" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Mei 2010

Revitalisasi IKM Masih Perlu Sentuhan Pemerintah

industri kecil dan menengah di Indonesia selama I masih banyak menemui sejumlah kendala, sehingga memaksa pemerintah turun tangan membantu. Kesulitan dana, pemasaran, tidak tersedianya bahan baku, hingga ketidakmampuan berionovasi merupakan kendala yang selama ini terus dihadapi industri kecil menengah (IKM).

Industri kecil cor aluminium di Kota Yogyakarta, misalnya, selalu menghadapi kendala dalam inovasi produk karena teknologi yang digunakan masih sederhana. "Minimnya inovasi produk yang dihasilkan industri kecil menengah ini berpengaruh pada menurunnya nilai tambah atas barang produksi yang dihasilkan," kata Ketua Asosiasi Pengecor Aluminium Kota Yogyakarta (Aspe-yo) Bambang Cahyono.

Menurut dia, beberapa produk yang menjadi andalan perajin cor logam di Kota Yogyakarta masih tetap berkutat pada alat rumah tangga, komponen sepeda seperti velg, serta sejumlah barang kerajinan lainnya.Belum lagi dengan adanya kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (ACFTA), menurut dia, akan membuat perajin kecil menjadi semakin terdesak. "Apabila tidak ada tindak lanjut dalam penguasaan teknologi, serta bantuan dari pemerintah maka bisa saja industri aluminium di Yogyakarta akan mati," katanya.

Bambang menyatakan, jumlah perajin aluminium yang berada di Kota Yogyakarta adalah sebanyak 90 perajin dengan penyerapan bahan baku sebesar delapan ton per hari. "Penyerapan itu sudah termasuk penyerapan bahan baku untuk perajin dari Bantul, tetapi jumlahnya tidak terlalubesar," katanya.Saat ini, harga bahan baku aluminium adalah Rp 18.000 per kilogram."Tapi penyerapan bahan baku belum tentu akan meningkatkan nilai tambah yang diperoleh. Bisa saja, penyerapan bahan baku turun, tetapi karena perajin melakukan inovasi dengan baik, maka nilai tambahnya justru semakin tinggi. Ini yang kami harapkan," katanya.

Di Kota Yogyakarta, puncak masa kejayaan industri pengecoran logam khususnya aluminium adalah pada 1980-an hingga 1990-an dengan jumlah perajin mencapai sekitar 170 orang. "Tetapi, kondisi mulai berubah sejak 1995, saat pesanan dirasakan mulai berkurang," katanya.Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Logam Kota Yogyakarta Whisynu Soendaru menyatakan pihaknya bersedia memberikan bantuan kepada para IKM untuk bisa bersaing di pasar ekspor.Fungsi UPT yang terletak di Nitikan Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta itu adalah memberikan pelayanan dan informasi kepada IKM logam. "Kami membantu proses produksi bagi perajin logam dengan memberikan pelatihan pengecoran, las dan pemurnian bahan baku.

Selain itu, kami memberikan layanan pembuatan cetakan barang produksi untuk perajin," katanya.Ia menyatakan, peralatan pendukung yang tersedia di UPT Logam tersebut sudah mencukupi dan mampu memenuhi kebutuhan perajin logam di Kota Yogyakarta.

Revitalisasi IKM
Dirjen IKM Kementrian Perindustrian Fauzi Aziz mengatakan salah satu program kerja direk-toratnya adalah merevitalisasi dan penumbuhan IKM, agar menjadi bagian dari sistem indus-tri dan bagian unit bisnis dapat bekerja secara efisien dengan tingkat produktivitas yang tinggi.Selain itu agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan berstandard, harga yang bersaing, pengiriman barang yang tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat mutu. "Revitalisasi dan penumbuhan IKM juga harus dapat menciptakan nilai tambah, baik secara sosial dan ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya daya saing, makin meluasnya pasar, serta meningkatnya kepuasan pelanggan," kata Fauzi.

Menurut dia, revitalisasi dan pertumbuhan IKM berbasis kewirausahaan pada hakekatnya merupakan segala daya upaya menciptakan nilai, proses memulai, atau proses pertumbuhan bisnis yang diharapkan mendatangkan keuntungan baru, proses penyediaan produk atau jasa baru, termasuk menciptakan nilai organisasi.Untuk merevitalisasi dan menumbuhkan IKM berbasis kewirausahaan tersebut, dalam pandangannya, pelaku bisnis IKM harus memiliki daya kewirausahaan tinggi dengan orientasi pada nilai-nilai kebaruan, inovatif, dinamis, kreatif, resiko dan fleksibel.

Fauzi mengatakan, kedepan program revitalisasi dan penumbuhan IKM harus berkaitan erat dengan sejumlah aspek pengembangan kewirausahaan, yang isu pokoknya antara lain mencakup teknologi dan inovasi, akses permodalan, katalisator bagi wirausaha muda, pendidikan dan pelatihan, budaya kewirausahaan, dan peluang bisnis. "Untuk merealisasikan hal tersebu pelaku bisnis IKM harus memiliki dayakewirausahaan yang tinggi dengan orientasi pada nilai-nilai kebaruan, inovatif, dinamis, kreatif, berani ambil resiko, dan fleksibel, serta selalu menekankan pada aspek pertumbuhan, dan selalu mengejar kesempatan untuk mencapai pertumbuhan," katanya

Langkah intervensi akan disusun oleh pemerintah untukmenstimulasi pelaksanaan program revitalisasi dan penumbuhan IKM yang antara lain mencakup inovasi produk, proses produksi, sistem manajemen dan tata kelola usaha, kewirausahaan, dan teknik pemasaran.Prioritas program revitalisasi dan penumbuhan IKM dilakukan melalui revitalisasi produk unggulan dan klaster IKM, untuk meningkatkan nilai tambah di sentra-sentra produksi yang sudah ada, tetapi bersifat selektif.

Selain itu menumbuhkem-bangkan pusat-pusat pertumbuhan IKM di sentra-sentra baru, sesuai Rencana Umum Tata Ruang. Perlu juga menciptakan produk khas daerah yang unggul berbasis sumber daya lokal, dengan pendekatan "Satu Desa, Satu Produk"IKM juga perlu lebih ditingkatkan lagi peranannya untuk lebih berani menembus pasar ekspor, selain memperkuat inovasi, teknologi, akses teknologi, dan menjalin kemitraan industri dengan sektor bisnis. "Nantinya akan ada tenaga khusus yang menjadi fasilitator, guna mendekatkan peran sektor IKM dengan konsep pemasaran modem, seperti menembus akses sampai ke pasar modem," katanya.

Data Ditjen IKM Kemenperin menunjukkan dari sub sektor industri pangan, sandang, kimia dan bahan bangunan, logam dan elektronika, serta kerajinan tahun 2009 terdapat 3.652.250 unit usaha dengan potensi ekspor 12,257 juta dolar AS.Berdasarkan analisis investasi untuk mencapai target nilai tambah dan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) IKM selama periode 2010-2014 tumbuh rata-rata 6,3 persen, maka harus ditempuh upaya peningkatan kegiatan investasi.Adapun aspek investasi yang dilakukan adalah analisis ketersediaan dan kecukupan bahan baku, kapasitas produksi, jumlah dana investasi dan modal kerja yang diperlukan, sumber pembiayaan, analisa keterlibatan masyarakat, kebutuhan energi dan listrik, serta pasar dan ceruk pasar.

Hidupkan Usaha Nyaris Kolaps, Kini Pekerjakan 24 Karyawan

Dilandasi niat meneruskan usaha milik orang tuanya yang nyaris kolaps dan ingin membantu perekonomian warga sekitar, Muyati, 55, sukses menggeluti usaha kerupuk mi.
MENYEBUT kerupuk mi sulit dilepaskan dari Desa Harjosari Lor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sebagian besar masyarakat desa ini meng-gelutiusaha kerupuk mi. Desa Harjosari Lor dikenal sebagai sentra usaha kerupuk mi terbesar di Kabupaten Tegal. Produksi kerupuk dari daerah ini tak hanya dipasok untuk wilayah Tegal, namun telah merambah daerah sekitarnya.

Seperti usaha kerupuk mi yang dijalankan Muyati, pemasaranproduknya telah menembus pasar hingga keluar Jawa. Produksi usaha milik Muyati kini telah mencapai 10 ton per bulan dengan omzet puluhan juta rupiah. Muyati pun mengaku bersyukur dan bahagia, usaha yang dia geluti sejak 35 tahun silam itu kini telah berkembang dan menjadi besar.

Pencapaian kesuksesan itu tak dilalui oleh Muyati dengan lancar dan mulus tanpa halangan. Selama lebih dari tiga dasawarsa dia mengembangkan usahanya dari kecil

hingga kini berkembang pesat melalui perjuangan dan susah payah. Muyati memulai bisnisnya pa-da Januari 1975, meneruskan usaha kerupuk mi yang telah dirintis orang tuanya, Darto (almarhum).

Bermodal 2 kuintal tepung tapioka, bahan baku utama membuat kerupuk mi, Muyati memberanikan diri meneruskan usaha tersebut. Dia dibantu suaminya, Kasmuri, 60. Dengan bekal ilmu cara membuat kerupuk mi saja ibu lima anak ini mulai menjalankan usahanya dari nol. "Modal tepung itu saya gunakan untuk membuat 190 kg kerupuk mi," kata Muyati. Seluruh proses pembuatan kerupuk mi saat itu digarap sendiri oleh Muyati dan suaminya. Dari membeli bahan baku, mencetak, menjemur dan menggoreng, hingga memasarkan kerupuk mi yang sudah jadi .Tiga bulan berlalu, usaha yang digeluti Muyati pelan tapi pasti menunjukkan peningkatan.

Dia pun mengajak tiga orang tetangganya untuk membantu- kemudian dia jadikan karyawan. "Mereka membuat mi hingga ikut mengedarkan ke pasar-pasar. Saat itu pendapatan per bulan hanya Rpl.S20.000. Itu masih (penghasilan) kotor karena belum dipotong biaya membeli tepung sebesar Rp950.000 dan membayar karyawan," ujarnya.

Keuntungan yang tidak seberapa itu tak lantas mematahkan semangat Muyati untuk terusmenggeluti usahanya. Apalagi pemasaran mi saat itu masih sangat susah. Dalam setahun Muyati kadang tidak memproduksi hingga empat bulan karena kerupuk mi tidak laku.

"Dulutidakbanyakorangyang kenal dengan kerupuk mi buatan saya,"kenangMuyati.
Pada awal merintis usaha, dia hanya memasarkan produk kerupuk mi di wilayah Tegal, Brebes, dan Slawi. Pemasarannya pun masih dia lakukan dengan berkeliling ke pasar-pasar dan menitipkan kerupuk di toko-toko. Saat itu, Muyari masih menggunakan sepeda motor untuk memasarkan makanan pendamping ini. "Kerupuk mi yang saya bawa masih sedikit,hanya 10 kg. Itu pun tidak laku semua," katanya.

Namun, dengan semangat untuk menghidupi keluarga dan membantu masyarakat sekitarnya, usaha kerupuk yang dikembangkan Muyaii mulai menunjukkan kemajuan. Dia lalu mencoba peruntungan dengan memasarkan kerupuknya ke Pekalongan, Semarang, hingga Jakarta dan Bandung. Bahkan tak jarang Mu-ya ti tidak pul angselama beberapa hari sebelum kerupuk mi yang dibawanya terjual.

Jerih payah perempuan yang hanya menamatkan sekolah dasar (SD) ini temyata tidak sia-sia. Produk kerupuk buatannya mulai diminati masyarakat. Muyati mulai merasakan kesuksesan pada 1980 dan berlanjut hingga saat ini. Jumlah karyawannya pun terus bertambah menjadi 24 orang. Muyati bahkan mampu membeli rumah dan satu unit mobil truk untuk memasarkan kerupuk buatannya. Tak hanya itu, dia mampu me-nguliahkan kelima anaknya.

Pesanan kerupuknya juga da-tang dari sejumlah daerah hingga luar Jawa seperti Medan. Setiap pekan Muyati kini mampu mengirim 2,5 tonkerupuk mi dari semula hanya 190 kg seharga Rpl6,25 juta. Dengan demikian, setiap bulannya Muyati mampu meraup omzet Rp65 juta. Terlebih jika bulan puasa, permintaan kerupuk mi meningkat tajam hingga tiga kali lipat.

Meningkatnya pesanan ini menuntut Muyati memperluas lahan yang digunakannya sebagai tempat proses produksi. Lahanyang dipakai sebagai tempat pembuatan kerupuk mi tidak jauh dari rumahnya, tepatnya di samping kanan rumah seluas sekitar 200 meter persegi.

Meski telah menuai kesuksesan, tidak mudah bagi Muyati untuk mempertahankan itu. Banyak hambatan dan rintangan yang ha-rus dia hadapi. Tingginya harga baku tepung tapioka yang kini menembus Rp480.000 per kuintal, minimnya modal untuk mengembangkan usaha, hingga ditipu bakul atau pengepul mipernah dia alami.

"Saya ditipu dua orang bakul mi dari Bandunghingga Rp70 juta. Barang sudah dikirim, tapi saya hanya dikasih cek kosong," keluhnya. Meski demikian.Muya ti tidak patah arang dan tetap membuat kerupuk mi. Dalan) menjalankan usaha ini Muyati memiliki niat ikut membantu ekonomi masyarakat di sekitarnya. "Kasihan mereka, kalau tidak bekerja tidak bisa makan," tuturnya.

Perempuan yang memiliki prinsip melestarikan usaha warisan orang tua dan membantu masyarakat ini optimistisTisahanya akan tetap berkembang dan diminati masyarakat, meski saat ini banyak produk makanan kecil pabrikan. Keyakinannya tampak nyata setelah tiga anaknya yang sudah menyandang gelar sarjana memilih menggeluti usaha kerupuk mi dibandingkan menjadi karyawan perusahaan atau PNS. "Saya yakin kerupuk mi akan tetap bertahan bila dikelola dengan manajemen yang baik," ujarnya.

