" Status YM ""
UKM Indonesia Sukses: Mei 2010

Pendidikan wirausaha tak bisa instan

Pendidikan kewirausahaan seharusnya diberikan sejak sekolah dasar dan menengah untuk membentuk pola pi-ker dan karakter berwirausaha. Sedangkan untuk di perguruan tinggi, yang hanya diberikan pendidikan wirausaha selama tiga tahun, pola pikir dan keberanian berwira?sahanya saja belum tertanam dengan baik. Demikian dikemukakan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), yaVig juga anggota Tim Studi Cepat Pendidikan Kewirausahaan Pada Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Dwi Larso pada Seminar Cepat Pendidikan Kewirausahaan pada Pendidikan Dasar dan. Menengah, kemarin.

"Padahal, wirausaha itusangat penting. Menurut Global Entrepreunership Monitor, sepertiga pertumbuhan ekonomi dihasilkan melalui kegiatan wirausaha. Di Amerika Sarikat, setiap tahun penduduknya menciptakan 600 sampai 800 ribu usaha baru dengan pegawai tetap dan kira-kira 2 juta penduduk mejalui usaha sendiri (se If-employment ventures)," jelasnya.

Menurutnya, kebijakan pendidikan wirausaha di jenjang pendidikan tinggi untuk mencetak lulusannya menjadi seorang wirausaha tampaknya belum dapat membuahkan hasil yang maksimal. Dwi Larso mengatakan, di Indonesia/orientasi lulusan sekolah menengah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sampai sekolah mengan atas dan kejuruan masih untukmencari kerja bukan sebagai wirausaha.

Dia menilai, pendidikan wirausah seharusnya diberikan sejak-dini untuk menamkan pola pikir untuk berwirausha. Sebab, dari sepuluh bisnis para ahli wirausaha, biasanya ha-nya empat yang berhasil, dua biasa-biasa saja, dan sisanya gagal. "Jadi yang perlu dipersiapkan adalah sumberdaya manusianya karena sumber dana bisa didapat. Wirausaha itu yang terpenting adalah proses kreatif ciptakan peluang, namun harus benar-benar direalisasikan. Tanpa ada realisasi tidak ada nilai tambah," ujarnya. Selain itu, kata Dwi, pendidikan wirausaha harus diubah pola pikirnya, pengembangan keterampila; dan pembekalan pengetahuan.

Pakan Komplet Tambunkan Etawa

Penyediaan pakan berupa dedaunan hijau akan berkurang saat musim kemarau tiba.
Ekstra Besar. Ungkapan ini cocok untuk menggambarkan bentuk kambing Peranakan Etawah (PE). Saat usianya dua hingga tiga tahun atau sudah cukup dewasa, besarnya mencapai tiga kali lipat domba ukuran sedang atau dua kali lipat kambing Jawa ukuran sedang.

Panjang badannya bisa mencapai satu hingga 1,5 meter. Sedangkan tingginya, bisa lebih dari satu meter. Soal berat badan, jangan dikira enteng. Walaupun badannya tidak gemuk, seluruh tubuhnya berotot. Berat kambing seusia itu bisa mencapai lebih dari 70 hingga 80 kilogram.

Tak heran jika nilai jual seekor kambing PE bisa mencapai tiga kali, bahkan lima kali lipat dari harga kambing biasa. "Malah untuk kambing yang lolos kontes, harga pemenangnya bisa setara dengan satu unit mobil Toyota Kijang Innova," kata juri kontes kambing di Jawa Tengah, A Sodiq, saat menerima rombongan peninjau penerapan teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Banyumas, Jawa Tengah, belum lama ini. Kambing PE, dulunya didatangkan dari Benggala, India. Menurut

Sodiq, ciri khas kambing PE adalah memiliki surai pada kaki. Kambing PE dengan komposisi tubuh bagus memiliki ciri-ciri tertentu. Seperti memiliki dahi ke depan, pundak tinggi, geraham bawah (cakil) ke depan, telinga panjang menjulur dan cupingnya melipat dua (panjang kuping lebih dari 33 sentimeter), serta tingginya di atas 105 sentimeter (untuk kambing kontes).

Penduduk Desa Gumelar, Banyumas, umumnya peternak kambing PE. Sekitar 65 persen dari 2.635 KK (10.535 jiwa) adalah peternak kambing. Menurut Lurah Gumelar, Tjahjo Erlianto, dulu masing-masing peternak hanya bisa memiliki enam sampai delapan ekor kambing. Saat itu, para peternak memberi makan kambingnya dengan dedaunan hijau dari kebun dan sekitarnya. "Ini menghabiskan waktu dan tenaga. Peternak pun hanya bisa menangani sedikit ternak," ujar Tjahjo.

Setelah dibina oleh Iptekda LIPI, khususnya dengan teknologi pakan komplet atau complete feed-total mix ration (TMR), Tjahjo mengatakan, satu peternak bisa menangani puluhan kambing. Itu pun ditangani paling banyak dua orang saja. Ini memberi dampak bagi pertumbuhan perekonomian di desa. Karena itu, PE ini lantas menjadi ternak khas di desa ini dan diberi nama Pegumas, singkatan dari Peranakan Etawah Gumelar Banyumas.

Salah seorang peternak kambing PE, Carso, mengaku dulu waktunya habis untuk mencari pakan kambing berupa dedaunan hijau di ke-bun. Carso yang merupakan binaan pertama Iptekda LIPI sejak 2008 ini mengatakan, dedaunan hijau yang didapatkannya, langsung diberikan ke ternak yang jumlahnya tak lebih dari 10 ekor.

Masalah kemudian muncul saat musim kemarau tiba yang membuat persediaan pakan sangat sedikit. "Makanya, waktu kami habis hanya untuk mencari hijauan. Kami seperti diperbudak oleh kambing," ujarnya.

Kini, dengan adanya kambing PE, Carso lebih memilih tetap beternak karena nilai ekonominya yang tinggi. Selain dagingnya lebih banyak untuk ukuran seekor kambing, kambing PE juga bisa diambil susunya. Satu liter susu bisa mencapai harga Rp 20 ribu. Susu kambing PE ini pun dipercaya memiliki khasiat untuk pengobatan dan kebugaran tubuh.

Dengan teknologi pakan fermentasi yang diperkenalkan LIPI, kini Carso sudah memiliki 70 ekor kambing PE dengan hanya mempekerjakan dua orang tenaga kerja. Carso pun memiliki lebih banyak waktu untuk dirinya sendiri dan mulai memikirkan untuk pengelolaan kotoran ternak. "Sekarang, saya jadikan pupuk. Kulitnya juga kita garap, tapi kami berharap nanti bisa kelola untuk biogas," ujarnya.

Gunakan sumber lokal

Sedikitnya ternak yang bisa ditangani peternak kambing PE menjadi pemikiran Budi Rustomo, peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Budi yang juga ketua Tim Ip-tekda LIPI ini melakukan penelitian selama dua tahun di Desa Gumelar.

Penelitiannya bertujuan untuk meningkatkan produksi daging kambing. Secara nasional, menurut dia, pertambahan populasi kambing cukup rendah, yaitu 2,9 persen per tahun. Padahal, kebutuhan daging kambing mencapai 5,6 juta ekor per tahun.

Budi lantas berpikir, untuk mengatasi rendahnya populasi kambing, perlu dilakukan peningkatan produktivitas dan reproduktivitas-nya. Maka itu, kemudian ia memfokuskan pada pakan ternak yang menjadi masalah para peternak kambing PE selama ini.

Sebelumnya, para peternak menggunakan beraneka ragam hijauan, yang tak tentu jumlahnya. Karena itu, kambing harus terus beradaptasi dengan jenis pakannya. "

"Malah bisa-bisa kambing PE ini keracunan dengan pakan hi-jauannya. Ini berisiko dan bisa pengaruhi reproduksinya. Tingkat kematian tinggi, akibat induknya kekurangan gizi," ujar Budi.
Atas dasar itulah, Budi mengembangkan teknologi pengembangan formulasi pakan komplet TMR yang berbasis sumber daya lokal. Pendekatan pakan ini penting dalam mendukung perkembangan produksi kambing PE yang berkelanjutan, efisien, dan kompetitif. "Pakannya jadi lebih terstandar dan tersedia kapan saja, fisiologis ternak makin bagus, mortalitas menurun jadi sembilan persen, dan reproduksi semakin baik," kata Budi menandaskan. ed andina

Penyaluran KUR Terus Digenjot Untuk UKM

Bank Jabar Banten (BJB) terus menggenjot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Meski baru digulirkan sekitar dua bulan yang lalu, BJB optimistis dana Rp 750 miliar yang disiapkan bagi program tersebut dapat disalurkan hingga akhir tahun mendatang.

Corporate Secretary BJB Cecep Trisna mengatakan, penyaluran KUR memang sedikit terlambat. Salah satunya, penyaluran melalui tiga belas BPR yang baru mendapatkan izin pada akhir Maret lalu. "Memang sedikit terlambat, baru berjalan dua bulan yang lalu. Namun, kita terus meng-galakkan rekan-rekan di cabang untuk terus melakukan penyaluran," ujar Cecep, di Bandung, Senin (31/5).

Disinggung mengenai kondisi pasar yang juga diperebutkan dengan sejumlah bank ternama lainnya, Cecep mengatakan, setiap bank memiliki pangsa pasar masing-masing. Oleh karena itu, ia tidak khawatir akan terjadi persaingan untuk memperoleh nasabah. "Semua memiliki pangsa pasar dan binaan masing-masing. Kita juga terus melakukan kegiatan marketing untuk bersaing secara kompetitif," ujarnya.

Begitu pula dengan persamaan karakteristik antara nasabah KUR dengan Kredit Mikro Utama BJB. "Memang ada kesamaan, tapi di luar itu masih ada pasar yang belum tergarap," katanya. Selain itu, lanjut Cecep, pasar usaha mikro kecil menengah (UMKM) pun masih terbuka lebar. Hal itu merujuk pada data Bank Indonesia (BI) bahwa baru sekitar lima belas persen dari potensi UMKM di Jabar yang telah menerima bantuan perbankan. Meski ia tak mengetahui secara pasti total UMKM yang ada di Jabar.

"Kondisi itu menunjukkan bahwa masih banyak yang belum dibantu oleh kredit perbankan. Artinya, potensi pasar masih terbuka lebar," ujarnya. Oleh karena itu, Cecep optimistis dana.Rp 750 miliar tersebut dapat direalisasikan. "Kami optimistis itu bisa direali-sasikan. Oleh karena itu kita terus menggalakkan rekan-rekan di cabang untuk terus melakukan penyaluran," ujarnya.

Cecep menambahkan, untuk penyaluran kredit tersebut BJB tidak membidik sektor khusus. Ia memaparkan, dari sembilan sektor yang ada seluruhnya mendapatkan prioritas yang sama. Kendati, ia mengungkapkan, berdasarkan portfolio yang ada. selama dua bulan digulirkan sektor perdagangan masih mendominasi.

"Saat ini memang paling besar masih perdagangan. Namun, kami konsen pada semua sektor, termasuk sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan," ujarnya. Kendati demikian, ia mengungkapkan saat ini alokasi pada sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan masih di bawah sepuluh persen. "Memang masih rendah, namun kami terus mendorong sesuai misi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yang tengah menggalakkan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan," katanya.

Lulusan Universitas Jangan Cuma Buru Gelar AkademisLulusan Universitas Jangan Cuma Buru Gelar Akademis

Lulusan perguruan tinggi selama Ini cuma berorientasi mencari pekerjaan, bukan berupaya membuka lapangan pekerjaan baru. Sebagian mahasiswa Indonesia cuma memburu gelar akademis, karena dengan nama yang dijepit gelar, merasa dirinya lebih intelek.

INI sangat disayangkan. Berdasarkan hasil Studi Cepat Pendidikan Kewirausahaan Pada Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), orientasi lulusan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), sampai Sekolah Menengah Atas (SMA), dan kejuruan (SMK) hingga universitas di Indonesia, cuma mencari kerja dan menjadi karyawan. Bukan berwirausaha dan menjadi pengusaha.

Menurut data Global Entrepre-neurship Monitor, sepertiga pertumbuhan ekonomi dihasilkan melalui kegiatan wirausaha. Di Amerika, setiap tahun penduduknya menciptakan 600 ribu-800 ribu usaha baru dan 2 juta penduduk membuka usaha sendiri (self-employment ventures).

"Amerika saja yang negara besar mau berwirausaha, mengapa negara kita tidak mampu?" ujar anggota Studi Cepat Pendidikan Kewirausahaan Pada Pendidikan Dasar dan Menengah Kemente-rian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Dwi Larso saat seminar Studi Cepat Pendidikan Kewirausahaan Pada Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia menyayangkan, sebagian besar sekolah baik SD maupun SMP belum menanamkan pola pikir dan karakter berwirausaha sejak dini. Padahal, pendidikan kewirausahaan akan cfektifjika diterapkan mulai tingkat yang paling dasar. Kekurangan lainnya adalah kebijakan pendidikan wirausaha di jenjang pendidikan tinggi untuk mencetak lulusannya menjadi seorang wirausaha, tampaknya belum membuahkan hasil maksimal.

"Sulitnya wirausaha berkembang karena dari 10 orang yang menjalankan bisnis wirausaha, biasanya hanya empat yang berhasil, dua biasa-biasa saja, dan sisanya gagal. Hal ini membuat lulusan sekolah menengah atas enggan berwirausaha dan memilihjadi buruh pabrik." sesalnya.

Untuk menghindari jumlah pengangguran terdidik tidak bertambah setiap tahun, sarjana dan lulusan sekolah mesti mampu membuka lapangan pekerjaan atau berwirausaha. Menurutnya, Pendidikan wirausaha mesti diubah pola pikirnya, wirausaha tidak melulu harus berkaitan dengan bisnis, tetapi wirausaha juga berkaitan dengan bidang sosial.

"Kewirausahaan bukan hanya semata bisnis, tapi lebih memprioritaskan proses kreativitas dan inovasi yang memberikan nilaitambah," kata Freddy Mungcr dari AusAid (Australia Agency for International Development yang juga menjadi pembicara pada seminar itu. Komponen kewirausahaan selain bisnis, tambah Freddy, juga harus ditanamkan. Komponen itu meliputi kreativitas, inovasi, inisiatif, pantang menyerah, ulet, percaya diri, mandiri, nyaman terhadap perubahan dan ketidakpastian, sikap positif dan optimistis. Kejujuran, sportivitas, keberanian mengambil risiko, kerja sama dan kolaborasi, getolmencari peluang, dan semangat berprestasi.

