" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Ikhlas kembangkan usaha kecil

Ikhlas kembangkan usaha kecil


>>>>Ikhlas kembangkan usaha kecil

Kiprah wanita asli Betawi ini dalam peningkatan kapasitas dan pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) memang patut diacungi jempol, melalui Lembaga Pemberdayaan Perempuan Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia yang baru terbentuk pada 3 Maret 2010.

Kiprah gesit Decy Widhiyanto bisa dilihat dari jumlah pelaku UMK yang berhasil difasilitasi organisasinya, terutama dari sisi pembiayaan sebagai masalah paling krusial dalam pengembangan UMKsecaraumum. "Sarnpaisaat ini

I sekitar 5.000 UMK me-nikmati bantuan pembiayaan yang kami fasilitasi dengan mempertemukan mereka kepada lembaga keuangan nonbank guna mengakses permodalan, seperti dari BUMN," tutur Decy.Upaya fasilitasi itu memang dia harus siap melakukan perjalanan ke seluruh wilayah Indonesia. Namun, semua itu dijalani mantan pengurus Badan Musyawarah (Bamus) Betawi ini tanpa pamrih.

Capek tentu saja! Namun, semua terbayar dengan melihat pelaku UMK bisa berkembang tanpa kesulitan mendapat pembiayaan. Decy pun mengaku puas. Berapa besar dana rang berhasil disalurkannya kepada pelaku UMK? "Tidak terialu banyak sih. Dana dari PT Jamsostek yang sudah berhasil kami fasilitasi untuk diserahkan kepada pejuang perekonomian itu masih sekitar Rpio miliar," tuturnya.

Kenapa Decy begitu peduli dengan UMKM? Ternyata dia punya pengalaman memulai usahanya dari bawah sebagai pengelola salon kecantikan dan perias pengantin pada 1989. Pemda DKI lantas memberi kepercayaan kepadanya untuk mendampingi tim kesenian sebagai penata rias dan busana saat melawat ke luar negeri.

Selain mencari solusi bagi pemberdayaan UMK, Decy tetap menjalankan fungsinya sebagai lembaga pemberdaya di Hipmikindo. Yaitu fungsi pelatihan terhadap pemberdayaan masyarakat, termasuk promosi pemasaran dan pameran.

"Pelatihan yang kami lakukan bahkan sampai ke daerah pedalaman. Untuk tugas ini kami menjalin sinergis dengan BUMNBUMN melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)," tukasnya.

Selain melatih dan mendidik, serta fasilitasi pembiayaan, umumnya pelaku UMK mendapat kesempatan melakukan pameran, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk pada April 2011 memfasilitasi pameran dan misi budaya ke Pakistan.

Semua tugas di atas diljalani Decy dengan penuh keikhlasan. Melalui konsep pemberdayaan yang diimplementasikannya, dia pun lantas memberi peluang kepada pelaku sektor riil menghasilkan uang sebagai tujuan dari pelaku usaha.

Karena keikhlasan itu pula beberapa BUMN mendukung langkah pemberdayaan UMK yang dilakoni Decy. Bahkan dukungan datang dari Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan dan Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga.

Tugasnya membina UMK yang tidak produktif menjadi produktif, terus dilakukan dengan memantau dan pendampingan, karena itu, Decy juga kerap melakukan sosialisasi kepada calon penerima pembiayaan, sebagai upaya menanggulangi persoalan krusial.

Ketua LPP Hipmikindo ini bahkan pernah tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk kategori peserta Jamsostek terbanyak. Dalam waktu 2 pekan, dia berhasil menggaet 3.000 peserta yang berasal dari tenaga kerja UKM DKI Jakarta.

Padahal biasanya dalam 1 bulan perusahaan itu hanya berhasil merekrut 200 peserta Jamsostek. "Mereka inilah yang akan difasilitasi oleh Jamsostek sebab, yang bisa dilayani pembiayaannya hanya yang terdaftar sebagai anggota Jamsostek," Decy. ("*)

Sumber: Bisnis Indonesia


Entri Populer