Bantuan Kemitraan Telkom untuk UKM

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menyerahkan bantuan kemitraan dana bergulir Bp 4,198 miliar untuk 171 usaha kecil dan menengah (UKM) di Jawa Timur. Selain itu, guna mendukung bisnis UKM di Tanggulangi. Telkom meresmikan Small Medium Enterprise (SME) Center, hasil sinergi Telkom dengan Dinas Koperasi Kabupaten Sidoarjo, Selasa (1/6), bersamaan dengan peresmian Tanggulangi Fair, yang berlangsung hingga 30 Juni 2010.

Pedagang Ayam Sukses dari Pasar Anyar Bogor

Menjadi pedagang ayam mungkinbukan profesi yang diidamkanoleh sebagian orang. Namun tidakbegitu bagi Yulmasri. Profesi inisetidaknya telah membuatnyamenjadi sosok panutan yangdibanggakan oleh keluarga danmasyarakat di sekitar tempattinggalnya. Tak mengherankanbila pria kelahiran Padang tahun
1976 ini dipilih oleh pembaca

sebagai Lelaki Sejati Pengobar Inspirasi. Lelaki Sejati adalah mereka yang telah membuat perubahan positif untuk masyarakat sekitar melalui karya dan inovasinya. Mereka adalah sosok inspiratit yang memiliki banyak akal, berkarya besar, pembawa perubahan dan peduli sesama.

Yulmasri tak diragukan lagi pantas disebut Lelaki Sejati. Bagaimana tidak, hanya bermodalkan keberanian dia bisa menjadi pedagang ayam sukses di Pasar Anyar, Bogor. Omzet bersihnya bisa mencapai angka Rp 1 juta/ hari. Luar biasa, kan? Dengan omzet sebesar ini Yulmasri bisa menghidupi dirinya dan 12 orang karyawannya. Dia bisa mempercepat cicilan rumahnya dari 15 tahun menjadi 2 tahun. Selain itu dia juga bisamembeli mobil untuk keluarga dan 2 mobil operasional. Hebatnya lagi, karyawan-karyawan yang direkrutnya sebagian besar berasal dari lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Mereka umumnya adalah para pemuda yang putus sekolah dan pengangguran.

Saya mempekerjakan 12 orang karyawan. Mereka membantu saya dalam operasionalsehari-hari, mulai dari mengambil ayam di peternakan, memotongnya dan mengantarkannya ke pelanggan,"ujar Yulmasri.Patah Tumbuh Hilang Berganti Yulmasari menekuni usaha pemotongan ayam ini sejak 2001 dengan bermodalkan keberanian. Modal awal usahanya dia ambil dari hasil tabungannya selama bekerja di Klinik Dewi Medika dan Rumah Sakit Thamrin di Cileungsi.

"Saya memulai usaha ini bermodalkan tekaddan keberanian saja. Setelah dua tahun jadi karyawan, saya berpikir saatnya untuk mencoba wiraswasta. Kalau jadi karyawan terus, kapan baru bisa hidup layak di kota besar seperti ini? Lalu saya memuluskan untuk berdagang ayam. Kebetulan selama kuliah dan kerja di Cileungsi saya sering membantu paman yang berjualan ayam di Pasar Cileungsi. Jadi sudah tahu sedikit seluk beluknya," ujarnya.

Paman yang menjadi pedagang ayam ini memang menjadi sosok inspirator bagi Yulmasri. Pamannya inilah yang membawa dia dari ladang ke jakarta untuk melanjutkan pendidikan SMA tahun 1993. Setamat SMA, Yulmasri kembali ke Padang dan sempat bekerja di sebuah sablon karena kekurangan biaya untuk melanjutkan kuliah. Sang paman juga yang mengajak dia kembali ke jakarta untuk melanjutkan kuliah di ATRO Nusantara Jakarta.

Selama tinggal bersama pamannya, ia ikut membantu sang paman berjualan di pasar. Dari situ, Yulmasri mulai mengerti seluk-beluk bisnis pemotongan ayam. Pengalaman inilah yang kemudian membentuk tekad Yulmasn untuk menekuni profesi pedagang ayam sebagai profesimasa depannya. Selain itu, profesi ini dipilih untuk melanjutkan profesi yang telah ditekuni oleh sang paman.

"Kata pepatah, patah tumbuh hilang berganti. Itulah filosofi saya saal memilih profesi ini. Saya ingin menggantikan peran paman saya yang sudah sukses dengan berdagang ayam," lanjut Yul.

Kerja Keras

Memulai sesuatu bisnis baru bukanlah pekerjaan yang mudah. Hal ini juga dirasakanoleh Yulmasari. Dia mengurus segalanya sendiri, mulai dari mencari tempat yang pas untuk berjualan, mengurus kandangnya, memotongnya dan menjualnya. Bahkan dia tak jarang harus tidur di atas kandang untuk menjaga ayam-ayamnya agar tak dicuri otang. i , i j.

Pada tahun-tahun awal, karena mash kesulitan mencari pelanggan, Vul rrfcnfcmpu bola dengan berjualan dari satu ryman otw ke rumah makan lainnya. Seiring dengan perjalanan waktu, makin banyak (umah makan yang menjadi pelanggannya. Hingga kini sudah ada kurang lebih 80 | rumah makan yang tersebar di Bofor dan Depok menjadi pelanggannya.

Tentang kesuksesannya ini, Yulmasari mengakui bahwa keberanian, ketekunan, kerja keras dan kemampuan membangun jaringan adalah kunci ulama untuk bisa sukses. Tanpa itu, kila tidak bisa bertahan dalam persaingan bisnis. Karena itu, dia mengajak para pemuda-pqmuda di Indonesia untuk berani menjadi wiraswasta.

"Ayo, jangan takut mejadi pengusaha. Mulai saja dari hal-hal kecil. Lebih cepat lebih Iwik. ujar Yulmasari dengan penuh yakin.

Pertumbuhan UKM bisa capai 15%

Jumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) tahun ini diprediksi naik antara 10%dan 15%.
Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan optimistis tahun ini jumlah pelaku UKM bisa tumbuh dipicu oleh membaiknya iklim investasi dan kemudahan permodalan.

"Jumlah kuantitas secara pasti belum dapat dipastikan tetapi .secara persentase bisa," katanya kepada Bisnis kemarin. Senada dengan Menkop, Ketua DPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa Mahmud mengatakan pertumbuhan pelaku UKM tahun ini alun terjadi mengingat di sektor usaha besar juga mengalami kenaikan. "Kami optimistis UKM dapat meningkat tahun ini, tetapi belum bisa saya pastikan, tanya ke Menkop saja," katanya.

Dia menambahkan faktor dukungan dari perbankan juga bisa membantu terjadinya pertumbuhan pelaku UMKM dengan dukungan permodalan dan lebih berpihak ke UMKM. "Bank itu beri kredit ke usaha besar tak tanggung- tanggung, tetapi ke UKM, mereka [perbankan] berpikir panjang," ujarnya.

Kehatia-hatian perbankan memberikan kredit ke UKM, lanjutnya, karena sektor UKM dilihat memiliki risiko tinggi sehingga masih enggan memberikan pinjaman dalam jumlah besar. Selain itu, suku bunga yang diberikan juga tidak dibedakan, padahal jika saja suku bunga perbankan ke UKM di bawah

13% pertahummya bisa membantu daya saing usaha kecil itu. "Sekarang tak dibedakan antara suku bunga industri besar dan UKM yang berkisar 14% -16% per tahunnya," ujar Erwin. Idealnya, tambahnya, bunga kredit perbankan ke UKM itu maksimal 13% per tahunnya, dengan bunga sebesar itu diyakini pelaku UKM dapat bersaing menyediakan produk berkualitas dan harga bersaing.

Ketua Forum Daerah (Forda) UKM Yogyakarta Dwi Hendri mengatakan saat ini pelaku UKM sektor gerabah terancam gulung tikar karena sepinya pesanan gerabah dari pasar Eropa. "Sekitar 80% pelaku kerajinan gerabah tak ada aktivitas berproduksi," katanya. Lebih lanjut dia mengatakan pada kuartal 1/2010 terjadi penurunan pesanan gerabah yang taklain dipicu oleh melerriahnya nilai tukar euro di pasar uang internasional dan itu merembet ke perajin gerabah karena selama ini pasar utama gerabah asal Yogyakarta adalah di Eropa.

Kalah bersaing Adapun pasar domestik yang cukup potensial mengatasi sepinya pesanan, katanya, harus mengalami kekalahan bersaing dengan produk keramik dari China. Ketua Badan Pengurus Jaringan Nasional Pendukung Usaha Kecil Menengah (JNPUKM) Ferry D. Latief mengatakan tahun ini jumlah pelaku UKM akan terus meningkat. Peningkatan jumlah UKM selalu terjadi setiap tahunnya karena memiliki subsistem yang menjadikannya terus berkembang.

TIDAK MENGGERUS UKM

Perajin menyelesaikan pembuatan keset kaki berbahan dasar limbah kain dan benang di Beringin, Wonosari, Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, baru-baru Ini. Rencana pemberlakuan perdagangan bebas Asean India (AIFTA) pada Juni diprediksi tak menggerus pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Menurut Ketua Badan Pengurus Jaringan Nasional Pendukung Usaha Kecil Menengah (JNPUKM) Ferrrl D. Latief, dampak AIFTA ke UKM tak akan terasa sebab produk dari India lebih kepada barang untuk usaha besar seperti manufaktur, logam, dan otomotif.

BRI Syariah genjot UMKM

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah mengincar pertumbuhan pembiayaan usaha mikro mencapai Rp400 miliar hingga akhir tahun ini. Direktur Bisnis BRI Syariah Ari Purwan-dono mengatakan hingga saat ini pembiayaan untuk segmen usaha mikro mencapai Rp75 miliar dan diharapkan bisa meningkat hingga Rp 400 miliar pada akhir 2010.

"Perseroan akan mengembangkan segmen itu pada tiap unit bisnis yang ada guna melakukan penetrasi pasar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia," katanya kemarin, (o/sw/s/osi

Kemendag prioritaskan UKM

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu berkomitmen akan memberikan perhatian atas pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pasar tradisional. "Untuk itu kami minta Menteri Keuangan bisa memasukkan kedua sektor itu sebagai prioritas dalam perencanaan APBN 2011," tegasnya belum lama Ini

Selain meminta Menkeu, Mendag juga meminta Komisi VI DPR RI untuk terus mengupayakan pemberdayaan UMKM dan pasar tradisional. Dia juga menyinggung mengenai jumlah barang dalam negeri di ritel modern," katanya.

Koperasi didorong miliki 100% minimarket Carrefour tampung produk dari 27 UKM

Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan menginginkan koperasi pedagang kecil tidak hanya memiliki sebatas 10% di minimarket. "Jangan hanya 10%-15% kepemilikan koperasi di minimarket, tetapi kalau bisa 100% dan pemerintah tetap mendukungnya." katanya kemarin.

Selama ini, lanjut dia, smescomart merupakan minimarket milik koperasi dan usaha kecil menengah (UKM), tetapi belum dapat dikembangkan karena kekurangan modal. "Dana dari pemerintah itu terbatas, sehingga penting adanya kerja sama koperasi, UKM dan peritel modern dengan mendirikan minimarket khusus.

Sebelumnya, Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengusulkan agar pemerintah mendo-rong supaya minimarket yang melakukan ekspansi di daerah terutama di permukiman memberikan kesempatan kepada pedagang kecil untuk memiliki saham sekitar 10%- 15%.

Sementara itu, PT Carrefour Indonesia menggandeng pedagang di pasar tradisional melalui APPSI untuk melakukan kemitraan. Komisaris Utama PTCI Chairul Tanjung mengatakan nantinya pedagang tradisional bisa menjadi mitra dan diberikan pelatihan, pembinaan, dan akses pemasaran.

Namun, Ngadiran menambahkan pihak pedagang tradisional tidak cukup dengan pemberian pelatihan dan akses pasar kepada pedagang kecil tetapi Carrefour juga memberikan sumber barang dengan harga bersaing seperti halnya di gerai ritel modem. Mengingat harga di ritel modern ada kepastian harga, murah, dan ada diskon tetapi tak membuat rugi pengusaha ritel.

Carrefour membuka Pojok Rakyat dan Bazar Rakyat untuk pengusaha UMKM yang sudah menjadi pemasok dengan masa waktu pelaksanaan mencapai 1 tahun,sedangkan bazar rakyat diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang belum menjadi pemasok di Carrefour dengan jangka waktu 1 minggu. Peritel asal Prancis itu mengeluarkan dana investasi bagi pelaksanaan pojok rakyat hingga Rp3 miliar dalam 1 tahun.

Sjarifuddin melanjutkan Carrefour telah berhasil membuka impian pelaku usaha kecil menengah (UKM) Indonesia untuk menjadi konglomerat nasional dengan menggelar Pojok Rakyat dan Bazar Rakyat tersebut. Menurutnya, impian pelaku sektor riil itu menuju konglomerat terbuka setelah Carrefour membuka diri melaksanakan promosi dan pemasaran berbagai produk UKM melalui 81 gerai Carrefour yang tersebar di 24 provinsi Indonesia.

Kelemahan UKM "Kelemahan UKM kita selama ini terletak pada strategi pemasaran. Carrefour telah membuka diri, sehingga kelemahan itu sudah teratasi," ujarnya. Menurut dia, selama ini masyarakat umum menilai Carrefour menjadi pesaing sektor riil, dengan kapasitasnya sebagai kompetitor. "Hari ini menajemen Carrefour telah membalikkan hipotessis tersebut, dengan menggandeng UKM menjadi mitra pemasok."

Meski demikian, Chairul Tanjung menegaskan bahwa prosedur untuk masuk ke jaringan perusahaan riter yang dipimpinnya tetap berlaku. Yakni, setiap komoditas harus bisa memeuhi kualifikasi yang telah ditetapkan sebagai standar kebutuhan konsumen segmen ritel. Saat ini sejumlah 27 jenis produk UKM telah masuk dalam jaringan Carrefour, karena telah memenuhi kualifikasi. Chairul menjanjikan, jumlahnya akan terus ditingkatkan apabila komoditas yang dihasilkan UKM mampu mengikuti kualifikasi standar ritel.

