delapan. Namun, tekstur bolu kemojo lebih padat dan dibiarkan tidak mengembang. Sedangkan bingka lebih lembut dan basah, tak ubahnya kue lumpur. "Pasti agak mirip karena faktor kesamaan rumpun," ucap Wulung.

Niwen merupakan orang yang memopulerkan bingka di Batam. Awalnya, ia hanya menerima pesanan untuk kolega kantor suami dan di hari istimewa, seperti Lebaran. "Belakangan ini, bingka menjadi jajanan sehari-hari dan sering pula disajikan untuk arisan, syukuran, dan tentunya oleh-oleh," ujar PNS yang sejak 2009 bersama sang suami mulai mempromosikan bingka sebagai oleh-oleh khas Melayu Batam.

Tanpa pengawet

Bingka bukan kue yang sulit untuk dibuat. Bahan-bahannya mudah didapatkan. "Yang dibutuhkan hanya tepung terigu, telur,santan, dan gula pasir," papar Niwen yang outletnya terletak di Ruko Puri Legenda, Batam Centre.

Bingka tidak menggunakan ba-han pengawet buatan. Gula pasir sebagai pemanis rasa juga beraksi sebagai pengawet bingka. Itu sebabnya paling lama kue tradisional ini hanya bisa tiga tahan hari di suhu ruang. Sedangkan di lemari pendingin, bingka tetap segar selama sepekan. "Kalau sudah berlendir atau bergetah, jangan dikonsumsi," Niwen mengingatkan.

Kue ini tidak menggu- . nakan banyak tepung terigu. Tepungnya hanya seperdelapan dari komposisi bahan utamanya yakni telur. "Sepertinya persentase bahan inilah yang membedakannya dengan bolu kemojo," ungkap ibu dari Naya dan Adam ini.

Ingin mencoba membuatnya di rumah? Niwen mengatakan bingka mudah sekali dibuat. "Bahkan pemula pun bisa," celetuknya.Pertama, kocoklah telur dengan gula. Tak perlu mixer berkecepatan tinggi untuk mengaduknya. "Yang penting sampai larut gulanya," Niwen memandu.

Kedua, masukkan santan. Terakhir, lengkapi adonan dengan sedikit tepung terigu. "Tidak perlu dikocok sampai mengembang seperti akan membuat cake," kata Niwen.

Setelah itu, bakar adonan di loyang berbentuk bunga, bersegi delapan. Kenapa bentuknya bunga? "Sepertinya inilah bentuk kue khas melayu," ucap Niwen.

Variasi rasa

Bingka masa kini ada banyak variasi rasanya. Selain rasa cokelat atau black forest, ada bingka pandan keju dan bingka yang ditaburi kacang wijen. "Lantas, ada bingka rasarosella, moccachino, jagung manis, dan buah naga," kata Niwen yang bersama suaminya, Rosnendya Wisnu, mendapat penghargaan sebagai .UKM Kreatif dari Pemprov dan Kadin Kepri.

Selain itu, Niwen juga sukses membuat bingka rasa stroberi dan kiwi. Kedua bingka ini dikreasikan menyusul mudahnya mendapatkan pasokan stroberi dan kiwi di Batam. "Kami pakai sari buah aslinya, bukan pasta stroberi atau kiwi."

Lalu, jika ada peminatnya, Niwen juga dapat membuatkan bingka rasa durian. Sistem pesanan ini diberlakukannya mengingat durian termasuk buah musiman. "Kalau ada yang pesan, kami coba carikan," tandasnya.. ed nina chairani

Sumber : Republika 


Tingkatkan Kinerja Bisnis dengan BPM


>>>>Tingkatkan Kinerja Bisnis dengan BPM

Manfaat penting dengan memahami keseluruhan proses adalah mempermudah perbaikan

Business Process Mapping (BPM) atau Pemetaan Proses Bisnis merupakan rincian dari setiap langkah bisnis dari awal sampai akhir. Sejak diperkenalkan pada 1921, BPM telah berkembang menjadi sebuah fenomena yang bisa membantu setiap organisasi untuk mencapai tujuan bisnis seperti regulatory compliance (patuh terhadap peraturan yang berlaku), processre-engineering, simulasi dan analisis terhadap semua aktivitas bisnis.