Selain itu, metode pembelajaran pendidikan kewirausahaan, sambung Dwi, perlu dilaksanakan melalui mata ajar sendiri yang diberikan dalam bentuk muatan lokal. "Aspek positifnya jika diterapkan dalam pendidikan kewirausahaan sendiri menjadi jelas siapa yang bertanggung jawab. Meski aspek negatifnya guru tidak merasa bertanggungjawab menanamkan jiwa wirausaha. Oleh karenanya, perlu koordinasi di tingkat sekolah," tegasnya.

Peneliti dari Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan Kcmendiknas Agung Purwadi menambahkan, ada tiga kategori pendidikan kewirausahaan yang bisa diterapkan di sekolah.
Pertama, tingkat terbatas yang menerapkan satu mata pelajaran. Misalnya, muatan lokal imtuk seluruh siswa. Kedua, tingkat memadai dengan menerapkannya di beberapa mata pelajaran yang terintegrasi ditambah kegiatan terkait bisnis. Ketiga, tingkat penuh mengikuti siklus bisnis dan siswa menjalankan bisnis secara nyata. NOV

Mengintip Peluang Bisnis Waralaba

Saya ingin membuka usaha cuma masih bingung pilih jenis usaha, sebab belum punya pengalaman. Ada teman saya menganjurkan untuk ikut waralaba saja. Namun karena saya masih awam , saya ingin tahu dulu mengenai bisnis ini.

Bagaimana cara menjalankannya? Bagaimana dengan risikonya, sebab saya tidak ingin uang yang saya tanamkan hilang? Dana yang saya miliki juga tidak besar, bisakah saya menjalankan usaha franchise dengan modal kecil ? Apa saja jenis usaha yang bagus dijalankan untuk bisnis ini. Bagaimana saya bisa berhasil di bisnis ini. Terima kasih.

Waluyo J Halo pak Waluyo, senang berkenalan dengan anda
Banyak orang tidak berani membuka bisnis sendiri karena merasa belum punya pengalaman sama sekali dalam berbisnis sehingga menjadi ragu-ragu dan takut gagal. Namun jangan khawatir, sekarang ini banyak sekali ditawarkan bisnis dengan sistem waralaba atau franchise yang bisa membantu Anda mengatasi kendala kurangnya pengalaman dan pengetahuan dasar menjalankan bisnis tersebut.

Waralaba dalam dunia bisnis terkenal dengan istilah" Franchise yaitu pemberian sebuah lisensi (ijin) oleh suatu pihak (perorangan maupun perusahaan) sebagai pemberi waralaba kepada pihak lain sebagai penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merk dagang / nama dagangnya, dan untuk menggunakan keseluruhan sistem bisnisnya. Pemberi waralaba biasa disebut franchiser dan penerima waralaba disebut franchisee.

Jadi dengan membeli waralaba, anda membeli sebuah sistem bisnis yang sudah diciptakan orang lain dan terbukti berhasil. Oengan demikian untuk menjalankan bisnis franchise, Anda sebagai franchisee tinggal menjalankan sistem yang sudah ada. Dibandingkan membuka usaha sendiri dengan nama yang belum dikenal orang, belum lagi anda harus membuat sistem usaha (merekrut pegawai, melatihnya, mengatur persediaan barang, dan menetapkan harga) yang tentunya tidak mudah bagi pemula. Maka waralaba membantu anda mengatasi masalah-masalah tersebut.

Sebagai timbal baliknya atas berbagai keuntungan yang Anda dapat dari franchiser, maka Anda harus memenuhi persyaratan finansial tertentu, terutama modal awal yang dibutuhkan.

Modal awal yang dibutuhkan adalah a) modal membeli ijin waralaba / franchise fee ; b) modal investasi (tempat, peralatan, perijinan ) ; c) modal kerja awal / start up ( biasanya untuk pembelian bahan baku, gaji pegawai, listrik, telpon, transportasi) untuk menunjang operasional usaha 3sampai 6 bulan pertama. Franchisee biasanya juga dikenakan royalty yang dibayarkan rutin tahunan dan atas penggunaan sistemnya

Untuk mengcover kebutuhan modal ini Anda bisa menggunakan dana anda saat ini. Modal untuk membeli franchise bervariasi tergantung dari jenis usahanya, misalnya saat ini untuk banyak ditawarkan waralaba makanan dengan modal dibawah Rp 15 juta. Contoh lain sebuah franchise usaha isi ulang (refill) tinta printer komputer mensyaratkan modal sebesar Rp 75 s/d 150 juta. Ada juga untuk membeli sebuah franchise usaha restauran bahkan bisa membutuhkan modal sekitar Rp 1 milyar!

Sebenarnya banyak sekali jenis usaha yang bisa ditawarkan dengan sistem waralaba. Berbagai macam usaha tersebut antara lain bimbingan belajar, kursus bahasa Inggris, broker property, binatu, playgroup, restaurant, cafe, salon kecantikan, minimarket, bahkan gerobak dorong ayam goreng saja sudah ada yang difranchise-kan. Semuanya mempunyai potensi tingkat keuntungan sendiri-sendiri.

Bisnis waralaba memang menjanjikan, namun sebaiknya anda tetap hati-hati dan mempertimbangkan semua risikonya. Beberapa pertimbangan dalam memilih / membeli franchise atau waralaba antara lain

1.Apakah merek-nya sudah terkenal dengan kualitas produk / jasa yang baik dan kompetitif. Seandainya mereknya belum terkenal, sulit bagi kita untuk memperoleh omzet maksimal karena pasar belum mengenal mereknya.Kualitas produknya juga harus prima, misalnya kalau produknya berupa makanan, apakah enak, apakah unik, apakah mudah dibuat atau tidak, apakah ada resep rahasia sehingga sulit di tim pesaing.

2.Manajemen. Kita juga harus melihat kredibilitas pemilik/ pengembang franchise tersebut. Apakah franchisor yang kita minati merupakan perusahaan yang sukses dan kuat, Franchisor wajib memberikan laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik kepada calon pembeli hak waralabanya. Laporan tersebut dapat memberikan informasi keadaan keuangan perusahaan tersebut.

3. Pilihlah waralaba yang sesuai dengan hasrat dan minat anda, dan anda yakin waralaba tersebut akan menguntungkan dalamjangka panjang. Hindari memilih waralaba karena faktor "trend" semata-mata.

4. Pilihlah waralaba yang sesuai dengan modal anda. Beberapa bisnis waralaba ada yang mengalami kegagalan ditengah jalan karena kekurangan modal. Oleh karena itu, untuk meningkatkan peluang keberhasilan, lebih baik untuk memiliki modal labih dari yang disyaratkan franchisor. Disarankan untuk memiliki cadangan dana untuk modal kerja 6 bulan sampai 1 tahun kedepan.

KUR libatkan pendamping

Kementerian Koperasi dan UKM mengoptimalkan konsultan internal lembaga, asosiasi ataupun ikatan usaha kecil menengah untuk memperluas penyebaran program kredit usaha rakyat (KUR). Choirul Djamhari, Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian Koperasi dan UKM, menjelaskan konsultan internal itu menjadi pendamping calon debitur KUR, setelah menjalani semacam pelatihan sosialisasi.

"Ada keunggulan dari pemanfaatan konsultan internal asosiasi, lembaga maupun himpunan atau ikatan yang terkait dengan UKM," ujarnya sesuai dengan melaksanakan sosialisasi KUR bagi seluruh stakeholder di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, kemarin. Keunggulan itu misalnya, kenyamanan calon debitur karena didampingi oleh petugas internal dari asosiasinya. Keunggulan lainnya, perbankan penyalur KUR juga merasa lebih nyaman melayani calon debitur yang tergabung dalam asosiasi.

Untuk menjamin kesi-nambungan pendampingan semacam ini, Choirul telah menginstruksikan kepada seluruh pendamping agar tidak menetapkan tarif atas jasa layanan yang mereka berikan terhadap sesama anggota, apalagi tarif itu ditetapkan di depan. Menurut dia, karena di antara calon debitur dan pendamping teknis berasal dari satu organisasi, maka sebaiknya besaran jasa terjadi secara alamiah. "Semuanya harus berdasarkan service based, atau berdasarkan layanan yang diberikan kepada debitur."

Secara terpisah, Asisten Deputi Urusan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Prijambodo mengatakan sosialisasi semacam ini akan diteruskan ke seluruh provinsi, menyusul sosialisasi pertama di DKI Jakarta. "Pada skenario sosialisasi ini, kita telah melakukan penyempurnaan. Caranya, mengundang calon debitur yang terdiri dari pengurus asosiasi, himpunan, ikatan UKM beserta anggotanya. Dengan skenario ini, penyebaran KUR lebih efektif dan jangkauannya juga lebih luas, karena teknis operasional secara internal oleh pengurus.

Pemerintah diminta bersikap adil Pedagang tradisional merasa terpinggirkan

Pedagang pasar tradisional mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berpihakkepada peritel modern,tetapi juqa usaha kecilmenengah karena banyakyang gulung tikar. Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengungkapkan kepemilikan peritel modern oleh pengusaha nasional memang sangat bagus, tetapi jangan sampai setelah nanti peritel itu sudah tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah, dijual lagi ke asing.

"Ini yang sangat saya khawatirkan, karena nantinya asing kembali menguasai ritel modern di Indonesia, dan pedagang tradisional pun makin terjepit," ujarnya kepada Bisnis kemarin. Terkait dengan banyaknya menteri yang hadir di acara Bazaar UKM-Carrefour, kemarin, Ngadiran mengatakan keberpihakan pemerintah terhadap peritel modern saja sebaiknya dihindari.

"Pemerintah juga perlu mendu-kung UKM [usaha kecil menengah), pedagang pasar, dan koperasi dengan membuat peraturan mengenai kewajiban peritel menggandeng UKM dalam kepemilikan saham." Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Rudy R. J. Sumampouw mengatakan para menteri sepertinya juga ingin membuktikan apakah benar Carrefour itu melakukan pemberdayaan UKM atau hanya sekadar wacana.

Terkait dengan Perpres No. 112/2007 dan Permendag No. 53/2008 tentang Pengaturan Pasar Tradisional dan Ritel Modern, Carrefour sudah memenuhinya terutama tentang trading term yang sempat menjadi persoalan bagi peritel asal Prancis itu dengan pemasok. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa mengungkapkan peritel modern ha-rus diawasi dalam mendukung UKM sebagai pemasoknya.

"Itu merupakan concem Hipmi, dan saya kira pemerintah juga demikian. Dukungan terhadap UKM oleh peritel modern adalah dalam bentuk pembinaan, pelatihan, kemudahan syarat perdagangan [trading term], dan mungkin hingga ke permodalan," ujarnya. Menurut dia, kebetulan anggota kami 80% pelaku UKM dan mayoritas merupakan pebisnis pemula, sehingga kerja sama dengan Carrefour memperoleh inspirasi untuk masuk ke bisnis internasionalPT Carrefour Indonesia meningkatkan pendekatan dan kerja sama dengan pedagang tradisional guna membantah anggapan bahwa peritel modem tersebut mematikan usaha kecil menengah.

Komisaris Utama Carrefour Indonesia Chairul Tanjung mengatakan sekarang sedang dilakukan penelitian oleh tim ahli akademisi di bawah guru besar Psikologi Universitas Indonesia (UI) Sarlito Wirawan. "Menurut laporan ada yang mengatakan keberadaan Carrefour mengancam pasar tradisional dan ada juga yang mengatakan keberadaan kami, ikut membantu pedagang tradisional meningkatkan penjualan.

Dana bergulir ekonomi kelurahan Rp71 miliar

PEMK libatkan 132 koperasi jasa keuangan
Pemprov DKI telah menyalurkan dana pemberdayaan ekonomi masyarakat kelurahan (PEMK) hingga Rp7i,5 miliar guna menyukseskan program pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tingkat kelurahan. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI Ade Soeharsono mengatakan dana tesebut telah disalurkan kepada 132 koperasi jasa keuangan yang menjangkau lebih dari 28.430 pemanfaat yang terdiri dari perorangan dan kelompok.

"Tingkat pemanfaatan dana PEMK yang telah disalurkan hingga 27 Mei 2010 itu cukup baik sesuai dengan fungsinya untuk menyukseskan program pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," katanya kemarin.Jumlah pemanfaat dana PEMK yang kini berjumlah 28.430 pengguna, terdiri dari perorangan dan kelompok yang diharapkan terus bertambah mengingat pola penyalurannya yang secara bergulir.

Adapun, dana bergulir PEMK yang terbaru, lanjut Ade, telah disalurkan sebesar Rp4,8 miliar pada 27 Mei 2010 kepada sembilan koperasi jasa keuangan yang berasal dari Jakarta Selatan, Timur dan Utara dengan total 2.604 pemanfaat. "Dana PEMK sebesar Rp71,5 miliar tersebut digulirkan secara bertahap dan pengucuran sebesar Rp4,8 miliar untuk 2.604 pemanfaat merupakan pengguliran yang keenam,"ujarnya.

Pantau penggunaan Sementara itu Wakil Gubernur DK] Prijanto mengatakan pihaknya berharap agar dana PEMK dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Koperasi Jasa Keuangan.

Untuk itu, pihak Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI diminta terus memantau pengelolaan dana tersebut sehingga dapat menjadi dana pinjaman bergulir yang bermanfaat bagi banyak orang. Selanjutnya, Prijanto mengingatkan, dalam menjalankan tugas agar menjunjung tinggi kejujuran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Jangan ada lagi cara-cara tidak baik dengan mempersulit pelayanan hanya untuk mengharap pendapatan tambahan di luar gaji," ujarnya. Ketua Umum Kadin Jaya Edi Kun-tadi mengatakan pihaknya mendukung upaya pemberdayaan ekonomimasyarakat untuk meningkatkan kesejahteraanya melalui kemudahan akses permodalan bagi usaha skala mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Soalnya, menurut dia, permodalan menjadi persoalan utama mayoritas dunia usaha, khususnya UMKM dan koperasi yang sulit diperoleh dari bank karena tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan lembaga keuangan tersebut.