"Hari ini baru ada 27 UKM. Selanjutnya bisa bertambah menjadi 100 bahkan menjadi 1.000. Bagi produk yang belum bisa memenuhi kualifikasi, kami tetap konsisten melakukan promosi dan pemasaran melalui bazar dan pojok rakyat di seluruh gerai Carrefour.

Kemenkop targetkan 200 TPKU 2010

Kementerian Koperasi dan UKM optimistis mampu memenuhi target pendirian 200 tempat praktek ketrampilan usaha (TPKU) hingga akhir tahun ini, bersinergi dengan lembaga pendidikan perdesaan di berbagai daerah. Neddy Rafinaldy Halim, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, memastikan hal itu karena hingga April jumlah TPKU yang sudah dibangun telah melampaui target.

"Kami ditargetkan mendirikan 15 TPKU, akan tetapi berhasil melampaui jumlahnya jadi 11 unit. Kami optimistis bisa menambah lokasi antara 70 dan 80 unit tahun ini di mana hingga pada semester I sudah terealisasi setengahnya," ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Pembangunan TPKU sudah dilakukan di 5 provinsi dan akan dikembangkan ke provinsi lain yang telah ditetapkan lokasinya, sedangkan pembiayaannya bersumber dari APBN Kementerian Koperasi dan UKM. TPKU yang telah dibangun di lima provinsi masing-masing di Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Adapun jenis tempat praktik usaha bagi lulusan SMU sederajat tersebut, a.l. bengkel sepeda molor.bengkel elektronik, industri konveksi, dan industri kerajinan.

Menurut Neddy, meski pada tahun ini alokasi anggaran pendirian TPKU diturunkan jadi RplOO juta dari sebelumnya Rp200 juta, akan tetapi jumlahnya menjadi tertinggi sejak program ini dikembangkan pada periode 2006. Penurunan alokasi ini terkait dengan kebijakan bahwa pengembangan TPKU tidak lagi membangun lokasi praktik. Mulai tahun ini Kementerian Koperasi dan UKM hanya membiayai pengadaan peralatan, sedangkan operasional pembangunan bersumber dari APBD. Hingga Desember 2009, jumlah TPKU yang berhasil dibangun atas fasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM mencapai 814 unit. Jumlah TPKU terbanyak di bidang industri konveksi, karena mencapai 322 unit.

Ketentuan bagi lembaga pendidikan yang bisa menerima fasilitasi pengembangan TPKU adalah lembaga pendidikan swasta di perdesaan. TPKU diprioritaskan bagi lembaga pendidikan yang siswanya bermukim di sekolah, misalnya pondok pesantren. Ketentuan lain adalah, jumlah siswanya minimal 100 orang untuk kawasan di Pulau Jawa seru 60 siswa di luar Pulau Jawa. Setiap lembaga pendidikan harus memiliki izin resmi dari instansi yang berwenang.

IKM jamu minta back up pemerintah

Pelaku industri jamu skala kecil dan menengah (IKM) meminta dukungan {back up) pemerintah untuk mengembangkan potensi pasar jamu nasional dan meningkatkan daya saing dalam menghadapi serbuan jamu impor.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu Charles Saerang mengatakan pengusaha jamu skala besar umumnya mampu mencari terobosan dan inovasi sendiri untuk mengembangkan pasarnya, sehingga praktis tidak banyak membutuhkan bantuan pemerintah.

"Tetapi, bagaimana dengan pengusaha jamu skala kecil, mereka tentu tidak bisa survive [bertahan hidup] sendiri karena keterbatasan modal dan penguasaan teknologi," ujarnya di sela-sela Rakernas II GP Jamu, kemarin.Pernyataan Charles itu disampaikan menanggapi pemaparan Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Jasa Kesehatan Kadin Indonesia Dewi Motik Pramono yang menyarankan agar pengusaha jamu tidak menunggu bantuan pemerintah, tetapi mengambil inisiatif sendiri untuk meningkatkan daya saingnya.

Menurut Charles, dari 1.116 pelaku industri obat tradisional yang terdaftar di Indonesia, yang tergolong sebagai industri besar hanya 129 perusahaan. Selebihnya sebanyak 1.037 adalah produsen obat tradisional skala kecil, termasukindustri rumah tangga. "Mereka ini akan semakin sulit berkembang kalau tidak didukung pemerintah."

Dia mengingatkan di banyak negara, industri obat tradisionalnya didukung penuh oleh pemerintah, mulai dari kegiatan riset dan penelitian, perlindungan dari serbuan produk asing, hingga bantuan pada jaringan distribusi. Dua negara yang pemerintahnya sangat berperan aktif adalah China dan Malaysia.

Dari sisi harga, produk jamu buatan Indonesia sebetulnya tidak kalah bersaing dengan jamu asing. Namun demikian, jamu produksi IKM dalam negeri umumnya kalah dari sisi kemasan dan mutu. "Ini karena mereka tidak kuat investasi besar." Selain dukungan ke IKM, menurut Charles pengusaha jamu di dalam negeri juga masih membutuhkan bantuan pemerintah untuk masuk ke banyak negara tujuan ekspor.

Potensi pasar jamu yang dapat digarap diyakininya lebih dari Rp25 triliun. "Angka itu relatif mudah dicapai kalau pemerintah mau membantu mengoordinasi kegiatan pemasaran, edukasi, hingga masalah perizinan." Dia berharap agar upaya edukasi dan sosialisasi jamu sebagai produk ekspor andalan Indonesia ke luar negeri dapat dilakukan melalui jalur KBRI. Menurut Charles, seJama ini banyak jamu dari Indonesia yang dihambat masuk ke negara tujuan ekspor.

Pendidikan wirausaha tak bisa instan

Pendidikan kewirausahaan seharusnya diberikan sejak sekolah dasar dan menengah untuk membentuk pola pi-ker dan karakter berwirausaha. Sedangkan untuk di perguruan tinggi, yang hanya diberikan pendidikan wirausaha selama tiga tahun, pola pikir dan keberanian berwira?sahanya saja belum tertanam dengan baik. Demikian dikemukakan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), yaVig juga anggota Tim Studi Cepat Pendidikan Kewirausahaan Pada Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Dwi Larso pada Seminar Cepat Pendidikan Kewirausahaan pada Pendidikan Dasar dan. Menengah, kemarin.

"Padahal, wirausaha itusangat penting. Menurut Global Entrepreunership Monitor, sepertiga pertumbuhan ekonomi dihasilkan melalui kegiatan wirausaha. Di Amerika Sarikat, setiap tahun penduduknya menciptakan 600 sampai 800 ribu usaha baru dengan pegawai tetap dan kira-kira 2 juta penduduk mejalui usaha sendiri (se If-employment ventures)," jelasnya.

Menurutnya, kebijakan pendidikan wirausaha di jenjang pendidikan tinggi untuk mencetak lulusannya menjadi seorang wirausaha tampaknya belum dapat membuahkan hasil yang maksimal. Dwi Larso mengatakan, di Indonesia/orientasi lulusan sekolah menengah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sampai sekolah mengan atas dan kejuruan masih untukmencari kerja bukan sebagai wirausaha.

Dia menilai, pendidikan wirausah seharusnya diberikan sejak-dini untuk menamkan pola pikir untuk berwirausha. Sebab, dari sepuluh bisnis para ahli wirausaha, biasanya ha-nya empat yang berhasil, dua biasa-biasa saja, dan sisanya gagal. "Jadi yang perlu dipersiapkan adalah sumberdaya manusianya karena sumber dana bisa didapat. Wirausaha itu yang terpenting adalah proses kreatif ciptakan peluang, namun harus benar-benar direalisasikan. Tanpa ada realisasi tidak ada nilai tambah," ujarnya. Selain itu, kata Dwi, pendidikan wirausaha harus diubah pola pikirnya, pengembangan keterampila; dan pembekalan pengetahuan.

Pakan Komplet Tambunkan Etawa

Penyediaan pakan berupa dedaunan hijau akan berkurang saat musim kemarau tiba.
Ekstra Besar. Ungkapan ini cocok untuk menggambarkan bentuk kambing Peranakan Etawah (PE). Saat usianya dua hingga tiga tahun atau sudah cukup dewasa, besarnya mencapai tiga kali lipat domba ukuran sedang atau dua kali lipat kambing Jawa ukuran sedang.

Panjang badannya bisa mencapai satu hingga 1,5 meter. Sedangkan tingginya, bisa lebih dari satu meter. Soal berat badan, jangan dikira enteng. Walaupun badannya tidak gemuk, seluruh tubuhnya berotot. Berat kambing seusia itu bisa mencapai lebih dari 70 hingga 80 kilogram.

Tak heran jika nilai jual seekor kambing PE bisa mencapai tiga kali, bahkan lima kali lipat dari harga kambing biasa. "Malah untuk kambing yang lolos kontes, harga pemenangnya bisa setara dengan satu unit mobil Toyota Kijang Innova," kata juri kontes kambing di Jawa Tengah, A Sodiq, saat menerima rombongan peninjau penerapan teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Banyumas, Jawa Tengah, belum lama ini. Kambing PE, dulunya didatangkan dari Benggala, India. Menurut

Sodiq, ciri khas kambing PE adalah memiliki surai pada kaki. Kambing PE dengan komposisi tubuh bagus memiliki ciri-ciri tertentu. Seperti memiliki dahi ke depan, pundak tinggi, geraham bawah (cakil) ke depan, telinga panjang menjulur dan cupingnya melipat dua (panjang kuping lebih dari 33 sentimeter), serta tingginya di atas 105 sentimeter (untuk kambing kontes).

Penduduk Desa Gumelar, Banyumas, umumnya peternak kambing PE. Sekitar 65 persen dari 2.635 KK (10.535 jiwa) adalah peternak kambing. Menurut Lurah Gumelar, Tjahjo Erlianto, dulu masing-masing peternak hanya bisa memiliki enam sampai delapan ekor kambing. Saat itu, para peternak memberi makan kambingnya dengan dedaunan hijau dari kebun dan sekitarnya. "Ini menghabiskan waktu dan tenaga. Peternak pun hanya bisa menangani sedikit ternak," ujar Tjahjo.

Setelah dibina oleh Iptekda LIPI, khususnya dengan teknologi pakan komplet atau complete feed-total mix ration (TMR), Tjahjo mengatakan, satu peternak bisa menangani puluhan kambing. Itu pun ditangani paling banyak dua orang saja. Ini memberi dampak bagi pertumbuhan perekonomian di desa. Karena itu, PE ini lantas menjadi ternak khas di desa ini dan diberi nama Pegumas, singkatan dari Peranakan Etawah Gumelar Banyumas.

Salah seorang peternak kambing PE, Carso, mengaku dulu waktunya habis untuk mencari pakan kambing berupa dedaunan hijau di ke-bun. Carso yang merupakan binaan pertama Iptekda LIPI sejak 2008 ini mengatakan, dedaunan hijau yang didapatkannya, langsung diberikan ke ternak yang jumlahnya tak lebih dari 10 ekor.

Masalah kemudian muncul saat musim kemarau tiba yang membuat persediaan pakan sangat sedikit. "Makanya, waktu kami habis hanya untuk mencari hijauan. Kami seperti diperbudak oleh kambing," ujarnya.

Kini, dengan adanya kambing PE, Carso lebih memilih tetap beternak karena nilai ekonominya yang tinggi. Selain dagingnya lebih banyak untuk ukuran seekor kambing, kambing PE juga bisa diambil susunya. Satu liter susu bisa mencapai harga Rp 20 ribu. Susu kambing PE ini pun dipercaya memiliki khasiat untuk pengobatan dan kebugaran tubuh.

Dengan teknologi pakan fermentasi yang diperkenalkan LIPI, kini Carso sudah memiliki 70 ekor kambing PE dengan hanya mempekerjakan dua orang tenaga kerja. Carso pun memiliki lebih banyak waktu untuk dirinya sendiri dan mulai memikirkan untuk pengelolaan kotoran ternak. "Sekarang, saya jadikan pupuk. Kulitnya juga kita garap, tapi kami berharap nanti bisa kelola untuk biogas," ujarnya.

Gunakan sumber lokal

Sedikitnya ternak yang bisa ditangani peternak kambing PE menjadi pemikiran Budi Rustomo, peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Budi yang juga ketua Tim Ip-tekda LIPI ini melakukan penelitian selama dua tahun di Desa Gumelar.

Penelitiannya bertujuan untuk meningkatkan produksi daging kambing. Secara nasional, menurut dia, pertambahan populasi kambing cukup rendah, yaitu 2,9 persen per tahun. Padahal, kebutuhan daging kambing mencapai 5,6 juta ekor per tahun.

Budi lantas berpikir, untuk mengatasi rendahnya populasi kambing, perlu dilakukan peningkatan produktivitas dan reproduktivitas-nya. Maka itu, kemudian ia memfokuskan pada pakan ternak yang menjadi masalah para peternak kambing PE selama ini.

Sebelumnya, para peternak menggunakan beraneka ragam hijauan, yang tak tentu jumlahnya. Karena itu, kambing harus terus beradaptasi dengan jenis pakannya. "

"Malah bisa-bisa kambing PE ini keracunan dengan pakan hi-jauannya. Ini berisiko dan bisa pengaruhi reproduksinya. Tingkat kematian tinggi, akibat induknya kekurangan gizi," ujar Budi.
Atas dasar itulah, Budi mengembangkan teknologi pengembangan formulasi pakan komplet TMR yang berbasis sumber daya lokal. Pendekatan pakan ini penting dalam mendukung perkembangan produksi kambing PE yang berkelanjutan, efisien, dan kompetitif. "Pakannya jadi lebih terstandar dan tersedia kapan saja, fisiologis ternak makin bagus, mortalitas menurun jadi sembilan persen, dan reproduksi semakin baik," kata Budi menandaskan. ed andina

Penyaluran KUR Terus Digenjot Untuk UKM

Bank Jabar Banten (BJB) terus menggenjot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Meski baru digulirkan sekitar dua bulan yang lalu, BJB optimistis dana Rp 750 miliar yang disiapkan bagi program tersebut dapat disalurkan hingga akhir tahun mendatang.