Idealnya setiap proses dalam suatu organisasi harus dipetakan untuk memberi hasil yang lebih baik dan menjaga kebersamaan sebuah tim. Pada dasarnya ada tiga jenis proses bisnis yang harus dipetakan agar kita dapat memahami dengan jelas seluruh proses bisnis, yai-tu Management Process (proses yang mencakup sistem operasional seperti corporate governance dan strategic manageme"), Operational Process (proses yang berhubungan dengan core business seperti purchasing, manufacturing, marketing dan sales) dan Supporting Process (proses yang mendukung proses inti seperti akunting, rekrutmen pegawai dan teknologi informasi).

Mengapa BPM bagus unruk bisnis Anda? BPM memungkinkan semua bisnis bisa menempatkan komponen-kompo-nennya dan menyesuaikan aksinya untuk mencapai tujuan yang sama. Tidak peduli dari departemen mana, pemetaan dapat digunakan untuk diri sendiri maupun disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Beberapa departemen dalam sebuah organisasi secara aktif menggunakan BPM untuk mencapai tujuan bisnis mereka seperti menekan biaya dan risiko di bagian HRD, Finance, Legal, Sales Marketing, IT, Accounting, Customer Care, Manufacturing, Product Development, Jan Research. Setiap departemen dapat menggunakan piranti lunak BPM untuk memahami proses yang mereka jalani dengan jelas dan secara efektif berkomunikasi dengan para manajer dan tim mereka.

Kini kita bisa menyimpulkan, proses merupakan serangkaian kegiatan yang mengubah ma-sukan menjadi keluaran. Proses pengenalan dan penggambaran kegiatan-kegiatan pada suatu organisasi adalah Pemetaan Proses Bisnis (Business Process Mapping).

Namun proses-proses bisnis sering tidak tergambar dengan baik sehingga tidak semua anggota organisasi paham atas keseluruhan proses yang berlangsung. Padahal dengan memahami seluruh proses, anggota organisasi dapat meningkatan pemahaman akan proses, dan meningkatnya pemahaman akan proses akan meningkatkan rasa memiliki proses-proses tersebut.

Manfaat penting dengan memahami keseluruhan proses adalah mempermudah perbaikan (improvement) melalui process-based corrective and preventive actions. BPM dapat menjadi alat untuk merancang SDM, menyusun Standard Operating Procedure, menetapkan Job Descrip-tion, menambah atau mengurangi resources lain, dan merancang business plan.

TEMPO Komunitas akan menyelenggarakan pelatihan Business Process Mapping di Hotel Atlet Century Park Jakarta pada 14 April 2011 bersama Ady Subagya. Pelatihan ini akan memperleng-kapi peserta dengan keterampilan dan pemahaman akan proses, manfaat proses, process management, business process management (systems), memperbaiki proses dan me-rekasaya ulang proses yang tidak efektif.

Jika Anda tertarik, silakan hubungi Sutiyono di TEMPO Komunitas, Telp 021-536-0409 ext. 235, HP 0815-9797-365 Fax. 021-534-9569 email sutiyo-no@mail.rempo.co.id. Investasi sebesar Rp 1.500.000 untuk masing-masing training per peserta mencakup coffee break, lunch, modul materi sertifikat. (SP)

Sumber : Tempo


Bisnis Mesin Perang


>>>>>Bisnis Mesin Perang

Ada satu bisnis yang tak cuma menghasilkan uang, namun juga membuka peluang bagi pelakunya untuk merasakan bagaimana rasanya mengatur jalannya sejarah umat manusia. Ya, dalam bisnis ini, pelaku bisa mengatur hidup-mati seseorang, nasib sebuah bangsa, berdiri atau runtuhnya sebuah negara, bahkan keberlangsungan sebuah ideologi.

Bisnis itu adalah bisnis senjata atau mesin perang. Makanya, untuk menjalankan bisnis itu tidak bisa dilakukan dengan sembarang cara mengingat tidak banyak orang atau bahkan negara sekalipun yang bisa melakukannya, kecuali Amerika Serikat dan sang Presiden, serta kemungkinan China sebentar lagi, apabila negara tersebut terus mendapat kemajuan dan konsisten dengan kekuatannya seperti sekarang.

Satu lembaga think-tank, Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mengungkapkan sekitar tiga perempat dari ekspor senjata global dipasok hanya oleh lima negara antara 2006-2010. Kelima negara itu adalah Amerika Serikat (AS), Rusia, Inggris, Jerman, dan Prancis. Volume ekspor senjata meningkat 25 persen dibandingkan dengan periode 2001-2005.

