" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Jelang Puasa, Pesanan Sarung Goyor Kian Bongsor

Jelang Puasa, Pesanan Sarung Goyor Kian Bongsor

 07/19/2011
>>>>> Jelang Puasa, Pesanan Sarung Goyor Kian Bongsor

Menjelang bulan suci Ramadhan, permintaan kain sarung meningkat drastis, tak terkecuali perajin sarung tenun goyor. Para perajin sarung goyor ini menikmati kenaikkan pesanan hingga dua kali lipat atau 100%. Dengan demikian, omzet para perajin itu pun juga bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

KEHADIRAN bulan sun Ramadhan tak hanya membawa berkah s spritual. Bulan Ramadhan atau bulan Puasa juga bisa mendatangkan rezeki yang berlimpah.Seperti yang dialami oleh produsen kain sarung. Sebelum memasuki bulan Ramadhan saja, produsen kain sarung sudah kebanjiran pesanan.Tidak hanya kain sarung pabrikan, tapi juga kain sarung tenunan tangan buatan perajin

Seperti rejeki yang menimpa Asharus Muarif, perajin sarung tenun goyor atau JawaTimur,Pesanan sarung goyor tenunan Muarif dengan. merek Bintang ini belakangan naik hingga 100%. "Permintaan im sudah naik empat bulan sebelum Ramadhan," kata Muarif.

Muan! memang mengandalkan tangan dalam membuat sarung goyor. Berbekal Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) inilah Muarif mengolah benang menjadi sarung-saning rani ik 10 unit ATBMyangia miliki. Muarif mampu memproduksi 5 kuli..bai sarungdalam sebulan. Namun, menjelang Ramadhan, Muarif menaikan produksi menjadi 1." ki nli hingga 20 kodi sarung saban bulan.

Kebanyakan pemesan sarung milik Muarif adalah pedagang di berbagai kota di Indonesia. Agar pesanan lancar, Muarif memekerjakan jo karyawan yang terampil menenun sarung. I ntuk membuat sarung goyor, Muarif menggunakan balian benang jenis rayon dan juga mistis yang diperoleh dari toko-toko benang di Surabaya. Dalam sebulan,

; ikan n 10bungkus benang l ntuk satu bungkus berta) I kghingga 5 kg, bisa menghasilkan 10 sarung berukuran 160 cm Bagi Muarif, harga balian baku benang terbilang mahal Ia mengaku, satu bungkus benang rayon harganya mencapai Rp higga Rp 400.000 Sedangkan untuk benangjenis misris harganyabisa mencapai Rp 700.000 per bungkus.

I muk itu, Marif memasang harga sarung lebih mahal ketimbang kain sarung biasa atan 1 matan pabrik. Setiap potong sarung goyor dibanderol Rp 90.000-Rp 125.000. Harga itu lebih mahal ketimbang sarung biasa seharga Rp 25.000-Rp 50.000 per lembar jlika dalam sebulan Muarif bisa menjual 20 kodi dengan harga Rp 125.000 per lembar, Sudah banyak pesanan sejakempat bulan sebelum

Ramadhan.maka Muarif bisa mengantongi omzet hingga Rp 50 juta pel bulan. Selain dipesan pedagang sarung, Muarif mendistribusikan sarungnya ke toko busana mualim. Kenaikan permintaan kain sarung menjelang Ramadhan juga dirasakan Soleh Solehuddin, juga perajin sarung goyor merek Baraya Indah yang tinggal di Gresik, Jawa Timur.

Soleh bilang, omzetnya ii.nk 25%sejak awal bulan ini. Ia iiu-mpcrkirakan, sampai bulan depan, omzetnya Insa naik hingga 60%. "Semakin dekat lebaran, permintaan kian tinggi," kata Soleh yang menjual sarung seharga Rp hmi ikiO-150.000 per lembar.

Setiap bulan, Sholehmenjual 10 kodi sarung ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Dengan harga Rp 150.000 per lembar, Soleh bisa mengantongi omzet hingga Rp 30 juta per bulan

.[ika permintaan pasar sarunggoyoi dalamnegeri sedang cerah, beda halnya dengan pasar sarung ekspor yang sedang kelam. Ahmad Sungkar, penulik usaha sarung merek Botol Fadil Super di Surabaya bilang, usahanya mengalamipenurunan permintaan hingga 50% sejak awal tahun. "Pesanan daii Timur Tengah turun drastis, kata Ahmad yang menjual sarung senilai Rp 15).000-Rpuil).1)110 pn lembar.

Ia mengaku, dalam waktu yang sama, tahun lalu ia biasanya sudah mengirim pesanan ke Dubai, Jeddah, Somalia, dan Kenya Namun belakangan, pengiriman pasar ekspor itu mengalami penurunan. 

Sumber: Harian Kontan
Handoyo, Ragil Nugroho


Entri Populer