Corporate Secretary BJB Cecep Trisna mengatakan, penyaluran KUR memang sedikit terlambat. Salah satunya, penyaluran melalui tiga belas BPR yang baru mendapatkan izin pada akhir Maret lalu. "Memang sedikit terlambat, baru berjalan dua bulan yang lalu. Namun, kita terus meng-galakkan rekan-rekan di cabang untuk terus melakukan penyaluran," ujar Cecep, di Bandung, Senin (31/5).

Disinggung mengenai kondisi pasar yang juga diperebutkan dengan sejumlah bank ternama lainnya, Cecep mengatakan, setiap bank memiliki pangsa pasar masing-masing. Oleh karena itu, ia tidak khawatir akan terjadi persaingan untuk memperoleh nasabah. "Semua memiliki pangsa pasar dan binaan masing-masing. Kita juga terus melakukan kegiatan marketing untuk bersaing secara kompetitif," ujarnya.

Begitu pula dengan persamaan karakteristik antara nasabah KUR dengan Kredit Mikro Utama BJB. "Memang ada kesamaan, tapi di luar itu masih ada pasar yang belum tergarap," katanya. Selain itu, lanjut Cecep, pasar usaha mikro kecil menengah (UMKM) pun masih terbuka lebar. Hal itu merujuk pada data Bank Indonesia (BI) bahwa baru sekitar lima belas persen dari potensi UMKM di Jabar yang telah menerima bantuan perbankan. Meski ia tak mengetahui secara pasti total UMKM yang ada di Jabar.

"Kondisi itu menunjukkan bahwa masih banyak yang belum dibantu oleh kredit perbankan. Artinya, potensi pasar masih terbuka lebar," ujarnya. Oleh karena itu, Cecep optimistis dana.Rp 750 miliar tersebut dapat direalisasikan. "Kami optimistis itu bisa direali-sasikan. Oleh karena itu kita terus menggalakkan rekan-rekan di cabang untuk terus melakukan penyaluran," ujarnya.

Cecep menambahkan, untuk penyaluran kredit tersebut BJB tidak membidik sektor khusus. Ia memaparkan, dari sembilan sektor yang ada seluruhnya mendapatkan prioritas yang sama. Kendati, ia mengungkapkan, berdasarkan portfolio yang ada. selama dua bulan digulirkan sektor perdagangan masih mendominasi.

"Saat ini memang paling besar masih perdagangan. Namun, kami konsen pada semua sektor, termasuk sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan," ujarnya. Kendati demikian, ia mengungkapkan saat ini alokasi pada sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan masih di bawah sepuluh persen. "Memang masih rendah, namun kami terus mendorong sesuai misi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yang tengah menggalakkan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan," katanya.

Lulusan Universitas Jangan Cuma Buru Gelar AkademisLulusan Universitas Jangan Cuma Buru Gelar Akademis

Lulusan perguruan tinggi selama Ini cuma berorientasi mencari pekerjaan, bukan berupaya membuka lapangan pekerjaan baru. Sebagian mahasiswa Indonesia cuma memburu gelar akademis, karena dengan nama yang dijepit gelar, merasa dirinya lebih intelek.

INI sangat disayangkan. Berdasarkan hasil Studi Cepat Pendidikan Kewirausahaan Pada Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), orientasi lulusan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), sampai Sekolah Menengah Atas (SMA), dan kejuruan (SMK) hingga universitas di Indonesia, cuma mencari kerja dan menjadi karyawan. Bukan berwirausaha dan menjadi pengusaha.

Menurut data Global Entrepre-neurship Monitor, sepertiga pertumbuhan ekonomi dihasilkan melalui kegiatan wirausaha. Di Amerika, setiap tahun penduduknya menciptakan 600 ribu-800 ribu usaha baru dan 2 juta penduduk membuka usaha sendiri (self-employment ventures).

"Amerika saja yang negara besar mau berwirausaha, mengapa negara kita tidak mampu?" ujar anggota Studi Cepat Pendidikan Kewirausahaan Pada Pendidikan Dasar dan Menengah Kemente-rian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Dwi Larso saat seminar Studi Cepat Pendidikan Kewirausahaan Pada Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia menyayangkan, sebagian besar sekolah baik SD maupun SMP belum menanamkan pola pikir dan karakter berwirausaha sejak dini. Padahal, pendidikan kewirausahaan akan cfektifjika diterapkan mulai tingkat yang paling dasar. Kekurangan lainnya adalah kebijakan pendidikan wirausaha di jenjang pendidikan tinggi untuk mencetak lulusannya menjadi seorang wirausaha, tampaknya belum membuahkan hasil maksimal.

"Sulitnya wirausaha berkembang karena dari 10 orang yang menjalankan bisnis wirausaha, biasanya hanya empat yang berhasil, dua biasa-biasa saja, dan sisanya gagal. Hal ini membuat lulusan sekolah menengah atas enggan berwirausaha dan memilihjadi buruh pabrik." sesalnya.

Untuk menghindari jumlah pengangguran terdidik tidak bertambah setiap tahun, sarjana dan lulusan sekolah mesti mampu membuka lapangan pekerjaan atau berwirausaha. Menurutnya, Pendidikan wirausaha mesti diubah pola pikirnya, wirausaha tidak melulu harus berkaitan dengan bisnis, tetapi wirausaha juga berkaitan dengan bidang sosial.

"Kewirausahaan bukan hanya semata bisnis, tapi lebih memprioritaskan proses kreativitas dan inovasi yang memberikan nilaitambah," kata Freddy Mungcr dari AusAid (Australia Agency for International Development yang juga menjadi pembicara pada seminar itu. Komponen kewirausahaan selain bisnis, tambah Freddy, juga harus ditanamkan. Komponen itu meliputi kreativitas, inovasi, inisiatif, pantang menyerah, ulet, percaya diri, mandiri, nyaman terhadap perubahan dan ketidakpastian, sikap positif dan optimistis. Kejujuran, sportivitas, keberanian mengambil risiko, kerja sama dan kolaborasi, getolmencari peluang, dan semangat berprestasi.

Selain itu, metode pembelajaran pendidikan kewirausahaan, sambung Dwi, perlu dilaksanakan melalui mata ajar sendiri yang diberikan dalam bentuk muatan lokal. "Aspek positifnya jika diterapkan dalam pendidikan kewirausahaan sendiri menjadi jelas siapa yang bertanggung jawab. Meski aspek negatifnya guru tidak merasa bertanggungjawab menanamkan jiwa wirausaha. Oleh karenanya, perlu koordinasi di tingkat sekolah," tegasnya.

Peneliti dari Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan Kcmendiknas Agung Purwadi menambahkan, ada tiga kategori pendidikan kewirausahaan yang bisa diterapkan di sekolah.
Pertama, tingkat terbatas yang menerapkan satu mata pelajaran. Misalnya, muatan lokal imtuk seluruh siswa. Kedua, tingkat memadai dengan menerapkannya di beberapa mata pelajaran yang terintegrasi ditambah kegiatan terkait bisnis. Ketiga, tingkat penuh mengikuti siklus bisnis dan siswa menjalankan bisnis secara nyata. NOV

Mengintip Peluang Bisnis Waralaba

Saya ingin membuka usaha cuma masih bingung pilih jenis usaha, sebab belum punya pengalaman. Ada teman saya menganjurkan untuk ikut waralaba saja. Namun karena saya masih awam , saya ingin tahu dulu mengenai bisnis ini.

Bagaimana cara menjalankannya? Bagaimana dengan risikonya, sebab saya tidak ingin uang yang saya tanamkan hilang? Dana yang saya miliki juga tidak besar, bisakah saya menjalankan usaha franchise dengan modal kecil ? Apa saja jenis usaha yang bagus dijalankan untuk bisnis ini. Bagaimana saya bisa berhasil di bisnis ini. Terima kasih.

Waluyo J Halo pak Waluyo, senang berkenalan dengan anda
Banyak orang tidak berani membuka bisnis sendiri karena merasa belum punya pengalaman sama sekali dalam berbisnis sehingga menjadi ragu-ragu dan takut gagal. Namun jangan khawatir, sekarang ini banyak sekali ditawarkan bisnis dengan sistem waralaba atau franchise yang bisa membantu Anda mengatasi kendala kurangnya pengalaman dan pengetahuan dasar menjalankan bisnis tersebut.

Waralaba dalam dunia bisnis terkenal dengan istilah" Franchise yaitu pemberian sebuah lisensi (ijin) oleh suatu pihak (perorangan maupun perusahaan) sebagai pemberi waralaba kepada pihak lain sebagai penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merk dagang / nama dagangnya, dan untuk menggunakan keseluruhan sistem bisnisnya. Pemberi waralaba biasa disebut franchiser dan penerima waralaba disebut franchisee.

Jadi dengan membeli waralaba, anda membeli sebuah sistem bisnis yang sudah diciptakan orang lain dan terbukti berhasil. Oengan demikian untuk menjalankan bisnis franchise, Anda sebagai franchisee tinggal menjalankan sistem yang sudah ada. Dibandingkan membuka usaha sendiri dengan nama yang belum dikenal orang, belum lagi anda harus membuat sistem usaha (merekrut pegawai, melatihnya, mengatur persediaan barang, dan menetapkan harga) yang tentunya tidak mudah bagi pemula. Maka waralaba membantu anda mengatasi masalah-masalah tersebut.

Sebagai timbal baliknya atas berbagai keuntungan yang Anda dapat dari franchiser, maka Anda harus memenuhi persyaratan finansial tertentu, terutama modal awal yang dibutuhkan.

Modal awal yang dibutuhkan adalah a) modal membeli ijin waralaba / franchise fee ; b) modal investasi (tempat, peralatan, perijinan ) ; c) modal kerja awal / start up ( biasanya untuk pembelian bahan baku, gaji pegawai, listrik, telpon, transportasi) untuk menunjang operasional usaha 3sampai 6 bulan pertama. Franchisee biasanya juga dikenakan royalty yang dibayarkan rutin tahunan dan atas penggunaan sistemnya

Untuk mengcover kebutuhan modal ini Anda bisa menggunakan dana anda saat ini. Modal untuk membeli franchise bervariasi tergantung dari jenis usahanya, misalnya saat ini untuk banyak ditawarkan waralaba makanan dengan modal dibawah Rp 15 juta. Contoh lain sebuah franchise usaha isi ulang (refill) tinta printer komputer mensyaratkan modal sebesar Rp 75 s/d 150 juta. Ada juga untuk membeli sebuah franchise usaha restauran bahkan bisa membutuhkan modal sekitar Rp 1 milyar!

Sebenarnya banyak sekali jenis usaha yang bisa ditawarkan dengan sistem waralaba. Berbagai macam usaha tersebut antara lain bimbingan belajar, kursus bahasa Inggris, broker property, binatu, playgroup, restaurant, cafe, salon kecantikan, minimarket, bahkan gerobak dorong ayam goreng saja sudah ada yang difranchise-kan. Semuanya mempunyai potensi tingkat keuntungan sendiri-sendiri.

Bisnis waralaba memang menjanjikan, namun sebaiknya anda tetap hati-hati dan mempertimbangkan semua risikonya. Beberapa pertimbangan dalam memilih / membeli franchise atau waralaba antara lain

1.Apakah merek-nya sudah terkenal dengan kualitas produk / jasa yang baik dan kompetitif. Seandainya mereknya belum terkenal, sulit bagi kita untuk memperoleh omzet maksimal karena pasar belum mengenal mereknya.Kualitas produknya juga harus prima, misalnya kalau produknya berupa makanan, apakah enak, apakah unik, apakah mudah dibuat atau tidak, apakah ada resep rahasia sehingga sulit di tim pesaing.

2.Manajemen. Kita juga harus melihat kredibilitas pemilik/ pengembang franchise tersebut. Apakah franchisor yang kita minati merupakan perusahaan yang sukses dan kuat, Franchisor wajib memberikan laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik kepada calon pembeli hak waralabanya. Laporan tersebut dapat memberikan informasi keadaan keuangan perusahaan tersebut.

3. Pilihlah waralaba yang sesuai dengan hasrat dan minat anda, dan anda yakin waralaba tersebut akan menguntungkan dalamjangka panjang. Hindari memilih waralaba karena faktor "trend" semata-mata.

4. Pilihlah waralaba yang sesuai dengan modal anda. Beberapa bisnis waralaba ada yang mengalami kegagalan ditengah jalan karena kekurangan modal. Oleh karena itu, untuk meningkatkan peluang keberhasilan, lebih baik untuk memiliki modal labih dari yang disyaratkan franchisor. Disarankan untuk memiliki cadangan dana untuk modal kerja 6 bulan sampai 1 tahun kedepan.

KUR libatkan pendamping

Kementerian Koperasi dan UKM mengoptimalkan konsultan internal lembaga, asosiasi ataupun ikatan usaha kecil menengah untuk memperluas penyebaran program kredit usaha rakyat (KUR). Choirul Djamhari, Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian Koperasi dan UKM, menjelaskan konsultan internal itu menjadi pendamping calon debitur KUR, setelah menjalani semacam pelatihan sosialisasi.

"Ada keunggulan dari pemanfaatan konsultan internal asosiasi, lembaga maupun himpunan atau ikatan yang terkait dengan UKM," ujarnya sesuai dengan melaksanakan sosialisasi KUR bagi seluruh stakeholder di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, kemarin. Keunggulan itu misalnya, kenyamanan calon debitur karena didampingi oleh petugas internal dari asosiasinya. Keunggulan lainnya, perbankan penyalur KUR juga merasa lebih nyaman melayani calon debitur yang tergabung dalam asosiasi.

Untuk menjamin kesi-nambungan pendampingan semacam ini, Choirul telah menginstruksikan kepada seluruh pendamping agar tidak menetapkan tarif atas jasa layanan yang mereka berikan terhadap sesama anggota, apalagi tarif itu ditetapkan di depan. Menurut dia, karena di antara calon debitur dan pendamping teknis berasal dari satu organisasi, maka sebaiknya besaran jasa terjadi secara alamiah. "Semuanya harus berdasarkan service based, atau berdasarkan layanan yang diberikan kepada debitur."