Berdasarkan perhitungan SIPRI, pengiriman senjata konvensional secara masif, nilainya diukur menurut biaya, kepentingan strategis dan kriteria lain. Dua negara importir senjata selama lima tahun terakhir adalah India dan China. Keduanya membeli sekitar 80 persen senjata dari Rusia. Importer terbesar ketiga dan keempat masing-masing Korea Selatan dan Pakistan yang lebih menyukai produk Amerika Serikat (AS).

AS menguasai 30 persen ekspor senjata pada periode tersebut, disusul oleh Rusia (23 persen), Jerman (11 persen), Prancis (7 persen), dan Inggris (4 persen). Sedangkan 25 persen sisanya dipasok dari negara-negara lain. Ekspor AS kebanyakan atau 14 persen dikirimkan ke Korea Selatan, sedangkan India menjadi importir senjata terbesar dari Rusia dengan porsi 33 persen.

Yang perlu jadi perhatian, negara tetangga kita seperti Malaysia dan Singapura temyata juga menjadi pembeli senjata yang cukup besar dalam lima tahun terakhir. Malaysia membeli masing-masing 5 dan 7 persen ekspor senjara dari Rusia dan Jerman. Sementara itu, Singapura menjadi pembeli paling potensial bagi mesin perang buatan Prancis dengan porsi 23 persen dari total ekspor Negara Mode itu.

Perang bisa dilihat secara komperhensif, bukan cuma aksi saling bunuh atau saling menjatuhkan diantara pihak yang bertikai. Bila diselami lebih dalam, perang bisa jadi menjadi satu potensi ekonomi yang menggiurkan dari kekeruhan sebuah peperangan.

Nama-nama itu bukanlah jenderal perang yang ahli mengatur strategi peperangan, mereka juga bukan pimpinan pemerintahan atau politikus handal, tapi tanpa kita sadari mereka telah mempengaruhi sejarah umat manusia hingga menjadi seperti sekarang ini. Figur itu temyata adalah bankir kelas dunia yang fasih melempar dadu dan mendulang untung dari peperangan Mereka berbisnis dengan cara membeli dan memperbaiki senjata serta peralatan tempur. Selain itu, usahanya adalah mendatangkan peralatan pendukung lain.

Peran para bankir ulung itu adalah memberikan dana talangan dengan bunga premium, tentunya. Sebagai contoh, dalam Perang Dunia I, dana yang mengalir untuk transaksi mesin perang ditaksir mencapai miliaran dollar AS.

Bankir itu sama sekali tak khawatir kehilangan uang karena mereka bisa menentukan siapa yang menang dan kapan perang itu berakhir. Buat mereka, perang tak ubahnya sebagai mesin pemutar uang. Memang ini terdengar seperti teori konspirasi tapi ungkapan Follow the money dalam satu penyelidikan mungkin bisa mengungkapkan peran para bankir kelas dunia itu.

Bisnis senjata memang menguntungkan beberapa kasus perdagangan senjata ilegal mengungkapkan bahwa senjara kerap kali dibarter dengan sumber daya alam. Kasus ini terjadi pada transaksi senjata dari Rusia ke negara Afrika. Ada bankir Indonesia yang berminat?

Sumber : Koran Jakarta

Tas Unik dari Bungkus Kopi


>>>>>Tas Unik dari Bungkus Kopi

TAS terbuat dari kulit sudah biasa. Demikian pula dengan tas cantik yang dibuat dari bahan daur ulang kemasan detergen. Namun ada satu tas cantik yang menarik, tas yang terbuat dari plastik bekas kopi. Berbeda dengan tas limbah detergen yang dibuat hanya dengan dijahil dan dalam bentuk utuh, tas limbah bungkus kopi ini dibuat dengan cara dianyam.

Adalah Eus Regina yang mempunyai ide kreatif ini. Pemilik Lembaga Pelatihan dan Ketrampilan Swasta Daur Ulang Limbah Plastik Regina Craft C57 ini mengaku, baru sekitar setahunan ini mendalami kreasi tas anyam bekas kopi ini. "Awalnya memang dari hobi. Saya sering ke lokasi barang-barangbekas." ujarnya ketika ditemui dalam pameran PKJBL BUMN di JCC, Jakarta, kemarin

Etis menjelaskan meski terbuat dari plastik kemasan bekas kopi, produk buatannya tersebut sudah disterilisasi."Sebelum dianyam kita sudah cuci sampai bersih," tandasnya didampingi suami. Dia menceritakan, pernah mencoba bungkusan tersebut tidak dicuci namun yang ada malah dikerubuti semut.