"Lembaga pembiayaan dengan polanya masing-masing menyalurkan dana yang dapat dipakai untuk membantu masalah permodalan yang menjadi salah satu kendala utama UMKM dalam mengembangkan bisnisnya."

Edi menambahkan lembaga dengan pola pembiayaan yang sudah berjalan a.l. meliputi, program PEMK yang dibentuk Pemprov DKI dengan fokus penyaluran dana di tingkat kelurahan dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Negara Koperasi dan UKM.

Perguruan tinggi jadi proyek percontohan pusat wirausaha

JAKARTA Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kementerian Pendidikan Nasional sepakat membentuk kelompok kerja (pokja) penyelerasan pendidikan untuk mengembangkan sistem pelatihan dan kurikulum kewirausahaan. "Kewirausahaan dapat dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan. Apalagi, pola pikir, jiwa, dan semangat wirausahawan yang baik dapat dikembangkan secara maksimal dalam proses pembelajaran," ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar kemarin.

Oleh karena itu, perguruan tinggi diseluruh Indonesia dijadikan proyek percontohan untuk menjadi enterpre-unership center (EC), sehingga mampu menekan angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, per Februari 2010 tercatat penduduk yang bekerja mencapai 107,41 juta orang, sedangkan angkatan kerja di Tanah Air sebanyak 113,83 juta orang dan angka pengangguran 6,59 juta orang.

Muhaimin menjelaskan kampus merupakan terminal utama generasi muda menjadi generasi terdidik dan menjadi tempat terbaik untuk melaksanakan pembangunan sumber daya manusia. Menurut dia, kampus juga memiliki sarana lengkap mulai dari softwa-re, hardware dan brainware, sehingga lokasi itu perlu dikembangkan menjadi enterpreneurship center.

Menakertrans menuturkan mahasiswa diharap memiliki budaya produktif dan inovatif, sehingga dapat memberikan gagasan dalam penanggulangan penganguran. Selain itu, pemerintah sedang berusaha mengembangkan kurikulum pendidikan kewirausahaan yang dimulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah, hingga atas. "Target awal, nantinya setiap pendidikan menengah atas, minimal akan ada satu ekstrakulikuler mengenai kewirausahaan. Syukur-syukur, kalau bisa Intrakurikuler," ungkapnya.

Askrindo Jamkrindo minta modal Untuk KUKM

KUR bermasalah gerus modal perusahaan
JAKARTA PT Askrindo dan Perum Jamkrindo minta tambahan modal dari pemerintah sebesar Rp 1O triliun untuk mendorong penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yanq ditargetkan mencapai Rp lOO triliun.Direktur Utama Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Nahid Hudaya mengatakan kebutuhan tersebut adalah jangka panjang dalam mendukung penyaluran KUR kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dicanangkan pemerintah.

"Suntikan modal RplO triliun yang kami inginkan itu bukan hanya untuk Askrindo tetapi juga Jamkrindo dan ini [dana tersebut! adalah kebutuhan hingga 2014," kata Nahid seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, kemarin.

Namun, dia mengklaim belum mengetahui mekanisme pembagian persentase suntikan modal tersebut. Tahun ini, katanya, pemerintah menganggarkan suntikan modal bagi dua perusahaan penjaminan kredit UMKM tersebut sebesar Rp 1,8 triliun. "Kami belum tahu mekanisme pembagiannya bagaimana, tetapi sepertinya fifty-fifty [50%-S0%] untuk Jamkrindo dan Askrindo," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirut PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Chaerul Bahri mengatakan suntikan modal pemerintah itu untuk meningkatkan kapasitas penjaminan KUR, menyusul tren peningkatan rasio akumulasi penjaminan kredit terhadap modal dalam 2 tahun terakhir. Dia menuturkan realisasi penjaminan KUR hingga 31 Maret mencapai Rpl3,3 triliun atau 75% dari total kredit yang disa-lurkan oleh perbankan sebesar Rpl8,63 triliun. Adapun level gearing ratio mencapai 12,01 kali.

Langgar PMK Realisasi penjaminan tersebut, kata Chaerul, tidak memenuhi ketentuan yang diatur dalam PMK No. 222/PMK. 10/2008 yang menyebutkan maksimal gearing ratio hanya 10 kali. Dia menjelaskan jika penambahan modal tidak direalisasikan, dikhawatirkan menggerus modal perusahaan karena tingkat kredit bermasalah {non performing loans/NPL) KUR lebih dari 5%.

Peningkatan penjaminan kredityang melebihi ketentuan gearing ratio tersebut, ujar Chaerul, disebabkan tidak adanya kewenangan Askrindo dalam membatasi permintaan perbankan guna memperoleh penjaminan dari lembaga pemerintah. "Untuk itu kami mengharapkan penambahan PMN dalam mendukung program penjaminan KUR yang sesuai dengan nilai yang dijamin sebelumnya," tuturnya.

Kendala lain yang dihadapi Askrindo dalam merealisasikan program penjaminan tersebut yaitu adanya anggapan masyarakat bahwa KUR merupakan bantuan kredit dari pemerintah, se-hingga tidak perlu dikembalikan. Persepsi yang keliru itu ikut mendongkrak NPL. Sementara itu, posisi gearing ratio kredit produktif Jamkrindo pada kuartal 1/2010 masih mencapai 6,93 kali karena posisi outstanding kredit sebesar RplO,24 triliun, sementara modal sendiri Rpl,47 triliun. Tahun lalu, gearing ratio lebih rendah 5,04 kali dari 2008 yakni 8,69 kali.

Nahid mengungkapkan dengan rendahnya gearing ratio maka perusahaan masih memiliki ruang untuk meningkatkan penjaminan dengan tetap memperhatikan tingkat kehati-hatian. Dia menambahkan jumlah kredit yang dijamin Jamkrindo selama 3 tahun terakhir terus meningkat khususnya penjaminan kredit eksisting. Pada 2007, total kredit yang dijamin sebesar Rpl8,8 triliun lalu naik pada 2008 menjadi Rp23,7 triliun dan tahun lalu mencapai Rp25,4 triliun.

Tenaga kerja khusus dibutuhkan

BEKASI Bekasi membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus seperti di bidang perbengkelan, otomotif, bangunan, listrik, kuliner, dan pariwisata karena banyaknya permintaan dengan kualifikasi tersebut.Kepala Disnaker Kota Bekasi Junaidi mengatakan, tenaga kerja itu bisa dihasilkan melalui sekolah kejuruan plus hingga tidak lagi diperlukan pelatihan tambahan.

"Lebih baik ada SMK plus di Kota Bekasi. Kami ingin SMK berkualitas bagus bisa ditambah, bukan sekolah umum," ujarnya, kemarin.Permintaan tenaga kerja asal Bekasi banyak yang tidak dapat dipenuhi akibat belum sesuainya kualifikasi pencari kerja dengan yang dibutuhkan pasar kerja, ia utara)

Aprindo Aceh akan bantu UKM

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Nangroe Aceh Darussalam Amri M. Ali mengatakan pihaknya siap membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) setempat untuk membuka akses pemasaran produk.

"Kami siap membantu membuka jaringan pemasaran UKM yang diproduksi pengusaha daerah ini ke seluruh Nusantara dan .mancanegara. Ini sangat dimungkinkan karena Aprindo punya jaringan di seluruh Indonesia," katanya kemarin.Untuk itu, lanjut dia, Pemprov Aceh melalui dinas terkait perlu menginventarisasikan berbagai produk hasil UKM setempat, baik dari segi kualitas maupun kemasannya sehingga memudahkan untuk melakukan pemasaran ke pasar regional, nasional maupun internasional.

PEMERINTAH HARAP KE DEPAN IKM MILIKI BASIS WIRAUSAHA DAN KUAT DALAM KNOW HOW

Pemerintah mengharapkan ke depannya, industri kecil dan menengah (IKM) selain memiliki basis wirausaha, juga harus mengetahui teknik know how, serta perlu menguasai teknologi yang disesuaikan dengan selera pasar. Usaha atau industri kecil dan menengah di masa depan nantinya, adalah IKM berbasis program inkubasi bisnis, dan diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan masa depan ekonomi rakyat, sehingga mereka bertumbuh dan berkembang, kalau para pelakunya digerakkan dengan semangat dan kreativitas tinggi.

Fauzi Aziz, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan kepada Business News. Rabu (26/5). Pada saat itu, mereka diharapkan telah memiliki hubungan bisnis atau jejaring yang kokoh dengan perusahaan champion atau pemasok, yang mampu membawa produknya memasuki pasar internasional. Seiring dengan kondisi tersebut, mereka juga telah dibekali dengan inovasi, berorientasi dengan selera konsumen di pasar setempat, dan menghasilkan produk yang ramah lingkungan, serta memenuhi standar yang disyaratkan.

"IKM berbasis kewirausahaan, menjadi masa depan yang dipertaruhkan bangsa. Nilai-nilai kewirausahaan menjadi bagian inheren proses berkembangnya IKM di Indonesia. Misalnya melalui dunia pendidikan seperti di Universitas Andalas, peran mahasiswa menjadi bagian dari solusi revitalisasi IKM berbasis kewirausahaan, dan ini sudah didesain secara terorganisir. Artinya konsepnya tidak berlaku pada komunitas pinggiran, yang secara kelayakan usaha dipandang lebih sulit diatur atau difasilitasi oleh pemerintah."

Melihat potensi setiap universitas di sejumlah lokasi yang berbeda, maka perlakuan yang diberikan harus dilakukan secara pro aktif, dengan pengembangan IKM tersebut. Dalam kerangka pikir mereka, dilakukanlah pendekatan program yang disesuaikan alokasinya bagi jutaan unit IKM, tetapi spiritnya tetap didasarkan kepada semangat membangun usaha, bukan bentuk bantuan dalam hibah atau amal (charity)."Untuk itu, pemerintah kini mengubah orientasi bisnis dari selama ini memberi bantuan mesin dan program usaha, menjadi berdasarkan kelayakan usahanya, sehingga lebih mendidik, dan sifatnya hanya semacam stimulan usaha. Mengcopy program bantuan dalam bentuk pemotongan harga mesin yang ditanggung oleh pemerintah, atau subsidi bunga kredit, menjadi alternatif pilihan yang kini disasar pemerintah.

Mengapa kami melakukan hal ini, supaya para pengusaha tersebut memahami proses bisnisnya, terutama berani mengambil resiko dalam menjalankan usahanya. Mereka harus ditempa, supaya sadar tidak ada yang instan di dalam menjalankan usaha, sampai mencapai sukses. "Model IKM dan Berbagai Pendekatan Berdasarkan pengalaman, ada tiga jenis IKM yang biasanya ditemui di lapangan. Pertama adalah IKM yangmemang tumbuh dan besar dengan daya dan upayanya sendiri, sehingga mereka cenderung mengalami berbagai masa pasang surut usahanya. Kedua, adalah tipe IKM yang kerap menadahkan tangannya, meminta fasilitasi dari berbagai pihak (termasuk pemerintah), dan ketiga adalah IKM yang lebih banyak acuh dan tidak peduli apakah usahanya berkembang menjadi lebih baik, atau usahanya tidak berkembang bahkan mati, habis digusur oleh aparat ketentraman, keamanan dan ketertiban (tramtib).

Pemerintah beranggapan mereka (IKM) yang masuk golongan pertama, adalah mereka yang lebih mudah memperoleh bantuan peningkatan program daya saing, dan biasanya bukan termasuk tipe pengusaha yang apabila modalnya "sulit," akan cenderung meminta fasilitasi pada pemerintah. Mereka terbiasa jatuh dan bangun di dalam usahanya, sehingga komitmen kembalinya kredit kepada pemerintah juga tinggi.

Sementara berbagai pendekatan yang dilakukan pemerintah, salah satunya adalah melalui kemampuan mengenali spirit dari daerah atau wilayah tersebut, yang penting karena dikaitkan dengan pembinaan. Artinya, jika memang sejak semula daerah itu tidak ada kemampuan memiliki pelabuhan penunjang, maka jangan dipaksakan. Dengan demikian daerah tersebut tinggal memanfaatkan pelabuhan yang ada dan dekat dengan wilayahnya tersebut.

"Atau ada daerah-daerah yang memiliki sumber kekuatan potensi sumber daya alam, jangan sampai harus meniru potensi daerah tetangganya. Potensi Kabupaten Buleleng dengan daerah pertanian, berbeda dengan Kab. Badung yang potensi pariwisatanya besar. Demikian juga Kabupaten Tabanan unggul di bidang pertanian dan peternakan.

Karena itu, program lain yang juga dikembangkan adalah program pencapaian dan pelatihan motivasi, serta teknik pelatihan kunci sukses berbisnis bagi wirausaha. Saat ini disadari oleh pemerintah, belum ada dukungan pembiayaan yang mengandalkan kreativitas untuk memulai usaha (start up). Yang sudah berkembang adalah usaha mengandalkan modal ventura yang diperbarui.Itulah sebabnya melalui kerjasama dengan beberapa lembaga perguruan tinggi negeri seperti IPB, UI, ITB, dan universitas negeri yang memiliki program inkubator bisnis, pemerintah akan berupaya memfasilitasi pembiayaan dalam masa inkubasi antara 1-3 tahun, menjadikan mereka sebagai model pembiayaan bisnis bagi mahasiswa.

"Di sini peran pemerintah adalah sebagai pengganti kompensasi pendanaan bagi mereka, dan pada akhirnya setelah melalui masa tersebut, mereka menjadi wirausaha baru yang didesain sesuai program pemerintah. Pemerintah seperti disebut sebelumnya, bisa memberi potongan harga mesin, atau memberi keringanan suku bunga kredit.Selain itu, mereka juga didorong dengan kelembagaan bisnis, sehingga ke depannya posisi tawar mereka menjadi lebih kuat. Mereka bisa membentuk koperasi, kelompok usaha di sentra produksi atau perajin, sehingga dalam menerobos pemasaran, fungsinya menjadi lebih kokoh. "

Modal Rp300.000, Kini Omzet Rp200 Juta per Bulan

Hadir sebagai pemain baru dalam bisnis kopi bubuk, bukan hal mudah bagi Edi Asmadi, 50, untuk bisa menggaet konsumen. Namun Edi bisa sukses dengan modal kegigihan dan pemasaran yang mumpuni.