Secara terpisah, Asisten Deputi Urusan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Prijambodo mengatakan sosialisasi semacam ini akan diteruskan ke seluruh provinsi, menyusul sosialisasi pertama di DKI Jakarta. "Pada skenario sosialisasi ini, kita telah melakukan penyempurnaan. Caranya, mengundang calon debitur yang terdiri dari pengurus asosiasi, himpunan, ikatan UKM beserta anggotanya. Dengan skenario ini, penyebaran KUR lebih efektif dan jangkauannya juga lebih luas, karena teknis operasional secara internal oleh pengurus.

Pemerintah diminta bersikap adil Pedagang tradisional merasa terpinggirkan

Pedagang pasar tradisional mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berpihakkepada peritel modern,tetapi juqa usaha kecilmenengah karena banyakyang gulung tikar. Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengungkapkan kepemilikan peritel modern oleh pengusaha nasional memang sangat bagus, tetapi jangan sampai setelah nanti peritel itu sudah tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah, dijual lagi ke asing.

"Ini yang sangat saya khawatirkan, karena nantinya asing kembali menguasai ritel modern di Indonesia, dan pedagang tradisional pun makin terjepit," ujarnya kepada Bisnis kemarin. Terkait dengan banyaknya menteri yang hadir di acara Bazaar UKM-Carrefour, kemarin, Ngadiran mengatakan keberpihakan pemerintah terhadap peritel modern saja sebaiknya dihindari.

"Pemerintah juga perlu mendu-kung UKM [usaha kecil menengah), pedagang pasar, dan koperasi dengan membuat peraturan mengenai kewajiban peritel menggandeng UKM dalam kepemilikan saham." Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Rudy R. J. Sumampouw mengatakan para menteri sepertinya juga ingin membuktikan apakah benar Carrefour itu melakukan pemberdayaan UKM atau hanya sekadar wacana.

Terkait dengan Perpres No. 112/2007 dan Permendag No. 53/2008 tentang Pengaturan Pasar Tradisional dan Ritel Modern, Carrefour sudah memenuhinya terutama tentang trading term yang sempat menjadi persoalan bagi peritel asal Prancis itu dengan pemasok. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa mengungkapkan peritel modern ha-rus diawasi dalam mendukung UKM sebagai pemasoknya.

"Itu merupakan concem Hipmi, dan saya kira pemerintah juga demikian. Dukungan terhadap UKM oleh peritel modern adalah dalam bentuk pembinaan, pelatihan, kemudahan syarat perdagangan [trading term], dan mungkin hingga ke permodalan," ujarnya. Menurut dia, kebetulan anggota kami 80% pelaku UKM dan mayoritas merupakan pebisnis pemula, sehingga kerja sama dengan Carrefour memperoleh inspirasi untuk masuk ke bisnis internasionalPT Carrefour Indonesia meningkatkan pendekatan dan kerja sama dengan pedagang tradisional guna membantah anggapan bahwa peritel modem tersebut mematikan usaha kecil menengah.

Komisaris Utama Carrefour Indonesia Chairul Tanjung mengatakan sekarang sedang dilakukan penelitian oleh tim ahli akademisi di bawah guru besar Psikologi Universitas Indonesia (UI) Sarlito Wirawan. "Menurut laporan ada yang mengatakan keberadaan Carrefour mengancam pasar tradisional dan ada juga yang mengatakan keberadaan kami, ikut membantu pedagang tradisional meningkatkan penjualan.

Dana bergulir ekonomi kelurahan Rp71 miliar

PEMK libatkan 132 koperasi jasa keuangan
Pemprov DKI telah menyalurkan dana pemberdayaan ekonomi masyarakat kelurahan (PEMK) hingga Rp7i,5 miliar guna menyukseskan program pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tingkat kelurahan. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI Ade Soeharsono mengatakan dana tesebut telah disalurkan kepada 132 koperasi jasa keuangan yang menjangkau lebih dari 28.430 pemanfaat yang terdiri dari perorangan dan kelompok.

"Tingkat pemanfaatan dana PEMK yang telah disalurkan hingga 27 Mei 2010 itu cukup baik sesuai dengan fungsinya untuk menyukseskan program pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," katanya kemarin.Jumlah pemanfaat dana PEMK yang kini berjumlah 28.430 pengguna, terdiri dari perorangan dan kelompok yang diharapkan terus bertambah mengingat pola penyalurannya yang secara bergulir.

Adapun, dana bergulir PEMK yang terbaru, lanjut Ade, telah disalurkan sebesar Rp4,8 miliar pada 27 Mei 2010 kepada sembilan koperasi jasa keuangan yang berasal dari Jakarta Selatan, Timur dan Utara dengan total 2.604 pemanfaat. "Dana PEMK sebesar Rp71,5 miliar tersebut digulirkan secara bertahap dan pengucuran sebesar Rp4,8 miliar untuk 2.604 pemanfaat merupakan pengguliran yang keenam,"ujarnya.

Pantau penggunaan Sementara itu Wakil Gubernur DK] Prijanto mengatakan pihaknya berharap agar dana PEMK dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Koperasi Jasa Keuangan.

Untuk itu, pihak Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI diminta terus memantau pengelolaan dana tersebut sehingga dapat menjadi dana pinjaman bergulir yang bermanfaat bagi banyak orang. Selanjutnya, Prijanto mengingatkan, dalam menjalankan tugas agar menjunjung tinggi kejujuran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Jangan ada lagi cara-cara tidak baik dengan mempersulit pelayanan hanya untuk mengharap pendapatan tambahan di luar gaji," ujarnya. Ketua Umum Kadin Jaya Edi Kun-tadi mengatakan pihaknya mendukung upaya pemberdayaan ekonomimasyarakat untuk meningkatkan kesejahteraanya melalui kemudahan akses permodalan bagi usaha skala mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Soalnya, menurut dia, permodalan menjadi persoalan utama mayoritas dunia usaha, khususnya UMKM dan koperasi yang sulit diperoleh dari bank karena tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan lembaga keuangan tersebut.

"Lembaga pembiayaan dengan polanya masing-masing menyalurkan dana yang dapat dipakai untuk membantu masalah permodalan yang menjadi salah satu kendala utama UMKM dalam mengembangkan bisnisnya."

Edi menambahkan lembaga dengan pola pembiayaan yang sudah berjalan a.l. meliputi, program PEMK yang dibentuk Pemprov DKI dengan fokus penyaluran dana di tingkat kelurahan dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Negara Koperasi dan UKM.

Perguruan tinggi jadi proyek percontohan pusat wirausaha

JAKARTA Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kementerian Pendidikan Nasional sepakat membentuk kelompok kerja (pokja) penyelerasan pendidikan untuk mengembangkan sistem pelatihan dan kurikulum kewirausahaan. "Kewirausahaan dapat dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan. Apalagi, pola pikir, jiwa, dan semangat wirausahawan yang baik dapat dikembangkan secara maksimal dalam proses pembelajaran," ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar kemarin.

Oleh karena itu, perguruan tinggi diseluruh Indonesia dijadikan proyek percontohan untuk menjadi enterpre-unership center (EC), sehingga mampu menekan angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, per Februari 2010 tercatat penduduk yang bekerja mencapai 107,41 juta orang, sedangkan angkatan kerja di Tanah Air sebanyak 113,83 juta orang dan angka pengangguran 6,59 juta orang.

Muhaimin menjelaskan kampus merupakan terminal utama generasi muda menjadi generasi terdidik dan menjadi tempat terbaik untuk melaksanakan pembangunan sumber daya manusia. Menurut dia, kampus juga memiliki sarana lengkap mulai dari softwa-re, hardware dan brainware, sehingga lokasi itu perlu dikembangkan menjadi enterpreneurship center.

Menakertrans menuturkan mahasiswa diharap memiliki budaya produktif dan inovatif, sehingga dapat memberikan gagasan dalam penanggulangan penganguran. Selain itu, pemerintah sedang berusaha mengembangkan kurikulum pendidikan kewirausahaan yang dimulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah, hingga atas. "Target awal, nantinya setiap pendidikan menengah atas, minimal akan ada satu ekstrakulikuler mengenai kewirausahaan. Syukur-syukur, kalau bisa Intrakurikuler," ungkapnya.

Askrindo Jamkrindo minta modal Untuk KUKM

KUR bermasalah gerus modal perusahaan
JAKARTA PT Askrindo dan Perum Jamkrindo minta tambahan modal dari pemerintah sebesar Rp 1O triliun untuk mendorong penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yanq ditargetkan mencapai Rp lOO triliun.Direktur Utama Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Nahid Hudaya mengatakan kebutuhan tersebut adalah jangka panjang dalam mendukung penyaluran KUR kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dicanangkan pemerintah.

"Suntikan modal RplO triliun yang kami inginkan itu bukan hanya untuk Askrindo tetapi juga Jamkrindo dan ini [dana tersebut! adalah kebutuhan hingga 2014," kata Nahid seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, kemarin.

Namun, dia mengklaim belum mengetahui mekanisme pembagian persentase suntikan modal tersebut. Tahun ini, katanya, pemerintah menganggarkan suntikan modal bagi dua perusahaan penjaminan kredit UMKM tersebut sebesar Rp 1,8 triliun. "Kami belum tahu mekanisme pembagiannya bagaimana, tetapi sepertinya fifty-fifty [50%-S0%] untuk Jamkrindo dan Askrindo," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirut PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Chaerul Bahri mengatakan suntikan modal pemerintah itu untuk meningkatkan kapasitas penjaminan KUR, menyusul tren peningkatan rasio akumulasi penjaminan kredit terhadap modal dalam 2 tahun terakhir. Dia menuturkan realisasi penjaminan KUR hingga 31 Maret mencapai Rpl3,3 triliun atau 75% dari total kredit yang disa-lurkan oleh perbankan sebesar Rpl8,63 triliun. Adapun level gearing ratio mencapai 12,01 kali.

Langgar PMK Realisasi penjaminan tersebut, kata Chaerul, tidak memenuhi ketentuan yang diatur dalam PMK No. 222/PMK. 10/2008 yang menyebutkan maksimal gearing ratio hanya 10 kali. Dia menjelaskan jika penambahan modal tidak direalisasikan, dikhawatirkan menggerus modal perusahaan karena tingkat kredit bermasalah {non performing loans/NPL) KUR lebih dari 5%.

Peningkatan penjaminan kredityang melebihi ketentuan gearing ratio tersebut, ujar Chaerul, disebabkan tidak adanya kewenangan Askrindo dalam membatasi permintaan perbankan guna memperoleh penjaminan dari lembaga pemerintah. "Untuk itu kami mengharapkan penambahan PMN dalam mendukung program penjaminan KUR yang sesuai dengan nilai yang dijamin sebelumnya," tuturnya.

Kendala lain yang dihadapi Askrindo dalam merealisasikan program penjaminan tersebut yaitu adanya anggapan masyarakat bahwa KUR merupakan bantuan kredit dari pemerintah, se-hingga tidak perlu dikembalikan. Persepsi yang keliru itu ikut mendongkrak NPL. Sementara itu, posisi gearing ratio kredit produktif Jamkrindo pada kuartal 1/2010 masih mencapai 6,93 kali karena posisi outstanding kredit sebesar RplO,24 triliun, sementara modal sendiri Rpl,47 triliun. Tahun lalu, gearing ratio lebih rendah 5,04 kali dari 2008 yakni 8,69 kali.

Nahid mengungkapkan dengan rendahnya gearing ratio maka perusahaan masih memiliki ruang untuk meningkatkan penjaminan dengan tetap memperhatikan tingkat kehati-hatian. Dia menambahkan jumlah kredit yang dijamin Jamkrindo selama 3 tahun terakhir terus meningkat khususnya penjaminan kredit eksisting. Pada 2007, total kredit yang dijamin sebesar Rpl8,8 triliun lalu naik pada 2008 menjadi Rp23,7 triliun dan tahun lalu mencapai Rp25,4 triliun.

Tenaga kerja khusus dibutuhkan

BEKASI Bekasi membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus seperti di bidang perbengkelan, otomotif, bangunan, listrik, kuliner, dan pariwisata karena banyaknya permintaan dengan kualifikasi tersebut.Kepala Disnaker Kota Bekasi Junaidi mengatakan, tenaga kerja itu bisa dihasilkan melalui sekolah kejuruan plus hingga tidak lagi diperlukan pelatihan tambahan.

"Lebih baik ada SMK plus di Kota Bekasi. Kami ingin SMK berkualitas bagus bisa ditambah, bukan sekolah umum," ujarnya, kemarin.Permintaan tenaga kerja asal Bekasi banyak yang tidak dapat dipenuhi akibat belum sesuainya kualifikasi pencari kerja dengan yang dibutuhkan pasar kerja, ia utara)

Aprindo Aceh akan bantu UKM

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Nangroe Aceh Darussalam Amri M. Ali mengatakan pihaknya siap membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) setempat untuk membuka akses pemasaran produk.

"Kami siap membantu membuka jaringan pemasaran UKM yang diproduksi pengusaha daerah ini ke seluruh Nusantara dan .mancanegara. Ini sangat dimungkinkan karena Aprindo punya jaringan di seluruh Indonesia," katanya kemarin.Untuk itu, lanjut dia, Pemprov Aceh melalui dinas terkait perlu menginventarisasikan berbagai produk hasil UKM setempat, baik dari segi kualitas maupun kemasannya sehingga memudahkan untuk melakukan pemasaran ke pasar regional, nasional maupun internasional.

PEMERINTAH HARAP KE DEPAN IKM MILIKI BASIS WIRAUSAHA DAN KUAT DALAM KNOW HOW

Pemerintah mengharapkan ke depannya, industri kecil dan menengah (IKM) selain memiliki basis wirausaha, juga harus mengetahui teknik know how, serta perlu menguasai teknologi yang disesuaikan dengan selera pasar. Usaha atau industri kecil dan menengah di masa depan nantinya, adalah IKM berbasis program inkubasi bisnis, dan diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan masa depan ekonomi rakyat, sehingga mereka bertumbuh dan berkembang, kalau para pelakunya digerakkan dengan semangat dan kreativitas tinggi.