Sebagai bahan dasarnya. Etis menggunakan bungkus kopi sa-chetan."Bahannya dikumpulkan dari pedagang kopi pinggir jalan juga dari pemulung," imbuhnya. Untuk satu buah tas cantik Elis mengaku membutuhkan waktu setidaknya lima hari dengan penggunaan sekitar 500-600 kemasan bekas kopi.

Dengan banyaknya pesanan, Elis mengaku kini dia kesulitanmencari bahan bakunya. "Karena kita kan nggak pakai semuanya. Tergantung mau gambar apa yang dipakai," tandasnya. Misalnya saja tas berwarna cokelat dengan tulisan mocca, dia harus mengumpulkan plastik kopi dengan tulisan mocca hingga 600 biji. "Makanya tas ini limited edition. Dijamin nggak ada yang nyamain," tukasnya.

Beruntung Elis mendapatkan bantuan PKBL dari perusahaan BUMN Jasa Raharja sehingga bisnisnya tersebut bisa semakin berkembang."Untungnya ada bantuan dari Jasa Raharja. Ini sangat membantu sekali," ungkapnya.

Elis mengungkapkan, 95 persen plastik bekas kopi tersebut dimanfaatkan. "Guntingan-gun-tingan bekas sachet kopi ini juga bisa dibuat tas lagi," ulasnya. Maka tak heran dengan keunikantas tersebut mampu menarik perhatian pelanggan dari luar negeri. "Saya sudah ekspor ke New Zealand. Karena menurut merka selain produknya bagus harganya jauh lebih murah," ujarnya lagi.

Selain tas, Elis juga membuat karya yang lain seperti wadah untuk aksesoris hingga bando. Harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif. Mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 200 ribu. Dengan usahanya ini dia bisa mempekerjakan orang.

Tak pelit berbagi ilmu, Elis juga membuka workshop di rumahnya dikawasan Bandung. Dengan keunikannya banyak yang tertarik untuk belajar membuat tas terutama dari kalangan ibu-ibu. "Pelatihan sering juga. Ke-marin-kemarin saya baru melatih selama dua hari sebanyak 500 orang," katanya, (dew)

Sumber : Indo Pos

Entrepreneur untuk Pedagang Pasar



>>>>>>>Entrepreneur untuk Pedagang Pasar

SENTUHAN entrepreneur juga dilakukan Nora melalui program untuk para pedagang pasar. Kerjasama program dengan organisasi International Labour Organisation (ILO). Program yang telah dilakukan di puluhan negara dengan 110 anggota.

Pusat kegiatan kata Nora akan dilakukan di Pasar Induk Keramat Jati, Jaktim. Program akan diikuti 80 peserta yang akan dimulai pada April mendatang. Peserta akan dilatih kewirausahaan dari trainer yang di rekomendasi ILO. Selama berdagang kata Nora, pedagang hanya dibekali kemampuan otodidak. Membuka kios atau lapak lalu menjual barang untuk meraih untung."Kemajuan pedagang untuk bisa naik kelas dapat dilakukan dengan mengikuti program itu," ujarnya.

Pelatihan itu lanjut Nora akan membuka wawasan pedangang untuk lebih maju, kreatif merancang gagasan. Mampu mengatasi masalah dan resiko dalam menjalani usaha. Menciptakan peluang untuk meningkatkan kemampuan dan pendapatan para pedangang. (yeri vlorida)

Sumber : Indo Pos


Lele Sangkuriang yang Menguntungkan


>>>>>>Lele Sangkuriang yang Menguntungkan

Memiliki jiwa wirausaha tidak lahir dalam sekejap. Jiwa wirausaha itu harus dipupuk dengan keuletan dan ketangguhan. Bahkan, kegagalan dalam berwirausaha, dianggap sebagai tantangan untuk terus berkreasi dan berinovasi. Seperti pengalaman wirausahawan muda Fauzan Hangriawan.

BAGAIMANA menurunkan angka pengangguran di Indonesia, yang jumlahnya 8,3 juta orang? Salah satu caranya dengan menciptakan pekerjaan dan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Bahkan, bekerja atau menciptakan lapangan pekerjaan pun tidak harus menunggu selesai sekolah atau kuliah. Seperti mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya, Fauzan Hangriawani yang membuat budidaya lele. Usahanya itu pun sukses besar dan mendapat penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2010, sebagai juara pertama, pada Januari 2011 lalu.