KEPUTUSAN Edi berhenti dari pekerjaannya di perusahaan eksportir kopi 20 tahun silam memang tak perlu disesali. Keputusannya itu justru berhasil membalikkan keadaan dengan meraup pendapatan hingga 100 kali lipat dari gajinya sebagai karyawan waktu itu.

Sebagai pengusaha, kini dia masuk kategori sukses karena berhasil mempekerjakan puluhan orang yang tinggal di sekitar ru-mahnya di kawasan Jalan Ki Me-rogan Lorong Bersama, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Kesuksesan bisnisnya juga bisa diukur dengan jangkauan pemasaran yang kini telah menjelajah ke berbagai kabupaten di Sumsel. Pemasaran kopi bubuk Edi telah merambah Palembang, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin. Ogan hir (Ol), Ba-turaja, dan Muaraenim.

Memulai bisnis dengan modal minim, Edi juga mengalami pasang surut saat menjalankan usa-ha bubuk kopi. Berbagai penolakan dan hinaan sudah tak terhitung lagi dirasakannya. Namun dengankegigihan, produknya tak hanya sukses di terima pasar, pendapatannya pun makin meningkat seiring perjalanan waktu dan banyaknya permintaan.

Edi memulai usahanya sejak 1990. Berbekal pengalaman sebagai penjual bubuk kopi di perusahaan eksportir, ayah empat anak ini memberanikan diri menjadi pengusaha. Dia pun memutuskan berhenti bekerja dan mulai belajar menjadi penjual bubuk kopi rumahan. Waktu itu. modal awalnya Rp300.000 dari gaji terakhirnya.

Karena belum memiliki karyawan, Edi membeli kopi yang banyak dijual para agen besar di kawasan Jakabaring. Setelah dikemas sedemikian sederhana.kopikopi berbagai ukuran itu dia pasarkan sendiri ke warung-warung di sekitar rumahnya.

Inilah yang menjadi saat ter-sulit dalam perjalanannya mengembangkan bisnis kopi sesuai cita-citanya. Lambat laun dia mulai membuat kopi bubuk sendiri dengan bahan baku yang didatangkan dari Tan jung Enim.

"Dua sampai tiga tahun pertama (memulai bisnis) itu waktu yang paling sulit, karena saya berusaha sendirian.Tapi itu bisa diatasi. Caranya, saw grariskan dulu biar orang tahu cita rasa kopi saya," tirunya. Saat memulai bisnis ini, Edi pertama kali hanya menyediakan 5-6 kg bubuk kopi.

Namun kini dia telah berhasil memproduksi 9-10 ton per bulan. Produknya pun perlahan-lahan di terima pasar. Keaslian kopi khas Semendo itu akhirnya akrab di lidah sebagian besar warga Palembang dan sekitarnya.

Ternya ta pilihan Edi tak meleset. Meski harus bersaing dengan merek produk terkenal, pasar kopinya tetap stabil dan terus meningkat. Penambahan produksi ini membuat Edi lebih banyak mempekerjakan penggoreng dan penggiling kopi. Usahanya pun terus berkembang dan makin banyak peminat. Untuk bisa terus bersaing, dia kembali mengumpulkan keuntungan untuk .melengkapi peralatan-peralatan yang dibutuhkan.

Seiring dengan terus berkembangnya bisnisyangdiageluti.pria kelahiran Bengkulu ini membutuhkan modal besar. Berkat anjur-an dan saran keluarga terdekatnya. Edi memutuskan meminjam kePTPupukSriwijaya(Pusri).

"Awalnya saya tidak mau meminjam terutama pada bank, tapi keluarga terus mendesak untuk mengajukan ke PT Pusri. Saat itu keluarga mengatakan mekanisme meminjam di PT Pusri berbeda dengan bank di mana bunganya jauh lebih rendah. Akhirnya saya mengajukan pinjaman," ungkapnya.

Gayung pun bersambut. Setelah disurvei dan dianalisis kelayakan usaha bisnisnya, Pusri mengabulkan pinjaman untuk Edi senilai Rp2 juta dengan jatuh tempo pelunasan dua tahun. Edi pun resmi menjadi binaan Pusri. Setelah mendapat pinjaman, uang itu dimanf aatkannya untuk tambahan modal guna meningkatkan produksi. Sejak saat itu dia merekrut satu orang karyawan. Merasa terbantu dengan pinjaman yang dikucurkan PT Pusri, Edi kembali melakukan pinjaman kedua pada 1995. Kali ini besar pinjaman yang diajukan lebih besar, yaitu senilai Rp4 juta.

Uang itu dia gunakan untuk membeli peralatan seperti mesin giling kopi seharga Rp800.000. "Selain itu untuk membeli alat menggoreng kopi senilai Rpl,4 juta dan membangun gudang penyimpanan kopi sekitar Rpl juta. Jadi pinjaman itu memang saya gunakan untuk modal usaha, bukan untuk yang lain," ajar Edi yang terkenal dengan produk kopi bubuk bermerek "Kopi Biji".

Diakui Edi, pinjaman itu sangat berdampak besar pada usaha yang dia geluri.Terjadi peningkatan produksi dibandingkan sebelumnya. Dia lalu menambah karyawan menjadi dua orang. Penjualan yang meningkat membuat penghasilannya bertambah. Edi pun berhasil melunasi pinjaman kepada Pusri sesuai jatuh tempo.

Kedisiplinan itu membuat Pusri makin percaya kepada Edi. Pada 1997, Edi kembali mendapat kucuran modal kerja dari Pusri sebesar Rp34 juta. Uang itu dia pergunakan untuk memperbaharui mesin penggilingan kopi dan menambah luas gudang kopi di sebelah rumahnya.

Berkat bantuan itu. usaha kopi Edi kini meningkat pesat. Jika pada awal 1993 produksi kopinya hanya 10 kg per hari, kini melesat hingga 10 ton per bulan. Penghasilannya pun di luar perkiraan mencapai Rp200 juta per bulan. Karyawannya kini 20 orang. "Untuk di luar kota, pemasaran sudah sampai Lampung, Bengkulu, dan Jakarta," tambahnya.

Dari sekian banyak binaan Pusri, Edi termasuk yang paling lancar membayar pinjaman. Imbasnya, setiap kali Edi mengajukan pinjaman baru selalu disetujui. Misalnya pada 2001, Edi me-minjam Rp42 juta dan naik lagi pada 2008 menjadi Rp60 juta.

Selain pinjaman. Edi juga merasakan banyak mendapat keuntungan menjadi mitra binaan Pusri. Di antaranya selalu diajak mengikuti pelatihan dan seminar dengan tema-tema berbedaseperti pemasaran, pengemasan.dan tata cara ekspor. "Walau produk saya belum diekspor tapi saya sudah paham bagaimana cara ekspor. Saya juga ingin suatu saat produk saya bisa diekspor," tandasnya.

Selama mengikuti rangkaian seminar, Edi mengaku selalu mendapat pelajaran baru. Dia pun selalu menerapkan materi pelatihan dalam menjalankan bisnisnya. Misalnya ketika dia mengikuti pelatihan tentang kemasan.

Dari acara itu.Edi sadar bahwa kemasan yang menarik ikut memengaruhi penjualan. Sejak saat itu kemasan kopinya yang dulu sederhana diperbaiki. Alhasil usahakopinya kini makin laris diminati pembeli. Demikian halnya jika ada pameran. Pusri selalu meng-ikutsertakannya. Meski tidak rutin, Edi mengaku banyak merasakan manfaatnya. Selain berjualan dan menambah pengetahuan, pameran juga menjadi ajang untuk mempromosikan usahanya.

Dengan segala yang diraihnya kini. Edi mengaku sangat bersyukur karena pilihannya un atk berwirausaha membawa keberhasilan. Dia pun makin mantap mengembangkan usaha kopinya di tengah persaingan yangmakin ketat.

Menjadi pengusaha diakui Edi sangat menyenangkan dibandingkan menjadi karyawan. Hidupnya menjadi lebih bebas tanpa ada tekanan dan tidak ada yang memarahi. "Saya merasa jadi karyawan gajinya sangat terbatas, sedangkan kebutuhan keluarga terus bertambah dan merasa tidak punya masa depan. Sampaikapan pun saya akan tetap jadi karyawan," ujarnya.

Meski sudah mapan. Edi tak berpuas diri. Ke depan dia masih punya sederet rencana untuk mengembangkan usaha kopi bubuk-nya. Pada IS Juni mendatang, dia berencana merilis produk baru dengan rasa berbeda dari produk terdahulu.

Kali ini Edi berencana meluncurkan kopi siap seduh yang sudah dicampur gula. Produk ini akan menyasar penikmat kopi yang mempunyai mobilitas tinggi misalnya para pencinta alam. Dengan kopi ini, mereka tak perlu lagi menyediakan gula saat akan bepergian karena kopi dalam kemasan tersebut siap diseduh.Harga kopi ini cukup bersaing dengan kopiinstanyanglebihdulu beredar di pasaran. Untuk 10 bungkus, produk ini dibanderol Rp8.000 atau Rp800 per kemasan.

Peluang Bisnis Hiburan Keluarga

BERAKTIVITAS di arena bermain yang berada di pusat perbelanjaan menjadi pemandangan sehari-hari. Sudah menjadi rahasia umum saat ini jika mal atau pusat perbelanjaan tidak hanya menjadi sarana belanja tetapi juga rekreasi keluarga.

Puluhan ribu balikan ratusan ribu rupiah bisa dikeluarkan hanya untuk sekadar bermain di arena permainan yang kini muncul ibarat jamur di musim hujan. Fenomena ini menjadi ladang subur tumbuhnya bisnis arena bermain.

Sejumlah permainan mudah dan mengasyikkan telah disediakan arenabermainmodem.Di Ama-zone misalnya ada Shark Hunter, Ticket Music, Diamond King, Dream Catcher hingga Round the World. Beda lagi dengan Time2one yang menyediakan permainan seperti Dance-Dance Revolution, Para-para Paradise hingga yang terbaru NX Pump Absolute.

Dana yang dikeluarkan pengunjung ditukarkan dengan koin-koin yang berlaku di areal bermain tersebut. Berbagai cara dilakukan pelaku bisnis ini, misalnya dengan memberikan "prestasi" atas nilai permainan. Dalam satu permainan biasanya akan ditawarkan tiket yang bisa ditukar berbagai suvenir atau hadiah. Semakin banyak tiket yang didapatkan maka semakinbesar nilai hadiah yang bisa dibawa pulang.

Di kalangan masyarakat baik anak-anak hingga kaum eksekutif saat ini memang banyak yang keran j ingan game. Semua areal permainan itu dikelola sedemikian rupa, sehingga menjadi lahan bisnis yang amat menjanjikan. Arena hiburan yang menyediakan aneka video game, sega dan permainan-permainan semacam itu kini memang menjelma menjadi industri baru yang bahkan kebal krisis.

Tidak saja menyedot anak-anak dan remaja kaya, tapi juga para eksekutif. Tak heran, pemain di bisnis ini terus bertambah dari tahun ke tahun. Datang ke permainan kini seakan menjadi gaya hidup masyarakat kota.

Amazone,salahsatu-pemain besar di bisnis ini, mempunyai puluhan gerai di seluruh Tanah Air, terutama Jakarta, Balikpapan, Surabaya dan Pekanbaru. Amazone terus mengembangkan gerainya ke kota-kota yang memiliki dasar ekonomi bagus. J ika dibandingkan sejumlah pusat permainan lain. Ama-zone termasuk pendatang baru yaitu berdiri pada Juli 2001.

Berbeda dengan sejumlah pusat permainan lain seperti wmc cenKrmodem milik Grup Lippo di Karawaci yang berdiri pada 1994 atau Toy R Us yang berdiri pada 1996, begitu juga entertainment centerrun City) pada 1997.

Berbeda dengan sejumlah pusat permainan, Amazone tidak langsung beroperasi di ibu kota. Namun mulai dari luar daerah yaitu diAlfaMedari.Kalairu investasi yang dikeluarkan hanya sekitar Rp500 juta plusbiayasewaged ung. Sebagi an besar danadipakai untuk interior dan membeli berbagai perangkat permainan.

Setelah sukses di Medan, Amazone baru masuk Jakarta. Carrefour Lebak Bulus Jakarta Selatan vans men jadi tujuan pertama pada November 2001. Rupanya, Amazone mendapatkan sambutan hangat sehingga sebelum tahun 2001 berakhir dia sudah bisa membuka dua gerai lagi.

Amazone membidik keluarga sebagai segmen pasarnya. Bukan segmen anak-anak sebagaimana pusat permainan lainnya. Sehingga 80% permainan yang tersedia di Amazone dirancang buat keluarga. Sementara untuk anak-anak Amazone menyediakan permainan yang melatih keterampilan dan kecepatan berpikir. Amazona jugamenetapkan tema yang berbeda agar mempunyai nuansa dan suasana bermain yang berbeda untuk setiap gerainya.

Amazone akhirnya menjadi pemain yang diperhitungkan di bisnis ini. Kini gerainya sudah mencapai puluhan yang umumnya terdapat di mal atau pusat belanja modem. Maka tidak heran jika bisnis ini berkaitan erat dengan pertumbuhan mal.

Mal di kota-kota besar setiap tahun mem ang berkembang pesat. Pada 2005 saja berdasarkan data Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia berdiri 29s/ioppingmai7baru. Bisnis game center harus bisa mengetahui selera konsumen.Tidak bisa hanya bermodalkan hobi pemiliknya, karena jika itu yang terjadi maka bisa saja hobi pemilik lebih dikedepankan daripada selera konsumen.

Bisnis ini mempunyai prospek besar mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dan masih banyak yang belum terjangkau alat permainan. Maka jumlah penduduk yang lebih dari 230 juta jiwa adalah potensi besar. Apalagi saat ini mal banyak tumbuh di kota-kota kabupaten.

Pusat permainan modern yang hadir di mal-mal menjadi tempat hiburan keluarga dengan sarana permainan yang sering dinilai memberikan sisi edukatif yangbersih dan menyenangkan. Sehingga banyak dipadati pengunjung, walaupun di dalam mal itu terdapat dua hingga tiga arena yang sama. Kini tempat hiburan keluarga (ja-mily entertainment center) yang tercatat dalam Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia i ARK! mencapai 600 dengan belasan merek terkemuka seperti Amazone dan Tune Zone.