Fauzi Aziz, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan kepada Business News. Rabu (26/5). Pada saat itu, mereka diharapkan telah memiliki hubungan bisnis atau jejaring yang kokoh dengan perusahaan champion atau pemasok, yang mampu membawa produknya memasuki pasar internasional. Seiring dengan kondisi tersebut, mereka juga telah dibekali dengan inovasi, berorientasi dengan selera konsumen di pasar setempat, dan menghasilkan produk yang ramah lingkungan, serta memenuhi standar yang disyaratkan.

"IKM berbasis kewirausahaan, menjadi masa depan yang dipertaruhkan bangsa. Nilai-nilai kewirausahaan menjadi bagian inheren proses berkembangnya IKM di Indonesia. Misalnya melalui dunia pendidikan seperti di Universitas Andalas, peran mahasiswa menjadi bagian dari solusi revitalisasi IKM berbasis kewirausahaan, dan ini sudah didesain secara terorganisir. Artinya konsepnya tidak berlaku pada komunitas pinggiran, yang secara kelayakan usaha dipandang lebih sulit diatur atau difasilitasi oleh pemerintah."

Melihat potensi setiap universitas di sejumlah lokasi yang berbeda, maka perlakuan yang diberikan harus dilakukan secara pro aktif, dengan pengembangan IKM tersebut. Dalam kerangka pikir mereka, dilakukanlah pendekatan program yang disesuaikan alokasinya bagi jutaan unit IKM, tetapi spiritnya tetap didasarkan kepada semangat membangun usaha, bukan bentuk bantuan dalam hibah atau amal (charity)."Untuk itu, pemerintah kini mengubah orientasi bisnis dari selama ini memberi bantuan mesin dan program usaha, menjadi berdasarkan kelayakan usahanya, sehingga lebih mendidik, dan sifatnya hanya semacam stimulan usaha. Mengcopy program bantuan dalam bentuk pemotongan harga mesin yang ditanggung oleh pemerintah, atau subsidi bunga kredit, menjadi alternatif pilihan yang kini disasar pemerintah.

Mengapa kami melakukan hal ini, supaya para pengusaha tersebut memahami proses bisnisnya, terutama berani mengambil resiko dalam menjalankan usahanya. Mereka harus ditempa, supaya sadar tidak ada yang instan di dalam menjalankan usaha, sampai mencapai sukses. "Model IKM dan Berbagai Pendekatan Berdasarkan pengalaman, ada tiga jenis IKM yang biasanya ditemui di lapangan. Pertama adalah IKM yangmemang tumbuh dan besar dengan daya dan upayanya sendiri, sehingga mereka cenderung mengalami berbagai masa pasang surut usahanya. Kedua, adalah tipe IKM yang kerap menadahkan tangannya, meminta fasilitasi dari berbagai pihak (termasuk pemerintah), dan ketiga adalah IKM yang lebih banyak acuh dan tidak peduli apakah usahanya berkembang menjadi lebih baik, atau usahanya tidak berkembang bahkan mati, habis digusur oleh aparat ketentraman, keamanan dan ketertiban (tramtib).

Pemerintah beranggapan mereka (IKM) yang masuk golongan pertama, adalah mereka yang lebih mudah memperoleh bantuan peningkatan program daya saing, dan biasanya bukan termasuk tipe pengusaha yang apabila modalnya "sulit," akan cenderung meminta fasilitasi pada pemerintah. Mereka terbiasa jatuh dan bangun di dalam usahanya, sehingga komitmen kembalinya kredit kepada pemerintah juga tinggi.

Sementara berbagai pendekatan yang dilakukan pemerintah, salah satunya adalah melalui kemampuan mengenali spirit dari daerah atau wilayah tersebut, yang penting karena dikaitkan dengan pembinaan. Artinya, jika memang sejak semula daerah itu tidak ada kemampuan memiliki pelabuhan penunjang, maka jangan dipaksakan. Dengan demikian daerah tersebut tinggal memanfaatkan pelabuhan yang ada dan dekat dengan wilayahnya tersebut.

"Atau ada daerah-daerah yang memiliki sumber kekuatan potensi sumber daya alam, jangan sampai harus meniru potensi daerah tetangganya. Potensi Kabupaten Buleleng dengan daerah pertanian, berbeda dengan Kab. Badung yang potensi pariwisatanya besar. Demikian juga Kabupaten Tabanan unggul di bidang pertanian dan peternakan.

Karena itu, program lain yang juga dikembangkan adalah program pencapaian dan pelatihan motivasi, serta teknik pelatihan kunci sukses berbisnis bagi wirausaha. Saat ini disadari oleh pemerintah, belum ada dukungan pembiayaan yang mengandalkan kreativitas untuk memulai usaha (start up). Yang sudah berkembang adalah usaha mengandalkan modal ventura yang diperbarui.Itulah sebabnya melalui kerjasama dengan beberapa lembaga perguruan tinggi negeri seperti IPB, UI, ITB, dan universitas negeri yang memiliki program inkubator bisnis, pemerintah akan berupaya memfasilitasi pembiayaan dalam masa inkubasi antara 1-3 tahun, menjadikan mereka sebagai model pembiayaan bisnis bagi mahasiswa.

"Di sini peran pemerintah adalah sebagai pengganti kompensasi pendanaan bagi mereka, dan pada akhirnya setelah melalui masa tersebut, mereka menjadi wirausaha baru yang didesain sesuai program pemerintah. Pemerintah seperti disebut sebelumnya, bisa memberi potongan harga mesin, atau memberi keringanan suku bunga kredit.Selain itu, mereka juga didorong dengan kelembagaan bisnis, sehingga ke depannya posisi tawar mereka menjadi lebih kuat. Mereka bisa membentuk koperasi, kelompok usaha di sentra produksi atau perajin, sehingga dalam menerobos pemasaran, fungsinya menjadi lebih kokoh. "

Modal Rp300.000, Kini Omzet Rp200 Juta per Bulan

Hadir sebagai pemain baru dalam bisnis kopi bubuk, bukan hal mudah bagi Edi Asmadi, 50, untuk bisa menggaet konsumen. Namun Edi bisa sukses dengan modal kegigihan dan pemasaran yang mumpuni.

KEPUTUSAN Edi berhenti dari pekerjaannya di perusahaan eksportir kopi 20 tahun silam memang tak perlu disesali. Keputusannya itu justru berhasil membalikkan keadaan dengan meraup pendapatan hingga 100 kali lipat dari gajinya sebagai karyawan waktu itu.

Sebagai pengusaha, kini dia masuk kategori sukses karena berhasil mempekerjakan puluhan orang yang tinggal di sekitar ru-mahnya di kawasan Jalan Ki Me-rogan Lorong Bersama, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Kesuksesan bisnisnya juga bisa diukur dengan jangkauan pemasaran yang kini telah menjelajah ke berbagai kabupaten di Sumsel. Pemasaran kopi bubuk Edi telah merambah Palembang, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin. Ogan hir (Ol), Ba-turaja, dan Muaraenim.

Memulai bisnis dengan modal minim, Edi juga mengalami pasang surut saat menjalankan usa-ha bubuk kopi. Berbagai penolakan dan hinaan sudah tak terhitung lagi dirasakannya. Namun dengankegigihan, produknya tak hanya sukses di terima pasar, pendapatannya pun makin meningkat seiring perjalanan waktu dan banyaknya permintaan.

Edi memulai usahanya sejak 1990. Berbekal pengalaman sebagai penjual bubuk kopi di perusahaan eksportir, ayah empat anak ini memberanikan diri menjadi pengusaha. Dia pun memutuskan berhenti bekerja dan mulai belajar menjadi penjual bubuk kopi rumahan. Waktu itu. modal awalnya Rp300.000 dari gaji terakhirnya.

Karena belum memiliki karyawan, Edi membeli kopi yang banyak dijual para agen besar di kawasan Jakabaring. Setelah dikemas sedemikian sederhana.kopikopi berbagai ukuran itu dia pasarkan sendiri ke warung-warung di sekitar rumahnya.

Inilah yang menjadi saat ter-sulit dalam perjalanannya mengembangkan bisnis kopi sesuai cita-citanya. Lambat laun dia mulai membuat kopi bubuk sendiri dengan bahan baku yang didatangkan dari Tan jung Enim.

"Dua sampai tiga tahun pertama (memulai bisnis) itu waktu yang paling sulit, karena saya berusaha sendirian.Tapi itu bisa diatasi. Caranya, saw grariskan dulu biar orang tahu cita rasa kopi saya," tirunya. Saat memulai bisnis ini, Edi pertama kali hanya menyediakan 5-6 kg bubuk kopi.

Namun kini dia telah berhasil memproduksi 9-10 ton per bulan. Produknya pun perlahan-lahan di terima pasar. Keaslian kopi khas Semendo itu akhirnya akrab di lidah sebagian besar warga Palembang dan sekitarnya.

Ternya ta pilihan Edi tak meleset. Meski harus bersaing dengan merek produk terkenal, pasar kopinya tetap stabil dan terus meningkat. Penambahan produksi ini membuat Edi lebih banyak mempekerjakan penggoreng dan penggiling kopi. Usahanya pun terus berkembang dan makin banyak peminat. Untuk bisa terus bersaing, dia kembali mengumpulkan keuntungan untuk .melengkapi peralatan-peralatan yang dibutuhkan.

Seiring dengan terus berkembangnya bisnisyangdiageluti.pria kelahiran Bengkulu ini membutuhkan modal besar. Berkat anjur-an dan saran keluarga terdekatnya. Edi memutuskan meminjam kePTPupukSriwijaya(Pusri).

"Awalnya saya tidak mau meminjam terutama pada bank, tapi keluarga terus mendesak untuk mengajukan ke PT Pusri. Saat itu keluarga mengatakan mekanisme meminjam di PT Pusri berbeda dengan bank di mana bunganya jauh lebih rendah. Akhirnya saya mengajukan pinjaman," ungkapnya.

Gayung pun bersambut. Setelah disurvei dan dianalisis kelayakan usaha bisnisnya, Pusri mengabulkan pinjaman untuk Edi senilai Rp2 juta dengan jatuh tempo pelunasan dua tahun. Edi pun resmi menjadi binaan Pusri. Setelah mendapat pinjaman, uang itu dimanf aatkannya untuk tambahan modal guna meningkatkan produksi. Sejak saat itu dia merekrut satu orang karyawan. Merasa terbantu dengan pinjaman yang dikucurkan PT Pusri, Edi kembali melakukan pinjaman kedua pada 1995. Kali ini besar pinjaman yang diajukan lebih besar, yaitu senilai Rp4 juta.

Uang itu dia gunakan untuk membeli peralatan seperti mesin giling kopi seharga Rp800.000. "Selain itu untuk membeli alat menggoreng kopi senilai Rpl,4 juta dan membangun gudang penyimpanan kopi sekitar Rpl juta. Jadi pinjaman itu memang saya gunakan untuk modal usaha, bukan untuk yang lain," ajar Edi yang terkenal dengan produk kopi bubuk bermerek "Kopi Biji".

Diakui Edi, pinjaman itu sangat berdampak besar pada usaha yang dia geluri.Terjadi peningkatan produksi dibandingkan sebelumnya. Dia lalu menambah karyawan menjadi dua orang. Penjualan yang meningkat membuat penghasilannya bertambah. Edi pun berhasil melunasi pinjaman kepada Pusri sesuai jatuh tempo.

Kedisiplinan itu membuat Pusri makin percaya kepada Edi. Pada 1997, Edi kembali mendapat kucuran modal kerja dari Pusri sebesar Rp34 juta. Uang itu dia pergunakan untuk memperbaharui mesin penggilingan kopi dan menambah luas gudang kopi di sebelah rumahnya.

Berkat bantuan itu. usaha kopi Edi kini meningkat pesat. Jika pada awal 1993 produksi kopinya hanya 10 kg per hari, kini melesat hingga 10 ton per bulan. Penghasilannya pun di luar perkiraan mencapai Rp200 juta per bulan. Karyawannya kini 20 orang. "Untuk di luar kota, pemasaran sudah sampai Lampung, Bengkulu, dan Jakarta," tambahnya.

Dari sekian banyak binaan Pusri, Edi termasuk yang paling lancar membayar pinjaman. Imbasnya, setiap kali Edi mengajukan pinjaman baru selalu disetujui. Misalnya pada 2001, Edi me-minjam Rp42 juta dan naik lagi pada 2008 menjadi Rp60 juta.

Selain pinjaman. Edi juga merasakan banyak mendapat keuntungan menjadi mitra binaan Pusri. Di antaranya selalu diajak mengikuti pelatihan dan seminar dengan tema-tema berbedaseperti pemasaran, pengemasan.dan tata cara ekspor. "Walau produk saya belum diekspor tapi saya sudah paham bagaimana cara ekspor. Saya juga ingin suatu saat produk saya bisa diekspor," tandasnya.

Selama mengikuti rangkaian seminar, Edi mengaku selalu mendapat pelajaran baru. Dia pun selalu menerapkan materi pelatihan dalam menjalankan bisnisnya. Misalnya ketika dia mengikuti pelatihan tentang kemasan.

Dari acara itu.Edi sadar bahwa kemasan yang menarik ikut memengaruhi penjualan. Sejak saat itu kemasan kopinya yang dulu sederhana diperbaiki. Alhasil usahakopinya kini makin laris diminati pembeli. Demikian halnya jika ada pameran. Pusri selalu meng-ikutsertakannya. Meski tidak rutin, Edi mengaku banyak merasakan manfaatnya. Selain berjualan dan menambah pengetahuan, pameran juga menjadi ajang untuk mempromosikan usahanya.

Dengan segala yang diraihnya kini. Edi mengaku sangat bersyukur karena pilihannya un atk berwirausaha membawa keberhasilan. Dia pun makin mantap mengembangkan usaha kopinya di tengah persaingan yangmakin ketat.

Menjadi pengusaha diakui Edi sangat menyenangkan dibandingkan menjadi karyawan. Hidupnya menjadi lebih bebas tanpa ada tekanan dan tidak ada yang memarahi. "Saya merasa jadi karyawan gajinya sangat terbatas, sedangkan kebutuhan keluarga terus bertambah dan merasa tidak punya masa depan. Sampaikapan pun saya akan tetap jadi karyawan," ujarnya.