Tapi, ia mengaku agak risih dengan sebutan wirausaha muda sukses. Pasalnya, Fauzan merasa belum sukses. Apalagi, lelaki itu belum lama menggeluti usaha budidaya lele tersebut. Meski begitu, ia sangat senang menerima penghargaan tersebut. "Penghargaan itu merupakan amanah," kata lajang kelahiran Pontianak.

Lewat penghargaan itu, Fauzan juga ingin membuktikan bahwa generasi muda juga mampu menciptakan lapangan kerja, bukan hanya sebagai pencari kerja.Dia mengaku, prihatin dengan tingginya angka pengangguran di Indonesia. Angka Biro Pusat Statistik 2010 menyebutkan, jumlah pengangguran masih 8,3 juta orang.

Itu sebabnya, anak sulung keluarga Suparno dan Titik Suwarsih ini, sangatmendukung Gerakan Kewirausahaan Nasional yang dicanangkan Presiden SBY, pada Februari lalu.
Menurut Fauzan, hal itu sesuai dengan visi pribadinya, yakni mengembangkan usaha yang bermanfaat bagi banyak orang, khususnya masyarakat sekitar. Penghargaan yang diterimanya itu semakin meyakinkan dirinya tentang pilihan hidupanya sebagai wirausaha.

Saat ini, usaha budidaya lele itu dibangun lewat pola kemitraan. Sebanyak 20 petani lele bergabung dalam usahanya. Para petani yang bermitra dengan Fauza, berasal dari masyarakat sekitar tempat usahanya, seperti Kavling DKI, Cipedak, Jagakarsa, di wilayah Jakarta Selatan. Kerjasama itu meliputi, jual beli benih dan lele hasil pembesaran, pendampingan usaha, dan transfer teknologi.

Impian yang Berbuah Nyata

Seperti pengalaman banyak orang. Fauzan pun mendapat tentangan orang-tua. Pasalnya, orangtuanya tidak setuju anaknya menjadi wirausaha. Orangtuanya ingin Fauzan kuliah dengan baik dan setelah lulus bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Di sisi lain, semangat Fauzan semakin menggebu menjadipengusaha. Ia sudah mengimpikan cita-citanya itu sejak lama. Sebab, sejak SMA dia sudah senang berjualan di sekolahnya, seperti berdagang kerupuk hingga nasi bungkus.

Kesenangan berdagang itu berlanjut hingga ke bangku kuliah. Fauzan pernah jualan somai di Jalan Kukusan, Depok. Dia juga pernah membuka usaha fotokopi dan percetakan. Fauzan bersyukur sejak semester tiga, dia sudah tidak minta uang kuliah kepada orangtuanya.

Sebelum membuka usaha budidaya lele sangkuriang, lelaki lajang ini telah lebih dulu menggeluti bisnis lele dumbo. Tapi usaha tersebut hanya bertahan beberapa bulan, karena menghadapi banyak kendala.

Akhirnya, Fauzan beralih ke usaha budidaya lele sangkuriang. Ide usahanya berawal dari tulisan di Harian Kompas yang menceritakan kesuksesan Nasrudin, petani di Bogor, yang berhasil mengem-bangkan usaha lele sangkuriang. Tulisan itu memberi inspirasi kepada Fauzan.

Langkah awal yang ditempuhnya, yakni mengikuti pelatihan di tempat Nasrudin. Setelah itu, dia mengajak dua kawannya untuk bermitra dalam usaha tersebut.

Sekarang, berkat semangat pantang menyerah dan kerja kerasnya, usaha tersebut mulai berbuah manis. Fauzan tidak saja menjual benih, tetapi juga lele sangkuriang hasil pembesaran. Dalam sebulan, Fauzan bisa menjual sekitar 120.000 benih dan 100 kg lele sangkuriang.

Lele sangkuriang itu dijual ke pasar tradisional, rumah makan padang dan warung pecel lele kala lima di wilayah Jabodetabek. Harga lele yang ditawarkannya itu dipatok Rp 15.000/kg.

Namun, usaha yang dibangun Fauzan tidak selalu berjalan mulus. Diajuga mele-wati proses jatuh bangun. Dalam setahun terakhir, budidaya Idenya menghadapi kendala cuaca yang ekstrem, seperti curah hujannya tinggi. Hal itu tidak menguntungkan bagi usahanya, sebab lele butuh cukup sinar matahari agar pertumbuhannya baik.

