" Status YM ""
ukm indonesia sukses: Potensi Terhambat Kondisi Jalan Sempit,Sentra Kani Cigondewah

Potensi Terhambat Kondisi Jalan Sempit,Sentra Kani Cigondewah

26/08/2011
Potensi Terhambat Kondisi Jalan Sempit


Sentra Kani Cigondewah (3)
Walau sudah ditetapkan sebagai salah satu kawasan perdagangan di Bandung, namun kondisi jalan di Cigondewah dari hari ke hari kian parah. Tak hanya sempit, beberapa ruas jalan di situ juga rusak sehingga menyebabkan kemacetan parah.

SENTRA kain Cigondewah, Bandung, terus berkembang dari hari ke hari. Jika dulu pedagang hanya membuat toko seadanya di rumah mereka sendiri, sekarang di situ sudah dibangun toko-toko khusus penjualan kain.

Kawasan pertokoan yang dibangun pada 2006 itu tentu menarik perhatian pedagang lain di luar pedagang asli Cigondewah. Jika pada awal 90-an hanya ada lima pedagang, saat ini melonjak menjadi 60 toko pedagang.

Perkembangan Cigondewah semakin cepat setelah Pemerintah Kota Bandung menetapkannya sebagai kawasan industri dan perdagangan pada tahun lalu bersama sentra-sentra industri lain, seperti Sentra Sepatu Cibaduyut, Sentra Rajut Binong Jati, Sentra Jeans Cihampelas, dan Sentra Sablon Surapati-Cicaheum.

Walaupun sudah ditetap-kan sebagai kawasan industri dan perdagangan, namun mayoritas pedagang di Cigondewah masih mengeluhkan minimnya pembangunan infrastruktur pendukung kawasan oleh pemerintah. "Jalan yang sempit dan akses yang susah menjadi kendala terbesar," kata Yosi Gaos, pedagang kain di Cigondewah yang juga menjadi pengurus Kawasan Tekstil Cigondewah (KTC).

Kondisi jalan di sentra Cigondewah memang sempit karena hanya cukup dilalui satu mobil di tiap jalurnya Beragam jenis kendaraan, mulai dari truk pengangkut, mobil pribadi, sepeda motor, dan juga sepeda yang lalu lalang di kawasan itu semakin membuat suasana semrawut. Sehingga, jika ada satu mobil saja parkir di pinggir jalan pasti jalanan bakal macet.

Dengan kondisi jalan yang sempit, bahkan di beberapa ruas juga rusak, tentupengendara maupun pejalan perlu berhati-hati kalau . melintas di kawasan itu. Apalagi, dalam dua tahun belakangan ini, kemacetan di Cigondewah makin menjadi-jadi. "Dampaknya tentu ke pedagang juga karena banyak pedagang yang mengeluhkan penurunan omzet liingga 30%," ujarnya.

Jalan menuju sentra ini juga tak nyaman. Untuk menuju Cigondewah, akan lebih mudah jika menggunakan sepeda motor dibanding mobil. Menurut Yosi, banyak pengunjung asal luar kota yang mengaku tersesat untuk ke Cigondewah. "Rambu penunjuk jalan dari Pasir Koja sangat kurang, sehingga banyak yang tersesat," ungkapnya

Sebenarnya, keluhan pedagang kain Cigondewah sudah disampaikan kepada Pemerintah Kota Bandung. Namun sampai saat ini, janji pembenahan jalan dan kawasan belum terealisasi.

Pemerintah daerah berdalih anggaran pembangunan yang terbatas, terutama untuk pembebasan lahan guna pelebaran jalan. Rencana revitalisasi kawasan juga berhenti karena keterbatasan dana tersebut.

Padahal kalau pemerintah mau membenahi, sentra kain Cigondewah memiliki potensi ekonomi yang besar. Nah, untuk mengembangkan potensi itu, pedagang ingin pembenahan infrastruktur segera dilakukan sehingga kawasan ini bisa diakses dengan lebih mudah, terutama oleh pembeli dari luar kota Bandung.

Dina Sulaiman, pemilik Toko Rizki Ilahi, menimpali, perbaikan jalan itu harus menjadi prioritas. Apalagi pedagang kain di kawasan ini terus bertambah dari tahun ke tahun. "Kalau tidak segera diperbaiki akan semakin semrawut," keluh Dina

Sumber: Harian Kontan
Ragil Nugroho


Entri Populer