Sejumlah pengelola yakin bahwa pusat hiburan ini akan berkembang pesat asalkan dikelola secara baik, inov.itif dan efisien. Apalagi harga koin untuk kebanyakan pengunjung mal dinilai murah yaitu mulai dari RplOOO per koin. Dibanding negara lain seperti Singapura, harga sebesar itu untuk jenis permainan serupa jelas lebih murah.

Agresifitas para pengelola j uga terlihat dengan mengembangkan wahana pusat permainan ini agar bisa menjangkau semua daerah yang sekarang memperlihatkan geliat kemajuan ekonomi. Hal ini artinya memberikan peluang besar para pengelola untuk mencapai keuntungan yang lebih besar di masa mendatang.

Kompetisi antarpengelola juga akan mewarnai pertumbuhan pusat permainan ini. Dengan terbukanya kesempatan yang besar dan persaingan yang terjadi, akan berdampak positif.

Peluang Pasar TerusTerbuka, Pebisnis Siap Ekspansi

INDUSTRI arena bermain secara global sempat mengalami penurunan pada 2009. Namun, tahun ini industri hiburan ini siap untuk maju dan ekspansi. Demikian kesimpulan AECOM dan Themed Entertainment Association (TEA I dalam laporan 2009 Theme Index The Global Attraction Attendance Report. Hasil kajian yang dipublikasi (14/05/10) tersebut mengungkapkan, tahun 2010 industri arena bermain akan pulih dan beramai-ramai ekspansi ke pasar yang baru.

Survei yang dilakukan secara global im menemukan Amerika Utara berada di urutan ke-12 dari 25 industri arena bermain terbaik di dunia. Sedikit ke wilayah timur. meskipun terkena dampak penurunan global. Asia masih melanjutkan kinerja sebagai kawasan paling cepat pulih dan paling menjanjikan pertumbuhannya

"China adalah kunci pembangunan di Asia dibandingkan negara manapun di dunia. Pembukaan Universal Studio di Singapura pada kuartal 1/2010 menunjukkan dekade baru Asia. Di mana Asia akan mendominasi di masa mendatang," ujar Regional Director of AECOM Perwakilan Asia Christian Aaen.

Laporan The TEAAECOM Attraction Report ini mengidentifikasi arena bermain komersial yang paling populer dan inuerparidi seluruh dunia yang mewakili kinerja industri tahun lalu. Meskipun secara global, tingkat kunjungan ke arena bermain mengalami penurunan. Namun buktinya tantangan ini bisa dikelola industri arena bermain sehingga bisa melewati badai resesi yang bahkan kinerjanya mampu melampaui sektor industri lain. "Lebih banyak industri taman bermain terkena dampak resesi," ujar Senior Vice President AECOM Ray Braun.

Namun strategi industri untuk tetap mempekerjakan karyawannya secara berkelanjutan sehingga membuat kinerja tetap berjalan bahkan men jadi semakin menarik. Mulai dengan beragam rein vestasi untuk pengalaman pengunjung, strategi marketing yang strategik hingga membangun hubungan dengan pelanggan.

Di kawasan Timur Tengah menurut Direktur AECOM David Camp, memiliki ekspektasi tinggi atas Dubai dan Uni Emirat Arab. Sebagaimana Ferrari World di Abu Dhabi yang akan dibuka tahun ini, tapi bayangan masa depan masih tampak belum jelas hingga situasi ekonomi stabil.

Sedang di kawasan Eropa, taman bermain setempal masih tetap mampu mempertahankan angka kunjungannya dengan beberapa pengecualian. Direktur AECOM Ledq Monsetri menyatakan se-cara keseluruhan tahun 2009 adalah masa yang cukup mengun tungkan bagi industri taman bermain di Eropa.

Dari kawasan Amerika Latin, meskipun ada beberapa tantangan namun ada tanda-tanda penumbuhan industri dan pembangunan di kawasan. Khususnya untuk wilayah Brasil dan Meksiko. Demikian menurut Senior Associate AECOM Edward Shaw Dalam industri l aierpark juga menunjukkan penumbuhan pasar yang cukup menarik. Menurut Edward Shaw, industri waterpark buktinya mampu mempekerjakan tenaga kerja di AS secara signifikan pada 2009, hampir setara dengan kondisi pada 2008.

Meskipun banyak tantangan, beberapa perusahaan waterpark seperi] Chimelong Water Park i China i. Wet V Wild Water Worldl Australia) and Ocean World (Korea Selatan) mampu mencatatkan angka penumbuhan pengunjung antara 4-12,5%.

Data TEA menyebutkan secara keseluruhan angka total kunjungan pada 25 arena bermain terbaik di dunia sebanyak 185,6 juta kunjungan atau menurun 02 - dibandingkan tahun 2008. Di kawasan Amerika Utara tercatat sebanyak 121,4 juta kunjungan pada 20 are-na bermain terbaik di kawasan itu atau menurun 1,1% dibandingkan tahun 2008. Sejak tahun 2005 ting-katkunjunganke20arena bermain terbaik Amerika Utara itu meningkat 2,8%.

Angka kunjungan ke 20 arena bermain terbaik di kawasan Eropa tercatat sebanyak 57,3 juta. Angka ini meningkat 7,3% sejak tahun 2005 Kemudian untuk angka kunjungan terhadap lOarena bermain terbaik di Asia tercatat sebanyak 65,5 juta atau menurun 3,5" di bandingkan tahun 2008. Namun dengan statistik kunjungan ke 15 laman bermain terbaik di Asia, total kun jungan sebanyak 7 7,6 j uta pada tahun 2009 menurun 2,9% dibandingkan tahun 2008.

L ntuk kawasan Amerika Latin dan Meksiko total kunjungan pada 10 taman terbaik di kawasan itu sebanyak 12,3 juta atau naik 13% dibandingkan tahun 2008. Lebih beruntung adalah angka kunjungan terhadap 20 icaitrpark terbaik di dunia yang mencatat sebanyak 20,7 juta pada tahun 2009atau naik 2,1% dibandingkan tahun 2008 Total kunjungan terhadap 1S wa-lerparkxti baik di AS sebanyak 12,8 juta atau naik }% dibandingkan tahun 2008 atau naik 11.6% dari tahun 2005

Urutan 1-25 arena bermain terbaik di dunia menurut TEA di antaranya adalah urutan pertama
Magic Kingdom di Wait Disney World Lake Buena Vista, FLo-nda.AS dengan total angka kunjungan 17,2 juta kunjungan pada tahun 2009.

Kemudian urutan kedua Dis-neyland di Anaheim, California AS dengan kunjungan 15,9 juta. Peringkat ketigajokyo Disney land di Tokyo, Jepang, dengan kunjungan 13,6 juta. Urutan keempat Dis neyland Park di Disneyland Paris Marnela-Valke, Prancis dengan kunjungan 12,7 juta. Urutan kelima Tokyo Disney Sea di Tokyo, Japan dengan kunjungan 12 juta.

Sementara top 15 arena bermain un tuk kawasan Asia Pasilik di an taranya, Tokyo Dismryland.Tokyo, Jepang (1), Tokyo Disney Sea, Tokyo, Jepang(2). Universal Stu-dini Japan, Osaka.Jepangi 31.1 land, Gyeonggi-bo, Korea Selatan (4), Ocean Park, Hong Kong (5), hirrid Spa Land. Ku wana, Jepang (6), Hong Kong Disney land, Hung Kung 17 , Yokohama Hakkei-jima Sea Paradise, Yokohama, Je pang (8), Lone World, Seoul, Korea Selatan (9), Happy Valley, Shen then, China (10), Window ol the W.jild.shenzhenXrunal 11 (.Dunia rantau. Jakarta, Indonesia lil), Crumelong Paradise, Guangzhou. Umun 151, Happy Valley. ChcoRdu, China (13), dan Happy Valley-, Bening, China.

Bisnis Arena Bermain Makin Bersinar

DENGAN segmen pasar kalangan menengah ke atas, arena bermain menjadi semakin populer di masyarakat. Bisnis hiburan keluarga ini pun semakin tumbuh dan berkembang di Asia.
Dalam waktu empat tahun, arena bermain Universal Studies terbesar di dunia dibangun di luar Seoul, Korea Selatan dengan menelan biara USD2.7 miliar. Karena jadi bahan perbincangan banyak orang,akhirnya Disney setuju untuk berinvestasi USD3.6 miliar di Shanghai. Sementara dua buah arena bermain di Hong Kong menghabiskan anggaran renovasi dan modernisasi senilai USD1 miliar.

Angka tingkat kunjungan ke arena bermain bisa jadi akan stagnan lah un ini, namun sebagaimana dilansir Forbes (11/02), diprediksikan pertumbuhan angka penduduk menengah ke atas akan semakin meningkat. Sementara sebagai kawasan yang sedikit menerima dampak krisis finansial global akhir 2008, Asia dianggap sebagai pasar potensial. Diperkirakan akan tumbuh kalangan menengah baru di Asia. Wajar jika investor beramai-ramai membidik pasar Asia. "Ini merupakan pasar yang muncul dan tumbuh cukup cepat," ujar Christian Aaen, Direktur Regional AECOM Economics, sebuah perusahaan konsultan industrihiburan rang berkantor di Hong Kong.

Studio MGM dan Paramount, salah satu rumah produksi film kesohor Amerika Serikat pun mulai melirik Asia untuk proyek masa depan. Lembaga konsultan PricewaterhouseCoopers (PwC) memproyeksikan, pasar hiburan di kawasan Asia akan mencapai USD8.5 miliar pada 2010, meningkat dari angka USD6.4 miliar.

Forbes juga menilai beberapa arena bermain yang dianggap terbaik dan paling populer di Asia berdasarkan data yang dikumpulkan AECOM Economics setiap tahun. Dalam data tersebut diungkapkan, ketertarikan masyarakat Asia terhadap arena bermain meningkat signifikan sejak era 1990-an. Dengan tumbuhnya perekonomian Asia, mengakibatkan arena bermain berlomba-lomba memperbaiki sarana dengan anggaran yang tergolongmahal.

"China akan memimpin dalam bisnis ini. Di China semua mendukung. Anda membutuhkan masyarakat sebagai konsumen, serta membutuhkan tenaga kerja dan lahan yang murah," ujar Perwa-kilan International Association of Amusement Parks and Attractions untuk Kawasan AsiaKelvenTan.

Tidak salah, jika Studio Universal berinvestasi cukup besar di Singapura. Dengan pangsa pasar penduduk Singapura sekitar 4,6 juta jiwa ditambah dengan angka kunjungan turis 9,7 juta jiwa per tahun, angka itu hampir mendekati jumlah penduduk terpadat kota di Indonesia atau di wilayah selatan Malaysia.

Ketika pembangunannya selesai dan resmi dibuka musim semi tahun ini, maka akan menjadi arena bermain paling bonafide di kawasan Asia. Lokasi pembangunan di Pulau Sentosa termasuk beberapasarana bermain dan pertunjukan layaknya program televisi Battlestar Galactica, Shrek dan Jurassic Park. Sebagai bagian untuk menarik minat pengunjung dan bahkan membuat mereka betah di sana, kompleks arena bermain ini juga dilengkapi kasino, hotel, dan mal atau pusat perbelanjaan.

Secara keseluruhan, angka belanja untuk hiburan dan media di kawasan Asia Pasifik meningkat 4,5% setiap tahun,atau naik tajam menjadi USD413 miliar pada 2013 dari USD331 miliar pada 2008. Laporan PwC juga memperkirakan beberapa tempat arena bermain seperti di Korea Selatan, Australia.dan China akan menuai keuntungan dari tingginya minat pengunjung.

Seakan tak mau ketinggalan. Malaysia juga rencananya akan mendirikan arena bermain serupa di Johor pada 2013. Rencananya, Negeri Jiran itu akan mengusung brand asing seperti Legoland. Rencananya, arena bermain tersebut akan dikembangkan perusahaan lokal seperti Genting dan OTC Enterprise Corp.

Dalam beberapa cara, arena bermain di seluruh dunia hampir memiliki kemiripan. Namun beberapa di antaranya menawarkan fasilitas vans lebih besar dan cepat. Sebagaimana yang terjadi di Asia, mereka berlomba-lomba menyediakan fasilitas terbaik untuk memberikan hiburan yang lebih hidup.

Beberapa pertunjukan yang dilakukan pun berkolaborasi dengan budaya setempat, bahkan bisa melibatkan ratusan aktor dan penari di panggung bersama dengan beberapa binatang, sena teknologi spesial efek yang cukup canggih.

Dalam kemasan yang sedikit lebih trendi, biasanya pertunjukan melibatkan penyanyi pop. Dalam beberapa bulan terakhir sebagaimana dipersembahkan di arena bermain terbesar di Malaysia Sun-way Lagoon, telah melibatkan per-formaNe-Yodarigruppop AS Black Eyed Peasdan runner-up American Idol David Archuleta.

Sementara diDisneylandTokyo telah berhasil menarik minat 26 juta pengunjung per tahun. Nam un beberapa pasar yang sedang tumbuh seperti Vietnam dan India akan mencapai kemapanan setidaknya dalam waktu lima tahun mendatang, bahkan bisa melampaui negara-negara tetangganya.

Kendati di sejumlah negara bisnis arena bermain menunjukkan geliatnya, tetapi tidak begitu dengan Hong Kong. Sebab, angka kunjungan hotel di Hong Kong menurun hingga USD170juta pada 2009. Kondisi ini mempengaruhi angka kunjungan ke arena bermain.

Terbukti, Ocean Park Hong Kong yang dikenal sebagai arena bermain terbaik nomor satu di Asia,angka pendapatannya anjlok hingga USD75O juta dalam beberapa tahun. Meski sudah ada pelajaran mengenai turunnya pendapatan Ocean Park, tetapi hal itu tidak mempengaruhi Disneyland yangtetapakan berekspansi usaha dengan nilai investasi mencapai LSD-465 juta. Apalagi, pemerintah Hong Kong juga berencana mem-bangun sufwayyangakan semakin membantu sektor pariwisata setempat.

Dari Jualan Reset hingga Jadi Pemilik Waralaba...

Sukses di usia muda. Itulah yang dialami Putra Wllda (33). pemilik usaha waralaba Goodtea yang omzet per bulannya saat ini mencapai miliaran rupiah.Namun, untuk menjadi seperti sekarang ini. bapak muda yang tak lama lagi akan mempunyai anak ketiga ini tidak mudah mencapainya. "Kuncinya perlu kreativitas, kecerdasan, dan keberanian untuk menghadapi tantangan. kata pria kelahiran Jakarta. 10 September 1977. ini saat berbincang dengan Wana Kota beberapa waktu lalu.