Budidaya lele sangkurian, dibangun Fauza pada akhir tahun 2009. Ia membuat delapan kolam lele. Membuka usaha itu, ia patungan dengan dua temannya. Saat ini, usahanya itu telah berkembang menjadi 35kolam pembenihan dan 65 kolam pembesaran lele.

Fauzan Hangriawan barangk ali bisa menjadi gambaran petani masa depan. Dia muda, suka kerja keras, berpendidikan tinggi, dan memiliki jiwa wirausaha.

Perbaikan Genetik

Menurut Nasrudin, petani lele sangkuriang, dari Gadog, Bogor, lele sangkuriang itu perbaikan genetik melalui silang balik antara induk betina lele dumbo generasi kedua (F2) dan jantan lele dumbo generasi keenam (F6).

"Budidaya lele tidak terlalu sulit, teknologinya juga mudah dan tiga bulan sudah bisa dipanen. Masyarakat kecil bisa membudidayakan lele di halaman rumahnya. Cukup dengan lahan minim, hanya dengan luas I meter x 1 meter," ujar Nasrudin seperti dikutip Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Nasrudin juga dikenal sebagai guru yang baik dan tidak pelit berbagi ilmu kepada orang lain. Sikap itu yang membuat Fauzan sangat menghormati Nasrudin.Peluang pasar lele sangkuriang sangat besar. Kebutuhan pasar lele di Jakarta sekitar 80 ton per hari, tapi baru terpenuhi kurang lebih 40 ton per hari. "Itulah salah satu alasan kenapa saya memilih usaha lele sangkuriang," ujar Fauzan, he

Sumber : Bisnis Indonesia

Manik-manik yang Terus Mengilap


>>>>>>Manik-manik yang Terus Mengilap

BISNIS pembuatan perhiasan dari manik-manik tak pernah mati dimakan zaman. Tapi, untuk membuat usaha itu, dibutuhkan kreativitas dalam membuat desain yang bisa menarik pelanggan, agar tak kehilangan pelanggan.

Salah satu pebisnis perhiasan manik-manik, Enno Aksyamala, pemilik Rumah Kalung. Enno memulai bisnis manik-manik tahun 2005. Ia menggunakan bahan baku batu kristal dan mutiara dengan untaian wire jewelry atau kawat khusus lapis perak impor. Produk Enno khusus menyasar wanita umur 30 tahun ke atas. "Produk saya tidak cocok untuk anak baru gede, karena harganya mahal dan desainnya berat," katanya.

Inspirasi desain perhiasan Rumah Kalung, antara lain dari media luar negeri dan internet. Banyaknya pemain yang juga berbisnis yang sama membuat Enno harus lebih kreatif. Enno mengupah 5 sampai 10 pekerja, untuk membuat perhiasan. Biasanya, satu pekerja menghasilkan 1-3 buah perhiasan manik-manik per hari. Pemesan biasanya membeli satu set manik-manik yang terdiri dari kalung, gelang, dan anting-anting.

Agar konsumen tidak kecewa, ia lebih dulu melihat karakter pemesan-nya. "Kalau orang tomboi, kami buatin perhiasan feminin," ujarnya. Tak hanya membuat dan menjual, Enno juga menyelenggarakan kursus membuat perhiasan manik-manik.Untuk level dasar, biayanya Rp 250.000 sekab pertemuan selama 2-4 jam. Kelas paling tinggi tingkat kerumitan, biayanya Rp 470.000. Dari kursus ini, Enno mendapat pemasukan Rp 2,5 juta per bulan dari rata-rata 10 murid yang mengikuti.

Omzet dari kursus ditambah bisnis penjualan manik-manik yang mencapai Rp 10 juta - Rp 15 juta per bulan. Omzet itu naik menjadi Rp 20 juta - Rp 25 juta bila ada pameran. Keuntungannya per bulan di atas Rp 5 juta.

Sementara itu, Riski Hapsari, pemilik Koleksi Kikie, di Jakarta, juga berbisnis perhiasan manik-manik. Riski mampu mengantongi omzet Rp 7 juta per bulan. Tak hanya untuk pasar dalam negeri, produksi Riski sudah menembus pasar Malaysia, Singapura, Australia, dan Jepang.