Meski sudah mapan. Edi tak berpuas diri. Ke depan dia masih punya sederet rencana untuk mengembangkan usaha kopi bubuk-nya. Pada IS Juni mendatang, dia berencana merilis produk baru dengan rasa berbeda dari produk terdahulu.

Kali ini Edi berencana meluncurkan kopi siap seduh yang sudah dicampur gula. Produk ini akan menyasar penikmat kopi yang mempunyai mobilitas tinggi misalnya para pencinta alam. Dengan kopi ini, mereka tak perlu lagi menyediakan gula saat akan bepergian karena kopi dalam kemasan tersebut siap diseduh.Harga kopi ini cukup bersaing dengan kopiinstanyanglebihdulu beredar di pasaran. Untuk 10 bungkus, produk ini dibanderol Rp8.000 atau Rp800 per kemasan.

Peluang Bisnis Hiburan Keluarga

BERAKTIVITAS di arena bermain yang berada di pusat perbelanjaan menjadi pemandangan sehari-hari. Sudah menjadi rahasia umum saat ini jika mal atau pusat perbelanjaan tidak hanya menjadi sarana belanja tetapi juga rekreasi keluarga.

Puluhan ribu balikan ratusan ribu rupiah bisa dikeluarkan hanya untuk sekadar bermain di arena permainan yang kini muncul ibarat jamur di musim hujan. Fenomena ini menjadi ladang subur tumbuhnya bisnis arena bermain.

Sejumlah permainan mudah dan mengasyikkan telah disediakan arenabermainmodem.Di Ama-zone misalnya ada Shark Hunter, Ticket Music, Diamond King, Dream Catcher hingga Round the World. Beda lagi dengan Time2one yang menyediakan permainan seperti Dance-Dance Revolution, Para-para Paradise hingga yang terbaru NX Pump Absolute.

Dana yang dikeluarkan pengunjung ditukarkan dengan koin-koin yang berlaku di areal bermain tersebut. Berbagai cara dilakukan pelaku bisnis ini, misalnya dengan memberikan "prestasi" atas nilai permainan. Dalam satu permainan biasanya akan ditawarkan tiket yang bisa ditukar berbagai suvenir atau hadiah. Semakin banyak tiket yang didapatkan maka semakinbesar nilai hadiah yang bisa dibawa pulang.

Di kalangan masyarakat baik anak-anak hingga kaum eksekutif saat ini memang banyak yang keran j ingan game. Semua areal permainan itu dikelola sedemikian rupa, sehingga menjadi lahan bisnis yang amat menjanjikan. Arena hiburan yang menyediakan aneka video game, sega dan permainan-permainan semacam itu kini memang menjelma menjadi industri baru yang bahkan kebal krisis.

Tidak saja menyedot anak-anak dan remaja kaya, tapi juga para eksekutif. Tak heran, pemain di bisnis ini terus bertambah dari tahun ke tahun. Datang ke permainan kini seakan menjadi gaya hidup masyarakat kota.

Amazone,salahsatu-pemain besar di bisnis ini, mempunyai puluhan gerai di seluruh Tanah Air, terutama Jakarta, Balikpapan, Surabaya dan Pekanbaru. Amazone terus mengembangkan gerainya ke kota-kota yang memiliki dasar ekonomi bagus. J ika dibandingkan sejumlah pusat permainan lain. Ama-zone termasuk pendatang baru yaitu berdiri pada Juli 2001.

Berbeda dengan sejumlah pusat permainan lain seperti wmc cenKrmodem milik Grup Lippo di Karawaci yang berdiri pada 1994 atau Toy R Us yang berdiri pada 1996, begitu juga entertainment centerrun City) pada 1997.

Berbeda dengan sejumlah pusat permainan, Amazone tidak langsung beroperasi di ibu kota. Namun mulai dari luar daerah yaitu diAlfaMedari.Kalairu investasi yang dikeluarkan hanya sekitar Rp500 juta plusbiayasewaged ung. Sebagi an besar danadipakai untuk interior dan membeli berbagai perangkat permainan.

Setelah sukses di Medan, Amazone baru masuk Jakarta. Carrefour Lebak Bulus Jakarta Selatan vans men jadi tujuan pertama pada November 2001. Rupanya, Amazone mendapatkan sambutan hangat sehingga sebelum tahun 2001 berakhir dia sudah bisa membuka dua gerai lagi.

Amazone membidik keluarga sebagai segmen pasarnya. Bukan segmen anak-anak sebagaimana pusat permainan lainnya. Sehingga 80% permainan yang tersedia di Amazone dirancang buat keluarga. Sementara untuk anak-anak Amazone menyediakan permainan yang melatih keterampilan dan kecepatan berpikir. Amazona jugamenetapkan tema yang berbeda agar mempunyai nuansa dan suasana bermain yang berbeda untuk setiap gerainya.

Amazone akhirnya menjadi pemain yang diperhitungkan di bisnis ini. Kini gerainya sudah mencapai puluhan yang umumnya terdapat di mal atau pusat belanja modem. Maka tidak heran jika bisnis ini berkaitan erat dengan pertumbuhan mal.

Mal di kota-kota besar setiap tahun mem ang berkembang pesat. Pada 2005 saja berdasarkan data Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia berdiri 29s/ioppingmai7baru. Bisnis game center harus bisa mengetahui selera konsumen.Tidak bisa hanya bermodalkan hobi pemiliknya, karena jika itu yang terjadi maka bisa saja hobi pemilik lebih dikedepankan daripada selera konsumen.

Bisnis ini mempunyai prospek besar mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dan masih banyak yang belum terjangkau alat permainan. Maka jumlah penduduk yang lebih dari 230 juta jiwa adalah potensi besar. Apalagi saat ini mal banyak tumbuh di kota-kota kabupaten.

Pusat permainan modern yang hadir di mal-mal menjadi tempat hiburan keluarga dengan sarana permainan yang sering dinilai memberikan sisi edukatif yangbersih dan menyenangkan. Sehingga banyak dipadati pengunjung, walaupun di dalam mal itu terdapat dua hingga tiga arena yang sama. Kini tempat hiburan keluarga (ja-mily entertainment center) yang tercatat dalam Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia i ARK! mencapai 600 dengan belasan merek terkemuka seperti Amazone dan Tune Zone.

Sejumlah pengelola yakin bahwa pusat hiburan ini akan berkembang pesat asalkan dikelola secara baik, inov.itif dan efisien. Apalagi harga koin untuk kebanyakan pengunjung mal dinilai murah yaitu mulai dari RplOOO per koin. Dibanding negara lain seperti Singapura, harga sebesar itu untuk jenis permainan serupa jelas lebih murah.

Agresifitas para pengelola j uga terlihat dengan mengembangkan wahana pusat permainan ini agar bisa menjangkau semua daerah yang sekarang memperlihatkan geliat kemajuan ekonomi. Hal ini artinya memberikan peluang besar para pengelola untuk mencapai keuntungan yang lebih besar di masa mendatang.

Kompetisi antarpengelola juga akan mewarnai pertumbuhan pusat permainan ini. Dengan terbukanya kesempatan yang besar dan persaingan yang terjadi, akan berdampak positif.

Peluang Pasar TerusTerbuka, Pebisnis Siap Ekspansi

INDUSTRI arena bermain secara global sempat mengalami penurunan pada 2009. Namun, tahun ini industri hiburan ini siap untuk maju dan ekspansi. Demikian kesimpulan AECOM dan Themed Entertainment Association (TEA I dalam laporan 2009 Theme Index The Global Attraction Attendance Report. Hasil kajian yang dipublikasi (14/05/10) tersebut mengungkapkan, tahun 2010 industri arena bermain akan pulih dan beramai-ramai ekspansi ke pasar yang baru.

Survei yang dilakukan secara global im menemukan Amerika Utara berada di urutan ke-12 dari 25 industri arena bermain terbaik di dunia. Sedikit ke wilayah timur. meskipun terkena dampak penurunan global. Asia masih melanjutkan kinerja sebagai kawasan paling cepat pulih dan paling menjanjikan pertumbuhannya

"China adalah kunci pembangunan di Asia dibandingkan negara manapun di dunia. Pembukaan Universal Studio di Singapura pada kuartal 1/2010 menunjukkan dekade baru Asia. Di mana Asia akan mendominasi di masa mendatang," ujar Regional Director of AECOM Perwakilan Asia Christian Aaen.

Laporan The TEAAECOM Attraction Report ini mengidentifikasi arena bermain komersial yang paling populer dan inuerparidi seluruh dunia yang mewakili kinerja industri tahun lalu. Meskipun secara global, tingkat kunjungan ke arena bermain mengalami penurunan. Namun buktinya tantangan ini bisa dikelola industri arena bermain sehingga bisa melewati badai resesi yang bahkan kinerjanya mampu melampaui sektor industri lain. "Lebih banyak industri taman bermain terkena dampak resesi," ujar Senior Vice President AECOM Ray Braun.

Namun strategi industri untuk tetap mempekerjakan karyawannya secara berkelanjutan sehingga membuat kinerja tetap berjalan bahkan men jadi semakin menarik. Mulai dengan beragam rein vestasi untuk pengalaman pengunjung, strategi marketing yang strategik hingga membangun hubungan dengan pelanggan.

Di kawasan Timur Tengah menurut Direktur AECOM David Camp, memiliki ekspektasi tinggi atas Dubai dan Uni Emirat Arab. Sebagaimana Ferrari World di Abu Dhabi yang akan dibuka tahun ini, tapi bayangan masa depan masih tampak belum jelas hingga situasi ekonomi stabil.

Sedang di kawasan Eropa, taman bermain setempal masih tetap mampu mempertahankan angka kunjungannya dengan beberapa pengecualian. Direktur AECOM Ledq Monsetri menyatakan se-cara keseluruhan tahun 2009 adalah masa yang cukup mengun tungkan bagi industri taman bermain di Eropa.

Dari kawasan Amerika Latin, meskipun ada beberapa tantangan namun ada tanda-tanda penumbuhan industri dan pembangunan di kawasan. Khususnya untuk wilayah Brasil dan Meksiko. Demikian menurut Senior Associate AECOM Edward Shaw Dalam industri l aierpark juga menunjukkan penumbuhan pasar yang cukup menarik. Menurut Edward Shaw, industri waterpark buktinya mampu mempekerjakan tenaga kerja di AS secara signifikan pada 2009, hampir setara dengan kondisi pada 2008.

Meskipun banyak tantangan, beberapa perusahaan waterpark seperi] Chimelong Water Park i China i. Wet V Wild Water Worldl Australia) and Ocean World (Korea Selatan) mampu mencatatkan angka penumbuhan pengunjung antara 4-12,5%.

Data TEA menyebutkan secara keseluruhan angka total kunjungan pada 25 arena bermain terbaik di dunia sebanyak 185,6 juta kunjungan atau menurun 02 - dibandingkan tahun 2008. Di kawasan Amerika Utara tercatat sebanyak 121,4 juta kunjungan pada 20 are-na bermain terbaik di kawasan itu atau menurun 1,1% dibandingkan tahun 2008. Sejak tahun 2005 ting-katkunjunganke20arena bermain terbaik Amerika Utara itu meningkat 2,8%.

Angka kunjungan ke 20 arena bermain terbaik di kawasan Eropa tercatat sebanyak 57,3 juta. Angka ini meningkat 7,3% sejak tahun 2005 Kemudian untuk angka kunjungan terhadap lOarena bermain terbaik di Asia tercatat sebanyak 65,5 juta atau menurun 3,5" di bandingkan tahun 2008. Namun dengan statistik kunjungan ke 15 laman bermain terbaik di Asia, total kun jungan sebanyak 7 7,6 j uta pada tahun 2009 menurun 2,9% dibandingkan tahun 2008.

L ntuk kawasan Amerika Latin dan Meksiko total kunjungan pada 10 taman terbaik di kawasan itu sebanyak 12,3 juta atau naik 13% dibandingkan tahun 2008. Lebih beruntung adalah angka kunjungan terhadap 20 icaitrpark terbaik di dunia yang mencatat sebanyak 20,7 juta pada tahun 2009atau naik 2,1% dibandingkan tahun 2008 Total kunjungan terhadap 1S wa-lerparkxti baik di AS sebanyak 12,8 juta atau naik }% dibandingkan tahun 2008 atau naik 11.6% dari tahun 2005

Urutan 1-25 arena bermain terbaik di dunia menurut TEA di antaranya adalah urutan pertama
Magic Kingdom di Wait Disney World Lake Buena Vista, FLo-nda.AS dengan total angka kunjungan 17,2 juta kunjungan pada tahun 2009.

Kemudian urutan kedua Dis-neyland di Anaheim, California AS dengan kunjungan 15,9 juta. Peringkat ketigajokyo Disney land di Tokyo, Jepang, dengan kunjungan 13,6 juta. Urutan keempat Dis neyland Park di Disneyland Paris Marnela-Valke, Prancis dengan kunjungan 12,7 juta. Urutan kelima Tokyo Disney Sea di Tokyo, Japan dengan kunjungan 12 juta.

Sementara top 15 arena bermain un tuk kawasan Asia Pasilik di an taranya, Tokyo Dismryland.Tokyo, Jepang (1), Tokyo Disney Sea, Tokyo, Jepang(2). Universal Stu-dini Japan, Osaka.Jepangi 31.1 land, Gyeonggi-bo, Korea Selatan (4), Ocean Park, Hong Kong (5), hirrid Spa Land. Ku wana, Jepang (6), Hong Kong Disney land, Hung Kung 17 , Yokohama Hakkei-jima Sea Paradise, Yokohama, Je pang (8), Lone World, Seoul, Korea Selatan (9), Happy Valley, Shen then, China (10), Window ol the W.jild.shenzhenXrunal 11 (.Dunia rantau. Jakarta, Indonesia lil), Crumelong Paradise, Guangzhou. Umun 151, Happy Valley. ChcoRdu, China (13), dan Happy Valley-, Bening, China.

Bisnis Arena Bermain Makin Bersinar

DENGAN segmen pasar kalangan menengah ke atas, arena bermain menjadi semakin populer di masyarakat. Bisnis hiburan keluarga ini pun semakin tumbuh dan berkembang di Asia.
Dalam waktu empat tahun, arena bermain Universal Studies terbesar di dunia dibangun di luar Seoul, Korea Selatan dengan menelan biara USD2.7 miliar. Karena jadi bahan perbincangan banyak orang,akhirnya Disney setuju untuk berinvestasi USD3.6 miliar di Shanghai. Sementara dua buah arena bermain di Hong Kong menghabiskan anggaran renovasi dan modernisasi senilai USD1 miliar.