Panti asuhan

Ketika masih duduk di bangku SD. Putra harus menerima kenyataan ditinggal oleh ayahnya. Daud Ahmad, untuk selamanya. Setelah ayahnya pergi, sang Ibu mengalami kesulitan ekonomi hingga suatu ketika dia. bersama ibu dan kelima kakaknya, diusir oleh pemilik rumah kontrakan.Agar bisa hidup lebih layak, lbundanya menitipkan Putra di sebuah panti asuhan di bilangan Pondokcabe, Jakarta Selatan.

Saat di panti asuhan itulah Putra belajar membuat keset dari sisa-sisa kain. Hasilnya lumayan. Karena Itu. usaha tersebut terus digelutinya hingga di bangku SMP.Selain berjualan keset. Putra juga berjualan sapu ijuk. Saat duduk di bangku SMA. dia beralih pekerjaan menjadi sopir angkot."Dari hasil menyopir ttu saya bisa memiliki angkot sendiri. Bahkan saat mahasiswa, saya mampu membeli metromini, tutur suami Titin Fatimah ini.

Nah. waktu mahasiswa itulah Putra mempunyai hobi membuat konsep sebuah usaha. Konsepyang dibuatnya rata-rata berhasil, setelah dijalankan oleh teman-temannya.Seiring dengan berjalannya waktu. Putra ditantang teman-temannya untuk menjalankan konsep yang dia buat sendiri. "Mereka ingin tahu, apakah sebagai konseptor saya Juga berhasil menjalankan usaha. Karena Itu pula saya lalu tertantang untuk membuktikannya, kata pria yang mempunyai hobi memotret Ini.

Setelah sejenak berpikir. Putra memfokuskan untuk usaha di bidang sandang dan pangan. Pilihannya pun Jatuh pada usaha pangan berupa minuman teh. Alasannya, kebiasaan minum teh masyarakat Indonesia sudah mendarah daging. Di sisi lain, teh diminum oleh segala umur.Pemlnum kopi pasti bisa meminum teh. tetapi pemlnum teh belum tentu meminum kopi. Selain (tu. teh sebagai herbal banyak manfaatnya, antara lain mengandung zat antioksldan. Dari sisi usaha, banyak yang belum tahu peluang usaha minuman Ini." kata Putra seraya tersenyum.

Untuk membuat usahanya berkembang pesat, pada 2008 Putra melakukan penelitian selama setahun di perkebunan teh Gunung Mas. Puncak. Kabupaten Bogor. DI sana, dia mencari tahu kandungan teh hingga pengolahan daun teh.Setelah penelitian dilakukan. Putra pun menamakan produk tehnya Goodtea yang berarti teh yang baik.

Waralaba

Tahun 2009. dengan modal Rp 2 Juta. Putra membuka usaha minuman teh segar di rumahnya. Karena citarasa teh yang enak.disajikan di tempat yang bersih, dan pembeli dilayani dengan ramah, lambat laun dagangan Putra laku keras.,"Keuntungannya 20 persen. Dengan keuntungan Itu saya yakin usaha saya akan berhasil." kata Putra.Selanjutnya, dia mengembangkan usahanya Itu dengan sistem waralaba yang tidak membebankan /ee royalti dan fee waralaba kepada mitranya. Putra Justru memberikan kemudahan kepada mitranya berupa biaya perpanjangan kontrak sebesar Rp 500.000.

Untuk usaha waralabanya ini. Putra menawarkan beberapa paket usaha Goodtea. yang masing-masing paket nilainya antara Rp 4.5juta-Rp8.5Juta. "Para mitra rata-rata dalam dua bulan modalnya telah kembali." ujar Putra.Hanya dalam tempo I tahun 4 bulan, mitra Goodtea telah mencapai 1.700 orang, tersebar di seluruh Indonesia. Putra pun memiliki kantor cabang di Makassar. Balikpapan. Surabaya. Bandung, dan Riau.

Butuh Karakter Kreatif dan Inovatif

Wirausahawan berperan dalam menciptakan Inovasi dengan menawarkan nilai tambah bagi peningkatan kualitas hidup. Namun, untuk menjadi calon pengusaha sangat penting memiliki karakter yang kreatif dan Inovatif.

Pakar kewirausahaan dari ITB. Dwi Larso. pada acara Seminar Hasil Studi Cepat Pendidikan Kewirausahaan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, di Hotel Century. Senayan, Kamis (27/5). mengatakan, kewirausahaan pada hakikatnya tidak hanya terkait dengan usaha bisnis, tetapi Juga kegiatan lain di bidang sosial, pendidikan, kemasyarakatan, politik, dan pemerintahan.

Untuk Itu. pendidikan kewirausahaan itu Juga membentuk pola pikir, pengembangan keterampilan, dan pembekalan pengetahuan. Selain Itu. pendidikan kewirausahaan itu fokus pada pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan, dan pengetahuan bisnis."Sulit mencari orang yang entrepreneur dibandingkan mencari modal." kata Dwi.

Sikap dan keterampilan

Sikap yang harus dikembangkan sejak awal Jika Ingin menjadi entrepreneur, antara lain kreatif. Inovatif, Inisiatif, sikap pantang menyerah, tekun dan ulet, percaya diri, mandiri dan independen, nyaman terhadap perubahan dan ketidakpastian, optimis dan positif, sportivitas dan integritas, dan getol akan peluang.

Keterampilan dan pengetahuan vang harus dikembangkan untuk menjadi wirausaha, antara lain kerja sama dan kolaborasi, keinginan berprestasi dan bekerja tuntas, pengambilan risiko, pengelolaan keuangan, pemahaman bisnis, perencanaan bisnis, analisa pasar dan identifikasi peluang, dan manajemen pemasaran. Pantang menyerah yang dimiliki wirausahawan, yakni memiliki kemampuan untuk bangkit dan kembali berjuang."Banyak bisnis yang gagal, yang ahli pun lebih banyak gagal daripada berhasil." tuturnya.Sedangkan keberanian mengambil risiko itu keberanian untuk mengambil lindakan dengan risiko yang diperhitungkan cukup tinggi demi mengharapkan imbalan yuni; Jauh lebih besar. Semangat berprestasi berorientasi pada pencapaian hasil dan kemudian memasang target berikutnya untuk dicapai.

Sementara Itu, peneliti dari Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan Kemendlknas. Agung Purwadi, mengatakan, model pendidikan kewirausahaan yang diterapkan di sekolah terdapat 3 kategori, yakni lingkat terbatas yang menerapkan satu mata pelajaran misalnya muatan lokal untuk seluruh siswa, tingkat memadai dengan menerapkan di beberapa mata pelajaran yang terintegrasi ditambah dengan kegiatan terkait bisnis, tingkat penuh dengan mengikuti siklus bisnis dan siswa menjalankan bisnis secara nyata.

Komponen pendidikan kewirausahaan dalam standar lsi pendidikan di Indonesia, untuk lingkat sekolah dasar berfungsi menanamkan sikap kreatif, percaya diri, sikap Jujur, bertanggung Jawab, dan kerja sama. Untuk tingkat SMP menanamkan sikap kreatif, bertanggung Jawab, kerja sama, sikap positif, kesiapan, menghadapi perubahan, sikap mandiri, sikap Jujur.d an percaya diri. Sedangkan untuk tingkat SMA/SMK. menanamkan sikap pantangmenyerah, kemampuang beradaptasi, mengambil dan menghitung risiko, kerja sama, dan menganalisis peluang usaha.Satu hal yang menjadi prioritas dari pendidikan kewirausahaan adalah perubahan persepsi siswa terhadap profesi kewirausahaan, bahwa profesi Ini merupakan pilihan. Sama seperti profesl-profesl lainnya.

Belajar Jadi Pengusaha di SMA

MENJADIwirausahawan tidak melulu setelah lulus sekolah atau karena kepepet setelah tidak ada lowongan pekerjaan. Menjadi wirausahawan dapat dirintis saat duduk di bangku sekolah.

Sekolah juga tak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik menjadi pengusaha. Salah satu sekolah yang menerapkan pendidikan kewirausahaan itu adalah SMAK 2 BPK Penabur Jakarta.Pendidikan kewirausahaan yang bagian tuntutan dari kurikulum sekolah Itu diterapkan berdasarkan kondisi lingkungan di sekolah yani; terletak di kawasan bisnis dan perdagangan, sehingga mata pelajaran muatan lokal (mulok), menerapkan pendidikan kewirausahaan.

Menurut Kepala SMAK 2 BPK Penabur Jakarta. Lo Sung Kim. sekolah yang dipimpinnya menyiapkan pelajar agar memiliki masa depan Iebih balk melalui wirausaha. "SMAK 2 BPK Penabur terletak di sentra bisnis, dekat Pasarbaru. Jakarta. Kebanyakan orangtua siswa juga berlatar belakang wirausaha, sehingga kami menerapkan pendidikan kewirausahaan kepada para siswa." ujar Lo Sung Kim pada Seminar Hasil Studi Cepat Pendidikan Kewirausahaan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, di Hotel Century. Senayan. Kamis 127/5). Siswa SMAK 2 BPK Penaburmulai dari kelas X diberikan materi kewirausahaan, terutama tentang nilai dan motivasi dan kemandirian menjadi pengusaha unggul. Pendidikan itu bukan hanya diberikan oleh guru sekolah, melainkan Juga melibatkan perusahaan yang ingin membagi ilmu wirausaha kepada para peserta didik BPK Penabur agar termotivasi.

Di kelas XI. para siswa membentuk kelompok kerja dan membuat rencana kerja menjadi pengusaha. Dalam setiap angkatan terbentuk 8-10 tim rencana kerja. Di kelas XII. siswa mempraktikkan rencana kerja tersebut dalam bentuk nyata. Misalnya, siswa diberi tempat di sekolah untuk mempromosikan dan menjual produk. "Bentuk dagang yang paling bisa terukur dalam pendidikan kewirausahaan. Mereka diberi dana dari sekolah dan mengelola dana tersebut dengan membuat business plan dan kerja sama dengan guru bahasa Indonesia dalam membuat proposal kerja." tutur guru SMAK 2 BPK Penabur Jakarta.

Christina.la mengatakan, siswa yang membuat proposal mendidik anak dalam membuat tulisan, berargumentasi, dan berani berbicara. Contoh bentuk usaha yang dilakukan oleh pelajar SMAK 2 BPK Penabur Jakarta antara lain membuat pernak-pernik Natal, kartu valentine, atau makanan yang dijajakan di sekolah. Setiap Um kerja menjadi satu tempat atau stan dengan membayar sewa stan. Mereka mendapat kesempatan menjajakan produknya selama 1 minggu di sekolah.

Lo Sung Klm mengatakan pendidikan kewirausahaan itu mendidik pelajar untuk membuka pikiran dan wawasan dalam berusaha. Tetapi, bukan hanya mendidik menjadi pengusaha, melainkan juga menanamkan dan membentuk karakter yang pantang menyerah, kreatif, dan inovatif. Selain itu. menanamkan sikap menghargai orangtua yang telah mencari uang untuk membiayai pendidikan sekolah .

Entrepreneurship Sejak Mahasiswa

Kampus BSI (Bina Sarana Informatika) lewat lembaga wirausaha kampus BSI Entrepreneur Center (BEO mengembangkan model pembelajaran kewirausahaan kepada mahasiswa dengan membuka mental block dan menghadirkan pengusaha muda sukses yang memberikan motivasi dan kisah sukses. Untuk itu selama 13-26 April 2010 BEC mengadakan roadshow seminar entrepreneurship di kampus-kampus BSI dengan tema Pentingnya Membangun Jiwa dan Mental Entrepreneur Sejak Mahasiswa.

Pembicara yang hadir, Wahyu Saidi - sarjana ITB Tukang Bakmi yang melejit le-wat Bakmi Langgara dan Bakmi Tebet, Sonny B Sofjan - penulis buku Quantum Resign yang memutuskan pensiun dini menjadi pengusaha, Fait Yusuf - pengusaha Distro Busana Muslim dan penulis buku Rahasia Menjadi Entrepreneur Muda, Victor Asih - pendiri Sekolah Gratis USB dari Bandung, Joko Intarto - juragan TV lokal dan General Manager Jak TV, Ahmad Ghozali - konsultan keuangan, Johanes Arifin Wijaya - motivator, Dodi Mawardi - penulis buku, Safic Alielha - pengusaha toko buku www.khatulistiwa.net. dan Ikhwan Sopa - Master Trainer E.D.A.N.

100 UMKM Dilatih Batik Ramah Lingkungan

SEBANYAK 100 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor batik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mendapatkan pendampingan teknis dalam, proses produksi batik yang ramah lingkungan serta teknik pemasaran di tingkat global Direktur Pusat Produksi Bersih Nasional Kementerian Lingkungan Hidup (PP8N KLH) Rismawati saat menemui Wakil gubernur DIY Paku Alam IX di Yogyakarta, Selasa (18/5) mengatakan, 100 UMKM batik DIY mendapat giliran pertama program penerapan produksi bersih dan keqasama PPBN KLH dengan Ekonid.

"Program ini dilaksanakan dengan harapan, jika selama ini UMKM masih mencemari lingkungan, produk-produk mereka nanti akan menjadi ramah lingkungan. Karena kan batik sudah diakui UNESCO, jadi diharapkan dalam penerapannya mereka mampu memproduksi batik yang bersih atauekoefisiena. Penerapan itu diharapkanbisa terus berlanjut," terang Rismawati.

Program ini juga akan dilaksanakan di Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan." Di samping produk mereka ramah lingkungan mereka juga akan melakukan penghematan sumber energi, sekaligus keuntungan mereka itu akan bertambah," ujarnya. Dalam kesempatan itu, Paku Alam IX mengatakan sangat mendukung program penerapan produksi bersih batik bagi UMKM di DIY.

Dengan program mi UMKM mendapatkan pendampingan teknis untuk meninggikan mutu produk, cara menghemat air, menghemat bahan kimia, sehingga produk-produknya ramah lingkungan. Hampir di semua daerah perajin batik, kesadaran akan kesehatan lingkungan masih rendah. Limbah hasil produksi batik biasanya dibuang di saluran air di lingkungan mereka sendiri, kompas.com/to

Usaha Franchise Kian Diminati

Usaha Franchise kian diminati. Pemerintah juga terus mendorong agar usaha kecil dan menengah (UKM) mengembangkan usahanya lewat jalur waralaba {franchise). Kementerian Perdagangan, misalnya, dalam bulan Juni mendatang kembali menggelar pameran 1FRA 2010 di Jakarta Convention Center (JCC).