Harga manik-manik yang dihasilkan Kila, panggilan akrab Riski, cukup terjangkau. Dijual mulai harga Rp 25.000 - Rp 75.000 per item. Kila juga melayani permintaan khusus. Koleksi Kike menyasar segmen perempuan berumur 19-35 tahun.

Untuk lebih mengenalkan perhiasan manik-manik, Kila juga menyediakan buku tentang cara merangkai aksesori manik-manik. "Saya membagikannya secara gratis lewat internet," katanya. Ia berharap dengan memberikan buku cara membuat perhiasan manik-manik, membuat orang bisa merangkai aksesori sesuai yang diinginkannya. Kontan.co.id/in

Sumber : Bisnis Indonesia


Peluang Bisnis Kerajinan Tangan dari Kertas Koran


>>>Peluang Bisnis Kerajinan Tangan dari Kertas Koran

KORAN bekas di tangan orang kreatif bisa disulap menjadi kerajinan dengan harga jual tinggi. Seperti Yunnash. pria asal Yogyakarta yaig mengelola koran bekas menjadi produk yang bermanfaat

Awalnya di tahun 2009, Yunnash gemas melihat tumpukan koran bekas di rumahnya. Tap, lelaki itu tak ingin menjualnya ke tukang teak. Ia justru ingin memanfaatkannya. =We yang terlintas adalah membuai tas," ujarnya.

Ia lantas memutar otak, agar bisa menghasilkan tas berbahan koran bekas yang kuat dantahan air Lewat berbagai eksperimen, Yunnash akhirnya bisa mewujudkannya. Tidak hanya aneka model tas. ia juga mampu membuat sandal, kotak 6su, tempat pensil, yang bahan bakunya 100% dari kertas toran.

Kerajinan tangan tas koran yang kuat, tahan air, dan awet, sejatinya tak ribet. Pertama, memilih kertas toran bekas dengan kualitas baik, (ni bisa dilihat tinta yang tak mudah luntur di tangan. Yunnash memakai kertas koran berwarna untuk menghasilkan tas.

Tahap kedua, memotong-moong koranbekas itu. idealnya, selembar kertas koran dipotong maksimal menjadi enam. Ketiga, menggulung potongan kertas koran.

Proses selanjutnya, gulungan kertas dipi-pihkan, lalu dicat sesuai dengan keinginan. "Setelah itu, baru cbjahit atau dianyam mengikuti pola,- ujarnya.

Perajin kertas koran, Burhan Gatot, pemiliki Oipik Cr att, mampu memproduksi 30 jens suvenir dari limbah koran, antaa lain asbak, tempat tisu. Produk andaiannya, wayang, -proses pembuatan wayang lebih rumit ketimbangkertas karena membutuhkan keahlian kr.usus. Komposisi harus pas antara tangan, kak; dan badan; kata Burhan.

Hasil kerajinan limbah koran itu mampu meraup rupah. Yunnash sanggup menjual 100 unit las seharga Rp 45.00-fip 75.000 per unit ia Juga bisa menjual 300 sandal seharga Rp 20.000 per pasatg.Sedangkan wayang koran dijual mulai aan Rp 15.000-Rp 200 COO per unit. Ia tssa men; ja1 500-1.000 wayang per buton. Omzet bulanannya berxsar Rp 10 juta-20 juta. KonlanxoJdroi

Sumber: Bisnis Indonesia

Sistem Transaksi Online untuk UKM


>>>>>Sistem Transaksi Online untuk UKM>>>> INI BARU SOLUSI JITU

Sistem transaksi online Paypal yang mendunia masih menyulitkan, pebisnis lokal. Kini ada IPaymu, sistem serupa yang lebih berpihak pada pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia.

PERNAH suatu kali. Maya Sasmita membuka enam rekening bank untuk kelancaran toko baju anak-anak yang ia kerjakan secara daring. Alasannya, agar calon konsumen lebih nyaman untuk transfer pembayaran. "Biasanya mereka lebih suka transfer antarbank yang sama/ jelas Maya, Kamis (24/3).

Namun akibatnya Maya jadi merasa tak praktis. Biaya administrasi tiap bank jadi ongkos yang sebetulnya tak perlu.Celah itulah yang dulu dilihat Elon Musk ketika bisnis online di Amerika Serikat mulai bertumbuh. Musk menciptakan Paypal, sistem transaksi online yang sangat populer sampai saat ini.

