" Status YM ""
ukm indonesia sukses: Panen Rezeki dari Kolang-Kaling yang Sudah Mendunia

Panen Rezeki dari Kolang-Kaling yang Sudah Mendunia

26/08/2011
Panen Rezeki dari Kolang-Kaling yang Sudah Mendunia
Usaha Kolang-Kaling

Kolang-kaling (Arenga pinnata) yang bisa diolah menjadi beragam kudap-an adalah takjil yang populer di kala Ramadan. Di bulan puasa ini, pedagang kolang-kaling bisa menuai omzet ratusan juta. Tak hanya dari pasar lokal, permintaan kolang-kaling juga datang dari luar negeri.

KETIKA bulan Ramadan tiba, kolang-kaling selalu menjadi primadona. Olahan buah pohon enau ini sering menjadi pelengkap menu lajil, seperti kolak atau pun es campur.Boleh dibilang, kolang-kaling menjadi salah satu buah khas selama puasa Tak heran bila pada bulan suci ini menjadi masa panen bagi pekebun dan pedagang kolang-kaling.

Maklum, permintaan buah nan kenyal ini melonjak tinggi. Pedagang kolang-kaling pun bisa meraup omzet hingga ratusan juta bila masa panen tiba.Tengok saja rejeki Benjamin Muliono. Pemilik Sentosa Enterprise di Cirebon ini mengaku menjual hingga 12 ton kolang-kaling per minggu di saat bulan puasa.

Tak hanya melayani permintaan lokal, Benjamin yang sudah jualan kolang-kaling sejak 1962 ini juga memasok ke luar negeri. Secara rutin, Sentosa Enterprise mengirim produknya ke Singapura, Malaysia, Hong Kong hingga Arab Saudi. "Sebanyak 30% penjualan saya mengisi pasar ekspor. Tiap bulan, ekspor mencapai 25 ton," ujarnya

Selama bulan puasa ini, Benjamin telah menjual 50ton kolang-kaling. Alhasil, ia pun meraup omzet sekitar Rp 700 jutaan. Kolang-kaling produk Sentosa ada dua macam rasa, yakni rasa original dan kolang-kaling manisan.

Tentu saja, Benjamin tak sendirian menikmati berkah Ramadan. Pedagang kolang-kaling yang lain, Indrayana, pun juga ketiban berkah serupa "Biasanya penjualan hanya 1 ton, kini naik 2,5 ton per minggu," ujar Indrayana Pasokan kolang-kaling itu berasal dari empat pengepul di Jawab Barat.

Menurut Indrayana, meningkatnya penjualan itu juga karena banyaknya pedagang kolang-kaling dadakan. Di luar bulan puasa, Indrayana memang hanya memasok sebuah pabrik pengolahan kolang-kaling di Cirebon. Untuk pabrik itu, ia memasok satu ton kolang-kaling tiap bulan.

Tak hanya penjualan yang meningkat. Indra bilang, harga kolang-kaling dari petani pun naik selama Ramadan ini. Jika biasanya ia membeli kolang-kaling dengan harga Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram (kg), kini harga dari petani naik menjadi Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kg

Namun, kenaikan harga ini tak mengurangi keuntungan. Pasalnya saat pengolahankolang-kaling mentah menjadi siap konsumsi, kolang-kaling justru bertambah beratnya Misalnya, kata Indra, dari satu ton kolang-kaling mentah akan dihasilkan 1,6 ton kolang-kaling matang, la pun memperoleh kuntungan dari penambahan berat kolang-kaling itu sendiri.

"Dari omzet Rp 10 juta per minggu, setengahnya merupakan keuntungan -axa milir Indra Ia menjual kolang-kaling dengan harga Rp 6.000 kepada pedagang eceran. Sementara, untuk pelanggan tetapnya. Indra mematok hargajual Rp 4.500.

Sedangkan Benjamin memilih tak menjual kolang-kaling secara curah. Ia mengemas kolang-kaling itu dalam empat ukuran, yakni ukuran kantong 360 gram (gr), 1 kg, 3 kg, dan 20 kg. Demikian juga harga jualnya, tergantung isi kemasan itu. "Semakin ringan isinya semakin murah harganya," ujar Benjamin.

Dia memberi contoh, um nk kemasan 360 gram harganya Rp L2.000. Namun harga ini hama berlaku untuk pasar lokal. Sebaliknya, harga kolang-kaling ekspor bisa berubah-ubah. Tergantung dari nilai tukar rupiah dengan dollar Amerika," ujarnya 


Sumber : Harian Kontan
Dea Chadiza Syaflna


Entri Populer