Diah Yusuf. Koordinator TDA Franchise, mengatakan, komunitas bisnis tersebut Juga akan mengikutsertakan 10 anggotanya dalam pameran Internasional di bidang/ranchise tersebut. Saat ini, katanya. TDA sedang mengundang anggotanya untuk mengikuti ajang pameran akbar Itu.Namun, menurut Diah Yusuf, karena tempatnya terbatas, maka tidak seluruh peminat bisa diikutsertakan. TDA akan melakukan seleksi untuk memilih wakilnya padaJFRA 2010.

Dikatakan, keterlibatan komunitas bisnis Tangan DI Atas (TDA) dalam IFRA sudah berlangsung sejak tahun 2008 melalui kerjasama dengan Kementerian Perdagangan.TDA Franchise pun dibentuk setelah melihat keseriusan pemerintah dalam mengembangkan usaha franchise. Kita ingin UKM yang tergabung dalam TDA dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah, baik melalui Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Negara Koperasi dan UKM," tambah Diah.

Saat ini, TDA Franchise memiliki 30 anggota aktif, dari sekitar 60 anggota yang terdaftar. TDA sendiri beranggapan franchise perlu dikembangkan secara serius karena dapat mempercepat pengembangan UKM. disamping menyediakan peluang bisnis bagi masyarakat yang mau terjun dalam usaha mandiri.Diah mengatakan, banyak kegiatan yang dilakukan untuk membantu pengembangan franchise di lingkungan TDA, di antaranya, dengan mengadakan gathering, pelatihan dan pameran."Untuk tahun 2010 saja, kita sudah dua kali mengadakan gathering dengan mengundang nara sumber dari kalangan ahli dan praktisi sukses. Melalui kegiatan itu. kita bisa sharing dan membangun Jaringan kerja yang luas," ujarnya.

Selain itu, TDA Franchise mengadakan pelatihan tentang bagaimana membuat SOP; membuat perjanjian bisnis waralaba dan form aplikasi hingga bagaimana caranya mewaralabakan bisnis anggota XDA. Serta kerjasama dengan pihak pemerintah. TDA Juga memperoleh fasilitas untuk mengikuti pameran secara gratis.

"Bahkan, kita membagi-bagikan contoh SOP kepada anggota agar bisa dijadikan balian sharing dengan konsultan franchise ternama/tambahnya.Hingga kini, sudah ada sejumlah anggota TDA yang memiliki franchise dan telah berjalan cukup baik, di antaranya, DokterKomputer.com dan Qlmos Parfume. Tapi, kebanyakan franchlse-nya bergerak di bidang kuliner." ujar Diah Yusuf.Dia Juga menambahkan, saat ini beberapa franchise lokal yang sudah sukses Juga memberi dukungan untuk pengembangan franchise di lingkungan TDA.

Sukses Menemukan Titik Balik Bisnis Batik

Pebisnis tidak mengenal kata gagal, kecuali belum berhasil. Demikian kalimat yang disampaikan Rusdi Ahmad Baamir (36) memulai kisahnya menjadi pengusaha batik sukses. Kini dia memiliki 11 toko batik di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan puluhan outlet di pusat-pusat pertokoan serta satu pabrik batik.

DIA mengaku belajar bisnis dari jalanan, melalui proses kehidupannya sejak kecil hingga sekarang. Modalnya cukup kejujuran dan kepercayaan. Rusdi pun sukses mendirikan 11 toko batik di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan dua workshop di Pekalongan, Jawa Tengah. Rusdi mengklaim bahwa dirinya adalah satu-satunya pemilik toko batik di Tanah Abang yang punya pabrik sendiri. Di samping itu, Rusdi juga menjual produknya melalui 38 outlet Toserba Ramayana di seluruh Indonesia. Produksinya mencapai 100.000 baju batik per bulan.

"Secara materi, bisnis saya sudah beberapa kali bangkrut. Tapi, saya bersyukur tidak pernah mengalami kebangkrutan secara mental," ujar Rusdi, pemilik usaha Batik Saba yang ditemui beberapa waktu lalu.

Dalam membangun bisnis, kata Rusdi, dia banyak mengandalkan intuisinya, termasuk berani melakukan sesuatu yang baru. "Sepanjang orang mau terus berusaha, pasti dia mendapatkan kesuksesan. Itu janji agama. Orang baru disebut gagal kalau dia berhenti berusaha. Itu artinya dia menyerah," ujar Rusdi.

Penciuman bisnis Tahun 1998, Rusdi memulai usahanya sebagai pedagang batik di Pasar Turi, Surabaya. Dia mempunyai penciuman bisnis yang tajam. Hal itu terlihat dari strategi Rusdi merebut pasar.

Bapak dua anak ini memulai dagang batik dengan cara unik. Dia membeli baju-baju yang sudah lama tersimpan di gudang untuk kemudian dicuci hingga bersih dan tampak bagus lagi. Begitu dijual, ternyata laris manis karena harganya murah. Di samping itu, Rusdi juga menjual batik-ba-tik baru yang dibelinya dari Pekalongan.

Usahanya berkembang pesat. Tapi, kesuksesan Rusdi membuat iri pesaingnya. Mulailah dia digencet kiri kanan. Bahkan, mantan bosnya, sengaja membuka toko di sebelah toko Rusdi. Dengan kekuatan modal yang besar, dia menghantam Rusdi dengan menjual batik lebih murah. Pada tahun 2000, bisnis batik Rusdi goyang. Omsetnya merosot tajam. Tokonya sepi. Jika sebelumnya dia mendapat keuntungan sekitar Rp 100.000 per hari, tahun 2000 anjlog menjadi Rp 20.000 per hari. Pendapatan sebesar itu, tentu tidak cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya.

Menghadapi situasi sulit itu, Rusdi hanya pasrah. Sampai suatu hari, dia ke Solo untuk menemani saudaranya yang inginmenikah. Dan secara tidak sengaja Rusdi menemukan pabrik kain yang sudah tak beroperasi lagi. Pabrik itu punya kain yang sudah dua tahun ngangkrak di gudang persisnya sejak kerusuhan Mei 1998 lalu.

Kain-kain itu, dibelinya dengan harga murah, yaitu Rp 4.000 per yard lalu dijual Rp 5.000 per yard. "Barang lama itu bisa diproses menjadi batik,"kata Rusdi. Dalam satu hari Rusdi bisa meraup untung Rp 40 juta. Dia menemukakan titik balik dalam kehidupan bisnisnya.

Dari pengalaman itu, Rusdi belajar banyak hal, sekaligus menumbuhkan kesadaran baru yang mencerahkan. "Kalau pekerjaan bisa saja direbut orang lain. Tapi kalau rezeki tidak bisa direbut orang lain walau setetes pun," katanya.
Pengalaman di Pasar Turi juga menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya kewaspadaan. Sedia payung sebelum hujan. Artinya, kita harus selalu menyiapkan skoci, sebagai upaya penyelamatan jika suatu saat bisnis utama kandas.

Tahun 2002, ketika usahanya di Pekalongan, Jawa Tengah, sedang maju-majunya, pesaingnya mulai melakukan manuver bisnis untuk mengusur Rusdi. "Dengan modal kuat, mereka memborong kain dari pabrik sehingga saya tidak kebagian barang. Saya kalah bersaing karena harga mereka lebih murah. Untung saya sudah siap. Kain-kain yang belum terjual, segera saya alihkan untuk dibikin batik. Itulah awal saya terjun bikin batik sendiri," ujar Rusdi.

Otodidak Namun untuk bisa menguasai bisnis batik. Rusdi harus bekerja keras. Apalagi, katanya, ketika itu tidak ada satu pengusa-ha pun yang sudi mengajarinya. "Saya harus belajar batik secara otodidak. Mulai dari nol. Terjun langsung ke lapangan. Mendatangi perajin dan penjahit. Dari situ saya belajar, terus memperbaiki bisnis hingga sekarang saya menguasai bisnis batik dari hulu ke hilir. Dari produksi hingga pemasaran," tambahnya.

Berkat keuletan dan kerja keras, bisnis Rusdi kian berkibar. Dengan cepat, dia masuk ke pasar yang sudah dikenal seperti Pasar Turi maupun ekspansi ke Pasar Tanah Abang. Rusdi membeli toko di Pasar Turi. Di situ, batik merek Salsa miliknya mendapat sambutan pasar yang baik. Sekarang, giliran Rusdi yang berjaya. Sementara mantan bosnya -yang sebelumnya mcngalahkan-nya- bangkrut karena kalah bersaing. Rusdi pernah dua tahun bekerja (1996-1998) sebagai tenaga pemasaran pada mantan bosnya dengan berjualan keliling Jawa Timur menjajakan sarung dan sebagainya.

Rusdi juga mengalami "pendarahan" hebat saat mau memasuki pasar batik di Tanah Abang. Awalnya, dia memasok batik ke toko-toko. Tapi, celakanya begitu batiknya laku keras di pasaran, disain batiknya segera ditiru. Mereka lalu menjual batik "tiruan" itu dengan harga lebih murah.

Tapi, Rusdi tak kehilangan akal. Dia mulai melakukan panetrasi pasar dengan membuka toko sendiri dan sekarang dia memiliki 11 toko di Tanah Abang. Menurut Rusdi, dengan memiliki toko sendiri dia mempunyai kendali penuh untuk merebut pasar. "Selain itu, pesaing tidak bisa lagi meniru produk kita. Sebab, mereka tidak tahu, mana batik yang laris," tambahnya, hc

Berbagi Semangat Lewat Kaus

Riawan Tamin (26), anak muda berdarah Tionghoa ini, sukses membangun bisnis kaus sambil berbagi semangat positif dan membangun kecintaan terhadap Indonesia.ont focus on problem, focus on the solution," kalimat itu tertulis apik di kaus warna kuning sangat menarik perhatian.

"Lewat bisnis kaus, saya Ingin memprovokasi orang untuk berpikir positif." ujar Riawan Tamin, pemilik usaha baju kaus merek "Grin" saat memulai percakapan dengan Warta Kola di rumahnya di Kompleks Taman Duta Mas. Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Riawan menyodorkan tema itu untuk menjadi inspirasi bagi pemakai kaosnya. Misalnya, dalam menghadapi masalah setiap orang harus memberikan respons positif. Dalam arti tidak fokus pada masalahnya tapi fokus pada solusinya.

Saat ini, katanya, dia membuat beragam kaus, tapi dengan tema dan desain beragam, unik, serta khas. Produk-produk Itu meliputi kaus distro, kaus keluarga, dan kaus dengan tema Indonesia.Baju kaus Itu, kata Riawan, didesain sendiri dengan dibantu dua desainer yang bekerja dengannya. "Kaus Itu saya produksi secara outsourching di Jakarta dan Bandung. Lalu, dipasarkan lewat internet," katanya.Riawan memiliki dua website, yakni www.bqjukehxargaku.com dan www.grin-clothing.com. Di luar itu, pria yang baru melepas masa lajarignya pada Desember 2009 ini Juga memasarkan produknya lewat situs www.kaskus.com.

Terkait dengan Isu Itu, Riawan bergabung dengan gerakan Indonesia Unite (sebuah komunitas yang menggelorakan semangat cinta Indonesia). Dia membuat link dengan website www.lndonesia Unite.com Tidak disangka kegiatan itu membuahkan bisnis bagi Riawan.

"Ada 6.000 simpatisan yang pesan kaus. Itu kemudian Jadi basis bisnis kami," ujar alumnus Teknik Informatika Universitas Pelita Harapan Ini.Dari sharing lewat mills. Riawan sering mendapat ide kreatif. "Seseorang bertanya kenapa kita nggak punya kaus dengan lambang dan bendera Indonesia. Sebab, mereka yang sekolah atau sering bolak-balik ke luarnegeri butuh kaus seperti Itu," katanya.

Disomasi

Riawan memulai bisnis sejak dua tahun lalu. Sebelumnya dia menggeluti bisnis lain, di antaranya mulai dari studio tari dan bisnis online www.rumahku. com, sebuah web directory berisi produk kebutuhan rumah. "Saya terjun ke bisnis karena semua lamaran kerja yang dikirim, tidak ada (perusahaan-Red) yang menjawab," katanya.Studio tari dan www.rumahku.com dibangun dengan modal dari ayahnya.Djunaidy Tamin yang memiliki toko lampu hias di Pinangsla, Jakarta Kota. Sementara ibunya. Llm Sloc Lin, menekuni bisnis saniter dekat toko milik Djunaidy.

Usaha kursus tari Hip Hop yang dibangun Riawan bersama teman-teman tak bertahan lama. Lalu. Riawan beralih ke bisnis kaus. Awalnya sih sederhana saja. Riawan beli barang di Pasar Tanahabang lalu barangnya dipotret dan dipasarkan lewat www.kaskus.com. "Awalnya, tidak langsung jalan. Tiga sampai empat bulan, tidak ada penjualan. Dari situ, saya belajar untuk mencari tahu barang-barang yang disenangi pasar.

" ujarnya.Keinginan untuk memproduksi sendiri kaus muncul karena seringkali terjadi kelangkaan barang di Pasar Tanahabang. "Saat kita mau order lagi, barangnya sudah tidak ada," kata Riawan.

Namun kaus yang diproduksinya pada tahap awal belum seperti desain yang dikembangkan sekarang. Riawan masih mendompleng nama tokoh kartun terkenal. Karena mendapat somasi, akhirnya dia fokus mengembangkan desain sendiri.Untuk mengembangkan pasar. Riawan mengembangkan web sendiri pada pertengahan tahun 2009. selain membangun brand sendiri. "Merek Grin yang berarti senyum lebar, memiliki makna yang dalam. Kalau kita selalu tersenyum menjalani hidup, maka sebetulnya kita sedang menarik hal-hal positif masuk ke dalam kehidupan kita," ujar Riawan.