Angka tingkat kunjungan ke arena bermain bisa jadi akan stagnan lah un ini, namun sebagaimana dilansir Forbes (11/02), diprediksikan pertumbuhan angka penduduk menengah ke atas akan semakin meningkat. Sementara sebagai kawasan yang sedikit menerima dampak krisis finansial global akhir 2008, Asia dianggap sebagai pasar potensial. Diperkirakan akan tumbuh kalangan menengah baru di Asia. Wajar jika investor beramai-ramai membidik pasar Asia. "Ini merupakan pasar yang muncul dan tumbuh cukup cepat," ujar Christian Aaen, Direktur Regional AECOM Economics, sebuah perusahaan konsultan industrihiburan rang berkantor di Hong Kong.

Studio MGM dan Paramount, salah satu rumah produksi film kesohor Amerika Serikat pun mulai melirik Asia untuk proyek masa depan. Lembaga konsultan PricewaterhouseCoopers (PwC) memproyeksikan, pasar hiburan di kawasan Asia akan mencapai USD8.5 miliar pada 2010, meningkat dari angka USD6.4 miliar.

Forbes juga menilai beberapa arena bermain yang dianggap terbaik dan paling populer di Asia berdasarkan data yang dikumpulkan AECOM Economics setiap tahun. Dalam data tersebut diungkapkan, ketertarikan masyarakat Asia terhadap arena bermain meningkat signifikan sejak era 1990-an. Dengan tumbuhnya perekonomian Asia, mengakibatkan arena bermain berlomba-lomba memperbaiki sarana dengan anggaran yang tergolongmahal.

"China akan memimpin dalam bisnis ini. Di China semua mendukung. Anda membutuhkan masyarakat sebagai konsumen, serta membutuhkan tenaga kerja dan lahan yang murah," ujar Perwa-kilan International Association of Amusement Parks and Attractions untuk Kawasan AsiaKelvenTan.

Tidak salah, jika Studio Universal berinvestasi cukup besar di Singapura. Dengan pangsa pasar penduduk Singapura sekitar 4,6 juta jiwa ditambah dengan angka kunjungan turis 9,7 juta jiwa per tahun, angka itu hampir mendekati jumlah penduduk terpadat kota di Indonesia atau di wilayah selatan Malaysia.

Ketika pembangunannya selesai dan resmi dibuka musim semi tahun ini, maka akan menjadi arena bermain paling bonafide di kawasan Asia. Lokasi pembangunan di Pulau Sentosa termasuk beberapasarana bermain dan pertunjukan layaknya program televisi Battlestar Galactica, Shrek dan Jurassic Park. Sebagai bagian untuk menarik minat pengunjung dan bahkan membuat mereka betah di sana, kompleks arena bermain ini juga dilengkapi kasino, hotel, dan mal atau pusat perbelanjaan.

Secara keseluruhan, angka belanja untuk hiburan dan media di kawasan Asia Pasifik meningkat 4,5% setiap tahun,atau naik tajam menjadi USD413 miliar pada 2013 dari USD331 miliar pada 2008. Laporan PwC juga memperkirakan beberapa tempat arena bermain seperti di Korea Selatan, Australia.dan China akan menuai keuntungan dari tingginya minat pengunjung.

Seakan tak mau ketinggalan. Malaysia juga rencananya akan mendirikan arena bermain serupa di Johor pada 2013. Rencananya, Negeri Jiran itu akan mengusung brand asing seperti Legoland. Rencananya, arena bermain tersebut akan dikembangkan perusahaan lokal seperti Genting dan OTC Enterprise Corp.

Dalam beberapa cara, arena bermain di seluruh dunia hampir memiliki kemiripan. Namun beberapa di antaranya menawarkan fasilitas vans lebih besar dan cepat. Sebagaimana yang terjadi di Asia, mereka berlomba-lomba menyediakan fasilitas terbaik untuk memberikan hiburan yang lebih hidup.

Beberapa pertunjukan yang dilakukan pun berkolaborasi dengan budaya setempat, bahkan bisa melibatkan ratusan aktor dan penari di panggung bersama dengan beberapa binatang, sena teknologi spesial efek yang cukup canggih.

Dalam kemasan yang sedikit lebih trendi, biasanya pertunjukan melibatkan penyanyi pop. Dalam beberapa bulan terakhir sebagaimana dipersembahkan di arena bermain terbesar di Malaysia Sun-way Lagoon, telah melibatkan per-formaNe-Yodarigruppop AS Black Eyed Peasdan runner-up American Idol David Archuleta.

Sementara diDisneylandTokyo telah berhasil menarik minat 26 juta pengunjung per tahun. Nam un beberapa pasar yang sedang tumbuh seperti Vietnam dan India akan mencapai kemapanan setidaknya dalam waktu lima tahun mendatang, bahkan bisa melampaui negara-negara tetangganya.

Kendati di sejumlah negara bisnis arena bermain menunjukkan geliatnya, tetapi tidak begitu dengan Hong Kong. Sebab, angka kunjungan hotel di Hong Kong menurun hingga USD170juta pada 2009. Kondisi ini mempengaruhi angka kunjungan ke arena bermain.

Terbukti, Ocean Park Hong Kong yang dikenal sebagai arena bermain terbaik nomor satu di Asia,angka pendapatannya anjlok hingga USD75O juta dalam beberapa tahun. Meski sudah ada pelajaran mengenai turunnya pendapatan Ocean Park, tetapi hal itu tidak mempengaruhi Disneyland yangtetapakan berekspansi usaha dengan nilai investasi mencapai LSD-465 juta. Apalagi, pemerintah Hong Kong juga berencana mem-bangun sufwayyangakan semakin membantu sektor pariwisata setempat.

Dari Jualan Reset hingga Jadi Pemilik Waralaba...

Sukses di usia muda. Itulah yang dialami Putra Wllda (33). pemilik usaha waralaba Goodtea yang omzet per bulannya saat ini mencapai miliaran rupiah.Namun, untuk menjadi seperti sekarang ini. bapak muda yang tak lama lagi akan mempunyai anak ketiga ini tidak mudah mencapainya. "Kuncinya perlu kreativitas, kecerdasan, dan keberanian untuk menghadapi tantangan. kata pria kelahiran Jakarta. 10 September 1977. ini saat berbincang dengan Wana Kota beberapa waktu lalu.

Panti asuhan

Ketika masih duduk di bangku SD. Putra harus menerima kenyataan ditinggal oleh ayahnya. Daud Ahmad, untuk selamanya. Setelah ayahnya pergi, sang Ibu mengalami kesulitan ekonomi hingga suatu ketika dia. bersama ibu dan kelima kakaknya, diusir oleh pemilik rumah kontrakan.Agar bisa hidup lebih layak, lbundanya menitipkan Putra di sebuah panti asuhan di bilangan Pondokcabe, Jakarta Selatan.

Saat di panti asuhan itulah Putra belajar membuat keset dari sisa-sisa kain. Hasilnya lumayan. Karena Itu. usaha tersebut terus digelutinya hingga di bangku SMP.Selain berjualan keset. Putra juga berjualan sapu ijuk. Saat duduk di bangku SMA. dia beralih pekerjaan menjadi sopir angkot."Dari hasil menyopir ttu saya bisa memiliki angkot sendiri. Bahkan saat mahasiswa, saya mampu membeli metromini, tutur suami Titin Fatimah ini.

Nah. waktu mahasiswa itulah Putra mempunyai hobi membuat konsep sebuah usaha. Konsepyang dibuatnya rata-rata berhasil, setelah dijalankan oleh teman-temannya.Seiring dengan berjalannya waktu. Putra ditantang teman-temannya untuk menjalankan konsep yang dia buat sendiri. "Mereka ingin tahu, apakah sebagai konseptor saya Juga berhasil menjalankan usaha. Karena Itu pula saya lalu tertantang untuk membuktikannya, kata pria yang mempunyai hobi memotret Ini.

Setelah sejenak berpikir. Putra memfokuskan untuk usaha di bidang sandang dan pangan. Pilihannya pun Jatuh pada usaha pangan berupa minuman teh. Alasannya, kebiasaan minum teh masyarakat Indonesia sudah mendarah daging. Di sisi lain, teh diminum oleh segala umur.Pemlnum kopi pasti bisa meminum teh. tetapi pemlnum teh belum tentu meminum kopi. Selain (tu. teh sebagai herbal banyak manfaatnya, antara lain mengandung zat antioksldan. Dari sisi usaha, banyak yang belum tahu peluang usaha minuman Ini." kata Putra seraya tersenyum.

Untuk membuat usahanya berkembang pesat, pada 2008 Putra melakukan penelitian selama setahun di perkebunan teh Gunung Mas. Puncak. Kabupaten Bogor. DI sana, dia mencari tahu kandungan teh hingga pengolahan daun teh.Setelah penelitian dilakukan. Putra pun menamakan produk tehnya Goodtea yang berarti teh yang baik.

Waralaba

Tahun 2009. dengan modal Rp 2 Juta. Putra membuka usaha minuman teh segar di rumahnya. Karena citarasa teh yang enak.disajikan di tempat yang bersih, dan pembeli dilayani dengan ramah, lambat laun dagangan Putra laku keras.,"Keuntungannya 20 persen. Dengan keuntungan Itu saya yakin usaha saya akan berhasil." kata Putra.Selanjutnya, dia mengembangkan usahanya Itu dengan sistem waralaba yang tidak membebankan /ee royalti dan fee waralaba kepada mitranya. Putra Justru memberikan kemudahan kepada mitranya berupa biaya perpanjangan kontrak sebesar Rp 500.000.

Untuk usaha waralabanya ini. Putra menawarkan beberapa paket usaha Goodtea. yang masing-masing paket nilainya antara Rp 4.5juta-Rp8.5Juta. "Para mitra rata-rata dalam dua bulan modalnya telah kembali." ujar Putra.Hanya dalam tempo I tahun 4 bulan, mitra Goodtea telah mencapai 1.700 orang, tersebar di seluruh Indonesia. Putra pun memiliki kantor cabang di Makassar. Balikpapan. Surabaya. Bandung, dan Riau.

Butuh Karakter Kreatif dan Inovatif

Wirausahawan berperan dalam menciptakan Inovasi dengan menawarkan nilai tambah bagi peningkatan kualitas hidup. Namun, untuk menjadi calon pengusaha sangat penting memiliki karakter yang kreatif dan Inovatif.

Pakar kewirausahaan dari ITB. Dwi Larso. pada acara Seminar Hasil Studi Cepat Pendidikan Kewirausahaan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, di Hotel Century. Senayan, Kamis (27/5). mengatakan, kewirausahaan pada hakikatnya tidak hanya terkait dengan usaha bisnis, tetapi Juga kegiatan lain di bidang sosial, pendidikan, kemasyarakatan, politik, dan pemerintahan.

Untuk Itu. pendidikan kewirausahaan itu Juga membentuk pola pikir, pengembangan keterampilan, dan pembekalan pengetahuan. Selain Itu. pendidikan kewirausahaan itu fokus pada pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan, dan pengetahuan bisnis."Sulit mencari orang yang entrepreneur dibandingkan mencari modal." kata Dwi.

Sikap dan keterampilan

Sikap yang harus dikembangkan sejak awal Jika Ingin menjadi entrepreneur, antara lain kreatif. Inovatif, Inisiatif, sikap pantang menyerah, tekun dan ulet, percaya diri, mandiri dan independen, nyaman terhadap perubahan dan ketidakpastian, optimis dan positif, sportivitas dan integritas, dan getol akan peluang.

Keterampilan dan pengetahuan vang harus dikembangkan untuk menjadi wirausaha, antara lain kerja sama dan kolaborasi, keinginan berprestasi dan bekerja tuntas, pengambilan risiko, pengelolaan keuangan, pemahaman bisnis, perencanaan bisnis, analisa pasar dan identifikasi peluang, dan manajemen pemasaran. Pantang menyerah yang dimiliki wirausahawan, yakni memiliki kemampuan untuk bangkit dan kembali berjuang."Banyak bisnis yang gagal, yang ahli pun lebih banyak gagal daripada berhasil." tuturnya.Sedangkan keberanian mengambil risiko itu keberanian untuk mengambil lindakan dengan risiko yang diperhitungkan cukup tinggi demi mengharapkan imbalan yuni; Jauh lebih besar. Semangat berprestasi berorientasi pada pencapaian hasil dan kemudian memasang target berikutnya untuk dicapai.

Sementara Itu, peneliti dari Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan Kemendlknas. Agung Purwadi, mengatakan, model pendidikan kewirausahaan yang diterapkan di sekolah terdapat 3 kategori, yakni lingkat terbatas yang menerapkan satu mata pelajaran misalnya muatan lokal untuk seluruh siswa, tingkat memadai dengan menerapkan di beberapa mata pelajaran yang terintegrasi ditambah dengan kegiatan terkait bisnis, tingkat penuh dengan mengikuti siklus bisnis dan siswa menjalankan bisnis secara nyata.

Komponen pendidikan kewirausahaan dalam standar lsi pendidikan di Indonesia, untuk lingkat sekolah dasar berfungsi menanamkan sikap kreatif, percaya diri, sikap Jujur, bertanggung Jawab, dan kerja sama. Untuk tingkat SMP menanamkan sikap kreatif, bertanggung Jawab, kerja sama, sikap positif, kesiapan, menghadapi perubahan, sikap mandiri, sikap Jujur.d an percaya diri. Sedangkan untuk tingkat SMA/SMK. menanamkan sikap pantangmenyerah, kemampuang beradaptasi, mengambil dan menghitung risiko, kerja sama, dan menganalisis peluang usaha.Satu hal yang menjadi prioritas dari pendidikan kewirausahaan adalah perubahan persepsi siswa terhadap profesi kewirausahaan, bahwa profesi Ini merupakan pilihan. Sama seperti profesl-profesl lainnya.

Entri Populer