" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Pentingnya bekal wirausaha sejak di bangkusekolah

Pentingnya bekal wirausaha sejak di bangkusekolah

01/08/2011
Pentingnya bekal wirausaha sejak di bangkusekolah

Berdasarkan tingkat pendidikan,jumlah pengangguran terbesar adalah lulusan sekolahmenengah atas (SMA) yaitu sekitar 43.28%. Kelompok inijuga paling cenderung berisiko terhadap kemiskinandibandingkan yang berusia lebih tua.

Soalnya mereka berada pada masa transisi dari ketergantungan menjadi harus mandiri atau dari lingkungan sekolah ke lingkungan kerja. Pada umumnya mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan produktif karena kompetensinya terbatas.

Kondisi ini lantaran sistem pembekalan saat di bangku pendidikan kurang menekankan pada aspek keterampilan (.skill) yang merupakan embrio dari kewirausahaan. Dengan kata lain lembaga pendidikan formal belum dapat ditempatkan sebagai satu instrumen pengembangan kewirausahaan, terutama di wilayah perdesaan.

Untuk mengatasi hal itu, Kementerian Koperasi dan IKM dalam hal mi Deputi Bidang Pengembangan SDM memfasilitasi lembaga pendidikan berupa bantuan dana Program Pengembangan Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU).

Pelatihan merupakan sebagai bekal kewirausahaan khususnya keterampilan teknis usaha sejak dini saat masih bela-jar di sekolah.Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperai dan UKM Agus Muharram mengatakan maksud program TPKU untuk memberdayakan lembaga pendidikan perdesaan dalam spektrum yang lebih luas menjadi media mempersiapkan siswa sebagai kader-kader wirausaha baru.

Selain itu untuk membudayakan kewirausahan sejak dini melalui lembaga pendidikan serta mengembangkan kompetensi, kapasitas dan mental SDM dalam memperkuat kemandirian Koperasi dan Usaha Miko Kecil dan Menengah (KUMKM). Selain itu untuk mengurangi pengangguran, kemiskinan (hin urbanisasi ke kota.

Adapun tujuan program ini meningkatkan peran lembaga pendidikan perdesaan sebagai basis penumbuhan kader-kader wirausaha baru. "Caranya, meningkatkan keterampilan teknis dan manajemen usaha para siswa sehingga siap menjadi kader-kader wirausaha baru."

Kemudian, kata Agus, menyediakan tempat praktek keterampilan usaha sesuai dengan potensi lokal, dan mendorong berkembangnya unit usaha baru yang dikelola koperasi. TPKU sebagai tempat siswa belajardan praktik keterampilan teknis usaha, paling banyak memberikan manfaat, a.l. mudah memperoleh pekerjaan.

Selain itu karena keterampilan yang dibutuhkan untuk pengembangan produk-produk berkaitan kemajuan teknologi didukung keterampilan untuk pengembangan potensi lokal (daerah perdesaan).

Dengan kehadiran TPKU diharapkan mampu meningkatkan peran serta masyarakat melalui lembaga pendidikan di perdesaan sebagai basis penumbuhan kader-kader wirausaha baru, membudayakan kewirausahaan sejak dini di masyarakat, sehingga berkembang perilaku produktif, tumbuh unit-unit usaha baru.

Eksistensi TPKU juga mendorong berkembangnya kegiatan usaha lain di lingkungan lembaga pendidikan sesuai potensi ekonomi lokal melalui perkuatan kelembagaan dan koperasi lembaga pendidikan sebagai sarana latihan bisnis (inkubator) para siswa secara mandiri dan berkesinambungan.

Adapun materi yang diraih siswa adalah pembekalan life skill learning to do di bidang keterampilan teknis usaha sebagai bekal hidup untuk terjun ke masyarakat. Selanjutnya terjadi proses transformasi nilai menimba ilmu penge-tahuan/keterampilan (sekolah).

Visinya tidak lagi mencari pekerjaan, tetapi untuk menciptakan pekerjaan. Proses pemasyarakatan dan pembudayaan pemahaman kewirausahaan sejak dini, budaya produktif dan usaha bersama (koperasi), sehingga siswa mendapat bekal berperilaku ekonomi.

Berikutnya mampu meningkatkan rasa percaya diri dan posisi tawar siswakarena mempunyai keterampilan teknis usaha. Sejumlah persyaratan Lembaga pendidikan perdesaan yang ingin masuk program ini harus memenuhi persyaratan semisal lembaga pendidikan menyelenggarakan pendidikan formal jenjang menengah. Berrkedudukan di wilayah kabupaten/ kota, memeliki izin resmi dari instansi/ pejabat berwenang, menyediakan ruang layak untuk penyelenggaraan diklat keterampilan usaha secara berkesinambungan.

Selanjutnya memilih salah satu jenis tempat praktik keterampilan usaha yang akan dikembangkan sesuai potensi lembaga pendidikan. Siap merekrut tenaga instruktur sebagai tenaga tetap di lembaga sesuai jenis TPKU yang dikembangkan.

Kementerian Koperasi dan UKM dalam mengembangkan TPKU, mengedepankan strategi pengembangan unit usaha jasa pelatihan keterampilan usaha sesuai jenis TPKU (kursus, bengkel sepeda motor, Konveksi) dengan sasaran masyarakat sekitar.

Selain itu mengembangkan unit usaha jasa/usaha produksi sesuai jenis TPKU, usaha servis sepeda motor, servis barang elektronik, industri konveksi, industri kerajinan, pengolahan produk agribisnis.

Bisa pula menjual bahan baku, ba-han penolong keperluan kursus/pela-tihan, sparepart bengkel. Bila TPKU dikembangkan menjadi unit usaha jasa pelatihan/ kursus, perlu upaya pengembangan kualitas pelatihan/kursus keterampilan usaha. (***)

Sumber : Bisnis Indonesia


Entri Populer