Pria kelahiran Medan, 5 Agustus 1984, mengaku, memulai bisnis kaosnya dengan modal sekitar Rp 300.000. "Saya pakai uang sendiri untuk memulai bisnis baru. Sebab, saya sudah malu minta modal kepada orangtua," ujar Riawan.Saat Ini, bisnis Riawan sudah naik tangga dengan omset Rp 80 Juta hingga Rp 100 Juta per bulan. "Inilah momentum bagi saya untuk konsolidasi, agar ke depan bisa berkembang lebih cepat. Salah satu bidang yang dibenahi adalah membuat sistim bisnis yang soild." ujar Riawan.

Sekolah Bisnis Menjanjikan Gaji Tinggi

MENJADI seorang manajer perusahaan merupakan impian banyak orang. Berbagai cara dilakukan agar bisa mendapatkan posisi tersebut, termasuk memilih jurusan dan sekolah bisnis terkemuka di dunia. Nah, melihat banyaknya peminat di bidang ini, sejumlah perguruan tinggi internasional kini menyediakan pendidikan bisnis jarak jauh.

Salah satu perguruan tinggi yangbanyakmenjaditujuanmaha-siswa bisnis adalah University of Phoenix, Amerika Serikat (AS). Perguruan tinggi ini bisa menampung hingga ribuan mahasiswa program master bisnis. Oleh sebagian mahasiswa reguler, mengambil kuliah jarak jauh terkadang dipandang sebelah mata. Tetapi, peminatnya tetap saja tidak sedikit. Di India misalnya jumlah mahasiswa programmanagementbusi-ness administration (MBA) jarak jauh mencapai angka jutaan mahasiswa.


Menurut laporan Economist (24/02), ada dua macam studi MBA. Pertama, program bersifat demokratis dan terbuka tanpa mempertimbangkan lokasi wilayah, dan pengalaman kerja sebelumnya. Kedua, program yang agak tertutup dan lebih ketat. Mahasiswa program jarak jauh biasanya jarangme-miliki perubahan karier signifikan dibanding reguler karena kebanyakan hanya ingin bisa mengembangkan perusahaan milik sendiri atau tempat dia bekerja selama ini.

Salah satu contoh perguruantinggi yang menawarkan pendidikan jarak jauh adalah Instituto de Empresa (IE) Business School di Spanyol. Lembaga ini sudah menjalankan program jarak jauh selama 10 tahun dengan target segmen kalangan eksekutif yang berpengalaman kerja sekitar tujuh tahun atau karyawan yang sudah memiliki jabatan manajerial di perusahaan.

Menurut Direktur Program MBA IE Business School Gamaliel Martinez, pembelajaran MBA jarak jauh di lembaganya dilakukan dengan cara mengadakan pertemuan dengan mahasiswa selama dua minggu pertama di Madrid. Kemudian selanjutnya dilakukan secara online selama enam bulan. Kemudian kelompok mahasiswa tersebut kembali mengadakan pertemuan selama dua minggu di Shanghai, China di tengah berjalannya program. Untuk enam bulan berikutnya, pola pembelajaran terpisah dengan sistem online. Di akhir pembelajaran, semua mahasiswa kembali berkumpul di Madrid untuk menyelesaikan perkuliahan.

Perbedaan yang mencolok antara kelas jarak jauh dan yang reguler adalah pertemuan tatap muka di kelas. Untuk menyiasati pertemuan, IE Business School menghindari interaksi secara real time karena lembaga ini memiliki mahasiswa dari 20 negara yang tentunya mempunyai perbedaan waktu yang signifikan. Mahasiswa biasanya memasuki forum diskusi pada waktu terbaik yang bisa dila-kukan. Diskusi yang dilakukan secara online terbukti bisa lebih hidup dan lebih dalam. Hal ini karena para mahasiswamempunyai waktu lebih longgar untuk berpikir dan memilih waktu yang paling memungkinkan.

Banyaknya orang memburu jurusan MBA salah satunya karena imej bahwa seorang ch ie/ executive officer (CEO) perusahaan harus lulusan jurusan ini. Tetapi, persepsi ini tidak seluruhnya benar. Menurut penelitian yang dilakukan Harvard Business Review (HBR) yang dipublikasikan Januari lalu, dari SO CEO terbaik dunia, sebagian besar tidak bergelar MBA. Untuk berhasil yang terpenting adalah niat dan kesungguhan untuk menjalankannya.

Riset ini menemukan bahwa peringkat 10 besar dari 50 CEO berkinerja terbaik dunia hanya empat orang yang memiliki latar belakang pendidikan MBA yakni John T Chamber CEO perusahaan teknologi informasi Amerika Serikat (AS) Cysco Systems yang telah menjabat sejak 1995 hingga sekarang.Chamber menempati posisi keempat dalam peringkat 50 besar CEO terbaik di dunia.

Lalu ada John C Martin yang memimpin perusahaan kesehatan AS Gilead Sciences sejak 1996 hingga sekarang. Sementara Steve Jobs, CEO perusahaan Apple yang dinobatkan sebagai CEO terbaik tahun ini, justru tidak memiliki latar belakang MBA.

Mi yang Jadi Langganan Petinggi

SELAIN mendatangkan kesuksesan secara finansial, bagi PakMintodan Ibu Waliyah, karier wirausahanya berhasil pula menghadirkan kebanggaan tersendiri. Sebagai penjual makanan, kebanggaan tertinggi tentu adalah pengakuan atas kelezatan hidangan yang diramunya.

Sebagai penjual nasi goreng dan mi Jawa, yang lebih dikenal dengan merek dagang"Nasi Goreng Cut Mut-hia",Waliyah mengatakan bahwa pelanggannyaberasal dari semua kalangan.Tak hanya masyarakat biasa, pelanggannya juga terdiri atas figur-figur terkenal di negeri ini.

Cukup banyak orang terkenal yang menjadi langganan mi Jawa buatannya. Namun, beberapa di antaranya paling diingat oleh Waliyah, yakni suami Presiden IV Republik Indonesia Megawati Soekarno Putrijaufik Kiemas, yang kini menjabat sebagai Ketua MPR. Waliyah mengenang,Tauf ik Kiemas sudah lama menjadi salah satu langganan setianya. Itu saja sudah membuatnya cukup bangga sebagai seorang penjual makanan biasa.

"Beliau sudah lama menjadi pelanggan. Sejak masih kuliah sudah sering makan di warung kami," kenangnya. Bahkan, kata Waliyah, kebanggaannya bertambah ketika Megawati Soekarnoputri menjadi presiden. Dia mengatakan, pada satu kesempatan, mereka diundang ke kediaman Megawati yang memang tidak jauh dari tempatnya berjualan, di daerah Menteng. Saat itu, Waliyah dan Minto dipercaya untuk menyediakan masakan nasi goreng dan mi goreng Jawa dalam rangka perayaan ulang tahun IbundaTaufik Kiemas.

Selain keluarga Megawati, lanjut Waliyah, pelanggan VIP lainnya berasal dari keluarga Presiden Soeharto. Waliyah menceritakan, keluarga Pak Harto juga menggemari masakan khas bercita rasa asli Jawa ini. Keluarga Pak Harto, kata Waliyah, pernah memesan mi Jawa dengan daging dan telur ayam kampung sebagai campurannya."Kalau nggak salah, tahun 1990-an, bulan puasa, juga diundang untuk masak di kediaman Pak Harto," tutur Waliyah.

Meraih Laba dengan Mi Jawa

Salah satu bisnis yang jempolan dalam mencetak laba adalah bisnis makanan. Jika cita rasanya memang mampu menggugah selera, tak pelak pelanggan akan datang dan datang lagi untuk mencicipinya.

Untuk itu, tak jarang para pengusaha makanan berlomba mendatangkan penganan unik dari mancanegara. Rasa yangkhas dan unik, ditambah gengsi internasional yang dibawa makanan tersebut, seringkali memang menjadi daya pemikat bagi para pelanggan.

Tapi, bukan berarti makanan khas yang bersifat tradisional lantas kalah di tengah gencarnya gempuran penganan serba internasional. Tengok saja usaha mi Jawa yang digeluti H Minto (alm) dan istrinya Waliyah (70) yang tak hanya mampu bertahan, namun juga terbukti sebagai bisnis unggulan pencetak laba.

Tak mau kalah dan menyerah dengan segala makanan instan yang makin beragam, Minto dan Waliyah tetap bertahan dengan sajian khas mi jawa yang menjadi andalan keluarganya sejak 1967. "Resep rahasianya dua, yaitu tekun dan jujur dalam mengembangkan usaha. Itu saja," ujar Waliyah yangkini menjadi penerus usaha tersebut.

Seperti kebanyakan pelaku usaha yang memulai semuanya dari nol, perjalanan usaha keluarga Minto dan Waliyah juga penuh rintangan dan hambatan. Waliyah bercerita, modal awal usahanya adalah keinginan kuat untuk membuka usaha di Jakarta. Awalnya, kata Waliyah, usaha warung nasi goreng dan mi Jawa yang dibukanya sangat sepi.

"Saat itu, bisa menghabiskan mie 2 kg dan beras 2 kg saja sudah senang," kenang Waliyah.
Namun, berkat ketekunan dan kesabaran, secara perlahan namun pasti, usaha Waliyah pun mulai membuahkan hasil. Hari demi hari, berkat resep tradisional yang setia diusungnya, pengunjung semakin bertambah. Kelezatan mi Jawa sajiannya terus beredar dari mulut ke mulut melalui pelanggan yang pernah mencicipi makan tersebut.

Merasa memiliki modal cukup darihasilmenabungsetiaphari, keduanya mulai mencari tempat yang dianggap lebih strategis. Pilihannya jatuh di daerah sekitar Kebon Sirih, tidak terlalu jauh dari tempatnya semula berjualan.

Di tempat baru, pelanggan mi goreng Jawa buatan Minto dan Waliyah terus bertambah. Seiring dengan bertambahnya pelanggan, menu yang disajikan pun mulai beragam, tidak hanya nasi goreng serta mi Jawa saja, tapi juga sate kambingdansup.Halitudilakukan untuk memberikan lebih banyak alternatif bagi para pengunjung warung makannya.

Lebih kurang lima tahun H Minto berjualan di kawasan Kebon Sirih, mereka pun kembali berpindah tempat berjualan ke daerah Gondangdia. Kendati menu yang disajikan Minto dan Waliyah makin bervariasi, namun dia tetap mempertahankan nasi gorengserta mi Jawa yang menjadi menu andalannya.

"Dan memang yang menjadi favorit pun memang tetap mi Jawa asli Yogyakarta," tutur Waliyah.

Perlahan namun pasti, Minto dan Waliyah yang semula tinggal di rumahkontrakan bersama Hputra dan putrinya mampu memiliki rumah sendiri dengan dua unit mobil untuk keperluan usahanya. Tak hanya itu, Minto dan Waliyah mencetak keberhasilan lain, mereka berhasil menjamin pendidikan bagi 14 anaknya.

Dari keempat belas anaknya, tiga orang mengikuti jejak orang tuanya membuka warung mi Jawa, mereka adalah Hartanto.Triyanto, Suryanto.

Bagi Waliyah, salah satu warisan yang berharga yang bisa diting-galkannya adalah ilmu dalam berwirausaha. Selain dapat menjamin penghidupan, kegiatan wirausaha yang digeluti penerusnya jugamampu membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

"Walaupun kecil, bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain," kata Waliyah.
Resep sukses lain yang digunakan, kata Waliyah, adalah tak terlalu tinggi memasang harga. Kendati sudah terkenal, harga hidangan yang dijajakannya relatif terjangkau. Mi Jawa campur daging ayam hanya dijual RplO.000 per porsi. Sedangkan mi Jawa campur daging kambing atau daging sapi dijual Rpl3.000 per porsi. Dengan begitu, tutur Waliyah, mereka tetap mampu menjaga para pelanggan setianya. Berkat resep itu pula, usaha nasi goreng mi Jawa yang digelutinya mampumendatangkan omzet sekitar Rp2 juta per hari.

Selain harga yang terjangkau, Waliyah pun tegas menjaga mutu bahan baku yang digunakannya. Hal itu, jelas dia, adalah syarat mutlak untuk menjaga cita rasa makanan yang disajikannya. Hanya dengan begitu, tegas dia, barulah seorang pengusaha makanan bisa menjaga kesetiaan para pelanggarannya.

"Kami selalu minta yang terbaik. Kalau sayuran, selalu pakai yang segar-segar. Demikian pula telur, daging ayam, daging kambing dan daging sapi, semuanya yang terbaik demi menjaga cita rasa, "tuturnya.

Koperasi boleh tangani penyaluran pupuk

Koperasi diperbolehkan menangani penyaluran pupuk. Ini jawaban atas permintaan gerakan koperasi yang diperkuat retensi Kementerian i Koperasi dan UKM. "Mencermati usulan pengurus koperasi yang ingin menangani pengelolaan dalam menyalurkan pupuk, Kemenkop dan UKM mendukung," ungkap Menteri Koperasi dan UKM Syarie Hasan. Pihaknya mengaku telahmengirimkan refrensi ke Kementerian Perdagangan dan hasilnya koperasi boleh kembali menangani penyaluran pupuk.

"Saya yakin koperasi punya kemampuan dan, dijamin penyalurannya tepat sasaran," katanya. Ditegaskan Syarief Hasan, tidak ada satu alinea pun dalam peraturan pemerintah yang menyebutkan KUD Koperasi Unit Desa tidak boleh menjadi penyalur pupuk. "Karena itulah, Kemendag membalas suratrefrensi Kemenkop dan UKM dengan isi memperkenankan pengelola koperasi unit desa yang ingin menjadi penyalur pupuk maupun penyalur lainnya. Tapi ingat, sekarang ada mekanisme yang harus dipatuhi dan dipraktikkan dalam melaksanakan penyaluran itu," pintanya.

Adapun mekanisme, rinci Syarif, pengurus koperasi , harus mendapat rekomendasi dulu dari pemerintah setempat. Dengan membawa rekomendasi itulah, baru mengajukan diri ke pemerintah untuk menjadi penyalur distribusi pupuk.

"Saya akui, mekanisme ini memang masih membingungkan pengurus koperasi. Makanya, perlu sosialisasi dan saya sudah berkonsultasi dengan deputi Kemenkop dan UKM terkait hal itu untuk memprogramkan sosialisasi terkait aturan mekanisme itu. Salah satu bentuk sosialisasi itu nanti mengirimkan ke seluruh KUD tentang isi - mekanisme itu," katanya.

Entri Populer