Paypal memungkinkan kita melakukan donasi untuk korban tsunami di Jepang, misalnya, tanpa harus dengan sistem transfer bank antarnegara yang memakan waktu dan sedikit merepotkan. Cukup klik ikon Paypal, donasi kita sudah terkirim.

Begitu juga jika kita ingin menerima pembayaran dari luar negeri. Ketika kita memberikan fitur layanan Paypal pada toko online, pelanggan dari 189 negara lain di dunia bisa membayar produk dan jasa kita dengan mudah.

Namun untuk mencairkan dana yang masuk ke rekening Paypal kita, ada ongkos yang harus dibayar. Besarnya beragam, tergantung dana yang ingin kita tarik, mulai dari 2,4% sampai 3,4% dari nilai dana tersebut, ditambah 30 sen.

Beberapa pemilik akun Paypal di Indonesia masih merasa kerepotan ketika mencairkan dana. Sebab tidak semua bank di Indonesia bisa digunakan.

Dalam kondisi tersebut, kemunculan sistem pembayaran lokal bisa jadi angin segar. IPaymu, misalnya. Meski buatan lokal, IPaymu bisa digunakan untuk menerima pembayaran dari luar negeri. Jika dana perlu ditarik, mudah saja. Anda cukup datang ke ATM terdekat.

Lantaran itu, Riyeke Ustadiyanto, pemilik IPaymu menyebutkan sistem transaksi online ini sebagai langkah revolusioner di perbisnisan online indonesia.

Pelaku usaha kecil dan me-nengah yang tak akrab dan kesulitan menggunakan Paypal bisa memanfaatkan IPaymu untuk menerima pembayaran dari luar negeri, misalnya.

Mudah

Sejauh ini, IPaymu sudah menjangkau 83 bank nasional. Riyeke mengaku penggunanya masih terbatas. Namun, itu tak mengurangi optimismenya untuk menjangkau pasar yang lebih luas.Cara memiliki akun Ipaymu juga mudah. Untuk mendaft-arkan diri di www.ipaymu.com tidak perlu membayar sepeser pun. Nah, ketika siap untuk bertransaksi, harus ada deposit minimal RplOO ribu.

Jika Anda menggunakan sebagai alat pembayaran, pastikan dana yang tersedia cukup untuk membayar produk atau jasa, dengan cara top up sesuai kebutuhan di ATM berlogo ATM Bersama. Juga bisa melalui sistem online bangking.

"Tujuannya memang mempermudah aktivitas pelaku usaha kecil dan menengah un-tuk memperluas pasar. IPaymu kan bisa memudahkan pembayaran," jelas Riyeke.

Pengiriman uang menggunakan IPaymu, maksimal Rp5 juta per transaksi, tapi dapat dilakukan berkali-kaJi. Seperti halnya Paypal, IPaymu juga menetapkan tarif penarikan dana, ya,itu Rp25 ribu per transaksi.

Dana minimal yang bisa ditarik adalah RplOO ribu dan maksimal Rp25 juta per transaksi.Sementara itu, untuk toko online yang menerima pembayaran, IPaymu menetapkan ongkos 1% nilai transaksi yang terjadi.

Kaspay Selain IPaymu, tersedia Kaspay yang dikembangkan Kaskus Online Community untuk Forum Jual Beli (FJB). Selama ini, FJB memang terkenal sebagai pasar online yang sibuk. Lantaran itu, Kaspay diharap mampu mengakomodasi kebutuhan pembayaran online yang serbamudah.

Untuk mendapatkan akun Kaspay, pengguna cukup mendaftarkan diri di www.kas-pay.com dengan memasukkan nomor rekening bank mereka. Setelah itu, pengguna bisa melakukan transfer ke rekening Kaspay, untuk mengisi saldo yang nantinya dipakai untuk transaksi.

Sejauh ini, Kaspay sudah dapat digunakan di sejumlah toko online, antara lain Camera.co.id dan Indo.co.id. Saldo Kaspay ditetapkan minimal Rp50ribu. Top up bisa dilakukan sampai maksimal Rp5 juta.

"Aku udah punya Kaspay. Tapi baru dipakai buat donasi ke Kaskus aja. Soalnya aku kan jualan di FJB-nya tuh. Kalau untuk pembayaran, biasanya pembeli produkku suka transfer antarbank atau tunai di tempat," kata Andinata, mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jakarta Barat, Rabu(23/3). (M-l) miweekend® medi3indonesia.com

Sumber : Media Indonesia
Sica Harum

Entri Populer